cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 199 Documents
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DI KALANGAN SISWA Derek, Stefani Valentina Putri; Audita, Sindy; Rahayu, Elsa Dwi; Nurhidayat, Febri
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6545

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of digital technology has transformed the paradigm of modern education, making digital literacy a fundamental competency that students must acquire. As agents of change, teachers play a strategic and multifaceted role in facilitating the development of students' digital literacy through various innovative approaches. This study comprehensively examines the role of teachers in enhancing students' digital literacy, identifying effective strategies, implementation challenges, and applicable solutions. The research was conducted using a qualitative approach with a descriptive-analytical literature review method, drawing on sources from indexed journals, books, and policy documents. Data were analyzed thematically and validated through source triangulation. The findings reveal that teachers hold five primary roles: as facilitators of digital learning, role models for responsible technology use, curators of quality digital content, critical guides in evaluating information, and collaborators in developing digital projects. The success of improving students' digital literacy largely depends on teachers' digital competencies, infrastructure support, institutional commitment, as well as sustained collaboration and strategies that generate transformational impact in education. ABSTRAK Kemajuan teknologi digital yang pesat telah mengubah paradigma pendidikan modern, di mana literasi digital menjadi kompetensi fundamental yang harus dikuasai siswa. Guru sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dan multifaset dalam memfasilitasi pengembangan literasi digital siswa melalui berbagai pendekatan inovatif. Penelitian ini mengkaji secara komprehensif peran guru dalam meningkatkan literasi digital siswa, mengidentifikasi strategi efektif, tantangan implementasi, dan solusi yang dapat diterapkan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur deskriptif-analitis, menggunakan sumber dari jurnal terindeks, buku, dan dokumen kebijakan. Data dianalisis secara tematik dan divalidasi melalui triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru memiliki lima peran utama: sebagai fasilitator pembelajaran digital, model penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, kurator konten digital berkualitas, pembimbing kritis dalam evaluasi informasi, dan kolaborator dalam pengembangan proyek digital. Keberhasilan peningkatan literasi digital siswa sangat bergantung pada kompetensi digital guru, dukungan infrastruktur, komitmen institusional, serta kolaborasi dan strategi berkelanjutan yang menciptakan dampak transformasional dalam dunia pendidikan.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PELAJARAN IPA MATERI RANTAI MAKANAN KELAS V DI SDN MAYANGCINDE Juliani, Yuli; Zulkarnaen, Rizki Hadiwijaya; Pratama , Febri Fajar
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6576

Abstract

This research is motivated by the low critical thinking skills of students. The purpose of this study is to improve the critical thinking skills of fifth-grade students at SDN Mayangcinde in the science learning process on the Food Chain topic. An alternative solution used in this study is the application of the PBL (Problem Based Learning) learning model in the science learning process. The research method used in this study was Classroom Action Research (CAR), which was implemented in two cycles. Data collection techniques used included tests, observation, and documentation. The results of the students' critical thinking test in the pre-action phase obtained an average score of 49.06, with the percentage of students who were critical only reaching 12.5%. In cycle I, the average score of the critical thinking test increased to 70.62, with the percentage of students who were critical reaching 37.5%. In cycle II, the average score of the critical thinking test increased again to 82,18, with the percentage of students who were critical reaching 75%. The test results indicate an increase in students' critical thinking skills from the pre-action phase, cycle I, and cycle II. Therefore, it can be concluded that the implementation of the PBL learning model can improve the critical thinking skills of fifth-grade students at SDN Mayangcinde, Cigalontang District, in the 2025/2026 academic year. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di kelas V SDN Mayangcinde pada proses pembelajaran IPA materi Rantai Makanan. Alternatif solusi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dalam proses pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Hasil tes berpikir kritis siswa pada pra tindakan mendapatkan nilai rata-rata 49,06 dengan persentase siswa yang sudah kritis hanya mencapai 12,5%. Pada siklus I nilai rata-rata hasil tes berpikir kritis meningkat menjadi 70,62 dengan persentase siswa yang sudah kritis mencapai 37,5%. Pada siklus II nilai rata-rata hasil tes berpikir kritis meningkat lagi menjadi 82,18 dengan persentase siswa yang sudah kritis mencapai 75%. Berdasarkan hasil tes tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari mulai pra tindakan, ke siklus I, sampai siklus II. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di kelas V SDN Mayangcinde Kecamatan Cigalontang Tahun Ajaran 2025/2026.
STRATEGI BELAJAR EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA Hidayah, Kamilatul; Syafitri, Bella; Wulandari, Nursinta; Wenda, Delo
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6695

Abstract

This research is motivated by low student academic achievement, a crucial problem influenced by a lack of motivation and ineffective learning strategies in facing the challenges of the digital era. The focus of this research is to identify and analyze various effective learning strategies to improve academic achievement, by examining the inhibiting and driving factors in the learning process. As a crucial step, this research uses a literature review method, where data is collected and synthesized from various scientific sources such as journals and books. The main findings of this study confirm that motivation, both intrinsic and extrinsic, is the main foundation of academic success. The literature also identifies various learning strategies that have been proven effective, such as problem-based, cooperative, and contextual learning, supported by personalized learning techniques and the active role of teachers and parents. In conclusion, improving academic achievement requires the implementation of planned and active learning strategies supported by a conducive environment. This study recommends the development of an intervention program that focuses on learning strategy training for students and strengthening a supportive learning ecosystem. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi akademik siswa, sebuah masalah krusial yang dipengaruhi oleh kurangnya motivasi dan strategi belajar yang tidak efektif dalam menghadapi tantangan era digital. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai strategi belajar yang efektif untuk meningkatkan prestasi akademik, dengan menelaah faktor-faktor penghambat dan pendorong dalam proses pembelajaran. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode studi literatur, di mana data dikumpulkan dan disintesiskan dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal dan buku. Temuan utama dari studi ini menegaskan bahwa motivasi, baik intrinsik maupun ekstrinsik, merupakan fondasi utama keberhasilan akademis. Literatur juga mengidentifikasi berbagai strategi pembelajaran yang terbukti efektif, seperti pembelajaran berbasis masalah, kooperatif, dan kontekstual, yang didukung oleh teknik belajar personal dan peran aktif guru serta orang tua. Kesimpulannya, peningkatan prestasi akademik memerlukan implementasi strategi belajar yang terencana, aktif, dan didukung oleh lingkungan yang kondusif. Studi ini merekomendasikan pengembangan program intervensi yang berfokus pada pelatihan strategi belajar bagi siswa serta penguatan ekosistem pembelajaran yang suportif.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK SEBAGAI MEDIA PENGUATAN KARAKTER Halimah, Nur; Rahmawati, Aslihatul; Azhari, Ainul
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6696

Abstract

This research is motivated by the challenges of implementing effective character education, where traditional learning methods often fail to deeply instill values such as responsibility and cooperation. The focus of this study is to examine the effectiveness of the Project-Based Learning (PjBL) model as a medium for strengthening the character of responsibility, cooperation, and independence in junior high school students. As a crucial step, this study used a qualitative field research approach with 25 eighth-grade students at SMPN 1 Mauk. Data were collected through observation, interviews, and documentation of a project themed “Anti-Plastic Waste Campaign,” which was then analyzed using the Miles and Huberman model. The main findings indicate that the implementation of PjBL successfully encouraged positive character behavior changes. Students showed significant improvements in responsibility, active collaboration in groups, and independence in decision-making. In conclusion, the PjBL model has proven effective in shaping students' character through contextual and meaningful learning experiences, thus being recommended as a sustainable strategy for character education. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan implementasi pendidikan karakter yang efektif, di mana metode pembelajaran tradisional seringkali gagal menanamkan nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kerja sama secara mendalam. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) sebagai media untuk penguatan karakter tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian pada siswa SMP. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif field research pada 25 siswa kelas VIII di SMPN 1 Mauk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap proyek bertema “Kampanye Anti Sampah Plastik,” yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan utama menunjukkan bahwa penerapan PjBL berhasil mendorong perubahan perilaku karakter yang positif. Siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal tanggung jawab, kolaborasi aktif dalam kelompok, dan kemandirian dalam pengambilan keputusan. Kesimpulannya, model PjBL terbukti efektif membentuk karakter siswa melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna, sehingga direkomendasikan sebagai strategi berkelanjutan untuk pendidikan karakter.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI METODE PERMAINAN SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS II SD ISLAM PLUS AL HAMBRA JAKARTA SELATAN Jemah, Muharoh; Prasetyono, Hendro
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6697

Abstract

In the current era, learning is student-centered, allowing teachers to play an active role in the learning process and to utilize appropriate methods and media. This study aims to improve Civics (PKn) learning outcomes in Grade II on the topic of “Fostering National Unity” at SD Islam Plus Al Hambra, Kebayoran Lama, South Jakarta, in the 2019/2020 academic year. The research design used is Classroom Action Research (CAR). The population of the study consists of 12 Grade II students from SD Islam Plus Al Hambra in the same academic year. The methods employed include lectures, demonstrations, group discussions, and question-and-answer sessions, incorporating the Snowball Throwing game as part of the learning strategy. This study was conducted over three cycles. Data collection techniques included student activity observation sheets and test instruments. The data were then analyzed using percentage formulas. The results showed that student learning outcomes increased from 50% in Cycle 1 to 67% in Cycle 2, and further improved to 83% in Cycle 3. Based on these findings, it can be concluded that the use of the Snowball Throwing method in Civics learning effectively enhances student learning outcomes. ABSTRAKPada masa sekarang pembelajaran terpusat pada siswa, sehingga guru berperan aktif dalam proses pembelajaran dan dapat menggunakan metode dan media yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn pada kelas II materi Memupuk Rasa Persatuan bangsa Indonesia di SD Islam Plus Al Hambra Kebayoran Lama Jakarta Selatan tahun pelajaran 2019/2020. Bentuk penelitian dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sedangkan populasi dalam penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SD Islam Plus Al Hambra Kebayoran Lama Jakarta Selatan tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah populasi sebanyak sejumlah 12 siswa. Metode yang dipergunakan diantaranya yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode diskusi kelompok, metode tanya jawab, yang dimasukkan unsur metode permainan Snowball Throwing. Penelitian ini juga tetap menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan melalui tiga siklus, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan soal test. Kemudian data ini dianalisis menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian yang diperoleh adalah hasil belajar siswa meningkat dari 50% (siklus 1) menjadi 67% (siklus 2) dan meningkat kembali menjadi 83% pada siklus 3. berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode permainan Snowball Throwing pada pembelajaran PKn hasil belajar siswa menjadi meningkat.
PENERAPAN MODEL TIME TOKEN UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK Kurniati, Maya; Anwar, Syaiful; Fitriani, Fitriani
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6757

Abstract

ABSTRACT Learning Akidah Akhlak (Islamic Morals and Creed) requires a teaching model that encourages active student participation. A monotonous, teacher-centered model often makes students passive and less confident in class, thus a more interactive model is needed to foster students’ self-confidence. This study aims to improve the self-confidence of XI IPA 1 students through the application of the Time Token learning model. This model was chosen because it is believed to help students become more courageous in speaking and active in classroom participation. The study employed a classroom action research (CAR) method conducted in two cycles, involving 33 students of MAN 1 Pesawaran (19 female and 14 male). The instruments used included observations of teacher and student activities as well as self-confidence questionnaires administered at the end of each cycle. The success indicator of the study was set at a minimum of 75%. The findings show a significant increase in self-confidence from the pre-cycle to cycle II. Observation results indicated an average of 31.99% in the pre-cycle, 51.22% in cycle I, and 80.37% in cycle II. Questionnaire data also showed improvement, with averages of 22.75% in the pre-cycle, 50.30% in cycle I, and 87.88% in cycle II. In conclusion, the Time Token model can effectively enhance students’ self-confidence in Islamic Education (PAI) lessons, thereby achieving the research objectives. ABSTRAK Pembelajaran Akidah Akhlak memerlukan model pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa. Model yang monoton dan berpusat pada guru membuat siswa pasif dan kurang percaya diri di kelas, sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang lebih interaktif untuk menumbuhkan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas XI IPA 1 melalui penerapan model pembelajaran Time Token. Model ini dipilih karena diyakini dapat memfasilitasi siswa untuk lebih berani berbicara dan aktif dalam kelas. Penelitian menggunakan metode tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus, melibatkan 33 siswa MAN 1 Pesawaran (19 perempuan dan 14 laki-laki). Instrumen yang digunakan meliputi observasi aktivitas guru dan siswa serta angket kepercayaan diri yang diberikan pada setiap siklus. Indikator keberhasilan penelitian adalah minimum 75%. Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri dari Pra siklus hingga siklus II. Hasil yang diperoleh dari lembar observasi menunjukkan rata-rata 31,99% pada pra-siklus, 51,22% pada siklus I, dan meningkat menjadi 80,37% pada siklus II. Data dari angket menunjukkan peningkatan, dengan rata-rata 22,75% pada pra-siklus, 50,30% pada siklus I, dan 87,885% pada siklus II. Kesimpulannya, model Time Token dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam pelajaran PAI, sehingga tujuan penelitian telah tercapai.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OIDDE PADA MATERI VIRUS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI MURID KELAS X SMAN 2 SAMPIT, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR Bintarawati, Eka; Hudha, Atok Miftachul; Husamah, Husamah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6839

Abstract

This research is motivated by the low conceptual understanding of SMAN 2 Sampit students regarding the complex and abstract nature of viruses, as well as the dominance of conventional teacher-centered learning methods. To address these issues, this research focuses on the application of the OIDDE (*Orientation, Identify, Discussion, Decision, Engage in behavior*) learning model as a strategy to improve understanding of Biology concepts. This research uses the Classroom Action Research (CAR) method which is implemented in one cycle. The research stages include planning, implementing actions according to the OIDDE syntax, observing student activities, and testing conceptual understanding before and after the action. The main findings show a significant increase in students' conceptual understanding, where the average score of the final test reached 81, exceeding the KKTP (75) and the initial average score (58), with 85% of students achieving mastery. In addition, there was an increase in student activity, enthusiasm, and involvement in a more active and collaborative learning process. It is concluded that the OIDDE model is proven to be effective in facilitating in-depth knowledge construction and improving students' conceptual understanding of viruses, making it a relevant alternative for Biology learning in the Merdeka Curriculum era. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep murid SMAN 2 Sampit terhadap materi virus yang bersifat kompleks dan abstrak, serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini berfokus pada penerapan model pembelajaran OIDDE (Orientation, Identify, Discussion, Decision, Engage in behavior) sebagai strategi untuk meningkatkan pemahaman konsep Biologi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam satu siklus. Tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan sesuai sintaks OIDDE, observasi aktivitas murid, dan tes pemahaman konsep sebelum dan sesudah tindakan. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep murid, di mana nilai rata-rata tes akhir mencapai 81, melampaui KKTP (75) dan nilai rata-rata awal (58), dengan 85% murid mencapai ketuntasan. Selain itu, terjadi peningkatan aktivitas, antusiasme, dan keterlibatan murid dalam proses pembelajaran yang lebih aktif dan kolaboratif. Disimpulkan bahwa model OIDDE terbukti efektif dalam memfasilitasi konstruksi pengetahuan yang mendalam dan meningkatkan pemahaman konsep murid pada materi virus, menjadikannya alternatif yang relevan untuk pembelajaran Biologi di era Kurikulum Merdeka.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING, EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN MEDIA LOOSE PARTS PADA KELOMPOK B RA AL AMIN BANJARMASIN Safari, Sri Lidia; Rafanti, Wahdah Refia
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6840

Abstract

The problem in this study is that the child has not developed fine motor skills in sticking activities. This happens because of the lack of activities that stimulate fine motor aspects so that the child's ability to stick activities has not developed. Efforts to solve this problem by using a combination of Project Based Learning model, Explicit Instruction with media Loose Parts. This study aims to describe the activities of teachers, children's activities, and analyze the results of fine motor development of children in sticking activities. This approach uses a qualitative approach to the type of class action research conducted as many as 3 meetings, setting research conducted on children Group B RA Al Amin Banjarmasin totaling 11 children consisting of 4 boys and 7 girls. Data types using qualitative data. Data analysis was done descriptively with observation sheet and rubric. The results showed that there was an increase in development at the 3rd meeting through the model project based learning, explicit instruction and media loose part. Child activity gained a percentage of 90% with the category “almost all children are active”. The results of the child's fine motor development obtained a percentage of 90% with the category “developing as expected”. ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini yaitu belum berkembangnya  kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan menempel. Hal ini terjadi karena kurangnya kegiatan yang menstimulasi aspek motorik halus sehingga kemampuan anak dalam kegiatan menempel belum berkembang. Upaya pemecahan masalah ini dengan menggunakan kombinasi model Project Based Learning, Explicit Instruction dengan media Loose Parts. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan menempel. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan, setting  penelitian dilakukan pada anak kelompok B RA Al Amin Banjarmasin yang berjumlah 11 anak terdiri dari 4 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuan. Jenis data menggunakan data kualitatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan lembar observasi dan rubrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengembangan pada pertemuan ke-3 melalui model project based learning, explicit instruction dan media loose part. Aktivitas anak memperoleh persentase 90% dengan kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif”. Hasil perkembangan motorik halus anak memperoleh persentase 90% dengan kategori “Berkembang Sesuai Harapan”. 
MENGEMBANGKAN ASPEK MOTORIK HALUS DALAM KEGIATAN MENGGUNTING SESUAI DENGAN POLA MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA KAIN FLANEL PADA KELOMPOK B TK AGRINUSA BANJARBARU Qanita, Silma Fatia; Rafianti, Wahdah Refia
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6841

Abstract

The problem in this study is the low fine motor development of children in cutting activities in accordance with the pattern. This is due to the lack of learning that is less interesting, learning in only one direction and the lack of activities to stimulate the ability to cut according to patterns in children. The impact of the ability to cut according to the pattern does not develop as expected. Efforts to solve this problem by using a combination of Project Based Learning models, demonstration methods and flannel media. This study aims to describe the activities of teachers, children’s activities and analyze the result of fine motor development of children. This approach uses a qualitative approach to the type of class action research, conducted 3 the meeting, the subject of research children Group B TK Agrinusa Banjarbaru totaling 15 children. Data analysis is done by observation sheet and rubric. The results showed that the combination of Project Based Learning model, demonstration method and flannel media that increase the activity of teachers, children's activities and develop fine motor skills of children with evidence (1) the activity of teachers get a score of 26 with the category of “very good”. (2) children's activities get a percentage of 100% with the Category “All Active children”. (3) the results of the child's fine motor development reached a percentage of 93% with the category “very well developed”. ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan menggunting sesuai dengan pola. Hal ini disebabkan kurangnya pembelajaran yang kurang menarik, pembelajaran hanya satu arah dan kurangnya kegiatan yang menstimulus kemampuan menggunting sesuai dengan pola pada anak. Dampaknya kemampuan dalam menggunting sesuai dengan pola pada anak tidak berkembang sesuai harapan. Upaya pemecahan masalah ini dengan menggunakan kombinasi model Project Based Learning, metode Demonstrasi dan media Kain Flanel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan 3 kali pertemuan, subjek penelitian pada anak kelompok B TK Agrinusa Banjarbaru yang berjumlah 15 anak. Analisi data dilakukan dengan lembar observasi dan rubrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi model Project Based Learning, metode Demonstrasi dan media Kain Flanel bahwa meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan mengembangkan motorik halus anak dengan bukti (1) aktivitas guru mendapatkan skor 26 dengan kategori “Sangat Baik”. (2) aktivitas anak mendapatkan persentase 100% dengan kategori “Seluruh Anak Aktif”. (3) hasil perkembangan motorik halus anak mencapai persentase 93% dengan kategori “Berkembang Sangat Baik”
BINAR (BERBAGI, INOVASI, NALAR, ASESMEN, DAN REFLEKSI) MEMPERKOKOH PEMBELAJARAN BERMAKNA DAN PEMAHAMAN DIGITAL PENDIDIK Nurlaila, Hanik
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6842

Abstract

This initiative is motivated by the challenges of implementing the Independent Curriculum in the digital era, where many teachers still struggle to shift from administrative lesson plan development to facilitating meaningful learning, resulting in a gap between policy and classroom practice. This best practice focuses on the implementation of the BINAR (Sharing, Innovation, Reasoning, Assessment, and Reflection) approach as a structured solution to strengthen educators' pedagogical competence and digital literacy. Key implementation steps include a series of integrated actions: building a culture of sharing good practices through learning communities; encouraging innovation through mentoring in the use of technology and AI; strengthening pedagogical reasoning through peer observation; developing authentic assessments; and cultivating continuous reflection. These actions were disseminated through intensive mentoring, workshops, and the initiation of the Inspirational Teacher Competition. Key findings indicate that the BINAR approach significantly enhanced teachers' creativity, digital literacy, and collaborative culture. Consequently, student motivation and engagement in meaningful learning increased, as reflected in the diverse range of creative projects produced. In conclusion, BINAR is an effective and applicable model for transforming teacher professionalism from the basic level, demonstrating that a cycle of sharing, innovation, and reflection is key to realizing relevant and meaningful learning. ABSTRAKDilatarbelakangi oleh tantangan implementasi Kurikulum Merdeka di era digital, di mana banyak guru masih kesulitan beralih dari penyusunan RPP administratif menuju fasilitasi pembelajaran yang bermakna, sehingga terjadi kesenjangan antara kebijakan dan praktik di kelas. Praktik baik ini berfokus pada penerapan pendekatan BINAR (Berbagi, Inovasi, Nalar, Asesmen, dan Refleksi) sebagai solusi terstruktur untuk memperkokoh kompetensi pedagogik dan pemahaman digital pendidik. Langkah-langkah penting implementasinya meliputi serangkaian aksi terpadu: membangun budaya berbagi praktik baik melalui komunitas belajar; mendorong inovasi dengan pendampingan penggunaan teknologi dan AI; menguatkan nalar pedagogis lewat observasi sejawat; mengembangkan asesmen autentik; serta membudayakan refleksi berkelanjutan. Aksi ini disebarluaskan melalui pendampingan intensif, lokakarya, dan inisiasi Lomba Guru Inspiratif. Temuan utama menunjukkan bahwa pendekatan BINAR berhasil meningkatkan kreativitas, literasi digital, dan budaya kolaborasi guru secara signifikan. Dampaknya, motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bermakna meningkat, yang tercermin dari beragamnya proyek kreatif yang dihasilkan. Kesimpulannya, BINAR merupakan model yang efektif dan aplikatif untuk mentransformasi profesionalisme guru dari tingkat dasar, membuktikan bahwa siklus berbagi, inovasi, dan refleksi adalah kunci untuk mewujudkan pembelajaran yang relevan dan bermakna.