cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 199 Documents
PENGARUH PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS TEOLOGI DI UNIVERSITAS KRISTEN TEKNOLOGI SOLO Babu, Orni; Wening, Sri
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5839

Abstract

Learning motivation is a crucial element for student success, and this holds true for students at the Faculty of Theology, Christian University of Technology Surakarta. It not only helps students start the learning process but also sustains their enthusiasm for understanding and mastering course material, ultimately leading to the achievement of learning goals. This research aims to determine the influence of utilizing Artificial Intelligence (AI) on the learning motivation of students at the Faculty of Theology, Christian University of Technology Surakarta. After processing the data using SPSS 25, the results showed a significant influence of AI utilization on the learning motivation of theology students. The correlation table reveals the strength of the relationship between the independent and dependent variables. The correlation coefficient is 0.299, which, based on the interpretation guidelines for correlation coefficients, falls within the range of 0.299 - 0.40. This indicates that the utilization of artificial intelligence has an influence on the learning motivation of the Faculty of Theology students. Therefore, it is expected that the use of artificial intelligence can help theology students enhance their learning motivation. ABSTRAK Motivasi belajar menjadi salah satu elemen penting terhadap keberhasilan mahasiswa dalam keberhasilan belajar, begitu juga bagi mahasiswa di Fakultas Teologi Universitas Kristen Teknologi Solo. Motivasi belajar tidak hanya membantu mahasiswa untuk memulai proses belajar, tetapi juga mempertahankan semangat belajar dalam usaha memahami dan mendalami materi perkuliahan sehingga tujuan belajar tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Teologi di Universitas Kristen Teknologi Solo, setelah melakukan pengolahan data menggunakan SPSS 25 dan diketahui bahwa terdapat pengaruh signifikan dari pemanfaatan artificial intelligence terhadap motivasi belajar mahasiswa Fakultas Teologi. Dengan melihat tabel korelasi menunjukkan besar hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat. Terlihat dari kolom kefisien korelasinya sebesar 0,299 Berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi antara 0,40 – 0,299. Dengan demikian pemanfaatan artificial intelligence berpengaruh dalam motivasi belajar mahasiswa Fakultas Teologi. Oleh karena itu, diharapkan pemanfaatan artificial intelligence dapat membantu mahasiswa Fakultas Teologi dalam meningkatkan motivasi belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MURID Zuhri, Bahtiar Amin; Sriyanto, Sriyanto
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6366

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model in enhancing critical thinking skills and learning outcomes among seventh-grade students at SMP Negeri 2 Cilongok. The research employed a quasi-experimental design with two groups: an experimental group that received PBL treatment and a control group that followed conventional instructional methods. Data collection instruments included critical thinking tests and academic achievement tests, administered both before (pretest) and after (posttest) the intervention. Initial analysis indicated that both groups had relatively equivalent baseline abilities. Following the intervention, the experimental group demonstrated a significant increase in critical thinking scores (mean = 98.10) and learning outcomes (mean = 88.00), compared to the control group (mean = 84.13 and 80.25, respectively). The experimental group also achieved 100% mastery learning, surpassing the minimum required criteria. Statistical tests confirmed that the data were valid and reliable. These findings suggest that the PBL model is more effective than conventional methods in fostering students’ critical thinking and improving academic performance. Therefore, PBL is recommended as an active and contextual learning strategy for classroom implementation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Cilongok. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan dua kelompok: kelompok eksperimen yang memperoleh perlakuan pembelajaran PBL dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen pengumpulan data berupa tes berpikir kritis dan tes hasil belajar, baik sebelum (pretest) maupun sesudah (posttest) perlakuan. Analisis awal menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang relatif setara. Setelah perlakuan diberikan, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan pada skor berpikir kritis (rata-rata 98,10) dan hasil belajar (rata-rata 88,00), dibandingkan kelompok kontrol (masing-masing 84,13 dan 80,25). Ketuntasan klasikal kelompok eksperimen mencapai 100%, melampaui kriteria minimal. Uji statistik menunjukkan bahwa data valid dan dapat dipercaya. Hasil ini menegaskan bahwa model PBL lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, PBL layak diterapkan sebagai strategi pembelajaran aktif dan kontekstual di kelas.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENGUKURAN SATUAN PANJANG KELAS II MELALUI METODE DISKUSI DAN ALAT PERAGA PAPAN SATUAN PANJANG DI SDIT AL FURQON KEBAYORAN LAMA JAKARTA SELATAN Andriani, Andriani; Prasetyono, Hendro
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6502

Abstract

This research was motivated by the low learning outcomes and participation of second-grade students at SDIT Al Furqon on the topic of measuring units of length, caused by the use of conventional lecture methods. The focus of this classroom action research was to improve student learning outcomes and teacher performance through the application of discussion methods combined with a length unit board. As a crucial step, this research was conducted in two cycles, each encompassing planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 22 second-grade students, with quantitative data from learning evaluations and qualitative data from teacher performance observations analyzed descriptively. The main findings showed significant improvement in each cycle. In cycle I, student learning completion reached 81.81%, increasing to 86.36% with an average score of 89.77 in cycle II. Teacher performance also improved substantially, with more effective time management and student interaction. In conclusion, the use of discussion methods and the length unit board as a teaching aid has proven effective in improving mathematics learning outcomes and teacher performance by transforming abstract concepts into concrete concepts and creating a more active classroom atmosphere. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan partisipasi siswa kelas II SDIT Al Furqon pada materi pengukuran satuan panjang, yang disebabkan oleh penggunaan metode ceramah konvensional. Fokus penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan kinerja guru melalui penerapan metode diskusi yang dikombinasikan dengan alat peraga papan satuan panjang. Sebagai langkah penting, penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 siswa kelas II, dengan data kuantitatif dari hasil evaluasi belajar dan data kualitatif dari observasi kinerja guru yang dianalisis secara deskriptif. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan signifikan di setiap siklus. Pada siklus I, ketuntasan belajar siswa mencapai 81,81%, dan meningkat menjadi 86,36% dengan rata-rata nilai 89,77 pada siklus II. Kinerja guru juga membaik secara substansial, dengan manajemen waktu dan interaksi siswa yang lebih efektif. Kesimpulannya, penggunaan metode diskusi dan alat peraga papan satuan panjang terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika dan kinerja guru, dengan mengubah konsep abstrak menjadi konkret serta menciptakan suasana kelas yang lebih aktif.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMA NEGERI Datu, Dwi Kartika; Nggilu, Ariyanto; Wantu, Asmun W.
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6503

Abstract

This research aimed to identify the causes of low student discipline and the strategies implemented by the principal to improve student discipline at SMA Negeri 1 Kabila. Discipline is a crucial factor in creating a conducive learning environment and supporting the success of the educational process. As the leader of an educational institution, the principal plays a central role in fostering discipline through effective and systematic strategies. This research employed a qualitative approach with a descriptive method, and data were collected through observation, interviews, and documentation. The informants in this research consist of the principal, teachers, student affairs staff, and students. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the main causes of low student discipline include tardiness, truancy, failure to attend flag ceremonies, and improper use of school uniforms. To address these issues, the principal applied several strategies, such as modelling good behaviour, establishing effective communication with students and parents, implementing reasonable sanctions, and building a school environment that supports discipline values The principal also involved the entire school community in efforts to cultivate a culture of discipline. With the right strategies, the principal could increase student awareness and responsibility in complying with school regulations, thereby creating an orderly and productive learning environment ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab rendahnya kedisiplinan siswa dan strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Kabila. Kedisiplinan merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menunjang keberhasilan proses pendidikan. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki peran sentral dalam membina kedisiplinan melalui penerapan strategi yang efektif dan sistematis.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru, staf kesiswaan, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama rendahnya kedisiplinan siswa antara lain keterlambatan datang ke sekolah, bolos, tidak mengikuti upacara, dan penggunaan atribut sekolah yang tidak sesuai. Untuk mengatasi hal tersebut, kepala sekolah menerapkan beberapa strategi seperti memberikan keteladanan, menjalin komunikasi yang baik dengan siswa dan orang tua, menerapkan sanksi yang logis, serta membangun lingkungan sekolah yang mendukung nilai-nilai kedisiplinan. Kepala sekolah juga melibatkan seluruh warga sekolah dalam upaya menciptakan budaya disiplin.Dengan strategi yang tepat, kepala sekolah mampu meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab siswa dalam menaati peraturan sekolah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang tertib dan produktif.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA Ahiri, Yuniyarti; Ahiri, Jafar; Lewa, Muhammad Juwantho; Syata, Wahyu Muh.; Harjun, Harjun
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6595

Abstract

Creative thinking ability is one of the essential competencies of the 21st century; however, evidence from Indonesia indicates that this capability remains underdeveloped among university students. Numerous studies have identified passive conventional teaching methods as the main factor hindering the development of student creativity. This study aims to analyze the effectiveness of the Project-Based Learning (PjBL) model in enhancing students' creative thinking abilities through a Systematic Literature Review (SLR). The research employed a three-stage methodology: planning, implementation, and reporting. Articles were collected from reputable databases covering the period 2020–2024 and were selected using strict relevance criteria. The SLR results from 19 articles demonstrate that PjBL is effective in improving all aspects of students' creative thinking, although its implementation faces challenges such as limited facilities, insufficient instructor preparedness, and the need for objective creativity assessment. This study recommends optimizing PjBL implementation by strengthening instructor competencies, utilizing digital technology, and developing continuous formative evaluation approaches. These findings are expected to serve as a practical reference for higher education institutions in designing more innovative, adaptive, and relevant learning strategies that meet the needs of student creativity development in the modern era. ABSTRAK Kemampuan berpikir kreatif menjadi salah satu kompetensi esensial abad ke-21, tetapi fakta di Indonesia menunjukkan bahwa kemampuan ini masih rendah di kalangan mahasiswa. Berbagai penelitian menunjukkan metode pembelajaran konvensional yang pasif menjadi penyebab utama kurang berkembangnya kreativitas mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa melalui kajian Systematic Literature Review (SLR). Peneliti menggunakan tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Artikel dikumpulkan dari database bereputasi dengan rentang 2020–2024 dan diseleksi menggunakan kriteria relevansi yang ketat. Hasil SLR terhadap 19 artikel menunjukkan bahwa PjBL terbukti efektif meningkatkan seluruh aspek berpikir kreatif mahasiswa, meskipun implementasinya menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas, kesiapan dosen, dan penilaian kreativitas yang objektif. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi penerapan PjBL melalui penguatan kompetensi dosen, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan evaluasi formatif yang berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan praktis bagi perguruan tinggi untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan kreativitas mahasiswa di era modern.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PAIR CHECK TERHADAP HASIL BELAJAR DI MADRASAH IBTIDAIYAH Anggraini, Elisa Arni; Ihwanah, Al; Jadidah, Ines Tasya; Aquami, Aquami; Afandi, Muhamad
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.6751

Abstract

ABSTRACT The focus of this research is to analyze the contribution of using the cooperative learning model Pair Check in improving mathematics learning outcomes of fifth-grade students at MI Hijriah 1 Palembang during the 2024/2025 academic year. This study employed a pre-experimental approach with a One Group Pretest-Posttest design. The research subjects consisted of all 20 fifth-grade students. Data were collected using a learning achievement test instrument comprising 17 items in the form of multiple-choice and essay questions. Data analysis was carried out using descriptive and inferential statistics with the aid of SPSS version 26 through a paired sample t-test. The findings revealed a significant improvement in students’ learning outcomes after the implementation of the Pair Check model. The average score before implementation was 37.15%, while the post-implementation average increased to 69.75%, indicating an improvement of 32.6%. Hypothesis testing produced a t-count of 18.253, which was greater than the t-table at the 5% significance level (1.729) and at the 1% significance level (2.539). This means that Ho was rejected and Ha was accepted, thus it can be concluded that the Pair Check model had a positive effect on students’ mathematics learning outcomes. The significance test results using SPSS showed a sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, confirming that the implementation of the cooperative learning model Pair Check had a significant effect on improving the mathematics learning outcomes of fifth-grade students. ABSTRAK Fokus penelitian ini adalah menganalisis kontribusi penggunaan model pembelajaran kooperatif Pair Check dalam meningkatkan capaian belajar matematika peserta didik kelas V MI Hijriah 1 Palembang pada periode akademik 2024/2025. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan pra-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian melibatkan seluruh siswa kelas V yang berjumlah 20 orang. Data dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar yang terdiri atas 17 butir soal, berbentuk pilihan ganda dan esai. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan statistik deskriptif dan inferensial, menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26 melalui uji paired sample t-test. Temuan penelitian memperlihatkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa setelah diterapkannya model Pair Check. Rata-rata nilai sebelum penerapan adalah 37,15%, sedangkan rata-rata nilai sesudah penerapan meningkat menjadi 69,75%. Peningkatan ini menunjukkan selisih sebesar 32,6%. Uji hipotesis menghasilkan thitung sebesar 18,253, lebih besar dibandingkan ttabel pada taraf signifikansi 5% (1,729) maupun 1% (2,539). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa model Pair Check berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa. Hasil pengujian signifikansi menggunakan SPSS menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat ditegaskan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Pair Check berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SD NEGERI 6 SUNGAI RAYA Damayanti, Ika
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.7256

Abstract

The purpose of this study was to determine the extent to which the Numbered Head Together (NHT) model can influence the learning outcomes of fifth-grade students. The research method used was experimental, with a quasi-experimental design. The population of the study included all fifth-grade students at SD Negeri 6 Sungai Raya, consisting of 21 students in class VA and 17 students in class VB. The sample consisted of students in class VA (experimental class) and class VB (control class). The sampling technique used was total sampling. The data collection instrument used by the researcher was a test. The data were collected using test methods. Hypothesis testing was conducted using the Independent Sample t-test, preceded by prerequisite tests including normality and homogeneity tests. The results of the study showed that the Numbered Head Together model had a significant effect on students' learning outcomes in IPAS for fifth-grade students at SD Negeri 6 Sungai Raya, with a significance value of 0.000. Based on these results, it can be concluded that the null hypothesis (Ho) is rejected because the significance value (sig. 2-tailed) is significantly less than 0.05. The average post-test score of the experimental class (83.8) was higher than that of the control class (57.6). ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana Model Numbered Head Together dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik kelas V. Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimen, sedangkan desain penelitian yang digunakan Quasy Experiment Design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas V di SD Negeri 6 Sungai Raya yaitu peserta didik kelas VA 21 dan VB 17 peserta didik. Sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VA (Kelas Eksperimen) dan VB (Kelas Kontrol) di SD Negeri 6 Sungai Raya. Teknik yang digunakan untuk penentuan kelas Eksperimen dan Kontrol menggunakan sampel jenuh. Pada pengumpulan data peneliti menggunakan soal tes. Teknik pengumpulannya menggunakan tes. Pengujian Hipotesis menggunakan rumus Independent Sample t-test diawali dengan uji prasyarat, yaitu dengan uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh model Numbered Head Together terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD Negeri 6 Sungai Raya dengan nilai signifikansi 0,000. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho di tolak karena nilai signifikansi sig. (2-tailed) secara signifikan lebih kecil dari 0,05. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (83,8) lebih tinggi daripada rata-rata nilai posttest kelas control (57,6).
KAJIAN LITERATUR: "KEEFEKTIFAN METODE PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN MENULIS MAHASISWA" Manik, Gladys Felicia; Sidabutar, Natalicha Bethelina; Harahap, Safinatul Hasanah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.7337

Abstract

The low creativity and writing skills among university students pose a significant challenge in today's higher education. This study aims to systematically analyze the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) model as a solution to enhance these two skills. The method used is a systematic literature review of 12 relevant scientific journal articles published within the last ten years. Data from each article were analyzed using a thematic synthesis technique to identify patterns and empirical evidence. The review results consistently show that PjBL is proven to develop student creativity, as evidenced by their ability to design and produce innovative products with excellent assessment scores. Furthermore, PjBL also has a significant impact on improving the ability to write scientific articles, as demonstrated by a drastic surge in scores between before and after the model's implementation. The main conclusion of this study is that PjBL is an effective learning model due to its student-centered, collaborative, and real-world problem-based nature, which enables the integrated development of creativity and writing skills. ABSTRAKRendahnya kreativitas dan kemampuan menulis mahasiswa menjadi tantangan dalam pendidikan tinggi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis efektivitas model Project Based Learning (PjBL) sebagai solusi untuk meningkatkan kedua keterampilan tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap beberapa artikel jurnal ilmiah relevan yang diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Data dari setiap artikel dianalisis menggunakan teknik sintesis tematis untuk mengidentifikasi pola dan bukti empiris. Hasil kajian menunjukkan bahwa PjBL secara konsisten terbukti mampu mengembangkan kreativitas mahasiswa, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam merancang dan menghasilkan produk inovatif dengan skor penilaian yang sangat baik. Selain itu, PjBL juga memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan menulis artikel ilmiah, yang dibuktikan dengan adanya lonjakan skor yang drastis antara sebelum dan sesudah penerapan model. Kesimpulan utama dari kajian ini adalah bahwa PjBL merupakan model pembelajaran yang efektif karena sifatnya yang berpusat pada mahasiswa, kolaboratif, dan berbasis pada masalah dunia nyata, sehingga mampu mengembangkan kreativitas dan kemampuan menulis secara terpadu.
KODING DAN AI DI SEKOLAH: KAJIAN LITERATUR TERHADAP KESIAPAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DI SD/SMP Prihatin, Muhammad Ridho
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6022

Abstract

The rapid advancement of digital technology requires education systems to adapt by integrating new competencies such as coding and artificial intelligence (AI) into primary and lower secondary school curricula. In response, the Indonesian government introduced the Merdeka Curriculum, which includes coding and AI as elective subjects. However, the extent to which schools are prepared to implement this policy remains a critical issue. This study aims to analyze school readiness using a narrative literature review approach by examining research findings, policy documents, and academic sources published between 2019 and 2025. The analysis focuses on three key areas: digital infrastructure, curriculum integration, and teaching strategies. Findings reveal significant challenges, including infrastructure gaps, lack of standardized curriculum guidelines, and limited teacher competence in technological and pedagogical integration. The study recommends more operational policy support, teacher training based on the TPACK framework, and equitable infrastructure development to ensure the digital transformation of education is both effective and inclusive. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital yang pesat menuntut sistem pendidikan untuk beradaptasi dengan cara mengintegrasikan keterampilan baru, seperti koding dan kecerdasan buatan (AI), ke dalam kurikulum dasar dan menengah pertama. Pemerintah Indonesia telah merespons melalui kebijakan Kurikulum Merdeka yang memasukkan koding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan. Namun, kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan kebijakan ini masih menjadi pertanyaan krusial. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan tersebut melalui pendekatan kajian literatur naratif dengan menelaah hasil-hasil penelitian, dokumen kebijakan, dan sumber ilmiah lainnya dalam rentang 2019–2025. Fokus analisis mencakup tiga aspek utama: infrastruktur digital, integrasi kurikulum, dan strategi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama terletak pada keterbatasan sarana prasarana, kurangnya pedoman kurikulum yang terstandar, serta rendahnya kompetensi guru dalam aspek teknopedagogi. Kajian ini merekomendasikan perlunya dukungan kebijakan yang lebih operasional, pelatihan berbasis model TPACK, serta pemerataan infrastruktur agar transformasi digital pendidikan dapat berjalan secara adil dan efektif.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESENJANGAN KOGNITIF SISWA DI KELAS YANG MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA Rosfiani, Okta; Anggreini, Novita; Irmanika, Ananta; Devansyah, Azriel; Hanif, Farhan Nur
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6120

Abstract

ABSTRACT The implementation of the Merdeka Curriculum faces challenges in addressing students' cognitive gaps due to teachers' difficulties in differentiated instruction and comprehensive diagnostic assessment, necessitating innovative strategies to enhance teacher competence for achieving the curriculum's project-based learning goals. This qualitative research examines teacher strategies in overcoming students' cognitive gaps in classes implementing the Independent Curriculum, with a case study at MA Darussalam, South Tangerang City, Banten Province, class 10. Through in-depth interviews with 1 PAI teacher and 1 principal, as well as learning observations, the study identified four effective strategies: (1) differentiated learning based on diagnostic assessment, (2) continuous formative assessment, (3) project-based learning, and (4) utilization of educational technology. The findings show an increase in student understanding after three months of implementation, with key factors being personal feedback, peer tutoring, and changes in student mindsets. The main obstacles include limited time for material preparation and the need for ongoing teacher training. The implications of the study emphasize the importance of: (1) developing a community of teacher practice, (2) integrating technology into assessment, and (3) school policies that support pedagogical flexibility. These findings provide an operational framework for teachers in managing heterogeneous classes according to the principles of the Independent Curriculum, while enriching the differentiated learning model with local contextualization. The study recommends the development of a digital platform integrated training module to optimize strategies for addressing cognitive gaps. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi tantangan dalam kesenjangan kognitif siswa akibat kesulitan guru dalam pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen diagnostik, sehingga diperlukan strategi inovatif untuk meningkatkan kompetensi guru demi tercapainya tujuan kurikulum berbasis proyek. Penelitian kualitatif ini mengkaji strategi guru dalam mengatasi kesenjangan kognitif siswa di kelas yang menerapkan Kurikulum Merdeka, dengan studi kasus di MA Darussalam Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten kelas 10. Melalui wawancara mendalam dengan 1 guru PAI dan 1 kepala sekolah, serta observasi pembelajaran, penelitian mengidentifikasi empat strategi efektif: (1) pembelajaran berdiferensiasi berbasis asesmen diagnostik, (2) asesmen formatif berkelanjutan, (3) pembelajaran berbasis proyek, dan (4) pemanfaatan teknologi pendidikan. Temuan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa setelah tiga bulan implementasi, dengan faktor kunci berupa umpan balik personal, tutor sebaya, dan perubahan mindset siswa. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu persiapan materi dan kebutuhan pelatihan guru berkelanjutan. Implikasi penelitian menekankan pentingnya: (1) pengembangan komunitas praktik guru, (2) integrasi teknologi dalam asesmen, dan (3) kebijakan sekolah yang mendukung fleksibilitas pedagogis. Temuan ini memberikan kerangka operasional bagi guru dalam mengelola kelas heterogen sesuai prinsip Kurikulum Merdeka, sekaligus memperkaya model pembelajaran berdiferensiasi dengan kontekstualisasi lokal. Penelitian merekomendasikan pengembangan modul pelatihan terintegrasi platform digital untuk optimalisasi strategi penanganan kesenjangan kognitif.