cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 199 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI GERAKAN LITERSI MEMBACA PADA KELAS V SDN 04 SINANGGUL Amanatullah, Fatikh; Attalina, Syailin Nichla Choirin; Hamidaturrohmah, Hamidaturrohmah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5396

Abstract

Indonesia is currently facing a literacy crisis, with the literacy skills of Indonesian children ranking 45th out of 48 countries. This study aims to describe the implementation of the School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS) in Grade V at SDN 4 Sinanggul. The research employs a qualitative approach using a descriptive narrative method. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation, with interview sheets serving as the primary instrument. The data analysis process includes stages of data collection, presentation, verification, and condensation. The results reveal that the implementation of GLS has generally followed the guidelines set by the government, although the learning implementation phase has not been fully carried out. The stages that have been implemented include the habituation and development phases. Activities in the habituation stage include 15 minutes of reading before lessons begin, organizing facilities and infrastructure, and creating a school environment that supports literacy activities. In the development phase, teachers play an active role through integrated reading activities, group reading, and discussions. This study contributes to understanding the extent of GLS implementation and its impact on fostering a culture of literacy at SDN 4 Sinanggul. ABSTRAKIndonesia saat ini tengah menghadapi krisis literasi, di mana kemampuan literasi anak-anak Indonesia berada pada peringkat ke-45 dari 48 negara. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) diterapkan di kelas V SDN 4 Sinanggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif naratif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan lembar wawancara sebagai instrumen utama. Analisis data mencakup tahap pengumpulan, penyajian, verifikasi, dan penyederhanaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan GLS telah mengikuti pedoman yang ditetapkan pemerintah, meskipun pada tahap pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya berjalan. Tahapan yang sudah dilaksanakan mencakup tahap pembiasaan dan tahap pengembangan. Kegiatan pada tahap pembiasaan meliputi membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai, penataan sarana prasarana, serta penciptaan lingkungan sekolah yang mendukung kegiatan literasi. Sementara itu, pada tahap pengembangan, guru berperan aktif melalui kegiatan membaca terpadu, membaca bersama, dan diskusi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami tingkat penerapan serta dampak GLS terhadap pembentukan budaya literasi di SDN 4 Sinanggul.
IMPLEMENTASI ASESMEN BERBASIS KARAKTER DISIPLIN UNTUK MENUMBUHKAN RASA TANGGUNG JAWAB PADA SISWA MIS ASY-SYA'BAN KARANGSARI Suhermi, Lulut
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5397

Abstract

This study analyzes the effectiveness of the implementation of character-based assessment of discipline in fostering a sense of responsibility in elementary school students. Character assessment, which is integrated into daily learning, is expected to provide constructive and sustainable feedback, not only on cognitive aspects, but also on students' holistic development. The research method used is a case study with a qualitative approach, involving teachers and students in grades III, IV, and V at MIS Asy-Sya'ban Karangsari, Pekalongan, Central Java. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews with teachers and students, and document analysis such as lesson plans and anecdotal notes. The results of the study indicate that character-based assessment of discipline significantly helps students understand and apply the values ??of discipline, such as punctuality, neatness, and completion of tasks. This process, supported by direct feedback and open communication from teachers, gradually strengthens the internalization of students' sense of responsibility towards academic obligations, themselves, and the social environment. The implications of this study are the importance of developing more varied character assessment instruments and ongoing teacher training to implement character assessment effectively in order to form a generation with strong and responsible characters. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis efektivitas implementasi asesmen berbasis karakter disiplin dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa sekolah dasar. Asesmen karakter, yang terintegrasi dalam pembelajaran sehari-hari, diharapkan mampu memberikan umpan balik yang konstruktif dan berkelanjutan, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada perkembangan holistik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan guru dan siswa kelas III, IV, dan V di MIS Asy-Sya'ban Karangsari, Pekalongan, Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen seperti RPP dan catatan anekdot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen berbasis karakter disiplin secara signifikan membantu siswa memahami dan menerapkan nilai-nilai disiplin, seperti ketepatan waktu, kerapian, dan penyelesaian tugas. Proses ini, didukung oleh umpan balik langsung dan komunikasi terbuka dari guru, secara bertahap memperkuat internalisasi rasa tanggung jawab siswa terhadap kewajiban akademis, diri sendiri, dan lingkungan sosial. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan instrumen asesmen karakter yang lebih variatif dan pelatihan guru yang berkelanjutan untuk mengimplementasikan asesmen karakter secara efektif demi pembentukan generasi yang berkarakter kuat dan bertanggung jawab.
PENGEMBANGAN MODEL ASESMEN PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER KERJA SAMA DALAM PENDIDIKAN DASAR Fauzi, Hasan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5398

Abstract

This research is based on the awareness that education at the elementary level does not only focus on mastering academic material, but also on the formation of student character, one of which is the ability to work together. The developed project assessment model is a solution to measure aspects of collaboration that are often overlooked in traditional evaluations. Through careful R&D stages, this model is designed to align with the principles of project-based learning, where students are actively involved in the problem-solving process in groups. Expert validation and limited trials are important steps to ensure that the resulting assessment instrument is valid, reliable, and practical to be implemented in the classroom. The positive results of the trial, which showed a significant increase in student collaboration indicators, provide empirical evidence of the effectiveness of this model. The implications of this research are encouragement for educators and policy makers to adopt an authentic project-based assessment approach as an integral part of the elementary education curriculum, in order to produce the next generation who are not only cognitively intelligent, but also have good social skills, especially in terms of collaboration. ABSTRAKPenelitian ini berangkat dari kesadaran bahwa pendidikan di jenjang dasar tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa, salah satunya adalah kemampuan bekerja sama. Model asesmen proyek yang dikembangkan ini menjadi solusi untuk mengukur aspek kolaborasi yang seringkali terabaikan dalam evaluasi tradisional. Melalui tahapan R&D yang cermat, model ini dirancang agar selaras dengan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa aktif terlibat dalam proses pemecahan masalah secara berkelompok. Validasi ahli dan uji coba terbatas menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa instrumen asesmen yang dihasilkan valid, reliabel, dan praktis untuk diimplementasikan di kelas. Hasil positif dari uji coba, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam indikator kerja sama siswa, memberikan bukti empiris tentang efektivitas model ini. Implikasi dari penelitian ini adalah dorongan bagi para pendidik dan pembuat kebijakan untuk mengadopsi pendekatan asesmen autentik berbasis proyek sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan dasar, demi menghasilkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki keterampilan sosial yang mumpuni, terutama dalam hal kerja sama.
STUDI KOMPARATIF TERHADAP EFEKTIVITAS BERBAGAI TIPE PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR, KETERLIBATAN AKTIF, DAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK Mufidah, Zulfin Rachma; Sukartiningsih, Wahyu; Aqida, Elys Nur; Abigael, Nathania Elysia; Nadhiroh, Latifatun; Rahmawati, Lia Ratu; Kurnia, Erma Tri
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5400

Abstract

Low learning outcomes, active involvement, and social skills of students are often obstacles in the learning process in elementary schools. One alternative solution that can be applied is the use of cooperative learning models. This study is a comparative study that aims to analyze the effectiveness of various types of cooperative learning models, namely Jigsaw, Think Pair Share, Talking Stick, Scramble, and Paired Storytelling, in improving learning outcomes, active involvement, and social skills of students. The analysis was carried out by comparing the main findings from various literature sources, both in terms of approach, advantages, disadvantages, and their impact on student learning outcomes. The results of the study show that the five types of models have their respective advantages: Jigsaw is effective in encouraging in-depth understanding of the material, Think-Pair-Share strengthens active participation, Paired Storytelling improves interpersonal communication, Scramble encourages speed of thinking and teamwork, and Talking Stick strengthens courage and social skills. This study recommends the use of cooperative learning models in a variety of ways according to learning objectives. ABSTRAKRendahnya hasil belajar, keterlibatan aktif, dan keterampilan sosial peserta didik sering kali menjadi hambatan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini merupakan studi komparatif yang bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai tipe model pembelajaran kooperatif, yaitu Jigsaw, Think Pair Share, Talking Stick, Scrambel, dan Paired Storytelling, dalam meningkatkan hasil belajar, keterlibatan aktif, dan keterampilan sosial peserta didik. Analisis dilakukan dengan membandingkan temuan-temuan utama dari berbagai sumber literatur, baik dari segi pendekatan, kelebihan, kekurangan, maupun dampaknya terhadap capaian belajar peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelima tipe model memiliki keunggulan masing-masing : Jigsaw efektif dalam mendorong pemahaman materi secara mendalam, Think-Pair-Share memperkuat partisipasi aktif, Paired Storytelling meningkatkan komunikasi interpersonal, Scramble mendorong kecepatan berpikir dan kerja tim, serta Talking Stick memperkuat keberanian dan keterampilan sosial. Kajian ini merekomendasikan pemanfaatan model pembelajaran kooperatif secara variatif sesuai dengan tujuan pembelajaran.
STRATEGI ASESMEN AUTENTIK UNTUK MENANAMKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PENDIDIKAN DASAR Nuriza, Rifki; Muniroh, Siti Mumun
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5401

Abstract

This study aims to analyze in depth the authentic assessment strategy in instilling religious character in students in elementary education. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, which involves data collection through direct observation in the classroom, in-depth interviews with teachers, students, and principals, and documentation studies of learning documents. The data analysis technique used is descriptive-analytic, which includes the process of critical analysis, data interpretation, and drawing conclusions based on field findings. The results of the study indicate that the authentic assessment applied includes assessment of cognitive aspects (such as written tests, oral tests, and assignments), affective (through observation, self-assessment, peer assessment, and daily journals), and psychomotor (in the form of projects, performance, and portfolios). This assessment strategy has proven effective in providing a comprehensive picture of the development of students' religious character, both in terms of knowledge, attitudes, and real behavior in everyday life. In addition, authentic assessment also provides constructive feedback to teachers to adjust learning, so that the process of forming religious character can take place continuously and in a directed manner. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi asesmen autentik dalam menanamkan karakter religius pada peserta didik di pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi langsung di kelas, wawancara mendalam dengan guru, siswa, serta kepala sekolah, dan studi dokumentasi terhadap dokumen pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif-analitik, yang mencakup proses analisis kritis, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen autentik yang diterapkan meliputi penilaian aspek kognitif (seperti tes tulis, tes lisan, dan penugasan), afektif (melalui observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, serta jurnal harian), dan psikomotorik (berupa proyek, unjuk kerja, dan portofolio). Strategi asesmen ini terbukti efektif dalam memberikan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan karakter religius siswa, baik dari sisi pengetahuan, sikap, maupun perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, asesmen autentik juga memberikan umpan balik konstruktif kepada guru untuk menyesuaikan pembelajaran, sehingga proses pembentukan karakter religius dapat berlangsung secara berkesinambungan dan terarah.
DAMPAK ASESMEN FORMATIF TERHADAP PENGEMBANGAN KARAKTER DISIPLIN DALAM PEMBELAJARAN KELAS 4 MI SALAFIYAH DADIREJO Atiyah, Atiyah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5402

Abstract

This study aims to analyze the impact of implementing formative assessment on the development of disciplinary character of grade 4 students of MI Salafiyah Dadirejo. Formative assessment, which focuses on providing continuous feedback, is hypothesized to foster awareness of responsibility and compliance with rules, which are the main indicators of disciplinary character. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with teachers and students, and analysis of learning documents. The results showed that formative assessment contributed significantly to improving student discipline, especially in terms of punctuality in submitting assignments, compliance with teacher instructions, and independence in learning. Specific and constructive feedback from teachers encouraged students to reflect on their behavior and make improvements independently. This study recommends the integration of formative assessment consistently in the learning process to maximize the formation of students' disciplinary character. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan asesmen formatif terhadap pengembangan karakter disiplin siswa kelas 4 MI Salafiyah Dadirejo. Asesmen formatif, yang berfokus pada pemberian umpan balik berkelanjutan, dihipotesiskan dapat menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan, yang merupakan indikator utama dari karakter disiplin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen formatif memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan disiplin siswa, terutama dalam hal ketepatan waktu mengumpulkan tugas, kepatuhan terhadap instruksi guru, dan kemandirian dalam belajar. Umpan balik yang spesifik dan konstruktif dari guru mendorong siswa untuk merefleksikan perilaku mereka dan melakukan perbaikan secara mandiri. Penelitian ini merekomendasikan integrasi asesmen formatif secara konsisten dalam proses pembelajaran untuk memaksimalkan pembentukan karakter disiplin siswa.
INOVASI REKRUTMEN DAN SELEKSI GURU DALAM MEMBANGUN KUALITAS PENDIDIKAN STUDI KASUS: PONDOK PESANTREN IDRISIYYAH PUTRI Ramadhina, Saniya Laila; Hasanah, Nur; Belinda, Ulfi Wisa
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5665

Abstract

The recruitment and selection of teachers is the initial step that plays an important role in shaping quality human resources, both academically and in character. The Idrisiyyah Putri Islamic Boarding School (PPI Putri) faces challenges in recruiting Yellow Book teachers, as this boarding school is modern-oriented and does not focus on the Yellow Book. Additionally, all educators at PPI Putri are women, most of whom are married, facing obstacles in self-development and professionalism. This research aims to formulate innovations in the recruitment and selection methods of Yellow Book teachers to improve the quality of education. The method used is a qualitative approach through observation and structured interviews. The research subjects include the education director, mudiroh, HR coordinator, and Yellow Book teachers. The research results are expected to serve as a reference for other Islamic educational institutions in improving the effectiveness of the recruitment and selection of educators in a sustainable manner. ABSTRAKRekrutmen dan seleksi guru merupakan tahap awal dalam pendidikan yang memiliki peran krusial dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, baik secara akademik maupun karakter. Permasalahan-permasalahan banyak terjadi pada lembaga pendidikan di proses kegiatan rekrutmen dan seleksi, salah satunya dalam merekrut guru yang sesuai dengan kebutuhan lembaga. Pondok Pesantren Idrisiyyah Putri (PPI Putri) menghadapi tantangan dalam merekrut guru kitab kuning karena PPI Putri pada dasarnya merupakan pondok modern yang tidak hanya berfokus pada pengajaran kitab. Penelitian ini bertujuan merumuskan inovasi dalam metode rekrutmen dan seleksi guru kitab kuning guna meningkatkan kualitas pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terstruktur. Subjek penelitian meliputi direktur pendidikan boarding, mudiroh, koordinator SDM, dan guru kitab kuning. Diharapkan, hasil dari penelitian ini menjadi acuan bagi pesantren atau lembaga pendidikan Islam lainnya untuk mengembangkan strategi rekrutmen dan seleksi guru yang lebih efektif, sehingga mampu menjawab tantangan zaman dan tetap menjaga kualitas pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini berkontribusi dalam menciptakan proses seleksi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
DAMPAK ASESMEN BERBASIS KARAKTER KEJUJURAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS DALAM AKTIVITAS PEMBELAJARAN KELAS 3 MSI 05 SAMPANGAN Rizal, Moch.
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5758

Abstract

This study aims to explore in depth the impact of honesty character-based assessment on ethical decision-making of grade 3 MSI 05 Sampangan students in learning activities. Honesty, as a fundamental ethical pillar, is believed to be essential in shaping individual moral behavior from an early age. Traditional assessment methods in elementary education often do not explicitly touch on the character dimension, raising questions about the effectiveness of instilling ethical values. Therefore, through a qualitative approach with a case study, this study seeks to understand how the implementation of an assessment that emphasizes honesty affects the way grade 3 MSI 05 Sampangan students understand ethical dilemmas, reflect on moral values, and ultimately, make responsible decisions during the learning process. Data were collected through participatory observations in the classroom, in-depth interviews with teachers and selected students, and document analysis related to honesty assessment practices in the classroom. The case study approach allows researchers to explore rich experiences, perceptions, and interactions in the natural context of the classroom. The findings are expected to reveal the psychological and social mechanisms behind changes in students' ethical behavior, contributing to a more comprehensive understanding of the effectiveness of character assessment. The results of this study are expected to be a practical guide for the development of more effective character education strategies in elementary schools, especially in the Sampangan area, in order to form a young generation that is not only intelligent, but also has high integrity. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam dampak asesmen berbasis karakter kejujuran terhadap pengambilan keputusan etis siswa kelas 3 MSI 05 Sampangan dalam aktivitas pembelajaran. Kejujuran, sebagai pilar etika fundamental, diyakini esensial dalam membentuk perilaku moral individu sejak usia dini. Metode asesmen tradisional di pendidikan dasar seringkali belum menyentuh dimensi karakter secara eksplisit, menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penanaman nilai etis. Oleh karena itu, melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini berupaya memahami bagaimana implementasi asesmen yang menekankan kejujuran memengaruhi cara siswa kelas 3 MSI 05 Sampangan memahami dilema etis, merefleksikan nilai-nilai moral, dan pada akhirnya, mengambil keputusan yang bertanggung jawab selama proses belajar. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di kelas, wawancara mendalam dengan guru dan beberapa siswa terpilih, serta analisis dokumen terkait praktik asesmen kejujuran di kelas tersebut. Pendekatan studi kasus memungkinkan peneliti untuk menggali pengalaman, persepsi, dan interaksi yang kaya dalam konteks alami kelas. Temuan diharapkan dapat mengungkap mekanisme psikologis dan sosial di balik perubahan perilaku etis siswa, memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas asesmen karakter. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi pengembangan strategi pendidikan karakter yang lebih efektif di sekolah dasar, khususnya di wilayah Sampangan, guna membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas tinggi.
PENERAPAN PJBL BERDIFERENSIASI DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN KEPEDULIAN SOSIAL PESERTA DIDIK Susanti, Erfi Yana Eka; Sriyanto, Sriyanto
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5791

Abstract

This study aims to implement the differentiated Project Based Learning (PjBL) model in Sociology learning to develop students' creativity and social awareness regarding various social issues within the school environment. The background of this research is based on the phenomenon of students' low social concern toward their surroundings, such as the lack of response to students with special needs, those with chronic diseases, and common social problems in the school community. This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design, involving two classes: an experimental class and a control class at SMA Negeri 1 Mojotengah. Research instruments included creativity tests, social awareness questionnaires, observation sheets, and project documentation. The data analysis results showed a significant increase in students' creativity and social awareness in the experimental class compared to the control class, as indicated by a t-test significance value of p < 0.05. These findings confirm that the application of differentiated PjBL can enhance students' active participation in addressing social issues within the school and foster caring and creative characters in line with the Merdeka Curriculum demands. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berdiferensiasi dalam pembelajaran Sosiologi untuk mengembangkan kreativitas dan kepedulian sosial peserta didik terhadap berbagai masalah sosial di lingkungan sekolah. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena rendahnya kepedulian sosial peserta didik terhadap permasalahan di sekitar mereka, seperti kurangnya respons terhadap peserta didik berkebutuhan khusus, peserta didik dengan penyakit kronis, serta masalah sosial umum di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experiment, melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol di SMA Negeri 1 Mojotengah. Instrumen penelitian terdiri dari tes kreativitas, angket kepedulian sosial, lembar observasi, dan dokumentasi hasil proyek. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada aspek kreativitas dan kepedulian sosial peserta didik di kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol, dibuktikan dengan nilai signifikansi uji-t sebesar p < 0,05. Temuan ini memperkuat bahwa penerapan PjBL berdiferensiasi mampu meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam menyelesaikan masalah sosial di lingkungan sekolah, serta membangun karakter peduli dan kreatif sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.
PELAKSANAAN PROYEK INDIVIDU UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BELAJAR SISWA KELAS VI SDIT Kinanti, Afra Diar
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i2.5792

Abstract

Teachers serve as facilitators in developing students' abilities. Therefore, it is essential for teachers to design meaningful learning experiences. The meaningfulness of learning depends greatly on the learning methods used. Learning that involves doing and communicating can achieve up to 90% effectiveness. One approach that emphasizes both character development and active student participation in the learning process is Project-Based Learning (PBL). Project-based learning can be implemented either in groups or individually. Projects carried out individually are referred to as individual projects. Individual projects offer a learning strategy that provides students the opportunity to independently explore their areas of interest in greater depth. This study aims to examine the management of individual project implementation among sixth-grade students at SDIT Bening as a means to assess their learning abilities. The research employed a qualitative method. The findings reveal that: (1) individual projects can be implemented to enhance students’ learning abilities, and (2) individual projects can serve as a tool to assess students’ learning abilities. ABSTRAKGuru adalah fasilitator dalam mengembangkan kemampuan peserta didik. Maka dari itu, guru perlu menyusun pembelajaran yang bermakna. Kebermaknaan belajar tergantung dari cara belajar. Kebermaknaan belajar dengan melakukan dan mengomunikasikan bisa mencapai 90%. Salah satu pendekatan yang menekankan pada karakter juga peran aktif peserta didik dalam proses belajar yaitu Project Based Learing (PBL) atau pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran proyek dapat dilakukan secara kelompok maupun individu. Proyek yang dilakukan oleh individu disebut proyek individu. Proyek individu menjadi salah satu strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk mengeksplorasi bidang yang diminati lebih mendalam secara mandiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui manajemen pelaksanaan proyek individu siswa kelas VI SDIT Bening untuk mengukur kemampuan belajar siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Hasil penilitian yang ditemukan yaitu: 1) proyek individu dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa, 2) proyek individu dapat dilaksanakan untuk mengukur kemampuan belajar siswa.