cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 233 Documents
PENERAPAN DIGITAL LEARNING DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT Sugiharto, Firsta Bagus; Rozhana, Kardiana Metha; Sayekti, Reni Wahyu Eka; Surandoko, Tomas
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8490

Abstract

The development of digital technology has encouraged Community Learning Centers (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM) to adopt more flexible learning approaches that are responsive to learners’ needs. However, the implementation of digital learning in PKBM still faces limitations related to resource readiness and supporting infrastructure. This study aims to analyze the implementation of digital learning in supporting learners’ learning processes in PKBM, particularly in improving content comprehension, digital skills, and learning independence. The study employed a descriptive approach involving PKBM learners and tutors as research subjects. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that the implementation of digital learning increases learners’ active participation, facilitates access to learning materials, and promotes the development of digital literacy and confidence in using technology. Despite challenges such as limited devices and unequal internet access, digital learning has been shown to contribute positively to the effectiveness of learning in PKBM and is worthy of further development as a learning strategy in nonformal education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mengadaptasi pembelajaran yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Namun, penerapan digital learning di PKBM masih menghadapi keterbatasan pada aspek kesiapan sumber daya dan sarana pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan digital learning dalam mendukung pembelajaran peserta didik di PKBM, khususnya pada peningkatan pemahaman materi, keterampilan digital, dan kemandirian belajar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan subjek peserta didik dan tutor PKBM. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digital learning meningkatkan partisipasi aktif peserta didik, mempermudah akses materi, serta mendorong peningkatan literasi digital dan kepercayaan diri dalam penggunaan teknologi. Meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan perangkat dan akses internet, penerapan digital learning terbukti memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas pembelajaran di PKBM dan layak dikembangkan sebagai strategi pembelajaran pendidikan nonforma  
PENGUATAN KETERAMPILAN ABAD 21 GURU MIPA DALAM PEMBELAJARAN MIPA: TINJAUAN 4C, HOTS, DAN TPACK P, Ria Indria; Mulyati, Sri; Rahayu, Lusy; Purnamasari, Risa; Karim, Nuzulia
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8537

Abstract

Contemporary educational transformation requires educators, particularly in Mathematics and Natural Sciences (MIPA), to master competencies that are adaptive to global changes, technological innovation, and the learning needs of the digital generation. Twenty-first-century competencies encompass critical thinking, creativity, collaboration, and communication (4C), Higher Order Thinking Skills (HOTS), and Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), which are considered fundamental in creating meaningful MIPA learning. The purpose of this article is to analyze the strategic importance of developing twenty-first-century competencies for MIPA educators within the Indonesian education system. A literature review approach was employed to examine research publications and educational regulations published between 2020 and 2025. The findings indicate a disparity between the expectations of twenty-first-century learning and the actual capacity of MIPA educators, particularly in facilitating HOTS and implementing pedagogy-based technology. The implementation of the Merdeka Curriculum, character building through the Pancasila Student Profile, and the performance of Indonesian students in science and mathematics literacy in global assessments such as PISA strengthen the argument for the importance of enhancing MIPA educators' capacity in twenty-first-century skills. This article proposes continuous professional development, educator communities of practice, and technology optimization through the TPACK framework as primary approaches to competency enhancement. ABSTRAK Transformasi pendidikan kontemporer mengharuskan pendidik, terutama dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), menguasai kompetensi yang adaptif terhadap perubahan global, inovasi teknologi, dan kebutuhan pembelajaran generasi digital. Kompetensi abad ke-21 mencakup berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), kolaborasi (collaboration), komunikasi (communication) atau disingkat 4C, keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), dan pengetahuan teknologi pedagogi konten (Technological Pedagogical Content Knowledge/TPACK) yang dianggap fundamental dalam menciptakan pembelajaran MIPA bermakna. Tujuan penulisan artikel ini ialah menganalisis kepentingan strategis pengembangan kompetensi abad ke-21 bagi pendidik MIPA dalam sistem pendidikan Indonesia. Pendekatan kajian literatur digunakan untuk menelaah publikasi riset dan regulasi pendidikan yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025. Temuan mengindikasikan adanya disparitas antara ekspektasi pembelajaran abad ke-21 dengan kapasitas riil pendidik MIPA, terutama pada aspek fasilitasi HOTS dan penerapan teknologi berbasis pedagogi. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, pembentukan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, dan performa literasi sains serta matematika siswa Indonesia dalam evaluasi global seperti PISA memperkuat argumentasi pentingnya peningkatan kapasitas pendidik MIPA dalam keterampilan abad ke-21. Artikel ini mengusulkan pengembangan keprofesian berkelanjutan, komunitas praktik pendidik, dan optimalisasi teknologi melalui kerangka TPACK sebagai pendekatan utama dalam peningkatan kompetensi.
PERAN KEGIATAN ROHANI KRISTEN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMKN 2 SURAKARTA Ayunda, Christydar Permata Bella; Juntak, Justin Niaga Siman
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.8577

Abstract

This study aims to explore the role of Christian religious activities in enhancing students’ learning motivation at SMK Negeri 2 Surakarta. The research employed a descriptive qualitative method using in-depth interviews, observations, and documentation as data collection techniques. The participants consisted of one Christian Religious Education (PAK) teacher as the spiritual mentor and fifteen Christian students from grades X and XI, including members of the Christian spiritual leadership team. The findings reveal that Christian spiritual activities including weekly worship services and character-building programs significantly influence students’ character formation and learning motivation. Christian values such as discipline, responsibility, honesty, perseverance, and spiritual awareness contribute to students’ diligence in learning and the development of positive study behaviors. Elements within worship, such as sermons, prayer, and praise, were found to provide inner peace, reduce stress, and generate intrinsic motivation for students to overcome academic challenges. Character-building activities also foster behavioral improvements, reflected in increased discipline, focus, and academic performance. This study concludes that Christian religious activities are not merely religious routines but serve as important instruments for developing students’ spirituality and moral character, which directly enhance their learning motivation. The findings highlight the need for schools and Christian Religious Education teachers to design more creative, relevant, and sustainable spiritual programs that support both academic growth and character development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran kegiatan rohani Kristen dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK Negeri 2 Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari 1 guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) selaku pembina rohani serta 15 siswa Kristen dari kelas X dan XI, termasuk pengurus kegiatan rohani Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan rohani Kristen, yang meliputi ibadah mingguan dan pembinaan karakter, memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter dan peningkatan motivasi belajar siswa. Nilai-nilai Kristiani seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, ketekunan, serta kesadaran spiritual mendorong siswa untuk lebih tekun dalam belajar dan mengembangkan perilaku belajar positif. Unsur-unsur dalam ibadah seperti firman Tuhan, doa, dan pujian terbukti menumbuhkan ketenangan batin, mengurangi stres, serta menghadirkan dorongan intrinsik bagi siswa untuk mengatasi kesulitan akademik. Pembinaan karakter juga berkontribusi pada perubahan perilaku siswa, terlihat dari meningkatnya kedisiplinan, fokus belajar, serta peningkatan nilai akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan rohani Kristen bukan sekadar rutinitas religius, melainkan sarana pembentukan spiritualitas dan moral yang berdampak langsung pada kualitas motivasi belajar siswa. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah dan guru PAK untuk mengembangkan program rohani yang lebih kreatif, relevan, dan berkelanjutan guna mendukung perkembangan akademik dan karakter siswa.    
TEACHERS’ PERCEPTIONS OF PROJECT-BASED LEARNING APPROACH IN ENGLISH LANGUAGE CLASSROOM OF WRITING SKILLS IN RECOUNT TEXT FOR THE EIGHTH-GRADE STUDENTS’ OF SMP ISLAM AL-AZHAR 18 SALATIGA Rohmatika, Yulfa; Cahyaningsih, Laila Ayu; Famularsih, Sari
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.8578

Abstract

This study investigates the perceptions of English teachers regarding the implementation of the Project-Based Learning (PJBL) approach for teaching writing skills, specifically recount text, to eighth-grade students at SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga. Employing a descriptive qualitative research design, the study aimed to explore teachers' views on the benefits, challenges, and overall effectiveness of PJBL in the context of the English language classroom. Data were collected through observation, documentation, and in-depth interviews with two English teachers. The findings indicate that both teachers hold highly positive perceptions of the PJBL approach, acknowledging its effectiveness in enhancing students' creativity, critical thinking, and engagement, especially in developing writing skills. However, the implementation is not without significant challenges, primarily related to time management and the difficulty of sustaining student motivation in regular classes. The research suggests that while PJBL is a valuable method, its full potential may be best realized with adequate support and in learning environments with conducive student characteristics. Overall, teachers recognize PJBL's strong potential to improve students' declining writing skills due to technology dependence. ABSTRAK Penelitian ini menyelidiki persepsi guru Bahasa Inggris mengenai penerapan pendekatan Project-Based Learning (PJBL) untuk mengajarkan keterampilan menulis, khususnya teks recount, kepada siswa kelas delapan di SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan guru tentang manfaat, tantangan, dan efektivitas PJBL secara keseluruhan dalam konteks kelas Bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan dua guru Bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru memiliki persepsi yang sangat positif terhadap pendekatan PJBL, mengakui efektivitasnya dalam meningkatkan kreativitas, berpikir kritis, dan keterlibatan siswa, terutama dalam mengembangkan keterampilan menulis. Namun, implementasi ini bukannya tanpa tantangan signifikan, terutama terkait manajemen waktu dan sulitnya mempertahankan motivasi siswa di kelas reguler. Penelitian ini menyarankan bahwa meskipun PJBL adalah metode yang berharga, potensi penuhnya mungkin paling baik dicapai dengan dukungan yang memadai dan di lingkungan belajar dengan karakteristik siswa yang kondusif. Secara keseluruhan, para guru mengakui potensi besar PJBL untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa yang dilaporkan menurun akibat ketergantungan pada teknologi.  
IMPLEMENTASI METODE ITMAMUL QIRO’AH DALAM PEMBELAJARAN TAHSIN DI AKADEMI ILMU QUR’AN YAYASAN IQRO PEDIA INDONESIA Damayanti, Intan; Fakhri, Jamal; Khasanah, Uswatun; Hasanah, Uswatun
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.8579

Abstract

Application this method is based on an innovation in Al-Qur'an learning. This methodis applied to help students read the Al-Qur'an throughtahsin Al-Qur'an learning. This method uses an innovative, easy, and fun right-brain approachto learning the Al-Qur'an. In the process of learning tahsin, the 5P method (Opening, Experience, Teaching, Assessment, and Closing) is used, as well as the application of jiharkah tones. This methodis inseparable from the learning guidebook, namely the itmamul qiro'ah book, whichconsists of 4 volumes and an additional 1 pre-tahsin volume. The focus of this issue is the application of the Itmamul Qiro'ah method in tahsin learning.The data research method used was qualitative and processed usingdata triangulation.   The results showed that the application of theitmamul qiro'ah method using the IQ book at the Quran Academywent well in accordance with the procedures, namely planning, implementation, andevaluation. This achievement is inseparable from the teachers who have provided mentoringand training, the implementation of a structured learning system, the high motivationof the children, and adequate facilities.Theobstacles were that the children were often too active, making it difficult tocontrol them, the lack of learning hours in some learning centers, and the young age of the children, which required extra effort. ABSTRAK Penerapan metode ini didasari karena sebuah inovasi pembelajaran Al-Qur’an. Metode ini diterapkan untuk membantu anak didik dalam membaca A-Qur’an melalui pembelajaran tahsin Al-Qur’an. Metode ini menggunakan pendekatan otak kanan yang inovatif,mudah dan menyenangkan dalam pembelajaran Al-Qur’an. Dalam proses pembelajaran tahsin menggunakan metode 5P (Pembukaan, Pengalaman, Pengajaran, Penilaian,dan penutupan) serta dengan penerapan alunan nada jiharkah. Metode ini taklepas dari buku panduan belajar yakni buku itmamul qiro’ah yang terdiri dari 4 jilid dan tambahan 1 jilid pra-tahsin.Fokus masalah ini adalah mengenai penerapan metode Itmamul Qiro’ah dalam pembelajaran tahsin. Metode penelitian data yakni dengan metode kualitatif dan diolah dengan triangulasi data.   Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode itmamul qiro’ah dengan menggunakan buku IQ di Akademi Ilmu Quran berjalan baik sesuai dengan prosedur yakni perencanaan,pelaksanaan, dan evaluasi. Ketercapaian itu tak lepas dari guru yang sudah melakukan mentoring dan latihan, penerapan sistem pembelajaran yang telah terstruktur, motivasi anak-anak yang tinggi, dan juga fasilitas yang memadai. Faktor penghambatnya adalah anak-anak yang seringkali terlalu aktif sehingga sulit dikondisikan, jam belajar yang kurang pada sebagian tempat belajar, usia anak yang masih dini sehingga perlu usaha ekstra.  
METODE GASING SEBAGAI STRATEGI EFEKTIF PERKALIAN DUA DIGIT BAGI SISWA SMPK ADISUCIPTO Luon, Maria Adriani Pulo; Leton, Samuel Igo; Henidin, Theresia
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.8580

Abstract

Two digit multiplication ability is an essential numeracy skill for junior high school students as a foundation for understanding more advanced mathematical topics such as linear equations, ratios, and algebra. However, observations at SMPK Adisucipto, particularly in class VII D, indicate that many students still experience difficulties performing two-digit multiplication quickly and accurately. This study aims to analyze the effectiveness of the Gasing method (Easy, Fun, and Enjoyable) in improving two digit multiplication skills among 31 seventh-grade students at SMPK Adisucipto. The research employed a one-group pretest–posttest design. The instruments included a two-digit multiplication test and a student learning activity observation sheet. The results showed a significant increase in students’ average scores, from 56.80 on the pretest to 85.40 on the posttest. Student responses toward the Gasing method were also highly positive, with percentages ranging from 85% to 95% in the categories of effectiveness, ease, speed, and simplicity. These findings demonstrate that the Gasing method not only improves learning outcomes but also creates a simpler, more enjoyable, and more meaningful learning experience ABSTRAK Kemampuan perkalian dua digit merupakan keterampilan numerasi yang penting bagi siswa SMP sebagai dasar untuk memahami materi lanjutan seperti persamaan linear, perbandingan, dan aljabar. Namun, hasil observasi di SMPK Adisucipto, khususnya pada kelas VII D, menunjukkan bahwa banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam melakukan perkalian dua digit secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) dalam meningkatkan kemampuan perkalian dua digit pada 31 siswa kelas VII D SMPK Adisucipto. Pendekatan penelitian menggunakan desain pretest-posttest one group design. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan perkalian dua digit dan lembar observasi aktivitas belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata siswa dari 56,80 pada pretest menjadi 85,40 pada posttest. Respon siswa terhadap metode Gasing juga sangat positif dengan persentase 85–95% pada kategori efektivitas, kemudahan, kecepatan, dan kesederhanaan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Gasing tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih sederhana, menyenangkan, dan bermakna.    
TELAAH KONSEPTUAL: DEEP LEARNING SEBAGAI PARADIGMA PEMBELAJARAN GENERASI ALPHA DAN BETA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Wiandani, Muhammad Alfan; Rosada, Rosiana Mahari; Wahyudi, Wahyudi; Khuriyah, Khuriyah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.8581

Abstract

This article examines the need for a new learning paradigm for Generation Alpha and Generation Beta, who grow up in a rapidly evolving digital environment that significantly shapes their thinking patterns, learning behaviors, and educational challenges in Indonesia particularly the persistent low performance in literacy and numeracy as reflected in PISA results. The purpose of this study is to conceptually explore how deep learning integrated with the principles of mindful, meaningful, and joyful learning within Indonesia’s education policy can serve as a relevant pedagogical approach for digital-native generations, while also identifying its points of convergence and implications for Islamic education. Using a literature review method, this study analyzes current research on generational characteristics, deep learning theory, the Merdeka Curriculum framework, and classical Islamic scholarly traditions on the ethics of seeking knowledge. The findings reveal that Generation Alpha tends to exhibit shorter attention spans and higher digital dependency, while Generation Beta emerges as AI natives who require more contextual and reflective learning experiences. Deep learning offers a framework that strengthens metacognition, mental presence, meaning-making, and engaging learning experiences. Furthermore, the principles of mindful, meaningful, and joyful learning show strong alignment with the Islamic concepts of tahd?d al-qashd, ?u??r al-qalb, riy??at al-nafs, and mu??sabah within classical Islamic pedagogy. This article concludes that deep learning has the potential to enhance the quality of learning for digital generations while simultaneously reinforcing Islamic spirituality and character formation when implemented integratively, contextually, and with a transformative learner-centered orientation. ABSTRAK Artikel ini membahas kebutuhan paradigma pembelajaran baru bagi Generasi Alpha dan Beta yang hidup dalam lingkungan digital sangat cepat, yang berdampak pada pola pikir, cara belajar, serta tantangan pendidikan di Indonesia, terutama rendahnya capaian literasi dan numerasi yang ditunjukkan oleh hasil PISA. Tujuan penelitian ini adalah menelaah secara konseptual bagaimana deep learning yang dalam kebijakan pendidikan Indonesia dipadukan dengan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning dapat menjadi pendekatan pedagogis yang relevan bagi generasi digital, sekaligus melihat titik temu dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah literatur mutakhir tentang karakteristik generasi, teori pembelajaran mendalam, kebijakan Kurikulum Merdeka, serta khazanah adab penuntut ilmu dalam tradisi Islam klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generasi Alpha cenderung memiliki rentang atensi pendek dan ketergantungan digital tinggi, sementara Generasi Beta berkembang sebagai AI natives yang membutuhkan pembelajaran lebih kontekstual dan reflektif; deep learning menawarkan kerangka yang memperkuat metakognisi, kehadiran mental, keterhubungan makna, dan pengalaman belajar yang menggembirakan. Selain itu, prinsip-prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning memiliki kesesuaian kuat dengan konsep tahd?d al-qashd, ?u??r al-qalb, riy??at al-nafs, dan mu??sabah dalam tradisi pendidikan Islam. Artikel ini menyimpulkan bahwa deep learning berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran generasi digital sekaligus memperkuat spiritualitas dan karakter Islami apabila diterapkan secara integratif, kontekstual, dan berorientasi pada transformasi peserta didik.  
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP HUKUM NEWTON Hidayah, Nurul
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8608

Abstract

This research is motivated by the urgency of mastering critical thinking skills in Elementary School Teacher Education (PGSD) students as an essential competency in transforming abstract science concepts, especially Newton's Laws, into meaningful learning for elementary school students. The weakness in understanding basic physics concepts at the teacher candidate level is feared to have a systemic impact on the quality of science education at the elementary level. This quantitative descriptive research aims to analyze the profile of critical thinking skills of 16 3rd semester PGSD students in solving Newton's Law problems using an open-ended test instrument referring to the indicators of Erceg. The research findings indicate that the level of critical thinking of students is still relatively low, with quantitative data revealing that in question number 1.1, only 87.5% of students answered correctly; in question 1.2, the percentage of correct answers decreased drastically to 6.25% with 87.5% answering incorrectly; and in question number 2 which requires in-depth analysis, all students (100%) gave incorrect answers. The main conclusion of this study indicates that students tend to solve problems based only on logical intuition without a strong foundation in physics concepts, so that more effective learning methodology interventions are needed to improve critical thinking capacity and reduce misconceptions in basic mechanics material. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penguasaan keterampilan berpikir kritis pada mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai kompetensi esensial dalam mentransformasikan konsep sains abstrak, khususnya Hukum Newton, menjadi pembelajaran yang bermakna bagi siswa sekolah dasar. Kelemahan pemahaman konsep fisika dasar di tingkat calon guru dikhawatirkan berdampak sistemik pada kualitas pendidikan sains di jenjang dasar. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis profil kemampuan berpikir kritis 16 mahasiswa PGSD semester 3 dalam menyelesaikan persoalan Hukum Newton menggunakan instrumen tes open-ended yang mengacu pada indikator Erceg. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir kritis mahasiswa masih tergolong rendah, dengan data kuantitatif mengungkapkan bahwa pada soal nomor 1.1, hanya 87,5% mahasiswa menjawab benar; pada soal 1.2, persentase jawaban benar menurun drastis menjadi 6,25% dengan 87,5% menjawab salah; dan pada soal nomor 2 yang menuntut analisis mendalam, seluruh mahasiswa (100%) memberikan jawaban salah. Simpulan utama studi ini mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung menyelesaikan masalah hanya berdasarkan intuisi logika tanpa landasan konsep fisika yang kuat, sehingga diperlukan intervensi metodologi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kapasitas berpikir kritis dan mereduksi miskonsepsi pada materi mekanika dasar.  
USING THE COOPERATIVE LEARNING STRATEGY ON COMPARATIVE DEGREE OF THE FIFTH GRADERS AT FATHONA ISLAMIC SCHOOL PALEMBANG Kusumah, Yohana Cahya; Firdaus, Masagus
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8661

Abstract

ABSTRACT The low level of elementary school students’ mastery of English grammatical structures, particularly comparative degrees, indicates the need for the implementation of more interactive and student-centered learning strategies. This study aims to examine the effectiveness of cooperative learning strategies in improving students’ understanding of comparative degrees among fifth-grade students at Fathona Islamic School Palembang. The study employed a quasi-experimental design using a pre-test and post-test non-equivalent control group model, involving 30 students who were divided into an experimental group and a control group. The experimental group received instruction through cooperative learning strategies, while the control group was taught using conventional teaching methods. The results of the analysis showed that the average post-test score of the experimental group (85.4) was higher than that of the control group (72.8). An independent samples t-test confirmed a statistically significant difference between the two groups (p < 0.05). In addition to improving learning outcomes, cooperative learning was also found to enhance students’ active engagement in discussions and group work. These findings conclude that cooperative learning strategies are effective in improving students’ understanding of comparative degrees while also strengthening motivation and active participation in English language learning at the elementary school level. ABSTRAK Rendahnya penguasaan siswa sekolah dasar terhadap struktur tata bahasa Inggris, khususnya comparative degree, menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan berorientasi pada keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas strategi pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan pemahaman comparative degree pada siswa kelas V di Sekolah Islam Fathona Palembang. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan model pre-test dan post-test non-equivalent control group, melibatkan 30 siswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan strategi kooperatif, sementara kelompok kontrol diajar menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen (85,4) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (72,8). Uji independent samples t-test mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p < 0,05). Selain meningkatkan hasil belajar, pembelajaran kooperatif juga terbukti mendorong keterlibatan aktif siswa dalam diskusi dan kerja kelompok. Temuan ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan pemahaman comparative degree sekaligus memperkuat motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES (SSI) DAN NATURE OF SCIENCE (NOS) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA Sholihath, Lia Laelatul; Ismail, Agus Yadi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8696

Abstract

Scientific literacy is an essential 21st-century competence that reflects students’ ability to understand, apply, and evaluate scientific knowledge in real-life contexts. However, the scientific literacy achievement of Indonesian students remains relatively low, as reflected in the results of the Programme for International Student Assessment (PISA). One of the main contributing factors to this condition is science learning practices that are still predominantly focused on rote memorization of concepts, place limited emphasis on understanding the Nature of Science, and lack relevant social contexts. This article aims to comprehensively examine the effectiveness of the Nature of Science (NOS) and Socio-Scientific Issues (SSI) approaches in enhancing students’ scientific literacy through a Systematic Literature Review (SLR) method. The literature analyzed includes national and international journal articles addressing scientific literacy, the implementation of NOS, and SSI-based science learning. The synthesis of the reviewed studies indicates that explicitly and reflectively implemented NOS instruction significantly contributes to strengthening students’ epistemological understanding of science and critical thinking skills. Meanwhile, the SSI approach has been shown to be effective in improving contextual scientific literacy, with moderate gains based on N-Gain analysis and highly positive student learning responses, particularly in environmental-related issues. Furthermore, the findings suggest that the effectiveness of NOS and SSI is optimized when supported by innovative instructional models and authentic assessments that comprehensively measure the content, process, and contextual dimensions of science learning. Therefore, the integration of NOS and SSI is recommended as a comprehensive pedagogical strategy to strengthen scientific literacy among Indonesian students. ABSTRAKLiterasi sains merupakan kompetensi esensial abad ke-21 yang mencerminkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, dan mengevaluasi pengetahuan sains dalam konteks kehidupan nyata. Namun, capaian literasi sains peserta didik di Indonesia masih relatif rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA). Salah satu faktor utama penyebab kondisi tersebut adalah praktik pembelajaran IPA yang masih berorientasi pada hafalan konsep, kurang menekankan pemahaman hakikat sains, serta minim konteks sosial yang relevan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif efektivitas pendekatan Nature of Science (NOS) dan Socio-Scientific Issues (SSI) dalam meningkatkan literasi sains peserta didik melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Literatur yang dianalisis meliputi artikel nasional dan internasional yang membahas literasi sains, implementasi NOS, dan pembelajaran berbasis SSI. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pembelajaran NOS yang diterapkan secara eksplisit dan reflektif berkontribusi signifikan dalam memperkuat pemahaman epistemologis sains dan kemampuan berpikir kritis siswa. Sementara itu, pendekatan SSI terbukti efektif dalam meningkatkan literasi sains secara kontekstual, dengan peningkatan kategori sedang berdasarkan analisis N-Gain serta respons belajar siswa yang sangat positif, khususnya pada isu lingkungan. Temuan lain menunjukkan bahwa efektivitas NOS dan SSI akan optimal apabila didukung oleh model pembelajaran inovatif dan asesmen autentik yang mampu mengukur dimensi konten, proses, dan konteks sains secara terpadu. Dengan demikian, integrasi NOS dan SSI direkomendasikan sebagai strategi pedagogis komprehensif untuk memperkuat literasi sains peserta didik di Indonesia.