cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 241 Documents
KAJIAN LITERATUR: PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DI JENJANG SEKOLAH DASAR Nadhiroh, Eka Sefti Ulfin; Mukarromah, Ifa Fatatul; Maftucha, Maftucha
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.9218

Abstract

This study examines the impact of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on improving student learning outcomes at the elementary school level, amidst the challenges of modern education that require effective, meaningful, and relevant learning processes in everyday life. A qualitative method with a systematic literature study was conducted by analyzing seven primary journal articles (2020–2025) from sources such as Google Scholar and Indonesian university repositories, using the keywords "Contextual Teaching and Learning", "CTL for improving learning outcomes", and "CTL at various levels of education"; stages include identification, filtering, data extraction based on themes, and descriptive-synthetic analysis with source triangulation. The findings show that CTL consistently drives improvements in cognitive, affective, and psychomotor achievement, such as a jump in scores from 54.77 to 82.27 (A1), 80% completion in cycle II (A2), 60.1% impact on PAI (A6), and motivation reaching 86% (A5), through active student engagement in a real context that avoids the boredom of traditional lecture methods. The main conclusion states that CTL based on constructivism effectively builds deep understanding, motivation, 21st century skills, and character development, so it is considered an innovative strategy for national education policy to create inclusive and sustainable learning. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji pengaruh penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada peningkatan hasil belajar murid di jenjang sekolah dasar, di tengah tantangan pendidikan modern yang mengharuskan proses belajar yang efektif, bermakna, dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Metode kualitatif dengan studi literatur sistematis dilakukan dengan menganalisis tujuh artikel jurnal utama (tahun 2020–2025) dari sumber seperti Google Scholar dan repositori universitas Indonesia, menggunakan kata kunci "Contextual Teaching and Learning", "CTL untuk peningkatan hasil belajar", dan "CTL di berbagai jenjang pendidikan"; tahapan meliputi identifikasi, penyaringan, ekstraksi data berdasarkan tema, dan analisis deskriptif-sintetis dengan triangulasi sumber. Temuan menunjukkan bahwa CTL secara konsisten mendorong peningkatan prestasi kognitif, afektif, dan psikomotorik, seperti lonjakan skor dari 54,77 menjadi 82,27 (A1), ketuntasan 80% pada siklus II (A2), dampak 60,1% pada PAI (A6), serta motivasi mencapai 86% (A5), melalui keterlibatan aktif siswa dalam konteks yang nyata yang menghindari kebosanan dari metode ceramah yang tradisional. Kesimpulan utama menyatakan bahwa CTL yang berbasis pada konstruktivisme secara efektif membangun pemahaman yang mendalam, motivasi, keterampilan abad ke-21, dan pengembangan karakter, sehingga dianggap sebagai strategi inovatif untuk kebijakan pendidikan nasional demi menciptakan pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.
THE EFFECTIVENESS OF ENGLISH PODCASTS AND SONGS IN IMPROVING LISTENING SKILL OF INFORMATICS STUDENTS Isnaeni, Resti
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.9219

Abstract

Listening is one of the essential skills required by university students, including those majoring in Informatics, who must comprehend English-based learning resources such as documentation, tutorials, and technical discussions. This study aims to examine the effectiveness of English podcasts and English songs as alternative media to improve students’ listening comprehension. The research employed a quasi-experimental design involving 60 first-year Informatics students divided into an experimental group and a control group. The experimental group was exposed to English podcasts and songs for four weeks, while the control group used conventional listening materials from textbooks. Pre-test and post-test instruments were administered to measure performance changes. The findings revealed a significant improvement in the experimental group compared to the control group (p < 0.05), indicating that the integration of digital audio materials enhances vocabulary recognition, comprehension speed, and overall listening skill. This study suggests that educators incorporate podcasts and songs as complementary learning media in English instruction for Informatics students. ABSTRAK Keterampilan menyimak merupakan komponen penting dalam pembelajaran bahasa Inggris, terutama bagi mahasiswa Informatika yang sering berinteraksi dengan sumber belajar berbahasa Inggris seperti dokumentasi teknologi, video tutorial, dan diskusi teknis daring. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan podcast dan lagu berbahasa Inggris dalam meningkatkan kemampuan listening mahasiswa Informatika. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test yang melibatkan 60 mahasiswa tahun pertama, yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran listening menggunakan podcast dan lagu, sedangkan kelompok kontrol menggunakan materi audio konvensional dari buku ajar. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan menyimak kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol (p < 0.05). Mahasiswa yang belajar melalui podcast dan lagu menunjukkan peningkatan pemahaman, kecepatan menangkap informasi, serta penguasaan kosakata. Temuan ini menunjukkan bahwa media podcast dan lagu efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran listening dan direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam pengajaran bahasa Inggris di program studi Informatika.
EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS KASUS DALAM PROGRAM D3 KEPERAWATAN: ANALISIS DENGAN MODEL CIPP UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA Rahman, Ade; Ambiyar, Ambiyar
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.9220

Abstract

Case-based learning is a method used to encourage students to tackle and solve real-world problems that often occur in the workplace, through case simulations or discussions. This method is expected to develop students' analytical skills and decision-making abilities, particularly in higher education contexts such as in the D3 Nursing program. This study aims to evaluate the effectiveness of the case-based learning program in the D3 Nursing education using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product). The evaluation examines how this program can improve students' ability to analyze and solve clinical problems, as well as prepare them to meet the Nursing Competency Standards (STR) and face the competency test, which is a primary requirement for working as a nurse. The findings show that case-based learning successfully enhances students' clinical decision-making skills. However, the quality of teaching and the management of case discussions still need improvement, particularly in increasing student engagement during discussions. This study recommends strengthening the process aspect, providing faculty training, and implementing continuous evaluation to ensure the learning program aligns with the demands of the workforce.. ABSTRAK Pembelajaran berbasis kasus adalah metode yang digunakan untuk mendorong mahasiswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah nyata yang sering terjadi di dunia kerja, melalui simulasi atau diskusi kasus. Metode ini diharapkan dapat mengembangkan keterampilan analitis dan pengambilan keputusan mahasiswa, terutama dalam konteks pendidikan tinggi, seperti di program D3 Keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran berbasis kasus dalam pendidikan D3 Keperawatan dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Evaluasi ini mengkaji bagaimana program tersebut dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis dan memecahkan masalah klinis, serta mempersiapkan mereka untuk memenuhi Standar Kompetensi Keperawatan (STR) dan menghadapi uji kompetensi yang menjadi persyaratan utama untuk bekerja sebagai perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kasus berhasil meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pengambilan keputusan klinis. Meskipun demikian, kualitas pengajaran dan pengelolaan diskusi berbasis kasus masih memerlukan perbaikan, terutama dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa secara aktif dalam diskusi. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan aspek proses, pelatihan dosen, serta evaluasi berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian pembelajaran dengan tuntutan dunia kerja.  
PENERAPAN MODEL TGT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DAN SIKAP ILMIAH PADA SISWA KELAS V Lubis, Siti Aisyah; Hilda, Lelya; Dongoran, Misahradarsi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9154

Abstract

This study is motivated by the low learning outcomes in IPAS (Integrated Natural and Social Sciences) and students’ scientific attitudes caused by teacher-centered learning practices. Therefore, an instructional innovation through the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) model is required. This study aims to examine whether the application of the TGT model can improve IPAS learning outcomes and scientific attitudes of fifth-grade students. This research employed Classroom Action Research (CAR) conducted through the stages of planning, action, observation, and reflection at SD Negeri 100601 Pintu Padang. The subjects of this study consisted of 16 fifth-grade students. Data were collected using tests, observations, and questionnaires. The results showed that the implementation of the TGT learning model was able to improve students’ learning outcomes and scientific attitudes. The average learning score increased from 47% in the pre-cycle with a mastery level of 25% to 89% in the second cycle with a mastery level of 81%. Students’ scientific attitudes also improved, as indicated by the increase in the average pre-test score of 49.68 to the post-test score of 75.25. Therefore, it can be concluded that the TGT learning model is effective in improving IPAS learning outcomes and students’ scientific attitudes in fifth grade. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS dan sikap ilmiah siswa yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran melalui penerapan model Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model TGT dapat meningkatkan hasil belajar IPAS dan sikap ilmiah siswa kelas V. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi di SD Negeri 100601 Pintu Padang. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TGT mampu meningkatkan hasil belajar dan sikap ilmiah siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 47% pada pra-siklus dengan ketuntasan 25% menjadi 89% pada siklus II pertemuan II dengan ketuntasan 81%. Sikap ilmiah siswa juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh skor rata-rata pre-test sebesar 49,68 dan post-test sebesar 75,25. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS dan sikap ilmiah siswa kelas V.
PENGARUH E-MODUL BERBASIS PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN Siagian, Johan; Sitompul, Harun
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9238

Abstract

ABSTRACT Improving the quality of the learning process in the subject Basic Design Modeling and Building Information is a strategic step to optimize students learning outcomes, particularly in professional and entrepreneurial aspects. This study aims to examine the difference in impact between the implementation of a Project Based Learning based E Module and the use of printed modules applying the Direct Instruction approach on the cognitive learning outcomes of Grade X DPIB students at SMK Negeri 14 Medan. This research employed an experimental method with a comparative design between an experimental class and a control class. The research procedures included the implementation of instructional treatment, the administration of learning outcome evaluations, and data processing and analysis using a t test. The findings revealed a highly significant difference between the two groups. This was evidenced by the calculated t value of 4.426, which exceeded the t table value of 1.670, indicating that the alternative hypothesis was accepted. The average learning outcome score of students in the experimental class reached 81.344 and exceeded the Minimum Mastery Criteria of ≥75. Meanwhile, the control class obtained an average score of 63.75, which remained below the established mastery threshold. These results indicate that the implementation of a Project Based Learning based E Module is more effective in improving students cognitive achievement compared to printed modules using the Direct Instruction approach. Therefore, project based learning supported by digital modules can be considered a more innovative strategy that aligns with the characteristics of vocational education. ABSTRAK Peningkatan mutu proses pembelajaran pada mata pelajaran Dasar Dasar Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan capaian belajar peserta didik, khususnya pada aspek profesi dan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan dampak penerapan E-Modul berbasis Project Based Learning dibandingkan dengan penggunaan modul cetak yang menerapkan pendekatan Direct Instruction terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas X DPIB di SMK Negeri 14 Medan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dengan rancangan komparatif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Prosedur penelitian meliputi pemberian perlakuan pembelajaran, pelaksanaan evaluasi hasil belajar, serta pengolahan dan analisis data menggunakan uji t. Temuan penelitian memperlihatkan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok. Hal ini dibuktikan oleh nilai t hitung sebesar 4,426 yang melampaui t tabel sebesar 1,670, sehingga hipotesis alternatif dinyatakan diterima. Nilai rata rata hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen mencapai 81,344 dan telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu ≥75. Sementara itu, kelas kontrol hanya memperoleh rata rata sebesar 63,75 sehingga masih berada di bawah batas KKM yang ditetapkan. Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa penerapan E-Modul berbasis Project Based Learning terbukti lebih unggul dalam meningkatkan capaian kognitif peserta didik dibandingkan dengan modul cetak yang menggunakan pendekatan Direct Instruction. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis proyek yang didukung modul digital dapat dipertimbangkan sebagai strategi yang lebih inovatif dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran di pendidikan kejuruan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR ELEMEN GAMBAR TEKNIK Harefa, Fajar Ali
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9239

Abstract

ABSTRACT Over the past three academic years, students’ learning achievement in the Technical Drawing Element subject at SMK Negeri 14 Medan has remained relatively low. Data indicate that approximately half of the students have not been able to meet the established Minimum Mastery Criteria (MMC), which is set at 75. The previously implemented instructional model, Direct Instruction, was considered less effective as it was still teacher-centered. Based on these issues, this study was conducted to analyze the extent to which the implementation of the cooperative learning model, Student Teams Achievement Division (STAD), contributes to improving students’ learning outcomes. This research employed a quasi-experimental design involving Grade X students of the DPIB (Design Modeling and Building Information) program at SMK Negeri 14 Medan in the 2025/2026 academic year as the research sample. The experimental group received treatment through the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model, while the control group was taught using the Direct Instruction approach. The findings indicate that the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) model has a significant effect on improving students’ learning outcomes. This is evidenced by the average score of the experimental class, which was 88.06, higher than that of the control class with an average of 61.94. Hypothesis testing using the t-test showed that t_calculated = 2.545 was greater than t_table = 1.670, leading to the acceptance of Ha, which means that the STAD model has a significant effect on the learning outcomes in the Technical Drawing Element subject for Grade X DPIB students at SMK Negeri 14 Medan. ABSTRAK Dalam kurun waktu tiga tahun ajaran terakhir, capaian belajar siswa pada mata pelajaran Elemen Gambar Teknik di SMK Negeri 14 Medan tergolong masih rendah. Data menunjukkan bahwa kurang lebih setengah dari jumlah siswa belum mampu memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu 75. Model pembelajaran yang digunakan sebelumnya, yaitu Direct Instruction, dinilai kurang efektif karena masih berpusat pada guruBerdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan melalui desain quasi-eksperimen yang melibatkan siswa kelas X Program Keahlian DPIB SMK Negeri 14 Medan pada Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai sampel penelitian. Perlakuan berupa penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) diberikan kepada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Direct Instruction. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan model Student Teams Achievement Division (STAD) berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hal tersebut terlihat dari perolehan rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 88,06, yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan rata-rata 61,94. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan nilai thitung = 2,545 lebih besar dari ttabel = 1,670 sehingga Ha diterima, yang berarti model STAD berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Elemen Gambar Teknik siswa kelas X DPIB SMK Negeri 14 Medan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TYPE THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PERHITUNGAN STATIKA BANGUNAN Marbun, Naro; Darwin, Darwin
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9310

Abstract

ABSTRACT This study stems from the problem of low learning achievement among Grade X DPIB students at SMK Negeri 5 Medan in the Building Statics topic, caused by students’ low participation, predominantly one-way learning communication, and the limited variety of learning models applied. The study aims to implement the cooperative learning model of the Think Talk Write (TTW) type to improve student learning outcomes. The method used in this research was Classroom Action Research (CAR), conducted through two cycles. Each cycle included the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study consisted of 25 Grade X DPIB students. Data were collected through learning outcome tests, which had previously been analyzed for validity, reliability, difficulty level, and item discrimination. The findings showed an improvement in student learning outcomes. The average score in Cycle I reached 78.24 with a mastery percentage of 80%. In Cycle II, the average increased to 84.64 with a mastery level of 100%. This increase indicates an average difference of 6.4 points from Cycle I to Cycle II. These results demonstrate that the implementation of the Think Talk Write (TTW) cooperative learning model is proven effective in improving student learning outcomes in the Building Statics topic. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya capaian hasil belajar siswa kelas X DPIB di SMK Negeri 5 Medan pada elemen Statika Bangunan, yang disebabkan oleh keaktifan siswa yang masih rendah, komunikasi pembelajaran yang cenderung satu arah, serta terbatasnya keberagaman model pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) guna meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui dua siklus. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 siswa kelas X DPIB. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang sebelumnya telah dianalisis mencakup uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, serta daya pembeda butir soal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata siswa pada Siklus I mencapai 78,24 dengan persentase ketuntasan sebesar 80%. Pada Siklus II, rata-rata tersebut meningkat menjadi 84,64 dengan tingkat ketuntasan mencapai 100%. Kenaikan ini menunjukkan adanya selisih rata-rata sebesar 6,4 poin dari Siklus I ke Siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada elemen Statika Bangunan.
PEMBELAJARAN SENI TARI UNTUK ANAK LAKI-LAKI DI PAUD Maulana, Redi Awal; Zulfiyanti, Izna; Putri, Nailah Dwi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9445

Abstract

This research focuses on the study of dance for boys in early childhood education (PAUD) settings, in order to support the development of children's potential holistically and without gender prejudice. The methodology used is a literature study by reviewing various scientific sources in the form of books, national and international journal articles, and educational policy documents relevant to dance, early childhood development, and gender perspectives in education. The results of the study indicate that dance plays an important role in developing motor skills, social-emotional skills, creativity, and self-confidence in boys. In addition, boys' involvement in dance can help reduce gender stereotypes and encourage an inclusive learning environment in PAUD. However, cultural and social views are still found that limit boys' participation in dance activities. Therefore, the role of educators and PAUD institutions is needed to provide a safe, inclusive learning space that respects the diversity of children's interests. The conclusion of this study confirms that dance is a relevant and important learning medium for boys in PAUD to support optimal child growth and development. ABSTRAK Penelitian ini difokuskan pada pengkajian seni tari untuk anak laki-laki dalam lingkungan pendidikan anak usia dini (PAUD), guna mendukung pengembangan potensi anak secara menyeluruh dan tanpa prasangka gender. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan seni tari, perkembangan anak usia dini, dan perspektif gender dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni tari memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan motorik, sosial-emosional, kreativitas, serta kepercayaan diri anak laki-laki. Selain itu, keterlibatan anak laki-laki dalam seni tari dapat membantu mengurangi stereotip gender dan mendorong lingkungan belajar yang inklusif di PAUD. Namun, masih ditemukan adanya pandangan budaya dan sosial yang membatasi partisipasi anak laki-laki dalam kegiatan seni tari. Oleh karena itu, diperlukan peran pendidik dan lembaga PAUD dalam menyediakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman minat anak. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa seni tari merupakan media pembelajaran yang relevan dan penting bagi anak laki-laki di PAUD untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.  
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI ERA DIGITAL: REFLEKSI MAHASISWA Acep, Acep; Abdurahman, Abdurahman
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9497

Abstract

ABSTRACT Civic Education plays a crucial role in shaping responsible and well-characterized citizens in the digital era, marked by rapid information flow and challenges in digital literacy. However, studies examining students’ perceptions of its implementation in higher education remain limited. This study aims to analyze students’ perceptions of the implementation of Civic Education at Universitas Indraprasta PGRI, focusing on learning problems, material relevance, instructional methods, and effectiveness in the context of digital citizenship. The novelty of this study lies in emphasizing the relationship between participatory pedagogical strategies and the strengthening of students’ digital citizenship character. This research employed a qualitative case study approach using structured interviews, observations, and documentation involving students from three study programs. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing with source triangulation to ensure validity. The findings reveal tendencies toward individualism, rule violations, and suboptimal digital media ethics. Materials on state defense, human rights, and democracy were perceived as relevant when linked to digital issues, while opinion-based discussions and cooperative learning were considered more effective. The main conclusion confirms that the effectiveness of Civic Education in the digital era depends on integrating civic values with contextual, participatory, and technology-adaptive learning strategies. ABSTRAK Pendidikan Kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk warga negara yang berkarakter dan bertanggung jawab di era digital yang ditandai percepatan arus informasi dan tantangan literasi digital. Namun, kajian mengenai persepsi mahasiswa terhadap implementasinya di perguruan tinggi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Indraprasta PGRI, meliputi permasalahan pembelajaran, relevansi materi, metode, dan efektivitasnya dalam konteks kewargaan digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan hubungan antara strategi pedagogis partisipatif dan penguatan karakter kewargaan digital mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa dari tiga program studi, yang dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan adanya kecenderungan individualisme, pelanggaran tata tertib, serta belum optimalnya etika bermedia digital. Materi bela negara, hak asasi manusia, dan demokrasi dinilai relevan jika dikaitkan dengan isu digital, sementara metode diskusi opini dan pembelajaran kooperatif dipersepsikan lebih efektif. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas Pendidikan Kewarganegaraan di era digital bergantung pada integrasi nilai kewargaan dengan strategi pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK PRATIWI TAHUN AJARAN 2025/2026 Permatasari, Syelly Eka
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9518

Abstract

Learning evaluation is a fundamental component in determining the achievement of instructional objectives and ensuring the quality of teaching practices. In vocational secondary education, systematic evaluation procedures are required to align assessment with competency-based curriculum standards. This study aims to describe the implementation of Indonesian language learning evaluation at SMK Pratiwi. A descriptive research design was employed. Data were collected through questionnaires distributed to six Indonesian language teachers and analyzed using descriptive qualitative techniques supported by percentage calculations to portray implementation patterns. The findings reveal that teachers have generally conducted evaluation procedures covering planning, implementation, monitoring, data processing, and reporting stages. Evaluation planning was categorized as very good, while implementation and reporting were considered adequate. However, monitoring practices during evaluation implementation were relatively weak and require improvement. Data processing activities showed a strong level of compliance with procedural standards. Overall, the evaluation process has been implemented in accordance with established guidelines, although strengthening monitoring and feedback mechanisms is necessary to optimize instructional improvement. ABSTRAKEvaluasi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran serta menjamin mutu proses pendidikan. Pada jenjang sekolah menengah kejuruan, evaluasi perlu dilaksanakan secara sistematis agar selaras dengan tuntutan kurikulum berbasis kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Pratiwi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui angket yang diberikan kepada enam guru Bahasa Indonesia, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan perhitungan persentase untuk menggambarkan pola implementasi evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan prosedur evaluasi yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, pengolahan data, dan pelaporan. Perencanaan evaluasi berada pada kategori sangat baik, sedangkan pelaksanaan dan pelaporan termasuk kategori cukup. Aspek monitoring masih relatif rendah dan memerlukan penguatan. Sementara itu, pengolahan data hasil evaluasi telah dilakukan secara optimal. Secara umum, pelaksanaan evaluasi pembelajaran telah mengikuti prosedur yang ditetapkan, namun perlu peningkatan pada aspek monitoring dan pemanfaatan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan pembelajaran.