cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
snip@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Jl. Kepodang No. 67 A Panjer Kebumen
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 23389400     EISSN : 28082621     DOI : https://doi.org/10.20961
Core Subject : Education,
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan diterbitkan oleh FKIP Universitas Sebelas Maret pada tahun 2013. Bertujuan menjadi salah satu pusat publikasi ilmiah artikel yang fokus pada pendidikan dan pengajaran yang meliputi: inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, teknologi pendidikan, evaluasi pendidikan, dan pendidikan guru.
Arjuna Subject : -
Articles 570 Documents
Analisis Kesalahan Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia pada Karangan Narasi Peserta Didik Kelas V SDN Gunungpring 4 Magelang Tahun Ajaran 2024/2025 Susana Susana; Moh Salimi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.98673

Abstract

Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi tertulis sering mengalami kesalahan ejaan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis dan penyebab kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia pada karangan narasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konten dan pendekatan deskriptif metode kualitatif. Subjek berjumlah 7 peserta didik. Data penelitian berupa hasil analisis kesalahan ejaan. Sumber data berasal dari peserta didik, guru, dan dokumen karangan. Teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen, wawancara dan observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi. Serta teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan kesalahan penggunaan huruf sebanyak 45 kali. Kesalahan penulisan kata sebanyak 23 kali. Kesalahan penggunaan tanda baca sebanyak 49 kali. Kesalahan penulisan unsur serapan sebanyak 1 kali. Penyebab  kesalahan tersebut karena kurangnya pemahaman peserta didik terhadap ejaan, kebiasaan menulis informal, ketidaktelitian, dan pengaruh bahasa daerah. Simpulan penelitian ini adalah adanya kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia pada karangan narasi peserta didik kelas V SDN Gunungpring 4 dan faktor penyebab yang terjadi.
Penerapan Model Pembelajaran Game Based Learning (GBL) dengan Media Interaktif untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPAS tentang Kebutuhan dan Keinginan pada Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Wonokromo Tahun Ajaran 2024/2025 Risa Alrahmadani; Wahyudi Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.105848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Game Based Learning (GBL) dengan media interaktif, (2) meningkatan keterampilan berpikir kritis, (3) meningkatkan hasil belajar aspek kognitif pembelajaran IPAS, dan (4) menganalisis kendala dan Solusi. Penelitian ini merupakan PTK kolaboratif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 3 Wonokromo. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) penerapan model pembelajaran GBL dengan media interaktif melalui Langkah-langkah: (a) mempersiapkan game sesuai topik dengan media interaktif, (b) penjelasan konsep dengan media interaktif, (c) aturan game dengan media interaktif, (d) memainkan game dengan media interakatif, (e) merangkum pengetahuan dengan media interaktif, dan (f) melakukan refleksi dengan media interaktif, (2) meningkatnya keterampilan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan pada peningkatan rata-rata skor pada siklus I= 60,3, siklus II= 66, dan siklus III= 77,6, (3) meningkatnya hasil belajar aspek kognitif pembelajaran IPAS pada siklus I= 74,19%, siklus II= 87,09%, dan siklus III= 90,32%, dan (4) kendala yang terjadi antara lain siswa tidak bertanya saat merasa kebingungan dan solusinya guru harus memberikan kesempatan untuk bertanya kepada kelompok yang masih kebingungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran GBL dengan media interaktif dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS. 
Penerapan Model Make A Match Berbantuan Media Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Hasil Belajar IPAS Kelas IV Sekolah Dasar Alfiana Tri Nurkhasanah; Muhamad Chamdani
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.116660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah-langkah model Make A Match berbantuan media kartu bergambar, (2) meningkatkan keterampilan sosial, (3) meningkatkan hasil belajar, (4) mendeskripsikan kendala dan solusi dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan PTK kolaboratif. Subjek penelitian ialah guru dan siswa kelas IV SDN 5 Bumirejo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Proses analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) langkah penerapan model Make A Match berbantuan media kartu bergambar, yakni: menentukan materi, membagikan kartu bergambar, mengambil dan mencari jawaban, menemukan pasangan kartu bergambar, membacakan isi kartu bergambar, mengklarifikasi dan menyimpulkan, evaluasi. (2) meningkatnya keterampilan sosial yakni siklus I = 77,42%, siklus II = 85,69%, dan siklus III = 91,95%. (3) meningkatnya hasil belajar IPAS dengan ketuntasan siklus I = 59,46%. Siklus II = 85,13%, dan siklus III = 97,30%. (4) terdapat kendala dan solusi dalam penerapan model Make A Match berbantuan media kartu bergambar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model Make A Match berbantuan media kartu bergambar dapat meningkatkan keterampilan sosial dan hasil belajar IPAS.
Penerapan Model Quantum Learning Berbantuan Media Powerpoint Interaktif untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar Latifah Indriani; Ratna Hidayah
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.106829

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di Kelas IV SD Negeri 3 Krakal di temukan permasalahan yaitu rendahnya hasil belajar kognitif IPAS. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas IV SDN 3 Krakal Tahun Ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kognitif siswa dari siklus I, siklus II, siklus III, serta respon positif dari siswa dan guru terhadap model TSTS. Hal tersebut terjadi karena pada penerapannya siswa menjadi lebih aktif selama pembelajaran berlangsung dan siswa berperan langsung dalam pencarian informasi, hal ini membuat siswa lebih memahami konsep pembelajaran sehingga hasil belajar kognitif siswa dapat meningkat. Model ini terbukti efektif dalam mendorong keaktifan, kerjasama, dan pemahaman materi IPAS tentang iklim dan perubahannya.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Lundong Umi Samsiyanawati; Achmad Basari Eko Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.106875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Problem Based Learning, meningkatkan keterampilan berpikir kritis IPAS, meningkatkan hasil belajar IPAS, dan mendeskripsikan kendala dan solusi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SDN 1 Lundong yang berjumlah 21 siswa (6 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan). Data yang dianalisis berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian penerapan model Problem Based Learning yang diterapkan dengan lima langkah, yaitu: (1) orientasi masalah kepada siswa; (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar; (3) membantu penyelidikan/investigasi secara individu dan kelompok; (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Peningkatan keterampilan berpikir kritis dengan menerapkan model Problem Based Learning, yaitu hasil rata-rata persentase tes keterampilan berpikir kritis pada siklus I (71,83%), siklus II (79,84%), dan siklus III (86,19%). Sedangkan, peningkatan hasil belajar dengan menerapkan model Problem Based Learning, yaitu persentase rata-rata siswa tuntas pada siklus I sebesar 71,42% dengan rata-rata kelas 73,57, pada siklus II sebesar 88,09% dengan rata rata kelas 81,9, dan pada siklus III sebesar 100% dengan rata-rata kelas 90. Kendala yang dominan dalam penelitian ini adalah siswa yang kurang aktif dalam pelaksanaan diskusi. Solusinya adalah pemberian bimbingan kepada kelompok yang pasif dan mengajak siswa yang diam untuk terlibat. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Lundong tahun ajaran 2024/2025.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Fadhil Nur Ichsan; Moh Salimi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.105440

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi permasalahaan rendahnya proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model problem based learning, (2) meningkatkan hasil belajar IPAS. Penelitian ini merupakan PTK kolaboratif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V SDN Cokroyasan.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes dan non tes. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) penerapan model problem based learning melalui langkah-langkah: (a) orientasi masalah; (b) mengorganisasikan siswa untuk belajar; (c) membimbing siswa dalam diskusi; (d) penyajian hasil kerja; dan (e) analisis & evaluasi, (2) peningkatan hasil belajar IPAS pada setiap siklusnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model problem based learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar secara signifikan.
Penerapan Model Numbered Head Together (NHT) dengan Multimedia untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi dan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Farah Nur Azizah; Achmad Basari Eko Wayudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.115174

Abstract

Tuntutan keterampilan abad ke-21 dalam kurikulum merdeka menekankan kolaborasi dan pembelajaran berbasis teknologi, sementara pembelajaran IPAS kelas IV SDN 1 Adikarso masih menunjukkan rendahnya keterampilan kolaborasi dan hasil belajar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan langkah-langkah Numbered Head Together (NHT) berbantuan multimedia, meningkatkan keterampilan kolaborasi, serta meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan penilitian tindakan kelas. SubjekpenelitianialahgurudansiswakelasIVSD Negeri1 Adikarso.Teknikpengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar menggunakan model Numbered Head Together (NHT) berbantuan multimedia. Persentase keterampilan kolaborasi siklus I = 74,80%, siklus II = 83,65%, dan siklus III = 88,92%. Persentase hasil belajar siklus I = 65,71%, siklus II = 81,43% dan siklus III = 91,43%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Numbered Head Together (NHT) berbantuan multimedia dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar IPAS kelas IV SD Negeri 1 Adikarso. Model NHT membantu peserta didik memahami materi melalui kegiatan yang menarik, berkontribusi aktif, bekerja secara produktif,melaksanakan tanggung jawab, dan menghargai orang lain sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
Penerapan Model Picture and Picture (PAP) dengan Media E-Komik untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar Sary Nafila; Murwani Dewi Wijayanti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.106741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model PAP dengan media e-komik, meningkatkan keterampilan sosial, dan meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SD Negeri Kalirejo. Data yang digunakan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Teknik penumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber data. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model PAP dengan media e-komik dapat meningkatkan keterampilan sosial dengan rata-rata persentase pada siklus I=78,13%, siklus II=85,42%, dan siklus III=91,67%. Penerapan model PAP dengan media e-komik dapat meningkatkan hasil belajar IPAS dengan rata-rata persentase ketuntasan pada siklus I=62,52%,siklus II=87,50%, dan siklus III=100%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PAP dengan media e-komik dapat meningkatkan keterampilan sosial dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Kalirejo tahun ajaran 2024/2025.
Titik Awal Pengembangan Profesional Guru: Studi Profil Identitas Profesional Calon Guru SD dalam Lanskap Sosiokultural Makassar Noer Intan Novitasari; Hamzah Pagarra; Muh. Faisal; Afdhal Fatawuri Syamsuddin
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.116831

Abstract

Pemetaan profil identitas profesional calon guru dalam konteks sosiokultural yang religius dan kolektivistis masih relatif terbatas dalam literatur identitas guru global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil identitas profesional mahasiswa calon guru PGSD semester akhir di Universitas Negeri Makassar serta menganalisis keterkaitannya dengan perjalanan pengembangan profesional guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui narasi reflektif dari 20 partisipan yang dipilih secara purposif dan dianalisis menggunakan analisis tematik dengan pendekatan abduktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima profil identitas, yaitu Normative, Idealistic, Pragmatic, Adaptive, dan Uncertain Identity. Profil Normative Identity memperlihatkan bahwa orientasi profesional dapat berakar pada nilai religius yang kuat dan membentuk cara mahasiswa memaknai profesi guru. Sementara itu, Profil Pragmatic Identity menunjukkan bahwa pertimbangan sosial dan keluarga turut memengaruhi pilihan karier mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman terhadap profil identitas pada tahap prajabatan memiliki peran penting sebagai dasar dalam merancang pengembangan profesional guru yang kontekstual dan berkelanjutan.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar IPAS Materi Indonesiaku Kaya Raya pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Wonokromo Ulfah Khoirunnisa; Wahyono Wahyono; Muhamad Chamdani
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.105416

Abstract

Mata pelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka berperan penting menumbuhkan kreativitas siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan langkah penerapan model Project Based Learning, meningkatan kreativitas dan hasil belajar, serta mendeskripsikan kendala dan solusinya. Penelitian tindakan kelas kolaboratif ini melibatkan guru dan 15 siswa kelas V. Data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes, lalu dianalisis dengan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model ini melalui enam langkah: menentukan pertanyaan mendasar, merancang proyek, menyusun jadwal, memonitor pelaksanaan, menguji hasil, dan mengevaluasi pengalaman. Terjadi peningkatan kreativitas pada siklus I, II, dan III yaitu 68,75%, 79,44%, dan 87,78%. Hasil belajar IPAS naik dari 73,33%, 86,67% dan 93,33%. Kendala meliputi manajemen waktu, kurang percaya diri, keterlibatan rendah, dan ketergantungan pada contoh guru. Solusi mencakup penjadwalan proyek, suasana kelas ramah, pembagian peran jelas, dan pembatasan contoh produk. Model ini efektif meningkatkan kreativitas dan hasil belajar IPAS.