Wahyono Wahyono
universitas sebelas maret

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Make A Match dengan Media Flashcard Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Aksara Jawa pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Dita Nofiyanti; Ngatman Ngatman; Wahyono Wahyono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 3 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i3.86268

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan membaca Aksara Jawa pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Waluyorejo tahun ajaran 2023/2024 melalui penerapan model kooperatif make a match dengan media flashcard. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru kelas IV dalam tiga siklus. Subjek penlitian adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Waluyorejo tahun ajaran 2023/2024. Data yang digunakan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunkan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Persentase nilai rata-rata aspek ketepatan menyuarakan tulisan pada siklus I yaitu 60, siklus II menjadi 73,55, dan siklus III meningkat menjadi 85,2. Nilai rata-rata aspek pelafalan pada siklus I yaitu 66,19, siklus II menjadi 72,99, dan siklus III meningkat menjadi 88,2. Nilai rata-rata aspek kelancaran pada siklus I yaitu 61,09, siklus II menjadi 67,78, dan siklus III meningkat menjadi 86,4. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran make a match dengan media flashcard dapat meningkatkan keterampilan membaca Aksara Jawa pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Waluyorejo tahun ajaran 2023/2024.
Religious Orientations in Pancasila Student Projects: Insights from the Merdeka Curriculum Suhartono Suhartono; Achmad Basari Eko Wahyudi; Moh. Salimi; Ratna Hidayah; Wahyono Wahyono; Hasan Zainuri; Siti Fatimah; Anesa Surya
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.6137

Abstract

The Merdeka Curriculum represents an educational reform aimed at enhancing the quality of learning in Indonesia. A central component of this curriculum is the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5), which seeks to cultivate students’ core values, including religious character. However, the religious dimension of the P5 profile remains underexplored, especially at the elementary level. This study analyzes the implementation of the P5 project in developing students’ religious profiles in elementary schools in Kebumen, focusing on Grades I and IV. Data were collected using focus group discussions, interviews, observations, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, involving data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. Findings reveal that students exhibit strong religious characteristics across five indicators: religious behavior (88.75%), personal behavior (88.50%), social behavior (87.88%), environmental behavior (80.50%), and national behavior (88.00%). These outcomes place the religious attitudes of students in the "excellent" category. Schools employed various strategies to instill religious values aligned with the P5 framework. These included narrative-based instruction, daily habituation practices, and teacher modeling to foster faith, piety toward God, and noble conduct. The implementation of P5 in the religious dimension has been effective in cultivating strong religious attitudes among elementary students. These findings highlight the importance of integrated character-building approaches within the Merdeka Curriculum.
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Pop-Up Book untuk Meningkatkan Kerja Sama dan Hasil Belajar IPAS Materi Indonesiaku Kaya Budaya pada Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Bumirejo Tahun Ajaran 2023/2024 Evita Yulianti; Moh Salimi; Wahyono Wahyono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.90484

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Problem Based Learning berbantuan media Pop-Up Book, meningkatkan kerja sama siswa, dan hasil belajar. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus dengan lima kali pertemuan. Subjek penelitian ialah guru dan siswa kelas IV SDN 2 Bumirejo. Data yang digunakan yakni kuantitatif dan kualitatif. Terdapat lima langkah model Problem Based Learning berbantuan media Pop-Up Book yaitu (1) orientasi siswa pada masalah berbantuan media Pop Up Book, (2) pengorganisasian siswa untuk belajar, (3) membimbing siswa dalam penyelidikan berbantuan media Pop Up Book, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan (5) analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. Hasil pengamatan dari penerapan model PBL berbantuan media Pop-Up Book terhadap guru dan siswa selalu mengalami peningkatan yaitu pada siklus I mencapai 80,51%, siklus II mencapai 86,72% dan siklus III mencapai 91,46%. Kerja sama siswa meningkat pada siklus I=79,16%, siklus II= 85,14%, dan siklus III= 89,58%. Hasil belajar siswa pada siklus I=77,50%, siklus II=85,00%, dan siklus III= 90,00%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media Pop-Up Book dapat meningkatkan kerja sama dan hasil belajar IPAS tentang Indonesiaku kaya budaya pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Bumirejo tahun ajaran 2023/2024. 
Penerapan Model Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan Media Flashcard untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila tentang Perilaku dan Sikap Menjaga Lingkungan pada Siswa Kelas II SD Negeri 2 Bumirejo Bibit Ni'maturrohmah; Muhamad Chamdani; Wahyono Wahyono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.91057

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila tentang perilaku dan sikap menjaga lingkungan pada siswa kelas II melalui penerapan model kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan media flashcard. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian guru dan siswa kelas II. Data yang digunakan data kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan tes dan non tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan Teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data da penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar pada siswa meningkat pada siklus I yaitu 77,58% meningkat pada pada siklus II meningkat menjadi 85% dan siklus III meningkat menjadi 89,65%. Hasil pengamatan dari penerapan model kooperatif tipe STAD dengan media flashcard terhadap guru dan siswa selalu mengalami peningkatan yaitu pada siklus I mencapai 80,92%, siklus II mencapai 86,89% dan siklus III mencapai 90,28%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan media flashcard dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila tentang perilaku dan sikap menjaga lingkungan pada siswa kelas II SD Negeri 2 Bumirejo tahun ajaran 2023/2024.
Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Powerpoint Interaktif untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV SD Nur Vina Safitri; Wahyono Wahyono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.103548

Abstract

Keterampilan berpikir kritis membekali siswa dalam pemecahan masalah, membuat keputusan serta mencapai hasil belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan model Discovery Learning berbantuan media Powerpoint interaktif, (2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan (3) meningkatkan hasil belajar. Penelitian tindakan kelas kolaboratf dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Sidoharum. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model Discovery Learning berbantuan Powerpoint interaktif dilaksanakan dengan langkah-langkah: (1) pemberian rangsangan berbantuan powerpoint interaktif, (2) identifikasi masalah berbantuan powerpoint interaktif, (3) pengumpulan data, (4) pengolahan data, (5) pembuktian berbantuan powerpoint interaktif, dan (6) menarik kesimpulan berbantuan powerpoint interaktif. Keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I = 74,28%, siklus II = 82,45%, dan siklus III = 87,26%. Hasil belajar siklus I = 67,31%, siklus II = 86,54%, dan siklus III = 92,31%. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Sidoharum tahun ajaran 2024/2025.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar IPAS Materi Indonesiaku Kaya Raya pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Wonokromo Ulfah Khoirunnisa; Wahyono Wahyono; Muhamad Chamdani
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.105416

Abstract

Mata pelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka berperan penting menumbuhkan kreativitas siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan langkah penerapan model Project Based Learning, meningkatan kreativitas dan hasil belajar, serta mendeskripsikan kendala dan solusinya. Penelitian tindakan kelas kolaboratif ini melibatkan guru dan 15 siswa kelas V. Data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes, lalu dianalisis dengan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model ini melalui enam langkah: menentukan pertanyaan mendasar, merancang proyek, menyusun jadwal, memonitor pelaksanaan, menguji hasil, dan mengevaluasi pengalaman. Terjadi peningkatan kreativitas pada siklus I, II, dan III yaitu 68,75%, 79,44%, dan 87,78%. Hasil belajar IPAS naik dari 73,33%, 86,67% dan 93,33%. Kendala meliputi manajemen waktu, kurang percaya diri, keterlibatan rendah, dan ketergantungan pada contoh guru. Solusi mencakup penjadwalan proyek, suasana kelas ramah, pembagian peran jelas, dan pembatasan contoh produk. Model ini efektif meningkatkan kreativitas dan hasil belajar IPAS.
Pengembangan Buku Kerja Siswa dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar: Sebuah Studi Pendahuluan Suhartono Suhartono; Tri Saptuti Susiani; Ngatman Ngatman; Wahyono Wahyono; Moh Salimi; Ratna Hidayah; Achmad Basari Eko Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 1 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i1.83119

Abstract

Buku kerja siswa merupakan komponen yang mendukung pembelajaran, membantu memastikan pengetahuan dan kemampuan siswa sejalan dengan program pengajaran. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang kebutuhan buku kerja siswa dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Metode penelitian adalah survey yang melibatkan guru pada tujuh sekolah dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang fokus wawasan, pola pembuatan, implementasi buku kerja siswa dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Hasil penelitian ini meliputi: (1) sebagian besar guru mengetahui definisi, manfaat, dan fungsi buku kerja siswa; (2) sebagian besar guru menggunakan buku kerja siswa yang disediakan oleh kemdikbud, hanya sebagian kecil yang memodifikasi dan membuat sendiri buku kerja siswa; (3) sebagian besar guru menggunakan buku kerja siswa pada proses dan penilaian pembelajaran; (4) sebagian besar guru mengarapakan pengembangan buku kerja siswa agara sesuia dengan tujuan pembeljaran dan karakteristik siswa.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Media Pop Up Book untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika pada Materi Bangun Ruang Siswa Kelas V SD Negeri 2 Bumirejo Tahun Ajaran 2023/2024 Agita Putri Ardini; Wahyudi Wayudi; Wahyono Wahyono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.89976

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan langkah penerapan model PBL dengan media pop-up book, (2) meningkatkan motivasi belajar, (3) meningkatkan hasil belajar, dan (4) mendeskripsikan kendala solusi. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V SD Negeri 2 Bumirejo. Data yang digunakan ialah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu langkah penerapan model PBL dengan media pop-up book yaitu: (1) mengorientasikan siswa pada masalah, (2) mengorganisasikan siswa pada masalah, (3) membimbing penyelidikan, (4) menyajikan hasil diskusi pemecahan masalah, dan (5) analisis dan evaluasi hasi dan proses. Hasil observasi motivasi belajar siswa pada siklus I = 74,99%, siklus II = 89,69%, dan siklus III = 97,22%. Hasil belajar siswa tentang bangun ruang siklus I = 68,27%, siklus II = 82,33%, dan siklus III = 94,03%. kendala yang sering muncul pada pembelajaran ini adalah siswa yang masih malu untuk bertanya dan menanggapi presentasi kelompok. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dengan media pop-up book dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika materi bangun ruang siswa kelas V SD Negeri 2 Bumirejo tahun ajaran 2023/2024.
Penerpan Model Project Based Learning (PjBL) Dengan Media Pop Up Book Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Keanekaragaman Flora dan Fauna di Indonesia Pada Siswa Kelas V SD Agus Fatkhurrohman; Wahyudi Wahyudi; Wahyono Wahyono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.89408

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan langkah, (2) meningkatkan hasil belajar IPAS, (3) dan mendeskripsikan kendala dan solusi model PjBL dengan media pop up book pada siswa kelas V. Jenis penelitian ini adalah PTK kolaboratif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V. Data yang digunakan berupa data kuantitatif dan kualitatif yang bersumber dari siswa, guru, dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik nontes berupa observasi dan wawancara. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) langkah- langkah penerapan model PjBL yaitu: (a) merancang proyek, (b) merancang penyelesaian proyek, (c) menyusun jadwal, (d) menyelesaikan proyek, (e) presentasi, serta (f) evaIuasi proses dan hasiI. (2) Hasil belajar IPAS meningkat. (3) Kendala dalam  penelitian: (a) siswa sulit dikondisikan, (b) siswa belum berani menanggapi, (c) siswa kurang teliti, (d) siswa asik main sendiri, (e) siswa belum berani  presentasi.  Solusi yang  diberikan: (a) guru lebih tegas, (b) guru lebih memotifasi, (c) guru memberikan arahan, (d) guru lebih menasehati siswa, (e) guru lebih membimbing siswa. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model Project Based Learning dengan media Pop Up Book, dapat meningkatkan hasil belajar IPAS materi Keanekaragaman Flora dan Fauna di Indonesia.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS tentang Bagaimana Kita Hidup dan Bertumbuh pada Siswa Kelas V SD Luthfi Khafiah; Wahyono Wahyono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.103470

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang fleksibel untuk menyesuaikan proses belajar dengan perbedaan kebutuhan, minat, dan dan gaya belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan komponen-komponen penerapan pembelajaran berdiferensiasi;  meningkatkan hasil belajar IPAS aspek kognitif tentang Bagaimana Kita Hidup dan Bertumbuh; serta mendeskripsikan kendala dan solusi penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara kolaboratif selama tiga siklus. Analisis data yang dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dilakukan melalui lima komponen, yaitu: (1) tes diagnostik awal; (2) diferensiasi konten; (3) diferensiasi proses; (4) diferensiasi produk; (5) refleksi dan evaluasi. Persentase ketuntasan hasil belajar yaitu pada siklus I sebesar 75,00%, pada siklus II meningkat menjadi sebesar 87,50%, dan pada siklus III sebesar 93,75%. Kendala penerapan pembelajaran berdiferensiasi meliputi siswa kurang menerima pembagian kelompok gaya belajar; manajemen kelas dan waktu; serta rendahnya partisipasi siswa. Solusinya adalah penjelasan tujuan, petunjuk kerja sistematis, perencanaan waktu, pembagian peran, dan penyisipan ice breaking serta aturan yang konsisten. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan hasil belajar IPAS.