cover
Contact Name
Minanton
Contact Email
Minanton@ikbis.ac.id
Phone
+6285256365693
Journal Mail Official
e-journal@ikbis.ac.id
Editorial Address
Jl. Medokan Semampir Indah No. 27, Kel. Medokan Semampir Kec. Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60119
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK)
ISSN : -     EISSN : 27758958     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK) is the official journal of the Nursing Study Program of the Institute of Health and business Surabaya (IKBIS Surabaya). This journal is an open-access journal, peer-reviewed, and published every 6 months (January and July) with a minimum of 5 articles per issue. Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer aims to promote the research papers of clinical nurses, lecturers, and nursing students and contribute to the development of nursing science from the Indonesian perspective. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) focuses on nursing fields (Medical Surgery, Emergency, Child, Maternity, Mental, Gerontic, Management, Family and Community) and specifically related to the learning process and curriculum development, complementary therapy, innovation, the current trends, and issues in nursing. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) accepts research articles (quantitative, qualitative, and mix-method) as well as literature reviews. JPKK does not accept articles that have been or are being published in other journals.
Articles 231 Documents
PROGRAM PUSKESMAS DALAM MENURUNKAN ANGKA STUNTING PADA BALITA Ariska Putri; Putri Pamungkas; Denis Farida; Octo Zulkarnain; Heri Nur Cahyanto; Alpian Jayadi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1430

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya keluhan mengenai buruknya asuhan keperawatan mendorong dilakukannya penyelidikan terhadap kemungkinan penyebab fenomena ini. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku *caring* (kepedulian) adalah lingkungan praktik, seperti beban kerja. Tujuan: Menganalisis hubungan antara beban kerja dan perilaku *caring* perawat. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik korelasional dengan pendekatan *cross-sectional*. Sampel penelitian berjumlah 73 orang yang diambil menggunakan teknik *purposive sampling*. Hasil penelitian diuji menggunakan uji statistik Pearson dengan tingkat signifikansi α < 0,05 melalui program SPSS v.23. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner beban kerja dan CBAS (*Caring Behaviors Assessment Scale*). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Hasil: Hasil uji korelasi Pearson dengan tingkat kesalahan (α) = 0,05 menunjukkan nilai p = 0,011. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan perilaku *caring* yang diterapkan oleh perawat. Kesimpulan: Semakin rendah beban kerja, semakin besar kemungkinan perawat menunjukkan perilaku *caring* dalam memberikan asuhan keperawatan.
PENGARUH PENGETAHUAN HUKUM KESEHATAN TENTANG VAKSINASI TERHADAP KEPERCAYAAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM IMUNISASI ANAK DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN SIDOARJO Alpian Jayadi; Octo Zulkarnain; Denis Farida; Heri Nur Cahyanto; Ariska Putri Hidayathillah; Putri Pamungkas
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1433

Abstract

Latar Belakang: Program imunisasi anak merupakan salah satu upaya preventif utama dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular. Namun, meningkatnya keraguan masyarakat terhadap vaksinasi masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program imunisasi. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai hukum kesehatan terkait vaksinasi diduga memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan hukum kesehatan tentang vaksinasi terhadap kepercayaan masyarakat dalam program imunisasi anak di wilayah Puskesmas Kabupaten Sidoarjo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 132 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan hukum kesehatan dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi anak. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan hukum kesehatan kategori baik (56,1%) dan tingkat kepercayaan tinggi terhadap program imunisasi anak (59,8%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan hukum kesehatan tentang vaksinasi terhadap kepercayaan masyarakat dalam program imunisasi anak dengan nilai p-value 0,000. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan hukum kesehatan yang baik memiliki peluang 5,87 kali lebih besar untuk memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap program imunisasi anak. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan hukum kesehatan tentang vaksinasi berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan masyarakat dalam program imunisasi anak. Peningkatan literasi hukum kesehatan masyarakat diperlukan untuk memperkuat kepercayaan terhadap program imunisasi.
FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG IMPLEMENTASI CONTINUOUS QUALITY IMPROVEMENT DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN: SCOPING REVIEW Ahmadi Ahmadi; Mei Lestari Ika Widyyati
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1437

Abstract

Background: Continuous Quality Improvement (CQI) is a systematic approach that has been increasingly adopted in nursing services to improve the quality of patient care. Although CQI implementation has advanced considerably, a comprehensive understanding of the barriers and facilitators influencing its implementation in nursing practice remains limited. This scoping review aimed to comprehensively map and analyze the barriers and facilitators to CQI implementation in nursing services. Objective: To identify the barriers and facilitators to the implementation of Continuous Quality Improvement in nursing services. Methods: This scoping review was conducted following the Arksey and O'Malley framework. A systematic literature search was performed in PubMed, Scopus, and Web of Science databases. A mixed-methods approach, incorporating content analysis and narrative synthesis, was used to summarize the findings. The review was reported in accordance with the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR). Results: A total of 20 studies were included in the final review. The main barriers were categorized into four dimensions: (1) limitations in human resources, financial resources, and infrastructure; (2) organizational challenges, including limited leadership engagement and high staff turnover; (3) gaps in knowledge and training; and (4) technical and logistical issues. The key facilitators included strong leadership and organizational support, effective teamwork and collaboration, education and capacity building, implementation adaptability, and the use of technology and supportive systems. Conclusion: The implementation of CQI in nursing services requires a multidimensional approach that addresses individual, organizational, and health system factors. Context-specific implementation strategies, strengthened nursing leadership, continuous education and training, and the effective utilization of technology are critical to achieving the sustainable implementation of CQI and improving the quality of nursing care.
ASOSIASI KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN DEMENSIA PADA LANSIA: STUDI CROSS-SECTIONAL Alvin Abdillah; Agus Priyanto; Luluk Fauziyah Januarti
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1438

Abstract

Background: The elderly refer to individuals who have entered the final phase of the aging process. life phase. As age increases, not only does our body experience a decline in function, but our brain does too, which causes many elderly people to become forgetful. Forgetfulness (declining cognitive function) is often referred to as dementia. Aim: The aim of this research is to analyze the relationship between smoking habits and the incidence of dementia in the elderly at the Posyandu in Duko Tambin Village under the Tragah Health Center. Method: This study uses a correlational analytic approach with a cross-sectional design. The research was conducted at the Posyandu in Duko Tambin Village, Bangkalan Regency. The elderly population in Duko Tambin Village consists of 125 people. The sample size is 96 people. Subjects were selected using purposive sampling. The independent variable is smoking habits, while the dependent variable is the incidence of dementia. The research instrument includes a smoking habits questionnaire and the MMSE. Data analysis was performed using the Spearman rank test. Results: The results of the analysis of elderly data at the Posyandu in Duko Tambin Village regarding smoking habits show that almost all belong to the heavy category at 80%, and most of the elderly are in the severe dementia category at 70%. The Spearman rank statistical test yielded a p-value of 0.044, meaning there is a relationship between smoking habits and the incidence of dementia in the Posyandu of Duko Tambin Village, which is the working area of the Tragah Public Health Center. Conclusion: Based on the results above, it is recommended that the elderly reduce or quit smoking as it can lead to dementia. This is due to the nicotine present in cigarettes, which can cause dementia
OPTIMALISASI MEDIA KOMIK DALAM EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS): STUDI QUASI-EKSPERIMENTAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sofi Yulianto; luluk fauziyah januarti; Imelda Putri
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1439

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah. Salah satu media pendidikan kesehatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan PHBS adalah media komik karena mampu menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media komik terhadap peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa Sekolah Dasar Islam Nurul Hidayah Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Variabel independen penelitian adalah media komik, sedangkan variabel dependen adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) siswa. Sampel penelitian berjumlah 53 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified proportionate random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PHBS yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi media komik. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan media komik sebagian besar responden memiliki PHBS kategori kurang sebanyak 31 siswa (58,5%). Setelah diberikan media komik, sebagian besar responden memiliki PHBS kategori baik sebanyak 36 siswa (67,9%) dan kategori cukup sebanyak 17 siswa (32,1%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan media komik terhadap peningkatan PHBS siswa. Media komik efektif meningkatkan PHBS karena menyajikan informasi kesehatan melalui kombinasi gambar dan cerita yang menarik sehingga memudahkan siswa memahami, mengingat, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media komik dapat menjadi alternatif media pendidikan kesehatan yang efektif untuk meningkatkan PHBS pada anak usia sekolah dasar.
NEUROPATI PERIFER SEBAGAI PREDIKTOR ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Rahmad wahyudi; Luluk Fauziyah Januarti; Sofi Yulianto; Achmad Zahirul Ardhi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1442

Abstract

Latar Belakang: Tingginya prevalensi Luka ulkus yang merupakan komplikasi akibat diabetes mellitus karena kerusakan saraf ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam jangka panjang, yang disebabkan penurunan sensasi pada kaki akibat gangguan sirkulasi darah, neuropati perifer. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan neuropati dengan luka ulkus diabetik Metode: Penelitian ini merupakan jenis studi analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 68 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian diuji menggunakan uji statistik Pearson dengan tingkat signifikansi α = <0,05 melalui program SPSS. Instrumen penelitian ini menggunakan Bates-Jansen Wound Assessment Tool (BJWAT). Sementara itu, untuk mengukur neuropati perifer, digunakan Diabetes Neuropathy Symptom (DNS) Penelitian ini dilakukan di Wound Center Madura. Hasil: Hasil uji korelasi Pearson dengan taraf kesalahan (α) = 0,05, diperoleh nilai p = 0,000. Ini berarti ada hubungan signifikan antara neuropati perifer dengan luka ulkus. Kesimpulan: Neuropati perifer berperan sebagai faktor risiko utama karena menyebabkan gangguan sensasi sehingga meningkatkan kerentanan terhadap trauma dan pembentukan ulkus. Skrining neuropati secara berkala diperlukan sebagai strategi pencegahan komplikasi kaki diabetik.
PENGARUH FOOT HYDROTHERAPY SERAI (CYMBOPOGON CITRATUS) TERHADAP NYERI MUSCULOSKELETAL PADA TENAGA KERJA PABRIK DUPA UD.MAHA DEWA Putu Milda Putri Ariasti; Ni Rai Sintya Agustini; Ni Putu Indah Rosita
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1448

Abstract

Latar Belakang: Nyeri musculoskeletal ialah suatu keluhan kesehatan kerja yang kerap dirasakan tenaga kerja akibat aktivitas kerja manual yang berulang serta postur kerja yang tidak ergonomis. Tujuan: Guna mengetahui “pengaruh foot hydrotherapy serai (Cymbopogon citratus) terhadap nyeri musculoskeletal pada tenaga kerja pabrik dupa UD.Maha Dewa” Metode: Studi berikut memakai metode kuantitatif pada desain pra-exsperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel jumlahnya 54 orang, ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang dipakai ialah Nordic Body Map (NBM), dengan intervensi foot hydrotherapy serai hingga 15–20 menit semasa 5 hari berturut-turut, dianalisa memakai Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebagian besar peserta melaporkan merasakan nyeri sedang hingga berat (masing-masing 51,9% dan 48,1%) sebelum intervensi. Sebagian besar peserta tidak merasakan nyeri sama sekali (50%) ataupun hanya merasakan ketidaknyamanan yang sangat ringan (42,6%), dengan hanya 7,4% yang melaporkan nyeri sedang yang masih berlanjut setelah intervensi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan skor Z sebesar -6,524 dan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat “pengaruh signifikan pemberian foot hydrotherapy serai (Cymbopogon citratus) terhadap penurunan nyeri musculoskeletal pada tenaga kerja pabrik dupa UD.Maha Dewa
RELATIONSHIP BETWEEN COMMUNITY KNOWLEDGE OF TUBERCULOSIS AND TUBERCULOSIS TRANSMISSION PREVENTION PRACTICES IN THE WORKING AREA OF GOLAGO KUSUMA PUBLIC HEALTH CENTER Yohanes Tri Anggoro Yohanes Tri Anggoro; Dion Kunto Adi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1451

Abstract

Abstract Background: Community participation in adopting preventive behaviors plays an important role in controlling tuberculosis (TB) transmission at the primary healthcare level. Aim: To analyze the relationship between community knowledge and tuberculosis transmission prevention practices in the Golago Kusuma Public Health Center service area. Method: This quantitative study employed a cross-sectional design involving 110 respondents selected using accidental sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using descriptive statistics and the Chi-square test with a significance level of α = 0.05. Results: Most respondents had a moderate level of knowledge (40.0%), while tuberculosis transmission prevention practices were also predominantly at a moderate level (46.4%). The Chi-square test showed a statistically significant relationship between community knowledge and tuberculosis transmission prevention practices (χ² = 99.282; p < 0.001). Respondents with higher levels of knowledge tended to demonstrate better prevention practices. Conclusion: Community-based health education needs to be strengthened to improve prevention practices and support more effective tuberculosis control at the primary healthcare level. Keywords: Tuberculosis, Community Knowledge, Prevention Practices
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRHIZA) TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA TENAGA KERJA KULI PANGGUL GERABAH DI CV PUSPA JEMBRANA. Ni Made Kusuma Negari; Ni Rai Sintya Agustini; Putu Ayu Lestarini
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1452

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami tenaga kerja kuli panggul akibat aktivitas mengangkat beban berat secara berulang dan postur kerja yang tidak ergonomis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi mengurangi nyeri adalah kompres hangat temulawak (Curcuma xanthorrhiza) karena memiliki efek analgesik dan antiinflamasi.Tujuan:Menganalisis efektivitas pemberian kompres hangat temulawak terhadap penurunan skala nyeri punggung bawah pada tenaga kerja kuli panggul gerabah di CV Puspa Jembrana.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi diberikan selama 20 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, 94,2% responden mengalami nyeri sedang dan 5,8% mengalami nyeri berat. Setelah intervensi, 92,3% responden mengalami nyeri ringan dan 7,7% mengalami nyeri sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,001, yang menandakan terdapat penurunan skala nyeri yang signifikan setelah pemberian kompres hangat temulawak.Kesimpulan: Kompres hangat temulawak efektif menurunkan skala nyeri punggung bawah pada tenaga kerja kuli panggul gerabah sehingga dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG BANJARBARU putri hilal; Atika Zahria Arisanti; Kartika Adyani
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1453

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin sehingga diperlukan deteksi dini melalui pelayanan antenatal care (ANC). Pengetahuan ibu hamil mengenai kehamilan risiko tinggi berperan penting dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor risiko, tanda bahaya kehamilan, dan upaya pencegahan komplikasi. Tujuan : untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil trimester I tentang kehamilan risiko tinggi di Poli Klinik Kandungan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester I yang melakukan kunjungan ANC di Poli Klinik Kandungan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru selama periode penelitian. Sampel berjumlah 76 responden yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia berisiko (<20 tahun atau >35 tahun) sebanyak 45 responden (59,2%), berpendidikan menengah hingga tinggi sebanyak 47 responden (61,8%), multigravida sebanyak 39 responden (51,3%), dan tidak bekerja sebanyak 42 responden (55,3%). Tingkat pengetahuan ibu hamil trimester I tentang kehamilan risiko tinggi sebagian besar berada pada kategori baik, yaitu 51 responden (67,1%), sedangkan 25 responden (32,9%) memiliki pengetahuan kurang. Kesimpulan: sebagian besar ibu hamil trimester I memiliki pengetahuan yang baik mengenai kehamilan risiko tinggi, namun edukasi mengenai faktor risiko dan tanda bahaya kehamilan tetap perlu ditingkatkan melalui pelayanan ANC agar deteksi dini komplikasi kehamilan dapat dilakukan secara optimal.