cover
Contact Name
Minanton
Contact Email
Minanton@ikbis.ac.id
Phone
+6285256365693
Journal Mail Official
e-journal@ikbis.ac.id
Editorial Address
Jl. Medokan Semampir Indah No. 27, Kel. Medokan Semampir Kec. Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60119
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK)
ISSN : -     EISSN : 27758958     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK) is the official journal of the Nursing Study Program of the Institute of Health and business Surabaya (IKBIS Surabaya). This journal is an open-access journal, peer-reviewed, and published every 6 months (January and July) with a minimum of 5 articles per issue. Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer aims to promote the research papers of clinical nurses, lecturers, and nursing students and contribute to the development of nursing science from the Indonesian perspective. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) focuses on nursing fields (Medical Surgery, Emergency, Child, Maternity, Mental, Gerontic, Management, Family and Community) and specifically related to the learning process and curriculum development, complementary therapy, innovation, the current trends, and issues in nursing. Jurnal penelitian keperawatan kontemporer (JPKK) accepts research articles (quantitative, qualitative, and mix-method) as well as literature reviews. JPKK does not accept articles that have been or are being published in other journals.
Articles 231 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS Denis Farida; Heri Nur Cahyanto; Ariska Putri Hidayatillah; Putri Pamungkas; Octo Zulkarnain
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1455

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Ulkus kaki diabetik (UKD) merupakan komplikasi kronis yang paling serius pada pasien Diabetes Melitus (DM) dan menjadi penyebab utama morbiditas, amputasi ekstremitas bawah, serta penurunan kualitas hidup. Prevalensi UKD di Indonesia mencapai 15%, dengan angka amputasi 30% dan angka mortalitas 32%. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian UKD, namun masih diperlukan bukti empiris yang komprehensif. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ulkus kaki diabetik pada pasien Diabetes Melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 96 pasien di wilayah kerja Puskesmas Keputih yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan rekam medis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian UKD adalah lama menderita DM ≥5 tahun (p = 0,009), kadar HbA1c buruk (>8%) (p = 0,009), obesitas (p = 0,001), neuropati sensorik (p = 0,000), perawatan kaki kurang (p = 0,000), dan kepatuhan kunjungan berobat (p = 0,000). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian UKD adalah kepatuhan kunjungan berobat (OR = 8,95). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita DM, kadar HbA1c, obesitas, neuropati sensorik, perawatan kaki, dan kepatuhan kunjungan berobat dengan kejadian ulkus kaki diabetik. Faktor kepatuhan kunjungan berobat merupakan faktor yang paling dominan.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENYEGARAN KETERAMPILAN INTRAVENOUS INSERTION TERHADAP FIRST-ATTEMPT SUCCESS RATE PADA PERAWAT DAN BIDAN DI MAYAPADA HOSPITAL SURABAYA Maulana Yusuf; Panji Putro Pamungkas; Bambang Riyawan; Ayu Dina Nurmilsari
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1456

Abstract

Latar Belakang: Pemasangan infus perifer IV (intravenous insertion) merupakan tindakan invasif yang paling sering dilakukan di rumah sakit. Keberhasilan pada tusukan pertama (first-attempt success rate) adalah indikator mutu pelayanan yang berdampak langsung pada keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi biaya perawatan. Kegagalan berulang meningkatkan risiko komplikasi dan trauma pada pasien. Oleh karena itu, diperlukan program penyegaran keterampilan secara berkala bagi tenaga kesehatan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis efektivitas program penyegaran keterampilan (skill refreshment) IV insertion terhadap first-attempt success rate pada perawat dan bidan di Mayapada Hospital Surabaya. Metode Penelitian menggunakan desain Quasi-Experimental dengan rancangan Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian yaitu 300 data tindakan pemasangan infus yang memenuhi kriteria inklusi, diambil pada dua periode: April–Juni 2025 (tahap pre-intervention) dan April–Juni 2026 (tahap post-intervention). Intervensi berupa program penyegaran keterampilan yang mencakup edukasi teori, demonstrasi, simulasi, dan return demonstration. Data dikumpulkan melalui lembar observasi terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada angka keberhasilan first-attempt success rate setelah dilakukan program penyegaran keterampilan. Kelompok pre-intervention, angka keberhasilan tercatat sebesar 91,7% sedangkan pada kelompok post-interventionmenjadi 93,62% Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat peningkatan pada keberhasilan pemasangan infus sebelum dan sesudah program diberikan. Kesimpulan: Program penyegaran keterampilan IV insertion efektif dalam meningkatkan first-attempt success rate pada perawat dan bidan di Mayapada Hospital Surabaya. Program ini direkomendasikan sebagai bagian dari pelatihan kompetensi berkelanjutan untuk meningkatkan standar mutu asuhan keperawatan dan keselamatan pasien.
EFIKASI PELATIHAN SIMULASI MEGACODE TERHADAP KOMPETENSI KLINIS DAN CRISIS RESOURCE MANAGEMENT (CRM) PERAWAT DALAM RESUSITASI JANTUNG PARU: SEBUAH SCOPING REVIEW Panji Putro Pamungkas
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1457

Abstract

Latar Belakang: Kejadian henti jantung di rumah sakit (In-Hospital Cardiac Arrest) menuntut respons tim yang cepat, terkoordinasi, dan kompeten. Simulasi Megacode dianggap sebagai standar emas karena mampu mengintegrasikan keterampilan teknis (psikomotor) dengan keterampilan non-teknis. Pemetaan literatur yang komprehensif diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas metode ini dalam memitigasi penurunan kemampuan perawat. Tujuan: Menelaah dan memetakan bukti ilmiah terkait efikasi pelatihan simulasi Megacode terhadap kompetensi klinis, keterampilan non-teknis (Crisis Resource Management), instrumen evaluasi yang digunakan, serta fenomena retensi kemampuan perawat di tatanan rumah sakit. Metode: Scoping review ini disusun berdasarkan kerangka kerja PRISMA-ScR (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses for Scoping Reviews). Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, SciELO, dan ScienceDirect untuk artikel open-access berbahasa Inggris dan Indonesia dalam rentang waktu 10 tahun terakhir (2014–2024). Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola efikasi dan hambatan implementasi. Hasil: Dari sepuluh studi yang dianalisis (N=10), ditemukan bahwa simulasi Megacode meningkatkan skor kompetensi psikomotor dan kepatuhan terhadap algoritma ACLS secara signifikan (p < 0,05). Dalam aspek non-teknis, pelatihan ini secara efektif meningkatkan efikasi diri, kepemimpinan, dan komunikasi dalam tim. Namun, seluruh studi melaporkan adanya degradasi kemampuan (skills decay) yang signifikan mulai bulan ke-3 hingga ke-6 pasca-pelatihan. Implementasi metode Unannounced Mock Codes dan pendekatan Low-Dose High-Frequency (LDHF) terbukti lebih efektif dalam memangkas waktu respons (response time) dari rata-rata 3 menit menjadi di bawah 90 detik dibandingkan pelatihan tahunan konvensional. Kesimpulan: Simulasi Megacode sangat efektif untuk meningkatkan kesiapan resusitasi, namun efikasinya bersifat sementara jika tidak didukung dengan program penyegaran berkelanjutan.
PENERAPAN BALUTAN MODERN BERBASIS SILVER- CHARCOAL (CONKOCHAR AG) PADA PERAWATAN ULKUS VENA KRONIS: SEBUAH LAPORAN KASUS Octo Zulkarnain; Heri Nur Cahyanto; Denis Farida; Ariska Putri Hidayathillah; Alpian Jayadi; PUTRI PAMUNGKAS
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1459

Abstract

Latar Belakang: Ulkus vena kronis merupakan komplikasi lanjut dari insufisiensi vena kronis (chronic venous insufficiency/CVI) yang ditandai dengan luka sulit sembuh, eksudat berlebih, malodor, dan risiko infeksi berulang sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Balutan modern berbasis silver-charcoal seperti ConkoChar Ag dikembangkan untuk menangani biofilm, malodor, dan eksudat secara bersamaan melalui prinsip DIMES (Debridement, Infection control, Moisture balance, Edge management, Supportive therapy). Tujuan: Melaporkan hasil penerapan protokol perawatan luka modern menggunakan ConkoChar Ag, Hydrogel, dan Silver Spray pada pasien dengan ulkus vena kronis di regio kruris. Metode: Studi kasus deskriptif prospektif subjek tunggal dilakukan pada Ny. W, perempuan usia 76 tahun dengan ulkus vena kronis pada maleolus medialis dan lateralis dekstra yang telah berlangsung 12 tahun. Perawatan luka dilakukan dua kali seminggu selama 15 hari (Hari ke-0 sampai Hari ke-15), meliputi debridement, manajemen infeksi, manajemen kelembapan- eksudat, manajemen tepi luka, kompresi, dan offloading. Evaluasi meliputi ukuran luka, komposisi jaringan, eksudat, malodor, tanda infeksi, nyeri (VAS), dan kualitas hidup pasien. Hasil: Setelah 15 hari perawatan, ukuran ulkus pada maleolus medialis mengecil dari 8×3,5×0,5 cm menjadi 7×3×0,5 cm (reduksi luas ±25%), persentase epitelisasi meningkat dari 5% menjadi 10%, eksudat menurun dari sedang menjadi ringan, malodor menghilang, dan tanda infeksi tidak lagi ditemukan. Pasien dapat menjalankan aktivitas harian dengan baik tanpa keluhan nyeri bermakna (VAS 3). Kesimpulan: Penerapan ConkoChar Ag yang dikombinasikan dengan Hydrogel dan Silver Spray dalam kerangka DIMES menunjukkan perbaikan klinis pada ulkus vena kronis berupa pengecilan ukuran luka, peningkatan jaringan granulasi/epitelisasi, serta hilangnya malodor dan tanda infeksi dalam 15 hari perawatan.
PENGARUH EDUKASI PRE OPERASI PADA KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI HERNIA DI RSUD WEDA susandi m. djen
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1460

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan respons emosional yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan, termasuk operasi hernia. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis pasien serta berpotensi menghambat proses pemulihan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan kecemasan adalah pemberian edukasi preoperasi yang terstruktur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi preoperasi terhadap tingkat kecemasan pasien preoperasi hernia di RSUD Weda. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah pemberian edukasi preoperasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebelum diberikan edukasi preoperasi, sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (47,4%) dan kecemasan berat (26,3%). Setelah diberikan edukasi, sebagian besar responden berada pada kategori cemas ringan (47,4%) dan tidak cemas (31,6%). Rata-rata skor kecemasan menurun dari 24,84 ± 6,12 menjadi 15,37 ± 5,21 dengan penurunan sebesar 9,47 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -5,382 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi preoperasi terhadap penurunan kecemasan pasien preoperasi hernia. Kesimpulan: Edukasi preoperasi terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien preoperasi hernia di RSUD Weda. Pemberian edukasi yang terstruktur dapat meningkatkan pengetahuan, kesiapan psikologis, dan kemampuan koping pasien dalam menghadapi tindakan pembedahan sehingga direkomendasikan sebagai bagian integral dalam pelayanan keperawatan perioperatif.
Implementasi Latihan Batuk Efektif dalam Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Anak dengan ISPA di Poli Anak RSUD Jailolo Nur Kayawati Daisha; Mokhtar Jamil
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1461

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak dan masih menjadi penyebab tingginya angka kesakitan. ISPA dapat menyebabkan peningkatan produksi sekret pada saluran pernapasan sehingga menimbulkan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Kondisi tersebut ditandai dengan batuk tidak efektif, sputum sulit dikeluarkan, ronki atau wheezing, peningkatan frekuensi napas, serta gangguan pola napas yang dapat menghambat ventilasi dan menurunkan kenyamanan anak. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk membantu mengatasi masalah tersebut adalah latihan batuk efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil implementasi latihan batuk efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan ISPA di Poli Anak RSUD Jailolo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien anak yang mengalami ISPA dengan diagnosis keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Implementasi dilakukan selama tiga hari melalui identifikasi kemampuan batuk, pemantauan retensi sputum, pemberian posisi semi-Fowler, edukasi dan demonstrasi latihan batuk efektif, serta kolaborasi pemberian terapi sesuai program medis. Hasil implementasi menunjukkan adanya perbaikan bersihan jalan napas pada kedua pasien. Pada pasien 1, batuk menjadi lebih efektif, produksi sputum berkurang, ronki menghilang, frekuensi napas menurun dari 28 kali/menit menjadi 24 kali/menit, dan saturasi oksigen meningkat dari 97% menjadi 99%. Pada pasien 2, batuk menjadi lebih efektif, produksi sputum menurun, ronki dan wheezing menghilang, frekuensi napas menurun dari 30 kali/menit menjadi 24 kali/menit, serta saturasi oksigen meningkat dari 96% menjadi 99%. Berdasarkan indikator luaran Bersihan Jalan Napas, masalah keperawatan pada kedua pasien dinyatakan teratasi. Implementasi latihan batuk efektif dapat membantu mempertahankan kepatenan jalan napas, memperbaiki fungsi respirasi, dan meningkatkan kenyamanan anak dengan ISPA sehingga dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri dalam praktik keperawatan. Kata kunci: Infeksi Saluran Pernapasan Akut, ISPA, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Latihan Batuk Efektif, Asuhan Keperawatan.
HUBUNGAN HUBUNGAN GAYA HIDUP DAN RELIGIUNITAS DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA DI SURABAYA: Gaya Hidup; Religiunitas; Perilaku Seks Pranikah eko budi santoso
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1465

Abstract

Dunia yang berkembang dengan pesat dan didukung dengan semangkin canggihnya teknologi informasi memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap terjadinya penyimpangan perilaku yang banyak melanda para remaja yang masih mencari jati diri. Pergaulan remaja di Era Melenium ini tidak bisa disamakan dengan pergaulan remaja sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Salah satu cermin dapat dilihat dari perkembangan sinetron remaja sekarang jauh lebih eksplisit menampilkan adegan-adegan bermesraan dan cara pacaran remaja sekarang tidak cukup hanya sebatas bergandengan tangan, tetapi sudah jauh dari itu, berpelukan, berciuman bahkan sampai berhubungan seksual. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di Surabaya. Metode: metode penelitian menggunakan metode cross sectional. Sampel nya adalah seluruh siswa siswi SMK X di Surabaya yang berjumlah 159. Pemilihan sampel dengan cara purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian adalah Variabel gaya hidup dan faktor religius. Variabel dependen dalam penelitian adalah perilaku seks pranikah pada remaja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data diuji dengan Spearman’s Rho (α=0,05). Hasil: gaya hidup (p=0,326), religiusitas terdapat hubungan dengan perilaku seks pranikah remaja (p=0,005). Bercermin pada sebuah variabel religiunitas berkontribusi sebagai bagian dari perilaku seks pranikah. Maka adanya penekanan pada pelayanan kesehatan yang lebih aktif dalam melakukan promosi dan preventif pada remaja akibat dari perilaku seks pranikah pada remaja
ANALYSIS OF FACTORS RELATED TO HEMOGLOBIN (Hb) LEVELS IN PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS (HD) AT BHAYANGKARA HOSPITAL SURABAYA Singgih; Ariska Putri
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1468

Abstract

Kidney failure (CKD) is a disease that results in reduced kidney function. One of the complications of CKD is anemia. Anemia caused by decreased erythropoietin, shortened red blood cell life span, gastrointestinal bleeding due to toxic irritation and blood loss during hemodialysis. The research design used is correlational research. The type of research used is a cross-sectional study. The population of this study was 60 patients undergoing hemodialysis at Bhayangkara Hospital Surabaya who experienced anemia in the hemodialysis room at Bhayangkara Hospital Surabaya. Sampling used a probability sampling technique, namely proportionate stratified random sampling. The instrument in this research is a checklist sheet. The independent variables in this study include the length of time the patient underwent hemodialysis, the patient's nutritional status and HD adequacy. The data analysis used was the Rank - spearmen test. The research results from 60 respondents, the majority (38.3%) underwent HD for 6 - 8 years. The nutritional status of most patients (67%) was normal. The HD adequacy rate achieved in the hemodialysis room was 40 respondents (67%). The spearmen's rank test calculated significantly the patient's nutritional status, and the achievement of HD adequacy with Hb levels with a p-value of 0.000 (a < 0.05), which means there is a relationship between nutritional status and the achievement of HD adequacy and the Hb levels of patients undergoing hemodialysis at Bhayangkara Hospital, Surabaya. So it is stated that H0 is rejected and Ha is accepted. Then, for the length of HD factor, calculated using the Spearman's rank test, the p-value was 0.18 (a > 0.05), which means there is no relationship with the Hb level of patients undergoing HD at Bhayangkara Hospital, Surabaya, so it is declared that H0 is accepted and Ha is rejected. The conclusion of this research is that nutritional status and HD adequacy factors have a significant relationship with Hb levels in the Hemodialysis Room at Bhayangkara Hospital, Surabaya. It is hoped that this research can be applied by researchers with related parties (research sites).
Pengaruh Pemberian Kompres Dingin Daun Mint Terhadap Nyeri Kaki Bawah Pada Pedagang Kaki Lima Di Pasar Ijo Gading Rizka Wulan Aliandini; I Ketut Andika Priastana; Eka Lutfiatus Solehah
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1469

Abstract

Latar Belakang: Nyeri kaki bawah merupakan salah satu keluhan nyeri muskuloskeletal yang sering dialami oleh pedagang kaki lima akibat aktivitas berdiridalam waktu lama dan kondisi kerja yang tidak ergonomis. Kondisi ini dapat menurunkan kenyamanan, produktivitas, serta kualitas hidup. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah kopres dingin daun mint yang memiliki efek analgesik dan relaksasi. Tujuan: Mengidentifikasi pengaruh pemberian kompres dingin daun mint terhadap nyeri kaki bawah pada pedagang kaki lima di pasar ijo gading. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah pre-ekperimental dengan pendekatan one grup pretest-posttest. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 57 responden. Variabel independen adalah kompres dingin daun minta dan variabel dependen adalah nyeri kaki bawah. Pengumpulan data menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan <0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nyeri sebelum intervensi adalah 2,00 dan setelah intervensi menurun menjadi 1,00. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value <0,001, yang menunjukan adanya pengaruh signifikan kompres dingin daun mint terhadap penurunan nyeri kaki bawah pada pedagang kaki lima. Kesimpulan: Kompres dingin daun mint memberikan efek dingin melalui kandungan menthol yang dapat menurunkan persepsi nyeri, mengurangi ketegangan otot, serta meningkatkan sirkulasi darah. Terapi ini mudah dilakukan, aman, dan dapat dijadikan alternatif dalam manajemen nyeri nonfarmakologis.
Pengaruh Kompres Rebusan Daun Kelor Terhadap Intensitas Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Batu Bata Merah Septi Selvyana; I Ketut Andika Priastana; Ni Putu Indah Rosita
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1470

Abstract

Pendahuluan: Nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh pekerja dengan aktivitas fisik berat, seperti pekerja batu bata merah. Posisi kerja yang tidak ergonomis, gerakan berulang, serta beban kerja yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri punggung bawah yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kualitas hidup. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah kompres hangat rebusan daun kelor yang memiliki efek antiinflamasi dan relaksasi otot. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat rebusan daun kelor terhadap intensitas nyeri punggung bawah pada pekerja batu bata merah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja batu bata merah di Desa Tegal Badeng Barat dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi diberikan 1 kali selama 5 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan < 0,05. Hasil : hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri punggung bawah setelah pemberian kompres hangat rebusan daun kelor. Hasil analisis statistik menunjukkan terhadap pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri ( p < 0,05). Kesimpulan : Kompres rebusan daun kelor efektif dalam menurunkan intensitas nyeri punggung bawah pada pekerja batu bata merah sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan ekonomis dalam manajemen nyeri.