cover
Contact Name
Wenti Marlensi Maubana
Contact Email
wentimmaubana@gmail.com
Phone
+6285298710332
Journal Mail Official
journalmagnetic@gmail.com
Editorial Address
Jln. Veteran No. 1-3 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Published by Universitas San Pedro
ISSN : -     EISSN : 27758583     DOI : -
Core Subject : Science,
Magnetic adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas San Pedro, yang fokus pada bidang fisika dan penerapannya. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian yang terkait dengan bidang fisika dan aplikasi terapan atau penerapannya. Beberapa pengetahuan khusus yang diterima adalah: Geofisika, Fisika Material, Astronomi, Astrofisika, Fisika Komputasi, Fisika Instrumentasi, Studi Fisika Teoritis, Fisika Nuklir, Fisika Medis, Biofisika dan Pendidikan Fisika.
Articles 123 Documents
Identifikasi  Zona  Akuifer Karst Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas di Daerah Baumata Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur Melania Mamul; Abdul Wahid; Jonshon Tarigan; Hadi Imam Sutaji
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.839

Abstract

Kawasan karst memiliki potensi air tanah yang cukup besar, namun keberadaan akuifer umumnya sulit teridentifikasi karena sistem aliran air berkembang melalui rekahan dan rongga batu gamping. Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang merupakan kawasan karst yang memanfaatkan mata air dan sumur sebagai sumber air bersih, namun informasi mengenai letak dan pola penyebaran akuifer di bawah permukaannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona akuifer karst berdasarkan nilai resistivitas serta menganalisis pola penyebaran akuifer di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger dengan lima titik sounding dan panjang bentangan masing-masing 300 m. Data hasil pengukuran berupa arus kuat dan beda potensial diolah menggunakan perangkat lunak IP2WIN melalui inversi satu dimensi (1D), kemudian dikorelasikan menjadi penampang dua dimensi (2D) untuk menginterpretasikan kondisi bawah permukaan dan pola penyebaran akuifer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistivitas bawah permukaan berkisar antara 11,7 ?m hingga 15.774 ?m. Zona akuifer karst ditunjukkan oleh nilai resistivitas rendah sebesar 11,7–74,5 ?m yang teridentifikasi pada seluruh titik sounding.
Simulasi Hybrid Differential Evolution dan Particle Swarm Optimization untuk Tuning Pid pada Pengaturan Suhu Inkubator Priskalia Grasiana Nur; Ali Warsito; Laura Anastasi Seseragi Lapono
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.845

Abstract

Pengaturan suhu inkubator yang stabil dan presisi sangat penting untuk menjaga kondisi bayi prematur yang sensitif terhadap perubahan suhu. Namun, ketidakstabilan suhu akibat pengaruh lingkungan serta keterbatasan tuning PID konvensional dapat menyebabkan respons sistem kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan simulasi tuning parameter PID menggunakan metode Hybrid Particle Swarm Optimization–Differential Evolution (PSO-DE). Sistem inkubator dimodelkan sebagai sistem termal orde satu dan disimulasikan menggunakan MATLAB. Optimasi parameter PID dilakukan menggunakan metode PSO, DE, dan Hybrid PSO-DE dengan 10 kali percobaan untuk setiap metode. Kinerja sistem dievaluasi menggunakan indeks Integral of Time-weighted Absolute Error (ITAE). Hasil menunjukkan bahwa Hybrid PSO-DE menghasilkan nilai ITAE terbaik sebesar 0.4167, diikuti DE sebesar 0.4193 dan PSO sebesar 2.2599. Selain itu, Hybrid PSO-DE memiliki tingkat konsistensi tertinggi dengan keberhasilan menemukan solusi optimal pada 80% percobaan, dibandingkan DE 40% dan PSO 20%. Hasil ini menunjukkan bahwa Hybrid PSO-DE lebih andal untuk tuning PID pada sistem pengendalian suhu inkubator.
Studi Analisis Curah Hujan Rencana Berdasarkan Distribusi Log Pearson Type III di Kota Kupang Lilis Selly; Abdul Wahid; Hede Mangngi Uly; Ali Warsito
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.848

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai studi analisis curah hujan rencana berdasarkan distribusi Log Pearson Type III di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data curah hujan harian dengan rentang waktu 10 tahun (2015 – 2024) yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi El Tari Kupang (BMKG). Perhitungan hasil analisis curah hujan rencana menggunakan distribusi yang sesuai yaitu distribusi Log Pearson Type III dengan curah hujan rencana periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Dengan hasil yang didapatkan setiap kala periode ulang yaitu 1405.03 mm, 1856.52 mm, 2202.62 mm, 2696.55 mm, 3107.99 mm, dan 3558.86 mm. sehingga berdasarkan grafik trend curah hujan berdasarkan periode ulang maka didapatkan pola kurva yang terbentuk menunjukkan kenaikan yang relatif halus dan konsisten pada skala logaritmik. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan analisis frekuensi yang tepat sebagai dasar perencanaan sistem drainase dengan pengendalian banjir di Kota Kupang.
Analisis Regresi Linear dalam Mendeteksi Kematian Bakteri Escherichia coli Berdasarkan Spektroskopi Impedansi Listrik dan Spektrofotometri Pasca Stres Termal Beatrix Violeta; Wahyu Sugiyanto; Argawi Kandito
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.861

Abstract

Analisis viabilitas bakteri Escherichia coli penting untuk memahami respons sel terhadap stres termal, khususnya terkait mekanisme kerusakan membran dan kematian sel. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kematian bakteri Escherichia coli akibat paparan stres termal menggunakan pendekatan multimodal yang mengintegrasikan parameter elektrik dari Spektroskopi Impedansi Listrik (SIL) dan optik dari spektrofotometri OD260 melalui model Multiple Linear Regression (MLR). Penelitian menggunakan satu kultur bakteri yang dibagi menjadi empat kelompok perlakuan suhu (37°C, 45°C, 55°C, dan 65°C) selama 5 menit. Pengukuran SIL dan OD260 dilakukan sebanyak tiga kali pada setiap kelompok perlakuan, sedangkan metode Total Plate Count (TPC) digunakan sebagai ground truth. Data dianalisis menggunakan Google Colaboratory (Google Colab) melalui regresi linear sederhana untuk menentukan frekuensi impedansi terbaik, kemudian dikembangkan menjadi model regresi linear berganda dan divalidasi menggunakan nilai koefisien determinasi (R²) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu menurunkan populasi bakteri hidup yang diikuti oleh peningkatan nilai OD260 dan penurunan nilai impedansi. Model parameter tunggal menghasilkan nilai R² sebesar 0,9784 untuk OD260 dan 0,9180 untuk impedansi, sedangkan model multimodal meningkatkan performa menjadi R² = 0,9936 dengan RMSE = 0,1329. Peningkatan nilai R² dan rendahnya RMSE menunjukkan bahwa integrasi parameter elektrik dan optik melalui regresi multimodal meningkatkan akurasi prediksi dibandingkan model parameter tunggal dalam mengidentifikasi fase kematian bakteri secara presisi.
Optimasi Konsentrasi Bakteri Escherichia coli Berdasarkan Data Gabungan Spektrofotometri dan Spektroskopi Impedansi Listrik (SIL) Menggunakan Regresi Linier Ajeng Ayu Priyaniti; Wahyu Sugianto; Argawi Kandito
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.864

Abstract

Pengukuran konsentrasi bakteri yang cepat dan akurat adalah aspek penting dalam berbagai aplikasi bioteknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan parameter listrik dalam bentuk Spektroskopi Impedansi Listrik (SIL) dan parameter optik dalam bentuk kerapatan optik (OD600) untuk meningkatkan akurasi prediksi konsentrasi bakteri. Sampel E. coli ATCC 25922 disiapkan dalam tujuh tingkat konsentrasi (5%, 10%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%), dan setiap konsentrasi diukur sebanyak tiga kali pengulangan menggunakan spektrofotometer UV–Vis pada 600 nm dan sistem SIL pada rentang frekuensi 1 Hz–100 kHz, dengan Total Plate Count (TPC) sebagai data acuan. Metode yang digunakan adalah fusi data melalui model Regresi Linier Berganda (MLR) untuk model gabungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi 60 kHz adalah titik optimal karena berada dalam zona relaksasi beta (?-dispers), yang memberikan linearitas terbaik untuk populasi bakteri. Secara individu, OD600 memiliki nilai R2 sebesar 0,9452 dan impedansi memiliki nilai R2 sebesar 0,8327. Integrasi kedua parameter meningkatkan nilai R2 menjadi 0.9457, terdapat pengurangan signifikan dalam tingkat kesalahan prediksi. Model OD600  memberikan R² = 0,9452 dan RMSE = 0,0982 Log CFU/mL, sedangkan model impedansi memberikan R² = 0,8327 dan RMSE = 1762,84 ?. Integrasi kedua parameter menghasilkan R² = 0,9457 dan RMSE = 0,3094 Log CFU/mL, menunjukkan peningkatan stabilitas model dan penurunan kesalahan estimasi dibandingkan penggunaan impedansi tunggal.Penurunan RMSE membuktikan bahwa kombinasi data bio-optik (massa sel) dan data bio-elektrik (integritas membran) dapat mengurangi noise dan menutupi keterbatasan masing-masing sensor. Penelitian ini berhasil merumuskan persamaan regresi gabungan y = (-2.21 x 10-5 x Imp) + (3.29 x OD) + 8.28, yang menghasilkan model estimasi konsentrasi bakteri yang lebih stabil dan menunjukkan kesesuaian yang baik terhadap nilai TPC sebagai data acuan.
Analisis Pengaruh Fenomena Enso Terhadap Curah Hujan di Kota Kupang Zefanya Daniela; Hadi Imam Sutaji; Ryan Sudrajat P. Putra; Bernandus
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) terhadap variabilitas curah hujan di Kota Kupang serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan teori klimatologi. Data yang digunakan mencakup catatan curah hujan bulanan Kota Kupang dan Oceanic Niño Index (ONI) periode 2015–2024. Metodologi penelitian menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis komparatif, analisis anomali curah hujan, dan analisis korelasi Pearson dengan bantuan perangkat lunak Python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena ENSO memengaruhi variabilitas curah hujan di Kota Kupang, meskipun kekuatan hubungannya relatif lemah. Fase La Niña menghasilkan rata-rata curah hujan tertinggi sebesar 149 mm/bulan, dibandingkan dengan 136 mm/bulan pada fase El Niño dan 75 mm/bulan pada fase Normal. Analisis korelasi Pearson menunjukkan koefisien korelasi keseluruhan sebesar r = ?0,137, yang mengindikasikan hubungan negatif yang sangat lemah, sehingga ENSO berpengaruh terhadap variabilitas curah hujan di Kota Kupang, tetapi bukan merupakan faktor yang dominan. Secara umum, fase La Niña dikaitkan dengan peningkatan curah hujan, sedangkan pengaruh El Niño terhadap penurunan curah hujan tidak teramati secara konsisten sepanjang periode penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabilitas curah hujan di Kota Kupang dipengaruhi oleh ENSO, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor klimatologis lainnya.
Simulasi Pengaruh Kedalaman Tumor terhadap Distribusi Dosis Radiasi Menggunakan Model Atenuasi Eksponensial Berbasis Python Cahyani Frahmawati; Kadek Ayu Cintya Adelia
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.870

Abstract

Distribusi dosis radiasi merupakan faktor penting dalam perencanaan radioterapi karena menentukan keberhasilan penyampaian dosis terapeutik pada jaringan tumor sekaligus meminimalkan paparan terhadap jaringan sehat di sekitarnya. Salah satu faktor yang memengaruhi distribusi dosis adalah kedalaman tumor, yang berkaitan dengan proses atenuasi radiasi di dalam jaringan biologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kedalaman tumor terhadap distribusi dosis radiasi menggunakan simulasi numerik berbasis Python. Simulasi dilakukan dengan menerapkan model atenuasi eksponensial untuk merepresentasikan penurunan dosis terhadap kedalaman jaringan serta fungsi Gaussian untuk menggambarkan puncak distribusi dosis pada lokasi tumor. Variasi kedalaman tumor yang dianalisis meliputi 1 cm, 3 cm, 5 cm, dan 10 cm pada rentang kedalaman jaringan 0–15 cm dengan koefisien atenuasi sebesar 0,15 cm?¹. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan kedalaman tumor menyebabkan puncak distribusi dosis bergeser ke arah jaringan yang lebih dalam disertai penurunan intensitas dosis akibat proses atenuasi. Dosis relatif maksimum menurun dari 1,66 pada kedalaman tumor 1 cm menjadi 1,02 pada kedalaman 10 cm, atau mengalami penurunan sebesar 38,55% dibandingkan kondisi acuan. Visualisasi distribusi dosis yang dihasilkan mampu menggambarkan hubungan antara kedalaman tumor dan karakteristik penyebaran dosis radiasi secara jelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa model simulasi berbasis Python mampu merepresentasikan pengaruh kedalaman tumor terhadap distribusi dosis radiasi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran serta pendekatan awal dalam analisis dosimetri sebelum penerapan metode komputasi yang lebih kompleks.
Identifikasi Intrusi Air Laut pada Air Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Oenggaut Kecamatan Rote Barat Jager Dasroni Pandie Pandie; Abdul Wahid; Christine Mbiliyora; Hadi Imam Sutaji
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi litologi bawah permukaan serta menganalisis keberadaan dan tingkat intrusi air laut di Dusun Oenggaut, Desa Oenggaut, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan adalah geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Schlumberger menggunakan empat titik sounding dan panjang bentangan masing-masing 400 meter. Pengolahan dan interpretasi data dilakukan dengan perangkat lunak IP2WIN menggunakan inversi satu dimensi dan korelasi dua dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi bawah permukaan daerah penelitian didominasi oleh sedimen berupa gamping, pasir, dan batu pasir yang membentuk sistem akuifer dangkal hingga dalam. Nilai resistivitas batuan berkisar antara 3,32 ?m hingga 83928 ?m. Zona intrusi air laut ditandai dengan nilai resistivitas yang sangat rendah, yaitu antara 3,32 hingga 220 ?m, yang diinterpretasikan sebagai lapisan gamping yang tergenang air laut atau air payau. Intrusi air laut paling kuat terdeteksi pada titik sounding 3, diikuti oleh titik sounding 1, sedangkan titik sounding 2 dan 4 menunjukkan pengaruh intrusi yang lebih lemah dan bersifat terbatas. Pola intrusi yang tidak merata dipengaruhi oleh variasi jenis batuan, ketebalan lapisan gamping, kondisi hidrogeologi, serta faktor alam dan aktivitas manusia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola dan melindungi sumber air tanah di daerah pesisir Desa Oenggaut.
Analisis Spasiotemporal Kerapatan Sambaran Petir Jenis Cloud To Ground Berdasarkan Ketinggian dan Kepadatan Bangunan di Kota Kupang Tahun 2023-2025 juventus mangili; Abdul Wahid; Philips Bramantia Mudamakin; Albert Zicko Johannes
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.872

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang menganalisis pola spasiotemporal kerapatan sambaran petir Cloud to Ground (CG) berdasarkan faktor ketinggian dan kepadatan bangunan di Kota Kupang tahun 2023-2025. Data petir diperoleh dari Lightning Detector BMKG Stasiun Geofisika Kupang. Sebanyak 92.884 sambaran petir CG terekam selama periode tiga tahun dan dianalisis spasial menggunakan ArcGIS 10.8 dengan interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Untuk kepadatan bangunan, dikembangkan formula indeks tarikan petir untuk mengatasi bias luas wilayah pada analisis konvensional. Hasil menunjukkan bahwa kerapatan petir tidak berbanding lurus dengan ketinggian; kerapatan tertinggi (hingga 13.782 sambaran/km² pada tahun 2024) terjadi pada elevasi sangat rendah (<10 mdpl) di wilayah pesisir. Sebaliknya, terdapat hubungan hierarkis positif yang kuat antara kepadatan bangunan dan kerapatan petir, di mana wilayah dengan kepadatan sangat tinggi (pusat kota) secara konsisten memiliki kerapatan petir tertinggi (386,7 sambaran/km² pada tahun 2024). Formula indeks tarikan petir yang dikembangkan menunjukkan kinerja lebih representatif dibandingkan pendekatan konvensional dalam mengungkap peran bangunan sebagai atraktor petir. Penelitian ini menghasilkan peta kerawanan petir yang dapat digunakan sebagai acuan mitigasi bahaya petir di wilayah perkotaan pesisir tropis.
Analisis Sebaran Titik Panas dan Penurunan Kualitas Udara di Kota Palangka Raya Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Mahdana Mahdana; Reni Agustiani; Luqman Hakim; Agung Sudiono Abadi
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.874

Abstract

Studi ini mengkaji dampak kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah, selama periode bulan Juli hingga Oktober pada tahun 2022 dan 2023. Meskipun Kota Palangka Raya merupakan wilayah yang kaya akan hutan, kota ini sering mengalami kebakaran yang meningkatkan jumlah titik panas dan menurunkan kualitas udara, yang ditandai dengan tingginya konsentrasi PM 2.5. Dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG), studi ini menunjukkan adanya peningkatan pada jumlah titik panas yang sangat besar pada tahun 2023, di mana Kecamatan Sabangau menjadi wilayah yang paling terdampak. Kualitas udara, yang diukur berdasarkan Indeks Kualitas Udara (AQI), juga mengalami penurunan drastis pada tahun 2023, dengan banyaknya hari yang dikategorikan sebagai tidak sehat. Curah hujan menunjukkan korelasi negatif dengan konsentrasi PM 2.5 dengan kekuatan hubungan rendah hingga sedang. Hal ini disebabkan oleh efek higroskopis, luasnya lahan gambut, serta pembakaran di bawah permukaan tanah yang menghasilkan asap pekat saat terkena air, sehingga konsentrasi PM 2.5 justru meningkat.

Page 12 of 13 | Total Record : 123