cover
Contact Name
Imam Setyo Nugroho
Contact Email
imamsetyonugroho@lecture.utp.ac.id
Phone
+6282333848318
Journal Mail Official
proficio@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27753506     EISSN : 27753492     DOI : https://doi.org/10.36728/jpf.v2i2
Jurnal PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat dipublikasikan 2 kali dalam satu volume (tahun) yaitu pada bulan Januari dan Juli. Junal PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat berisi hasil pengabdian masyarakat sebagai implementasi pengembangan keilmuan kepada masyarakat dalam bidang: Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Dasar, Keolahragaan (prestasi, pendidikan, rekreasi),Teknologi Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 721 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DPT PADA BALITA DI DESA KARANG ASIH KECAMATAN CIKARANG UTARA BEKASI TAHUN 2026 Rohani Siregar; Ropahiyatul Kamal; Mayla Zakia; Mega Nada Aulia; Octaviani Fajri; PrismaLinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6710

Abstract

Imunisasi DPT adalah jenis vaksin dasar yang penting untuk melindungi bayi dari penyakit difteri, batuk rejan, dan tetanus. Pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi apakah anak menerima imunisasi DPT atau tidak. Kurangnya pemahaman tentang manfaat, jadwal, dan pentingnya vaksinasi bisa membuat anak-anak tidak mendapatkan vaksin secara lengkap. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi DPT berpengaruh terhadap pemberiannya pada balita di Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada tahun 2026. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pengabdian masyarakat di lapangan. Pengabdian masyarakat ini menggunakan 30 orang responden yang merupakan ibu-ibu yang memiliki anak balita dengan usia antara 0 hingga 2 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner, mengamati buku KIA/KMS, serta melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang vaksin imunisasi DPT. Analisis data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, yaitu 15 orang (50,0%), sedangkan 10 orang (33,3%) memiliki pengetahuan yang baik, dan 5 orang (16,7%) memiliki pengetahuan yang cukup. Sementara itu, ada 19 responden (63,3%) yang sudah mendapatkan imunisasi DPT secara lengkap, sedangkan 11 responden (36,7%) belum lengkap. Hasilnya menunjukkan bahwa ada kaitan antara tingkat pemahaman ibu tentang cara memberikan vaksin DPT kepada anak balita.
PERLUASAN EDUKASI OLAHRAGA REKREASI “STREET MINI 4 WD” DALAM MENANAMKAN MOVEMENT CULTURE PADA ANAK DI KLATEN Moch. Fahmi Abdul Azis; Mohamad Annas; Rahma Afdhilla Nasution; M. Panjalu Ardhi; Satya Perwira
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6711

Abstract

Pengabdian ini adalah pengabdian masyarakat oleh dosen. Pengabdian ini berkontribusi pada peningkatan kebugaran dan kesehatan masyarakat di Klaten melalui pembudayaan gerak melalui permainan street mini4WD. Diharapkan memberikan dampak pada Masyarakat di Klaten, karena dapat mengenalkan olahraga baru yang menyenangkan dan dapat meningkatkan kesadaran Gerak masyarakat. Selain itu, antusias peserta yang memainkan permainan ini khususnya yang baru pertama kali mencoba sangat antusias terhadap pengenalan olahraga baru. Dalam kegiatan ini, pengabdi mengenalkan permainan street mini4WD mulai dari peralatan, teknik menggiring hingga minirace. Metode yang digunakan berupa pelaksanaan kegiatan sosialisasi dengan melibatkan total 30 masyarakat di Kabupaten Klaten yaitu aktivitas fisik melalui permainan street mini 4WD dan informasi terkait manfaat permainan ini jika dimainkan secara rutin. Hasil kegiatan terdapat perubahan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang permainan baru street mini 4WD serta manfaat aktifitas fisik untuk tubuh. Kesimpulan kegiatan bermain street mini 4WD bersama terbukti efektif memberikan pemahaman tambahan bahwa permainan street mini 4WD dapat dijadikan pilihan untuk meningkatkan perilaku positif aktif bergerak bagi Masyarakat dan anak anak.
PENINGKATAN KESADARAN MENJAGA KEBUGARAN DAN CULTURE MOVEMENT MELALUI PERMAINAN REKREASI BERBASIS OLAHRAGA TENIS MEJA PADA SISWA SEKOLAH Moch. Fahmi Abdul Azis; Pandu Mulya Tirta; Bika Galang Akmaluddien; Martha Dwi Rosika; Anggi Rosiyatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6712

Abstract

Kegiatan ini merupakan program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen sebagai bentuk kontribusi dalam membentuk kebiasaan bergerak (movement culture) sejak usia dini melalui permainan rekreasi berbasis olahraga tenis meja pada siswa sekolah. Program ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi siswa di SD Negeri Wonoplembon 02 Semarang, khususnya dalam mengenalkan variasi olahraga yang menyenangkan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik. Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah yang dipimpin oleh Bapak Agus Sucipto, S.Pd., selaku Kepala Sekolah. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terutama bagi para siswa yang baru pertama kali mencoba olahraga ini. Dalam kegiatan ini, pengabdi mengenalkan dasar-dasar permainan tenis meja secara rekreatif, mulai dari pengenalan peralatan (bet dan bola), teknik dasar pukulan, hingga simulasi pertandingan persahabatan yang menyenangkan. Metode Metode yang digunakan adalah pelaksanaan sosialisasi dan pendampingan praktik langsung yang melibatkan siswa di lingkungan SDN Wonoplembon 02 Semarang. Fokus utama metode ini adalah pemberian informasi terkait manfaat kesehatan dari olahraga tenis meja jika dilakukan secara rutin, serta bagaimana olahraga ini dapat melatih koordinasi motorik anak melalui aktivitas fisik yang intens namun menghibur. Hasil dan Kesimpulan Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan pengetahuan dan pemahaman para siswa mengenai teknik dasar tenis meja serta manfaat pentingnya aktivitas fisik bagi pertumbuhan tubuh. Kesimpulannya, kegiatan bermain tenis meja bersama ini terbukti efektif dalam memberikan pemahaman tambahan bahwa olahraga tenis meja dapat dijadikan pilihan utama untuk meningkatkan perilaku positif dan budaya aktif bergerak (movement culture) bagi siswa di lingkungan sekolah dasar.
PENGENALAN LINGUISTIK FORENSIK DAN KEJAHATAN BERBAHASA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN LITERASI DIGITAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN DAAR EL-HUDA CURUG KABUPATEN TANGERANG J. Anhar Rabi Hamsah Tis’ah; Ahmad Suryadi; Tia Febrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6719

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas komunikasi daring di kalangan generasi muda, termasuk santri pondok pesantren. Di sisi lain, meningkatnya penggunaan media sosial juga diikuti oleh berbagai bentuk kejahatan berbahasa seperti ujaran kebencian, perundungan siber, penipuan daring, penyebaran hoaks, dan ancaman verbal yang memiliki konsekuensi hukum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman santri mengenai linguistik forensik, kejahatan berbahasa, serta etika komunikasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Program dilaksanakan di Pondok Pesantren Daar El-Huda Curug Kabupaten Tangerang dengan menggunakan pendekatan Participatory-Based Community Development. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, simulasi analisis kasus kebahasaan, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan terdiri atas 60 santri dan 15 guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep linguistik forensik dan kejahatan berbahasa sebesar 82%, meningkatnya kemampuan peserta dalam mengidentifikasi bentuk-bentuk pelanggaran bahasa digital sebesar 78%, serta terbentuknya budaya komunikasi yang lebih santun dan bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan menghasilkan modul pembelajaran linguistik forensik berbasis pesantren dan kelompok pelopor literasi digital sebagai strategi keberlanjutan program. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi linguistik forensik, literasi digital, dan pendidikan karakter Islam dapat menjadi model efektif dalam membangun ketahanan sosial dan budaya komunikasi yang sehat di lingkungan pesantren.
UPAYA PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DALAM MENCEGAH ANEMIA MELALUI EDUKASI KESEHATAN Rohani Siregar; Yuniar Indiarti; Astric Wulandary; Nabila Yasmin; PrismaLinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6721

Abstract

Anemia pada kehamilan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai penyebab, dampak, dan upaya pencegahan anemia menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian anemia selama kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Wisma Hijau, Desa Mekarmukti, Kabupaten Bekasi, dengan melibatkan 30 ibu hamil sebagai peserta. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, serta media leaflet. Evaluasi kegiatan menggunakan one group pre-test post-test design dengan pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi terdapat 33,3% peserta dengan pengetahuan kurang, 26,7% cukup, dan 40,0% baik. Setelah edukasi, tidak terdapat lagi peserta dengan pengetahuan kurang, sedangkan 96,7% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p<0,001). Edukasi kesehatan yang diberikan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dalam melakukan pencegahan anemia selama kehamilan.
TEKNIS PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROGRAM RESILIENSI MELALUI OLAHRAGA AIR Hengki Kumbara; Bambang Hermansyah; Endie Riyoko; Ilham Arvan Junaidi; Puput Sekar Sari; Farizal Imansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6722

Abstract

Akhir-akhir ini perundungan kiat marak terjadi dilingkungan sekolah. Perundungan terhadap siswa tidak mengenal latar belakang siswa. Maka siswa tidak resiliensi dalam menghadapi perundungan, tentu siswa akan tergerus oleh keadaan. Salah satu alasan mengapa PKM Dosen lingkungan Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Palembang melaksanakan workshop dengan tema “Program Penguatan Resiliensi Siswa Melalui Terapi Air (Hidroterapi): Worskhop Dilingkungan Siswa SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi” adalah agar siswa dapat dibekali kemampuan resiliens yang baik. Sehingga dalam menerima respon yang mungkin terjadi akibat perundungan, maka siswa tersebut dapat beradaptasi dengan baik. Metode kegiatan berbentuk pelatihan (workshop), pendampingan, praktikkum, evaluasi dan follow up. Tempat pelaksanaan kegiatan di SMA Negeri 2 Talang Ubi. Organisasi pelaksanaan kegiatan diketuai oleh Hengki Kumbara, M.Kes, M.Pd, AIFO dan beranggotakan Dr. Bambang Hermansyah, M.Pd, Endie Riyoko, M.Pd, Ilham Arvan Junaidi, M.Pd, Puput Sekar Sari, M.Pd, Farizal Imansyah, M.Pd. Satu orang mahasiswa sebagai pendukung kegiatan yaitu Maulidina Juan Gustiar merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas PGRI Palembang. Pengabdian yang dilakukan kelompok dosen dilingkungan Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas PGRI Palembang dengann tema “Program penguatan resiliensi siswa melalui terapi air (hidroterapi)” menghasilkan kesimpulan bahwa bahwa terjadi penurunan rasa kekhawatiran siswa terhadap bahaya perundungan sebesar 7,9 poin hal ini menandakan bahwa tingkat pemahaman siswa akan pentingnya penguatan resiliensi melalui program-program yang dicapai melalui program hidroterapi. Selama kegiatan workshop sebesar 83,7% siswa terlibat aktif, antusias dan merespon baik kegiatan pelatihan dan 87.3% siswa memiliki kemampuan dalam menyusun program. Kata Kunci: Program; Penguatan; Resiliensi; Olahraga; Air
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DISMENOREA PADA REMAJA DI SMA AL ADAB DESA SUKARAYA DENGAN TERAPI JUS MANGGA Iqlima Putriana Kurnia; Moza Aulia; Aam Amalia Sari; PrismaLinda; Rohani Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6725

Abstract

Dismenorea adalah salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling umum dihadapi oleh remaja perempuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu remaja meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mencegah dan mengatasi dismenorea. Ini dilakukan melalui edukasi kesehatan dan terapi jus mangga di SMA AL ADAB yang terletak di Desa Sukaraya. Metode yang dipakai meliputi edukasi tentang kesehatan reproduksi, menunjukkan cara membuat jus mangga, dan memberikan terapi. Evaluasi dilakukan dengan cara pre-test, post-test, dan juga mengukur tingkat nyeri sebelum dan sesudah terapi. Diharapkan kegiatan ini bisa membantu remaja memahami lebih baik tentang dismenorea dan memberikan pilihan terapi alami yang aman, mudah dilakukan, dan efektif untuk mengurangi nyeri saat haid.
EDUKASI KEBUGARAN JASMANI BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Oce Wiriawan; Sapto Wibowo; Ika Jayadi; Shery Iris Zalillah; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6729

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut kesiapan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk mengelola heterogenitas kemampuan siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus (SBK). Namun, kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan program kebugaran jasmani yang adaptif masih menjadi kendala. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PJOK anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Kota Batu dalam mengembangkan program kebugaran jasmani adaptif. Metode dilaksanakan melalui serangkaian workshop dan pendampingan terstruktur dengan model in-on-in, mencakup pemaparan konseptual, praktik penyusunan program latihan adaptif, simulasi pembelajaran, dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman konseptual, serta analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dihasilkan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman guru (rata-rata N-Gain 0,65) dan kemampuan menyusun program kebugaran jasmani yang terdiferensiasi. Program ini memperkuat kapasitas profesional guru PJOK dalam mengakomodasi kebutuhan fisik SBK, sejalan dengan paradigma pendidikan jasmani inklusif.
EDUKASI PENGUKURAN OLAHRAGA BAGI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN Oce Wiriawan; Ika Jayadi; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6730

Abstract

Kompetensi dalam pengukuran dan evaluasi merupakan keterampilan fundamental yang harus dimiliki guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |untuk merancang program latihan yang tepat, individual, dan memantau perkembangan siswa. Namun, masih banyak guru PJOK di Indonesia yang belum menguasai pemahaman teoretis maupun keterampilan praktis untuk melakukan tes kebugaran, pengukuran, dan evaluasi secara efektif. Program pengabdian |kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru PJOK dalam pengukuran olahraga melalui edukasi terstruktur dan pelatihan langsung. Program menggunakan pendekatan participatory action research dengan desain one-group pre-test post-test, melibatkan guru PJOK anggota MGMP PJOK di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Intervensi terdiri dari dua komponen utama: (1) edukasi kelas yang mencakup prinsip tes, pengukuran, dan evaluasi dalam olahraga; dan (2) praktik lapangan supervisi dengan mengadministrasikan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) kepada 50 siswa SMP. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan guru (skor rata-rata meningkat dari 48,6 menjadi 82,1; p<0,001) dan kemampuan mereka dalam mengelola dan menginterpretasi tes kebugaran. Implementasi pada siswa mengungkapkan bahwa 62% siswa yang diuji berada pada kategori kebugaran "rendah" atau "sangat rendah", mengindikasikan kondisi kebugaran remaja yang memprihatinkan. Pembahasan mengelaborasi peran kritis literasi pengukuran dalam instruksi PJOK berkualitas, tantangan praktis penerapan tes standar di sekolah, dan potensi pemberdayaan guru sebagai solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil kebugaran siswa. Artikel ini menyajikan refleksi penulis utama sebagai pakar evaluasi olahraga dalam merancang program peningkatan kapasitas kontekstual bagi guru PJOK.
PELATIHAN IDENTIFIKASI ATLET BERBAKAT CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS BAGI GURU PJOK MGMP KOTA BATU Oce Wiriawan; Ika Jayadi; Del Asri; Sapto Wibowo; Ilo Raditio Wiriawan; Ido Gavrila Wiriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6731

Abstract

Pemanduan bakat (talent identification) merupakan upaya sistematik untuk mengidentifikasi individu yang memiliki potensi untuk berhasil dalam olahraga. Kota Batu dikenal sebagai salah satu tolok ukur pembinaan olahraga bulutangkis di Jawa Timur, yang sering melahirkan juara dan menjadi penyuplai atlet untuk tim provinsi maupun nasional. Namun demikian, masih banyak guru Pendidikan Jasmani di Kota Batu yang belum mampu melakukan tes dan pengukuran antropometrik, fisiologis, dan biomotrik serta menganalisisnya untuk mendapatkan calon bibit atlet berbakat bulutangkis. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan identifikasi atlet berbakat cabang olahraga bulutangkis bagi guru PJOK anggota MGMP di Kota Batu. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan pre-test post-test one group design selama 9 bulan (Maret–November 2025). Partisipan berjumlah 30 orang guru laki-laki usia 41–50 tahun dari jenjang SD, SMP, dan SMA di Kota Batu. Intervensi terdiri dari: (1) pelatihan teori tentang konsep pemanduan bakat; (2) pelatihan praktik pengukuran antropometrik, tes fisiologis, dan tes biomotorik; (3) pendampingan penggunaan software bulutangkis untuk analisis data; serta (4) asesmen kebugaran menggunakan Multistage Fitness Test (MFT). Hasil menunjukkan bahwa 30% peserta mencapai kategori kebugaran "average", 23% mencapai kategori "above average", dan 47% masih berada pada kategori "below average". Pengukuran denyut nadi istirahat menunjukkan seluruh peserta (100%) berada pada kategori "baik" (70–90 bpm). Artikel ini menyajikan refleksi akademik tentang pentingnya pelatihan pemanduan bakat yang sistematis bagi guru untuk mendukung pembinaan atlet berkelanjutan di daerah.