cover
Contact Name
Nurul Fardiana
Contact Email
jurnaltasyri4@gmail.com
Phone
+6285236191801
Journal Mail Official
jurnaltasyri4@gmail.com
Editorial Address
Jln. Sunan Kalijaga Dusun I Desa Ngabar Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Kode Pos 63471 Telp (0352) 311882-311785
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
At-Tasyri Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah
ISSN : -     EISSN : 27160866     DOI : https://doi.org/10.51772/tasyri'.v1i02.52
The journal is a semi-annual publication publishing two issues each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern Islamic laws, islamic interdicipliner, islamic social, and Islamic economics.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 61 Documents
Optimalisasi Peran Mudharabah Ssebagai Salah Satu Akad Kerjasama dalam Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia Lestari, Rina Puji
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 02 (2021)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v2i02.71

Abstract

Akad mudharabah merupakan akad bagi hasil antara pemilik modal (shahibul maal) dengan pengelola modal (mudharib) atas suatu usaha yang dijalankan oleh mudharib. Akad mudharabah merupakan akad yang menjunjung tinggi kesejahteraan pelakunya karena menjalankan transaksi sesuai dengan syariat dan menjauhi bunga bank. Optimalisasi peran serta akad mudharabah dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia belum dapat dikatakan maksimal. Hal ini dibuktikan dengan berbagai isu permasalahan yang ada di masyarakat. Strategi yang dapat diterapkan guna menanggulangi permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat terkait konomi syariah.
Ketidakstabilan Perekonomian Bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Dimasa Covid-19 Aisi, Okta Khusna
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 01 (2021)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v2i01.183

Abstract

The criteria for businesses that are included in MSMEs have been regulated in a legal umbrella based on law. From the research results, it can be concluded that the Government has issued several policies related to the economic slowdown due to the Covid-19 outbreak, namely by providing incentives in the tourism sector, adding more days to leave together, and reducing debt payments for MSME players. In addition, the government opened a call center to receive reports and complaints from cooperatives and MSMEs affected by the Covid-19 outbreak. In addition, the government also needs to provide a stimulus to maintain people's purchasing power in the midst of this crisis so that the benefits provided to the economy can be felt. The stimulus can take the form of reducing electricity rates and reducing fuel prices. The availability of production materials such as raw materials also needs to be guaranteed so that MSME business activities are not significantly disrupted and are able to return to normal production levels as quickly as possible. The efforts that have been made by the government, it seems that many are still focused on the tourism sector which has a major influence on the MSME sector, besides that the leniency of credit is also considered appropriate to ease the burden on MSMEs. However, assistance / incentives to MSMEs, especially micro and small businesses, still need to be considered, especially considering the current social distancing appeal which has a big impact on small and micro businesses that still require a lot of face to face.
Optimalisasi Kebijakan Kredit UMKM Sektor Pertanian (Studi Terhadap Praktik Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pada Anggota Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Berkah Tani Desa Ngabar Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Tahun 2020) Latifatussa’adah, Nur
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 01 (2021)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v2i01.184

Abstract

Kebijakan kredit yang digulirkan Pemerintah memberikan angin segar kepada para petani khususnya yang mempunyai keterbatasan modal dan dana untuk mengembangkan atau sekedar menjalankan usahanya. Hal ini pula yang dirasakan oleh para petani yang tergabung dalam kelompok tani Berkah Tani di Desa Ngabar Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Impelementasi bantuan Kredit Usaha Tani yang disalurkan melalui Bank BNI sejauh ini berjalan dengan baik, hanya saja terbatas pada petani yang mempunyai kartu tani. Hal ini merupakan prosedur yang memang harus dijalankan sebagai prasyarat penerimaan kredit. Sehingga ada petani yang sbeneranya memerlukan suntikan modal tetapi belum mendapatkan kesempatan mengikuti program KUR ini. Hal ini menyebabkan kekurangtepatan pada target atau sasaran penerima KUR. Selain itu beberapa kasus ditemukan adanya petani yang menggunakan dana untuk kebutuhan lainnya, meski tidak sejumlah dana yang dipinjamkan namun hal ini akan dapat mempengaruhi efektifitas tujuan pemberian dana, sehingga pendampingan mutlak diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk pendanaan yang akan dating
Takhdid al-intaaj 'inda Ibnu Kholdun Wa Karl Marks Prasetian Dewi, Arlinta
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 01 (2021)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v2i01.185

Abstract

بناء على الإحساس بأهمية الإنتاج في الاقتصاد، اندفع الباحث على كتابة مفهوم الإنتاج وأهمّيته وأهدافه وكذلك عن مفهومه عند ابن خلدون وكارل ماركس وهل يوجد وجه الاتفاق والاختلاف بينهما. ومن أهداف هذا البحث، الكشف عن مفهوم الإنتاج عند ابن خلدون وكارل ماركس من حيث مفهومه وعناصره ومبادئه والكشف على وجه الاتفاق والاختلاف بينهما في هذه المسألة.نوع هذا البحث هو دراسة مكتبية، واستعمل الباحث في منهج دراسته بالدراسة التاريخية الاجتماعية. فالمنهج العملية التي استخدمه الباحث في جمع البيانات بمنهج المشاهدة والمنهج الوثائقي التي تستفاد منهما معرفة سيرة حياة ابن خلدون وكارل ماركس ونشاطته العلمية وخلفية تفكيره وكذلك آراءهما في الأمور المتعلقة بالبحث. ولتحليل البيانات المجموعة، اتخذ الباحث بالطريقة الاستقرائية (Inductive Method) والطريقة القياسية (Deductive Method) ثم تحليلها بمنهج التحليلي الوصفي المقارن (Analytic Descriptive Comparative Method). واستنتج الباحث آراءهما في مفهوم الإنتاج أنهما اتفقا في بعض عناصر الإنتاج في عنصر الفلاحة والزراعة التي هي تتعلق بالأرض. والأرض كذلك من المواد الخام اللازمة للإنتاج. وفي الصناعة والتجارة التي تتضمن على الآلة الإنتاجية والمصانع والسلع الوسيطة وهذه الآلات التى تلزم المنتجين لتأدية عملهم وتحقيق إنتاجهم وهذه تتعلق برأس المال. واتفقا كذلك في بعض مبادئ الإنتاج، وهو في تحقيق التكامل الاقتصادي بين أعضاء الأمة وتحقيق التوازن الاقتصادي داخل الدولة الواحدة. واختلفا في مفهوم الإنتاج، رأى ابن خلدون أن الإنتاج هو كل حصيلة الدولة من الزراعة التي تحصل الفائض الذي يوظف في المنشآت الحضارية ومن الجافة التي تخضع لأطوار المناخ من خصب بعض السنين والخراج فكلها تكون موارد الدولة لعمرانها. ورأى كارل ماركس أن الإنتاج كل ما بدأت الزراعة ووجدت أساليب بين الناس علاقات مساواة وتعاون، وعدد، وفائض فى الثراء. وكذلك رأى ابن خلدون أن عناصر الإنتاج (العمل والفلاحة أو الزراعة والصناعة والتجارة) وجب أن يكون في عملية إنتاجه بالتقوى، وكان كارل مارك لم ير هذا. Mengingat akan pentingnya produksi dalam perekonomian, hal inilah yang mendorong penulis untuk membahas tentang pengertian produksi dan seberapa besar pentingnya produksi, serta tujuan-tujuan produksi dan juga tentang konsep produksi menurut Ibnu Khaldun dan Karl Marx, serta akan membahas apakah ada persamaan dan perbedaan antara keduanya. Adapun tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui pendapat Ibnu Khaldun dan Karl Marx tentang pengertian produksi dan faktor-faktornya dan prinsip-prinsipnya serta membahas di mana letak persamaan dan perbedaan antara pandangan mereka terhadap masalah ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian Literatur dengan menggunakan metodologi pendekatan Historis Sosiologis. Pengumpulan data dilakukan dengan metode Observasi dan Dokumenter untuk mengetahui sejarah hidup Ibnu Khaldun dan Karl Marx dan aktivitas keilmuanya serta mengenai pendapat-pendapat mereka tentang pembahasan ini. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dengan cara berfikir Induktif dan Deduktif yang kemudian dianalisa dengan teknik Komparatif Deskriptif dalam mengambil kesimpulan akhir. Hasil penelitian menunjukan bahwa mereka berdua sependapat tentang beberapa faktor-faktor produksi, yaitu faktor pertanian yang berhubungan dengan faktor tanah karena tanah juga merupakan bahan baku yang sangat penting dalam produksi. Faktor industri dan perdagangan yang didalamnya membutuhkan alat-alat produksi dan barang-barang produksi lainya. Alat-alat inilah yg wajib dimiliki oleh produsen-produsen dalam menjalankan kegiatan produksinya. Faktor ini berhubungan sekali dengan faktor modal. Dan mereka juga sependapat pada prinsip-prinsip produksi, yaitu tentang adanya realisasi penggabungan kebutuhan ekonomi ummat dan keseimbangan ekonomi di satu kesatuan daulah atau Negara. Mereka berdua berbeda pendapat tentang pengertian produksi. Ibnu Khaldun berpendapat bahwa produksi adalah semua penghasilan Negara dari pertanian yang menghasilkan keuntungan atau kelebihan yang digunakan untuk kemajuan peradaban masyarakat atau negara, dan dari selain pertanian yang tergantung pada cuaca pada tahun-tahun tertentu, dan dari pajak yang kesemuanya itu merupakan sumber daya Negara untuk kemakmurannya. Sedangkan Karl Marx berpendapat bahwa produksi adalah semua yang dilakukan manusia dari pertanian dimana pertanian itu muncullah sebuah persamaan kebutuhan dan pertolongan dan penghasilan atau kekayaan. Dan berbeda pendapat pula pada prinsip produksi, yaitu pada prinsip pekerjaan, pertanian, industri dan perdagangan, dimana Ibnu khaldun memberikan asas taqwa pada prinsip tersebut, sedangan Karl Mark tidak.
Law of Bitcoin Invesment Tazkiyyaturrohmah, Rifqy; Amin, Muhammad Tahrizul
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 02 (2021)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v2i02.186

Abstract

This research aimed to understand the Bitcoin investment mechanism and the legal expert opinion towards it. The research used empirical juridical method with sociological juridical approach. The results shown the investment mechanism divided into mining and trading activity. The legal expert opines, in Islamic views, mining is allowed to do because there were two akad forms did and has no element of maysîr on it, also, Bitcoin trading is allowed to do while compatible with sharia principal. Whereas in positive law views, these two activities cannot be shaded by the existing regulation, such as Civil Code, The Currencies Law, Electronic Information and Transaction Law, and Bank of Indonesia Regulation. Although it can be associated with these regulations, the Bitcoin investment still need to regulate in specific role, so it gives the legal certainty to society. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme investasi yang dilakukan serta pandangan pakar hukum terhadap fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme investasi Bitcoin yang dilakukan dapat berupa mining, dan trading. Pakar hukum berpendapat bahwa, dalam perspektif Islam, aktivitas mining boleh untuk dilakukan karena terdapat dua akad yang berbeda selama prosesnya serta tidak mengandung unsur maysîr, dan trading Bitcoin boleh untuk dilakukan selama tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Sedangkan secara hukum positif, kedua aktivitas tersebut belum bisa dinaungi oleh regulasi yang ada, seperti KUH Perdata, Undang-Undang Mata Uang, Undang-Undang ITE, serta Peraturan Bank Indonesia. Meskipun terdapat unsur-unsur yang berkaitan dengan regulasi tersebut, investasi Bitcoin perlu diatur secara tertulis dalam peraturan khusus yang berbeda, sehingga akan memberikan kepastian hukum terhadap masyarakat.
Prinsip dan Etika Produksi Perspektif Maqashid As-Syariah Irkham Firdaus, Muhammad; Reyhan, Muhammad
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 01 (2022)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v3i1.187

Abstract

Production is one of the most important economic activities. Production is also an important factor in determining company profits, because production is an activity or process in the manufacture of goods and services, which aims to meet the needs of the community. The goods or services produced can be in the form of primary, secondary and tertiary needs. In the production process, there must be good principles and ethics, as in Islamic economics, that the principles and ethics of production must have noble aims, namely meeting consumer needs, no one is harmed, goods and services must be halal. The Qur'an defines production as a link in the chain of consumption and distribution. So without production activities, economic activity will stop and die. So the essence of production activities in Islamic economics is to achieve the goal of maslahah, namely the public interest in meeting the needs of the community, by taking profits that are in accordance with production costs, and not aiming to achieve satisfaction, because if the highest point is satisfaction, then a producer will do everything he can. way of doing production.
Bentuk dan Jenis Kompensasi Perspektif Islam Karuniawati, Chamila
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 02 (2021)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v2i02.213

Abstract

Kompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa atas kerja mereka. Kompensasi sangatlah penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Diberlakukannya kompensasi karena dapat meningkatkan prestasi kerja dan memotivasi karyawan. Jenis kompensasi ada dua yaitu, kompensasi finansial dan non finansial. Kompensasi finansial ini terdiri dari kompensasi langsung dan kompensasi tak langsung. Kompensasi langsung meliputi gaji, upah dan insentif. Sedangkan kompensasi tak lansung meliputi asuransi, tunjangan, uang pensiun. Maka dari itu pengaturan terhadap kompensasi harus benar-benar diperhatikan, untuk mencapai tujuan, sasaran dan target sebuah organisasi atau perusahaan.
Kolaborasi LAZISMU dan BMT Hasanah Ponorogo dalam Meningkatkan Ekonoi Masyarakat Melalui Program Bank ZISKA Fardiana, Nurul
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 02 (2021)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v2i02.214

Abstract

Bankziska merupakan produk kolaborasi Lazis Wilayah Jawa Timur dengan Lembaga Keuangan Syariah (BMT Hasanah Ponorogo). Bankziska bukanlah bank yang menghimpun dana masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-undang Perbankan No.10 tahun 1998 dan Undang-Undang Perbankan Syariah No.21 tahun 2008, namun Bankziska kepanjangan dari Bantuan Keuangan berbasis zakat, infaq, shodaqoh dan dana sosial keagamaan lainnya. Kehadiran Bankziska berawal dari pelaku UMKM yang tercekik pinjaman dengan bunga tinggi dan transaksi ribawi sehingga menghambat perkembangan ekonomi masyarakat. Proses kerjasama yang dilakukan Lazismu dan BMT Hasanah Ponorogo adalah memberikan pinjaman mudah tanpa bunga, tanpa biaya tambahan, tanpa denda, tanpa jaminan dan tanpa sita kepada pengusaha UMKM yang terlilit pinjaman bank thithil (rentenir). Qardhul hasan adalah akad yang digunakan bankziska dalam pentasarrufan dana kepada mitra Bankziska yang mengembalikan uang pokok saja. Focus utama Bankziska diberikan kepada pelaku UMKM di Ponorogo. Manfaat yang dirasakan dari bankziska adalah pinjaman yang mudah tanpa biaya tambahan dan juga pendampingan bisnis dan keagamaan lainnya.
Efektivitas Program Dana Desa di Desa Ngabar Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Ridhwani, Iwan
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 01 (2021)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v2i01.215

Abstract

Dengan ditetapkannya UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, pemerintah mendukung gerakan pembangunan desa agar masyarakat desa bisa menjadi subyek pembangunan. Upaya ini kemudian diperkuat dengan dukungan materiil berupa program dana desa yang dialokasikan khusus dalam APBN sejak tahun 2015. Adapun masalah-masalah yang menghambat keberhasilan program dana desa antara lain terjadinya penyimpangan dalam pengelolaannya. Selain itu, kurangnya kompetensi aparat pemerintah desa sebagai pengelola dana desa juga berpotensi menyebabkan program ini menjadi tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pelaksanaan program dana desa di desa Ngabar Siman Ponorogo, (2) menganalisis efektivitas program dana desa di desa Ngabar Siman Ponorogo, (3) menganalisis dampak program dana desa dalam upaya memberdayakan masyarakat desa Ngabar Siman Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah Desa Ngabar Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan aparat pemerintah desa Ngabar Siman Ponorogo dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif induktif. Analisis deskriptif dengan memaparkan sedetil mungkin mengenai program dana desa sehingga diperoleh kesimpulan yang real, faktual dan akurat. Analisis induktif digunakan untuk mengamati program dana desa secara terperinci, kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat umum. Berdasarkan proses pengumpulan dan analisis data, penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, pelaksanaan program dana desa di desa Ngabar Siman Ponorogo dilakukan dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan pedoman serta prioritas penggunaannya. Kedua, berdasarkan pengukuran efektivitas dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan sumber (resource approach), pendekatan proses (process approach) dan pendekatan sasaran (goals approach), pelaksanaan program dana desa di desa Ngabar berjalan efektif. Ketiga, program dana desa berdampak positif dalam upaya memberdayakan masyarakat desa Ngabar Siman Ponorogo.
Analisis Good Coorporate Governance pada Bank Syariah: (Analisis Independensi Dewan Komisaris pada Bank Syariah di Indonesia) Yusril Musyaffa, Aang
At-Tasyri': Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 01 (2021)
Publisher : Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Riyadlatul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/tasyri.v2i01.216

Abstract

The principles of Good Corporate Governance (GCG) is important in Islamic banking. Agency problems in Islamic financial institutions are unique from other financial institutions. The different types of operations and contracts in Islamic banks resulted in widening the separation and control issue that is located under the theory of Agency. Managers at bank syariah not only maximize the shareholder made but also have an obligation to work under Islamic rules and regulations. The other issue is about ownership of shares and double post of Commissioner on the company itself or at other companies. It violates the principles of GCG that is the independence of the Board of Commissioners. The Board of Commissioners in some Islamic banks in Indonesia allegedly still has a stake and a duplicate position. Therefore, based on those explanations, it is quite important to conduct this study on the implementation of GCG in Islamic banking in Indonesia. This samples of this study are all Syariah Bank in Indonesia which have been listed in the Indonesia stock exchange, numbered 10 Islamic banks. This study aims to analyze the corporate governance in Islamic banking in Indonesia especially on the independence of the Board of Commissioners. The benefit of this research is to investigate the practices of corporate governance especially the independence of the Board of ommissioners in terms of share ownership and concurrent positions on Islamic banks in Indonesia. Moreover, based on the data analysis, it was found that the Board of Commissioners on ten syariah banks in Indonesia has a stake in the company or other companies and/or have a concurrent positions at another company, the Board of Commissioners on one Islamic bank has no shares in the company or other companies and/ or have a concurrent positions on other companies, and one Islamic bank has a stake in the company or other companies and po ssess a concurrent positions on other companies. In conclusion, this proves that the majority of the Board of Commissioners on Syariah Bank in Indonesia as not been independent.