cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jupe
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan
ISSN : 18582664     EISSN : 24424110     DOI : 10.25015
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penyuluhan diterbitkan dalam rangka mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan kapasitas manusia di berbagai bidang, di aras mikro, messo, dan makro. Peneliti, pelaku bisnis, pemegang kebijakan, akademisi, penyuluh, dan peminat pengembangan ilmu dan aspek praktis dalam transformasi perilaku manusia dapat mengirimkan naskah kepada redaksi, untuk selanjutnya direview oleh mitra bestari. Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan diterbitkan.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Persepsi Petani terhadap Tingkat Kekritisan Risiko Usahatani Bawang Putih dan Strategi Manajemen Risikonya (Studi Kasus di Kabupaten Temanggung): Farmers’ Perception of the Criticality Level of Garlic Farming Risks and Risk Management Strategies (Case Study in Temanggung District) Dian Kurniasih; Yusman Syaukat; Rita Nurmalina; Suharno
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202346082

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko usahatani bawang putih, menganalisis persepsi petani terhadap tingkat kekritisan faktor risiko, merumuskan strategi manajemen risikonya, serta menganalisis pengaruh penyuluhan dan faktor lainnya terhadap adopsi Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai strategi mengurangi risiko produksi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Temanggung dengan mewawancarai 25 tokoh kunci yang dipilih secara purposive dan 234 petani bawang putih yang dipilih dengan metode simple random sampling. Faktor risiko diidentifikasi dengan diagram fishbone. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk menilai persepsi petani terhadap tingkat kekritisan faktor risiko sedangkan analisis deskriptif untuk merumuskan strategi manajemen risikonya. Faktor-faktor yang memengaruhi adopsi SOP dianalisis dengan metode regresi linear berganda. Hasil analisis FMEA menyatakan faktor risiko yang dipersepsikan paling kritis ialah perubahan iklim /cuaca, rendahnya harga jual, panjangnya rantai pemasaran, dan rendahnya adopsi SOP. Strategi manajemen risikonya ialah peningkatan sekolah lapang berbasis bidang masalah, peningkatan fungsi sub terminal agribisnis, dan peningkatan adopsi SOP. Tingkat adopsi SOP dipengaruhi oleh pengalaman petani, pengetahuan tentang SOP, sikap terhadap SOP, luas lahan, jenis kelamin, dan penyuluhan. Penelitian ini menyarankan pemerintah perlu mengefektifkan program pengembangan bawang putih kolaboratif hulu hilir bersama stakeholders terkait untuk menekan risiko usahatani bawang putih
Peningkatan Kinerja Digital Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur: Performance Improvement for Agricultural Extension Service, Agriculture and Food Service, in Banyuwangi Regency, East Java Kustiari, Tanti; Ananta Budiman, Yoga
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202346275

Abstract

Era digital ditandai dengan penggunaan jaringan internet untuk kemudahan pelayanan penyuluhan pertanian, namun petani belum mampu mengakses dan memanfaatkan secara maksimal. Pertanian digital bergantung sejauhmana kinerja penyuluh kompeten mendampingi petani, memfasilitasi dan mengedukasi komunikasi informasi berteknologi digital. Penelitian bertujuan menganalisis kinerja penyuluh yang dipengaruhi beberapa faktor secara langsung maupun tidak langsung yaitu karakteristik individu penyuluh, motivasi kerja, kelembagaan, dan literasi digital. Populasi dalam penelitian ini adalah penyuluh pertanian Kabupaten Banyuwangi baik yang berstatus sebagai ASN maupun non ASN berjumlah 142 orang yang seluruhnya dijadikan responden penelitian dengan teknik sensus sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM smartPLS). Hasil menunjukkan bahwa kompetensi penyuluh memediasi hubungan antara dukungan kelembagaan dan literasi digital terhadap peningkatan kinerja penyuluh. Kompetensi tidak memediasi karakteristik penyuluh dan motivasi terhadap kinerja penyuluh pertanian disebabkan tidak adanya berpengaruh nyata baik langsung maupun langsung. Implikasi hasil penelitian bahwa pengambil kebijakan Dinas Penyuluhan Pertanian dan Pangan Banyuwangi dalam meningkatkan kinerja penyuluh perlu dilakukan dengan cara meningkatkan dan mempertahankan tingkat kompetensi penyuluh pertanian. Pengembangan kompetensi digital penyuluh merupakan strategi dasar mencapai keberlanjutan kinerja kelembagaan penyuluhan pertanian daerah Dinas pertanian dan Pangan dalam mengoptimalkan daya saing pertanian dan beradaptasi mengikuti perkembangan lingkungan global.
Analisis Pengaruh Motivasi dan Penyuluhan Petani terhadap Usahatani Porang di Madiun Jawa Timur: Analysis of The Effect Farmers Motivation and Extension to Porang Farming in Madiun East Java Yuliantina , Salwa; Amanah , Siti; Fatchiya , Anna
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202346744

Abstract

Porang merupakan tanaman yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Seiring perkembangan akses teknologi dan informasi budaya, porang menjelma sebagai komoditas yang diperhitungkan. Tanaman porang menghasilkan umbi yang dapat dimanfaatkan sebagai olahan makanan, kosmetik hingga industri. Usahatani porang dapat dijadikan alternatif dalam peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan. Tujuan penelitian adalah menganalisis motivasi petani berusahatani porang di Desa Klangon dan Desa Pajaran Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Penelitian dilakukan di desa sentra tanaman porang yaitu di Desa Klangon dan Desa Pajaran Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Data mengenai perbedaan motivasi petani porang dan faktor yang memengaruhi motivasi petani porang dikumpulkan melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan SmartPLS 3. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa faktor tingginya hubungan sesama petani dan porang yang menguntungkan menjadi salah satu sebab termotivasinya petani berusahatani porang. Faktor yang memengaruhi motivasi secara signifikan yakni pengalaman berusahatani, luas lahan garapan, intensitas penyuluhan dan sifat inovasi.
Kapasitas Petani Muda Pengelola Wisata Agro di Kota Batu: Capacity of Agro-Tourism Young Farmers in Batu City Kiswanti, Pipin; Fatchiya , Anna; Sadono, Dwi
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202347707

Abstract

Kapasitas petani muda pengelola wisata agro merupakan kemampuan petani muda untuk menyediakan atraksi wisata agro melalui pemanfaatan lahan dan komoditas pertanian. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis tingkat kapasitas petani muda pengelola wisata agro, tingkat keberlanjutan usaha wisata agro, dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Desain penelitian ini menggunakan metode survei. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan wawancara mendalam. Penelitian ini dilakukan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur pada Juli s.d Desember 2022. Responden penelitian sebanyak 45 petani muda. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan tabulasi frekuensi dan Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani muda kurang memiliki kapasitas dalam pengelolaan wisata agro. Mereka mengalami kesulitan dalam penyediaan sarana dan prasarana wisata agro, kegiatan promosi, serta menjalin kerjasama dengan stakeholder. Faktor-faktor yang memiliki pengaruh secara nyata terhadap kapasitas petani muda pengelola wisata agro adalah karakteristik individu, dukungan eksternal, dan peranan penyuluh pertanian. Usaha wisata agro petik apel cukup memiliki prospek keberlanjutan, yaitu memiliki peluang untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar, sedangkan faktor-faktor yang memiliki pengaruh secara nyata terhadap keberlanjutan usaha wisata agro adalah dukungan eksternal dan kapasitas petani muda pengelola wisata agro.
The The Influence of Program Participation on The Empowerment of Sustainable Food Program Participants During The Pandemic Era Saleh, Amiruddin; Hanifah, Nur
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202442659

Abstract

The imposition of large-scale social restrictions has an impact on decreasing participation in empowerment. On the other hand, participation is one of the principles of empowerment. The application of this principle will consequently make the community empowered. Through these stages of empowerment, the community can get out of its powerless condition. If empowerment is realized, the program deserves to be called an empowerment program. This study aims to analyze the influence of program participation on empowerment. The study used the census method on 35 respondents and was supported by qualitative data. Based on the research results, program participation in the planning stage has a positive influence on power within, power to, and power with. Program participation in the decision-making stage has a positive influence on power over. Program participation in the implementation phase has a positive influence on power within, power to, and power with. Monitoring and evaluation have a positive influence on power. Program participation in the outcome utilization stage has a positive influence on power within and power to.
Social Movement in Framing Perspective: Omnibus Law Protest in Indonesia: Gerakan Sosial dalam Perspektif Framing: Protes Terhadap Omnibus Law di Indonesia Jamil, Achmad; Briandana, Rizki; Marta, Rustono Farady
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202343086

Abstract

This study aims to provide a framing perspective on the study of development communication. This study explains the causes of the emergence of social movements in Indonesia in rejecting the Omnibus Law. The protests against the Omnibus Law that occurred in various cities in Indonesia as a form of resistance to government policies were examined from the perspective of framing theory. The method used is text analysis with Robert N Entman’s framing framework. The unit of analysis is the Omnibus Law protest news published in Tempo Magazine in October 2020. The results of this study indicate that social movements to reject the Omnibus Law were carried out by various elements of society, ranging from workers, students, and other elements of society. Even though the Omnibus Law was finally signed by President Joko Widodo on October 5, 2020, the protest effort remained an important note that this law has many loopholes that are considered to be detrimental to elements of society, potentially damaging the environment, and weakening government authority area.
Praktik Urban Farming bagi Wanita Tani untuk Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi: Urban Farming Practices for Women Farmer for Family Food Security during The Pandemic Oktarina, Selly; Sumardjo; Purnaningsih, Ninuk; Hapsari, Dwi Retno
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202343439

Abstract

Virus Covid-19 menyebabkan terbatasnya aktivitas masyarakat di luar rumah akibat PSBB yang menimbulkan kejenuhan. Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan pekarangan secara optimal, menumbuhkan kesadaran pentingnya sayuran sehat sehingga mendorong praktik urban farming dalam menunjang ketahanan pangan keluarga. Kajian ini memberikan gambaran praktik urban farming yang banyak dilakukan masyarakat pada masa pandemi, mengetahui faktor penyebab masyarakat melakukan praktik urban farming di masa pandemi serta dampak praktik urban farming bagi ketahanan pangan keluarga. Kajian ini bersifat deskriptif kualitatif yang ditulis berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan menggunakan studi literatur dan jurnal-jurnal terkait. Pengumpulan data dilakukan pada 30 anggota kelompok wanita tani (KWT) yaitu KWT Idola, KWT Bersatu dan KWT Berseri yang berada di Kabupaten Bogor. Pengolahan data dilakukan secara analisis deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa masa pandemi memberikan dampak yang sangat baik terhadap pengelolaan dan pemanfaatan pekarangan secara optimal dimana adanya sayuran unggulan dan kekhasan sistem tematik pada setiap KWT. Masyarakat sudah memanfaatkan teknologi media seperti: tanah, pot/polybag, barang bekas, styrofom, budikdamber maupun hidroponik atau aquaponik. Berdasarkan teori adopsi inovasi, adapun faktor pendorong masyarakat melakukan praktik urban farming dilihat dari keuntungan memanfaatkan teknologi pada lahan terbatas, lebih hemat dan efisien, banyak pilihan teknologi, kemudahan dalam mencoba dan hasil yang dapat diamati. Dampak yang dirasakan adalah sebagai sarana pemenuhan kebutuhan keluarga, menghijaukan pekarangan, mengedukasi pentingnya sayuran sehat, mengurangi pengeluaran rumah tangga, menumbuhkan kebiasaan berhemat dan menabung, menyalurkan hobi, adanya rasa kebersamaan dan menjadi gaya hidup sehat.
Persepsi Peternak terhadap Pengobatan Haemonchosis pada Domba dengan Serbuk Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) di Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang: The Farmers' Perceptions on The Treatment of Haemonchosis in The Sheep Using Powder of Noni (Morinda citrifolia) in Ngadirojo Village, Secang Sub District, Magelang District Purwo Widiarso, Budi; Prihati, Gesang Adil; Akimi
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202344219

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian menganalisis persepsi peternak terhadap pengobatan haemonchosis pada domba menggunakan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia) dan mengetahui hubungan karakteristik peternak terhadap persepsi peternak dalam pengobatan haemonchosis pada domba dengan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia). Desain kajian yang digunakan yaitu one-shot case study, menggunakan 35 responden dipilih mengunakan metode sensus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Variabel dalam kajian ini terdiri dari variabel independen yaitu faktor internal umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan faktor eksternal intensitas penyuluhan serta variabel dependen yaitu persepsi peternak. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap pengobatan haemonchosis pada domba menggunakan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia), dalam kategori baik yaitu dengan nilai sebesar 2831 dan rata rata 80,89. Berdasarkan uji analisis statistik regresi linier berganda variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan intensitas penyuluhan secara simultan atau bersamaan memiliki pengaruh sangat signifikan (P<0,01) terhadap persepsi peternak. Secara parsial atau individu variabel umur, pendidikan dan pengalaman beternak berpengaruh signifikan dengan persepsi peternak (P<0,05) sedangkan untuk intensitas penyuluhan berpengaruh tidak signifikan dengan persepsi peternak (P>0,05).
Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pendampingan Petani Milenial Nurida, Nurida; Evahelda; Sitorus, Rostiar
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202444448

Abstract

Pertanian berkelanjutan di era digital memerlukan sinergi antara teknologi, sumber daya manusia, dan generasi muda untuk mencapai efisiensi dan keberlanjutan. Penyuluh pertanian merupakan elemen kunci dalam mendukung peralihan menuju pertanian berkelanjutan, khususnya dalam konteks petani generasi milenial di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani milenial serta menganalisis pentingnya optimalisasi peran tersebut dalam meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, dengan fokus pada literatur terkait peran penyuluh pertanian dan implementasinya dalam konteks Bangka Belitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian memiliki empat peran kunci: fasilitator, mediator, komunikator, dan konsultan. Sebagai fasilitator, penyuluh membantu petani milenial dalam mengakses teknologi dan sumber daya yang diperlukan untuk pertanian berkelanjutan. Sebagai mediator, mereka memfasilitasi dialog antara petani dan pihak terkait untuk mencapai pemahaman yang lebih baik. Sebagai komunikator, penyuluh membantu dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada petani mengenai praktik pertanian berkelanjutan. Juga sebagai konsultan, mereka memberikan saran dan bimbingan teknis kepada petani dalam menerapkan praktik-praktik tersebut.
Persepsi Petani terhadap Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kabupaten Lampung Selatan: Perception Of Farmers Toward Rice Farm Insurance Program (AUTP) in South Lampung Regency Gitosaputro, Sumaryo; Nurmayasari, Indah; Rangga , Kordiyana K.
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202345426

Abstract

Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) merupakan program asuransi untuk melindungi petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat dari risiko banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tanaman. Program ini berlaku sejak tahun 2015, namun sejumlah besar petani padi belum memanfaatkan perlindungan ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan persepsi petani pada pelaksanaan dan manfaat program AUTP dan mengkaji faktor-faktor yang berhubungan persepsi petani pada program AUTP di Kabupaten Lampung Selatan. Pengambilan sampel dipilih secara random sampling sebanyak 64 orang. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan metode analisis Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani terhadap Program AUTP di Kabupaten Lampung Selatan, masuk dalam klasifikasi rendah yaitu hanya sebesar 68,75 persen, sedangkan tingkat pendidikan nonformal, tingkat interaksi sosial, tingkat pemenuhan kebutuhan, dan tingkat pengetahuan tentang Program AUTP semuanya hubungan yang signifikan dengan persepsi petani. Berbeda dengan tingkat pendidikan formal dan tingkat pengaruh lingkungan sosial tidak berhubungan signifikan dengan persepsi petani pada Program AUTP.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 02 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 01 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 1 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 2 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 1 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 1 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 2 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 1 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 2 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 1 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 2 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 4 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 2 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 1 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 1 No. 1 (2005): Jurnal Penyuluhan More Issue