cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jupe
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan
ISSN : 18582664     EISSN : 24424110     DOI : 10.25015
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penyuluhan diterbitkan dalam rangka mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan kapasitas manusia di berbagai bidang, di aras mikro, messo, dan makro. Peneliti, pelaku bisnis, pemegang kebijakan, akademisi, penyuluh, dan peminat pengembangan ilmu dan aspek praktis dalam transformasi perilaku manusia dapat mengirimkan naskah kepada redaksi, untuk selanjutnya direview oleh mitra bestari. Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan diterbitkan.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Pemanfaatan Aplikasi SawitKita (Smallholders Assisted With Information Technology) dalam Mendukung Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Nurjanah, Danik; Dinarti, Siwi Istiana; Firmansyah, Erick; Mawandha, Hangger Gahara; Purwadi; Puruhito, Dimas Deworo; Fadhilah, Nurul Aini; Dana, Wahyu Seka
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202445768

Abstract

Di era digital saat ini, terbuka peluang mekanisme penyuluhan baru berbasis platform digital. Penelitian ini memiliki nilai kebaruan yaitu memberikan kontribusi pada pengembangan komunikasi massa dalam penggunaan media baru berbasis internet oleh petani. Metode deskriptif analitis digunakan untuk menganalisis fitur aplikasi SawitKita untuk mengetahui kebermanfaatan dan media pendamping dalam penerapan Good Agriculture Practices (GAP). SawitKita (Smallholders Assisted with Information Technology) merupakan sebuah aplikasi teknologi informasi dan komunikasi berbasis android yang menjadi media transfer informasi antara pekebun dengan pakar dan praktisi kelapa sawit. SawitKita dapat digunakan dalam mode online dan offline. SawitKita menyediakan sistem pakar yang dapat mendampingi pekebun dalam mengambil keputusan operasional kebun sesuai dengan prinsip GAP. Fitur yang disajikan dalam halaman utama SawitKita terdiri dari 3 pilar utama yang terintegrasi dalam satu aplikasi. Pertama, Sistem pakar yang tersedia saat ini meliputi sistem pakar persiapan lahan (LahanKita), pembibitan (BibitKita), pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPTKita), pemupukan (FertiKita), pengelolaan panen (PanenKita), dan administrasi keuangan (DanaKita). Kedua, Learning Management System (LMS) yaitu SawitKita Learning. Ketiga, fitur diskusi online HelloPlanters.
Optimalisasi Komunikasi Penyuluh Pertanian dalam Aktivitas Penyuluhan Irdiana, Enny; Nurliza; Kurniati, Dewi
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202445928

Abstract

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memiliki peran dalam pembangunan ekonomi nasional dan daerah sebagai agen perubahan. Aktivitas penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh erat kaitannya dengan komunikasi. Metode penyuluhan disampaikan oleh penyuluh dilakukan dengan melibatkan penyampaian isu/informasi yang dicapai dilihat dari perubahan perilaku petani. Melalui penelitian ini diharapkan penyuluh maupun petani mendapatkan informasi mengenai komunikasi penyuluh yang berjalan optimal dalam aktivitas penyuluhannya dan berdampak positif penyuluhan bagi petani. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya, dengan 65 responden penyuluh dan 110 responden petani menggunakan metode purposive sampling dan proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media penyuluhan merupakan atribut dengan sensitivitas tertinggi, untuk itu upaya optimalisasi dengan menyajikan materi penyuluhan yang telah terencana sebelumnya sesuai kondisi petani di lapangan pada media yang beragam, menarik dan interaktif sesuai dengan kondisi lapangan. Peningkatan kompetensi dan keterampilan petani sebagai penerima informasi juga perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan daya serap, pola pikir serta perubahan perilaku, sehingga aktivitas penyuluhan dapat berjalan optimal untuk mencapai tujuan, visi dan misi yang telah dibuat.
Penerapan Analisis SWOT dan Analytical Network Process dalam Strategi Pengembangan BUMDes di Jawa Timur Pratiwi, Destyana Elingga; Setiawan, Budi; Gutama, Wisynu Ari; Priminingtyas, Dina Novia; Izzati, Erwinda Mufidah; Aulia, Balqis Mufti; Lasitya, Daffa Sandi; Irwandi, Putra
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202445971

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam peningkatan perekonomian masyarakat daerah melalui program unggulan, salah satunya adalah upaya pengelolaan ekonomi produktif masyarakat desa melalui pendirian BUMDes. BUMDes dibangun didasarkan atas elemen-elemen penguat antara lain kooperatif, partisipatif, emansipatif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Keberadaan BUMDes sangat penting dalam peningkatan ekonomi terkait dengan pengelolaan yang tepat dan strategi pembangunan untuk menghidupkan kembali upaya demokrasi sosial yang ada. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui pengembangan BUMDes terpilih melalui alternatif strategi yang dilakukan di wilayah Jawa Timur. Penelitian ini merupakan studi kasus pada BUMDes yang dipilih secara purposif di Malang, Blitar dan Probolinggo. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT dalam menyusun strategi dalam mengoptimalkan potensi dengan menggunakan metode Analytical Network Process. Dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT melalui matriks Evaluasi Faktor Internal dan Faktor Eksternal untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman yang dimiliki BUMDes. Analytical Network Process digunakan dalam mengolah data pemilihan pemasok untuk mendapatkan nilai bobot dari kriteria atau subkriteria dan kinerja BUMDes. Dari hasil evaluasi diperoleh, 36 kriteria faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan 34 kriteria faktor eskstenal (peluang dan ancaman). Hasil analisis juga menunjukkan bahwa alternatif strategi terpenting dalam pengembangan BUMDes di Jawa Timur adalah mengurangi kegiatan usaha yang kurang produktif.
Pandangan Pemuda mengenai Isu-Isu Pekerjaan Pembangunan Infrastruktur (Studi Metode Photovoice) Kasus di Desa Kebak Kabupaten Karanganyar Arrif'aniy, Fath Fithrotu Zahrotuddina; Sumarni, Sri; Isnantyo, Fajar Danur
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202446161

Abstract

Infrastruktur penting dalam mendukung terlaksananya pembangunan daerah. Perencanaan program pembangunan desa oleh pemerintah dilakukan dengan pendekatan bottom-up berdasarkan dari keinginan dan keikutsertaan generasi muda sebagai perwakilan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode photovoice yang diterapkan dalam Participatory Extension Approaches (PEA) dengan tahapan photovoice project. Generasi muda berperan sebagai partisipan dalam photovoice project yang terdiri dari 12 anggota karang taruna di Desa Kebak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengungkapkan pandangan pemuda mengenai isu-isu pekerjaan pembangunan infrastruktur dan untuk mengetahui hasil perspektif pengguna terhadap metode photovoice dalam Participatory Extension Approaches (PEA). Hasil penelitian ini antara lain: (1) pandangan pemuda mengenai isu-isu pekerjaan pembangunan infrastruktur yang ditemukan yaitu isu yang di dalamnya terdapat kategori “manajemen” yang dipertimbangkan dari pengelolaan, administrasi, dan sosialisasi, serta kategori “kondisi fisik” yang diukur dari potensi, perawatan, tata letak, dan tingkat kepentingan; (2) perspektif pengguna terhadap metode photovoice dalam participatory extension approaches yaitu kelebihan photovoice project (sebagai dokumentasi bangunan, mengetahui value bangunan, sebagai acuan perbaikan, sebagai acuan pembaruan, dan memberdayakan komunitas) dan kekurangan photovoice project (outcome dari pameran masih belum tuntas sehingga membutuhkan tindak lanjut).
Readiness of Semarang City Agricultural Extension Officers and Influential Factors in Implementing Cyber Extension Yulia Dinda Puspaningtyas; Prayoga, Kadhung; Prasetyo, Agus Subhan
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202446305

Abstract

The main focus of information and communication technology applications in agriculture is to fulfill farmers' information needs. Cyber extension is not only for information seeking but also for disseminating agricultural technology innovations. This study aims to examine the readiness of agricultural extension workers in Semarang City to apply cyber extension in the era of digital extension and analyze the factors that influence their readiness to use cyber extension. The research was conducted from November to December 2022 at all Agricultural Extension Centers in Semarang City. A method of census was used in this study. Data were collected by interviews, observation, and documentation and analyzed descriptively using multiple linear regression. The results showed that the readiness of extension workers in Semarang City to apply cyber extension was high. Age, formal education level, training, experience, motivation of extension agent, and environmental factors have a simultaneous influence. Training, experience and motivation of extension agents have a partial influence, while age, formal education level, and environmental factors have no partial influence.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Modal Sosial dan Peran Stakeholder dalam Pembangunan Desa Wisata di Kabupaten Karanganyar Wibowo, Agung; Lestari, Eny; Sugihardjo
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202446684

Abstract

Keberadaan nilai-nilai modal sosial dan peran stakeholder dalam pemberdayaan masyarakat di desa wisata memberikan dampak pada penguatan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai modal sosial dan peran stakeholders dalam pembangunan desa wisata. Lokasi penelitian ini di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat, perangkat desa, petani, kelompok wanita tani, Kelompok usaha ekonomi produktif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif, yaitu melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai modal sosial di masyarakat (hubungan sosial, nilai/norma, toleransi, kesedian mendengar, kejujuran, pengetahuan tradisional, jaringan sosial, trust, tukar kebaikan, kesetiaan dan kebersamaan, tanggung jawab, partisipasi sosial, dan kemandirian) terbukti berperan penting dalam pembangunan desa wisata. Selanjutnya stakeholder (Pemerintah Desa, Perguruan Tinggi, Karang Taruna, PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), tokoh masyarakat, Perhutani) memainkan peran penting di dalam pemberdayaan masyarakat, yakni membangun keberlanjutan, melakukan perubahan dan sebagai fasilitator.
Tantangan Menjadi Penyuluh Kekinian di Era Disrupsi Partini; Sri Peni Wastutiningsih; Novendra Cahyo Nugroho; Siti Fatonah
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202446998

Abstract

Perkembangan sektor pertanian saat ini dihadapkan dengan berbagai dilema terkait dengan revolusi teknologi 4.0, seperti disrupsi, perubahan iklim, pandemi Covid-19, bencana alam, kemiskinan dan kecukupan pangan nasional. Tantangan ini memerlukan respons dari berbagai pihak dan para pemangku kepentingan, khususnya penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di sektor ini. Berbagai permasalahan masih menyelimuti keberadaan penyuluh pertanian baik secara kualitas maupun kuantitas, mulai dari penguasaan dan akses pada teknologi informasi, kebijakan, pembiayaan, akses pasar serta dinamika kelembagaan yang terus mewarnai kinerja penyuluh pertanian. Berkembangnya digitalisasi pertanian diharapkan dapat membantu penyuluh pertanian bersikap lebih inovatif, adaptif, kolaboratif, dan profesional dalam menjalankan profesinya agar eksistensinya tidak tersisih dan terabaikan dari laju percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan penyuluh pertanian agile di Yogyakarta dan sekitarnya dalam menghadapi revolusi 4.0. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan konstruktivisme kritis. Informan dalam penelitian ini terdiri dari penyuluh pertanian dan petani. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak sembilan informan, dengan enam informan merupakan penyuluh pertanian dan tiga informan merupakan petani. Informan berasal dari dua kabupaten, yaitu Kabupaten Klaten dan Kabupaten Bantul. Setidaknya terdapat tiga tantangan penyuluh, yaitu: (1) Kurangnya kemampuan berkaitan dengan digitalisasi dan gawai, sebagian penyuluh tidak percaya diri; (2) Dukungan biaya operasional yang dirasa kurang dalam mendukung operasional Balai Penyuluh Pertanian; dan (3) Banyaknya aplikasi akibat digitalisasi yang justru memberikan administratif yang berdampak pada kinerja penyuluh. Penelitian ini menyimpulkan: (1) Penyuluh profesional dituntut dapat menyesuaikan diri dan perannya sesuai dengan perkembangan dan perubahan peradaban manusia yang selalu didukung oleh perkembangan teknologi digital; (2) Kunci utama sebagai penyuluh profesional adalah mengedepankan pendekatan yang humanis melalui pendekatan interpersonal. Dukungan anggaran dan kebijakan juga diperlukan dalam rangka mewujudkan penyuluh profesional di era kekinian.
Life Accentuation in Cognitive Dissonance and Hedonistic Behavior between Jakarta and Moscow Adolescents Kuswanti, Ana; Muzykant, Valerii L.; Moenawar, Mohamad Ghozali; Maryam, Siti; Zempi, Charun Nisa; Tayibnapis, Radita Gora; Santoso, Hudi
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202447701

Abstract

Information and communication technology play an important role in the development of communication, one of which is the utilization of the online shop platform, to fulfill the desire for a hedonistic lifestyle. The changes in lifestyle focus on seeking unlimited pleasure and satisfaction. Life accentuation assumes that a person will feel happy by seeking happiness and avoiding feelings of pain, disappointment, and sadness. The research objective was to compare Jakarta and Moscow adolescents' cognitive dissonance and hedonism behavior. The comparative descriptive quantitative research method was used on 101 Moscow teenage respondents and 102 Jakarta respondents using cognitive dissonance theory and behavioral theory. The results were (1) ‘Looking for unlimited pleasure and satisfaction’ is ‘often’ (54.10%) by Jakarta teenagers, higher than Moscow teenagers (only 39.40%), and ‘sometimes’ (52.10%). (2) The dimension of ‘seeking as much happiness as possible and avoiding painful feelings’, Jakarta teenagers are 45.90% while Moscow teenagers are 36.60%, and ‘sometimes’ (56.30%). (3). For the dimensions of ‘seeking happiness symbolically’, Jakarta teenagers are more ‘often’ (53.10%) than Moscow teenagers (36.60%) and ‘sometimes’ (52.10%). (4) In the dimension of ‘pleasure is the most important thing in life’ there are differences between teenagers in Moscow and teenagers in Jakarta (54.10%) and Moscow teenagers are ‘often’ (63.40%) lower and ‘sometimes’ tend to behave hedonistically (63.40%).
Inovasi Penerapan Dan Faktor Pendukung Agribisnis Hortikultura: Implementation Innovation And Supporting Factors Horticulture Agribusiness Idawati; Sasongko, Nugroho Adi; Suryanti, Reni; Haryanto, Yoyon; Rosnina; Haruna, Naima
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202347912

Abstract

Konsep industrialisasi pertanian perdesaan merupakan konsep pembangunan yang mencerminkan kesatuan industri pertanian yang terintegrasi dengan output berupa produk yang memiliki nilai tambah ekonomi yang besar. Tujuan penelitian adalah (1) Mendeskripsikan kegiatan agribisnis hortikultura pada subsektor hilir agribisnis hortikultura yang telah dilakukan petani (2) Menganalisis tingkat penerapan inovasi industrialisasi pertanian hortikultura pedesaan (3) Menganalisis pengaruh faktor kegiatan subsektor hilir dan penerapan industrialisasi pertanian pedesaan. Metode penelitian meliputi analisis kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian petani hortikultura sebanyak 30 responden yang dilakukan secara purposive pada kelompok Bakti Mandiri di Desa Sukajadi. Penentuan sampel dilakukan secara sensus terhadap 30 orang anggota kelompok Bakti Mandiri yang menjalankan agribisnis hortikultura. Pengumpulan data dilakukan dengan cara purposive sampling melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif berupa persentase dan regresi berganda untuk menggambarkan kegiatan subsektor hilir, tingkat penerapan IPP dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemasaran disusun oleh kelompok dengan penjualan langsung ke pedagang pengumpul, kemudian dijual kembali ke pengecer di pasar sentral. (2) Ciri inovasi penerapan industrialisasi pertanian pedesaan dengan pemanfaatan tempat, waktu dan kepemilikan pada fungsi pemasaran sudah berjalan dengan baik, sedangkan secara perubahan bentuk (pengolahan) belum terlaksana. (3) Dukungan penyuluhan berkontribusi dalam pelaksanaan industrialisasi pertanian pedesaan. Penerapan industrialisasi pertanian pedesaan dalam kondisi optimal terutama swadaya melalui ketua kelompok tani.
Peran Penyuluh Swasta dalam Transformasi Perilaku Masyarakat melalui Pemberdayaan berbasis Inovasi Biocyclo Farming Firmansyah, Adi; Sumardjo; Fatchiya, Anna; Sadono, Dwi
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202447949

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengkaji peran penyuluh swasta dalam pemberdayaan berbasis biocyclo farming (BCF) dan perubahan perilaku masyarakat dalam praktik BCF, dan (2) menganalisis faktor-faktor penentu keberhasilan pemberdayaan BCF. Metode kuantitatif yang diperkuat dengan data kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian adalah sekelompok petani yang menerapkan inovasi BCF di lokasi penelitian. Petani individu yang menerapkan BCF merupakan unit analisis dalam penelitian ini. Lokasi kajian dilakukan pada lima desa di Provinsi Jawa Barat, dengan 102 responden. Data dikumpulkan dari bulan Juli hingga Agustus 2022. Analisis deskriptif dan korelasional dilakukan dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penyuluh swasta telah berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Upaya pemberdayaan masyarakat tersebut menghasilkan perubahan perilaku, baik pada tingkat individu maupun komunitas. Perubahan pada tingkat individu meliputi perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Perubahan pada tingkat komunitas adalah penggunaan praktik pertanian baru BCF. Terjadinya perubahan perilaku petani dipengaruhi oleh kapasitas penyuluh swasta dan partisipasi masyarakat melalui proses dialog dan komunikasi konvergen yang dibangun oleh penyuluh swasta tersebut.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 02 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 01 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 1 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 2 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 1 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 1 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 2 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 1 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 2 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 1 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 2 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 4 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 2 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 1 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 1 No. 1 (2005): Jurnal Penyuluhan More Issue