cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jupe
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan
ISSN : 18582664     EISSN : 24424110     DOI : 10.25015
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penyuluhan diterbitkan dalam rangka mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan kapasitas manusia di berbagai bidang, di aras mikro, messo, dan makro. Peneliti, pelaku bisnis, pemegang kebijakan, akademisi, penyuluh, dan peminat pengembangan ilmu dan aspek praktis dalam transformasi perilaku manusia dapat mengirimkan naskah kepada redaksi, untuk selanjutnya direview oleh mitra bestari. Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan diterbitkan.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Hubungan Kemampuan Komunikasi PPL dan M-tani terhadap Penyuluhan Petani Padi Sawah di Morotai Sidul, Raden; Lubis, Djuara P.; Amanah, Siti
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202447986

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan komunikasi penyuluh lapangan (FEW) dan fasilitator M-tani dalam membantu petani padi sawah meningkatkan produksi. Penelitian dilakukan di tiga desa Morotai Maluku Utara pada tahun 2022. Data primer dikumpulkan dengan mewawancarai 40 petani padi yang dipilih dari 117 petani. Para petani dipilih menggunakan cluster sampling berdasarkan lokasi padi sawah. Variabel yang diamati adalah karakteristik individu, pola komunikasi, dan aspek pendukung. Korelasi Rank-Spearmann dan uji t berpasangan digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi penyuluh dan fasilitator M-tani dalam kompetensi komunikasi dengan pendekatan partisipatif berada pada kategori cukup baik. Tidak ada perbedaan keterampilan komunikasi yang signifikan antara FEW dan fasilitator M-tani. Ada korelasi yang signifikan antara praktek pertanian padi dan keterampilan komunikasi FEW dan fasilitator M-tani. Dalam hal ini, intensitas komunikasi, tempat kegiatan, dan lama komunikasi berkorelasi dengan praktek petani.
Pengaruh Penyuluhan terhadap Dampak Sosial Ekonomi Petani Penerima Bantuan Sarana Prasarana Pertanian di Kota Palopo Syaf, Syafruddin; Risal, Muhammad
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202447989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dampak sosial ekonomi petani penerima bantuan sarana prasarana pertanian di Kota Palopo; (2) Menganalisis pengaruh penyuluhan, dinamika kelompok, dan karakteristik bantuan terhadap dampak sosial ekonomi petani penerima bantuan sarana prasarana pertanian di Kota Palopo. Penelitian dilaksanakan di Kota Palopo. Populasi penelitian sebanyak 254 kelompok tani. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan error 5 persen yaitu 155 kelompok tani. Setiap kelompok tani diwakili oleh 3 orang petani (1 pengurus dan 2 anggota) sehingga jumlah sampel sebanyak 465 responden. Analisis data menggunakan SEM berbasis varians dengan alat analisis Smart PLS 3.29. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan, dampak sosial ekonomi bantuan sarana prasarana pertanian termasuk kategori sedang dengan skor rata-rata 57,21 dengan rentang penilaian 10 sampai 100. Terdapat dua aspek dampak sosial ekonomi yang termasuk kategori rendah yaitu kemampuan akses sumber daya dan kemampuan bermitra. Sementara lima aspek lainnya termasuk kategori sedang yaitu peningkatan pendapatan, penambahan sumber mata pencaharian, kemampuan perekonomian, kemampuan mengelola aset, dan kemampuan mengembangkan usaha. Dampak sosial ekonomi secara langsung dipengaruhi signifikan oleh karakteristik bantuan dan penyuluhan, sedangkan secara tidak langsung melalui penyuluhan dipengaruhi signifikan oleh dinamika kelompok dan karakteristik bantuan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan implikasi praktis kepada pemerintah dalam mengelola bantuan sarana prasarana pertanian kepada kelompok tani agar memberikan dampak yang positif bagi kesejehteraan penerimanya. Selain itu, secara teori dapat memperkaya khasanah keilmuan bidang penyuluhan terutama berkaitan dengan kegiatan penyuluhan dan pendampingan kelompok tani.
How to Develop Marketing Strategy, Packaging Designs, and Superior Product Processing Education? Wulandari, Astri; Marcelino, Dandy; Suryawardani, Bethani; Gusnadi, Dendi; Prabawa, Bijaksana; Arumsari, Rizki Yantami
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202448777

Abstract

Produce such as fruits and vegetables have the production potential on an industrial scale with a low price. Most residents in Sukawarna work as farmers of fruits, horticultural crops and vegetables. Farmers sell raw fruit and vegetable products without diversification. To compete with other economic actors, the government, community, and universities must support the development of high-quality commodity products. However, the community still faces some challenges, particularly their skills or expertise, but in this era, the main issues are knowledge when facing change (transformation) and a lack of creativity in managing superior product commodities to increase sales. The aim of this study is to help economic business actors in Sukawarna develop competitive knowledge and skills by referring to the partners' situation and issues. Community empowerment program facilitators were involved to conduct a participatory action research. It was found that there were several partner problem solutions. The first is the training of the economic actors in Sukawarna on how to manage raw commodity products into processed products with added value. Next is marketing assistance to help partners process vegetables from Sukawarna’s main commodity through accurate marketing strategy in communicating the processed product. The last solution is the use of attractive packaging designs and product labels for processed main commodities in Sukawarna to attract potential consumers. The study results recommend the following: an educational program for the transformation of superior commodities into ready-to-use processed products, assistance with marketing strategies, and designing packaging and product labels to market the processed commodities.
Pengaruh Media Sosial terhadap Efikasi Diri Petani Tanaman Hias dalam Menggunakan Media Sosial untuk E-Commerce Nurfathiyah, Pera; Sarwoprasodjo, Sarwititi; Muljono, Pudji; Matindas, Krishnarini
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202450712

Abstract

Efikasi diri berkaitan dengan keyakinan petani akan kemampuannya dalam menggunakan media sosial untuk e-commerce. Media sosial merupakan aplikasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dapat diakses tanpa batasan ruang dan waktu sehingga memungkinkan untuk memperluas pemasaran dan menjangkau konsumen yang lebih beragam. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap efikasi diri petani tanaman hias dalam menggunakan media sosial untuk e-commerce di Kabupaten Bogor. Populasi penelitian sebanyak 427 petani tanaman hias, dengan menggunakan rumus slovin diperoleh 210 responden sebagai sampel penelitian. Penarikasn sampel dilakukan secara acak sederhana. Metode penelitian menggunakan metode survei explanatory research dengan teknik pengumpulan data deskriptif kuantitatif yaitu observasi dan wawancara dipandu kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan realibilitas. Metode analisis data menggunakan analisis regresi, tabulasi data, estimasi model dan interpretasi model regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh media sosial melalui sistem sosial merupakan variabel memiliki nilai pengaruh yang lebih tinggi daripada media sosial secara langsung terhadap efikasi diri petani tanaman hias dalam menggunakan media sosial untuk e-commerce.
Integrasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Meningkatkan Layanan Penyuluhan Pertanian Sugihono, Chris; Hariadi, Sunarru Samsi; Wastutiningsih, Sri Peni
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202450736

Abstract

Pemanfaatan teknologi baru seperti media sosial dan telepon pintar menjadi peluang dan tantangan dalam mentransformasikan layanan penyuluhan pertanian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat penggunaan dan peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mendukung kegiatan penyuluhan pertanian, serta hambatan mengintegrasikan TIK dalam kegiatan tersebut. Penelitian dilakukan di Provinsi Maluku Utara selama bulan November 2022 dan Februari 2023 dengan menggunakan metode survey menggunakan kuisioner terstruktur, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Temuan menunjukkan tingginya kepemilikan telepon pintar (96,4%) namun akses terhadap laptop (52,8%) dan telepon seluler biasa lebih rendah (34,1%). Media sosial yang sering digunakan oleh penyuluh adalah WhatsApp (95%), Facebook (77%), Instagram (24%), YouTube (15%), dan TikTok (10%) untuk layanan konsultasi. TIK dan media sosial memperluas memperluas jangkauan penyuluh, memberikan layanan di luar jam kerja, dan memperluas peran sebagai informan, konsultan, fasilitator, dan pembuat konten. Telepon pintar, internet, dan laptop banyak digunakan menyelesaikan tupoksi penyuluh seperti identifikasi sumberdaya, penyusunan programa penyuluhan, peningkatan kapasitas, fasilitasi akses, dan monitoring evaluasi. Temuan ini menyoroti peluang optimalisasi TIK dan media sosial, sambil mengatasi hambatan seperti konektivitas buruk dan literasi digital rendah. Kajian ini memberikan implikasi peran TIK dalam transformasi penyuluhan, dari yang terpusat menjadi sistem responsif terhadap petani, diperkuat oleh teknologi digital.
Pengaruh Karakteristik Petani dan Peran Penyuluh dalam Penerapan Budidaya Kacang Hijau di Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka Salli, Maria Klara; Muhammad, Endeyani Vivitrida; Masria; Pallo, Marchy
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202451593

Abstract

Karakteristik individu petani dan peran penyuluh berperan penting dalam penerapan teknologi budidaya kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor tersebut. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan dari Juli hingga September 2023 melalui survei di desa sentra produksi kacang hijau Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, dengan melibatkan 95 petani berpengalaman lebih dari 2 tahun. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik scoring dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa petani rata-rata berada pada usia produktif, berpendidikan rendah, memiliki lahan 0,5-1 ha, dan berpengalaman lebih dari 10 tahun. Faktor yang berpengaruh terhadap penerapan teknologi adalah kosmopolitan dan ketersediaan modal, sementara status lahan berdampak negatif. Peran penyuluh berpengaruh signifikan terhadap penerapan teknologi, sedangkan umur, pendidikan, luas lahan, lama usaha tani, dan partisipasi dalam kelompok tidak mempengaruhi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluh perlu fokus pada komunikasi inovasi yang mempertimbangkan kosmopolitan, modal, dan status lahan petani untuk meningkatkan adopsi teknologi budidaya kacang hijau.
Respon Petani terhadap Rencana Pengembangan Agroeduwisata di Desa Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Damanik, Inta P.N.; Tahitu, Meilvis E; Kembauw, Esther
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202451871

Abstract

Agroeduwisata merupakan perpaduan dari konsep agrowisata dan edukasi. Agroeduwisata dapat dikembangkan di Desa Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku sebagai desa pertanian dengan berbagai cabang usaha tani yang didominasi padi sawah. Terkait hal tersebut, penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis respon petani terhadap rencana pengembangan agroeduwisata, dan (2) menemukan strategi pengembangan agroeduwisata berdasarkan respon petani pada tujuan (1). Desa Waimital dipilih secara sengaja sebagai lokasi penelitian karena memiliki potensi pengembangan agroeduwisata. Populasi penelitian adalah seluruh kelompok tani aktif di Desa Waimital, yaitu 19 kelompok; selanjutnya dari setiap kelompok ditentukan ketua kelompok dan dua anggota kelompok menjadi responden. Pemilihan anggota sebagai responden dilakukan secara acak sederhana. Data yang dikumpulkan meliputi data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dengan responden menggunakan kuesioner dan data sekunder dari berbagai sumber relevan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan statistik sederhana. Hasil penelitian ternyata respon petani bersifat positif terhadap rencana pengembangan agroeduwisata, namun ditemukan berbagai hal yang membutuhkan kesepakatan, yaitu: (1) penentuan lokasi wisata, (2) tugas petani dalam program agroeduwisata, dan (3) pengelolaan keuangan agroeduwisata. Terkait hal tersebut, dibutuhkan strategi untuk pengembangan agroeduwisata melalui kerjasama antar pihak terkait guna memenuhi kesepakatan melalui berbagai kegiatan diantaranya pemetaan lokasi wisata, sosialisasi dan pelatihan sesuai kebutuhan.
Pengaruh Karakteristik Petani dan Peran Pemerintah Desa Terhadap Partisipasi dalam Pengembangan Agrowisata Bumi Lumbung Pendem Wahyudi, Levina Andilla; Sawitri , Budi
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202444144

Abstract

Pengembangan kawasan pedesaan berpotensi menjadi lokasi agrowisata marak terjadi di Indonesia, salah satunya di Kota Batu. Hal ini menimbulkan berbagai macam reaksi dari masyarakat baik menyetujui ataupun tidak. Beraneka macamnya karakteristik petani dan dukungan pemerintah menjadi latar belakang yang menentukan langkah masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan agrowisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakterisitik petani dan peran pemerintah desa terhadap partisipasi dalam pengembangan Agrowisata Bumi Lumbung Pendem. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, teknik pengumpulan data yaitu observasi dan penyebaran kuesioner. Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Populasi pada penelitian adalah 388 petani dengan sampel sebanyak 80 petani yang diperoleh dari perhitungan Rumus Slovin. Sedangkan sebaran sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel karakteristik petani dan peran pemerintah secara simultan berpengaruh nyata positif terhadap partisipasi dalam pengembangan Agrowisata Bumi Lumbung Pendem. Sub variabel karakteristik petani yang berpengaruh pada partisipasi adalah umur, lama pendidikan formal, jumlah pendapatan, dan lama tinggal. Sedangkan sub variabel peran pemerintah desa yang berpengaruh hanya peran pemerintah sebagai fasilitator. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan pihak pengelola untuk menentukan kebijakan yang sesuai dengan petani.
Determinan Faktor dalam Penerapan Sistem Pertanian Organik pada Petani Anggota Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (APPOLI) Maharani, Eynne Zeynnora; Nurlaela, Siti; Puspitojati, Endah
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202449335

Abstract

Keberlanjutan pertanian menjadi permasalahan yang besar terutama pada aspek lingkungan dan keamanan pangan, sementara penerapan sistem pertanian organik masih belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat penerapan sistem pertanian organik, menganalisis faktor internal dan eksternal dan pengaruhnya terhadap tingkat penerapan sistem pertanian organik. Penelitian ini dilaksanakan di Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (APPOLI), Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Populasi adalah petani anggota APOLLI, sedangkan sampel ditentukan dengan proporsional random sampling sejumlah 50 responden. Tingkat penerapan sistem pertanian organik pada petani anggota APPOLI tinggi, sesuai dengan SNI 6729 yang berlaku. Faktor internal berupa umur dalam kategori produktif, tingkat pendidikan formal pada kategori dasar dan tingkat pendidikan non formal yang tinggi, dan pengalaman berusahatani selama 6-10 tahun. Faktor eksternal berupa ketersediaan sarana prasarana dalam kategori tinggi, peran kelompok tani tinggi, dan peran APPOLI dalam memberdayakan petani tinggi. Secara simultan faktor internal dan eksternal memengaruhi tingkat penerapan sistem pertanian organik pada taraf signifikansi 1%. Sedangkan secara parsial faktor umur, peran kelompok tani.
Conjoint Analysis to Measure Millennial Generation's Preferences on the Role of Technology in the Existence of Mitra Batik Cooperatives in Tasikmalaya Sastika, Widya; Hanifa, Fanni Husnul; Kusumahadi, Krishna; Marcelino, Dandy
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202449866

Abstract

As a people's economic movement founded on the concept of kinship, a cooperative is a corporate company made up of individuals or cooperative legal entities that engage in cooperatively-based activities. In the city of Tasikmalaya alone there are 603 ooperatives with an active level of 44%. Mitra batik cooperative is one of the oldest consumer cooperatives in Tasikmalaya. In an effort to develop cooperatives, mitra batik cooperatives are faced with a situation where they still have various obstacles for their development, one of which is the low interest and awareness of the community members to participate in cooperatives. In an effort to increase the number of cooperative members, the authors intend to conduct research on the preferences of Tasikmalaya people, especially millennial generation to participate in maintaining the existence of mitra batik cooperatives. The method used is conjoint analysis. According to the research results, millennials consider technology the most significant aspect in preserving mitra batik cooperatives in Tasikmalaya. In the digital age, technology is a crucial element. Millennials like technology's ease. The millennial generation must develop technology to preserve mitra batik cooperatives in Tasikmalaya. Due to the fast expansion of banking, particularly in technology, cooperatives must keep up with technology.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 02 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 01 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 1 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 2 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 1 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 1 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 2 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 1 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 2 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 1 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 2 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 4 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 2 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 1 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 1 No. 1 (2005): Jurnal Penyuluhan More Issue