cover
Contact Name
Mohammad Salehudin
Contact Email
jider@iel-education.org
Phone
+628113212014
Journal Mail Official
sarthi339@gmail.com
Editorial Address
Wage Asri 2, Taman, Sidoarjo West Java Province, Indonesia 61257
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Instructional and Development Researches
ISSN : 2807548X     EISSN : 28075471     DOI : https://doi.org/10.53621/jider
Core Subject : Education,
Journal of Instructional and Development Researches (JIDeR) is a scientific journal published by Indonesia Emerging Literacy Education. This journal publishes related research papers and covers a wide range of topics in the field of knowledge: learning research, educational development research. Articles are original research results with a maximum plagiarism of 25%. Articles submitted to JIDeR will be reviewed by at least 2 (two) reviewers. Articles submitted must meet the assessment criteria and comply with the instructions and templates provided by JIDeR.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 245 Documents
Pengaruh Media Edukatif Terhadap Hasil Belajar Siswa Fatmawati, Fatmawati; Juriah, Siti; Azzahra, Felina; Ayu, Zaira Nur; Yusrizal, Yusrizal; Syasmita, Indah
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh media edukatif terhadap hasil belajar siswa. Metode digunakan penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi-eksperimen, menggunakan desain faktorial 2×2. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas IV SD IT Al Minah, yang dibagi menjadi dua kelompok, kelas IV A sebagai kelompok eksperimen berjumlah 16 siswa dan kelas IV B sebagai kelompok kontrol berjumlah 15 siswa. Kelompok eksperimen menerima pembelajaran menggunakan media edukatif, sedangkan kelompok kontrol mengikuti metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, yaitu pre-test sebelum pelajaran dan post-test setelah pembelajaran selesai. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t untuk sampel independen. Hasil penelitian berdasarkan Uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi 0,635, menegaskan keseragaman varians data. Selain itu, uji t menghasilkan nilai signifikansi 0,013 dengan perbedaan rata-rata 4,833. Sehingga penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan media edukatif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKN di tingkat sekolah dasar.
Pembelajaran Aktif dalam Pendidikan Seni: Studi Kasus berdasarkan Pengalaman Mahasiswa Praktik Kependidikan Octavianingrum, Dilla; Tamaro, Beverly Keithl
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran aktif dalam pendidikan seni berdasarkan pengalaman praktik kependidikan siswa, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta menyusun strategi perbaikan yang dapat diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa pendidikan seni yang menjalani praktik pendidikan. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran aktif meningkatkan keterlibatan siswa, mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan kritis, memperbaiki hasil belajar, serta memperkuat efikasi diri mengajar siswa. Strategi yang paling efektif meliputi diskusi kelompok kecil, lokakarya kolaboratif, kritik bersama, pembelajaran berbasis proyek, dan eksplorasi media campuran. Faktor pendukungnya mencakup bimbingan guru pamong, kolaborasi antar-mahasiswa, ketersediaan fasilitas studio, dan pemanfaatan teknologi digital. Faktor penghambatnya meliputi resistensi siswa, keterbatasan waktu dan infrastruktur, kesulitan penilaian karya kreatif, serta lemahnya dukungan institusional. Enam strategi perbaikan yang dirumuskan: penguatan persiapan program, pengembangan penilaian autentik, peningkatan pendampingan triadik, integrasi pembelajaran kolaboratif berbasis proyek, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan budaya reflektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran aktif dalam pendidikan seni memerlukan adaptasi khusus yang memperhatikan hakikat proses kreatif serta ekosistem pendukung yang mencakup kesiapan siswa, kualitas pendampingan, dan keseragaman sistem penilaian.
Analysis of the Alignment Between Vocational High School Graduates Competencies and Industry Needs Using a Data Mining Approach Surya, Candra; Maksum, Hasan; Waskito, Waskito
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.775

Abstract

This study aims to analyze the alignment between vocational high school graduates’ competencies and industry needs using a data mining approach. The research is motivated by the increasing gap between graduates’ skills and labor market demands in the era of rapid technological development. A quantitative method was employed, with data collected from 90 vocational high school students using a structured questionnaire. The analysis includes descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression, and data mining classification techniques to identify patterns of alignment.The results show that graduates’ competencies have a positive and significant effect on alignment level, while industry needs have a significant but negative effect, indicating that increasing industry demands may reduce alignment if competencies are not improved. Simultaneously, both variables significantly influence alignment, although the coefficient of determination (R² = 0.131) indicates a relatively low explanatory power. This suggests that other factors also contribute to alignment. The findings highlight the importance of strengthening competency-based education and enhancing collaboration between vocational schools and industry. The use of data mining provides a data-driven approach to better understand alignment patterns and support decision-making in curriculum development.
Implementasi Digital Fasting dalam Pembelajaran PAI Sebagai Upaya Penanaman Nilai Zuhud Ilma, Musyrifatul Fikriyah; Maghfiroh, Muliatul
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.776

Abstract

Meningkatnya penggunaan teknologi digital di kalangan siswa yang berpotensi mengurangi fokus belajar serta melemahkan nilai spiritual seperti pengendalian diri dan kesederhanaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi digital fasting dalam pembelajaran PAI di MAN Sampang, mengkaji penanaman nilai zuhud, serta dampaknya terhadap perilaku dan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi digital fasting dalam pembelajaran PAI di MAN Sampang yang dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis efektif meningkatkan fokus belajar, partisipasi, serta pengendalian diri siswa dalam penggunaan teknologi. Penanaman nilai zuhud melalui digital fasting dalam pembelajaran PAI di MAN Sampang yang dilakukan melalui pemahaman konseptual, praktik pembatasan gadget, serta refleksi dan pembiasaan secara berkelanjutan efektif membentuk karakter siswa yang sederhana, mampu mengendalikan diri, serta memiliki kesadaran spiritual yang lebih baik. Digital fasting dalam pembelajaran PAI di MAN Sampang memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan fokus belajar, pembentukan sikap disiplin, penguatan interaksi sosial, serta internalisasi nilai zuhud yang tercermin dalam perilaku sederhana dan kemampuan pengendalian diri siswa.
Implementasi Nilai-Nilai Kultur Pesantren Pada Santri Non-Mukim Dalam Kehidupan Sehari-Hari Saprina, Saprina; Dwi, Octavia; Sholikhatun, Tri; Sopyan, Ferry; Ma'ruf, Munandar; Fatihin, Moh Khoirul
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.779

Abstract

Kultur pesantren merupakan sistem nilai yang berperan penting dalam membentuk karakter santri, seperti keikhlasan, kedisiplinan, kemandirian, kesederhanaan, dan ukhuwah Islamiyah, yang umumnya terbangun melalui kehidupan yang terstruktur di lingkungan pesantren. Namun, tidak semua santri tinggal di asrama, melainkan terdapat santri non-mukim yang menjalani sistem pulang-pergi sehingga menghadapi tantangan tersendiri dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut di luar lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kultur pesantren serta menganalisis implementasinya pada santri non-mukim dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan sumber relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri non-mukim mampu mengimplementasikan nilai-nilai kultur pesantren dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga ibadah, berperilaku sopan, serta disiplin dalam belajar dan beraktivitas. Implementasi tersebut didukung oleh lingkungan keluarga yang religius serta adanya kesadaran diri santri dalam menjalankan nilai-nilai yang telah diperoleh di pesantren. Di sisi lain, terdapat pula faktor yang mempengaruhi tingkat konsistensi penerapan nilai tersebut, antara lain pengaruh lingkungan pergaulan serta keterbatasan pengawasan langsung dari pihak pesantren.Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan nilai-nilai kultur pesantren pada santri non-mukim bergantung pada sinergi antara pesantren, keluarga, dan individu. Oleh karena itu, kerja sama yang berkelanjutan di antara ketiga unsur tersebut menjadi kunci dalam mengoptimalkan pembentukan karakter santri dalam kehidupan sehari-hari.