cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
MEKANISME INFEKSI VIRUS KUNING CABAI (PEPPER YELLOW LEAF CURL VIRUS) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROSES FISIOLOGI TANAMAN CABAI Nur Aeni Ariyanti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Infeksi virus kuning cabai (Pepper Yellow Leaf Curl Virus) menyebabkan penurunan hasil hingga 75% terutama pada musim kemarau. Penyakit ini hanya dapat ditularkan oleh serangga vektor kutu kebul (Bemisia tabaci L.) dan bukan merupakan seed born diseases. Masa inkubasi virus dalam tanaman hingga memunculkan gejala hanya memakan waktu 15-29 hari. Mekanisme infeksi virus diawali dengan replikasi dan pembentukan protein virus di dalam tubuh tanaman menggunakan ATP dari tanaman inang. Proses ini diikuti dengan perubahan proses fisiologi yang berupa peningkatan aktivitas protein anaplerotik, peningkatan laju fotosintesis dan peningkatan kandungan pati. Setelah proses replikasi selesai maka laju fotosintesis akan turun yang disebabkan oleh induksi dan degradasi dinding sel floem dengan menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Gejala yang ditimbulkan akibat infeksi virus ini adalah daun tanaman menjadi menguning dan mengeriting. Hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah membran tilakoid, stroma membesar dan volume fotosintesis mengecil. Hal ini juga menyebabkan menurunnya laju fotosintesis yang dapat menyebabkan penurunan produksi tanaman cabai.   Kata Kunci:  virus, infeksi, fisiologi
POTENSI FUKOSANTIN DARI RUMPUT LAUT COKLAT DALAM DUNIA KESEHATAN Paulus D. B. Murti; Ferdy S. Rondonuwu; Ocky K. Radjasa; A B Susanto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan terganggu akibat dari pola hidup yang tidak teratur sehingga muncul penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes, kanker dan jantung. Perlunya asupan makanan yang bergizi dan mengandung zat alami seperti karotenoid. Struktur karotenoid dibagi dalam dua kelompok besar: pertama, karoten (α-karoten, β-karoten, likopen), yang merupakan hidrokarbon dimana tanpa ada molekul oksigen, dan kedua, santofil (xantophill) (lutein, seaksantin (zeaxanthin), fukosantin dan astaksantin) yang dioksigenasi mengandung kelompok hidroksil, metoksi, karboksil, keto atau epoksi. Fukosantin adalah salah satu pigmen berwarna oranye yang dihasilkan pada biosintesis karotenoid. Fukosantin memiliki aktivitas biologi yang berperan dalam mengatasi beberapa masalah kesehatan seperti antiobesitas, antikanker, pemakan radikal bebas, antiinflamatori.  Kata Kunci: Kesehatan, Karotenoid, Algae, Fukosantin.
PENGGUNAAN PENDEKATAN INKUIRI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI MADRASAH ALIAH SE-JAKARTA SELATAN Yanti Herlanti; Zulfiani Zulfiani; Aan Arnasari
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan pendekatan inkuiri di beberapa Madrasah Aliyah (MA) di Jakarta Seletan.  Survei dilakukan pada lima Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan satu Madarasah Aliyah Swasta (MAS).  Data penelitian dijaring melalui kuisioner pada 6 guru dan 617 siswa, observasi pada saat pelaksanaan praktikum, dan analisis dokumen rencana pembelajaran.  Hasil penelitian menunjukan MA di Jakarta Selatan sudah menerapkan inkuiri, sebagian besar menerapkan pendekatan inkuiri terstruktur.  Hanya sedikit yang telah menerapkan inkuiri terbimbing.  Kebanyakan guru menerapkan telah komponen inkuiri melaksanakan penelitian, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan.  Kata Kunci : Pendekatan Inkuiri, Pembelajaran Biologi, Inkuiri Terbimbing dan Terstruktur.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MIKOFLORA KAPANG KONTAMINAN PADA KUE PIA YANG DIJUAL DI KOTA MALANG Utami Sri Hastuti; Yulia Venicreata Dipu; Mariyanti Mariyanti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kue pia merupakan salah satu macam makanan yang cukup dikenal oleh masyarakat. Kue pia yang tidak langsung dikonsumsi, seringkali disimpan selama beberapa hari oleh para konsumen. Lama waktu penyimpanan dapat mempengaruhi kerusakan kue pia akibat aktivitas kapang kontaminan. Hal ini dapat mengakibatkan kue pia ditumbuhi oleh kapang, sehingga tidak layak dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui spesies-spesies kapang kontaminan yang tumbuh pada kue pia; 2) mengetahui kualitas mikrobiologi kue pia yang disimpan selama 5 x 24 jam berdasarkan Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang. Sampel kue pia diperoleh dari toko kue di kota Malang. Sebelum diberi perlakuan sampel kue pia disimpan dalam botol selai steril selama 5 x 24 jam. Sampel kue pia sebanyak 10 gram dihaluskan dan dilarutkan dalam 90 ml larutan air pepton 0,1% sehingga diperoleh suspensi dengan tingkat pengenceran 10-1. Kemudian suspensi diencerkan lagi dalam larutan air pepton 0,1% secara bertahap sehingga diperoleh suspensi dengan tingkat pengenceran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6. Suspensi pada masing-masing tingkat pengenceran diinokulasikan pada medium Cazpek Agar (CA) sebanyak 0,1 ml dan diinkubasikan pada suhu 250C selama 7 x 24 jam. Perlakuan sampel dilakukan dalam 3 ulangan. Selanjutnya dilakukan penghitungan Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang pada kue pia yang disimpan selama 5 x 24 jam dan penentuan kualitas mikrobiologi kue pia berdasarkan ALT koloni kapang kemudian dirujukkan pada ketentuan dari DIRJEN POM ; selain itu dilakukan pula isolasi, deskripsi ciri-ciri morfologi dan mikroskopis, serta identifikasi terhadap tiap-tiap spesies kapang kontaminan yang tumbuh pada medium lempeng CA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) terdapat 11 spesies kapang kontaminan dalam sampel kue pia, yang termasuk dalam 6 genus, yaitu : Penicillium, Aspergillus, Fusarium, Cladosporium, Trichoderma, Eurotium, dan ordo khusus Mycelia sterilia.; 2) ALT koloni kapang dalam sampel kue pia yang disimpan selama 5 x 24 jam ialah 1,7 x 105 cfu/gram sampel. Hal ini menunjukkan bahwa sampel kue pia yang disimpan selama 5 x 24 jam tidak layak dikonsumsi.   Kata kunci: Mikoflora, kapang kontaminan, kue pia.
PENGHAMBATAN EKSTRAK METANOL DAUN DAN BATANG TUMBUHAN MANGROVERhizophoramucronataTERHADAP PERTUMBUHAN BEBERAPA STRAIN BAKTERI Aeromonas hydrophila Heri Maryanto; Ana Miftahul Janah; Dini Siswani Mulia
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aeromonas hydrophila is one of the pathogenic bacteria that attack freshwater fish. These bacteria are also pathogenic in brackish water fish and sea and other aquatic animals. Treatment of this bacterial attack should be pursued by using natural materials that are more effective and environmentally friendly, one of which is Rhizophora mucronata. This study aims to determine the inhibition of methanol extract of leaves and stems of R. mucronata mangrove plant on the growth of several strains of A. hydrophila bacteria. The experiment was conducted using experimental method with Completely Randomized Design (RAL) 3 factor factorial, ie A factor (type of bacterial strain): A1 (GPl-04), A2 (GL-01), A3 (GL-02), A4 (GJ- 01), A5 (GK-01), and A6 (GB-01); B (plant part): B1 (stem) and B2 (leaf); C (concentration of methanol extract R. mucronata): C1 (0% / control), C2 (10%), C3 (20%), and C4 (30%), with 3 replications. The parameters observed were the results of phytochemical screening test by Thin Layer Chromatography (TLC) and bacterial growth inhibition (clear zone). Data of clear zone were analyzed using Analysis of Variance (Anova) and Duncan Multiple Range Test (DMRT) with 5% test level, while the result of phytochemical screening test with TLC was analyzed descriptively qualitative. The results showed that R. mucronata mangrove plants potentially inhibited the growth of A. hydrophila because it contains flavonoids, alkaloids, terpenoids, and tannins. The type of bacterial strain and concentration of R. mucronata methanol extract had significant effect (P0 <0,05) on the inhibitory zone diameter but the plant part and interaction of the three factors, ie strains of bacteria, plant part, and concentration of R. mucronata methanol extract were not significantly different P> 0.05). Plant parts of both stems and leaves have the same potential as a natural bactericidal material. Bacteria A. hydrophila GL-01 strain was most sensitive, whereas GK-01 strain was most resistant to R. mucronata methanol extract. 10% concentration is an effective and efficient concentration in inhibiting the growth of A.hydrophila bacteria.
Population Structure of Alstonia scholaris (L) R.Br in The Region of Bajuin Waterfall Tanah Laut Heri Setiono; Dharmono Dharmono; Muchyar Muchyar
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alstonia scholaris (L) R.Br is one useful plant species in region South Borneo especially in the bajuin waterfall areas. According to local people, Alstonia scholaris (L) R.Br diminishing numbers. Determining the status or situation in a habitat can be done by studying the population structure. It is very important to be done in an effort to perform against the preservation of the population. The purpose of this research is to review the population structure of Alstonia scholaris (L) R.Br in the region of bajuin waterfall Tanah Laut. The method used in this research is survey 10 m x 10 m quadrant for the seeedling, sapling, pole and tree, systematically on two regions above and below waterfall each 500 m x 250 m quadrant. The results showed that the population structure of Alstonia scholaris (L) R.Br in one region there is a number of trees 56 individual/ha, the pole 28 individuals/ha, sapling 16 individuals/ha and seedling 8 individuals/ha, whereas the second region there are number tree 80 individuals/ha, the pole 52 individuals/ha, sapling 76 individuals/ha and seedling 48 individuasl/ha . In both regions show a number lot of the adult age group which means the plants in a state of decline or threated   and obtained a description of the shape of a pyramid population structure  shape urn  that is disturbed.Keywords: Population Structure, Alstonia scholaris (L) R.Br
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pengantar Profesi Guru Biologi di Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Hani Irawati; Much. Fuad Saifuddin
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Dengan adanya bahan ajar yang sesuai diharapkan dapat membantu kelancaran kegiatan pembelajaran. Mata kuliah pengantar profesi guru biologi merupakan mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa semester dua pada program studi pendidikan biologi FKIP UAD. Mata kuliah ini berisi tentang segala hal yang berkaitan dengan profesi seorang guru. Bahan ajar yang selama ini digunakan dalam kegiatan pembelajaran merupakan bahan ajar sederhana yang dibuat oleh dosen dengan mengggunakan referensi berupa aturan perundang-undangan tentang guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan ajar yang perlu dikembangkan untuk mata kuliah pengantar profesi guru biologi. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan biologi angkatan 2016 Universitas Ahmad Dahlan. Sampel dipilih secara acak sebanyak 75 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan perkuliahan dan angket terbuka untuk mahasiswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi pada pembelajaran mata kuliah pengantar profesi guru biologi adalah belum adanya bahan ajar yang bisa dijadikan sebagai pegangan dalam proses pembelajaran. Hasil analisis angket kebutuhan mahasiswa menunjukkan bahwa 1) bahan ajar diperlukan oleh mahasiswa adalah berupa buku ajar, 2) materi di dalam buku ajar berisi tentang: sejarah guru, peraturan tentang guru, kompetensi guru, kompetensi guru biologi, sertifikasi guru, dan profil guru di negara lain. Studi ini merupakan bagian dari studi awal pengembangan buku ajar sebagai bahan ajar mata kuliah pengantar profesi guru biologi
Development of Ecosystem Learning Tools with Contextual Multimedia Assisted Guided Inquiry Method for Developing Scientific Work Skill and Learning Outcome of Student Diyah Ayu Widyaningrum
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to (1) produce a learning instrument for ecosystem developed based on guided inquiry method with contextual multimedia-assisted for worthy life of teachers and students; (2) determine the level of effectiveness of the tools on the scientific work skills and learning outcomes of students of Grade 7 of SMP Negeri 26 Malang. The instrument consists of a syllabus, lesson plans, worksheets, media, and assessment. The composing of learning tools followed the model of the 4D development by Thiagarajan (1974). 4D model has four stages, i.e. define, design, develop, and disseminate, while the research was limited to the stage develop. Ecosystem learning instrument was validated in two stages, namely through an expert validation and implementation of test development. Test development was done in a simulation class (class VIII) and in the actual class (class VII). Test development was done in class VII with activities of lesson study (LS). Result of reflection (see) of the LS stage was used for the improvement of learning. Based on the validation and test results, the development of category learning has a very decent and effective to improve scientific work skills and student learning outcomesKeywords:  Learning Instrument, Guided Inquiry, Contextual Multimedia, Scientific Work Skills, Learning Outcomes.
MENDORONG BERFIKIR ANALISIS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATAKULIAH KONSERVASI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN Imas Cintyamulya
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlu suatu inovasi pembelajaran pada matakuliah konservasi  dan pengetahuan lingkungan, dalam upaya mendorong kemampuan berpikir analisis mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi terhadap masalah lingkungan. Mengingat  lingkungan sekarang ini  sudah banyak yang mengalami pencemaran,  baik pencemaran udara, air dan tanah serta terjadinya  perubahan rona bumi akibat berbagai aktivitas manusia dalam rangka peningkatan kesejahteraan hidup. Selama ini dalam melaksanakan pembelajaran konservasi dan pengetahuan lingkungan umumnya dosen cenderung  mengajarkan   konsep-konsep tentang lingkungan. Selain itu sumber belajarnya lebih banyak  berupa informasi verbal, seperi diperoleh dari membaca buku. Berdasarkan hal itu maka dirancang suatu pembelajaran melaui penerapan  model pembelajaran investigasi kelompok berbasis pendekatan kontekstual pada matakuliah konservasi dan pengetahuan lingkungan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong kemampuan berpikir analisis mahasiswa terhadap berbagai masalah lingkungan, khususnya yang terjadi di kabupaten Tuban. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen  One-Shot Case Study. Pelaksanaanya dengan cara memberikan perlakuan dalam pembelajaran matakuliah konservasi dan pengetahuan lingkungan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2009  berupa  pembelajaran investigasi kelompok berbasis pendekatan kontekstual. Selanjutnya diobservasi hasilnya berupa kemampuan berpikir analisis dan pengetahuan  mahasiswa terhadap masalah lingkungan. Indikator untuk kemampuan analisis meliputi: kemampuan mengidentifikasi masalah lingkungan, kemampuan komunikasi lisan dan kemampuan membuat laporan hasil investigasi. Sedangkan untuk melihat pengetahuan mahasiswa terhadap masalah lingkungan indikatornya berupa nilai yang diperoleh dari hasil tes lisan. Hasilnya menunjukkan bahwa melalui  penerapan model pembelajaran investigasi kelompok berbasis pendekatan kontekstual, mampu mendorong kemampuan berpikir anal isis dan pengetahuan  mahasiswa terhadap masalah lingkungan. Khususnya masalah lingkungan di Kabupaten Tuban.  Kata Kunci:  Berpikir Analisis, Mahasiswa, Pembelajaran  Investigasi kelompok, Pendekatan Kontektual,  Lingkungan.
LESSON STUDY DALAM PERKULIAHAN BIOLOGI UMUM DENGAN SOCIOSCIENTIFIC ISSUES-BASED INSTRUCTION UNTUK CHARACTER BUILDING Agung W. Subiantoro; Paidi Paidi; Nur Aeni Ariyanti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Telah dilakukan kegiatan Lesson Study (LS) dalam rangka pengembangan kompetensi pendidik bidang biologi di perguruan tinggi untuk agar mengembangkan dan mengimplementasikan pembelajaran biologi yang berorientasi pada character building sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. Secara spesifik, fokus pencapaian kegiatan LS ini adalah: 1) pengembangan kemampuan dosen biologi dalam mengembangan dan mengimplementasikan pembelajaran biologi umum dengan socioscientific issues-based instruction secara kolegial dalam tim LS, dan 2) menumbuhkembangkan karakter peduli dan reflective judgement mahasiswa pendidikan kimia dalam konteks ilmu biologi umum. Prosedur pelaksanaan LS ini mengikuti tahap-tahap plan-do-see, yang dilaksanakan sebanyak tiga putaran. Instrumen yang digunakan meliputi: 1) perangkat pembelajaran biologi umum berbasis socioscientific issues, 2) lembar pengamatan aktivitas dosen, 3) lembar pengamatan aktivitas belajar mahasiswa, dan 4) lembar penilaian reflective judgment. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan LS menunjukkan adanya dinamika, tantangan dan hambatan yang dialami baik oleh dosen model maupun subjek mahasiswa.   Kata kunci: lesson study, biologi umum, socioscientific issues, character building

Page 100 of 124 | Total Record : 1234