cover
Contact Name
Muhammad Yacob
Contact Email
yacobtarigan@stikeslhokseumawe.ac.id
Phone
+6285290749355
Journal Mail Official
yacobtarigan@stikeslhokseumawe.ac.id
Editorial Address
Jalan Darussalam No.47, Desa Hagu Selatan
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe
ISSN : 25283391     EISSN : 27763153     DOI : https://doi.org/10.54460/jifa.v6i1
Core Subject : Health,
Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami adalah sebuah jurnal jurnal ilmiah bidang pendidikan keperawatan berbasis islami, memuat tulisan-tulisan yang berkaitan dngan keperawatan medis dan penanganan pasien dengan pendekatan ilmu keperawatan yang dipadukan dengan ayat-ayat dalam Al-Quran sebagai mana yang dipelopiri oleh ibnu sina. Semua publikasi di Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun
Articles 101 Documents
Pengetahuan Ibu Tentang Upaya Penanganan Kejang Demam pada Anak di Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh Rahmani, Siti Hajia; Aklima; Sri Agustina
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.146

Abstract

Pengetahuan ibu tentang upaya penanganan kejang demam pada anak sangat diperlukan, karena ibu memiliki peran utama dalam memberikan pertolongan pertama kejang demam. Kejang demam merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak, dengan potensi komplikasi serius jika tidak ditangani dengan benar. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu (usia 20-30 tahun) mengenai upaya penanganan kejang demam pada anak di kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 189 ibu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner yang telah disesuaikan dengan konsep Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu 179 ibu (94,7%) memiliki pengetahuan yang baik dan sebanyak 10 ibu (5,7%) dengan pengetahuan kurang tentang upaya penanganan kejang demam pada anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pengetahuan ibu sebagian besar berpengatahuan baik, namun masih ada sebagian kecil ibu yang masih berpengetahuan kurang tentang upaya penanganan kejang demam pada anak. Direkomendasikan kepada puskesmas setempat untuk memberikan pelatihan mengenai penatalaksanaan kejang demam di rumah, agar dapat lebih memahami cara yang benar dalam menangani kondisi tersebut dan menghindari tindakan tidak tepat yang berpotensi memperbaiki keadaan anak.
Hubungan Self Care Dan Sedentary Lifestyle Dengan Prevalensi Penyakit Jantung Koroner Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Irna Silvia al Amna; Teuku Samsul Bahri; Ahyana
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.147

Abstract

Sedentary lifestyle can increase the risk of coronary heart disease characterized by lack of physical activity and the length of time spent sitting or lying down. Sedentary lifestyle is a condition of lack of physical activity that can inhibit the risk of coronary heart disease, one way to prevent it is with good self-care, including stress management, healthy eating patterns, and sufficient physical activity. This study aims to explore the relationship between self-care and sedentary lifestyle with the prevalence of coronary heart disease at the dr. Zainoel Abidin Banda Aceh General Hospital. This study uses a descriptive correlative method with a cross-sectional design. The study population of coronary heart disease patients at the dr. Zainoel Abidin Banda Aceh General Hospital using a purposive sampling technique totaling 278 people. Data collection tools using the Self Care Of Coronary Heart Disease Inventory and Sedentary Behavior Questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that there was a relationship between self-care and sedentary lifestyle with the prevalence of coronary heart disease (p-Value 0.039 <0.05). The importance of promoting self-care and reducing sedentary lifestyle habits as an effort to prevent coronary heart disease.
Gambaran Cyberbullying pada Remaja di Banda Aceh Ramadhiani, Nasywa Dwi; Sri Agustina
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.163

Abstract

Andari, Y. M., Azahra, P. F., Sinaga, E. M., & Prawitri, A. L. (2023). Cyberbullying di media sosial tiktok terhadap remaja sekolah menengah pertama. Jurnal Common, 7(1), 33–44. https://doi.org/https://doi.org/10.344010/common Anggraeni, S. A., Lotulung, L. J. H., & Kalangi, J. S. (2022). Motif perilaku cyberbullying remaja di media sosial twitter. Acta Diurna Komunikasi, 4(2). APJII. (2024). Jumlah pengguna internet indonesia tembus 221 juta orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang Millenium, B. B. A., & Flurentin, E. (2024). Profil Perilaku Cyberbullying pada Remaja dan Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling. Journal of Innovation and Teacher Professionalism, 2(2), 171–183. https://doi.org/10.17977/um084v2i22024p171-183 Orizani, C. M., & Ganadhi, M. (2020). Cyberbullying Dan Interaksi Sosial Pada Remaja Kelas Xi Sma Di Surabaya. Adi Husada Nursing Journal, 6(1), 19–26. Panggabean, A. (2024). Ini data statistik penggunaan media sosial masyarakat Indonesia. Radio republik Indonesia. https://www.rri.co.id/iptek/721570/ini-data-statistik-penggunaan-media-sosial-masyarakat-indonesia-tahun-2024 Patchin, J. W., & Hinduja, S. (2015). Measuring cyberbullying : Implications for research. Aggression and Violent Behavior. https://doi.org/10.1016/j.avb.2015.05.013 Putri, L. H., & Savira, S. I. (2023). Dampak psikologis pada remaja yang mengalami cyberbullying psychological. Jurnal Penelitian Psikologi, 10(01), 309–323. Ristiani, R., Ariyanto, E. A., & Muslikah, E. D. (2023). Kecenderungan perilaku cyberbullying pada remaja SMA : Bagaimana peranan konformitas teman sebaya ? INNER:Journal of Psychological Research, 3(2), 271–280. Riyanto, A. D. (2024). Hootsuite (We are Social): Data Digital Indonesia 2024. https://andi.link/hootsuite-we-are-social-data-digital-indonesia-2024/ Rose, N. N., Ishak, A. S., Sultan, N. H. H., Ismail, F., & Fahrudin, A. (2022). Effect of digital technology on adolescents. In S. Malik, R. Bansal, & A. K. Tyagi (Eds.), Impact and role of digital technologies in adolescent lives (pp. 1–18). IGI Global. https://doi.org/10.4018/978-1-7998-8318-0.ch001 Sari, S. R. N., Nauli, F. A., & Utomo, W. (2020). Gambaran perilaku cyberbullying pada remaja di SMAN 9 Pekanbaru. Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 7(2), 16–24. https://doi.org/https://doi.org/10.32539/JKS.v7i2.15240 Syena, I. A., Hernawati, T., & Setyawati, A. (2019). Gambaran cyberbullying pada siswa di SMA x kota Bandung. Jurnal Keperawatan BSI, 7(2), 88–96. http://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/120 UNICEF. (2021). Indonesia: ratusan anak dan remaja menyerukan kebaikan dan diakhirinya perundungan. Unicef Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/id/siaran-pers/indonesia-ratusan-anak-dan-remaja-menyerukan-kebaikan-dan-diakhirinya-perundungan WHO. (2022). Adolescent health. https://www.who.int/health-topics/adolescent-health Windarwati, H. D., Saragih, D. C., Merdikawati, A., & PH, L. (2020). Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Sebagai Pengguna Media Sosial. Jurnal Ners Widya Husada, 7(2), 63–70. http://journal.uwhs.ac.id/index.php/jners/article/view/367 Zhu, C., Huang, S., Evans, R., & Zhang, W. (2021). Cyberbullying among adolescents and children: A comprehensive review of the global situation, risk factors, and preventive measures. Frontiers in Public Health, 9, 1–12. https://doi.org/10.3389/fpubh.2021.634909
Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Lesi Upper Motor Neuron: Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Lesi Upper Motor Neuron Anissa Akmalia; Riski Amalia
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.171

Abstract

Lesi Upper Motor Neuron merupakan kerusakan pada neuron motorik atas yang dapat menyebabkan terganggunya mobilitas fisik pasien dikarenakan kecacatan otot. Studi kasus bertujuan untuk menyampaikan asuhan keperawatan pada pasien dengan lesi UMN. Hasil pengkajian menunjukkan adanya kelemahan pada kedua ekstremitas bawah dengan kekuatan otot skala 2222 dimana otot dapat menggerakkan sendi tetapi tidak dapat melawan gravitasi, nyeri pada bagian pinggang dengan skala 4 NRS, skala ketergantungan pasien adalah partial care, pasien mengaku sulit tidur karena lingkungan bising dan pada saat merasa nyeri, pasien cemas takut merepotkan anaknya. Hasil radiologi menunjukkan tampak anterior listhesis corpus L4 terhadap L5 sejauh <25%, bulging L2-3, L3-4, L5-S1 yang menekan thecal sac tanpa disertai steanosis foraminal neuralis. Masalah keperawatan yang diangkat yaitu gangguan mobilitas fisik, nyeri kronis, gangguan pola tidur, dan ansietas. Intervensi yang diberikan kepada pasien berupa latihan ROM pasif, teknik non farmakologi kompres jahe untuk meredakan nyeri dan anjurkan diet anti inflamasi (makanan yang kaya akan nutrisi antioksidan dan antiinflamasi) untuk mengurangi peradangan, anjurkan tidur cukup selama sakit, dan anjurkan meningkatkan dukungan keluarga. Evaluasi keperawatan didapatkan bahwa 2 masalah teratasi yaitu nyeri kronis dan ansietas, 2 masalah keperawatan teratasi sebagian yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan pola tidur. Diharapkan dengan adanya studi kasus ini dapat menjadi referensi dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan lesi UMN.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Penanganan Penyakit Rematik Terhadap Tingkat Pengetahuan Lansia Intan Azzuhra; Nanda Fitria; Agusri; Abrar; Desna Maulinda
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.205

Abstract

Proses penuaan menyebabkan lansia rentan mengalami penyakit degeneratif, salah satunya rematik. Rendahnya pengetahuan tentang penanganan rematik menjadi faktor pemicu kekambuhan. Pendidikan kesehatan merupakan intervensi penting untuk meningkatkan pemahaman lansia terkait penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan lansia tentang penanganan penyakit rematik Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan one group pretest–posttest. Jumlah sampel sebanyak 50 lansia yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensi 50% responden memiliki pengetahuan kurang, sedangkan setelah intervensi 66% responden memiliki pengetahuan baik. Uji t menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05), artinya terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan lansia. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan edukasi kesehatan secara rutin di masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai penanganan rematik.
Pelayanan Informasi Obat Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Muara Satu Assyfa Ulrizqah; Hazia Awanis; Meutia Zuhra; Itsnatani Salma; Lia Arsyina
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.206

Abstract

Salah satu bentuk pelayanan kefarmasian di puskesmas adalah Pelayanan Informasi Obat (PIO), yang mencakup pemberian informasi terkait aturan minum, kontraindikasi, cara penggunaan, lama penggunaan, simpan obat dalam suhu ruang, hindari dari sinar matahari, jangan menyimpan obat dalam suhu ruang, ikuti petunjuk penyimpanan pada label atau kemasan, jauhkan dari jangkauan anak-anak, riwayat alergi, penyebab alergi, memberikan informasi tentang jenis obat penyebab alergi, menghentikan obat yang menyebabkan alergi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pelayanan informasi obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah 94 pasien hipertensi yang mengambil obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Puskesmas Muara Satu pada bulan Juni 2025. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist PIO dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) menerima informasi lengkap mencakup tiga belas aspek utama. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia >57 tahun (56%), yang merupakan usia dengan prevalensi hipertensi lebih tinggi akibat perubahan fisiologis terkait penuaan. Temuan ini memperlihatkan bahwa Puskesmas Muara Satu telah menjalankan pelayanan informasi obat sesuai dengan standar Permenkes No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi puskesmas dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas PIO, serta mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam memahami informasi obat guna meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah efek samping.
Gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep Di Pukesmas Muara Satu Lhokseumawe Adilla Syahira; Meutia Zuhra; Riri Safriani
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.207

Abstract

Kementerian Kesehatan RI menetapkan standar waktu tunggu maksimal 30 menit untuk resep non-racikan dan 60 menit untuk resep racikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran waktu tunggu pelayanan resep di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe serta kesesuaiannya dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara observasi langsung pada 100 sampel resep, yang terdiri dari 73 resep non-racikan dan 27 resep racikan. Data diperoleh dengan mencatat waktu penerimaan resep dan waktu penyerahan obat, kemudian dihitung rata-rata waktu tunggu setiap kategori resep. Analisis dilakukan secara univariat untuk membandingkan hasil dengan standar waktu tunggu yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu resep non-racikan adalah 2 menit, sedangkan resep racikan 5 menit. Kedua hasil tersebut masih berada di bawah standar maksimal yang ditetapkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelayanan resep di Puskesmas Muara Satu sudah sesuai dengan SOP internal dan SPM Kementerian Kesehatan. Faktor jumlah item obat terbukti mempengaruhi lamanya waktu tunggu, namun tetap dalam kategori sesuai standar. Dengan demikian, mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe telah memenuhi indikator pelayanan yang baik. diharapkan hasil penelitian ini dapat mendukung peningkaan dan informasi untukmempertahankan kualitas pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.
Pengetahuan gizi dan frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi pada mahasiswa Clarissa Adelia; Lia Arsyina; Rizki Maulidya
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.208

Abstract

Status gizi menjadi salah satu permasalahan kesehatan global yang masih menjadi perhatian hingga saat ini. Di Indonesia, modernisasi telah membawa perubahan signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat. Perubahan tersebut ditandai dengan adanya pergeseran dari pola konsumsi tradisional berbasis pangan lokal menjadi pola konsumsi modern. Kondisi ini berkontribusi pada masalah gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi pada mahasiswa gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe. Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Prodi Gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, dengan sampel sebanyak 142 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dalam penelitian ini berupa pengetahuan gizi, Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan status gizi ditentukan melalui pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan gizi kategori sedang (45,1%), frekuensi konsumsi fast food kategori sering (59,9%), dan status gizi kategori baik (49,3%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi (p = 0,762; r = 0,026), namun terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi (p = 0,000; r = -0,305). Kesimpulan penelitian ini adalah frekuensi konsumsi fast food berhubungan secara signifikan dengan status gizi, sedangkan pengetahuan gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi pada mahasiswa gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe. Disarankan agar mahasiswa lebih membatasi konsumsi fast food dan menerapkan pola makan bergizi seimbang untuk menjaga status gizi normal.
Sistem Pengelolaan Obat Expired Date Di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe Zuhra Baitina; Meutia Zuhra; Fitri Yani
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.209

Abstract

Pengelolaan obat kedaluwarsa (expired date) di fasilitas kesehatan merupakan langkah penting untuk menjaga mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan efisiensi penggunaan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan obat expired date di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terpimpin terhadap apoteker penanggung jawab sebagai narasumber (2 orang) serta studi dokumentasi terkait proses pengelolaan obat kedaluwarsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat expired date di Puskesmas Muara Satu meliputi pemisahan obat dari stok layak pakai dengan sistem label warna (merah untuk <6 bulan, kuning untuk 1 tahun, hijau untuk >1 tahun), pencatatan detail (nama, jumlah, nomor batch, tanggal expired date, harga), penyimpanan di ruang/box karantina, pelaporan ke Dinas Kesehatan, dan pemusnahan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Kementerian Kesehatan. Proses pemantauan dilakukan rutin melalui stok opname bulanan sehingga mencegah penggunaan obat kedaluwarsa pada pasien. Sistem ini telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, namun diperlukan peningkatan melalui penerapan sistem informasi stok berbasis digital dan metode First Expired, First Out (FEFO) untuk meminimalkan risiko penumpukan obat expired date.
Edukasi Personal Hygiene Saat Menstruasi Melalui Media Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Khaira Ulfa; Sarah Nadiya; Mariyati; Faridah Hanum; Sri Andala
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.218

Abstract

Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi seperti keputihan, infeksi saluran kemih, dan kanker serviks. Edukasi dengan media animasi dapat menjadi metode efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya menjaga kebersihan diri saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi di Dayah Modern Ihyaussunnah Lhokseumawe. Desain penelitian yang digunakan adalah metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 35 remaja putri yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media animasi. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi menggunakan media animasi (nilai p < 0,05). Dapat disimpulkan Edukasi menggunakan media animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di Dayah Modern Ihyaussunnah Lhokseumawe.

Page 10 of 11 | Total Record : 101