cover
Contact Name
Ahmad Syauqi
Contact Email
ahmad.syauqi@uinjkt.ac.id
Phone
+6285117171987
Journal Mail Official
jisi.fisip@apps.uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) Faculty of Social Science and Political Science State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Kertamukti No.5 Pisangan Barat, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI)
ISSN : 28089529     EISSN : 28088816     DOI : https://doi.org/10.15408/jisi.v1i1.17105
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) is a peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Faculty of Social Science and Political Science, Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) of Jakarta. It aims to publish research findings that relates to the social, political, and socio-cultural throughout the world and search for a possible solution regarding these issues.
Articles 115 Documents
Persuasive Communication Strategies of Religious Extension Workers in Maintaining Religious Tolerance Between Communities in Berastagi District Br Sembiring, Azida Zaini; Nasution, Syawaluddin
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39853

Abstract

Abstract. The objective of this study is to examine the persuasive communication strategies employed by religious counselors in fostering religious tolerance among communities, as well as to identify the challenges they face and their efforts to overcome these challenges. This research employs a qualitative approach, utilising purposive sampling to select participants. Data were gathered through interviews, observations, and document analysis, and analysed by means of data reduction techniques. The findings indicate that religious counselors employ persuasive communication strategies, including psychodynamic approaches to enhance emotional engagement during counseling sessions, sociocultural strategies by aligning counseling activities with the cultural norms of the Karo community in Berastagi, and meaning construction strategies to deepen understanding of religious tolerance among the populace. However, counselors face challenges, including their own limitations, strong adherence to local customs and traditions among the community, and alignment with national regulations concerning inter-religious tolerance and real-life incidents. Religious counsellors have made efforts to educate the community about the nation's foundational principles and to foster positive relationships with local residents. It is recommended that future research explore novel communication strategies from diverse perspectives in order to enrich the repertoire of creative and effective communication activities in community counselling.Keywords: Persuasive, Religious Counselor, Tolerant of Religious Communities.Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi persuasif penyuluh agama dalam menjaga toleransi beragama antar masyarakat, dan hambatan penyuluh serta upaya mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk memilih responden. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis dengan melakukan reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama menggunakan strategi komunikasi persuasif berupa psikodinamika untuk meningkatkan keterlibatan emosional dalam penyuluhan, strategi sosiokultural dengan menyesuaikan kegiatan penyuluhan dengan budaya masyarakat Karo di Berastagi, serta strategi konstruksi makna untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai toleransi beragama kepada masyarakat. Hambatan yang dihadapi penyuluh adalah keterbatasan para penyuluh agama sendiri, pegangan adat dan budaya masyarakat yang kuat, serta penyelarasan antara aturan negara terkait toleransi antar umat beragama dan kejadian di lapangan. Upaya yang dilakukan oleh penyuluh agama adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang empat pilar kebangsaan dan berusaha menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat. Untuk penelitian mendatang, disarankan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi baru dari berbagai sudut pandang guna memperkaya repertoar kegiatan komunikasi yang kreatif dan efektif dalam penyuluhan kepada masyarakat.Kata Kunci: Persuasif, Penyuluh Agama, Toleransi Masyarakat Beragama.
Resiliensi Sosial Mualaf di Lingkungan Masyarakat Olora Harefa, Jannatul Asni; Zainun, Zainun
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39897

Abstract

Abstract. This research aims to explore and understand the self-resilience of converts and the factors that influence it in Olora Village, North Gunungsitoli District. The method used is a qualitative descriptive method. This method is used to understand the experiences and strategies used by converts to face challenges and pressure in living their new belief, namely Islam. This research involved the active participation of several converts to Islam as research subjects. Data was collected through in-depth interviews and participant observation. Data analysis is carried out through reduction, display and verification processes. This research shows that converts have self-resilience in carrying out Islamic teachings in terms of their deeds of worship as evidenced by the ability of converts to persist in the most difficult situations when doing deeds of worship, converts remain optimistic with serious effort in the most difficult conditions when doing deeds of worship, converts have a goal in carrying out deeds of worship. Driven by several factors including self-confidence and belief in the Islamic religion, KUA guidance, and guidance and support from those closest to him.Keywords: Self-Resilience, Converts, Social, Charity.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami resiliensi diri mualaf dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Desa Olora, Kecamatan Gunungsitoli Utara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk memahami pengalaman dan strategi yang digunakan mualaf dalam menghadapi tantangan dan tekanan dalam menjalani keyakinan barunya, yaitu Islam. Penelitian ini melibatkan partisipasi aktif dari beberapa mualaf sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mualaf memiliki ketahanan diri dalam menjalankan ajaran Islam dalam hal amal ibadahnya yang dibuktikan dengan kemampuan mualaf untuk bertahan dalam situasi tersulit saat menjalankan amal ibadah, mualaf tetap optimis dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam kondisi tersulit saat menjalankan amal ibadah, mualaf memiliki tujuan dalam menjalankan amal ibadah. Didorong oleh beberapa faktor diantaranya adalah keyakinan dan kepercayaan diri terhadap agama Islam, bimbingan KUA, serta bimbingan dan dukungan dari orang-orang terdekatnya.Kata Kunci: Ketahanan Diri, Mualaf, Sosial, Amal.
Religion and Post-Secular SDGs Possamai, Adam
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39925

Abstract

Abstract. This article discusses theories of post-secularism, which is emerging in affinity with neoliberalism, and the participation of religions in achieving the UN Sustainable Development Goals (SDGs). The study used qualitative research methods with textual analysis approaches. The article argues that the current involvement of religion in achieving the SDGs is a result of religion's return as a recognised actor in the public sphere, as reflected in theories of post-secularism. Religion alone is not capable of achieving all the SDGs, but these SDGs will not be fully achieved without religion either. Indeed, religion is relevant to the SDGs (Schliesser 2023). While there are clear links between different theologies, such as Catholic (Cichos et al 2021) and Muslim (Khan and Haneef 2022), with the SDGs, there are also some points of contention. Keywords: Post-Secularism, Neo-Liberalism, SDGs, Religious Actors. Abstrak. Artikel ini membahas teori-teori post-sekularisme, yang muncul bersamaan dengan neoliberalisme, dan partisipasi agama-agama dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual. Artikel ini berargumen bahwa keterlibatan agama dalam pencapaian SDGs saat ini merupakan hasil dari kembalinya agama sebagai aktor yang diakui di ruang publik, seperti yang tercermin dalam teori-teori post-sekularisme. Agama saja tidak mampu mencapai semua SDGs, tetapi SDGs juga tidak akan sepenuhnya tercapai tanpa agama. Memang, agama relevan dengan SDGs (Schliesser 2023). Meskipun ada hubungan yang jelas antara teologi yang berbeda, seperti Katolik (Cichos et al. 2021) dan Muslim (Khan dan Haneef 2022), dengan SDG, ada juga beberapa poin yang diperdebatkan. Kata Kunci: Post-Sekularisme, Neoliberalisme, SDGs, Aktor Agama.
The Islamic State and Thomas Hobbes: Views on the State, Law, and the Role of Religion Sugara, Robi; Fitriyanti, Rahmi; Idris, Faisal Nurdin
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39937

Abstract

Abstract. This article explains the concept of an Islamic state from the perspective of Thomas Hobbes' book Leviathan. Although Hobbes does not explicitly discuss the Islamic state, the basic principles of his theory of the absolute state, natural law, and the role of religion in a state provide a framework that can be used to explain the basic principles of the Islamic state. This article uses a qualitative approach with textual analysis methods on Hobbes' major work, Leviathan, as well as relevant literature on the concept of an Islamic state. Based on critical and interpretive readings of the text, this paper identifies and analyses the main themes related to absolute power and the role of religion in governance according to Hobbes. This analysis highlights how a state applying Islamic law (Sharia) can be compared to the concept of the state from a Hobbesian perspective, particularly in terms of absolute power and religious regulation to maintain order and peace. This article also discusses the relevance of Hobbes' natural law in the context of Islamic law and how the principles of universal justice and morality are applied. The findings of this article show that although there are fundamental differences in the sources of legitimacy and the role of religion, the basic principles of Hobbes' theory remain relevant in understanding the dynamics that occur in Islamic states, particularly in the modern world. Keywords: Islamic State, Thommas Hobbes, Islamic Sharia, Power and Authority. Abstrak. Artikel ini menjelaskan konsep negara Islam dalam perspektif Thomas Hobbes melalui buku Leviathan. Meskipun Hobbes tidak secara eksplisit membahas negara Islam dalam bukunya, namun prinsip dasar teorinya tentang negara absolut, hukum alam, dan peran agama dalam suatu negara memberikan kerangka yang dapat digunakan untuk menjelaskan pengertian negara Islam. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tekstual terhadap karya utama Hobbes, Leviathan, serta literatur yang relevan mengenai konsep negara Islam. Berdasarkan pembacaan teks secara kritis dan interpretatif, tulisan ini mengidentifikasi dan menganalisis tema-tema utama terkait kekuasaan absolut dan peran agama dalam pemerintahan menurut Hobbes. Analisis ini menyoroti bagaimana negara yang menerapkan hukum Islam (syariah) dapat dibandingkan dengan konsep negara dalam perspektif Hobbesian, khususnya dalam hal kekuasaan absolut dan peraturan agama untuk menjaga ketertiban dan perdamaian. Artikel ini juga membahas relevansi hukum alam ala Hobbes dalam konteks hukum Islam dan bagaimana prinsip keadilan dan moralitas universal diterapkan. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan mendasar dalam sumber legitimasi dan peran agama, namun prinsip dasar teori Hobbes tetap relevan dalam memahami dinamika yang terjadi di negara-negara Islam, khususnya di dunia modern. Kata Kunci: Negara Islam, Thommas Hobbes, Hukum Syariah, Kekuasaan dan Otoritas.
Azyumardi Azra's Middle-Path Islamic Politics: Anti-Violence and Democratization of Indonesia Thaha, Idris; Fadhilla, Indah; Billahi, Savran; Suryani, Suryani
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39938

Abstract

Abstract. The phenomenon of violence in democratic countries such as Indonesia introduced a new angle in contextualizing modern Islamic political thought. The argument of mainstreaming fasad (violence or conflict) and islah (reconciliation) embedded in Islamic political thought preached by Azyumardi Azra as a part of the moderate Islam project (Islam wasathiyah) is considered a democratization process. This article seeks to examine Azyumardi Azra's thoughts in interpreting the concept of moderate Islam in the context of Indonesia's democratization, particularly regarding non-violence and social harmony. This article uses an interdisciplinary approach combining the interpretation of Islamic political thought, Middle-path political theory, and democratization analysis. It examines the Islamic revitalization formulating an anti-violence stance mainstreamed by Azyumardi that mediates the absolutist dogmatic beliefs and extremist political streams inciting violence. Finally, this article demonstrates how political thought embedded in Islam mainstreamed by Azyumardi benefits to strengthening democratization in Indonesia, moving away from violence.Keywords: Democratization, Middle-path Politics, Anti-violence, Revitalization of Islam, Wasatiyyah Islam.Abstrak. Kajian ini berfokus pada diskusi tentang pemikiran Azyumardi Azra dalam memaknai politik Islam jalan tengah (Islam wasathiyah) dalam upaya demokratisasi Indonesia, khususnya mengenai antikekerasan dan harmonisasi sosial. Dengan pendekatan Islam jalan tengah, ia berupaya mencari cara efektif mengatasi praksis kekerasan di Indonesia. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan merujuk pada data-data primer melalui esai-esai dan buku-buku Azyumardi. Penelitian ini berhasil menganalisis pemikiran Azyumardi dalam merumuskan sikap antikekerasan sebagai gagasan revitalisasi Islam dengan menengahi keyakinan dogmatis absolut dan praksis politik ekstrem yang mendelegitimasi kekuasaan. Penelitian ini menyimpulkan, revitalisasi Islam yang dikemukakan Azyumardi merupakan cara efektif untuk mengatasi terjadinya kekerasan sebagai problematika demokrasi di Indonesia, kini dan di masa-masa mendatang. Kajian ini diharapkan dapat berkonstribusi bagi penguatan demokratisasi di Indonesia, yang jauh dari kekerasan.Kata Kunci: Politik jalan tengah, Islam wasathiyah, demokratisasi, revitalisasi Islam, antikekerasan.
Implementation of Sustainable Development Goals (SDGs) in Antosari Village, West Selemadeg, Tabanan, Bali Izana, Nyimas Nadya; Susanti, Anik; Baiaturohani, Baiaturohani
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.40471

Abstract

Abstract. This study aims to describe and analyze the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs) program in Antosari Village, Bali, using 18 Village SDGs indicators. The research method used is descriptive qualitative, with research informants consisting of parties who have the authority in the implementation of SDGs in Antosari Village. Data collection techniques involved in-depth interviews and direct observation. This research provides a comprehensive picture of the implementation of SDGs in Antosari Village and offers valuable insights for other villages looking to adopt a similar approach in achieving sustainable development goals. The results show that the implementation of the SDGs program in Antosari Village has been carried out with various comprehensive and sustainable initiatives. Each of the village's SDGs indicators, ranging from poverty alleviation, quality education, to women's involvement and environmental sustainability, have been implemented with a variety of specific programs and activities. These programs include improving education infrastructure, skills training for women, environmental awareness campaigns, and improving access to health and sanitation. While there are challenges, such as limited resources and socio-cultural constraints, Antosari Village has demonstrated a strong commitment to achieving the SDGs. The programs implemented not only have a positive impact on community welfare, but also create a collective awareness of the importance of sustainable development. Keywords: Village SDGs, Antosari Village, Implementation, Sustainable Development. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program Sustainable Development Goals (SDGs) di Desa Antosari, Bali, menggunakan 18 indikator SDGs Desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan informan penelitian terdiri dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan SDGs di Desa Antosari. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi langsung. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang pelaksanaan SDGs di Desa Antosari dan menawarkan wawasan yang berharga bagi desa-desa lain yang ingin mengadopsi pendekatan serupa dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program SDGs di Desa Antosari telah dilakukan dengan berbagai inisiatif yang menyeluruh dan berkelanjutan. Setiap indikator SDGs Desa, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, hingga keterlibatan perempuan dan keberlanjutan lingkungan, telah diimplementasikan dengan berbagai program dan kegiatan yang spesifik. Program-program ini mencakup perbaikan infrastruktur pendidikan, pelatihan keterampilan bagi perempuan, kampanye kesadaran lingkungan, serta peningkatan akses kesehatan dan sanitasi. Dari hasi analisis terdapat tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan kendala sosial-budaya, Desa Antosari telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mencapai tujuan-tujuan SDGs. Program-program yang dilaksanakan tidak hanya berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya pembangunan berkelanjutan. Kata Kunci: SDGs Desa, Desa Antosari, Implementasi, Pembangunan Berkelanjutan.
Power Relations between Media and Politics in Indonesia Syah Putra, Dedi Kurnia
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.41184

Abstract

Abstract. The 2024 General Election in Indonesia has become a central arena for the complex dynamics between media and politics. In-depth qualitative research reveals that the relationship between media and political parties is key to understanding how political information is conveyed to the public. Mass media, both print and electronic, plays a strategic role in shaping public perceptions of political parties, candidates, and campaign issues. Social media, with its two-way interaction and rapid dissemination, strengthens the direct connection between political parties and voters. The media not only serves as a conduit for information but also as a primary platform for political discourse, including comparisons of political parties, assessments of candidates, and analysis of campaign programs. The relationship between media and political parties is characterized by cooperation, competition, and occasional conflict. Political parties actively engage in crafting campaign messages and coordinating media interviews, while social media plays a pivotal role in their communication strategies. This dynamic raises questions about the independence of the media and how political parties leverage it to achieve their political objectives. On one hand, the media acts as a critical watchdog; on the other hand, political parties seek to use the media to amplify campaign messages and shape narratives that align with their interests. In conclusion, the relationship between media and political parties in Indonesia’s 2024 General Election forms a complex dynamic. The media plays a strategic role in shaping public opinion, while political parties actively utilize it to achieve their political goals. Keywords: Political Media Relation, Political Party, Pemilu 2024 Abstrak. Pemilu 2024 di Indonesia menjadi arena utama bagi dinamika kompleks antara media dan politik. Penelitian kualitatif mendalam mengungkapkan bahwa hubungan media dan partai politik menjadi kunci memahami bagaimana informasi politik disampaikan kepada publik. Media massa, baik cetak maupun elektronik, memiliki peran strategis membentuk persepsi publik terhadap partai politik, kandidat, serta isu-isu kampanye. Media sosial, dengan interaksi dua arah dan penyebaran yang cepat, memperkuat hubungan langsung antara partai politik dan pemilih. Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi platform utama untuk diskusi politik, termasuk perbandingan partai politik, penilaian terhadap kandidat, dan analisis program kampanye. Relasi antara media dan partai politik ditandai oleh kerja sama, persaingan, dan kadang-kadang konflik. Partai politik secara aktif terlibat dalam penyusunan pesan kampanye dan koordinasi wawancara media, sementara media sosial berperan sebagai elemen kunci dalam strategi komunikasi mereka. Dinamika hubungan ini menimbulkan pertanyaan tentang independensi media dan bagaimana partai politik memanfaatkannya untuk mencapai tujuan politik mereka. Di satu sisi, media berfungsi sebagai pengawas yang kritis; di sisi lain, partai politik berusaha menggunakan media untuk memperkuat pesan kampanye dan membentuk narasi yang sesuai dengan kepentingan mereka. Kesimpulannya, hubungan antara media dan partai politik dalam Pemilu 2024 di Indonesia membentuk dinamika yang kompleks. Media memainkan peran strategis dalam membentuk opini publik, sementara partai politik secara aktif memanfaatkannya untuk mencapai tujuan politik mereka. Kata Kunci: Relasi Media Politik, Partai Politik, Pemilu 2024
Analysis of Targeting Accuracy of Sembako Programme in Rangkasbitung Sub-district through Logical Framework Approach (LFA) Maulana, Asep; -, Harianto; -, Sumardjo
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.41200

Abstract

Abstract. Sembako programme is a government programme in reducing poverty, in practice the sembako programme often faces problems, one of which is target accuracy. The inaccuracy of targeting in the sembakoprogramme often results in food assistance that is not appropriate and does not touch the people who really need it, thus hampering the success of the programme. Therefore, this study analysed the Sembako program in Rangkasbitung Sub-district with a focus on the accuracy of targeting using the Logical Framework Approach (LFA). The main objectives of this study were to find the problems of targeting for the Sembako program and to make an improvement plan to improve the accuracy of the targeting of the Sembako program. The results showed that targeting accuracy in the kecamatan was affected by low data quality and weak verification. To ensure that the targeting accuracy is met, this study suggests creating clearer poverty indicators and training human resources. There is also a need for updated and connected data. The results of this study are expected to have an impact on the improvement of the Sembako programme so that it can target the people who really need it. Keywords: Sembako Program, Targeting Accuracy, Logical Framework Approach (LFA), Data Quality, Verification, Human Resources (HR). Abstrak. Program sembako merupakan program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan pada praktiknya program sembako sering menghadapi masalah salah satunya adalah ketepatan sasaran. Ketidaktepatan sasaran dalam program sembako sering kali mengakibatkan bantuan sembako tidak tepat guna dan tidak menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan sehingga menghambat keberhasilan program. Oleh karena itu Penelitian ini menganalisis program Sembako di Kecamatan Rangkasbitung dengan fokus pada ketepatan sasaran menggunakan pendekatan Logical Framework Approach (LFA). tujuan utama penelitian ini adalah untuk menemukan masalah tepat sasaran untuk program Sembako dan untuk membuat rencana perbaikan untuk meningkatkan ketepatan sasaran program Sembako. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan sasaran di kecamatan dipengaruhi oleh kualitas data yang rendah dan verifikasi yang lemah. Untuk memastikan tepat sasaran terpenuhi, penelitian ini menyarankan pembuatan indikator kemiskinan yang lebih jelas serta pelatihan sumber daya manusia. Selain itu diperlukan juga penyempurnaan data yang diperbarui dan terkoneksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berdampak pada perbaikan program Sembako yang tepat sasaran sehingga sembako dapat menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kata Kunci: Program Sembako, Ketepatan Sasaran, Logical Framework Approach (LFA), Kualitas Data, Verifikasi, Sumber Daya Manusia (SDM).
Anti-Corruption Strategies in Jakarta Provincial Government: Educational, Preventive and Represive Approaches Rahman, Dedy; Falatehan, A. Faroby; Hardiyanto, Arief Tri
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.41570

Abstract

Abstract. Anti-corruption programs are the government's efforts to minimize the risk of corruption within the bureaucracy. However, implementing anti-corruption strategies often faces challenges, including the lack of coordination between the approaches used. Educative, preventive, and repressive approaches are often not well-coordinated, thus affecting the success of these anti-corruption programs. Therefore, this research evaluates the effectiveness of educational, preventive, and repressive programs implemented by the Jakarta Provincial Government in combating corruption, as measured by the Corruption Control Effectiveness Index (IEPK) through the Nvivo 14 Method. The study reveals that eight final verdict corruption cases occurred between 2017 and 2023, with seven of these cases arising before implementing the IEPK assessment model. Notably, the IEPK value improved from 2.94 in 2022 to 3.28 in 2023, indicating a shift from a "Learning" category to "Working," which suggests a reduction in corruption levels. While the findings highlight advancements in corruption control efforts, the reliance on corruption level data poses limitations, as it excludes ongoing cases that could accurately represent corruption levels. Future research should explore the impact of these improvements on governance and consider a broader range of data sources. Keywords: Anti-Corruption Strategies, IEPK, Level of Corruption, Nvivo 14.  Abstrak. Program anti-korupsi adalah upaya pemerintah untuk meminimalkan risiko korupsi dalam birokrasi. Namun, pelaksanaan strategi anti-korupsi sering menghadapi tantangan, salah satunya adalah kurangnya koordinasi antara pendekatan yang digunakan. Pendekatan edukasi, pencegahan, dan represif sering kali tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga memengaruhi keberhasilan program anti-korupsi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini mengevaluasi efektivitas program edukasi, pencegahan, dan represif yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memerangi korupsi, yang diukur melalui Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) melalui Metode Nvivo 14. Studi ini mengungkapkan bahwa delapan kasus korupsi dengan putusan inkracht terjadi antara tahun 2017 dan 2023, di mana tujuh dari kasus tersebut muncul sebelum penerapan model penilaian IEPK. Secara signifikan, nilai IEPK meningkat dari 2,94 pada tahun 2022 menjadi 3,28 pada tahun 2023, menunjukkan pergeseran dari kategori "Belajar" menjadi "Bekerja," yang mengindikasikan penurunan tingkat korupsi. Meskipun temuan ini menyoroti kemajuan dalam upaya pengendalian korupsi, ketergantungan pada data tingkat korupsi menunjukkan keterbatasan, karena tidak mencakup kasus yang sedang berjalan yang dapat secara akurat mencerminkan tingkat korupsi. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi dampak dari perbaikan ini terhadap pemerintahan dan mempertimbangkan berbagai sumber data yang lebih luas. Kata Kunci: Strategi Anti Korupsi, IEPK, Tingkat Korupsi, NVivo 14.
K-Drama Excessive Watching Behavior and Loneliness of Parasocial Interaction in College Students Saptari, Saptari; Suhesty, Aulia; Rasyid, Miranti; Handayani, Nanik
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.41716

Abstract

Abstract. The emergence of the Korean Wave, encompassing K-dramas and K-pop, has garnered significant interest, particularly among college students. This research investigates how excessive viewing and feelings of loneliness impact social interactions. Utilizing a quantitative research design, the study involved 83 students from the Faculty of Social and Political Sciences at X University, selected through probability sampling methods. Data collection methods included scales measuring parasocial interactions, excessive viewing habits, and loneliness levels. The analysis employed multiple linear regression techniques. Key findings indicate that: (1) excessive viewing and loneliness significantly affect parasocial interactions, with an F-value of 3.992 exceeding the F-table value of 3.18 and a p-value of 0.001, contributing an influence of 42.1% (R²); (2) excessive viewing positively correlates with parasocial interactions, shown by a beta coefficient (β) of 0.377, a t-value of 2.071 surpassing the t-table value of 2.008, and a p-value of 0.044 (p < 0.05); (3) however, loneliness does not significantly impact parasocial interactions, evidenced by a beta coefficient (β) of 0.156, a count of 0.156.859 falling below the t-table value of 2.008, and a p-value of 0.395 (p < 0.05). Keywords: Social interaction, excessive watching, loneliness. Abstrak. Perkembangan fenomena Korean Wave, yang mencakup K-Drama dan musik K-Pop, telah menarik perhatian yang luas, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari menonton secara berlebihan dan perasaan kesepian terhadap interaksi parasosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 83 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas X yang dipilih melalui teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala untuk mengukur interaksi parasosial, tingkat menonton berlebihan, dan kesepian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh signifikan antara menonton berlebihan dan kesepian terhadap interaksi parasosial, dengan nilai F hitung sebesar 3.992 yang lebih besar dari F tabel 3.18 dan nilai p sebesar 0.001, serta kontribusi pengaruh (R²) mencapai 42.1%; (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan dari menonton berlebihan terhadap interaksi parasosial dengan nilai koefisien beta (β) sebesar 0.377, t hitung 2.071 lebih besar dari t tabel 2.008, dan nilai p sebesar 0.044 (p < 0.05); (3) tidak ditemukan pengaruh signifikan dari kesepian terhadap interaksi parasosial dengan nilai koefisien beta (β) sebesar 0.156, t hitung 0.859 lebih kecil dari t tabel 2.008, dan nilai p sebesar 0.395 (p < 0.05).Kata Kunci: Interaksi parasosial, menonton berlebihan, kesepian.

Page 11 of 12 | Total Record : 115