cover
Contact Name
Ahmad Syauqi
Contact Email
ahmad.syauqi@uinjkt.ac.id
Phone
+6285117171987
Journal Mail Official
jisi.fisip@apps.uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) Faculty of Social Science and Political Science State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Kertamukti No.5 Pisangan Barat, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI)
ISSN : 28089529     EISSN : 28088816     DOI : https://doi.org/10.15408/jisi.v1i1.17105
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) is a peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Faculty of Social Science and Political Science, Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) of Jakarta. It aims to publish research findings that relates to the social, political, and socio-cultural throughout the world and search for a possible solution regarding these issues.
Articles 115 Documents
Perilaku Pengguna Mikrotrans Pasca Penerapan Sistem Jak Lingko di Jakarta Selatan Aslamiyyah, Suaibatul; Nurhayati, Cucu; Jamilah, Joharotul
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.34762

Abstract

Abstract. This research examines changes in behavior of mikrotrans users after the implementation of the Jak Lingko system in South Jakarta. Mikrotrans is the term for small-scale public transportation used in the DKI Jakarta area. Previously known as microbuses or city public transportation (angkot) which used a regular system by implementing a deposit system to the owner. However, now it has been transformed by implementing an integrated transportation system or the Jak Lingko system. This research uses a qualitative case study research approach with data collection techniques through observation, interviews, documentation and literature study. The theory used is rational choice theory by James S. Coleman. The findings and analysis obtained show that changes in behavior made by mikrotrans users, both drivers and passengers, are influenced by considerations of rational choices to obtain maximum quality public transportation services and improve their personal quality. The decision to change behavior is made based on various considerations, namely improving facilities and service quality, implementing education and outreach to the community, implementing rules and sanctions, and strict supervisory control from various parties. The form of rationalization for mikrotrans users in this case is to obtain profits and benefits from all the advantages and advantages offered by the implementation of the Jak Lingko system. These benefits include convenience, security, comfort and safety when using public transportation. The form of change in social behavior of mikrotrans users in South Jakarta is known to be more orderly, obeying the rules, disciplined, orderly, friendly, responsive, helping each other and respecting each other among users.Keywords: Jak Lingko, Integration System, Behavior Change, Rational Choice.Abstrak. Penelitian ini mengkaji perubahan perilaku pengguna mikrotrans pasca penerapan sistem Jak Lingko di Jakarta Selatan. Mikrotrans merupakan sebutan untuk transportasi umum berskala kecil yang digunakan di wilayah DKI Jakarta. Sebelumnya dikenal dengan sebutan mikrolet atau angkutan umum kota (angkot) yang menggunakan sistem reguler dengan menerapkan sistem setoran kepada pemilik. Namun kini telah bertransformasi ke sistem transportasi terintegrasi atau sistem Jak Lingko. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Teori yang digunakan adalah teori pilihan rasional oleh James S. Coleman. Hasil temuan dan analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa perubahan perilaku yang dilakukan oleh para pengguna mikrotrans baik pengemudi ataupun penumpang dipengaruhi oleh pertimbangan pilihan rasional untuk mendapat kualitas pelayanan transportasi umum yang maksimal dan memperbaiki kualitas diri. Keputusan untuk mengubah perilaku dilakukan atas berbagai pertimbangan, yaitu peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan, pelaksanaan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, penerapan aturan dan sanksi, dan kontrol pengawasan yang ketat dari berbagai pihak. Bentuk rasionalisasi pengguna mikrotrans dalam hal ini yaitu memperoleh keuntungan dan manfaat dari segala kelebihan dan keunggulan yang ditawarkan oleh penerapan sistem Jak Lingko. Keuntungan tersebut berupa kemudahan, keamanan, kenyamanan, dan keselamatan yang didapat saat menggunakan transportasi umum. Bentuk perubahan perilaku sosial pengguna mikrotrans di Jakarta Selatan diketahui menjadi lebih teratur, taat aturan, disiplin, tertib, ramah, tanggap, saling menolong, dan saling menghargai antar sesama pengguna.Kata Kunci: Jak Lingko, Sistem Integrasi, Perubahan Perilaku, Pilihan Rasional.
Implementasi Smart City di Kota Tangerang Selatan Banten Sapraji, Sapraji
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 4, No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v4i2.37124

Abstract

Abstract. This research discusses the implementation of the Smart City policy in South Tangerang City, Banten, Indonesia as a response to regional autonomy demands and the complexity of urban issues. As an innovative concept, Tangsel Smart City focuses on providing solutions to community problems through the application of Information and Communication Technology (ICT). Through innovation and renewal, the South Tangerang City Government has successfully increased efficiency in public services, especially in licensing, taxation, and budgeting. This study is based on the Decree Number 134.43/Head.220-Legal/2017 and Memorandum of Understanding between the Ministry of Communication and Information Technology and the Local Government of South Tangerang City. Although the implementation of Smart City in Tangsel has brought positive changes, there are challenges such as the lack of supporting application functions, suboptimal socialization, difficulties in inter-agency integration, and security issues. The aim of this research is to provide an in-depth overview of the Smart City policy implementation, evaluate its effectiveness, and identify opportunities and challenges. It is hoped that the results of this research contribute to both practical and theoretical understanding of Smart City implementation in autonomous regions, serve as a guide for further research, and encourage continuous efforts to improve the quality of public services through the Smart City concept. Keywords: Smart City, Policy Implementation, Regional Autonomy, South Tangerang City, Public Services, Regional Government Innovation, Online Licensing. Abstrak. Penelitian ini membahas implementasi kebijakan Smart City di Kota Tangerang Selatan, Banten, Indonesia sebagai respons terhadap tuntutan otonomi daerah dan kompleksitas masalah perkotaan. Sebagai konsep terobosan, Tangsel Smart City fokus pada solusi masalah masyarakat dengan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Melalui inovasi dan pembaharuan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berhasil meningkatkan efisiensi dalam pelayanan publik, terutama dalam perizinan, perpajakan, dan penganggaran. Penelitian ini berdasarkan Kepwal Nomor 134.43/Kep.220-Huk/2017 dan Nota Kesepahaman antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Pemda Kota Tangerang Selatan. Meskipun implementasi Smart City di Tangsel telah membawa perubahan positif, terdapat kendala seperti minimnya fungsi aplikasi pendukung, sosialisasi yang kurang optimal, kesulitan integrasi antar-dinas, dan masalah keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam tentang implementasi kebijakan Smart City, mengevaluasi efektivitasnya, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman praktis dan teoritis tentang penerapan Smart City di daerah otonom, menjadi panduan bagi penelitian lebih lanjut, dan mendorong upaya terus-menerus dalam meningkatkan kualitas layanan publik melalui konsep Smart City. Kata Kunci: Smart City, Implementasi Kebijakan, Otonomi Daerah, Kota Tangerang Selatan, Pelayanan Publik, Inovasi Pemerintah Daerah, Perizinan Online.
Political Rights of Ex-Corruption Convicts in Elections Fitrazia, Zerelda Azzahra; Ihsan, A. Bakir; Iqbal, Bilal
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 4, No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v4i2.37125

Abstract

Abstract. This research aims to determine the birth process, the dynamics of the formulation, and the impact of the licensing policy for ex-corruption convicts to participate in elections. By using qualitative research methods and public policy theory, political elites, and corruption, this study found that the licensing policy for ex-corruption convicts in elections is a political process on the basis of providing opportunities for ex-corruption convicts as part of human rights which is then set forth in Law Number 7 of 2017 as a legal decree. Therefore, General Election Commission Regulation (PKPU) Number 20 of 2018 which prohibits ex-corruption convicts from becoming election participants is in itself considered deviant. This policy reaped a lot of controversy and rejection from society, but on the pretext of providing opportunities and fulfilling human rights, the political process came to a decision to be legalized through law. As a result, in the midst of public knowledge about the limited track record of politicians and the attitude of the people towards non-corruption which tends to be permissive, legislative candidates with backgrounds of corruption convicts have emerged and some have been elected in political contests at both the local and national levels. Keywords: Political rights, Ex-Corruption Convicts, Elections, Public Policy, Political Elite. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses lahir, dinamika perumusan, dan dampak kebijakan perizinan mantan narapidana korupsi ikut serta dalam pemilu. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan teori kebijakan publik, elite politik, dan korupsi, penelitian ini menemukan bahwa kebijakan perizinan mantan narapidana korupsi dalam pemilu merupakan proses politik atas dasar pemberian kesempatan mantan narapidana korupsi sebagai bagian dari hak asasi manusia yang kemudian dituangkan dalam UU No. 7 Tahun 2017. Oleh sebab itu, Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 yang melarang mantan narapidana korupsi menjadi peserta pemilu dengan sendirinya dianggap menyimpang. Kebijakan ini menuai banyak kotroversi dan penolakan dari masyarakat, namun atas dalih pemberian kesempatan dan pemenuhan HAM, maka proses politik sampai pada keputusan untuk dilegalisasi melalui undang-undang. Dampaknya, di tengah pengetahuan masyarakat tentang track record politisi yang terbatas dan sikap masyarakat terhadap tindak korupsi yang cenderung permisif, maka bermunculan calon-calon legislatif berlatar belakang narapidana korupsi dan sebagian terpilih dalam kontestasi politik baik pada tingkat lokal maupun nasional. Kata Kunci: Hak politik, Mantan Narapidana Korupsi, Pemilu, Kebijakan Publik, Elite Politik.
Sustainable Development through the Z-Chicken Baznas Initiative: A Community-Based Approach in South Tangerang City Setyaudin, Taufik
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 4, No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v4i2.37127

Abstract

Abstract. This research aims to find out the manifestation of economic independence within the community through the Z-Chicken program of Baznas in South Tangerang City. The program is considered as one of the efforts to enhance the welfare of the community. The research method employs a qualitative approach, involving the study of data and documents related to the Z-Chicken program of Baznas in South Tangerang City. Qualitative methods are deemed the most appropriate approach to gather information regarding the improvement of economic independence within the community through the Z-Chicken program of Baznas in South Tangerang City. The study of the Z-Chicken program in South Tangerang as an initiative to enhance the economic independence of the community reveals sustainable impacts, such as transforming beneficiaries into contributors. The presence of this empowerment program should be expanded in its reach. Furthermore, regular mentoring for beneficiaries who have gained from the Z-Chicken program in South Tangerang is essential for program evaluation and development. Keywords: Economic Independence, Z-Chicken Program, Baznas, Kota Tangerang Selatan, Mustahik, Muzakki. Abstrak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mencari tahu wujud dari kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Z-Chicken Baznas Kota Tangerang Selatan. Program tersebut merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif, yaitu dengan cara mempelajari data dan dokumen yang berhubungan dengan Program Z-Chicken Baznas Kota Tangerang Selatan. Metode kualitatif ini dianggap sebagai pendekatan yang paling tepat untuk menggali informasi mengenai peningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Z-Chicken Baznas Kota Tangerang Selatan. Penelitian program Z-Chicken Baznas Tangsel sebagai upaya peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat, ternyata dapat memberikan dampak yang berkesinambungan, salah satunya mengubah mustahik jadi muzakki. Keberadaan program pemberdayaan ini harus lebih diperluas jangkauannya. Dan adanya mentoring secara berkala terhadap mustahik yang telah menerima manfaat dari program Z-Chicken Baznas Tangsel sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program. Kata Kunci: Kemandirian Ekonomi, Program Z-Chicken, Baznas Kota Tangsel, Mustahik, Muzakki.
Peran Kader Posyandu dalam Menurunkan Angka Stunting Hamdy, M. Kholis; Rustandi, Helmi; Suhartini, Venita; Koto, Rinta Febrina; Agustin, Sekar Sari; Syifa, Carla Amadea; Arhabi, Abuddafi; Baskara, Vanza Aulia; Refiandinova, Fatur; Syauqi, Ahmad
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 4, No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v4i2.37128

Abstract

Abstract. Stunting is a health problem that can reduce the quality of human resources. One of the parties who plays an important role in overcoming stunting is posyandu cadres. The role of posyandu cadres as community empowerers is very much needed in improving community welfare through health. This research aims to determine the role of posyandu cadres in reducing stunting rates in Sakambang Wanayasa Village, Purwakarta Regency. This study used descriptive qualitative method. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation and the assistance of PRA techniques. The research results show that posyandu cadres have carried out their role in carrying out the mission to reduce stunting rates, but it can be said that this is not optimal. This can be seen from the activities carried out by cadres such as providing education about stunting, measuring and weighing toddlers to detect stunting, conducting home visits, providing additional food and vitamins to pregnant mothers and toddlers. In carrying out their role, posyandu cadres also receive support from both health workers and local village officials. However, in carrying out its role there are obstacles, namely the lack of cadre knowledge and education that must be provided regularly, inadequate posyandu infrastructure, low community participation and knowledge in responding to a problem, and funding for stunting prevention that is not timely. Keywords: Role, Posyandu Cadre, Stunting Prevention. Abstrak. Stunting adalah permasalahan kesehatan yang dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu pihak yang berperan penting untuk mengatasi stunting ini adalah kader posyandu. Peran kader posyandu sebagai pemberdaya masyarakat sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kader posyandu dalam menurunkan angka stunting di Desa Sakambang Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi serta bantuan teknik PRA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader posyandu telah menjalankan perannya dalam misi menurunkan angka stunting, namun dapat dikatakan belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan oleh para kader seperti memberikan edukasi tentang stunting, melakukan pengukuran dan penimbangan pada balita untuk mendeteksi stunting, melakukan home visit, memberikan makanan tambahan dan vitamin pada ibu hamil dan balita. Dalam menjalankan perannya, kader posyandu juga mendapat dukungan baik dari tenaga kesehatan maupun aparat desa setempat. Namun, dalam menjalankan perannya terdapat hambatan di mana masih kurangnya pengetahuan kader dan edukasi harus diberikan secara rutin, sarana prasarana posyandu yang belum memadai, rendahnya partisipasi dan pengetahuan masyarakat dalam menyikapi suatu masalah, dan pendanaan pencegahan stunting yang tidak tepat waktu. Kata Kunci: Peran, Kader Posyandu, Pencegahan Stunting.
Melawan Konstruksi Sosial dan Budaya Terhadap Perempuan: Mewujudkan Keadilan Gender dalam Rumah Tangga Yulianti, Yulianti; Syahriyah, Ummi Ulfatus
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 4, No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v4i2.37129

Abstract

Abstract. There is a social and cultural construct in society that put a mother as the most responsible person for childcare. In fact, childcare is basically a shared responsibility between husband and wife.  Although mothers are the first school for their children, fathers also have a great responsibility in childcare.  Not only given great responsibility in childcare, social and cultural constructions in Indonesia form that a wife or mother must be able to do housework and the husband is responsible for providing a living. The purpose of this study, researchers want to see how a mother eliminates the constructions that develop in society in realizing gender justice and equality in the household. The research method in this study is a descriptive qualitative method because it is to discuss the research results comprehensively. Data collection in this study used interviews with two young mothers.  The results in this study show that in realizing gender justice in the household, each couple must prepare for marriage in terms of science and mentality so that each other understands each other regarding their respective roles and responsibilities. responsible for childcare and domestic work. And the establishment of a culture of communication in carrying out the division of roles in order to the emergence of justice in the household. Keywords: Construction, Women, Gender Justice. Abstrak. Ada konstruksi sosial dan budaya di masyarakat yang beranggapan seorang ibu adalah orang paling bertanggung jawab dalam pengasuhan anak. Padahal, pada dasarnya pengasuhan anak adalah tanggung jawab bersama antara suami dan istri.  Meskipun ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, ayah juga memiliki tanggung jawab besar dalam pengasuhan anak.  Kemudian, ibu tidak hanya diberikan tanggung jawab besar dalam pengasuhan anak, konstruksi sosial dan budaya di Indonesia juga meletakkan seorang istri atau ibu dalam pekerjaan rumah tangga dan suami bertanggung jawab untuk mencari nafkah. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana seorang ibu menghilangkan konstruksi yang berkembang di masyarakat dalam mewujudkan keadilan gender dan kesetaraan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena membahas hasil penelitian secara komprehensif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan dua ibu muda. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam mewujudkan keadilan gender dalam rumah tangga, setiap pasangan harus mempersiapkan pernikahan dari segi ilmu pengetahuan dan mental agar saling memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Bertanggung jawab atas pengasuhan anak dan pekerjaan rumah tangga. Dan terbentuknya budaya komunikasi dalam melaksanakan pembagian peran demi munculnya keadilan dalam rumah tangga. Kata Kunci: Konstruksi, Perempuan, Keadilan Gender.
Indonesia’s 2023 ASEAN Chairmanship: Challenges and Policies Taken Siborutorop, Jonathan
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39316

Abstract

Abstract. As Indonesia has recently completed its term in the chair position for 2023, a study is needed to determine the link between ASEAN's policy goals, agendas, and their outcomes as reflected by common communiques during Indonesia's chairmanship and Indonesian national policies and interests. Using a qualitative descriptive method, this study will examine two questions: firstly, how is Indonesia’s ASEAN chairmanship in 2023 influenced by its pre-existing national foreign policy doctrine, and secondly, how is it reflected in its policy outcomes as chairman of ASEAN? This study examines these questions in the lifht of the three main issues that ASEAN faced during Indonesia’s chairmanship in 2023: the conflict in Myanmar, the ASEAN bloc’s relations with China, Russia, and the US, particularly in the context of the South China Sea dispute and the war in Ukraine, and regional integration and inter-country connectivity within ASEAN. Finally, this study will examine how Indonesia has successfully utilized its ASEAN chairmanship to achieve its internal policies and amplify them to the regional and global stage. Keywords: ASEAN, Foreign Policy, Regional Integration, South China Sea, Indonesia, National Interests. Abstrak. Mengingat Indonesia baru saja menyelesaikan masa jabatannya sebagai negara ketua ASEAN pada tahun 2023, diperlukan sebuah kajian untuk mengetahui kaitan antara tujuan kebijakan, agenda, dan hasil kebijakan ASEAN, sebagaimana tercermin dalam berbagai keputusan bersama yang dilakukan pada masa kepemimpinan Indonesia, dengan kebijakan dan kepentingan nasional Indonesia. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini akan mengkaji dua pertanyaan: pertama, bagaimana kepemimpinan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023 dipengaruhi oleh doktrin kebijakan luar negeri nasional Indonesia yang sudah ada sebelumnya, dan kedua, bagaimana pengaruh tersebut tercermin dalam hasil kebijakan Indonesia sebagai ketua ASEAN? Kajian ini menguji pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam lensa tiga permasalahan utama yang dihadapi ASEAN pada masa kepemimpinan Indonesia pada tahun 2023: konflik di Myanmar, hubungan blok ASEAN dengan Tiongkok, Rusia, dan Amerika Serikat, khususnya dalam konteks sengketa Laut Cina Selatan dan perang di Ukraina, dan integrasi dan konektivitas regional antarnegara ASEAN. Terakhir, studi ini akan mengkaji bagaimana Indonesia berhasil memanfaatkan masa kepemimpinannya di ASEAN untuk mensukseskan kebijakan internalnya dan menyuarakan kebijakan tersebut di tingkat regional dan global. Kata Kunci: ASEAN, Politik Luar Negeri, Integrasi Regional, Laut Cina Selatan, Indonesia, Kepentingan Nasional.
The Impact of the Taliban's Return to Power on the Stability of Public Security in Afghanistan Asdiarti, Riwana; Burhanuddin, Agussalim
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39525

Abstract

Abstract. The Taliban's return to power in Afghanistan in 2021 has sparked concern for the Afghan people and the international community. The Taliban's takeover of power not only impacts the country's security situation, but also affects the stability of public security in Afghanistan. Through this research, public security becomes an important aspect in knowing the impact of the new Taliban power. This research uses a qualitative method with a literature review and uses the concept of human security as an analytical framework. This research shows that some of the Taliban's policies since returning to power tend to be repressive and discriminatory, creating insecurity in the form of human rights violations, fear and individual freedom. The results of this research have shown that public security conditions in Afghanistan under the Taliban's second rule have not shown any improvement compared to their first period of power in 1996-2001. Although the Taliban managed to reduce the incidence of armed violence, public security stability still far from stable. This condition arises from the existence of rules and restrictions on access to education, employment, and health. The Taliban also resorted to violence, with persecution, arbitrary arrest and detention of people. The Taliban also face internal and external challenges in their efforts to maintain the stability of public security in Afghanistan.  Keywords: Taliban, Afghanistan, Public Security. Abstrak. Kembalinya kekuasaan Taliban di Afghanistan pada tahun 2021 telah memicu kekhawatiran bagi masyarakat Afghanistan dan dunia internasional. Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban tidak hanya berdampak pada situasi keamanan negara, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas keamanan masyarakat di Afghanistan. Melalui penelitian ini, keamanan masyarakat menjadi aspek penting dalam mengetahui dampak kekuasaan Taliban yang baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan, serta menggunakan konsep keamanan manusia (human security) sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa kebijakan Taliban sejak kembali berkuasa cenderung bersifat represif dan diskriminatif, sehingga menciptakan ketidakamanan dalam bentuk pelanggaran hak asasi manusia, ketakutan, dan kebebasan individu. Hasil penelitian ini telah menunjukkan kondisi keamanan masyarakat di Afghanistan di bawah pemerintahan kedua Taliban, belum menunjukkan perbaikan yang lebih baik daripada periode pertama kekuasaan mereka pada tahun 1996-2001. Meskipun Taliban berhasil mengurangi insiden kekerasan bersenjata, namun stabilitas keamanan masyarakat masih jauh dari kestabilan. Kondisi tersebut muncul dari adanya aturan dan pembatasan terhadap akses pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan. Taliban juga bertindak menggunakan kekerasan, dengan melakukan penganiayaan, penangkapan dan penahanan orang secara sewenang-wenang. Taliban juga menghadapi tantangan-tantangan internal dan eksternal dalam upaya menjaga stabilitas keamanan masyarakat di Afghanistan. Kata Kunci: Taliban, Afghanistan, Keamanan Masyarakat.
Dinamika Relasi Aktor dalam Mendorong Pembangunan Desa Melalui Kebijakan SAMISADE di Desa Tonjong Kalila, Sabrina Nadya; Rahmawati, Restu
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39677

Abstract

Abstrak. The research discusses the SAMISADE Policy, which was first inaugurated in 2021 and aims to accelerate development in Bogor Regency. The purpose of this study is to explain the relationship between actors in achieving village development through the SAMISADE Policy in Tonjong Village, Bogor Regency. This study employs a qualitative method to directly explain the dynamics and situations of the SAMISADE policy and to gain an in-depth understanding of the topic being studied. The findings of this study indicate that the relationships between the key actors involved, namely the village head, the Bogor Regency Community and Village Empowerment Agency (DPMD), NGOs, and the community itself, play a significant role in the implementation of the SAMISADE policy in Tonjong Village. The primary objective of the SAMISADE policy is commendable, and it is hoped that it can be adopted in other regions throughout Indonesia. Overall, the infrastructure development and achievements under the SAMISADE policy are satisfactory. Nevertheless, it is regrettable that in certain areas, such as Tonjong Village, the implementation has not been as successful as it could have been.Keywords: ANT Theory, Bogor Regency, Community, DPMD, Head of Village, NGOs, Policy, SAMISADE.Abstrak. Penelitian ini membahas kebijakan SAMISADE yang pertama kali diresmikan pada 2021 dan diperuntukkan untuk akselerasi pembangunan di Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan relasi aktor dalam mewujudkan pembangunan desa melalui kebijakan SAMISADE di Desa Tonjong Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menjelaskan dinamika dan situasi kebijakan SAMISADE secara langsung dan mendapatkan pemahaman mendalam terkait topik yang sedang diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah relasi antar aktor yang terkait, yaitu kepala desa, DPMD Kabupaten Bogor, LSM, dan masyarakat sangat mempengaruhi bagaimana jalannya kebijakan SAMISADE di Desa Tonjong. Tujuan utama kebijakan SAMISADE ini sangat baik, sehingga diharapkan dapat diadopsi di wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia. Secara garis besar pembangunan infrastruktur dan pencapaian dari kebijakan SAMISADE juga sudah mumpuni. Namun, sangat disayangkan untuk di daerah tertentu seperti Desa Tonjong pelaksanaannya belum memuaskan.Kata Kunci: DPMD, Kabupaten Bogor, Kebijakan, Kepala Desa, LSM, Masyarakat, SAMISADE, Teori ANT.
Creativity Regime and Internship Practices on MBKM Policy Salim, Permata Mohamad
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39761

Abstract

Abstract. The internship practice has become a regularity in responding to the interconnectedness of the labor market and education system in Indonesia. The Certified Internship and Independent Study Program (MSIB) is part of MBKM policies initiated by the Ministry of Education and Culture. It represents the state's position to capitalize on creativity discourse while continuing the connection between higher education and industry. Based on the literature review, this qualitative research provides an overview of the widespread phenomenon of internships. This research aims to explore the capacity of the creativity regime to exert hegemony through the MBKM policy that encourages internship practices. On one hand, internship programs play a role in making the educational ecosystem more open to new labor market challenges. However, students believe that without internships, their chances of finding employment after graduation are reduced. As a result, through the mechanisms of regulation and the activation of discourse within the creative regime, students have prioritized internships as spaces for exploring subjective experiences in realizing their authentic, engaging, and unique selves. By reflecting the characteristics of contemporary society as described by Andreas Reckwitz, which is a singularized society. Keywords: Creativity Regime, Singularization, Internship, MBKM Program, MSIB, Reckwitz. Abstrak. Praktik magang telah menjadi regularitas baru dalam merespons keterkaitan antara pasar tenaga kerja dan sistem pendidikan di Indonesia. Program Magang Bersertifikat dan Studi Independen (MSIB) merupakan bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini mencerminkan posisi negara dalam memanfaatkan wacana kreativitas bersamaan dengan logika link and match antara pendidikan tinggi dan industri. Menggunakan studi literatur, penelitian kualitatif ini memberikan gambaran tentang fenomena magang yang tersebar luas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kapasitas rezim kreativitas dalam menciptakan hegemoni melalui kebijakan MBKM yang mendorong praktik magang. Di satu sisi, program magang berperan dalam membuka ekosistem pendidikan terhadap tantangan pasar tenaga kerja yang baru. Pada sisi lainnya, mahasiswa percaya bahwa tanpa magang peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus berkurang. Hasil dalam penelitian ini menunjukan melalui mekanisme regulasi dan aktivasi wacana dalam rezim kreativitas, mahasiswa telah memprioritaskan magang sebagai ruang eksplorasi pengalaman subjektif untuk mewujudkan diri mereka yang otentik, menarik, dan unik. Merefleksikan karakteristik masyarakat kontemporer sebagaimana yang dijelaskan oleh Andreas Reckwitz, yaitu masyarakat yang tersingularisasi. Kata Kunci: Rezim Kreativitas, Singularisasi, Magang, Program MBKM, MSIB, Reckwitz.

Page 10 of 12 | Total Record : 115