cover
Contact Name
Ahmad Syauqi
Contact Email
ahmad.syauqi@uinjkt.ac.id
Phone
+6285117171987
Journal Mail Official
jisi.fisip@apps.uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) Faculty of Social Science and Political Science State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Kertamukti No.5 Pisangan Barat, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI)
ISSN : 28089529     EISSN : 28088816     DOI : https://doi.org/10.15408/jisi.v1i1.17105
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) is a peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Faculty of Social Science and Political Science, Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) of Jakarta. It aims to publish research findings that relates to the social, political, and socio-cultural throughout the world and search for a possible solution regarding these issues.
Articles 115 Documents
Anti-Corruption Strategies in Jakarta Provincial Government: Educational, Preventive and Represive Approaches Rahman, Dedy; Falatehan, A. Faroby; Hardiyanto, Arief Tri
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.41570

Abstract

Abstract. Anti-corruption programs are the government's efforts to minimize the risk of corruption within the bureaucracy. However, implementing anti-corruption strategies often faces challenges, including the lack of coordination between the approaches used. Educative, preventive, and repressive approaches are often not well-coordinated, thus affecting the success of these anti-corruption programs. Therefore, this research evaluates the effectiveness of educational, preventive, and repressive programs implemented by the Jakarta Provincial Government in combating corruption, as measured by the Corruption Control Effectiveness Index (IEPK) through the Nvivo 14 Method. The study reveals that eight final verdict corruption cases occurred between 2017 and 2023, with seven of these cases arising before implementing the IEPK assessment model. Notably, the IEPK value improved from 2.94 in 2022 to 3.28 in 2023, indicating a shift from a "Learning" category to "Working," which suggests a reduction in corruption levels. While the findings highlight advancements in corruption control efforts, the reliance on corruption level data poses limitations, as it excludes ongoing cases that could accurately represent corruption levels. Future research should explore the impact of these improvements on governance and consider a broader range of data sources. Keywords: Anti-Corruption Strategies, IEPK, Level of Corruption, Nvivo 14.  Abstrak. Program anti-korupsi adalah upaya pemerintah untuk meminimalkan risiko korupsi dalam birokrasi. Namun, pelaksanaan strategi anti-korupsi sering menghadapi tantangan, salah satunya adalah kurangnya koordinasi antara pendekatan yang digunakan. Pendekatan edukasi, pencegahan, dan represif sering kali tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga memengaruhi keberhasilan program anti-korupsi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini mengevaluasi efektivitas program edukasi, pencegahan, dan represif yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memerangi korupsi, yang diukur melalui Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) melalui Metode Nvivo 14. Studi ini mengungkapkan bahwa delapan kasus korupsi dengan putusan inkracht terjadi antara tahun 2017 dan 2023, di mana tujuh dari kasus tersebut muncul sebelum penerapan model penilaian IEPK. Secara signifikan, nilai IEPK meningkat dari 2,94 pada tahun 2022 menjadi 3,28 pada tahun 2023, menunjukkan pergeseran dari kategori "Belajar" menjadi "Bekerja," yang mengindikasikan penurunan tingkat korupsi. Meskipun temuan ini menyoroti kemajuan dalam upaya pengendalian korupsi, ketergantungan pada data tingkat korupsi menunjukkan keterbatasan, karena tidak mencakup kasus yang sedang berjalan yang dapat secara akurat mencerminkan tingkat korupsi. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi dampak dari perbaikan ini terhadap pemerintahan dan mempertimbangkan berbagai sumber data yang lebih luas. Kata Kunci: Strategi Anti Korupsi, IEPK, Tingkat Korupsi, NVivo 14.
Implementation of Sustainable Development Goals (SDGs) in Antosari Village, West Selemadeg, Tabanan, Bali Izana, Nyimas Nadya; Susanti, Anik; Baiaturohani, Baiaturohani
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.40471

Abstract

Abstract. This study aims to describe and analyze the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs) program in Antosari Village, Bali, using 18 Village SDGs indicators. The research method used is descriptive qualitative, with research informants consisting of parties who have the authority in the implementation of SDGs in Antosari Village. Data collection techniques involved in-depth interviews and direct observation. This research provides a comprehensive picture of the implementation of SDGs in Antosari Village and offers valuable insights for other villages looking to adopt a similar approach in achieving sustainable development goals. The results show that the implementation of the SDGs program in Antosari Village has been carried out with various comprehensive and sustainable initiatives. Each of the village's SDGs indicators, ranging from poverty alleviation, quality education, to women's involvement and environmental sustainability, have been implemented with a variety of specific programs and activities. These programs include improving education infrastructure, skills training for women, environmental awareness campaigns, and improving access to health and sanitation. While there are challenges, such as limited resources and socio-cultural constraints, Antosari Village has demonstrated a strong commitment to achieving the SDGs. The programs implemented not only have a positive impact on community welfare, but also create a collective awareness of the importance of sustainable development. Keywords: Village SDGs, Antosari Village, Implementation, Sustainable Development. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program Sustainable Development Goals (SDGs) di Desa Antosari, Bali, menggunakan 18 indikator SDGs Desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan informan penelitian terdiri dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan SDGs di Desa Antosari. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi langsung. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang pelaksanaan SDGs di Desa Antosari dan menawarkan wawasan yang berharga bagi desa-desa lain yang ingin mengadopsi pendekatan serupa dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program SDGs di Desa Antosari telah dilakukan dengan berbagai inisiatif yang menyeluruh dan berkelanjutan. Setiap indikator SDGs Desa, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, hingga keterlibatan perempuan dan keberlanjutan lingkungan, telah diimplementasikan dengan berbagai program dan kegiatan yang spesifik. Program-program ini mencakup perbaikan infrastruktur pendidikan, pelatihan keterampilan bagi perempuan, kampanye kesadaran lingkungan, serta peningkatan akses kesehatan dan sanitasi. Dari hasi analisis terdapat tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan kendala sosial-budaya, Desa Antosari telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mencapai tujuan-tujuan SDGs. Program-program yang dilaksanakan tidak hanya berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya pembangunan berkelanjutan. Kata Kunci: SDGs Desa, Desa Antosari, Implementasi, Pembangunan Berkelanjutan.
Dynamics of Culture and Media Power: Analysis of Misogyny in Online News in Indonesia Susanti, Vinita; Rosyidah, Ida; Sahetapy, Elfina Lebrine
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.43702

Abstract

Abstract. This article examines the phenomenon of media misogyny occurring in the context of online news in Indonesia. A survey indicates that Indonesian society tends to choose online news as the primary source of information, allowing people to easily contribute to and consume various information. Nevertheless, news media has significant freedom to produce news without strict limitations. The consequence is the potential for the public to become victims of crimes when they are portrayed as subjects in reporting, particularly in relation to the phenomenon of media misogyny. The focus of this research is to explain how media misogyny is manifested in online reporting using a qualitative approach, involving interviews with journalists and editors, as well as an analysis of the resulting news. The theory used in this analysis is Radical Feminism. The research findings show violations of the Journalistic Code of Ethics, gender inequality manifested in the lack of women's participation in the online news production process, and the impact on the production of news that is gender-biased and misogynistic. Keywords: Radical Feminism, Media Misogyny, Gender Inequality, Media Power, Patriarchal Culture. Abstrak. Artikel ini mengkaji fenomena misogini media yang terjadi dalam konteks berita online di Indonesia. Sebuah survei menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung memilih berita online sebagai sumber informasi utama, sehingga masyarakat dapat dengan mudah berkontribusi dan mengonsumsi berbagai informasi. Meski demikian, media berita mempunyai kebebasan yang signifikan untuk menghasilkan berita tanpa batasan yang ketat. Konsekuensinya adalah masyarakat berpotensi menjadi korban kejahatan jika mereka dijadikan sebagai subjek pemberitaan, khususnya terkait dengan fenomena misogini media. Fokus penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana misogini media diwujudkan dalam pemberitaan online dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara dengan jurnalis dan redaksi, serta analisis terhadap berita yang dihasilkan. Teori yang digunakan dalam analisis ini adalah Feminisme Radikal. Temuan penelitian menunjukkan adanya pelanggaran terhadap Kode Etik Jurnalistik, ketidaksetaraan gender yang diwujudkan dalam kurangnya partisipasi perempuan dalam proses produksi berita online, dan dampaknya terhadap produksi berita yang bias gender dan misoginis. Kata Kunci: Feminisme Radikal, Misogini Media, Ketimpangan Gender, Kekuatan Media, Budaya Patriarki.
K-Drama Excessive Watching Behavior and Loneliness of Parasocial Interaction in College Students Saptari, Saptari; Suhesty, Aulia; Rasyid, Miranti; Handayani, Nanik
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.41716

Abstract

Abstract. The emergence of the Korean Wave, encompassing K-dramas and K-pop, has garnered significant interest, particularly among college students. This research investigates how excessive viewing and feelings of loneliness impact social interactions. Utilizing a quantitative research design, the study involved 83 students from the Faculty of Social and Political Sciences at X University, selected through probability sampling methods. Data collection methods included scales measuring parasocial interactions, excessive viewing habits, and loneliness levels. The analysis employed multiple linear regression techniques. Key findings indicate that: (1) excessive viewing and loneliness significantly affect parasocial interactions, with an F-value of 3.992 exceeding the F-table value of 3.18 and a p-value of 0.001, contributing an influence of 42.1% (R²); (2) excessive viewing positively correlates with parasocial interactions, shown by a beta coefficient (β) of 0.377, a t-value of 2.071 surpassing the t-table value of 2.008, and a p-value of 0.044 (p < 0.05); (3) however, loneliness does not significantly impact parasocial interactions, evidenced by a beta coefficient (β) of 0.156, a count of 0.156.859 falling below the t-table value of 2.008, and a p-value of 0.395 (p < 0.05). Keywords: Social interaction, excessive watching, loneliness. Abstrak. Perkembangan fenomena Korean Wave, yang mencakup K-Drama dan musik K-Pop, telah menarik perhatian yang luas, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari menonton secara berlebihan dan perasaan kesepian terhadap interaksi parasosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 83 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas X yang dipilih melalui teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala untuk mengukur interaksi parasosial, tingkat menonton berlebihan, dan kesepian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh signifikan antara menonton berlebihan dan kesepian terhadap interaksi parasosial, dengan nilai F hitung sebesar 3.992 yang lebih besar dari F tabel 3.18 dan nilai p sebesar 0.001, serta kontribusi pengaruh (R²) mencapai 42.1%; (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan dari menonton berlebihan terhadap interaksi parasosial dengan nilai koefisien beta (β) sebesar 0.377, t hitung 2.071 lebih besar dari t tabel 2.008, dan nilai p sebesar 0.044 (p < 0.05); (3) tidak ditemukan pengaruh signifikan dari kesepian terhadap interaksi parasosial dengan nilai koefisien beta (β) sebesar 0.156, t hitung 0.859 lebih kecil dari t tabel 2.008, dan nilai p sebesar 0.395 (p < 0.05).Kata Kunci: Interaksi parasosial, menonton berlebihan, kesepian.
Power Relations between Media and Politics in Indonesia Syah Putra, Dedi Kurnia
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.41184

Abstract

Abstract. The 2024 General Election in Indonesia has become a central arena for the complex dynamics between media and politics. In-depth qualitative research reveals that the relationship between media and political parties is key to understanding how political information is conveyed to the public. Mass media, both print and electronic, plays a strategic role in shaping public perceptions of political parties, candidates, and campaign issues. Social media, with its two-way interaction and rapid dissemination, strengthens the direct connection between political parties and voters. The media not only serves as a conduit for information but also as a primary platform for political discourse, including comparisons of political parties, assessments of candidates, and analysis of campaign programs. The relationship between media and political parties is characterized by cooperation, competition, and occasional conflict. Political parties actively engage in crafting campaign messages and coordinating media interviews, while social media plays a pivotal role in their communication strategies. This dynamic raises questions about the independence of the media and how political parties leverage it to achieve their political objectives. On one hand, the media acts as a critical watchdog; on the other hand, political parties seek to use the media to amplify campaign messages and shape narratives that align with their interests. In conclusion, the relationship between media and political parties in Indonesia’s 2024 General Election forms a complex dynamic. The media plays a strategic role in shaping public opinion, while political parties actively utilize it to achieve their political goals. Keywords: Political Media Relation, Political Party, Pemilu 2024 Abstrak. Pemilu 2024 di Indonesia menjadi arena utama bagi dinamika kompleks antara media dan politik. Penelitian kualitatif mendalam mengungkapkan bahwa hubungan media dan partai politik menjadi kunci memahami bagaimana informasi politik disampaikan kepada publik. Media massa, baik cetak maupun elektronik, memiliki peran strategis membentuk persepsi publik terhadap partai politik, kandidat, serta isu-isu kampanye. Media sosial, dengan interaksi dua arah dan penyebaran yang cepat, memperkuat hubungan langsung antara partai politik dan pemilih. Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi platform utama untuk diskusi politik, termasuk perbandingan partai politik, penilaian terhadap kandidat, dan analisis program kampanye. Relasi antara media dan partai politik ditandai oleh kerja sama, persaingan, dan kadang-kadang konflik. Partai politik secara aktif terlibat dalam penyusunan pesan kampanye dan koordinasi wawancara media, sementara media sosial berperan sebagai elemen kunci dalam strategi komunikasi mereka. Dinamika hubungan ini menimbulkan pertanyaan tentang independensi media dan bagaimana partai politik memanfaatkannya untuk mencapai tujuan politik mereka. Di satu sisi, media berfungsi sebagai pengawas yang kritis; di sisi lain, partai politik berusaha menggunakan media untuk memperkuat pesan kampanye dan membentuk narasi yang sesuai dengan kepentingan mereka. Kesimpulannya, hubungan antara media dan partai politik dalam Pemilu 2024 di Indonesia membentuk dinamika yang kompleks. Media memainkan peran strategis dalam membentuk opini publik, sementara partai politik secara aktif memanfaatkannya untuk mencapai tujuan politik mereka. Kata Kunci: Relasi Media Politik, Partai Politik, Pemilu 2024
Analysis of Targeting Accuracy of Sembako Programme in Rangkasbitung Sub-district through Logical Framework Approach (LFA) Maulana, Asep; -, Harianto; -, Sumardjo
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.41200

Abstract

Abstract. Sembako programme is a government programme in reducing poverty, in practice the sembako programme often faces problems, one of which is target accuracy. The inaccuracy of targeting in the sembakoprogramme often results in food assistance that is not appropriate and does not touch the people who really need it, thus hampering the success of the programme. Therefore, this study analysed the Sembako program in Rangkasbitung Sub-district with a focus on the accuracy of targeting using the Logical Framework Approach (LFA). The main objectives of this study were to find the problems of targeting for the Sembako program and to make an improvement plan to improve the accuracy of the targeting of the Sembako program. The results showed that targeting accuracy in the kecamatan was affected by low data quality and weak verification. To ensure that the targeting accuracy is met, this study suggests creating clearer poverty indicators and training human resources. There is also a need for updated and connected data. The results of this study are expected to have an impact on the improvement of the Sembako programme so that it can target the people who really need it. Keywords: Sembako Program, Targeting Accuracy, Logical Framework Approach (LFA), Data Quality, Verification, Human Resources (HR). Abstrak. Program sembako merupakan program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan pada praktiknya program sembako sering menghadapi masalah salah satunya adalah ketepatan sasaran. Ketidaktepatan sasaran dalam program sembako sering kali mengakibatkan bantuan sembako tidak tepat guna dan tidak menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan sehingga menghambat keberhasilan program. Oleh karena itu Penelitian ini menganalisis program Sembako di Kecamatan Rangkasbitung dengan fokus pada ketepatan sasaran menggunakan pendekatan Logical Framework Approach (LFA). tujuan utama penelitian ini adalah untuk menemukan masalah tepat sasaran untuk program Sembako dan untuk membuat rencana perbaikan untuk meningkatkan ketepatan sasaran program Sembako. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan sasaran di kecamatan dipengaruhi oleh kualitas data yang rendah dan verifikasi yang lemah. Untuk memastikan tepat sasaran terpenuhi, penelitian ini menyarankan pembuatan indikator kemiskinan yang lebih jelas serta pelatihan sumber daya manusia. Selain itu diperlukan juga penyempurnaan data yang diperbarui dan terkoneksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berdampak pada perbaikan program Sembako yang tepat sasaran sehingga sembako dapat menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kata Kunci: Program Sembako, Ketepatan Sasaran, Logical Framework Approach (LFA), Kualitas Data, Verifikasi, Sumber Daya Manusia (SDM).
Kaesang's Coat-Tail Effect: Influence and Implications for PSI's Political Branding in the 2024 Election Siregar, Kristian Hamonangan; Rahmawati, Restu
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.43589

Abstract

Abstract. In the Indonesian political system, the coat-tail effect phenomenon is often utilized by political parties to increase electability through popular public figures. The coat-tail effect refers to a situation where the popularity of a figure can have a positive impact on vote support for other parties or candidates affiliated with them. One example of the implementation of this strategy is the appointment of Kaesang Pangarep, President Joko Widodo's youngest son, as Chairman of the Indonesian Solidarity Party (PSI) ahead of the 2024 elections. With his popularity as a young figure and his closeness to the president, Kaesang was expected to boost PSI's votes to reach the 4% parliamentary threshold. This study aims to analyze the influence and implications of Kaesang Pangarep's Coat-tail effect in increasing the votes of the Indonesian Solidarity Party (PSI) in the 2024 Election using a political branding approach. The research method used is qualitative and non-participant observation. The results showed that despite Kaesang's high popularity as a public figure, his involvement did not succeed in pushing PSI over the 4% parliamentary threshold, with votes only reaching 2.8%. Some of the main factors that led to this failure include the weak institutionalization of PSI's ideology, delays in campaign strategy, and the negative sentiment towards dynastic politics attached to Kaesang's figure. The research also found that Kaesang's presence managed to increase public attention, especially among young voters. This finding confirms that the popularity of public figures must be balanced with a structured political branding strategy and strong party ideological values to create a significant electoral impact. Keywords: Coat-tail effect, Political branding, Indonesian Solidarity Party (PSI), Election 2024. Abstrak. Dalam sistem politik Indonesia, fenomena coat-tail effect sering dimanfaatkan oleh partai-partai politik untuk meningkatkan elektabilitas melalui tokoh-tokoh publik yang populer. Coat-tail effect mengacu pada situasi di mana popularitas seorang figur dapat membawa dampak positif terhadap dukungan suara bagi partai atau kandidat lain yang berafiliasi dengannya. Salah satu contoh penerapan strategi ini adalah pengangkatan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang Pemilu 2024. Dengan popularitasnya sebagai figur muda dan kedekatannya dengan presiden, Kaesang diharapkan dapat mendongkrak suara PSI agar mencapai ambang batas parlemen sebesar 4%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan implikasi Coat-tail effect Kaesang Pangarep dalam meningkatkan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2024 dengan menggunakan pendekatan political branding. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kaesang memiliki popularitas tinggi sebagai figur publik, keterlibatannya tidak berhasil mendorong PSI melewati ambang batas parlemen sebesar 4%, dengan perolehan suara hanya mencapai 2,8%. Beberapa faktor utama yang menyebabkan kegagalan ini meliputi lemahnya pelembagaan ideologi PSI, keterlambatan dalam strategi kampanye, dan sentimen negatif terhadap politik dinasti yang melekat pada sosok Kaesang. penelitian juga menemukan bahwa kehadiran Kaesang berhasil meningkatkan perhatian publik, terutama dari kalangan pemilih muda. Temuan ini menegaskan bahwa popularitas figur publik harus diimbangi dengan strategi branding politik yang terstruktur dan nilai ideologis partai yang kuat untuk menciptakan dampak elektoral yang signifikan. Kata Kunci: Coat-tail effect, Political Branding, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Pemilu 2024.
The Phenomenon of Early Marriage in the Seginim Sub-District South Bengkulu District Yuanta, Tia; Nopianti, Heni; Widiyarti, Diyas
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.42331

Abstract

Abstract. Early marriage is a marriage event conducted by a man and a woman under the minimum age of marriage. As happened in Seginim Subdistrict, South Bengkulu Regency, the number of early marriages that occur is relatively high. This research uses a qualitative approach, described descriptively. The techniques used to collect data are non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation studies. The data analysis technique used in this research is the Miles and Huberman data analysis model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The theory used to analyze the results of this study is Max Weber's social action theory. This study found several findings, namely that early marriage was caused by marriage by accident and not wanting to go to school, lack of knowledge about marriage from both adolescents and parents of adolescents who entered into early marriage, especially regarding the provisions of the minimum age of marriage and the attitude of parents of adolescents who entered into early marriage who were not too strict with their children, especially for their children who only married because they were tired of school. So, it can be concluded that the low knowledge of adolescents regarding the essence and provisions of the minimum age of marriage. Keywords: Early marriage, Phenomena, Seginim, South Bengkulu, Teenagers. Abstrak. Perkawinan dini adalah peristiwa perkawinan yang dilakukan oleh seorang pria dan wanita yang masih di bawah usia perkawinan minimal. Seperti yang terjadi di Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, jumlah perkawinan dini yang terjadi relatif tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dijelaskan secara deskriptif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi non-partisipan, wawancara semi-struktural, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis data Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah teori tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini menemukan beberapa temuan, yaitu bahwa perkawinan dini disebabkan oleh perkawinan yang terjadi secara tidak sengaja dan tidak ingin melanjutkan sekolah, kurangnya pengetahuan tentang perkawinan baik dari remaja maupun orang tua remaja yang melakukan perkawinan dini, khususnya terkait ketentuan usia perkawinan minimal dan sikap orang tua remaja yang melakukan perkawinan dini yang tidak terlalu tegas terhadap anak-anak mereka, terutama untuk anak-anak mereka yang hanya menikah karena merasa lelah dengan sekolah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan remaja mengenai esensi dan ketentuan usia perkawinan minimal. Kata Kunci: Perkawinan dini, Fenomena, Seginim, Bengkulu Selatan, Remaja.
Political Public Sphere and Mass Media: Critical Perspective Fahrudin, Dedi; Rosyidin, Iding; Hosen, Nadirsyah
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.43601

Abstract

Abstract. This paper aims to explain how political public sphere occurs in Republika media. Mass media as a public sphere ideally provides space for audiences to get balanced information and news related to developing political issues. Not being an apartus of power or entrepreneurs, but bridging public interests. This study uses qualitative research with a critical paradigm.  The findings of this study are that Republika provides political public sphere for various political party backgrounds, news for Islamic and nationalist based parties are given the same space. Mass media as a public sphere is often used by rulers and businessmen for their political interests. Journalists as professional journalists can interact directly with politicians, with the limitation of not being allowed to led to the political publicity of the former owner of the Mahaka Group who became Minister of BUMN of the Republic of Indonesia. Keywords: Mass media, republika, public sphere, politics. Abstrak. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana ruang publik politik yang terjadi di media Republika. Media massa sebagai ruang publik idealnya memberikan ruang bagi khalayak untuk mendapatkan informasi dan berita yang seimbang terkait isu-isu politik yang berkembang. Tidak menjadi apartus kekuasaan maupun pengusaha, namun menjembatani kepentingan-kepentingan publik. Kajian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan paradigma kritis. Temuan penelitian ini Republika memberikan ruang publik politik bagi berbagai latar belakang partai politik pemberitaan untuk partai berbasis islam maupun nasionalis diberikan ruang yang sama. Media massa sebagai ruang publik kerap digunakan oleh penguasa dan pengusaha untuk kepentingan politik mereka. Wartawan sebagai jurnalis profesional dapat berinteraksi langsung dengan politisi, dengan batasan tidak boleh masuk dalam struktur partai. Disisi lain ditemukan adanya pemberitaan yang mengarah kepada publisitas politik mantan pemilik Mahaka Grup yang menjadi Menteri BUMN Republik Indonesia. Kata Kunci: Media masa, republika, ruang publik, politik.
The Policy Formation Process of Inclusivity PEKKA Foundation with Australian DFAT Nur Jihan; Raden Maisa Yudono
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 2 (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i2.41723

Abstract

Abstract. This research discusses the inclusion policy formulation process conducted by Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Foundation and the Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). This research background is the social and economic vulnerability experienced by female-headed households in Indonesia. This research examines multi-stakeholder collaboration and the process of formulating inclusive policies in Indonesia. The research method is descriptive qualitative, with interview techniques and non-participant observation. The results show that policy-making involves five stages: agenda setting, policy formulation, policy adoption, policy implementation, and policy evaluation. At each stage, both PEKKA and DFAT play their respective roles through collaboration using the multi-stakeholder partnership (MSP) approach, resulting in empowerment programs such as the Klinik Layanan Informasi dan Konsultasi (KLIK PEKKA) and the Paradigta Academy, which have increased access to basic services and political participation of the female-headed family. Keywords: Policy; female- headed family; PEKKA; DFAT; MSP Abstrak. Penelitian ini membahas proses perumusan mengenai kebijakan inklusivitas yang dilakukan oleh Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) bersama dengan Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Latar belakang penelitian ini adalah isu kerentanan sosial dan ekonomi yang dialami oleh perempuan kepala keluarga di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kolaborasi multi-stakeholder serta proses perumusan kebijakan inklusivitas di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik wawancara dan observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan kebijakan melibatkan lima tahap, yaitu agenda setting, formulasi kebijakan, adopsi kebijakan, implementasi kebijakan, dan evaluasi kebijakan. Dalam setiap tahap, baik PEKKA maupun DFAT memainkan perannya masing-masing melalui kolaborasi menggunakan pendekatan multi-stakeholder partnership (MSP) yang menghasilkan program-program pemberdayaan seperti Klinik Layanan Informasi dan Konsultasi (KLIK) PEKKA dan Akademi Paradigta yang berhasil meningkatkan akses layanan dasar dan partisipasi politik perempuan kepala keluarga.  Kata Kunci: Kebijakan; perempuan kepala keluarga; PEKKA; DFAT; MSP 

Page 6 of 12 | Total Record : 115