cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
m.azhar030390@gmail.com
Phone
+6281342482951
Journal Mail Official
jurnalagrisistem@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malino Km. 7 Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa , Sulawesi Selatan (92171)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Agrisistem
ISSN : 18584330     EISSN : 27764362     DOI : https://doi.org/10.52625/j-agr
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrisistem merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian secara makro dan peternakan secara mikro. Bidang pertanian meliputi Agronomi, Agroteknologi, Ilmu Tanah, Hortikultura, Hama dan Penyakit, Perkebunan, dan Teknologi Hasil Pertanian. Bidang Peternakan meliputi Budidaya Ternak, Nutrisi Ternak, Bioteknologi Peternakan dan Teknologi Hasil Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa.
Articles 189 Documents
Pengaruh Pemberian Tepung Maggot BSF (Black Soldier Fly) terhadap Ayam Ras Petelur: Effect of Dietary of Maggot BSF (Black Soldier Fly) Flour to Laying Hens Sultan Aksara; Sumang Sumang; Muhammad Irfan Aryawiguna; U. Sara
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i1.258

Abstract

Kandungan protein mempunyai peranan penting dalam formula ransum ternak karena terlibat aktif dalam pembentukan jaringan tubuh dan metabolisme vital seperti hormon, enzim, antibodi dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat menjadi kendala dalam pengembangan usaha peternakan, karena mahalnya pakan akan menyebabkan tingginya biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian tepung maggot BSF pada Ayam Ras Petelur. Riset dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan terdiri dari P0 (Pakan Komersil), P1 (Pakan komersil + tepung maggot 3%), P2 (Pakan Komersil + tepung maggot 4%), P3 (Pakan Komersil + tepung maggot 5%). Rata-rata konsumsi pakan ayam petelur pada kajian iniantara 96,81-102,00 g/hari/ ekor, Kisaran bobot telur pada kajian ini adalah 57,10 – 58,25 g, dan Rata-rata produksi telur berkisar antara 82,14-88,09% per hari. Pemberian tepung maggot 5% pada ayam petelur dapat mengefesienkan pemanfaatan pakan. Hal ini dapat dilihat dari nilai FCR terendah berada pada P3 (0,69±0,08).
Penggunaan Ampas Tahu terhadap Pertumbuhan dan Produksi Maggot (Black Slodier Fly): The Use of Tofu Dregs on Growth and Production of Maggot (Black Slodier Fly) Sardi, Fahri; Sumang, Sumang; Aryawiguna, Muhammad Irfan; Sara, U.
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i1.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penggunaan Ampas Tahu Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Maggot Black soldier Fly. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dan masing- masing ditumbuhkan larva sebanyak 1g. Adapun perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut: perlakuan P0= feses ayam petelur 2kg+ tampa perlakuan; perlakuan P1= feses ayam petelur 1,5kg+ ampas tahu 0,5kg; perlakuan P2= feses ayam petelur 1kg+ ampas tahu 1kg; feses ayam petelur 0,5+ ampas tahu 1,5kg. Waktu pengamatan dan pemeliharaan larva selama 15 hari. Variabel yang diamati yaitu, Pertambahan Bobot Badan (PBB), Panjang Badan, Produksi larva.
Efektivitas Pemberian Bokashi Blotong terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Baby Corn (Zea mays): The Effectiveness of Bokashi Blotong on Baby Corn (Zea mays) Growth and Production Abd. Rahman Arinong; Pratiwi Hamzah; Nurdin Nurdin; Herland Herland
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i1.260

Abstract

Penggunaan pupuk organik adalah salah satu hal yang wajib dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pertanian di Indonesia. Bokashi merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan. Penambahan bahan organik lainnya, diharapkan dapat menambah efektivitas dari pupuk bokashi, pada penelitian ini digunakan blotong. Limbah blotong merupakan limbah yang dihasilkan oleh pabrik gula yang berasal dari proses pemurnian nira. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokasi blotong terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman baby corn (Zea mays L.). Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan termasuk kontrol. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu P0 : Kontrol; P1 : Bokashi blotong 1 kg/m2; P2 : Bokashi blotong 2 kg/m2;P3 : Bokashi blotong 3 kg/m2. Parameter pengamatan pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tongkol per plot, bobot, panjang dan diameter tongkol baby corn. Penggunaan bokashi blotong pada penelitian ini berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah tongkol per plot, bobot tongkol, panjang tongkol dan diameter tongkol, sedangkan untuk parameter jumlah daun, penggunaan bokashi blotong berpengaruh tidak nyata.
Pengaruh Kompos Kotoran Hewan terhadap Produksi Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.): The Effect of Animal Manure Compost on the Production of Eggplant (Solanum melongena L.) Abd Azis H; Muh Rizal; Iskandar Rivai
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i1.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon jenis dan dosis kompos kotoran hewan terhadap produksi tanaman terung ungu. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh produksi terung ungu yang masih belum optimal karena pemupukan yang kurang efisien. Metode penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah jenis kompos kotoran hewan (kotoran puyuh, ayam, dan sapi), sedangkan faktor kedua adalah dosis kompos kotoran hewan (100 g, 150 g, 200 g, dan 250 g per polibag). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) jika terdapat pengaruh yang signifikan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan unit produksi Polbangtan Gowa dari bulan Maret hingga Desember 2022. Bahan yang digunakan meliputi benih terung ungu, kotoran ayam, kotoran puyuh, kotoran sapi, dan pupuk-pupuk lainnya. Alat-alat yang digunakan meliputi cangkul, meteran, timbangan analitik, dan lain-lain. Hasil penelitian pada parameter yang diujikan menunjukkan bahwa jenis dan dosis kompos kotoran hewan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu. Jenis kompos kotoran hewan memiliki perbedaan dalam kandungan nutrisi, yang mempengaruhi respons tanaman terhadap pertumbuhan dan produksi buah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang penggunaan kompos kotoran hewan sebagai pupuk organik dan dosisnya sehingga menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis dalam pemupukan terung.
Efektivitas Pengaplikasian Air Kelapa Dan Berbagai Jenis Media Tanam Terhadap Produksi Microgreen Tanaman Sawi (Brassica juncea L.): Effect of The Application of Coconut Water and Various Types of Planting Media on The Production of Microgreen Mustard Plants Ramli Ramli; Jati Nurcholis; Alfisyah Ramadhani
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i1.270

Abstract

Microgreen merupakan tanaman muda yang dipanen dan dikonsumsi pada masa awal penanaman sekitar 7-21 hari tergantung dari tanaman yang di tanam. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian air kelapa dan berbagai jenis media tanam terhadap produksi microgreen tanaman sawi dan untuk mengetahui pengaplikasian air kelapa serta media tanam yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juli 2022 di ruang penyapihan kampus I Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Kajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 8 perlakuan dan 4 ulangan dengan masing-masing perlakuan tiap ulangan terdapat 10 sampel tanaman. Perlakuan Air kelapa dan media tanam cocopeat memberikan hasil terbaik diantara semua perlakuan.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG HIJAU (MUNG BEAN FLOUR) TERHADAP PEMBUATAN “COCONUT FLAKES” Munira, Munira; Aimanah, Ummu; Nuraeni, Nuraeni; Azzahrah, Andi; Heryansyah
Jurnal Agrisistem Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu produk olahan kelapa yaitu flakes. Flakes merupakan makanan siap saji yang baik dikonsumsi saat sarapan pagi oleh segala jenis umur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kacang hijau terhadap pembuatan coconut flakes. Komponen utama dalam tepung kacang hijau adalah protein yakni sebanyak 24,27%. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah uji organoleptik terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur, analisa kadar air dan kecepatan rehidrasi. Kadar air tetinggi yang diperoleh dari hasil penelitian ini terdapat pada flakes dengan penambahan tepung kacang hijau sebanyak 40 gram dengan nilai 5.9225% dan kadar air terendah terdapat pada flakes dengan penambahan tepung kacang hijau sebanyak 60 gram dengan nilai 3.5525%. Waktu rehidrasi tertinggi juga terdapat pada penambahan tepung kacang hijau sebanyak 40 gram dengan nilai 35.72 detik dan terendah juga pada penambahan tepung kacang hijau sebanyak 60 gram dengan nilai 25.92 detik. Sedangkan pada hasil uji organoleptik dimana pada parameter warna, aroma, rasa dan tekstur yang paling disukai terdapat pada penambahan tepung kacang hijau sebanyak 60 gram dan yang paling tidak disukai terdapat pada penambahan tepung kacang hijau sebanyak 40 gram. Penambahan tepung kacang hijau pada penelitian ini bertujuan agar produk coconut flakes mempunyai kenampakan yang baik secara fisik.
APLIKASI BLOTONG PADA TANAH ALFISOL DAN PENGARUHNYA TERHADAP TANAMAN JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina L.): Filter Cake Application On Alfisol Soil And Its Effect On Waxy Corn (Zea mays ceratina L.) Kaharuddin, Kaharuddin; Dahlan, Dahlan; Farhanah, A.; Pona, Abdurrahman; Rendi; Kurni
Jurnal Agrisistem Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah Alfisol yang dikelola secara intensif dalam waktu lama akan menyebabkan terjadinya penurunan tingkat kesuburan tanah, sehingga jika ingin meningkatkan kualitasnya, maka diperlukan bahan pembenah tanah seperti bahan organik dan pemberian kapur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi blotong pada tanah Alfisol terhadap pertumbuhan dan produksi jagung pulut. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan produksi buah segar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Perlakuan pemberian blotong: 0 ton ha-1 (B0), 3 ton ha-1 (B1), 6 ton ha-1 (B2), 9 ton ha-1 (B3), dan 12 ton ha-1 (B4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B4 memberikan hasil yang tertinggi pada setiap parameter pengamatan. Hasil pengamatan pada 7 minggu setelah tanam, yaitu tinggi tanaman 173,50 cm, jumlah daun 10,92 helai, dan produksi buah 1,35 ton ha-1.
OPTIMALISASI TEKNIK ISOLASI DAN PURIFIKASI DNA MENGGUNAKAN BUFFER CTAB (CETYLTRIMETHYL AMMONIUM BROMIDE) PADA TANAMAN MARKISA (Passiflora sp.) DATARAN RENDAH KABUPATEN JENEPONTO: Optimization of The DNA Isolation and Purification Using CTAB Buffer (Cetyl Trimethyl Ammonium Bromide) In Passion Fruit Plants (Passiflora sp.) On Lowland of Jeneponto District Farhanah, A.; Ashar, Jabal R.; Hamzah, P.; Idham; Anggun
Jurnal Agrisistem Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v17i1.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan prosedur metode CTAB dan metode purifikasi DNA yang tepat untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas DNA yang baik yang berasal dari tanaman markisa dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu kabupaten Jeneponto untuk pengambilan sampel tanaman markisa dan untuk pengisolasian dan pengujian DNA dilakukan di Laboratorium Biosains dan Sumber Daya Hayati Tanaman Program Studi Agroteknologi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar. Penelitian ini berlangsung dari bulan September 2013 hingga Desember 2013. Penelitian dilaksanakan dalam enam metode isolasi DNA dengan menggunakan larutan CTAB, pengujian kualitas serta kuantitas DNA, pemurnian (purifikasi) DNA pada hasil isolasi terbaik, dan pengujian kualitas serta kuantitas pada hasil pemurnian. Berdasarkan uji kualitas dan kuantitas, berat sampel sebesar 0,200 g, suhu inkubasi hasil ekstraksi pada suhu 65oC selama 30 menit, dan kecepatan sentrifugasi sebesar 12.000 rpm selama 10 menit dapat menghasilkan DNA yang memiliki kemurnian yang cukup baik dan tampak pita DNA yang cukup tebal berkisar 1500 – 5000 kb setelah hasil isolasi DNA dielektroforesis. Sedangkan pemurnian kembali menggunakan kloroform : isoamylalkohol, isopropanol, dan ethanol 70% menunjukkan kualitas dan kuantitas DNA yang baik.
Dimensi Ukuran Tubuh Pedet Sapi Bali Betina Polled Dan Sapi Bali Betina Non Polled Umur 6-8 Bulan: Body Dimensions Of Polled Bali Bali Cattle Cattle And Non Polled Bali Cattle Age 6-8 Months Parmadi, Gio; Sonjaya, Herry; Firmiaty, Sri; Syarifuddin, Syarifuddin
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i2.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ukuran tubuh pedet betina sapi Bali polled dan betina sapi Bali non polled umur 6-8 bulan. Penelitian ini menggunakan pedet sapi Bali betina polled dan pedet sapi Bali betina non polled dengan umur 6-8 bulan milik  masyarakat sebanyak 30 ekor (15 ekor pedet sapi Bali polled  betina dan 15 ekor pedet sapi Bali betina non polled). Alat yang  digunakan dalam penelitian ini yaitu, pita ukur dan tongkat ukur yang  digunakan untuk mengukur panjang badan, lingkar dada, tinggi badan dan lebar kepala. Berdasarkan hasil penelitian mengenai perbedaan ukuran tubuh pedet betina sapi Bali polled betina dan sapi Bali betina non polled  secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.  Penelitian  menyimpulkan pertumbuhan panjang badan, lingkar dada dan lebar kepala pada sapi Bali polled betina sama  dengan ukuran tubuh sapi Bali betina  non polled.
Kajian Mutu Benih Mentimun Baby (Cucumis sativus L.) Pada Berbagai Media Tanam: Study Of The Seeds Quality Of Small Cucumber (Cucumis sativus L.) On Various Growing Media Ashari, Hasan; Aziza, Elea Nur; Wijayanto, Budi
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i2.280

Abstract

Mentimun baby varietas Semi F1 merupakan salah satu dari banyaknya varietas mentimun baby. Beberapa kegiatan yang menunjang produktivitas mentimun salah satunya dengan perbaikan sistem budidaya tanaman dengan benih bermutu. Pembibitan merupakan salah satu tahapan budidaya yang berfungsi untuk menjamin benih menjadi bibit yang unggul agar nilai produktivitas meningkat. Penelitian dilakukan pada Juni - Juli 2023 dii Green House Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Ceileiban, Tahunan, Umbulharjo, Daerah Istimewah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu komposisi media tanam dengan 7 ulangan. Data yang diperoleh selanjutnya diuji menggunakan sidik ragam ANOVA taraf 5%, jika perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan berbagai komposisi media tanam berpengaruh nyata pada daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh pada bibit mentimun. Perlakuan media tanam P3 (Tanah; Arang Seikam; Pupuk Kotoran Kambiing), merupakan komposisi media yang menghasilkan mutu benih terbaik