cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
m.azhar030390@gmail.com
Phone
+6281342482951
Journal Mail Official
jurnalagrisistem@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malino Km. 7 Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa , Sulawesi Selatan (92171)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Agrisistem
ISSN : 18584330     EISSN : 27764362     DOI : https://doi.org/10.52625/j-agr
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrisistem merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian secara makro dan peternakan secara mikro. Bidang pertanian meliputi Agronomi, Agroteknologi, Ilmu Tanah, Hortikultura, Hama dan Penyakit, Perkebunan, dan Teknologi Hasil Pertanian. Bidang Peternakan meliputi Budidaya Ternak, Nutrisi Ternak, Bioteknologi Peternakan dan Teknologi Hasil Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa.
Articles 197 Documents
Pengaruh Molasses Multi Nutrient Soft (Mms) Terhadap Upaya Mengatasi Silent Heat Pada Sapi Limousin: The Effect Of Multi Nutrient Soft (Mms) Molasses On Efforts To Overcome Silent Heat In Limousine Cow Asser, Andi; Rezkyanti, Andi; Ningsih, Dewi Wantika; Syarifuddin, Syarifuddin; Firmiaty, Sri
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i2.283

Abstract

Sapi Limosin, suatu varietas sapi potong yang sedang dalam tahap pengembangan di Indonesia, asalnya berasal dari benua Eropa dan banyak ditemukan di Prancis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Molasses Multi Nutrient Soft (MMS) dalam mengatasi Silent Heat pada sapi limousin. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Paramputan Desa Biangkeke, Kecamatan Pajukukan, Kabupaten Bantaeng, pada periode Maret-Mei 2023. Dalam penelitian ini, digunakan metode kuantitatif dengan menganalisis data menggunakan uji T melalui perbandingan sebelum dan sesudah perlakuan, dengan bantuan SPSS. Hasil dari pengujian T menunjukkan bahwa pemberian pakan MMS tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap BCS (P > 0,5). Meskipun analisis statistik tidak menemukan perbedaan yang berarti, namun setelah 30 hari perlakuan, terdapat peningkatan yang dapat diamati. Dalam penelitian ini, Molasses Multinutrient Soft (MMS) terbukti menjadi pakan padat gizi dengan kandungan nutrisi tinggi, namun belum dapat mengatasi silent heat pada sapi limousin keturunan.
Performa Reproduksi Sapi Peranakan Limousin Betina Pada Paritas Berbeda Di Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone: Reproductive performance of Limousin crossbred cows at different parities in Awangpone District, Bone Regency. Asfar, A.M.Fajri; s, Syarifuddin; Firmiaty, Sri
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i2.286

Abstract

Penurunan rataan produksi daging pada tahun 2021 adalah 70,37 juta ton dan 70,6 juta ton dari tahun 2018 hingga 2020. Hal ini juga tercermin dari data konsumsi yang turun sebesar 230.000 ton. Konsumsi rataan dari tahun 2018 hingga 2020 adalah 70,3 juta ton dan 70,1 juta ton pada tahun 2021. Upaya pemerintah dalam meningkatkan populasi sapi dan penyediaan daging secara nasional telah dilakukan secara terus menerus, salah satunya melalui pelaksanaan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang dimulai sejak 2017 melalui  program Inseminasi Buatan (IB). Faktor yang mempengaruhi program Inseminasi Buatan keterampilan petugas inseminator. Petugas inseminator yang berpengalaman menginseminasi cukup lama, memiliki sertifikat inseminasi dan surat izin melakukan Inseminasi Buatan (SIMI) dan handling semen. Hasil penelitian menujukkan bahwa Paritas 1, Paritas 2 dan Paritas 3 masing masing: Nilai EPP 101,00 hari; 85,00 hari dan 78,87 hari. Untuk nilai (S/C) 1,60; 1,56 dan 1,46. Untuk nilai CR 43,33%; 60,00% dan 60,00%. Untuk nilai DO 129,40 hari, 106,63 hari dan 100,47 hari. Nilai CI 405,07 hari, 386,40 hari dan 376,73 hari. Pada penelitian ini menujukkan peranakan Limousin normal. Kesimpulan bahwa performa reproduksi sapi peranakan Limousin berbeda setiap paritas dan performa terbaik pada Paritas 3.
Perbedaan Ukuran Tubuh Pedet Jantan Sapi Bali Polled Dan Sapi Bali Non Polled: Differences In Body Size For Male Polling Bali Cattle And Non Polling Bali Cattle Febsrianti; Sonjaya, Herry; Firmiaty, Sri; Syarifuddin, Syarifuddin
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i2.287

Abstract

Sapi Bali polled adalah sapi Bali yang tidak memiliki tanduk sebagaimana sapi Bali pada umumnya.   Sapi ini memiliki keunggulan dari aspek manajemen pemeliharaan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ukuran tubuh pada pedet jantan sapi Bali polled dan sapi Bali non polled umur 6-8 bulan. Penelitian ini menggunakan 30 ekor sapi Bali (15 ekor sapi Bali polled dan 15 ekor sapi Bali non polled) yang diukur panjang badan, lingkar dada, tinggi badan dan lebar kepala dengan menggunakan tongkat ukur dan pita ukur. Pengukuran dilakukan sebanyak 4 kali selama 8 minggu (1 kali 2 minggu). T test adalah alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi badan dan lebar kepala memperlihatkan perbedaan yang nyata (P<0,05) antara sapi bali polled dan non polled (9,1 vs 4,9 cm dan 1,60 vs 1.07 cm)  , sedangkan lingkar dada dan panjang badan tidak berbeda nyata antara kedua keompok sapi.  Penelitian menyimpulkan  bahwa dimensi tubuh dimensi tubuh sapi Bali polled lebih tinggi dibanding dengan sapi Bali non polled.
Aplikasi Pupuk Organik Cair (Poc) Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica rapa var.parachinensis L.): Application Of Liquid Organic Fertilizer (Poc) Kirinyuh Leaves (Chromolaena odorata L.) On Growth And Production Of Green Mustard Plants (Brassica Rapa Var. parachinensis L.) Permatasari, Indah; Hamzah , Faisal; Buhaerah, Buhaerah
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i2.290

Abstract

Tujuan dari kajiwidya ini untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis POC daun kirinyuh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau. Sedangkan untuk penyuluhan untuk mengetahui respon kelompok tani terhadap pembuatan POC daun kirinyuh. Kajiwidya dilaksanakan di lahan Polbangtan Gowa dan kajiwidiah  dilaksanakan di Kelompok Tani Setia II di Kelurahan Labakkang, Kec. Labakkang Kab. Pangkep. Metode kajian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAK) yang terdiri atas 4 perlakuan 3 ulangan, dilanjutkan menggunakan uji BNT, dengan perlakuan dosis pupuk P0 tanpa perlakuan, P1 900 ml, P2 1.800 ml, P3 2.700 ml. Hasil kajiwidya menunjukkan aplikasi pupuk organik cair daun kirinyuh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau menunjukkan hasil terbaik pada perlakuan P3 (Poc daun kirinyuh 2.700 ml) dengan rata-rata tinggi tanaman 38.67 cm, jumlah daun 11,78 helai dan berat basah 157.33 gr.  
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Baku Slurry Biogas Level Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Rumput Pakchong: The Effect Of Applying Liquid Organic Fertilizer Made From Different Levels Of Biogas Slurry On Pakchong Grass Growth And Productiontitle Ramdhan, Andi Muh; M, Armayani; Irwan, M
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i2.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair slurry biogas terhadap pertumbuhan rumput pakchong,total produksi rumput pakchong yang dipupuk menggunakan slurry biogas, total rumput pakchong yang di pupuk menggunakan slurry biogas, dan takaran yang tepat penggunaan pupuk organik cair slurry biogas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga total unit percobaan adalah 16. Adapun perlakuan penelitian berbagai level pupuk organik cair berbahan baku slurry biogas sebagai berikut :P0 (kontrol/tanpa pupuk), P1 50 ml/polybag, P2 100 ml/polybag, P3 150  ml/polybag. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah panjang tanaman, tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair slurry biogas pada pertumbuhan rumput pakchong berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan panjang tanaman. Sedangkan jumlah anakan dan jumlah daun memberikan pengaruh tidak nyata, Takaran yang tepat penggunaan pupuk organik cair slurry biogas yaitu 150 ml, hal ini dapat dilihat pada polybag (P3) bahwa penggunaan biogas dengan takaran 150 ml dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman pakchong.
Aplikasi Beberapa Rekomendasi Pemupukan Dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Pulut (Zea mays ceratina L.): Application Of Some Fertilization Recommendations And Its Impact On Growth And Production Of Waxy Corn (Zea mays ceratina L.) Nurdin, Linda; Rukka, Hermaya; Kaharuddin, Kaharuddin
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i2.296

Abstract

Tanaman jagung membutuhkan unsur hara yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya, tetapi seringkali dalam praktiknya, pemupukan dilakukan dengan dosis yang tidak sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terganggu dan produksi yang diperoleh tidak optimal. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, dari Maret sampai dengan Juni 2020. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 3 perlakuan, yaitu P0 (pemupukan berdasarkan kebiasaan petani, sebagai kontrol), P1 (Pemupukan berdasarkan KATAM Terpadu), dan P2 (Pemupukan berdasarkan bagan warna daun, BWD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan berdasarkan BWD menghasilkan tinggi tanaman tertinggi, pada 14 HST (39,17 cm), 28 HST (113,33 cm), dan 35 HST (175,67 cm) dan berbeda nyata dengan pemupukan berdasarkan kebiasaan petani. Begitu juga pada jumlah daun, pemupukan berdasarkan BWD tertinggi pada 21 HST (6,40 helai), 28 HST (8,00 helai), dan 35 HST (8,73 helai) dan berbeda nyata dengan pemupukan berdasarkan kebiasaan petani. Pemupukan berdasarkan KATAM Terpadu memberikan hasil berat segar tertinggi yaitu (120,53 g plot-1), walaupun berbeda tidak nyata dengan pemupukan berdasarkan BWD (105,00 g plot-1) tetapi berbeda nyata dengan pemupukan berdasarkan kebiasaan petani (84,55 g plot-1).
Analisis Korelasi Terhadap Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Dan Pemupukan NPK: Correlation Analysis Of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Production And NPK Fertilization Rossy Mirasari; Puspita, Puspita; Ramli, Ramli
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i2.297

Abstract

Ketersediaan unsur hara dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan produksi tanaman. Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat korelasi linier pada produksi kelapa sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS) dengan pemupukan NPK. Metode penelitian yang dilakukan yaitu deskriptif kuantitatif, dengan mengumpulkan data sekunder produksi tandan buah segar dan jumlah pemupukan NPK dari perusahaan perkebunan sawit, dan melakukan analisis korelasi Pearson antara produksi tandan buah segar dengan pemupukan NPK. Dari hasil perhitungan korelasi Pearson antara produksi TBS dengan pemupukan NPK didapatkan nilai 0,938 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan dengan tingkat koefisien korelasi sangat kuat dan bersifat positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pemberian pupuk NPK maka produksi TBS juga semakin meningkat.
Aplikasi Pupuk Organik Cair Kotoran Burung Walet Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Selada Merah (Lactuca sativa. Var crispa): Application Of Liquid Organic Fertilizer From Swallow Bird Dung On The Growth And Production Of Red Lettuce (Lactuca sativa. Var crispa) Yunandar, Detia Tri; Rachmat, Rachmat; Agustiawati, A.Tuti
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i2.298

Abstract

Kotoran burung walet merupakan memiliki potensi sebagai pupuk organik cair yang dapat mengatasi permasalahan petani tentang rendahnya kadar bahan organik budidaya sayuran. Kajiwidya ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi  pupuk organik cair kotoran burung walet terhadap pertumbuhan dan produksi selada merah(Lactuca sativa var. Crispa). Kajiwidya ini dilaksanakan di P4S Wanua Lampoko, kecamatan Barebbo, kabupaten Bone. Metode kajiwidya dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Metode yang digunakan dalam kajian penyuluhan yaitu pendekatan individu dan kelompok. Hasil kajian menunjukkan bahwa W3 (POC Kotoran walet 500ml/polybag) memberikan hasil terbaik. Pada tinggi tanaman W3 memberikan hasil sebesar 19,37 cm, jumlah daun 14 Helai, diameter batang 1,27 cm  dan berat bersih tanaman 52,67 gram dan berbeda nyata dengan perlakuan yang lain. Secara umum petani merespons penyuluhan yang dilaksanakan karena terjadi peningkatan dalam aspek pengetahuan 29%, sikap 31,2% dan keterampilan 41,2 % dengan efektifitas penyuluhan berada pada kategori efektif dengan persentase skor 63,61%
Potensi Cendawan Beauveria Bassiana pada Benih dan Pengaruhnya Terhadap Spodoptera Frugiperda pada Pertanaman Jagung (Zea mays L.): Potential of the Fungi Beauveria Bassiana on Seeds and Its Influence on Spodoptera Frugiperda in Corn (Zea Mays L.) Plantations Diana Daud, Itji; Kuswinanti, Tutik; Melina; Azrai, Muhammad; Busthanul, Nurabaya; Tuwo, Mustika; Azurah, Nur
Jurnal Agrisistem Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v20i1.306

Abstract

Cendawan Beauveria bassiana merupakan cendawan entomopatogen yang dapat menginfeksi hampir seluruh jenis serangga melalui interaksi endofit dengan tanaman, sehingga cukup prospektif digunakan sebagai alternatif pengganti insektisida kimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi cendawan B. bassiana terhadap benih jagung sebagai bioinsektisida yang efektif dan efisien dalam pengendalian Spodoptera frugiperda, Ostrinia furnacalis dan Helicoverpa armigera di sentra pertanaman jagung . Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, dan penelitian lapangan di laksanakan di pertanaman jagung GOR Unhas, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Penelitian ini berlangsung pada Juli sampai Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Uji T independen dengan ?= 0,05 untuk membandingkan mean antara kedua perlakuan yaitu benih dengan perendaman B. bassiana dan benih tanpa perendaman B. bassiana. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan rata-rata tinggi tanaman pada perlakuan benih dengan perendaman B. bassiana lebih tinggi dibandingkan benih tanpa perendaman B. bassiana. Rata-rata tingkat populasi larva Spodoptera frugiperda pada benih tanpa perendaman B. bassiana lebih tinggi daripada benih dengan perendaman B. bassiana. Begitupun dengan tingkat kerusakan tanaman jagung, menunjukkan rata-rata tingkat kerusakan tertinggi pada benih tanpa perendaman B. bassiana, hal ini diakibatkan populasi larva S. frugiperda lebih banyak ditemukan pada tanaman jagung dengan perlakuan benih tanpa perendaman. Kategori serangan yang dihasilkan hama S. frugiperda menunjukkan bahwa serangan sedang sampai berat.
Analisis Dampak Ekonomi Dari Penyakit Mulut Dan Kuku Terhadap Perkembangan Peternakan Sapi Potong Di Desa Masago Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone: An Analysis Of Economic Impacts Of Foot And Mouth Disease (FMD) On The Development Ff Beef Cattle Farming In Masago Village, Patimpeng, Bone Regency Merko, Miksen; Suriyana, Suriyana; Juwita, Sartika; Aulyani, Tutik Lusyta; Beddu, Hartina
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i2.308

Abstract

Peternakan merupakan bagian yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Namun, hal ini sangat merugikan peternak ketika terjadi wabah penyakit, terutama penyakit menular. Penyakit mulut dan kuku adalah penyakit hewan yang sangat menular yang menyerang hewan berkuku seperti sapi, kerbau, domba, kambing, babi, rusa/kijang, unta dan gajah. Penyakit mulut dan kuku disebabkan oleh virus penyakit mulut dan kaku, yang termasuk dalam famili Picornaviridae dan genus Aphtovirus. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan peternakan sapi potong saat wabah dan pasca wabah PMK. Kajian ini menggunakan metode uji T dengan uji mann whitney test yang menggunakan  pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui pengumpulan data berupa kuesioner. Adapun responden dalam kajian ini adalah peternak yang ternaknya telah terpapar penyakit mulut dan kuku sebanyak 30 orang. Terdapat 3 variabel independen dalam kajian ini, yang terdiri dari variabel Harga ternak (X1), variabel Jumlah ternak (X2), dan variabel pengendalian penyakit (X3). Hasil analisis secara simultan variabel independen (harga, dan jumlah ternak) berpengaruh signifikan terhadap perkembangan peternakan sapi potong dengan nilai konstanta positif sedangkan pengendalian penyakit tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi ekonomi  dan perkembangan peternakan sapi potong di Desa Masago, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone.