cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
m.azhar030390@gmail.com
Phone
+6281342482951
Journal Mail Official
jurnalagrisistem@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malino Km. 7 Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa , Sulawesi Selatan (92171)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Agrisistem
ISSN : 18584330     EISSN : 27764362     DOI : https://doi.org/10.52625/j-agr
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrisistem merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian secara makro dan peternakan secara mikro. Bidang pertanian meliputi Agronomi, Agroteknologi, Ilmu Tanah, Hortikultura, Hama dan Penyakit, Perkebunan, dan Teknologi Hasil Pertanian. Bidang Peternakan meliputi Budidaya Ternak, Nutrisi Ternak, Bioteknologi Peternakan dan Teknologi Hasil Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa.
Articles 189 Documents
Kajian Kualitas Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dengan Penambahan Lamtoro (Leucaena leococephala), Dedak, dan Jagung Giling: Study of The Quality of Napier Grass Silage (Pennisetum purpureum) with The Addition of Lamtoro (Leucaena leococephala), Brand, and Milled Corn Rasuli, Nur; Wibowo, Dwi Nurfitriani; Taufik, Muhammad
Jurnal Agrisistem Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v18i1.223

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauhmana pengaruh penambahan lamtoro, dedak, dan jagung giling terhadap organoleptik (tekstur,warna,aroma), protein kasar dan serat kasar silase rumput gajah. Kajian penambahan lamtoro, dedak, dan jagung giling terhadap organoleptik (tekstur,warna,aroma), protein kasar dan serat kasar silase rumput gajah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, jadi ada sebanyak 15 sampel yang akan diuji kualitasnya. Setiap sampel dibuat silase sebanyak 5 kg. Perlakuan yang diuji cobakan adalah sebagai berikut : P0: Rumput gajah 70% + Lamtoro 10% + Dedak 20%, P1: Rumput gajah 70% + Lamtoro 10% + Dedak 15% + Jagung giling 5%, P2: Rumput gajah 70% + Lamtoro 10% + Dedak 10% + Jagung giling 10%, P3: Rumput gajah 70% + Lamtoro 10% + Dedak 5% + Jagung giling 15%, P4: Rumput gajah 70% + Lamtoro 10% + Jagung giling 20%. Vaiabel yang diukur adalah uji organoleptik, uji kadar protein kasar, dan uji serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan parameter tekstur, protein kasar, dan serat kasar berpengaruh sangat nyata (P<0.05), sedangkan parameter warna dan aroma tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Perlakuan terbaik yaitu P1 dengan penambahan dedak sebanyak 15% dan jagung giling 5% untuk protein kasar yang lebih unggul serta P4 dengan penambahan jagung giling sebanyak 20% untuk serat kasar yang lebih unggul.
Optimalisasi Pemenuhan Nutrisi melalui Pemberian Larutan Abmix terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai (Capsicum annum L.) Varietas Ayesha Farhanah, A.; Hamzah, Faisal; Hamzah, Pratiwi; Hairul, Muhammad; Azzahrah, Mauliah; Fajar, Ahmad; Ashar, Jabal Rahmat
Jurnal Agrisistem Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v18i1.231

Abstract

Harga cabai di Indonesia setiap bulan berfluktuasi. Ketergantungan akan musim membuat produksi cabai tidak konsisten di setiap tahunnya sehingga kelangkaan sering terjadi di pasaran ketika musim tidak mendukung. Cabai Ayesha tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan, tetapi juga bisa di gunakan sebagai tanaman hias yang bisa lebih dimanfaatkan oleh para petani untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan produksi tanaman cabai Ayesha melalui pemberian larutan AB mixpada dua jenis media tanam. Penelitian ini menggunakan rancangan RAK Faktorial dengan tiga kali ulangan dan menggunakan uji Tuckey. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat pengaruh pada interaksi jenis media tanah dan tanah+pasir (1:1) dengan nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit Varietas Ayesha, terdapat pengaruh interaksi media tanah+pasir (1:1) dengan pemberian nutrisi ABmix 5 mL/L, 10 mL/L, dan 15 mL/L terhadap waktu munculnya bunga pada media tanah + ABmix 5 mL/L dan media tanah+pasir (1:1) dengan pemberian ABmix 15 mL/L), dan adanya kecenderungan pengaruh interaksi media tanah+pasir (1:1) dengan pemberian nutrisi ABmix (5 mL/L, 10 mL/L, dan 15 mL/L) pada berat buah cabai per tanaman.
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica rapa var parachinensis L.) dengan Pemberian Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok Syaifuddin, Syaifuddin; Yuniar, Andi Fira; Buhaerah, Buhaerah; Nurcholis, Jati
Jurnal Agrisistem Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v18i1.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Sawi Hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.). Penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan, yaitu P0 : Kontrol (Tanpa Perlakuan) P1 : Pemberian POC Kulit Pisang Kepok 100 mL/liter air, P2 : Pemberian POC Kulit Pisang Kepok 200 mL/liter air, P3 : Pemberian POC Kulit Pisang Kepok 300 mL/liter air dan di lakukan 3 kali ulangan sehingga terdapat 12 plot perlakuan. Parameter yang di amati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan berat panen. Pemberian pupuk organik cair kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau dengan perlakuan P3 300 ml/liter air memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman yaitu 45,3 cm, jumlah daun yaitu 12 helai dan berat panen yaitu 138 g.
Efektivitas Zat Pengatur Tumbuh Alami dari Ekstrak Bonggol Pisang dan Bawang Merah terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.): The Effectiveness of Natural Growth Regulatory Substances from Banana and Onion Webs Extract on Tomato Plants Growth (Solanum lycopersicum L.) Rachmat, Rachmat; Syaifuddin, Syaifuddin; Hamzah, Pratiwi; Kanan, Novita
Jurnal Agrisistem Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v18i2.233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh (ZPT) alami dari ekstrak bonggol pisang dan bawang merah terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) dengan perlakuan dan dosis terbaik dan mengetahui perubahan tingkat pengetahuan, sikap, keterampilan petani terhadap zat pengatur tumbuh dari ekstrak bonggol pisang dan bawang merah. Dilaksanakan pada April sampai Juni 2022 di Desa Jonjo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan dan penyuluhan dilaksanakan di Kelompok Tani Parangbo’la I Desa Jonjo Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Uji BNT, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan masing-masing perlakuan tiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Dengan perlakuan P0 (tanpa ZPT bonggol pisang dan bawang merah), P1 (ZPT bonggol pisang 50 ml/L air), P2 (ZPT bawang merah 50 ml/L air), dan P3 (ZPT bonggol pisang 25 ml + bawang merah 25 ml/L air). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan P2 memberikan pengaruh terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah bunga dan secara umum terjadi pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
Prevalensi Scabies pada Kambing Di Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar: Prevalence of Scabies on Goats in Bontomatene District, Kepulauan Selayar Aulyani, Tutik Lusyta; Luthfi Fatullah, Andi; Nuraeni, Nuraeni; Andy, Andy
Jurnal Agrisistem Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v18i2.234

Abstract

Populasi ternak kambing di Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan salah satu yang paling besar di Sulawesi selatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberlangsungan peternakan adalah penyakit, salah satu penyakit yang sering menjangkit ternak kambing adalah scabies. Scabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasite sarsoptes scabiei dengan gejala khas yaitu gatal pada kulit dan akhirnya mengalami kerusakan, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap produktivitas ternak. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya prevalensi scabies pada kambing di Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar. Sampel yang diambil dari 100 ekor kambing dan dipilih secara proporsional. Pemeriksaan dilakukan melalui berdasarkan pemeriksaan laboratorium terhadap parasite yang ditemukan pada tubuh kambing. Prevalensi dihitung dengan membagi sampel positif dengan total jumlah sampel yang diperiksa dikalikan 100%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi scabies pada kambing di Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar sebesar 21%.
Aplikasi Pemberian Ethepon terhadap Produksi Lateks Tanaman Karet Di IP2TP Unit Tatas Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah: Effect of Ethepon Provision on Rubber Plant Latex Production In IP2TP Tatas Unit, Kapuas District, Central Kalimantan Prasetyo, Cahyo; Witman , Steven; Fadhilah, Nur; Gultom, Nikodemus
Jurnal Agrisistem Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v18i2.235

Abstract

Proses penyadapan merupakan cara mengambil hasil getah tanaman karet dengan cara memotong bagian kulit pada pohon karet sampai batas kambium hingga mengeluarkan lateks (getah karet). Penggunaan stimulan dimaksudkan untuk meningkatkan produksi lateks dan meningkatkan waktu alir lateks pada tanaman karet. Stimulasi lateks umumnya dilakukan pada tanaman karet  dewasa dengan tujuan untuk meningkatkan hasil lateks. Kegiatan ini dilaksanakan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Unit Tatas Kabupaten Kapuas. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah dengan melakukan penyadapan tanaman karet sebanyak 20 batang pohon pada bulan Maret dengan sistem sadap tiga hari sekali (3/d), dan dengan melakukan sadap dengan mengunakan aplikasistimulan ethepon 10 yang dilakukan pada batang pohon yang sama pada bulan April dengan sistem sadap tiga har sekali (3/d), hasil yang didapatkan pada pemanenan lateks bulan maret tanpa aplikasistimulan sebanyak 20 kg, sedangkan hasil yang didapatkan pada panen lateks bulan April dengan aplikasistimulan yang diaplikasikan sebanyak 40 kg.
Hubungan Antara Ukuran Tubuh dengan Bobot Badan Kambing Lokal Di Kecamatan Sendana Kabupaten Majene: Relations Between Body Size and Body Weight Local Goats In Sendana District Majene District Nuraliah, Siti; Besse Mahbuba We Tenri Gading; Alwi, Muh.; Irmayanti, Irmayanti; Palayukan, Jisril; Hikmawaty, Hikmawaty
Jurnal Agrisistem Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v18i2.236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetuahui korelasi antara ukuran bagian-bagian tubuh dengan berat badan pada kambing lokal. Metode pada penelitian ini yaitu pengambilan sampel dilakukan dalam bentuk survei yang perpedoman pada pengukuran statistik secara vital serta penimbangan berat badan ternak yang dilakukan secara langsung di Lapangan. Adapun dalam penentuan lokasi penelitian menggunakan metode Purposive sampling yang dalam pengambilan data sebagai obyek didasarkan pada kriteria khusus. Jumlah ternak yang digunakan sebanyak 45 ekor kambing lokal jantan yang terdapat di Kec. Sendana. Data di analisis menggunakan analisis regresi linear sederhana serta menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran tubuh meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Hal ini ditunjukkan pada ternak tersebut terjadi pertumbuhan atau proses bertambahnya ukuran yang dapat dihitung secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan ukuran pada bagian-bagian tubuh ternak dengan berat badan kambing lokal yang lebih tua. Pada umur 12-24 bulan memiliki rataan yang paling tinggi dari pada kelompok umur lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berat badan dan ukuran bagian-bagian tubuh ternak kambing lokal meningkat seiring bertambahnya umur dan masing-masing bagian ukuran tubuh ternak yaitu lingkar dada, panjang badan dan tinggi badan memiliki hubungan dengan berat badan ternak.  
Efektivitas Pupuk Eco Farming dan Air Cucian Beras terhadap Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Sistem Hidroponik Sumbu: The Effectiveness of Eco-Farming Fertilizer and Rice-Washing Water on The Production of Lettuce (Lactuca sativa L.) with The Axis Hydroponic System Ramli, Ramli; Nurcholis, Jati; Potabuga, Tirta Wati
Jurnal Agrisistem Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v18i2.237

Abstract

Selada merupakan salah satu sayuran daun yang digemari oleh masyarakat. Selada biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar sebagai lalapan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Pupuk Eco Farming dan Air Cucian Beras terhadap Produksi Tanaman Selada Sistem Hidroponik Sumbu. Kajian ini dilaksanakan dari April sampai Juni 2022 di Green House kampus I Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Kajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan masing-masing perlakuan tiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Perlakuan perlakuan 50 ml AB mix dan perlakuan 12,5 ml eco farming + 250 ml air cucian beras memberikan hasil terbaik dari semua perlakuan sehingga pupuk eco farming dan air cucian beras efektif untuk produksi selada pada sistem hidroponik sumbu.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung pada Berbagai Dosis Pemupukan Organik dan Anorganik Di Lahan Sawah Tadah Hujan: Growth and Yield of Corn by Various Doses of Organic and Inorganic Fertilization In Rainfed Land Maintang; Amin, Muh.; Tondok , Abigael R.; Dewi , Mardiana
Jurnal Agrisistem Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v18i2.246

Abstract

Pupuk merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan produksi jagung, tetapi  harus diiringi dengan manajemen pemupukan yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan tanaman.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada berbagai dosis pupuk anorganik dan organik di lahan sawah tadah hujan. Pengkajian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2021 di Desa Pabbentengan, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dengan  tiga ulangan dan sembilan perlakuan :   P1= Kontrol (tanpa pemupukan); P2 =  NPK 200 kg/ha +  Urea 300 kg/ha (Rekomendasi PTT Jagung);  P3 =  NPK 150 kg/ha + Urea 225 kg/ha;  P4 =  POP  50 g/15 L air + NPK  150 kg/ha +Urea 225 kg /ha ;  P5 =  POP 100 g/15 L air +NPK  150 kg/ha +Urea 225kg /ha;  P6 =  POP  150 g/15 L air +NPK  150 kg/ha +Urea 225kg /ha;  P7 =  POP  200 g/15 L air +NPK  150 kg/ha +Urea 225kg /ha;  P8 =  POP  100 g/15 L air +NPK  200 kg/ha +Urea 300kg /ha;  P9 =  POP  100 g/15 L air +NPK  100 kg/ha +Urea 150kg /ha.  Hasil kajian menunjukkan bahwa Kombinasi pupuk organik powder (POP) dan pupuk anorganik 75 % dari rekomendasi  (dosis 50 -200 g/15 L air +NPK  150 kg/ha +Urea 225kg/ha menunjukkan pertumbuhan yang baik dengan produksi jagung tertinggi pada dosis 100-150 g/15 L air yaitu 9,2-9,4 t/ha.  Produksi tersebut lebih tinggi dari  produksi yang dicapai pada pemupukan 75- 100 % rekomendasi dan mengurangi 25 % penggunaan pupuk anorganik. 
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annum L.) pada Tanah Mineral Rawa dengan Perlakuan Sekam Padi: Growth and Production of Big Chili Plants (Capsicum annum L.) In Swamp Mineral Soil with Rice Husk Treatment Mila Lukmana; Supian Supian; Indriani Indriani; Linda Rahmawati; Harry Iswahyudi; Muhammad Helmy Abdillah
Jurnal Agrisistem Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v19i1.255

Abstract

Minat konsumsi masyarakat di Kalimantan Selatan terhadap Cabai Besar (Capsicum annuum L.) sangat tinggi, namun produksinya masih rendah dan menurun di tahun 2021 dibandingkan 2020. Faktor kemasaman tanah menjadi sebab rendahnya hasil tersebut karena tanah dalam kondisi pelapukan yang lanjut. Sekam padi menjadi material organik berlimpah yang biasa digunakan petani, namun pemanfaatannya belum tepat guna dari sisi bentuk sekam padi yang diaplikasikan, sebab secara empiris belum terbukti memperbaiki tanah mineral rawa sehingga meningkatkan produski tanaman Cabai Besar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menetapkan bentuk yang tepat dalam mengaplikasikan sekam padi sehingga pertumbuhan dan produksi Cabai Besar di tanah mineral rawa dapat meningkat. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain rancangan acak kelompok satu faktor yakni bentuk sekam padi yang diaplikasikan yaitu, P0 (kontrol); P1 (sekam mentah); P2 (arang sekam); P3 (abu sekam) dengan takaran 250 g per polibag dengan tanah seberat 3 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu sekam padi dapat meningkatkan pertumbuhan Cabai Besar dibandingkan perlakuan arang sekam padi maupun sekam padi mentah, namun produksi terbaik pada aplikasi arang sekam. Dari hasil penelitian ini, dapat direkomendasikan bahwa untuk meningkatkan hasil tanaman Cabai Besar yang dibudidayakan di tanah mineral rawa dapat diberikan arang sekam padi.