cover
Contact Name
Romy Budhi Widodo
Contact Email
lppm@machung.ac.id
Phone
+62341-550151
Journal Mail Official
jacips@machung.ac.id
Editorial Address
LPPM-Universitas Ma Chung Jl. Villa Puncak Tidar N-01 Malang, 65151
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Community Practice and Social Welfare (JaCiPS)
Published by Universitas Ma Chung
ISSN : 27746011     EISSN : 27746348     DOI : https://doi.org/10.33479/jacips.2021.1.1
he Journal of Community Practice and Social Welfare (JaCiPS) is approaching human welfare through complex society and community. Apply the unlimited knowledge and interdisciplinary, including: Social sciences for community services Engineering for community services and human-welfare Educational technology for community services Health and pharmacy for community services Art sciences for community services Theory and model developments for community services JaCiPS is periodically open access and blind peer review scientific journal; managed by research and community service department (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM ) of Ma Chung University Indonesia. Accepts the manuscripts and articles surroundings the field of applied research towards society from various academic circles and researchers both nationally and internationally. Authors could submit the manuscript in Bahasa Indonesia, Malay, or in English.
Articles 52 Documents
Pemberdayaan Seller E-Commerce Shopee melalui Pemanfaatan Strategi FOMO pada Program Flash Sale Pertambangan Juwari, Juwari; Azhari, Sabda; Sukamuljo, Wiratno
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh terbentuknya persepsi, dorongan internal, serta respons emosional konsumen yang muncul akibat fenomena Fear of Missing Out (FOMO), khususnya dalam konteks penerapan program Flash Sale yang dirancang untuk memengaruhi keputusan pembelian. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi FOMO dalam mendorong perilaku impulse buying pada platform e-commerce Shopee, serta dampaknya terhadap pola kebiasaan belanja konsumen. Objek penelitian difokuskan pada perilaku konsumen pengguna aplikasi e-commerce Shopee yang menunjukkan kecenderungan pembelian impulsif setelah terpapar strategi FOMO selama mengikuti program Flash Sale yang diselenggarakan oleh platform tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang didukung oleh analisis deskriptif kualitatif untuk memahami fenomena secara mendalam, dengan penekanan pada pengaruh strategi FOMO terhadap kondisi psikologis dan perilaku konsumsi pengguna. Selain itu, studi ini mengeksplorasi peran sejumlah faktor pendukung, seperti batasan waktu promosi, keterbatasan jumlah produk, serta tekanan sosial yang muncul di lingkungan digital, yang secara kolektif membangun rasa urgensi dan mendorong terjadinya pembelian tanpa perencanaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi FOMO secara berkelanjutan mampu meningkatkan kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian spontan tanpa melalui proses pertimbangan yang rasional. Kondisi tersebut berpotensi memicu ketegangan psikologis pada konsumen dalam jangka panjang apabila tidak disikapi secara bijak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perumusan strategi pemasaran digital yang lebih adaptif, sekaligus memberikan pemahaman bagi konsumen mengenai mekanisme psikologis yang memengaruhi perilaku belanja mereka di platform e-commerce.
Pemberdayaan Merchant Pengguna E-Wallet melalui Peningkatan E-Service Quality untuk Meningkatkan Kepuasan dan Minat Beli Konsumen Jodi, Setiawan; Aprilia, Carla; Maulida, Rani
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan yang signifikan dalam sistem pembayaran di Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan layanan dompet digital atau e-wallet. Seiring meningkatnya intensitas persaingan antar penyedia layanan pembayaran digital, setiap platform dituntut untuk mengoptimalkan kualitas layanan elektronik (e-service quality) guna mempertahankan tingkat kepuasan dan loyalitas pengguna. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji berbagai dimensi kualitas layanan elektronik, meliputi efisiensi, pemenuhan layanan, keandalan dan kelengkapan sistem, perlindungan privasi, loyalitas pelanggan, serta minat beli ulang pengguna e-wallet di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang merupakan pengguna aktif layanan e-wallet. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model struktural berbasis Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi efisiensi layanan dan keandalan sistem memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pengguna. Sebaliknya, aspek privasi dan pemenuhan layanan tidak menunjukkan pengaruh langsung terhadap loyalitas melalui kepuasan pengguna. Temuan lain mengungkapkan bahwa kepuasan pelanggan berperan sebagai variabel mediasi yang penting dalam membangun loyalitas serta mendorong minat beli ulang terhadap layanan e-wallet. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa penyedia layanan pembayaran digital perlu memberikan perhatian lebih pada aspek teknis dan keamanan sistem, karena faktor-faktor tersebut menjadi penentu utama dalam membentuk persepsi dan keputusan penggunaan konsumen. Selain itu, penelitian ini turut memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya kajian mengenai keterkaitan antara kualitas layanan elektronik, kepuasan pelanggan, loyalitas, dan minat beli ulang dalam konteks layanan keuangan digital. Penguasaan dan pengelolaan faktor-faktor tersebut menjadi kunci bagi penyedia layanan untuk mempertahankan pengguna serta meningkatkan kredibilitas di era persaingan digital.