cover
Contact Name
Romy Budhi Widodo
Contact Email
lppm@machung.ac.id
Phone
+62341-550151
Journal Mail Official
jacips@machung.ac.id
Editorial Address
LPPM-Universitas Ma Chung Jl. Villa Puncak Tidar N-01 Malang, 65151
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Community Practice and Social Welfare (JaCiPS)
Published by Universitas Ma Chung
ISSN : 27746011     EISSN : 27746348     DOI : https://doi.org/10.33479/jacips.2021.1.1
he Journal of Community Practice and Social Welfare (JaCiPS) is approaching human welfare through complex society and community. Apply the unlimited knowledge and interdisciplinary, including: Social sciences for community services Engineering for community services and human-welfare Educational technology for community services Health and pharmacy for community services Art sciences for community services Theory and model developments for community services JaCiPS is periodically open access and blind peer review scientific journal; managed by research and community service department (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM ) of Ma Chung University Indonesia. Accepts the manuscripts and articles surroundings the field of applied research towards society from various academic circles and researchers both nationally and internationally. Authors could submit the manuscript in Bahasa Indonesia, Malay, or in English.
Articles 52 Documents
Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran pada Guru-Guru PAUD Sekolah Penggerak Kabupaten Malang Setiawan, Rudy; Wilujeng, Lilis Lestari
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kecepatan komputasi, perkembangan software, dan konektivitas yang semakin luas telah membuka pintu untuk inovasi yang tidak terbatas. Dimasa ini juga, penting sekali bagi kita untuk memahami bagaimana teknologi informasi tidak hanya memengaruhi bisnis dan industri, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan budaya yang mendalam. Banyak orang diluar sana yang masih belum mengenal dan mengerti cara kerja teknologi baik secara umum maupun secara menyeluruh. Ada banyak faktor yang mempengaruhi itu, contohnya seperti kurangnya sumber daya, sulitnya akses teknologi, biayanya yang mahal, dll. Salah satu cara untuk meminimalisir faktor tersebut adalah memberikan beberapa alternatif untuk memberikan dampak yang positif bagi semua orang. Maka dari itu Team Pengabdi melakukan kegiatan berupa pelayanan masyarakat yang khusus memberikan materi tentang cara memanfaatkan software computer sebagai media belajar untuk anak-anak sekolah dan guru pengajar. Tujuannya supaya para guru dapat mengerti cara menggunakan dan memanfaatkannya dengan baik untuk memberikan materi kepada anak-anak / murid sekolah. Nantinya, para guru dapat memahami desain yang bagus dan pembawaan materi yang menarik untuk anak-anak / murid sekolah
Rekayasa Teknologi pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Peserta Didik Fase A Kurikulum Merdeka Susilowati, Meme; Setiawan, Rudy
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma bahwa perkembangan teknologi tidak penting diimplementasikan pada pendidikan dan minimnya sarana menjadi problem utama. Prasarana yang kurang mendukung juga menjadi problem utama rendahnya laju adaptasi perkembangan teknologi untuk implementasinya dalam dunia pendidikan. Hal ini yang mendorong kami melalui Program Ma Chung Abdimas Grant Ipteks bagi Masyarakat dengan judul Rekayasa Teknologi pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila peserta didik Fase A Kurikulum Merdeka. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada mitra SDK Yos Sudarso Kepanjen. Adapun ipteks yang dibagikan berupa rekayasa teknologi untuk implementasinya pada peserta didik fase A atau siswa kelas 1 dan 2. Dan para guru juga diberikan pelatihan hal yg sama guna kemudahan keberlanjutkan diperiode mendatang. Ipteks yang dibagikan yaitu pemanfaatan aplikasi quizzy dan scratch untuk pemantik daya kreatifitas anak serta memberikan literasi komputasi sedini mungkin. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu planning, executing dan closing. Secara rinci terdiri dari 9 langkah yaitu kick off meeting, penjawalan, pembuatan modul, training untuk tutor, pelatihan, workshop siswa, pameran gelar karya yang akan dipublikasikan dalam media masa elektronik, evaluasi, pelaporan dan publikasi ilmiah. Hasil dari kegiatan ini berupa rekayasa teknologi untuk mengenalkan transportasi, permainan suara kendaraan, menggambar dan mewarnai kendaraan, bernyanyi dan bergerak, berkisah tentang kendaraan yang baik hati, boardgame transportasi, membuat rambu-rambu lalu linta, obervasi alat transportasi secara digital, mendesain transportasi masa depan. Rekayasa teknologi menggunakan Aplikasi Scratch juga dibagikan dengan susunan materi pengenalah menu dan object, merubah warna, memberi suara, menggerakkan object, menambah sprite dan latar belakang, dan latiha membuat game animasi ayo menari dan tangkap apel.
High School Student Entrepreneurship Development Program through the Edupreneur Program Sanjaya, Eli Hendrik; Rokhim, Deni Ainur; Ardyansyah, Ananta; Dewi, Ratna Kumala; Widarti, Hayuni Retno; Munzil, Munzil; Muntholib, Muntholib; Yahmin, Yahmin
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jacips.2025.5.2.101-111

Abstract

This study examines the implementation of the Empowered through Edupreneur program at SMA Negeri 3 Sidoarjo, designed to address entrepreneurial development challenges among high school students in Sidoarjo, East Java, Indonesia. The research identified key barriers, including untapped entrepreneurial potential, underdeveloped student ventures, the lack of school-facilitated entrepreneurship programs, and the absence of designated entrepreneurship areas. Through a systematic approach involving entrepreneurship socialization, personal mentoring, community formation, and venue provision, the program was implemented in two phases: a Community Service Workshop with 100 twelfth-grade students and a Business Activity Monitoring program with 15 student business groups. The methodology employed observations, interviews, hands-on workshops, and continuous mentoring to foster entrepreneurial skills and knowledge. Results demonstrated significant success with the formation of 10 initial student business groups, which expanded to 15 active ventures across various sectors including snacks, handicrafts, and digital services. Students showed improved understanding of basic business concepts, cash flow management, and profit–loss calculations. The word cloud analysis of students’ perceptions regarding entrepreneurship needs and challenges shows that they have adequate knowledge of the field. However, challenges remain in digital promotion capabilities, time management, and product innovation. The program’s effectiveness was evidenced by increased entrepreneurial enthusiasm, the development of locally inspired business ideas, and enhanced student confidence in business planning. The study concludes that targeted entrepreneurship education, combined with continuous mentoring and institutional support, can effectively nurture young entrepreneurs. It recommends sustained collaboration between educational institutions, universities, and local businesses to transform student initiatives into sustainable enterprises that contribute to regional economic development.
Edukasi Literasi Keuangan dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berstandar ISAK 35 dan PSAK 45 untuk Yayasan Sosial: Studi Kasus pada Yayasan Darul Jundi Malang Kartiko, Galuh; Rohim, Yasin Nur; Arifandi, Muhammad Rizky; Oktavia, Fathimatus Zahro Fazda; Lutfillah, Novrida Qudsi; Jaswadi, Jaswadi
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jacips.2025.5.2.88-100

Abstract

Ketergantungan pendanaan eksternal yayasan sosial tinggi dan pencatatan keuangan yang belum tertata menjadi kendala operasional utama bagi anak yatim dan dhuafa di Malang. Literasi keuangan bagi pengurus dan anak binaan diperlukan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan stabilitas keuangan. Meningkatkan kemandirian finansial yayasan melalui peningkatan kapasitas literasi keuangan, penerapan ISAK 35 dan PSAK 45 dalam laporan keuangan, serta diversifikasi pendanaan melalui hibah, CSR, dan unit usaha syariah berbasis program sosial. Pelatihan literasi keuangan berbasis standar non-profit, pendampingan penyusunan laporan keuangan, dan pelatihan kewirausahaan sosial berbasis syariah. Evaluasi meliputi pre-test/post-test literasi keuangan, kualitas laporan keuangan pasca pendampingan, serta wawancara terkait transparansi dan diversifikasi pendanaan. Terdapat peningkatan pemahaman literasi keuangan dan kepatuhan terhadap standar ISAK 35/PSAK 45, serta peningkatan transparansi pelaporan. Indikator kunci: skor literasi keuangan meningkat; proporsi akun yang sesuai standar meningkat; munculnya inisiatif diversifikasi pendanaan non-donasi. Program berpotensi mengurangi ketergantungan pada donasi eksternal melalui hibah/CSR dan pengembangan unit usaha syariah, serta pembentukan SOP pembukuan dan rencana diversifikasi pendanaan jangka menengah.
Peningkatan Literasi Keuangan dan Kemandirian Anak Panti Berbasis AI: Penguatan Kapasitas Yayasan Darul Jundi, Malang Amalia, Riezky; Arifandi, Muhammad Rizky; Rohim, Yasin Nur; Kartiko, Galuh; Maudiliyah, Fitrotul
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jacips.2025.5.2.74-87

Abstract

Artikel ini membahas pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kapasitas kelembagaan di Yayasan Darul Jundi, Malang. Program ini mengintegrasikan pendekatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam bentuk aplikasi keuangan sederhana (Money Plus) untuk anak-anak panti, serta pelatihan pencatatan keuangan berbasis ISAK 35 untuk pengurus yayasan. Dengan metode pelatihan partisipatif dan pendekatan reflektif, kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan literasi finansial pada kelompok rentan serta mendorong profesionalisasi manajemen keuangan yayasan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan keterampilan finansial di kalangan peserta serta terbentuknya sistem pencatatan yang lebih rapi di lingkungan yayasan. Artikel ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi institusi pendidikan tinggi dalam mendorong transformasi sosial berbasis teknologi.
Optimalisasi Peran Komite Sekolah melalui Aplikasi SALINGJAGA Berbasis Android dan GPS Susilowati, Meme; Klemens, Christian Difae; Prawira Nugraha, Dhanang; Ekawati, Yurida
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jacips.2025.5.2.51-62

Abstract

Kegiatan PKM (Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat) ini berdasarkan analisis situasi, peran Komite Sekolah belum optimal dan terdapat kerentanan anak SD terhadap penyakit menular. Permasalahan ini mendorong perlunya kolaborasi antara pihak sekolah dan Komite, serta upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit. Untuk mengatasi masalah tersebut, PKM ini memiliki tujuan utama yaitu Implementasi Teknologi SALING JAGA (Sistem Asuh Lingkungan Jagoan Keluarga) dengan pemanfaatan Global Positioning System Berbasis Android Programming. Untuk mewujudkan teknologi tersebut, tim pengusul menggunakan tahapan Metode yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen layanan dan keterampilan teknologi mitra. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya aplikasi SALING JAGA, yang dapat diakses oleh empat pengguna: Sekolah, Pengurus Komite, Orang tua, dan masyarakat umum. Aplikasi ini memfasilitasi komunikasi dan bantuan dari pihak luar, seperti sponsor, serta membantu upaya pencegahan penyakit. Adapun Luaran yang telah dicapai berupa aplikasi, modul, dan kegiatan pelatihan yang sukses. Selain itu, dihasilkan juga luaran non-aplikasi seperti poster, video dokumentasi, publikasi di enam media massa daring, dan draf artikel ilmiah yang menunjukkan keberlanjutan program
Implementation of Deep Learning in The Kurikulum Merdeka using AI as An Innovative Learning Companion for The Yos Tech Community Susilowati, Meme; Nurwegiono, Muhammad; Wilujeng, Lilis Lestari
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jacips.2025.5.2.63-73

Abstract

The rapid growth of information and communication technology has reshaped educational practices and supported the implementation of Indonesia’s Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka), which emphasizes a deep learning approach. However, many schools still struggle to integrate technology and Artificial Intelligence (AI) meaningfully into classroom practice. This community service program was conducted at SDK Yos Sudarso Kepanjen to strengthen teachers’ and students’ technological literacy and to apply deep learning principles using AI-based tools. The program adopted the Information System Project Management framework, comprising five stages: initiating, planning, execution, monitoring and controlling, and closing. Activities included a needs analysis, the development of training modules, online Training of Trainers (TOT) for student facilitators, four onsite training sessions for teachers and students, a digital product showcase, and ongoing evaluation. The program involved 22 students (grades IV–V) and six teachers over an eight-month period. Pre- and post-training questionnaires indicated a 35% increase in digital skills and a 42% rise in student learning motivation. Teachers became more confident in utilizing tools such as Canva and ChatGPT, while students showed greater engagement and creativity in technology-supported learning tasks. The revitalized YosTech club emerged as a school-based digital learning community that fosters 21st-century skills. The findings suggest that structured AI-supported training can effectively bridge the gap between policy expectations of deep learning and actual practice at the elementary school level.
Pemberdayaan UMKM Melalui Implementasi Strategi STP Berbasis Media Sosial Ferdinan, Jang Frans; Rizal, Samuel
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi telah berkembang menjadi elemen strategis yang tidak dapat diabaikan dalam menjaga keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang dikelola dalam bentuk bisnis keluarga, di tengah kompetisi pasar yang semakin kompetitif. Penelitian ini berfokus pada penerapan strategi Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) yang diintegrasikan dengan pemanfaatan media sosial Instagram pada XYZ, sebuah usaha keluarga yang bergerak di bidang food and beverage di Kota Batu, Jawa Timur. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan berkaitan dengan rendahnya efektivitas penyampaian informasi produk kepada konsumen, yang disebabkan oleh pemanfaatan media sosial yang belum maksimal, tidak tersedianya landing page sebagai media informasi terpusat, serta keterbatasan media promosi pendukung seperti brosur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala dalam penerapan media sosial sebagai sarana pemasaran, menilai kinerja strategi STP yang diterapkan, serta menyusun model konseptual pemasaran digital yang sesuai dengan karakteristik bisnis keluarga. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan metode kualitatif, melalui pengumpulan data berupa wawancara mendalam, pengamatan langsung, dan telaah dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi STP yang dikombinasikan dengan media sosial memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran merek, penguatan loyalitas pelanggan, serta perluasan jangkauan pasar. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya tingkat literasi digital, serta kompleksitas hubungan internal dalam bisnis keluarga yang berdampak pada proses pengambilan keputusan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi UMKM dan pelaku bisnis keluarga lainnya dalam merancang dan mengoptimalkan strategi pemasaran digital guna meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha di era digital.
Pendampingan Penerapan Model Kerja Work From Anywhere (WFA) untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan pada Perusahaan Startup Abdullah, Toriq
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan transformasi digital telah membawa perubahan mendasar pada pola dan sistem kerja organisasi, salah satunya melalui penerapan konsep Work From Anywhere (WFA) sebagai bentuk fleksibilitas kerja modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penerapan model kerja WFA terhadap tingkat produktivitas karyawan pada perusahaan rintisan di Indonesia dengan mempertimbangkan variabel fleksibilitas waktu kerja, efektivitas komunikasi berbasis digital, motivasi kerja, serta keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, yang mengombinasikan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada seratus lima puluh karyawan perusahaan startup dan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan lima manajer sumber daya manusia. Hasil pengujian regresi menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja memiliki koefisien beta sebesar nol koma empat delapan, motivasi kerja sebesar nol koma tiga sembilan, dan work-life balance sebesar nol koma tiga lima, yang seluruhnya berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan produktivitas karyawan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan angka nol koma enam dua dengan tingkat signifikansi kurang dari nol koma nol satu. Temuan kualitatif memperkuat hasil kuantitatif tersebut, di mana sebagian besar responden menyatakan adanya peningkatan efisiensi pelaksanaan tugas serta kepuasan kerja setelah penerapan model kerja WFA. Namun demikian, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa dampak WFA tidak bersifat seragam, melainkan dipengaruhi oleh karakteristik jenis pekerjaan. Profesi yang bergerak di bidang teknologi dan industri kreatif menunjukkan peningkatan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan posisi administratif. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengelolaan sumber daya manusia dalam konteks kerja fleksibel dan merekomendasikan penerapan sistem kerja hybrid sebagai strategi adaptif untuk mengoptimalkan produktivitas tanpa mengabaikan tantangan komunikasi dan pengawasan dalam pelaksanaan kerja jarak jauh.
Pendampingan Penerapan Inovasi Program HSE dalam Peningkatan Keselamatan Kerja di Industri Pertambangan Rizal, Muhammad; Juanto, Juanto
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat potensi bahaya kerja yang tinggi, sehingga penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang juga dikenal sebagai Health, Safety, and Environment (HSE), menjadi komponen strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung kinerja operasional. Salah satu perusahaan pertambangan berskala besar di Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam aspek keselamatan kerja, yang tercermin dari masih ditemukannya insiden kecelakaan meskipun sistem manajemen HSE telah diterapkan secara terstruktur. Kondisi ini menunjukkan bahwa efektivitas program HSE tidak hanya ditentukan oleh keberadaan sistem formal, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam mengembangkan inovasi yang dapat membentuk perilaku keselamatan kerja secara adaptif di lingkungan berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk inovasi dalam penerapan program HSE, khususnya melalui pemanfaatan teknologi seperti perangkat wearable dan sistem pelaporan berbasis digital, dalam mendukung peningkatan kesadaran serta perilaku keselamatan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, melalui analisis terhadap jurnal ilmiah, laporan keberlanjutan perusahaan, serta dokumentasi insiden keselamatan kerja pada perusahaan pertambangan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan inovasi teknologi dalam program HSE berpotensi memperkuat sistem pengawasan dan pemantauan kondisi pekerja secara real-time, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya, serta mendorong terbentuknya budaya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Namun demikian, tingkat keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan budaya organisasi, kualitas pelatihan keselamatan, serta peran aktif manajemen dalam mendukung perubahan perilaku kerja. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam program HSE perlu diintegrasikan secara holistik dengan pendekatan yang berfokus pada aspek manusia agar sistem keselamatan kerja dapat berjalan secara adaptif dan berkelanjutan dalam konteks industri pertambangan di Indonesia.