cover
Contact Name
Muhamad Suhard
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah
ISSN : 27985741     EISSN : 27985733     DOI : https://doi.org/10.51878/action.v1i2.639
Core Subject : Science, Education,
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Classroom and School Action Research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 26 Documents clear
MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PBL, METODE DEMONSTRASI DAN BERMAIN PERAN Humaira, Putri Aleyda; Rafianti, Wahdah Refia
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6294

Abstract

The problems encountered in the field are driven by children's low social-emotional skills in sharing, helping, and assisting friends. This is caused by environmental factors, a lack of variety in methods used, one-way learning, and a lack of teacher stimulation in developing social-emotional skills in sharing, helping, and assisting friends, resulting in children's social-emotional development not meeting expectations. The solution is to use the Problem-Based Learning model, demonstration methods, and role playing. This classroom action research used a qualitative approach with three meetings and 16 children in Group A at Bakti 1 Islamic Kindergarten, Banjarmasin. Data were collected through observation. The findings indicate that in the first meeting, teacher activity was rated "Very Good," while student activity fell within the "All Children Active" criteria, and children's social-emotional development was categorized as "Developing Very Well." Therefore, the research results can serve as a reference in selecting appropriate models or methods to support optimal social-emotional development in children. ABSTRAK Permasalahan yang terjadi dilapangan dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan sosial emosional anak dalam berbagi, menolong dan membantu teman. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan, metode yang digunakan kurang bervariasi, pembelajaran bersifat satu arah serta kurangnya stimulus guru pada pengembangan kemampuan sosial emosional dalam berbagi, menolong dan membantu teman sehingga menyebabkan pengembangan kemampuan anak dalam sosial emosional belum sesuai harapan. Solusinya yaitu dengan penggunaan model Problem Based Learning, metode demonstrasi dan bermain peran. Penelitian tindakan kelas ini digunakan pendekatan kualitatif dengan 3 kali pertemuan dan 16 anak pada kelompok A TK Islam Bakti 1 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada pertemuan pertama, aktivitas guru memperoleh penilaian dalam kategori “Sangat Baik”, sementara aktivitas siswa berada dikriteria “Seluruh Anak Aktif”, serta perkembangan aspek sosial emosional anak tergolong kategori “Berkembang Sangat Baik”. Sehingga, hasil penelitian mampu jadi acuan pada pemilihan model atau metode yang tepat untuk mendukung perkembangan sosial emosional anak secara optimal.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN PPKN DI SMP NEGERI Bumulo, Isra; Wantu, Asmun; Nggilu, Ariyanto
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6307

Abstract

This study aimed to improve student engagement through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in the Civics subject (PPKn) for Class IX-1 at SMP Negeri 1 Bulango Selatan. The background of this research stemmed from the teacher’s limited use of varied teaching strategies, which caused students to lose interest, become disengaged, and participate less during lessons. The research utilized Classroom Action Research (CAR), which was carried out in two cycles comprising the phases of planning, implementation, observation, and reflection. The study involved 20 students (11 male and 9 female). Each cycle consisted of two meetings. The findings revealed that the use of the PBL model significantly improved students’ learning activity, as reflected in the increase in evaluation scores from 60% in Cycle I to 80% in Cycle II. Therefore, it can be concluded that the Problem-Based Learning model is effective in enhancing student participation and creating a more dynamic and engaging learning environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran PPKn di kelas IX-1 SMP Negeri 1 Bulango Selatan. Permasalahan yang melatarbelakangi adalah kurangnya variasi dan kreativitas guru dalam menyampaikan materi, sehingga siswa menjadi kurang tertarik, tidak fokus, serta minim partisipasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Setiap siklus melibatkan dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PPKn, yang ditandai dengan peningkatan nilai evaluasi dari 60% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam mendorong keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL PADA PEMBELAJARAN PPKN DI KELAS VIIIB SMP NEGERI Huko, Lilis Sulastri; Yunus, Rasid; Adhani, Yuli
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6328

Abstract

Lilis Sulastri Huko, 221421045, 2025. “Improving Students” Learning Interest Through the use of Audiovisual Media in Pancasila and Civics Education Program of Pancasila and Civics Education, Departement of Law and Society, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Gorontalo. The principal supervisor is Dr. Rasid Yunus, S.Pd.,M.Pd., and the co-supervisor is Yuli Adhani, S.Pd., M.Pd. This study aims to enhance students’ learning interest through the use of audiovisual media in pancasila and civics education (PPKn) at the junior high school level. The research employed a classroom action research (CAR) Method, with Students of class VIII B as the research subjects. The findings reveal that the integration of audiovisual media, such as interactive educational videos, significantly increased students’ interest in learning. This improvement was evidenced by greater enthusiansm, attention, and active participation during the learning process, as well as a notable increase in the number of students demonstrating a high leve lof interest after the implementation of audiovisual tolos. Moreover, audiovisual media helped students better understand PPKn material and fostered a more engaging and enjoyable classroom environment. Therefore, incorporating audiovisual media in PPKn learning at SMP Negeri 3 Kabila is recommended as an effective strategy to enhance both students’ interest in learning and their academic achievement. ABSTRAK Lilis Sulastri Huko, 221421045, 2025. “Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Media Audio Visual Pada Pembelajaran PPkn Di Kelas VIII B SMP Negeri 3 Kabila” Skripsi : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Hukum Kemasyarakatan, fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Bapak Dr. Rasid Yunus, S.Pd,.M.Pd pembimbing II Ibu Yuli Adhani S.Pd,.M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penggunaan media audiovisual pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di tingkat SMP. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas VIII B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media audiovisual, seperti video pembelajaran interaktif secara signifikan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Peningkatan ini terlihat dari antusiasme, perhatian, dan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, serta adanya peningkatan jumlah siswa yang memiliki minat belajar tinggi setelah penggunaan media audiovisual Selain itu, penggunaan media audiovisual juga membantu siswa memahami materi PKn dengan lebih baik dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan interaktif Dengan demikian, integrasi media audiovisual dalam pembelajaran PKn di SMP Negeri 3 Kabila direkomendasikan sebagai strategi efektif untuk meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa.
MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DALAM MENAATI PERATURAN MELALUI PBL, REWARD AND PUNISHMENT DENGAN PERMAINAN KREATIF Janah, Muna Raudatul; Novitawati, Novitawati
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6358

Abstract

The issue addressed in this study lies in the underdeveloped social-emotional aspects of children, particularly in understanding rules during play and maintaining discipline. This was primarily due to the initial teaching approach, where the teacher provided only brief explanations using limited learning media, specifically a single worksheet (LKPD) posted on the board. The lack of diverse instructional media hindered children's ability to think creatively and engage actively. To overcome this, the study implemented the Problem-Based Learning (PBL) model, the Reward and Punishment method, and creative play activities. The purpose of this study was to describe teacher activities, analyze children's participation, and evaluate improvelmelnts in childreln's social-elmotional delvellopmelnt. A qualitativel approach was elmployeld using Classroom Action Relselarch (CAR) conducteld ovelr four selssions. Thel study involveld 15 childreln from group A2 at PAUD Islam Telrpadu Al-Ihsan Banjarmasin. Data welrel analyzeld delscriptivelly using tablels and graphs. Succelss indicators welrel delfineld as achielving a "Velry Good" catelgory for telachelr activity, "Velry Activel" for childreln's activity, and "All Childreln Delvelloping Velry Welll" for social-elmotional delvellopmelnt at a group lelvell. Thel relsults showeld that in thel first selssion, thel telachelr's activity scoreld 16, catelgorizeld as "Fairly Good," and improveld to a scorel of 28 in thel fourth selssion, catelgorizeld as "Velry Good." Both childreln's activity and social-elmotional delvellopmelnt showeld consistelnt improvelmelnt from selssion onel to four and melt thel delfineld succelss indicators. Baseld on thelsel findings, it can bel concludeld that thel implelmelntation of thel Problelm-Baseld Lelarning modell, thel Relward and Punishmelnt melthod, and crelativel play elffelctivelly elnhanceld thel quality of telachelr activity, childreln's elngagelmelnt, and thelir social-elmotional delvellopmelnt. Thelrelforel, it is relcommelndeld that this approach bel useld as a relfelrelncel in telaching practicels to support optimal social-elmotional growth in elarly childhood elducation. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini terletak pada aspek sosial emosional anak yang belum berkembang secara optimal, khususnya dalam hal memahami aturan bermain dan kedisiplinan. Hal ini disebabkan oleh pendekatan pembelajaran awal yang kurang efektif, di mana guru hanya memberikan penjelasan singkat dengan menggunakan media terbatas, yaitu lembar kerja peserta didik (LKPD) yang ditempel di papan tulis. Kurangnya variasi media pembelajaran juga menghambat kemampuan anak untuk berpikir kreatif dan aktif. Sebagai solusi, digunakan model Problem Based Learning (PBL), metode Reward and Punishment, serta permainan kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, serta mengevaluasi peningkatan capaian perkembangan aspek sosial emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok A2 di PAUD Islam Terpadu Al-Ihsan Banjarmasin. Data dianalisis secara deskriptif melalui penyajian tabel dan grafik. Indikator keberhasilan ditentukan melalui pencapaian kategori “Sangat Baik” untuk aktivitas guru, “Sangat Aktif” untuk aktivitas anak, dan “Seluruh Anak Berkembang Sangat Baik” untuk aspek perkembangan sosial emosional secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama, aktivitas guru memperoleh skor 16 dengan kategori “Cukup Baik”, dan meningkat menjadi skor 28 dengan kategori “Sangat Baik” pada pertemuan keempat. Aktivitas anak dan capaian perkembangan sosial emosional pun menunjukkan peningkatan secara bertahap dari pertemuan pertama hingga keempat, dan telah memenuhi indikator keberhasilan. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning, metode Reward and Punishment, serta permainan kreatif secara efektif dapat meningkatkan kualitas aktivitas guru, keaktifan anak, dan perkembangan sosial emosional anak. Oleh karena itu, disarankan agar pendekatan ini dijadikan referensi dalam pembelajaran sebagai upaya mewujudkan perkembangan sosial emosional anak yang lebih optimal.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN MODEL PJBL, DIRECT INSTRUCTION, DAN MEDIA MAGIC LEARN BOX Agustin, Nia Fransiska; Rini, Tika Puspita Widya
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6569

Abstract

The problem in this study was the low development of children's fine motor skills. This issue was due to the lack of variation in teaching models and learning media, as well as limited activities involving hand-eye coordination. Children experienced difficulties in activities such as cutting, threading, and holding writing tools correctly. To overcome these problems, the researcher applied the Project Based Learning model, Direct Instruction method, and Magic Learn Box media. The purpose of this study was to describe teacher activities, children’s learning activities, and the improvement in children's fine motor skills. This research used a qualitative approach with the Classroom Action Research (CAR) method, conducted over four sessions. The subjects were 11 children in Group A at TK Sun Shine Banjarmasin Utara. Instruments included observation sheets for teacher activities, student activities, and fine motor skill achievement. Data were collected through observation and documentation. The results showed a significant improvement. Teacher activity increased steadily, reaching the "Very Good" category in the final session. Children’s activity also improved to the “All Children Active” category. The development of children’s fine motor skills progressed from the “Starting to Develop” category in the initial session to “Developing Very Well” in the final session. This study proves that the use of Magic Learn Box through the Project Based Learning model and Direct Instruction method is effective in enhancing children's fine motor skills. Based on the research results, it can be concluded that using the Magic Learn Box media through the Project Based Learning model and Direct Instruction can improve teacher activities, children's learning activities, and the development of children's fine motor skills. It is recommended that school principals, teachers, and future researchers use this as valuable input to enhance the quality of learning for children. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya perkembangan kemampuan motorik halus anak. Hal ini terjadi karena kurangnya variasi dalam model pembelajaran dan media yang digunakan, serta terbatasnya aktivitas yang melibatkan koordinasi tangan dan mata anak. Anak mengalami kesulitan dalam kegiatan seperti menggunting, meronce, dan memegang alat tulis dengan benar. Upaya yang dilakukan peneliti untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan menerapkan Model Project Based Learning, Direct Instruction, dan Media Magic Learn Box.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan peningkatan kemampuan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Sun Shine Banjarmasin Utara berjumlah 11 anak. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi aktivitas guru, aktivitas anak, dan capaian perkembangan motorik halus anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru terus meningkat hingga mencapai kategori “Sangat Baik” pada pertemuan terakhir. Aktivitas anak dalam kegiatan juga meningkat hingga mencapai kategori “Seluruh Anak Aktif”. Capaian perkembangan motorik halus anak menunjukkan hasil yang optimal, dari kategori “Mulai Berkembang” pada pertemuan awal menjadi “Berkembang Sangat Baik” pada pertemuan akhir. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media Magic Learn Box dengan model Project Based Learning dan metode Direct Instruction efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media Magic Learn Box melalui model project based learning dan Direct Instruction dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan Perkembangan motorik halus anak. Disarankan bagi kepala sekolah, guru dan peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN IPAS MATERI KERAGAMAN BUDAYA KELAS IV DI SDN MAYANGCINDE Yulyanti, Lia; Nugraha, Fajar; Mahendra, Hatma Heris
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6570

Abstract

The transformation of the Merdeka Curriculum requires the implementation of learning that maximizes student engagement, particularly in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS). The low level of student engagement has become a fundamental issue that hinders the achievement of IPAS learning objectives in the topic of cultural diversity. This study aims to examine the improvement of student learning activities through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model in Grade IV at SDN Mayangcinde. The research method used is Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model, with 12 fourth-grade students as the subjects. The implementation was carried out in two learning cycles consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected using student learning activity observation sheets and analyzed using percentage achievement categories: very good (70–100%), good (55–69%), fair (40–54%), and poor (0–39%). The results showed a significant increase in student engagement, from 33.33% in the pre-action stage to 58.33% in cycle I and reaching 83.33% in cycle II. The PBL model proved effective in enhancing student participation through real problem-solving, collaborative learning, and independent knowledge construction. The implementation of the PBL model can improve student learning activities in the IPAS subject, specifically in the topic of cultural diversity, in Grade IV at SDN Mayangcinde. ABSTRAKTransformasi Kurikulum Merdeka menuntut penerapan pembelajaran yang memaksimalkan keterlibatan belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Rendahnya keterlibatan belajar siswa menjadi masalah mendasar yang menghambat tercapainya tujuan pembelajaran IPAS pada materi keragaman budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan aktivitas belajar siswa menggunakan model pembelajaran  Problem Based Learning (PBL) kelas IV SDN Mayangcinde. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dengan subjek penelitian 12 siswa kelas IV. Penerapan dilakukan melalui dua siklus pembelajaran dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi aktivitas belajar siswa dengan analisis persentase capaian berkategori sangat baik (70-100%), baik (55-69%), cukup (40-54%), dan kurang (0-39%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan keterlibatan belajar yang signifikan dari pratindakan 33,33% menjadi 58,33% pada siklus I dan mencapai 83,33% pada siklus II. Model PBL terbukti efektif dalam mengaktifkan partisipasi siswa melalui pemecahan masalah nyata, pembelajaran kolaboratif, dan pembentukan pengetahuan mandiri. Penerapan model PBL dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam mata pelajaran IPAS, materi keragaman budaya kelas IV SDN Mayangcinde.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS KELAS 5 MATERI LISTRIK Hermawati, Nanda Aeni; Zulkarnaen, Rizki Hadiwijaya; Pratama, Febri Fajar
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6574

Abstract

The problem underlying the research is that science process skills in learning, especially the subject of science and science on electricity in grade 5 of SDN Sindangreret are still relatively low. The purpose of this study is to improve science process skills by implementing the Project Based Learning (PJBL) learning model. The research method used in this study is Classroom Action Research (CAR) model of Kemmis and McTaggart with research subjects of 26 grade 5 students. The implementation was carried out through two learning cycles with stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected using observation sheets of students' science process skills with analysis of the percentage of achievement categorized as very good (86-100%), good (76-85%), moderate (60-75%), low (55-59%), very low (?-55%). The results showed an increase in science process skills from pre-action 38.46% to 69.23% in cycle I and reached 88.46% in cycle II. The PJBL model proved to be collaborative and independent knowledge formation. The implementation of the PJBL model has a positive impact on various aspects of learning, including students' cognitive, affective, and psychomotor skills. The PJBL model encourages meaningful learning because students play an active role in the process of discovering and constructing knowledge. Based on the test results, it shows that there is an increase in science process skills from the pre-action phase, to cycle I to cycle II. Therefore, it can be concluded that the implementation of the PJBL learning model can improve science process skills in grade 5 of SDN Sindangreret, Cipawitra District in the 2025/2026 academic year. ABSTRAKMasalah yang melatarbelakangi penelitian adalah keterampilan proses sains dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran IPAS materi listrik di kelas 5 SDN Sindangreret yang masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan proses sains dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dengan subjek penelitian 26 siswa kelas 5. Penerapan dilakukan melalui dua siklus pembelajaran dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keterampilan proses sains siswa dengan analisis persentase capaian berkategori sangat baik (86-100%), baik (76-85%), sedang (60-75%), rendah (55-59%), sangat rendah (?-55%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan keterampilan proses sains dari pratindakan 38,46% menjadi 69,23% pada siklus I dan mencapai 88,46% pada siklus II. Model PJBL terbukti kolaboratif dan pembentukan pengetahuan mandiri. Penerapan model PJBL memberikan dampak positif terhadap berbagai aspek pembelajaran, baik dari kognitif, afektif, maupun psikomotorik siswa. Model pjbl mendorong pembelajaran yang bermakna karena siswa berperan aktif dalam proses pencarian dan pembangunan pengetahuan. Berdasarkan hasil tes menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan proses sains dari mulai pratindakan, ke siklus I sampai siklus II. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PJBL dapat meningkatkan keterampilan proses sains di kelas 5 SDN Sindangreret Kecamatan Cipawitra Tahun Ajaran 2025/2026.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA CERITA PENDEK MELALUI METODE THINK PAIR SHARE SISWA KELAS VI SD NEGERI Ngabito, Siti Nur Rahayu K.; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Ardini, Pupung Puspa
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6726

Abstract

This study aimed to improve the short story reading skills of sixth-grade students at SDN 6 Tapa, Bone Bolango Regency, through the implementation of the Think Pair Share (TPS) method. The research employed a classroom action research design consisting of two cycles, with each cycle comprising two meetings. Data were collected through tests, observations, interviews, and documentation. The initial observation revealed that only 4 out of 24 students (33%) were able to read short stories fluently, while 20 students (67%) were unable to do so. In the first meeting of Cycle I, the number of students with proficient reading skills increased to 6 students (25%), and in the second meeting to 11 students (46%). A more significant improvement was observed in Cycle II, where the first meeting recorded 17 students (71%) with proficient reading skills, and the second meeting reached 20 students (83%). These findings demonstrate that the TPS method effectively enhances students’ short story reading abilities by fostering interaction, collaboration, and active participation, which in turn supports gradual and sustained improvement in their reading skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca cerita pendek siswa kelas VI SDN 6 Tapa Kabupaten Bone Bolango melalui penerapan metode Think Pair Share (TPS). Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa dari 24 siswa, hanya 4 siswa (33%) yang mampu membaca cerita pendek dengan baik, sedangkan 20 siswa (67%) belum mampu. Pada siklus I pertemuan pertama, jumlah siswa yang mampu meningkat menjadi 6 siswa (25%), dan pada pertemuan kedua menjadi 11 siswa (46%). Peningkatan signifikan terlihat pada siklus II, di mana pertemuan pertama terdapat 17 siswa (71%) yang mampu membaca cerita pendek, dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 20 siswa (83%). Temuan ini menunjukkan bahwa metode TPS efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca cerita pendek siswa, karena mendorong interaksi, kerja sama, dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga keterampilan membaca mereka berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN “POP-UP BOOK” PADA SISWA KELAS III DI SD NEGERI Yusuf, Ismiawati U.; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Monoarfa, Fidyawati; Ardini, Pupung Puspa
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6749

Abstract

This study was motivated by the low reading ability of third-grade students at SDN 43 Hulontalangi, Gorontalo City. Efforts to improve reading skills require engaging learning media that can motivate students to actively participate in the learning process. One medium used in this research is the Pop-Up Book, which features three-dimensional and interactive elements expected to enhance students’ reading interest and comprehension. The purpose of this study was to improve the reading skills of third-grade students at SDN 43 Hulontalangi through the use of Pop-Up Book media. This research employed Classroom Action Research (CAR) with 21 students as subjects. Data were collected through observation, tests, and documentation. The results indicated an improvement in reading skills across each cycle. In Cycle I Meeting I, 6 students (28%) achieved mastery, increasing to 9 students (43%) in Meeting II. In Cycle II Meeting I, the number of students achieving mastery rose to 14 (67%), and in Meeting II, it reached 17 students (81%). Therefore, the use of Pop-Up Book media proved effective in enhancing the reading skills of third-grade students at SDN 43 Hulontalangi, Gorontalo City. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 43 Hulontalangi Kota Gorontalo. Upaya peningkatan keterampilan membaca memerlukan media pembelajaran yang menarik dan mampu memotivasi siswa untuk terlibat aktif. Salah satu media yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pop-Up Book, yang memiliki tampilan tiga dimensi dan interaktif sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca serta pemahaman siswa terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III SDN 43 Hulontalangi Kota Gorontalo melalui penggunaan media Pop-Up Book. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 21 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pada setiap siklus. Pada siklus I pertemuan I, 6 siswa (28%) mencapai ketuntasan, meningkat menjadi 9 siswa (43%) pada pertemuan II. Pada siklus II pertemuan I jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 14 siswa (67%), dan pada pertemuan II menjadi 17 siswa (81%). Dengan demikian, penggunaan media Pop-Up Book terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 43 Hulontalangi Kota Gorontalo.
MENGEMBANGKAN ASPEK KOGNITIF MENGENAL BENTUK GEOMETRI MENGGUNAKAN MODEL PBL, EXAMPLE NON EXAMPLE DAN MEDIA PAPINBAR Novianti, Novianti; Novitawati, Novitawati
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6752

Abstract

This research is motivated by the low cognitive ability in recognizing geometric shapes in group B children of Kenanga Kindergarten, Banjarmasin. To overcome this problem, a problem-based learning model, example non-example, and papinbar media can be used. The purpose of this study is to describe teacher activities, children's activities, and analyze the results of children's cognitive development achievements, especially in recognizing geometric shapes. This study uses a qualitative approach and Classroom Action Research (CAR) with 4 meetings. The results of the study show that teacher activities have implemented the steps of the learning model with a score of 31 with a percentage of 97% in the "Very Good" category, children's activities have increased up to meeting 4 with a percentage of 90% in the "Almost All Children Are Active" category and cognitive aspects have increased up to meeting 4 with a percentage of 90% of children successfully getting the "Very Well Developed (BSB)" category. Based on the results of the study, it was concluded that through the problem-based learning model, example non-example, papinbar media, cognitive development activities and results can be developed very well and almost all children are active. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif dalam mengenal bentuk geometri pada anak kelompok B TK Kenanga Banjarmasin. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat menggunakan model problem based learning, example non example, media papinbar. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan menganalisis hasil capaian perkembangan kognitif anak khususnya dalam mengenal bentuk geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa aktivitas guru telah melaksanakan langkah-langkah model pembelajaran dengan skor 31 dengan persentase yaitu 97% dengan kategori “Sangat Baik”, aktivitas anak telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 90% dengan kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif” dan aspek kognitif telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 90% anak berhasil mendapatkan kategori “Berkembang Sangat Baik (BSB)”. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui model probem based learning, example non example, media papinbar dapat mengembangkan aktivitas dan hasil perkembangan kognitif dengan sangat baik dan hampir seluruh anak aktif.

Page 2 of 3 | Total Record : 26