cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
intangumil@gmail.com
Phone
+6285230803791
Journal Mail Official
intangumil@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen , Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
ISSN : -     EISSN : 27150496     DOI : https://doi.org/10.32807/jpms.v2i1
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI SETELAH DIBERIKAN BOOKLET, KOTAK OBAT DAN PEMASANGAN POSTER Aan Dwi Sentana; Zulkifli Zulkifli; Ely Mawaddah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1050

Abstract

Sebagian besar pasien yang mengalami hipertensi ditemukan memiliki tingkat kepatuhan gaya hidup sehat yang tergolong rendah.Tidak patuhnya pasien hipertensi terhadap gaya hidup sehat mengakibatkan tidak terkontrolnya tekanan darah. Tekanan darah sistolik dan diastolik harus selalu dikontrol agar tetap dalam batas normal karena komplikasi hipertensi akan terjadi apabila tekanan darah tidak dikendalikan. Desa Karang Bayan Merupakan Desa yang terletak di kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dan berada diwilayah Puskesmas Sigerongan. Berdasarkan  Data Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sigerongan, sebanyak 781 orang  khususnya di desa Karang Bayan tahun 2021  di dapatkan 57 pasien. Dari 781 orang pasien hipertensi yang trekendali hanya 26 orang. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat penderita hipertensi mampu  meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat setelah diberikan pendampingan menggunakan Booklet, kotak obat dan pemasangan poster  Hasil kegiatan    pengetahuan sebagian besar  adalah cukup dengan sebaran sebanyak 21 orang (84%) dan kurang sebanyak  4 orang  (16 %), setelah mendapatkan penyuluhan dan pembinaan  pengetahuan yang terbanyak adalah   baik adalah 21 orang  (84 %) diikuti dengan pengetahuan cukup sebanyak 4 orang  (16%) sedangkan  kepatuhan yang terbanyak adalah kepatuhan kurang 17 orang (68%). Sedangkan kepatuhan minum obat  setelah  diberikan pendampingan dengan pemberian  booklet, kotak obat dan pemasangan poster yang terbanyak adalah   baik adalah 21 orang  (84 %) diikuti dengan kepatuhan cukup sebanyak 4 orang  (16 %).  Pendampingan pasien Hipertensi dengan pemberian  booklet, kotak obat dan   pemasangan  poster sebagai upaya pemberdayaan dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan penderita hiperten
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN DIAPER DERMATITIS DENGAN PEMANFAATAN VIRGIN COCONUT OIL Sentana, Aan Dwi; Zulkifli, Zulkifli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1442

Abstract

Penggunaan barrier (penghalang) digunakan diseluruh area kulit yang kontak dengan popok, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa VCO memiliki efektifitas yang bagus. VCO berasal dari kelapa dan dapat dibuat sendiri di tingkat rumah tangga dengan cara sederhana. Namun kader kesehatan belum mengetahui bagaimana memanfaatkan VCO yang berasal dari kelapa sebagai salah satu alternative mencegah terjadinya diaper dermatitis pada bayi. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengajarkan Kader Kesehatan dan mensosialisasikan tentang pencegahan diaper dermatitis dengan pendekatan ABCDE dengan menggunakan barrier minyak kelapa murni atau VCO. Selain itu kader kesehatan akan diajarkan proses pembuatan VCO dengan cara yang sederhana dan bagaimana memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.Hasil pengabmas pengetahuan sebelum diberikan pelatihan masyarakat yang menjadi peserta pengabdian masyarakat sebagian besar  adalah kurang dengan sebaran sebanyak 15 orang (75%) dan kurang sebanyak  5 orang  (25 %). Sedangkan pengetahuan setelah mendapatkan penyuluhan dan pembinaan  yang terbanyak adalah   baik adalah 18 orang  (90 %) diikuti dengan pengethuan cukup sebanyak 2 orang  (10%). Keterampilan dalam membuat VCO   sebelum diberikan pendampingan  seluruhnya   adalah  kurang 20  orang (100%). Sedangkan  setelah  diberikan pendampingan  adalah seluruhnya memperoleh keterampilan    baik adalah 20 orang  (100 %). Hasil penerapan VCO terdapat  perubahan ruam popok yang dialami dari semula 2 orang (10%)  mengalami ruam popok  ringan menjadi normal tidak mengalami ruam . Untuk itu perlu dilakukan pendampingan secara terus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan  para kader dalam pembuatan VCO sehingga dapat menerapkan pemberian VCO mengurangi diaper dermatitits.
PENDAMPINGAN PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA DAN PERSIAPAN PRANIKAH Umami, Riza; Restanty, Dian Aby
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1431

Abstract

Remaja mepunyai peluang mengalami anemia karena berhubungan dengan siklus menstruasi. Anemia dapat terjadi pada saat hamil dan akan mempengaruhi tumbuh kembang janin, berpeluang pula pada proses persalinan bahkan dapat menyebabkan kematian. Permasalahan mitra adalah remaja yang sudah lulus SMU tidak mendapatkan bantuan suplementasi tablet besi. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan pra nikah dan pencegahan anemia pada remaja di wilayah kerja Puskesmas “M” Kabupaten Jember pada Juni-Agustus 2023. Metode yang digunakan adalah melalui Foccus Group Discussion, pendidikan kesehatan, pemeriksaan kadar Hb serta pemberian vitamin C dan tablet besi. Sasaran kegiatan ini remaja putri dengan usia >18 sampai dengan 24 tahun. Adapun hasil kegiatan adalah terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dengan kategori baik adalah 10 orang (25%) saat pre test menjadi 38 orang (95%) saat post test, kejadian anemia sebanyak 8 orang (20%) sebelum intervensi pemberian tablet besi dan setelah intervensi menjadi 2 orang (5%) yang anemia dan untuk pendewasaan usia nikah, remaja menyatakan bahwa akan menikah pada usia >21 tahun, selain itu remaja juga menyatakan bahwa alasan tidak patuh mengkonsumsi tablet besi secara teratur karena setelah konsumsi tablet besi, remaja mengalami mual dan pusing sehingga mengganggu aktifitas harian.
PELATIHAN KADER KESEHATAN TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN Suwanti, Suwanti; Marliana, Yunita; Sundayani, Lina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1134

Abstract

Deteksi dini oleh nakes dan komunitas mengenai faktor risiko dan kesulitan, serta penanganan yang tepat seawal mungkin, menjadi kunci kesuksesan untuk menurunkan AKI dan AKB. Masalah selama masa kehamilan bisa dilacak terlebih dahulu, sehingga dibutuhkankan kecakapan anggota kerabat untuk mengidentifikasi tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas. Ditemukannya masalah saat kehamilan dapat ditangani dengan upaya pengendalian awal untuk menangkal insidensi berbagai penyulit kehamilan sampai masa nifas. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ialah mengoptimalkan skill kader posyandu untuk mendeteksi tanda-tanda bahaya kehamilan. Sasaran pengabdian kepada masyarakat adalah 30 orang kader posyandu di kelurahan Dasan Cermen. Pelatihan kader kesehatan menggunakan metode ceramah dan dievaluasi dengan sistem evaluasi pre tes dan posttes serta penilaian keterampilan dievaluasi dengan praktik pengisian kartu deteksi tanda bahaya kehamilan. Setelah pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat diperoleh hasil mayoritas pengetahuan kader tentang tanda bahaya kehamilan sebelum edukasi adalah cukup sebesar 21 orang (70,0%) dan setelah edukasi pengetahuan kader menjadi baik sebesar 17 orang (56,7%) dan cukup sebesar 13 orang (43,3%), mean pengetahuan setelah eduksi naik sebesar 10 point. Sebanyak 30 kader (100%) mampu melakukan pengisian kartu deteksi dini tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil.
PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU DALAM MENCEGAH DAN MENDETEKSI KEJADIAN STUNTING Pratiwi, Intan Gumilang; Suwanti, Suwanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1564

Abstract

Masalah stunting merupakan masalah gizi global yang dihadapi oleh sebagian besar negara di belahan dunia, termasuk di negara maju sekalipun. Pada negara-negara berkembang, jumlah anak-anak di daerah pedesaan yang mengalami stunting lebih dari 50% atau hampir 1.5 kali lebih besar dibandingkan anak-anak di daerah perkotaan.Di wilayah kerja Puskesmas Sesela rekap kasus stunting Desa Jatisela tahun 2019-2020 terdapat jumlah balita 1971 dan sebanyak  69 balita atau sekitar 14.08 terkena stunting. Jumlah di Desa Jatisela kader 30  orang. Semua kader belum pernah dilakukan pelatihan deteksi stunting oleh kader.Penyuluhan pencegahan stunting sejak masa kehamilan bertujuan untuk memastikan ibu hamil minum tablet tambah darah serta aktif dalam kelas ibu hamil sehingga upgrade terhadap pengetahuan-pengetahuan bagaimana untuk kehamilan yang sehat termasuk pola asuh. Pelatihan deteksi kejadian stunting bertujuan untuk meningkatan hardskill kader posyandu untuk deteksi dini stunting berdasarkan indikator TB/U menggunakan Poster Pengukuran Tinggi Badan yang dimodifikasi agar mempermudah kader untuk mendeteksi kejadian stunting.Target luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah satu artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal ber ISSN di Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, buku saku, HKI, video kegiatan PkM dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader.
PEMBERDAYAAN BIDAN MELALUI APLIKASI E-PROFBID DALAM UPAYA PENINGKATAN SKILL STASE PERSALINAN Munafiah, Durrotun; Mayangsari, Dewi; Maftuchah, Maftuchah; Rahayu, Hermeksi; Suhud, Hargokendar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1402

Abstract

Target Sustainable Development Goals (SDG) tahun 2030 adalah AKI mencapai 70/100.000 KH sedangkan AKB 12/1000 KH. Bidan merupakan salah satu profesi yang mempunyai tujuan sangat penting dan strategis dalam pengembangan AKI dan AKB. Bidan sebagai profesi yang terus berkembang, terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan profesionalitasnya.(Diah Ayu Hartini et al., n.d.). Bidan profesional yang dimaksud harus memiliki kompetensi klinis, sosial-budaya untuk menganalisa, melakukan advokasi dan pemberdayaan dalam mencari solusi dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan, keluarga dan masyarakat (Suryani, Sarmin, & Wati, 2023),sehingga Bidan perlu meningkatkan dan memanfaatkan teknologi dalam melaksanakan tugas kemampuan klinis dalam meningkatkan Kesehatan ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat sebagai upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan klinis pada stase persalinan melalui pemberdayaan bidan dengan memanfaatkan teknologi Aplikasi E-ProfBid yaitu dengan pemberian edukasi, pelatihan dan monitoring evaluasi pada bidan dalam kemampuan klinis stase persalinan melalui teknologi aplikasi. Sasaran peserta pengabdian kepada masyarakat adalah 50 orang Bidan Pelaksana Ranting II Kota Semarang. Hasil pengabmas ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan Bidan melalui kegiatan pelatihan dengan tema update terkini keilmuan stase persalinan dan sosialisasi penggunaan aplikasi E-ProfBid
”COOK HEALTHY” MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIAPKAN MENU SEIMBANG REMAJA PUTRI SEBAGAI UPAYA MENCEGAH ANEMIA Laraeni, Yuli; Sulendri, Ni Ketut Sri; Wahyuningsih, Retno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1321

Abstract

Berdasarkan survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2005, menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil 50,9%, ibu nifas 45,1%, remaja puteri  usia 10-14 tahun 57,1%, wanita usia subur (WUS) usia 17-45 tahun sebesar 39,5% (Supriyono. 2010) Remaja puteri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar menderita anemia dibandingkan dengan remaja putera. Hal ini dikarenakan remaja  puteri mengalami menstruasi setiap bulannya, sedang dalam masa  pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Remaja  puteri biasanya  sangat memperhatikan bentuk tubuh, sehingga banyak yang membatasi konsumsi makanan dan banyak pantangan terhadap makanan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabmas ini  Remaja puteri di Dusun Bengkel Selatan 1  Desa Bengkel Kecamatan Labuapi mengatasi anemia  dengan pemanfaatan makanan tinggi protein dan Fe berbasis pangan lokal dengan pendampingan cara penggolahan makanan (cook healthy) adalah salah satu cara mengolah bahan makanan yang tinggi protein dan Fe dengan cara yang benar dan tidak menghilangan zat gizi yang terdapat dalam bahan makanan sehingga makanan yang terolah bermanfaat untuk peningkatan protein dan Fe dalam tubuh, sebanyak 15 remaja puteri. Metode yang diterapkan dalam pendampingan ini dengan melakukan  praktek pengolahan bahan makanan tinggi protein hewani dan Fe untuk diterapkan di rumahnya selama sebulan seminggu 1 kali. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi untuk melihat dampak pendampingan cook healthy terhadap remaja puteri dalam mengolah makanan tinggi protein hewani dan Fe melalui lomba. Terjadi peningkatan pengetahuan melalui pendampingan cook healthy pada remaja putri. The household health research (SKRT) 2005 reports that the anemia prevalence on pregnant women is at 50.9%, on postpartum mothers is at 45.1%, on female teenagers around 10-14 years old is 57,1%, on mature age women around 17-45 years old is 39,55% anemia was found (Supriyono. 2010).  Female teenagers suffering anemia possibilities are ten times greater risk compared to male teenagers risk of suffering anemia. This phenomenon happens because female teenagers are in a growing progress as well as experiencing menstruation monthly. Thus monthly. Thus monthly. Thus, they require more iron intake to support the growth of their body. For the sake of fulfilling their “body goal”,  the female teenagers often restrict on consuming some foods and committed some eating “taboo”. By seeing these phenomena, the research is aimed at preventing the anemia by means of high protein traditional based foods. The “cook healthy” is one of the high protein and Fe cooking technique without no decreasing on nutrition containing in particular foods. This cooking technique was believed to have significant effects on anemia suffering by 15 female teenagers. The cooking techniques were given once a week in one month along with home practices. by the end of the program,  an evaluation was carried out to see the impact of “cook healthy” assistance on female teenagers’ skills in processing high animal protein and Fe foods. The result shows that there was a significant effects of “cook healthy” on female teenagers skill processing high animal protein and Fe foods with p = 0,006 (p<0,05).  
PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DALAM MENINGKATKAN SANITASI ALAT MAKAN DAN PERSONAL HYGIENE Narwati, Narwati; Suryono, Hadi; Darjati, Darjati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1392

Abstract

Kondisi tempat cuci peralatan makan di Sentra Wisata Kuliner Taman Prestasi Surabaya sejumlah 35 stan (100%) memiliki wadah penirisan peralatan makan minuman yang berpotensi terjadinya kontaminasi. Sejumlah 42 pedagang, 22 orang (67%) diantaranya berpendidikan rendah dan belum pernah memperoleh pelatihan terkait personal hygiene penjamah makanan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman bagi pedagang kaki lima Sentra Kuliner dalam menerapkan hygiene sanitasi alat makan dengan memanfaatkan kulit jeruk nipis serta personal hygiene. Kegiatan pendampingan ini dilakukan pendekatan secara luring yang terdiri dari simulasi metode pencucian peralatan makan dan pembuatan desinfektan alami berbahan dasar limbah kulit jeruk nipis, serta penyuluhan metodedengan menyertakan leaflet sebagai bentuk promosi kesehatan.  Hasil kegiatan berupa  ekstrak desinfektan alami dari limbah kulit jeruk nipis dalam bentuk larutan, peningkatan pengetahuan personal hygiene pedagang kaki lima, leaflet teknik pencucian alat makan dan publikasi Jurnal Nasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat program kemitraan masyarakat yang dilaksanakan di Sentra Wisata Kuliner Taman Prestasi Surabaya memberikan kontribusi dalam peningkatan pengetahuan pedagang kali lima dalam memanfaatkan limbah kulit jeruk nipis dan dalam menerapkan sanitasi peralatan makan serta personal hygiene dalam upaya mencegah foodborne disease. 
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MERAWAT KELUARGA MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN CAREGIVER PASIEN STROKE DI RUMAH Andrianur, Frana; Era, Dwi Prihatin; Hidayat, Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1113

Abstract

Pasien pasca stroke mengalami kelemahan anggota gerak, baik itu anggota gerak atas, bawah atau  bahkan seluruh tubuh yang berefek menjadi ketergantungan pemenuhan Activities of Daily Living (ADL) bagi keluarga atau care giver yang merawat. Perawatan pasien stroke yang lama dan kurang siapnya keluarga ataupun care giver dapat menimbulkan stress, ketegangan, dan beban tersendiri.  Informal care giver menyampaikan bahwa kurang siapnya memberikan perawatan kepada pasien karena pengetahuan dan skill yang dimiliki masih kurang. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kemampuan perawatan, pencapaian kemampuan koping adaptif serta status kesehatan care giver dalam pemenuhan ADL klien stroke di rumah. Tempat dilaksanakannya PKM ini di PKM Bengkuring Samarinda Kalimantan Timur dengan jumlah 20 care giver. Media yang dipakai dalam PKM ini meliputi Modul ADL, Slide power point, tensi meter dan pengukur berat badan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian ADL Klien stroke, perilaku koping dengan mnajemen stroke. Hasil sebelumnya didapatkan nilai rerata 78 menjadi nilai rerata 88,5 pada keluarga sebagai caregiver dalam pemenuhan ADL pasien stroke dirumah. Pendampingan keluarga sebagai caregiver membantu pemenuhan ADL serta meningkatkan koping dengan tindakan manajemen stres serta pemantauan kesehatan diperlukan saat merawat pasien stroke di rumah
PENINGKATAN PERAN KADER KELUARGA UNTUK MEMOTIVASI PENINGKATAN TUGAS DAN FUNGSI KELUARGA DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS Rahmad, Indra; Julhana, Julhana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1353

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis progresif yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, yang menyebabkan hiperglikemia (gula darah tinggi. Menurut Federasi Diabetes Internasional, jumlah penderita diabetes di seluruh dunia adalah 366 juta). di  2011). Kelurahan Asakota merupakan kecamatan terluas di Kota Bima dengan luas wilayah 69,03 km2 dan terletak di dekat  pantai serta merupakan daerah pinggiran yang memiliki banyak masalah kesehatan, salah satunya di kecamatan Kolo. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan yang berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama kader prolan memberikan penyuluhan tentang masalah DM dan mengenalkan penggunaan pemantauan gula darah mandiri, pada hari kedua kader  memberikan penyuluhan dan mempresentasikan kepada keluarga pasien DM tentang pemantauan gula darah mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan pengelola dan keluarga pasien DM pasca pelatihan. Perubahan informasi ini disebabkan oleh penggunaan selebaran yang berisi  DM dan penggunaan pengukuran glukosa darah secara mandiri. Kerabat pasien membutuhkan informasi tentang kesehatan, salah satunya dengan  promosi kesehatan melalui media surat kabar. Kesimpulan menunjukkan bahwa pengetahuan keluarga pasien DM dan petugas kesehatan di Puskesmas mpunda meningkat setelah dilakukan penyuluhan dengan metode ceramah dan pengenalan penggunaan alat pemantauan gula darah mandiri. Kata kunci: Peran keluarga, Diabetes Mellitus

Page 9 of 18 | Total Record : 174