cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
intangumil@gmail.com
Phone
+6285230803791
Journal Mail Official
intangumil@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen , Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
ISSN : -     EISSN : 27150496     DOI : https://doi.org/10.32807/jpms.v2i1
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
EDUKASI TENTANG KANKER PAYUDARA MENINGKATKAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI Marhaeni, Gusti Ayu; Suindri, Ni Nyoman; Arneni, Ni Putu Gita; Habibah, Nur; Dewi, Ni Nyoman Astika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1438

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab kematian akibat kanker paling umum pada wanita di negara-negara berkembang. Kanker payudara dapat dideteksi dengan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Deteksi dini oleh wanita disebut dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Partisipasi perempuan dan remaja putri dalam program skrining kanker payudara masih rendah. Hal ini disebabkan rendahnya kesadaran akan manfaat melakukan deteksi dini kanker payudara dan rasa malu. Pengetahuan remaja tentang kanker payudara dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam melakukan deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri. Dengan rendahnya cakupan SADANIS maka salah satu cara yang mungkin dilaksanakan adalah melatih masyarakat tentang SADARI. Salah satu kelompok berisiko untuk terjadinya tumor pada payudara adalah remaja putri. Anggota kelompok sasaran adalah remaja putri sejumlah 60 orang di SMA Negeri 1 Rendang. Media pembelajaran yang digunakan adalah modul dan leaflet dengan alat bantu berupa LCD dan laptop. Sebelum penyuluhan dilakukan penggalian pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja putri terlebih dahulu melalui kuesioner (pretest) dan setelah mengikuti penyuluhan dilakukan evaluasi terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja putri (posttest). Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat tingkat pengetahuan, sikap dan praktik remaja putri setelah diberikan intervensi berupa penyuluhan menunjukkan 80% responden memiliki pengetahuan baik, dan 20% memiliki pengetahuan cukup. Pada variabel sikap 98,3% bersikap positif dan hanya 1,7% yang bersikap negatif. Pada variabel praktik 80% responden telah melaksanakan praktik SADARI dengan benar dan 20% melaknakan praktik dengan salah. Hal ini menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan, sikap dan praktik remaja putri setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan. Pendidikan dasar kepada remaja putri perlu diberikan untuk memberikan informasi tentang SADARI untuk memperluas pengetahuannya tentang SADARI, memberikan panduan cara melakukan pemeriksaan SADARI dengan benar, dan mempengaruhi keinginan remaja putri untuk melakukan SADARI secara mandiri.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA KADER POSYANDU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DARI KELOR, SUSU DAN MADU (KESUMA) Jaya, Susanti Tria; Susiloningtyas, Luluk; Wardhani, Ratih Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1395

Abstract

Kelor, Susu Sapi dan Madu merupakan sumber daya alam lokal yang memiliki potensi yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Tiga komponen memiliki nilai gizi yang tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan balita. Desa Babadan adalah salah satu desa di Lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri yang mimiliki banyak pohon kelor, mampu menghasilkan susu sapi  1.000.962 liter/tahun, dan banyak ditemukan glodok madu dirumah warganya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pemberian makanan tambahan dari kelor, susu dan madu (Kesuma). Metode pelaksanaan kegiatan langsung melalui sosialisai masyarakat mengenai manfaat dan cara pengolahan makanan tambahan kepada balita dari kelor, susu dan madu. Kegiatan dilaksanakan di desa Babadan pada bulan Juli-September 2023. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancer, hadir 25 kader posyandu sebagai peserta yang berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Diharapkan dengan kegiatan ini kader dapat memanfaatkan sumber daya alam lokal dari kelor, susu dan madu menjadi berbagai olahan makanan tambahan balita untuk mengatasi masalah gizi di Desa Babadan.
PENDIDIKAN TENTANG LIFESTYLE SELAMA MASA KEHAMILAN MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS WEB PADA IBU HAMIL Ariyani, Ni Wayan; Surati, I Gusti Ayu; Erawati, Ni Luh Putu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1150

Abstract

Lifestyle selama kehamilan adalah pola perilaku yang berhubungan dengan tanggung jawab ibu dan keluarga tentang kesehatan, pola nutrisi selama kehamilan, olahraga / aktivitas fisik, hubungan interpersonal, manajemen stress dan masalah spiritual. Lifestyle selama kehamilan adalah salah satu determinan morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan bayi. Pendidikan antenatal selama kehamilan adalah salah satu upaya untuk memperbaiki lifestyle ibu hamil. Permasalahan pendidikan antenatal perlu diatasi dengan metode atau pendekatan yang lebih efektif. Pendidikan antenatal berbasis aplikasi merupakan salah satu bentuk revolusi industry 4.0 yang dapat digunakan oleh ibu hamil. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pendidikan antenatal menggunakan aplikasi. Dalam proses pengabdian, difasilitasi oleh lima orang bidan yang bertugas memberikan pelayanan pendidikan antenatal berbasis aplikasi. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pengetahuan ibu hamil tentang lifestyle setelah diberikan pendidikan antenatal berbasis aplikasi. Pendidikan antenatal berbasis aplikasi merupakan salah satu bentuk revolusi industry 4.0. Aplikasi bisa diakses dengan menggunakan komputer meja, tablet atau telepon genggam. Ibu hamil  bisa mengakses informasi kesehatan,  berinteraksi dengan petugas kesehatan, teman secara bebas. Ibu hamil bisa berinteraksi setiap saat dengan petugas, suami  atau dengan ibu hamil lainnya,  tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Ketersediaan aplikasi ini  dapat mengurangi masalah waktu, jarak, dan ketersediaan informasi terkini, dan ini mengatasi kekurangan pembiayaan, akses yang buruk terhadap informasi, dan sumber daya manusia yang terbatas. Pendidikan antenatal berbasis aplikasi bisa digunakan sebagai tambahan layanan pendidikan antenatal. Mengingat layanan pendidikan antenatal tidak bisa dilaksanakan secara efektif. Oleh karenanya ketersediaan informasi dan form diskusi secara online akan menjadi tambahan alternatif sumber informasi bagi ibu hamil. Classes for pregnant women in Gianyar Regency are not carried out consistently, and most pregnant women cannot attend antenatal education because they are busy. Antenatal education problems need to be addressed with more effective methods or approaches. Application-based antenatal education is a form of revolution that can be used by pregnant women. The aim of community service is to increase pregnant women's knowledge about liftstyle during pregnancy. The method used in this community service activity is to provide antenatal education using an application. The service process was facilitated by five midwives who were tasked with providing application-based antenatal education services, involving 30 pregnant women. The trial results showed that there was a significant increase in pregnant women's knowledge about lifestyle after being given application-based antenatal education. There is a significant difference (p=0.000) in the average lifestyle value of pregnant women before and after being given antenatal education. there was an increase in the average mother's knowledge about maternal and child health with an average pretest score (82) and posttest score (94.33) p = 0.000. This community service is effective in increasing people's knowledge about lifestyle. Midwives at community service locations use this application as an alternative to antenatal education services. This service can make it easier for pregnant women to access maternal and child health information
PENGUATAN PERAN KADER DALAM EDUKASI PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN STUNTING Nurwahidah, Nurwahidah; Ahmad, Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1446

Abstract

Stunting adalah  kondisi  tinggi badan seseorang yang kurang dari normal berdasarkan   usia  dan  jenis  kelamin. Tinggi  badan  merupakan salah satu jenis pemeriksaan antropometri dan menunjukkan status gizi seseorang. Adanya stunting menunjukkan  status  gizi  yang  kurang (malnutrisi) dalam jangka waktu yang lama (kronis). Chandra, A.(2020). Menurut  Profil  Kesehatan  Indonesia  2019,  Pendek dan sangat pendek atau  yang  sering  disebut  sebagai  stunting  merupakan  status gizi yang berdasarkan pada indeks tinggi badan menurut umur. Persentase balita sangat pendek dan pendek usia 0-23 bulan di Indonesia tahun 2018 yaitu 12,8% dan 17,1%. Kondisi ini meningkat dari tahun sebelumnya dimana persentase balita sangat pendek yaitu sebesar 6,9% dan balita pendek sebesar 13,2%. Hasil  Riset  Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukan angka kejadian stunting pada anak yaitu mencapai 30,8% di Indonesia, dimana Nusa Tenggara Barat merupakan  salah  satu  provinsi  dengan angka kejadian stunting tertinggi di Indonesia dengan angka stunting sebesar 47,5%. Stunting  bayi  dan  balita  merupakan  permasalahan gizi  kronis  yang  membutuhkan  penanganan  komprehensif  dan  melibatkan berbagai sektor. Tahun 2018 ditetapkan penanganan  stunting  merupakan  prioritas  pembangunan nasional  melalui  Rencana  Aksi  Nasional  Gizi  dan  Ketahanan Pangan. Ginna, M., & Siska, W.(2019) Penanganan  stunting  merupakan  salah  satu  prioritas  pembangunan  nasional  yang  tercantum  dalam  RPJMN  2020-2024  dengan  target penurunan angka stunting sebesar 11,8% pada tahun 2024 (Bappenas, 2019). Fokus  utama  dalam penanganan stunting adalah  1000  Hari  Pertama  Kehidupan (HPK)  yang  dilaksanakan  di Posyandu. Henny, A, M., & Ikeu, N., Mamat, L.(2020). Pemanfaatan Posyandu sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan  bersumber daya  masyarakat (UKBM) dalam pelayanan kesehatan masyarakat dapat  menjadi  salah  satu  strategi  dalam  intervensi  penanganan  stunting  karena berfokus pada ibu hamil  sampai  dengan  balita
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA AWILA KECAMATAN MOLAWE DALAM BENTUK PEMERIKSAAN URINE RUTIN SERTA PELATIHAN PEMBUATAN JUS ALBEDO SEMANGKA SEBAGAI AGEN DETOKSIFIKASI GINJAL Orno, Theosobia Grace; Usman, Julianti Isma Sari; Atmaja, Ratih Feraritra Danu; Yuniarty, Tuty; Hasan, Aswiro; Sarita, Sultina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1487

Abstract

Kemandirian masyarakat merupakan salah satu tujuan program pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan. Desa Awila merupakan salah satu desa di Kecamatan  Molawe Kabupaten Konawe Utara yang memiliki masalah pada kesehatan ginjal. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan urine rutin sebagai pemeriksaan laboratorium dasar fungsi ginjal, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal serta melatih masyarakat untuk secara mandiri membuat dan mengonsumsi jus albedo semangka yang terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus ginjal. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan terdapat beberapa parameter pemeriksaan urine rutin yang abnormal diantaranya proteinuria sebanyak 69%, leukosituria dengan persentase 44%, hematuria dan glukosuria berturut-turut sebesar14% dan 6%. Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat pasca edukasi sebesar 92% disertai komitmen masyarakat untuk secara mandiri menerapkan pola konsumsi jus albedo semangka sehari-hari.  
OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA MELALUI METODE “BESTIE” Gustirini, Ria; Susanti, Lilis; Valencia, Frenalia Valeri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1217

Abstract

Remaja adalah masa peralihan sebelum menjadi dewasa. Remaja mengalami pertumbuhan serta perkembangan yang cepat baik secara intelektual, psikologis, sosial, serta pematangan organ seksual. Dengan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar, haus akan petualangan dan tantangan, serta cenderung mengambil risiko tanpa pertimbangan matang. Remaja cenderung merasa malu untuk mendapatkan informasi yang cukup tentang organ reproduksinya . Oleh karena itu, orang tua dan guru khawatir bahwa pengetahuan tentang perkembangan alat reproduksi dan fungsinya justru mendorong remaja untuk melakukan hubungan seks pranikah. Keadaan lingkungan sekolah, pengaruh teman, ketidaksiapan guru untuk pendidikan kesehatan reproduksi juga memberikan pengaruh. Pengabdian masyarakat ini bertujuan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman remaja di SMA Muhammadiyah 3 Kota Palembang dalam mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya organ seksual dan pencegahan dan masalah-masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi di kalangan remaja serta pencegahannya. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode metode “bestie” best sex education, informative and educative. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat didapatkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada remaja setelah dilakukan edukasi berdasarkan hasil pre dan post test yaitu rerata peningkatan sebesar 30 poin (p<0,05). Diharapkan metode “bestie” (Best Sex Education, Informative and Educative) dapat membantu remaja dalam mendapatkan informasi dengan cara yang lebih asik dan menarik tentang kesehatan reproduksi khususnya organ seksual dan pencegahan dari permasalahan kesehatan reproduksi yang sering terjadi di kalangan remaja
EDUKASI PEMANFAATAN VIDEO “SURATI” DAN DEMONSTRASI KETRAMPILAN DALAM MEMILIH MAKANAN SUMBER SERAT BAGI LANSIA Wirawan, Susilo; Setyowati, Setyowati; Utami, Siti Budi; Tifauzah, Noor
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1359

Abstract

Angka harapan hidup penduduk Indonesia terus meningkat setiap tahun yang berpengaruh pula pada semakin meningkatnya persentase lansia di Indonesia dari tahun ke tahun. Data dari World Health Organization (WHO), menyarankan untuk makan sayur dan buah 5 porsi per hari atau minimal 400 gram per hari. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh dan menurunkan penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus type 2, obesitas dan beberapa jenis kanker. Diabetes melitus merupakan penyakit kedua terbanyak yang diderita oleh lansia di wilayah kerja Puskesmas Gamping I. Lansia dituntut untuk memahami sumber-sumber makanan dan jenis-jenis makanan yang sesuai bagi dirinya. Lansia dapat berperan secara aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit pada lansia. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan sasaran para lansia dengan berbagai penyakit degeneratif yang diderita merupakan perwujudan kontribusi pengabdi di dalam mengimplementasikan ilmu yang dikembangkan dan memberikan manfaat bagi  masyarakat.  Edukasi melalui media video “SURATI” yang dilanjutkan dengan pemilihan makanan sumber serat  yang sesuai bagi karakteristik lansia, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa di Dusun Sembung Desa Balecatur Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Provinsi DIY. Kegiatan edukasi gizi yang dilakukan bagi sasaran   lansia telah berjalan sesuai dengan rencana. Peserta dapat lebih terampil di dalam melakukan kegiatan memilih makanan dan bahan makanan sumber serat tinggi. Terdapat kenaikan yang signifikan terhadap pengetahuan rata-rata peserta sebelum diberikan edukasi dengan rata-rata setelah diberikannya edukasi gizi.
EDUKASI DAN PELATIHAN SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) MELALUI PEMBERDAYAAN KADER DAN TENAGA KESEHATAN DI POSYANDU PRIMA Diarti, Maruni Wiwin; Wiadnya, Ida Bagus Rai; Zaetun, Siti; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1444

Abstract

Analisis situasi didapatkan data dari Profil Puskesmas Keruak tahun 2021 bahwa pengendalian PTM tahun 2021 tingkat pencapaian/cakupannnya sub variable 63,58% (masih kurang) dari target yang di programkan. Data menunjukkan bahwa pelayanan/skrining kesehatan pada usia produktif, deteksi dini faktor risiko PTM yang ditargetkan 100% capaiannya 40,20%, Penemuan dan pelayanan penderita hipertensi sesuai standart yang ditargetkan 100% capainnya 66,0% serta Penemuan dan pelayanan penderita DM sesuai Standart yang ditargetkan 100% capainnya 63,8 %. Permasalahan yang dihadapi terkait masih kurangnya target capaian tentang pengendalian PTM di wilayah kerja Puskesmas Keruak karena masih kurangnya pelayanan skrining terkait PTM menggunakan pelayanan laboratorium sederhana (Rapid test) terutama ditingkat desa, masih kurangnya pengetahuan kader kesehatan tentang penyebab, pencegahan dan pengendalian PTM, terutama di daerah Desa Mendana Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan tentang Skrining pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Hipercholesterol, Hiperisemia dan Diabetes mellitus) melalui Posyandu Prima. Solusi permasalahan yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan Edukasi,penyuluhan dan Pelatihan tentang Skrining pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Hipercholesterol, Hiperurisemia dan Diabetes mellitus) melalui Posyandu Prima. Metode yang digunakan adalah dengan edukasi, pelatihan dan pendampingan menggunakan bookleat, leafleat dan skrining lab sederhana untuk PTM. Hasil dari pengabdian masyarakatTerbentuknya Kelompok Kader Peduli Screening PTM yang telah terampilan dalam penggukuran Tensi dan Pemeriksaan PTM (Kadar Glukosa darah, Asam Urat dan Cholesterol) menggunakan alat POCT.Tercapaianya Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan, Petugas kesehatan dan sasaran mitra melalui layanan posyandu prima di desa Mendana Raya tentang skrining kesehatan PTM pada usia produktif dan deteksi dini faktor risiko PTM sampai dengan 100%. Tercapainya peningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dan petugas kesehatan tentang pola hidup sehat terkait pencegahan dan pengendalian PTM menjadi sampai dengan 100%. Membantu meningkatkan capaian pelayanan/skrining kesehatan pada usia produktif, deteksi dini faktor risiko PTM yang dari 40,20% menjadi 50,20% tercapai. Membantu meningkatkan capaian Penemuan dan pelayanan penderita hipertensi sesuai standart  dari  66,0% menjadi 77,0% tercapai. Membantu meningkatkan capaian Penemuan dan pelayanan penderita DM sesuai Standart dari 63,8 % menjadi 73,8% tercapai. Tindak lanjut hasil pengabdian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan merupakan peran perangkatan desa dan IDUKA dalam posyandu prima terkait skrining kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan PTM pada usia produktif yang di buktikan adanya  MOU dan Berita acara penyerahan bantuan Alat tensimeter dan POCT.
UPAYA PENINGKATAN ASUPAN GIZI SEIMBANG DALAM RANGKA PERCEPATAN PENANGGULANGAN STUNTING PADA ANAK BALITA Chandradewi, AASP; Ardesa, Yopi Harwinanda; Widiada, I Gede Narda; Zulkifli, Zulkifli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1320

Abstract

Data Survei Diet total (SDT) tahun 2020 menunjukkan 47.7% anak di Indonesia belum memenuhi asupan energi minimal dari yang dianjurkan. Pemenuhi gizi dapat dilakukan melalui keluarga dengan memberikan pendampingan sehingga makanan yang diberikan kepada anak berkualitas. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang sharus ditanggulangi dengan tepat, agar kualitas anak baik .Tujuan dari pelaksanaan pengabmas ini adalah Meningkatkan Asupan Gizi Seimbang Dalam Rangka Percepatan Penanggulangan Stunting pada Balita. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Batu Kuta Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Sasaran dari pengabmas ini ibu balita stunting yang jumlahnya 20 orang. Kegiatan pendampingan dilaksanakan setiap minggu selama 3 kali berupa praktek. Evaluasi dilakukan dengan melihat langsung penerapan praktek pengolahan makanan dan pemberiannya pada anak balita selama 3 bulan. Ada peningkatan asupan setelah pendampingan secara signifikan (p=0.001 )  Data from the 2020 Dietary Survey (SDT) shows that 47.7% of children in Indonesia have not met the minimum recommended energy intake. Fulfilling nutrition can be done through the family by providing assistance so that the food given to children is of high quality. Stunting is one of the nutritional problems that must be addressed appropriately, so that the quality of children is good. The purpose of the implementation of this community service is to increase balanced nutrition intake in order to accelerate the prevention of stunting in toddlers. This activity was carried out in Batu Kuta Village, Narmada District, West Lombok Regency. The target of this community service is the mothers of stunting toddlers who are 20 people. Assistance activities are carried out every week for 3 times in the form of practice. Evaluation was carried out by looking directly at the application of food processing practices and their provision to children under five for 3 months. There was a significant increase in intake after mentoring (p=0.001).
PENGGUNAAN SONGGAK SUKU SASAK UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN DASAN CERMEN, KOTA MATARAM Kusuma Dewi, Lale Budi; Khusuma, Ari; Agrijanti, Agrijanti; Wulandari, Ayu Nurislami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1502

Abstract

Data dari profil Puskesmas Babakan, tingkat obesitas penduduk, dari 3.824 yang diperiksa, ditemukan 1.053 orang (27%) diantaranya dinyatakan obesitas. Sebanyak 90-95% kasus diabetes adalah DM tipe 2, yang sebagian besar dapat dicegah karena disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.  Tujuan pengabdian ini sebagai upaya membantu mengendalikan kadar gula darah penderita hiperglikemia dengan ramuan tradisional suku sasak, Songgak. Sebanyak 45 masyarakat yang hadir dalam kegiatan sosialisasi diperiksa kadar gukosa darahnya, sebanyak 14 orang memiliki kadar gula darah sewaktu ≥200mg/dl. Songgak disosialisasikan dan disampaikan hasil penelitian tentang manfaat songgak untuk menurunkan kadar glukosa darah. Setelah konsumsi songgak selama dua  minggu, terjadi penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada 21 peserta. Masyarakat paham pentingnya menjaga pola hidup dan pentingnya pemeriksaan glukosa darah secara berkala bagi penderita DM. Data profile of the Babakan Health Center, the obesity level of the population, of the 3,824 examined, 1,053 people (27%) were found to be obese. As many as 90-95% of diabetes cases are type 2 DM, most of which can be prevented because they are caused by an unhealthy lifestyle. The purpose of this service is as an effort to help control blood sugar levels of hyperglycemia sufferers with the traditional ingredients of the Sasak tribe, Songgak. As many as 45 people who attended the socialization activity had their blood glucose levels checked, as many as 14 people had blood sugar levels when ≥200mg/dl. Songgak was socialized and presented the results of research on the benefits of Songgak for lowering blood glucose levels. After consuming Songgak for two weeks, there was a temporary decrease in blood glucose levels in 21 participants. The community understands the importance of maintaining a lifestyle and the importance of regular blood glucose checks for people with DM.

Page 10 of 18 | Total Record : 174