cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
intangumil@gmail.com
Phone
+6285230803791
Journal Mail Official
intangumil@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen , Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
ISSN : -     EISSN : 27150496     DOI : https://doi.org/10.32807/jpms.v2i1
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI REFRESHING PELATIHAN PENILAIAN TUMBUH KEMBANG ANAK UNTUK KADER POSYANDU Nur Cory'ah, Fitra Arsy; Faiqah, Syajaratuddur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1418

Abstract

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan merupakan masalah yang serius bagi berbagai Negara di dunia, World Health Organization (WHO), Indonesia merupakan salah satu negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di kawasan Asia Tenggara/Asia Tenggara (SEAR). Berdasarkan data tahun 2021 bahwa rata-rata prevalensi stunting pada balita di Indonesia adalah 24,4% dan tercatat sekitar 5-10% anak di Indonesia keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan. data Propinsi Nusa Tenggara Barat bahwa setiap tahunnya terdapat peningkatan gangguan pertumbuhan (45,3%) yaitu jumlah balita dengan postur tubuh pendek dan sangat pendek. Sedangkan data Puskesmas Gunungsari untuk desa Jatisela terlaporkan dari tahun 2019 sd 2020 kasus stunting mengalami peningkatan yaitu di agustus 2019 dari total balita 498 balita usia 0 – 59 bulan yang mengalami gangguan pertumbuhan yaitu stunting sebanyak 14 ( 2,8 %), sedangkan di bulan Agustus 2020 dari total balita 480 balita usia 0 – 59 bulan yang mengalami gangguan pertumbuhan yaitu stunting sebanyak 25 ( 5,21 %). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam menilai tumbuh kembang balita dalam upaya pencegahan stunting dengan mengaplikasikan KPSP (Kuesioner Pra Skrining perkembangan) diseluruh posyandu. Metode pengabdian Masyarakat dengan pelatihan yang berpedoman pada modul pelatihan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan di kantor desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, dengan peserta sebanyak 30 kader Kesehatan, 10 anak balita beserta ibunya. Hasil pelaksanaan pengadian masyarakat nilai pretest tertinggi yaitu yaitu tingkat pengetahuan dengan kategori cukup yaitu sebesar 12 (40%), setelah dilakukan posttest banyak responden yang berpengetahuan baik meningkat menjadi 20 (66,7%). Evaluasi pengetahuan meningkat dengan prosentase 36,7 %. Selanjutnya intervensi terkait evaluasi dilaksanakan di dua posyandu yaitu di posyandu mekarsari dan posyandu johar pelita.
PENYULUHAN DAN SKRINNING PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES, HIPERTENSI DAN ASAM URAT) Sugiarti, Mimi; Musiana, Musiana; Nurminha, Nurminha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1499

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia. Diabetes, hipertensi, dan asam urat merupakan PTM yang paling sering di temukan dan berkaitan erat dengan permasalahan kesehatan lain, seperti stroke hingga gangguan jantung. Salah satu wujud peran serta Institusi Pendidikan Tinggi dalam penanggulangan PTM adalah dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dan skrining pencegahan diabetes, hipertensi, dan asam urat dilaksanakan di Desa Srimenanti, Kec. Bandar Sribawono, Lampung Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kelompok pengajian terhadap PTM (diabates, hipertensi, dan asam urat), mengidentifikasi faktor risiko, memberikan edukasi mengenai pencegahan serta pengelolaan diabates, hipertensi, dan asam urat. Kegiatan ini berlangsung selama 8 bulan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kesehatan, skrining, pelatihan mandiri penggunaan alat tes gula darah, tekanan darah, dan asam urat, serta senam pencegahan PTM. Peserta kegiatan adalah kelompok pengajian Majlis Taklim Al-huda sebanyak 65 orang dengan rentang usia 30-60 tahun. Penyuluhan kesehatan mencakup informasi mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, serta pengelolaan stres. Skrining dan pelatihan cek mandiri gula darah, tekanan darah, dan asam urat dilakukan oleh tim pengabdi dengan latar belakang 2 orang Ahli Teknologi Laboratorium Medis dan 1 orang perawat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 65 orang peserta yang mengikuti skrining, sebanyak 69.2% hipertensi, 16,9% hiperglikemia, dan : 10,8% dengan hiperurisemia. 30%. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang diabates, hipertensi, dan asam urat berdasarkan hasil pre-test (34%) dan post-test (86%) dan perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat salah satunya dengan rutin senam PTM. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model untuk program pencegahan PTM dan dapat menjadi stimulus bagi setiap anggota untuk peduli terhadap status kesehatannya dan ikut berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitarnya.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA KARANG BAYAN DALAM PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE Tatontos, Erlin Yustin; Inayati, Nurul; Diarti, Maruni Wiwin; Dramawan, Awan; Suseno, Mutiara Rachmawati; Purna, I Nyoman; Sali, I Wayan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1361

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dan ditularkan lewat nyamuk merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, yang cenderung semakin luas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Seluruh wilayah Indonesia, mempunyai risiko untuk kejangkitan penyakit DBD karena virus penyebab dan nyamuk penularnya tersebar luas, termasuk di  Desa Karang Bayan  Kabupaten Lombok Barat. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarat Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) mengetahui pemberdayaan  ibu-ibu PKK desa Karang Bayan dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue melalui Posyandu dengan pengendalian vektor menggunakan ovitrap atraktan infusa daun. Metode pendekatan kegiatan adalah Interprofesional Education (IPE) dan Interprofesional Collaboration (IPC) ) yaitu melibatkan dosen dan mahasiswa dari dua Poltekkes Kemenkes RI dengan empat jurusan. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK dan kader kesehatan   desa Karang Bayan berjumlah 30 orang. Metode pelaksanaan kegiatan dengan Persiapan, Pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang PHBS, Covid19 dan Demam Berdarah Dengue, Training of trainers (TOT) survei jentik survei, survei sarana kesehatan,  pembuatan infusa daun, pemasangan ovitrap atraktan  serta  kampanye kesehatan dan  pembuatan draft aturan desasehat.  . Hasil pelaksanaan kegiatan, 90 % peserta  Penyuluhan dan TOT  memahami dan mempraktekan materi yang diberikan.Hasil survei jentik sebelum pemasangan ovitrap atraktan infusa daun  House Index ( HI)  14,83%, Container Index (CI)  7,91%  , Breteau Index (BI) 20,4% dan Angka Bebas Jentik (ABJ) 87,63%. Setelah pemasangan ovitrap atraktan infusa daun HI 5,41 %, CI 4,31%  , BI 7,48% dan ABJ 95,23%. Kampanye kesehatan oleh ibu-ibu PKK dan kader kesehatan masing-masing dusun dapat terlaksana dengan baik. Draft aturan desa sehat dapat tersusun dan diserahkan ke perangkat desa Karang Bayan.   Ibu-ibu PKK desa Karang Bayan berdaya  dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue melalui Posyandu dengan pengendalian vektor menggunakan ovitrap atraktan infusa daun. 
DESIMINASI INOVASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BERBASIS MORALITAS MAJA LABO DAHU Hendari, Rini; D.Ahmad, Dahlan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1107

Abstract

Desiminasi pendidikan kesehatan, merupakan salah satu inovasi dalam mengedukasi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian Rini Hendari et al tahun 2021, bahwa  salah satu faktor yang menentukan perilaku seksual remaja adalah komunikasi yang terjalin antara orang tua dan remaja.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengimplementasikan hasil penelitian, kepada masyarakat, khususnya orang tua dan kader dengan memberikan berbagai teknik diseminasi inovasi pendidikan kesehatan reproduksi remaja berbasi moralitas Maja Labo Dahu, sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat setempat, khususnya kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan  dan ketrampilannya dalam mencegah penyimpangan kasus kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan berupa  pelatihan pada kelompok kader dan orang tua menggunakan media modul dan lembar balik, baik yang sudah jadi (Produk Kemenkes), maupun dari tim pengabdi. Peserta pelatihan berjumlah 35 orang  terdiri dari 25 orang kader dan 10 orang tua yang masih mempunyai anak remaja. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan  tentang kesehatan reproduksi remaja berbasis moralitas Maja Labo Dahu pada kader dan orang tua di Kelurahan Kolo. The dissemination of health education, is one of the innovations in educating the public. Based on the results of Rini Hendari et all research in 2021, that one of the factors that determines adolescent sexual behavior is the communication that exists between parents and adolescents. The purpose of this community service activity is to implement research results, to the community, especially parents and cadres by providing various dissemination techniques for adolescent reproductive health education innovations based on the morality of Maja Labo Dahu, had teenagers. Training activities are carried out in 3 stages, namely preparation, implementation, monitoring and evaluation. The conclusion is that there is an increase in knowledge and skills about adolescent reproductive health based on Maja Labo Dahu morality for cadres and parents in Kolo Village. 
EDUKASI TENTANG PENERAPAN GIZI SEIMBANG PADA 1000 HPK REMAJA PUTRI UPAYA UNTUK MENCEGAH STUNTING Laraeni, Yuli; Sulendri, Ni Ketut Sri; Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1563

Abstract

Timbulnya masalah gizi pada remaja pada dasarnya dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu ketidak seimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Bila konsumsi gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan mengalami gizi kurang. Sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan akan menderita gizi lebih. Adapun tujuan pelasanaan kegiatan meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja putri dan mempersiapkan dan memotivasi remaja puteri untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang pada periode 1000 HPK untuk mencegah stunting. Remaja Puteri di Dusun Bengkel Selatan 1  Desa Bengkel Kecamatan Labuapi. Metode kegiatan pemberian konsultasi gizi tentang edukasi dalam penerapan gizi seimbang pada 1000 HPK pada kelompok sasaran dengan menggunakan metode secara langsung yaitu assessment masalah gizi dan pemberian konsultasi gizi dan metode yang digunakan adalah pemberian contoh makanan bergizi  yang sesuai dengan prinsip-prinsip gizi seimbang. Pengukuran antropometri. Pada akhir kegiatan dilkukan evaluasi hasil terjadinya peningkatan pegetahuan tentang makanan gizi seimbang sebelum edukasi pengetahuan yang baik sebesar 46,7% setelah edukasi menjadi 80 %, untuk pengetahuan sedang sebelumnya 46,7 % menjadi 20% dan pengetahuan kurang 6,6 % setelah penyuluhan dan pemberian contoh makanan semua menjadi katagori baik dan sedang. Saran: Koordinasi dengan pihak aparat dan puskesmas terkait lebih ditingkatkan mengingat masih terdapat sasaran yang perlu mendapatkan tindak lanjut karena mengalami anemia dan mengalami KEK.
PEMBERDAYAAN PERAN KADER UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PERNIKAHAN USIA DINI MELALUI PELATIHAN POSYANDU REMAJA Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Sulianty, Ati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1451

Abstract

SDGs merupakan agenda global yang dicanangkan oleh PBB, prinsip SDGs memastikan tidak ada seorangpun yang terlewatkan atau “no-one left behind” dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan tercantum dalam tujuan SDGs 5.3 yang berbunyi, “Menghapuskan semua praktik berbahaya, seperti perkawinan usia anak, perkawinan dini dan paksa, serta sunat perempuan”. Permasalahan perkawinan dini di Indonesia meningkat selama masa pandemi Covid-19, tercatat hingga Juni 2020 pada angka 24.000. Pernikahan dini menjadi salah satu penyebab permasalahan stunting pada anak di tanah air. WHO menyebut salah satu masalah stunting karena tingginya pernikahan dini dan rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Selain kualitas pengetahuan kesehatan reproduksi, tiga faktor lain yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi remaja adalah dengan menerapkan demokratik parenting yang optimal, dukungan teman sebaya dan disediakannya konseling kesehatan reproduksi remaja. Tujuan dari pelaksanaan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu remaja dalam memberikan KIE kesehatan reproduksi dan pernikahan usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Sasaran pengabmas adalah kader posyandu remaja jumlahnya 30 orang. Kegiatan intervensi pelatihan dilaksanan selama 2 hari dan narasumber dari Puskesmas Suranadi, pemberian materi melalui diskusi menggunakan metode Buzz Group dan pelatihan KIE Kespro dan pernikahan usia dini melalui praktek langsung ke remaja yang bertujuan agar kader remaja mampu menjadi seorang konselor sebaya . Evaluasi dilakukan selama 2 kali intervensi dengan melihat langsung penerapan praktek KIE ke remja selama 2 bulan. Ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader remaja dengan nilai rata – rata pre test pengetahuan 45,37 meningkat menjadi 87,4 pada saat post test dengan katagori tertinggi pada tidak terampil sejumlah 26 orang. Nilai rata – rata post test keterampilan 66,40 meningkat menjadi 89,40 pada saat post test dengan katagori tertinggi pada terampil sejumlah 30 orang atau 100 % terampil.
EDUKASI ANEMIA DAN PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI Habibah, Nur; Dewi, Ni Nyoman Astika; Kurniawan, Bayu Surya; Marhaeni, Gusti Ayu; Sri Dhyanaputri, I Gusti Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1408

Abstract

Adolescents are individuals with an age range of 10-19 years and are in the phase of life between childhood and adulthood. Growth and development during adolescence are associated with physical, physiological, psychological, behavioral, and social changes. The transitional conditions of growth and development during adolescence cause an increase in the need for nutritional intake and other essential nutrients, making adolescents more prone to anemia. This community service activity was carried out with the aim of increasing knowledge about anemia and hemoglobin levels in the target group, as many as 100 adolescent girls at SMP 1 Ubud, Gianyar.  This activity was carried out through several stages, namely: socialization, coordination and preparation of activities, pretest, presentation of material, posttest, checking hemoglobin levels, and evaluation of activities. The results of the activity showed that there was an increase in the knowledge of adolescent girls about anemia from poor to very good knowledge. Based on the results of laboratory examinations, it was found that 14% of respondents were anemic with hemoglobin levels <12 g/dL. Counseling activities and examination of hemoglobin levels need to be carried out continuously by involving various related institutions so that decreasing incidence of anemia can be achieved.
PELATIHAN KADER POSYANDU UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWATAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Sulianty, Ati; Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Suseno, Mutiara Rachmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1699

Abstract

Program yang ingin dicapai dalam Sustainable Development Goal 3.2 pada tahun 2030 adalah angka kematian bayi ≤ 12 kasus per 100 kelahiran hidup. Akan tetapi pada kenyataannya didapatkan angka kesakitan dan kemaitian bayi di indonesia masih tinggi. Total kematian bayi di Indonesia sebanyak 21,447 sebagian besar kematian terjadi pada usia neonatal sebanyak 18.281, penyebab kematian terbanyak pada bayi disebabkan oleh BBLR sebanyak 28,2%. Provinsi NTB melaporkan jumlah kejadian BBLR sebanyak 3690 atau 12,36 % dari total jumlah bayi baru lahir. BBLR memerlukan penanganan yang khusus agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Salah satu metode penanganan sederhana dan terbukti efektif adalah dengan metode kanguru. Kesiapan ibu dan keluarga dalam memberingan asuhan pada bayi BBLR yang kurang sehingga membutuhkan bantuan selama perawatan BBLR. Kader Kesehatan sebagai garda terdepan dibutuhkan dalam memberikan bantuan bagi ibu dan keluarga dalam perawatab BBLR. Dalam menjalankan peran tersebut dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai terkait dengan metode kanguru.Tujuan dari pelaksanaan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam perawatan metode kanguru. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Sasaran pengabmas adalah kader posyandu jumlahnya 30 orang. Kegiatan intervensi pelatihan dilaksanan selama 2 hari dan narasumber dari Puskesmas Suranadi, pemberian materi melalui ceramah tanya jawab dan demonstrasi perawatan metode kanguru, selanjutnya masing-masing kader langsung praktek perawatan metode kanguru. Evaluasi dilakukan selama 2 kali melihat pertama saat kader melakukan penyuluhan di posynadu pada ibu hamil, kedua saat kunjungan rumah pada keluarga yang memiliki BBLR. Hasil kegiatan pengabmas terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dengan nilai rata – rata pre test pengetahuan 48,27 meningkat menjadi 84,32 pada saat post test. Setelah dilakukan demonstrasi keterampilan dan masing-masing kader mencoba sebanyak 30 (100%) orang kader masuk dalam kelompok terampil dengan nilai rata-rata 87,48.
PENGENDALIAN VEKTOR DBD DENGAN TANAMAN ANTI NYAMUK Tatontos, Erlin Yustin; Urip, Urip; Kristinawati, Erna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1460

Abstract

In Indonesia, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) fluctuates every year and tends to increase in morbidity rates and the distribution of affected areas. Extraordinary Events (KLB) DHF occurs almost every year in different places and its occurrence is difficult to predict. Report on the results of the 2021 Community Health Center work program, Larval Free Rate (ABJ) in the Babakan Community Health Center work area in 2021 94.4%. ABJ in Babakan Village is 94% and ABJ in Cakranegara Selatan Baru Village is 87%. Control of the dengue mosquito vector is by using chemical insecticides at home such as mosquito coils, sprays, lotions and other forms. Many of these anti-mosquito drugs have a risk of harm to humans and the environment due to the use of toxic products contained in anti-mosquito drugs. The aim of Community Service (PKM) is to determine the empowerment of Health Cadres at Posyandu Prima in controlling dengue vectors by using anti-mosquito plants in the Babakan Community Health Center working area. The solution offered in PKM is the empowerment of health cadres at Posyandu Prima through promotional efforts regarding Dengue Hemorrhagic Fever and its eradication as well as Preventive efforts through controlling dengue vectors by using anti-mosquito plants to increase ABJ. The results that have been achieved after providing outreach to health cadres and village officials as partners are increased knowledge and understanding about dengue fever and vector control. Health cadres' skills in larva surveying and the use of anti-mosquito plants after training increased. The evaluation results of calculating the ABJ value in Babakan Village and Cakranegara Selatan Baru Village increased to ≥ 95% according to WHO standards.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PEMBUATAN JELLY BUAH SENDUDUK UNTUK PENCEGAHAN KARIES GIGI BALITA Telisa, Imelda; Marlindayanti, Marlindayanti; Listrianah, Listrianah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1423

Abstract

Toddlers often nibble on items like candy, wafers, cakes, and biscuits. These foods include sucrose, which lowers salivary buffer capacity and increases the risk of tooth decay. Dental caries affects children's nutritional status, prolongs health issues, and interferes with their growth and development by causing pain, making it difficult for them to chew food, and making them cranky. The first way parents can learn about their child's development and progress is through integrated service post. Senduduk fruit, which is abundant in Pipa Putih Village, is rich in flavonoids, saponins, tannins, glycosides, and steroids/triterpenoids. Fruit extract from Senduduk is capable of preventing bacteria from colonizing and plaque from growing on teeth. The purpose of community service is to enable early childhood education teacher cadres and instructors to prepare Senduduk jelly, which helps shield kids' teeth from cavities. Activities included creating a location survey, simulating the creation of Senduduk jelly candy and presenting it to early childhood education cadres and teachers, distributing prepared goods and Senduduk jelly candy recipe pamphlets. The exercise concluded with an assessment of the cadres' performance in a simulated scenario including the preparation of Senduduk jelly for moms attending the Integrated service post. Based on the evaluation results, the understanding of early childhood education cadres and teachers regarding making sedunia jelly can be done well. The average knowledge results of early childhood education cadres and teachers increased from 62 to 78.

Page 11 of 18 | Total Record : 174