cover
Contact Name
Hadiyanto
Contact Email
hadiyanto@che.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jakawindarta@lecturer.undip.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Energi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro Jl. Imam Bardjo, SH-No 3, Semarang 50241
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 27226719     EISSN : 27226719     DOI : https://doi.org/10.14710/jebt
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan dimaksudkan sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel review, full artikel penelitian dan short communication dalam bidang pengembangan energi baru dan terbarukan. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Indonesia maupun dalam Bahasa Inggris. Jurnal memiliki fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan namun tidak menutup kemungkinan pada energi fosil dan yang tidak terbarukan. Jurnal menerima artikel dari kajian energi dari berbagai aspek multidisiplin keilmuan seperti manajemen, energi, teknologi energi, diversifikasi energi, kebijakan energi, ekonomi energi.
Articles 139 Documents
Design of Development Waste Heat Recovery in Metal Casting Industry: Exploring Energy Saving Potentials Saiful, Rifki; Hilmi, Erik; Nasrullah, Nasrullah; Uhanto, Uhanto; Arneta, Vanesa; Rifiana Dewi, Shanaya
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 6, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2025.29202

Abstract

The metal casting industry is known for its energy-intensive consumption and the generation of large amounts of waste heat and materials during the melting, casting, and cooling processes. If this heat is not utilized properly, it not only causes environmental degradation but also contributes to significant economic inefficiencies. Therefore, the need for more sustainable practices is increasingly driving the industry to seek solutions to optimize energy consumption and reduce waste. One promising solution is the implementation of waste heat recovery (WHR) systems, which aim to model waste heat recovery, evaluate potential energy savings, and provide solutions to improve sustainability in the sector. By developing hybrid system designs that combine fossil fuels and renewable energy sources, such as solar panels (PV), batteries, and inverters, the industry can reduce its reliance on fossil fuels while improving overall energy efficiency. Furthermore, the implementation of WHR technology not only offers technical benefits but also contributes to lower operational expenses and carbon emissions, as demonstrated by the reduction in unit production costs from various simulations. These results demonstrate that this new system has positive economic and environmental impacts, creating a more environmentally friendly and sustainable solution for the metal casting industry.
Studi Kelayakan Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Dalam Pengelolaan Limbah Perkotaan Utomo, Wahyu Budi; Fernandito, Farrel Jordi; Pramudya, Dicky; Ueno, Muhammad Fawwas; Mukti, Fadil Rangga; Octavian, Alviananda Dio; Sodiwiryo, Kusetyono Lamiran; Adiwibowo, Priyo Heru
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 6, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2025.27531

Abstract

Seiring dengan meningkatnya masalah limbah di perkotaan, penerapan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) menjadi alternatif yang menjanjikan, karena mampu mengurangi jumlah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan PLTSa dari aspek teknis, ekonomi, lingkungan, dan sosial. Metodologi yang digunakan mencakup studi literatur, analisis data sekunder, serta kajian kasus penerapan PLTSa di beberapa kota. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa PLTSa memiliki potensi besar dalam menangani persoalan sampah, terutama jika didukung regulasi yang memadai serta teknologi yang efisien dan ramah lingkungan. Namun, berbagai tantangan seperti tingginya biaya investasi, penerimaan masyarakat, serta dampak emisi tetap perlu dikelola dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pendekatan menyeluruh yang mencakup kebijakan, pengembangan teknologi, serta keterlibatan masyarakat. Dengan langkah tersebut, PLTSa berpotensi menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah perkotaan dan mendukung ketahanan energi nasional.
Process Optimization of Heating Ovens for Energy Saving and Emission Reduction in Industrial Electrodeposition Painting Saiful, Rifki; Cahya, Satiya
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2026.31237

Abstract

This study discusses efforts to improve the heating oven system in the painting process to increase energy efficiency, reduce operational costs, and lower CO₂ emissions without compromising product quality, including the deactivation of the Recuperative Thermal Oxidizer (RTO) to reduce energy consumption and CO₂ emissions. Prior to improvement, the heating process consisted of three separate stages—pre-heat, heat-up, and keep zone—with a total processing time of approximately 60 minutes. This configuration resulted in annual LNG consumption of 230,866 m³, significantly impacting energy costs and the carbon footprint of the production process. Through process engineering, these stages were simplified into a single rapid-heating phase up to a peak temperature of 180°C, followed by stabilization at 150°C with a total duration of around 18 minutes. This operational redesign reduced cycle time by nearly 50% while optimizing heat distribution inside the oven. The implementation produced significant results: LNG consumption decreased by more than 50%, energy costs dropped from IDR 1.49 billion to IDR 0.71 billion per year, and total CO₂ emissions were reduced from 417.87 tons to 199.56 tons within two years. Product quality evaluation confirmed that the process changes did not affect performance or compliance with specification standards. Additionally, this study recommends further development through data-driven optimization, integration of sensors and IoT for more precise automatic control, and opportunities to utilize renewable energy as part of sustainable manufacturing strategies.
Integrasi Filsafat Ilmu Dan Etika Lingkungan Sebagai Fondasi Transisi Energi Berkelanjutan Di Indonesia: Studi Literatur Warsito, Adhi; Khotimah, Nurul; Purwantara, Suhadi
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2026.30226

Abstract

Transisi energi menuju pembangunan berkelanjutan menjadi agenda strategis ekologi Indonesia, namun implementasinya masih menghadapi dilema dan sosial, termasuk kerusakan lingkungan, ketimpangan manfaat, serta dominasi kebijakan yang bersifat teknokratis. Kondisi ini menunjukkan bahwa permasalahan transisi energi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menuntut pijakan filosofis dan etis agar pembangunan energi tidak berjalan dengan mengabaikan kepentingan manusia dan alam. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka dasar “ilmu yang bertanggung jawab” dalam transisi energi berkelanjutan di Indonesia melalui integrasi filsafat ilmu dan etika lingkungan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020, menghasilkan delapan artikel yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil menunjukkan bahwa penelitian transisi energi di Indonesia masih didominasi perspektif kebijakan, regulasi, dan instrumen ekonomi, sedangkan dimensi epistemologis dan kritik filosofis belum mendapat perhatian yang memadai. Etika lingkungan mulai diakomodasi, namun lebih banyak ditempatkan sebagai panduan moral daripada fondasi analitis ilmiah, maka diperlukan pendekatan yang lebih holistik mengombinasikan refleksi epistemik, nilai moral, dan prinsip kekekalan agar transisi energi tidak hanya berorientasi teknis, tetapi juga adil, berkeadilan antar, serta menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Penelitian ini menawarkan arah konseptual untuk memperkuat peran filsafat ilmu dan etika lingkungan sebagai fondasi transisi energi berkelanjutan di Indonesia.
Desain Sistem Fuel Cell sebagai Sumber Alternatif Mobil Listrik Ajir, Muhajir; Sara, Ira Devi
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2026.31421

Abstract

Peningkatan emisi CO₂ global dan tingginya konsumsi bahan bakar fosil pada sektor transportasi mendorong pengembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem Fuel Cell sebagai sumber energi alternatif pada mobil listrik guna memenuhi kebutuhan daya kendaraan secara optimal dan berkelanjutan. Objek penelitian menggunakan spesifikasi mobil listrik Nissan Leaf S dengan kebutuhan daya maksimum 110 kW. Jenis fuel cell yang digunakan adalah Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC) yang beroperasi pada suhu 60 - 80°C. Perancangan dilakukan melalui perhitungan parameter listrik stack meliputi tegangan, arus, resistansi internal, serta analisis kebutuhan daya kendaraan pada kondisi jalan mendatar, menanjak, dan menurun. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa satu sel menghasilkan tegangan open circuit sebesar 1,17 V dan tegangan kerja 0,8 V. Dengan konfigurasi 505 sel diperoleh tegangan stack sebesar 404 V dan arus 276,23 A sehingga menghasilkan daya maksimum 111,5 kW. Hasil simulasi Matlab Simulink menunjukkan sistem mampu memenuhi kebutuhan daya kendaraan baik pada kondisi normal maupun variasi kemiringan jalan. Penelitian ini membuktikan bahwa desain sistem Fuel Cell yang dirancang layak digunakan sebagai sumber energi alternatif mobil listrik dengan performa yang stabil dan efisien.
Analisis Daya Tarik FDI pada Sektor Geothermal Indonesia melalui Paradigma OLI: Studi Referensi Kenya Radjasa, Andhika Fathir; Purwasantiana, Sabrina; Dazkwan, Muhammad Alif Fathulriyadhi Al; Ayu, Kharissa Firza Rahma; Widyanto, Rheine Annasya Rania
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2026.30353

Abstract

Penelitian ini berangkat dari persoalan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia, realisasi pemanfaatannya masih jauh dari optimal karena hambatan regulasi, risiko eksplorasi yang tinggi, serta lemahnya daya tarik investasi dibandingkan negara lain seperti Kenya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi masuknya Foreign Direct Investment (FDI) di sektor panas bumi Indonesia melalui analisis paradigma OLI, sekaligus menelaah bagaimana praktik sukses Kenya dapat menjadi acuan bagi reformasi kebijakan nasional. Menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka, data diperoleh dari laporan lembaga internasional, kebijakan pemerintah, literatur akademik, dan studi kasus pengembangan geothermal di Kenya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan lokasi yang kuat, namun belum mampu menciptakan struktur kelembagaan dan insentif investasi yang memadai, sehingga investor asing menghadapi biaya transaksi yang tinggi dan ketidakpastian proyek. Sebaliknya Kenya berhasil menurunkan risiko melalui pemisahan eksplorasi-produksi, skema PPP, serta regulasi yang stabil sehingga menarik investor seperti Ormat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa percepatan pengembangan geothermal Indonesia membutuhkan reformasi regulasi, penyederhanaan perizinan, dan skema mitigasi risiko yang lebih efektif agar FDI dapat masuk secara berkelanjutan.
PENGARUH VARIASI SUHU PADA MICROWAVE DIGESTER UNTUK DELIGNIFIKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Matullessya, Gabriella Providencia; Raudhatussya'rifah, Ra'ida; Pandita, Nia Gusti; Lestary, Rara Ayu; Sipayung, Rosmawati; Suryadri, Hadistya
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2026.30773

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu limbah padat hasil industri kelapa sawit yang masih kurang dimanfaatkan secara optimal padahal memiliki kandungan selulosa yang tinggi dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku material biopolimer. Namun kandungan lignin yang besar pada struktur TKKS menjadi hambatan utama karena bersifat kompleks dan sukar terdegradasi. Oleh karena itu diperlukan proses pendahuluan (pretreatment) yang efisien untuk menguraikan lignin tanpa merusak struktur selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu terhadap kinerja proses delignifikasi TKKS menggunakan metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) dengan pelarut NaOH. Proses dilakukan pada daya konstan 300 W dengan variasi suhu 80°C, 100°C, 120°C, 140°C, dan 160°C. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen padatan, komposisi kimia dengan metode Chesson-Datta, dan identifikasi gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu menurunkan yield padatan dari 86,27% pada 80°C menjadi 74,37% pada 140°C sementara kandungan lignin berkurang signifikan hingga 22,63% pada 160°C. Analisis FTIR memperlihatkan penurunan intensitas pita aromatik lignin pada 1593 cm⁻¹ serta penguatan pita C-O di rentang 1100-1028 cm⁻¹ menandakan peningkatan kemurnian selulosa. Kondisi optimum dicapai pada suhu 160°C dengan efisiensi delignifikasi tertinggi dan stabilitas selulosa tetap terjaga. Hasil ini menunjukkan bahwa MAE bersuhu tinggi efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas biomassa TKKS sebagai sumber bahan baku berkelanjutan di industri hijau.
Pengembangan Smart Grid dan Microgrid di Indonesia: Tantangan dan Arah Masa Depan Sulistyo, Erwin Budi
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2026.30873

Abstract

Transformasi global sistem ketenagalistrikan menuju desentralisasi dan digitalisasi telah mendorong munculnya konsep smart grid dan microgrid sebagai pilar utama infrastruktur energi masa depan. Penelitian ini mengkaji tantangan dan peluang pengembangan smart grid dan microgrid dengan fokus pada konteks Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap publikasi ilmiah periode 2020–2025 yang bersumber dari basis data Scopus, IEEE, dan MDPI. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi aspek keamanan siber, interoperabilitas sistem, dan integrasi energi terbarukan. Peluang strategis terletak pada penerapan kecerdasan buatan, blockchain, serta pengelompokan multi-microgrid untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Diperlukan kebijakan adaptif, regulasi interoperabilitas, dan kesiapan infrastruktur digital guna menjamin implementasi yang efektif.
Kajian Awal Proses Konversi Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Alternatif Menggunakan Alat Sederhana pada Skala Praktikum Tarigan, Junita; Raju, Raju
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2026.30917

Abstract

Plastic waste has become an increasingly serious environmental problem due to the high consumption of plastic materials and their resistance to natural degradation. On the other hand, plastics contain a high proportion of hydrocarbons, making them potentially suitable as alternative energy sources through thermal conversion processes. This study aims to explore the conversion of plastic bottle waste into liquid fuel using a simple apparatus at a practicum scale. An experimental approach was employed with descriptive observations focusing on process duration and heating temperature characteristics. The conversion system was designed using simple components, consisting of a metal can reactor, a plastic hose as a gas outlet, a cooling system utilizing ice as the cooling medium, and a container for collecting condensed products. Plastic waste was heated using a stove as the heat source, and reactor temperatures were recorded at 10-minute intervals until the conversion process ended. The results showed that the reactor temperature increased gradually and reached a maximum of 360.1 °C, which falls within the active pyrolysis temperature range. From an initial plastic mass of 300 g, 6 g of liquid fuel was produced with a yield of 2%, along with 82 g of solid residue. The relatively low liquid yield indicates limitations in heat distribution and condensation efficiency within the simple system. Combustion tests demonstrated that the produced liquid fuel was able to burn stably for 3 minutes and 17 seconds with an orange-reddish flame, indicating the presence of combustible hydrocarbon fractions. This study demonstrates that plastic waste conversion into liquid fuel can be directly observed using simple equipment at a practicum scale, supporting energy conversion learning and providing a basis for further research with improved system design.