cover
Contact Name
Hadiyanto
Contact Email
hadiyanto@che.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jakawindarta@lecturer.undip.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Energi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro Jl. Imam Bardjo, SH-No 3, Semarang 50241
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 27226719     EISSN : 27226719     DOI : https://doi.org/10.14710/jebt
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan dimaksudkan sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel review, full artikel penelitian dan short communication dalam bidang pengembangan energi baru dan terbarukan. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Indonesia maupun dalam Bahasa Inggris. Jurnal memiliki fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan namun tidak menutup kemungkinan pada energi fosil dan yang tidak terbarukan. Jurnal menerima artikel dari kajian energi dari berbagai aspek multidisiplin keilmuan seperti manajemen, energi, teknologi energi, diversifikasi energi, kebijakan energi, ekonomi energi.
Articles 126 Documents
Literature Review: Kajian Potensi Energi Surya Alternatif Energi Listrik Kharisma, Amrul; Pinandita, Satria; Jayanti, Ari Endang
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 5, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2024.23956

Abstract

The demand for electrical energy is increasing every year and coal is also predicted to run out in the next few decades, so it must be replaced with new renewable energy such as solar energy sourced from solar radiation. This research aims to find out the potential of solar energy as an alternative source of electrical energy that can replace coal. This research is a type of qualitative research with a literature review method. Research data was collected from secondary sources from journals with the same research focus in 2019-2024 and the national energy balance analysis report (National Energy Council. The findings of the study show that national energy management has been regulated by the National Energy Council in the National Energy Policy (KEN) guidelines. Solar energy is encouraged by the government to be developed in Indonesia because of its huge potential considering that Indonesia is at the equator and has a tropical climate so that the intensity of solar radiation tends to be constant and comprehensive throughout Indonesia. The supply of solar energy from 2018-2022 continues to increase, this also encourages the development of solar power plants in Indonesia. In addition, the use of solar energy as a raw material for solar power plants also encourages battery investment, because sunlight has intermittent properties so that temporary storage such as batteries is needed to store energy before being converted into electrical energy. Thus, solar energy has a great opportunity to be developed in Indonesia considering the potential geographical location of the country and as a way to attract investors.
Renewable Energy As A Green Economy Stimulus In Indonesia Maidasari, Tika; Prakoso, Lukman Yudho; Murtiana, Sri
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 4, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2023.18496

Abstract

Populasi dunia semakin meningkat setiap tahunnya, yang mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan energi. Peringatannya bahwa sumber energi terbesar yang digunakan saat ini adalah energi fosil. Sumber energi fosil juga semakin menipis dan berdampak negatif seperti emisi gas rumah kaca, sehingga diperlukan solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi. Konsep Ekonomi Hijau menempatkan fokus pada kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Ada banyak sektor yang mendukung ekonomi hijau, termasuk sektor energi terbarukan, yang terdiri dari panas bumi, angin, bioenergi, sinar matahari, aliran air, dan air terjun, serta pergerakan dan perbedaan suhu lapisan laut.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi energi terbarukan sebagai stimulus ekonomi hijau di Indonesia dan bagaimana pemerintah dapat memaksimalkan manfaat dari potensi yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu kajian pustaka. Hasil kajian menyimpulkan bahwa potensi pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia masih sangat rendah yaitu hanya 0,3% atau sekitar 11,6 GW dari total 3.643 GW yang dapat dimanfaatkan. Untuk itu, masih banyak peluang ekonomi hijau yang bisa dicapai dengan pemanfaatan energi terbarukan. Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah penting untuk mendorong investasi dan pengembangan energi terbarukan melalui berbagai kebijakan. Tentunya semua itu juga membutuhkan sinergi dari pemerintah, swasta, dan masyarakat agar Indonesia 
Peningkatan Kecepatan Start up dan Kemurnian Metana Dalam Pengolahan Limbah Organik Cair Menggunakan Rraktor Fixed Terimobilisasi Karbon Aktif Prastyo, Elli; Asminah, Ninin; Mulyani, Yully
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 5, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2024.23090

Abstract

Biofuel generasi kedua masih menjadi pilihan dalam mengembangkan energi baru terbarukan dan mampu mengatasi permasalahan lingkungan dari kegiatan industri. Biofuel yang diproduksi oleh reactor anaerobic termodifikasi media immobilisasi mampu menghasilkan biogas dengan tingkat produksi dan kemurnian metana yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media immobilisasi berupa karbon aktif dalam menghasilkan biogas dari limbah cair industry tahu. Variabel tetap dalam penelitian ini adalah penggunaan media immobilisasi karbon aktif 20 gr, 30 gr, dan 50 gr. Analisis berupa COD, VFA, volume biogas, dan kandungan metana diujikan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas dari produk yang dihasilkan. Penelitian menggunakan reactor fixed dengan volume kerja 2 liter dengan perbandingan inoculum dan feed adalah 1:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguraian COD tertinggi sebesar 65,40% dengan penggunaan media immobilisasi 20 gr. Penggunaan karbon aktif 20 gr menghasilkan biogas tertinggi dengan puncak di hari ke-5 sebesar 65,449 mL dengan kemurnian metana sebesar 55,18% dengan waktu start up 10 hari. Kemurnian metana tertinggi dihasilkan oleh penggunaan media immobilisasi karobn aktif 50 gr sebesar 63,04% dengan laju produksi gas tertinggi terjadi hari ke-5 sebesar 36,1017 mL dengan waktu start up 8 hari
Sistem Pembangkit Listrik Biomassa Energi Terbarukan di Swedia Azmi, Zulfikri; Pasma, Aldo Serunting; Wahyudi, Ruska Rahmat; Alfarisi, M. Aqsal
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 4, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2023.21060

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi dan perkembangan sistem pembangkit listrik biomassa sebagai sumber energi terbarukan di Swedia. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis dampak sistem pembangkit listrik biomassa terhadap lingkungan dan ekonomi energi. Metode penelitian melibatkan analisis terhadap data lingkungan, evaluasi ekonomi, serta tinjauan literatur terkait teknologi biomassa dan kebijakan energi terbarukan di Swedia. Studi ini menguraikan aspek-aspek kunci dalam implementasi sistem pembangkit listrik biomassa, termasuk teknologi yang digunakan, potensi dampak lingkungan, dan kontribusi terhadap energi terbarukan secara keseluruhan. Analisis lingkungan mencakup evaluasi jejak karbon, pengelolaan limbah, dan dampak ekologis lainnya yang terkait dengan pembangkit listrik biomassa. Dari energy economics, penelitian ini menginvestigasi faktor-faktor yang memengaruh energy enviroments pembangkit listrik biomassa. Ini melibatkan analisis biaya investasi, perbandingan dengan sumber energi konvensional, serta dampak kebijakan dan insentif pemerintah terhadap ekonomi energi biomassa di Swedia. Hasil penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang keberhasilan dan tantangan yang dihadapi oleh Swedia dalam menerapkan sistem pembangkit listrik biomassa. Dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan ekonomi, penelitian ini memberikan landasan untuk pengembangan lebih lanjut dalam mengoptimalkan kontribusi energi terbarukan dari biomassa serta merumuskan kebijakan yang mendukung transisi menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan di masa depan. Kata Kunci : energy enviroments, energy economics, biomassa, Swedia
Analisis Risiko di Area Switchyard PT.PLN Gardu Induk Kosambi Menggunakan Metode HIRARC Suryomukti, Muhammad; Saragih, Yuliarman
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 5, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2024.22625

Abstract

Kecelakaan kerja tidak hanya berdampak pada korban tetapi juga menimbulkan kerugian. Untuk mengurangi kerugian akibat kecelakaan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) diperlukan agar kecelakaan dapat dicegah dan dikendalikan dengan baik. Penelitian ini dilakukan pada proyek di daerah dengan tegangan tinggi yang memiliki risiko bahaya yang perlu diperhatikan. Metode yang digunakan untuk mengetahui besarnya dampak risiko yang mungkin terjadi adalah Hazard Identification, Risk Analysis, and Risk Control (HIRARC), serta pendekatan melalui wawancara langsung dengan pekerja. Penelitian ini mengidentifikasi 23 risiko dari 20 kegiatan pemeliharaan dan pengujian. Berdasarkan penilaian risiko, risiko yang mungkin terjadi di switchyard Gardu Induk PT.PLN Kosambi terdiri dari 4 risiko Low Risk (17,5%), 16 risiko Moderate Risk (69,5%), dan 3 risiko High Risk (13%). Tingkatan risiko ini digunakan untuk mengembangkan pengendalian untuk semua risiko yang mungkin terjadi.
Strategi Pengembangan Panas Bumi di Perusahaan Minyak dan Gas Andwir, Rizaldin; Setiawan, Andri Dwi
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 4, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2023.17604

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi panas bumi terbesar didunia karena berada dalam jalur ring of fire. Cadangan energi panas bumi yang dimiliki Indonesia sebesar 29,4 GW. Namun hingga tahun 2022 kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia baru sekitar 2,175 GW yang masih jauh dari potensi sebenarnya. Pengembangan energi panas bumi diperlukan bagi Indonesia untuk memberdayakan sistem energi berkelanjutan, sehingga mencapai target 3,1 GW berdasarkan RUEN 2017. Untuk mencapai target RUEN, diperlukan pengembangan yang lebih baik lagi melalui peran industry oil and gas. Pengembangan panas bumi dipandang sebagai sistem dinamis yang kompleks, dengan tantangan yang rumit untuk mencapai tujuan tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk memahami kompleksitas pengembangan energi panas bumi. Untuk tujuan tersebut, tulisan ini menganalisis pengembangan panas bumi dengan pendekatan holistic dan sistematis menggunakan tahap konseptual pendekatan dinamika sistem. Model konseptual menunjukkan bahwa banyak faktor yang mendasari pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
Sintesis Biodiesel Dari Minyak Jelantah Dalam Reaktor Ultrasonik Priscilla, Tiara; Irwan, Muh.; Arifin, Zainal
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 5, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2024.21938

Abstract

Waste cooking oil is considered promising alternative to biodiesel production as substitute for diesel fuel becauce it it is environmentally friendly, biodegradable, non-toxic, and renewable energy source. This study aims to obtain the optimum operating conditions of ultrasonic reactors in biodiesel production using Response Surface Methodology (RSM) method. RSM with CCD was used to determine effect of transducer distance (1-5 cm) and reaction time (5-20 minutes) on biodiesel yield, to determine optimal operating conditions and to optimize biodiesel yield. In this study, waste cooking oil was transesterified into biodiesel with ultrasonic waves to intensify reaction. Transesterification waste cooking oil was carried out in a sodium hydroxide catalyst using methanol. Solution inserted into the erlenmeyer with the transducer distance and reaction time to determined by RSM. Once the reaction time was reached, mixture of biodiesel and glycerol was separated in separate funnel. Biodiesel obtained was then washed and evaporated the remaining solvent. Biodiesel yield was obtained under 88.33% under optimal conditions of 1 cm transducer distance with reaction time 20 minutes. Reaction time was the most important parameter based on the ANOVA test. The properties biodiesel produced including kinematic viscosity, density, acid number, methyl ester contents and monoglicerida have met the requirements of standards SNI 7182: 2015. 
Produksi Hidrogen Dari Air Laut Menggunakan Metode Elektrolisis Berbantuan Elektrokatalis Natasha, Febiana; Hutajulu, Ezra Solafide; Pardi, Hilfi
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 5, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2024.23562

Abstract

Hidrogen berpotensi sebagai sumber energi bersih yang ideal untuk menurunkan emisi karbondioksida di masa depan. Hal ini dikarenakan hidrogen memiliki kepadatan energi yang tinggi sekitar 142.351 MJ/kg dan bebas dari gas beracun. Oleh karena itu, diperkirakan permintaan hidrogen akan meningkat sekitar 18% pada tahun 2050 untuk memenuhi kebutuhan energi pengganti bahan bakar fosil. Tujuan penelitian, yakni untuk merangkum reaksi-reaksi redoks pada elektroda dalam metode elektrolisis udara laut, menampilkan berbagai elektrokatalis dalam memproduksi hidrogen dari udara laut, dan elektrolisis sebagai media pendukung berlangsungnya proses produksi hidrogen air laut. Hasil yang ditampilkan adalah adanya 3 reaksi redoks dalam elektrolisis udara laut yang terdiri atas Oxygen Evolution Reaction (OER), Chlorine Evolution Reaction (CER), dan Hydrogen Evolution Reaction (HER). Adapun elektrokatalis yang efisien dalam mendukung reaksi HER sebanyak 25 buah. Selain itu, terdapat 4 elektrolit yang mendukung kinerja dari reaksi elektrolisis udara laut dalam memproduksi hidrogen adalah H 2 SO 4 , NaCl, KOH dan NaOH. Oleh karena itu, pengembangan hidrogen dari air laut secara lebih lanjut patut dikembangkan guna mewujudkan Net Zero Emission.
Pengaruh Flow Rate pada Sistem Pendinginan Panel Surya Monocrystalline 20 Wp Nisa', Sa'adatun; Rudiyanto, Bayu; Nuruddin, Mochammad; Fahriannur, Ahmad
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 4, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2023.18127

Abstract

Indonesia merupakan negara astronomi yang memiliki 2 musin yaitu hujan dan panas sehingga sinar matahari terpancar sepanjang tahun. Pembangunan PLTS menjadi potensi EBT terbesar yaitu 3,295 GW. Panel surya bekerja optimal pada suhu 25°C sedangkan suhu di Indonesai sekitar <35°C maka dibutuhkan pendinginan untuk menjaga kestabilan suhu permuakan panel surya. berdasarkan 2 perlakuan yang telah diuji dengan 3 variasi flow yang berbeda didapatkan rata-rata daya keluaran panel surya tanpa pendinginan sebesar 5.56 Watt dan panel surya dengan pendinginan sebesar 5.55 Watt pada variasi flow 4 LPM. Hal ini terjadi karena adanya endapan pada permukaan panel surya dengan pendinginan serta laju aliran mempengaruhi daya serap panel surya terhadap iradiasi matahari.
Modification Reactor Biogas With Isolation Water And Scrubber To Increase Biomethane Production Afifah, Meita; Prihatini, Chindy Aulia; Syamsuri, Iyappateya Gelegar Dirgantara; Didik, Nurjan; Elsyana, Vida; Ramandani, Adityas Agung
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 5, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2024.23027

Abstract

Biogas is alternative energy produced through the process of fermenting organic materials in anaerobic conditions to produce methane gas (CH4). The quality of the biogas depends on the concentration of the CH4, the higher the content, the better the quality. One way to improve the quality of biogas so that the content of methane gases in biogases increases and can reduce gases such as CO2, H2S, and other gases is by using a scrubber that contains compound fertilizer as its purification. The objective of this research is to reuse organic waste into useful biogas as alternative energy, and to apply water as a methane gas isolator so as not to be wasted on batch and scrubber reactor processes for the purification of H2S content. The old test results of the biogas flame and the color test of the flame on the 20th and 28th days could not be done, because of the little gas formed to the pressure of the gas generated 0 atm. On the 40th day where the gas pressure generated 5 atm, but the results of the biogas fire test did not come out because the gas produced was still small so the flow of gas to the stove did not reach. Biogas production needs to be increased so that the long-standing test of flame and flame color of biogas can be done well. This research also was explored step by step to producing biogas using organic waste. In addition, consideration should be given to the use of other methods to increase gas production so that these alternative energy applications can run optimally.

Page 9 of 13 | Total Record : 126