cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 404 Documents
PENERAPAN BUKU CERITA BERGAMBAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR Andi Zulfitriani; Rusdin Rusdin; Andi Nurfaizah; Rustam Rustam
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11969

Abstract

ABSTRACT Reading comprehension is a fundamental skill for elementary school students in mastering various learning materials. However, the learning conditions in Grade IV at SDN Inpres 1 Lolu Palu indicate that students still experience difficulties in understanding the meaning of texts, identifying key information, and retelling the content in their own words. This situation prompted the use of picture storybooks as a learning medium that is more appropriate to students' learning characteristics. This study explores how picture storybooks are implemented during the learning process and describes the changes in students' reading comprehension skills following their use. The research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through classroom observations, interviews, documentation, and assessments of students' reading comprehension skills. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The learning process involved introducing the story, conducting picture walks, engaging students in active reading, facilitating discussions, and encouraging students to retell the story, all of which align with the principles of using picture storybooks in reading comprehension instruction. The implementation of these stages resulted in improvements in students' ability to comprehend texts, identify important information, answer comprehension questions, and retell stories using their own words. Therefore, picture storybooks can be considered an effective alternative instructional medium for enhancing reading comprehension learning in elementary schools. ABSTRAK Kemampuan memahami bacaan menjadi fondasi penting bagi siswa sekolah dasar dalam menguasai berbagai materi pembelajaran. Namun, kondisi pembelajaran di kelas IV SDN Inpres 1 Lolu Palu memperlihatkan bahwa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menangkap makna bacaan, mengidentifikasi informasi utama, serta menyampaikan kembali isi teks dengan bahasa mereka sendiri. Situasi tersebut mendorong pemanfaatan buku cerita bergambar sebagai media yang lebih sesuai dengan karakteristik belajar siswa. Kajian ini menelusuri bagaimana media tersebut diterapkan selama proses pembelajaran sekaligus menggambarkan perubahan kemampuan membaca pemahaman yang muncul setelah penggunaannya. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informasi penelitian dihimpun melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penilaian terhadap kemampuan membaca siswa, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses pembelajaran berlangsung melalui pengenalan cerita, kegiatan picture walk, membaca secara aktif, diskusi, hingga menceritakan kembali isi cerita, yang seluruhnya sejalan dengan konsep penerapan buku cerita bergambar dalam pembelajaran membaca pemahaman. Penerapan tahapan tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan, menemukan informasi penting, menjawab pertanyaan, dan mengungkapkan kembali isi cerita menggunakan bahasa sendiri. Dengan demikian, buku cerita bergambar layak dipertimbangkan sebagai media alternatif untuk memperkuat pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar.
IMPLIKASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP BAHASA ANAK DI MIS AL-KHAIRAAT POMBEWE Hilmawati Hilmawati; Ahmad Syahid; Rizka Fadliah Nur; M. Iksan Kahar; A. Ardiansyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11970

Abstract

ABSTRACT The widespread use of TikTok among elementary school students has brought noticeable changes to the way children communicate in their daily lives. The platform is no longer used merely as a source of digital entertainment, but has also begun to shape students’ word choices, speaking styles, and language habits. This condition can be observed among students at MIS Al-Khairaat Pombewe, who have become increasingly familiar with viral expressions, popular abbreviations, slang, and the mixing of Indonesian with foreign languages in everyday conversations. Such circumstances have raised concerns regarding the declining use of proper and standard Indonesian within the school environment. This study employed a descriptive qualitative approach involving the principal, teachers, and students selected purposively as research informants. Data were collected through observations, interviews, and documentation, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that TikTok exerts a dual influence on children’s language development. On the one hand, the platform contributes to vocabulary expansion, enhances students’ creativity in language use, and broadens their digital knowledge. On the other hand, the intensity of TikTok usage encourages the frequent use of informal language in formal situations, leading to a gradual decline in the use of proper Indonesian according to linguistic norms. Therefore, the involvement of teachers and parents is necessary to guide children toward wiser social media use without neglecting the development of their language abilities. ABSTRAK Fenomena penggunaan TikTok di lingkungan sekolah dasar memperlihatkan perubahan yang cukup nyata pada cara siswa berkomunikasi sehari-hari. Platform ini tidak lagi sekadar dimanfaatkan sebagai hiburan digital, tetapi turut membentuk pilihan kata, gaya berbicara, hingga kebiasaan berbahasa anak. Kondisi tersebut terlihat pada siswa MIS Al-Khairaat Pombewe yang semakin akrab dengan istilah viral, singkatan populer, bahasa gaul, serta pencampuran bahasa Indonesia dengan bahasa asing dalam percakapan mereka. Situasi ini memunculkan perhatian terhadap menurunnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan sekolah. Kajian ini memanfaatkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai informan yang dipilih secara purposive. Informasi penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dipahami melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa TikTok memberi pengaruh ganda terhadap perkembangan bahasa anak. Di satu sisi, media sosial tersebut membantu siswa memperluas kosakata, meningkatkan kreativitas dalam berbahasa, dan memperkaya wawasan digital mereka. Di sisi lain, intensitas penggunaan TikTok ikut mendorong penggunaan bahasa informal dalam situasi formal sehingga kebiasaan menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah menjadi semakin berkurang. Karena itu, keterlibatan guru dan orang tua dibutuhkan agar penggunaan media sosial dapat diarahkan secara lebih bijak tanpa mengabaikan perkembangan kemampuan berbahasa siswa.
PERAN SENI HADRAH DALAM MENCEGAH KENAKALAN REMAJA DI MAJELIS SHOLAWAT NURUL IMAN Mafzal Mafzal; Syamsul Arifin; Azhar Azhar
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11977

Abstract

ABSTRACT Adolescents’ vulnerability to negative peer influences does not always stem from a tendency to violate social norms; it may also arise from limited access to social spaces that provide acceptance, meaningful activities, and a sense of direction. The Nurul Iman Sholawat Assembly in Kekalik Manggis offers hadrah as a communal setting where religious practice, artistic expression, and youth interaction converge. This study examines the role of hadrah in preventing juvenile delinquency while identifying conditions that support or constrain its sustainability. A qualitative case-study design was employed. Data were gathered through activity observations, in-depth interviews with one assembly leader and five adolescent members, and documentation of group schedules and activities. The data were examined through sorting, thematic categorization, narrative presentation, and gradual interpretation. Participation in rehearsals, sholawat, maulid, dhikr, religious sermons, and event preparation fostered religious habits, discipline, responsibility, and more supportive peer relationships. Viewed through Travis Hirschi’s Social Control Theory, these processes strengthened attachment, commitment, involvement, and belief as social bonds that shaped adolescents’ behavioral choices. Family support, mentors, community acceptance, and members’ enthusiasm sustained the activities, whereas scheduling conflicts, limited facilities, external environmental influences, and social media distractions posed challenges. Hadrah can therefore be positioned as a participatory form of community social control and a culturally grounded preventive strategy for youth development. ABSTRAK Kerentanan remaja terhadap pergaulan negatif tidak selalu berawal dari kecenderungan melanggar norma, tetapi juga dari terbatasnya ruang sosial yang memberi penerimaan, arah aktivitas, dan pengalaman bernilai. Majelis Sholawat Nurul Iman Kekalik Manggis menghadirkan seni hadrah sebagai ruang perjumpaan antara praktik religius, ekspresi seni, dan kebersamaan remaja. Kajian ini menelaah peran hadrah dalam mencegah kenakalan remaja sekaligus memetakan kondisi yang menopang maupun membatasi keberlangsungannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan, wawancara mendalam terhadap satu ketua majelis dan lima anggota remaja, serta dokumentasi agenda dan aktivitas kelompok. Seluruh data ditelaah melalui proses pemilahan, pengelompokan tema, penyajian naratif, dan penarikan makna secara bertahap. Keterlibatan dalam latihan, sholawat, maulid, dzikir, tausiyah, serta persiapan kegiatan membentuk kebiasaan religius, kedisiplinan, tanggung jawab, dan relasi pertemanan yang lebih suportif. Dalam kerangka Social Control Theory Travis Hirschi, proses tersebut menguatkan attachment, commitment, involvement, dan belief sebagai ikatan sosial yang mengarahkan pilihan perilaku remaja. Dukungan keluarga, pembina, masyarakat, dan antusiasme anggota memperkuat kegiatan, sedangkan benturan jadwal, keterbatasan sarana, pengaruh lingkungan luar, dan media sosial menjadi hambatan. Hadrah dapat diposisikan sebagai kontrol sosial komunitas yang partisipatif dan alternatif preventif berbasis budaya lokal.
EFEKTIVITAS METODE BIN-NADZAR 41 KALI KHATAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HAFALAN AL-QURAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN MQ FABIS BEKASI Khairy Amru; Hafidz Hafidz
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11982

Abstract

This study examines the implementation and effectiveness of the 41-times bin-nadzar khatam method in improving the quality of Qur'anic memorization among students at MQ FABIS Bekasi. Motivated by the growing phenomenon of tahfidz institutions in Indonesia that tend to emphasize the quantity of memorization rather than quality, consistency, and accuracy of recitation, this research aims to: (1) describe the historical background and implementation mechanism of the 41-times bin-nadzar khatam method; (2) analyze its effectiveness in improving students' memorization quality; and (3) identify supporting and inhibiting factors in its implementation. Employing a qualitative field research approach with descriptive methods, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving the pesantren caretaker and several students. Findings reveal that the method significantly impacts the fluency of recitation, accuracy of tajwid, consistency of memorization, and students' readiness before entering the tahfidz stage. The method also strengthens long-term memorization retention, minimizes major recitation errors (lahn jali), and builds students' discipline and mental endurance. The program's success is further supported by consistent institutional commitment, intensive supervision, flexible learning management, and a conducive boarding environment. Accordingly, the 41-times bin-nadzar khatam method can be considered an innovative tahfidz learning model oriented toward the quality and durability of Qur'anic memorization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan dan efektivitas metode bin-nadzar 41 kali khatam dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Quran santri di Pondok Pesantren MQ FABIS Bekasi. Penelitian dilatarbelakangi oleh fenomena berkembangnya lembaga tahfidz di Indonesia yang cenderung lebih menekankan kuantitas hafalan dibandingkan kualitas, ketepatan bacaan, dan kekuatan hafalan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis field research yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan pengasuh pesantren serta beberapa santri sebagai sumber data utama. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bin-nadzar 41 kali khatam memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kelancaran bacaan, ketepatan tajwid, konsistensi hafalan, dan kesiapan santri sebelum memasuki tahap tahfidz. Metode ini juga terbukti memperkuat ketahanan hafalan jangka panjang, meminimalisasi kesalahan bacaan (lahn jali), serta membentuk kedisiplinan dan ketahanan mental santri. Keberhasilan program didukung oleh komitmen kelembagaan yang kuat, sistem pengawasan intensif, fleksibilitas pembelajaran, dan lingkungan pesantren yang kondusif. Dengan demikian, metode bin-nadzar 41 kali khatam dapat dipandang sebagai inovasi metodologi tahfidz yang berorientasi pada kualitas dan kemutqinan hafalan Al-Quran.
INTEGRASI ILMU AGAMA DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH ISLAM TERPADU: STUDI PERSEPSI SISWA DAN PANDANGAN GURU Asdianur Hadi; Muh. Irfan Ali; Helmawati Helmawati; Iyad Suryadi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11994

Abstract

The integration of religious knowledge and science is an important issue in contemporary Islamic education due to the persistent separation between religious subjects and general sciences in learning practices. This study aims to describe students’ perceptions and teachers’ views on the integration of religious knowledge and science in learning at an Integrated Islamic School. This research employed a simple descriptive quantitative-qualitative approach. Data were collected through a closed-ended Google Form questionnaire for students and written Google Form interviews with a science teacher, an Islamic education teacher, and a homeroom teacher. The questionnaire data were analyzed using mean scores and tendency categories, while the written interview data were analyzed thematically. The findings indicate that students’ perceptions of the integration of religious knowledge and science were in the very good category. Students perceived learning not merely as the acquisition of scientific knowledge, but also as a process connected to Islamic values, the greatness of Allah, and everyday life. Teachers’ views show that integration is understood as an effort to connect learning materials with Qur’anic verses, hadith, Islamic values, awareness of Allah’s creation, and students’ character formation. The main challenges in implementing integration include limited time, references, teachers’ understanding, and the continued separation between religious and general subjects. This study confirms that integrating religious knowledge and science has the potential to strengthen meaningful learning, spiritual awareness, and students’ character. ABSTRAK Integrasi ilmu agama dan sains merupakan isu penting dalam pendidikan Islam kontemporer karena masih kuatnya pemisahan antara pelajaran agama dan pelajaran umum dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa dan pandangan guru terhadap integrasi ilmu agama dan sains dalam pembelajaran di Sekolah Islam Terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif-kualitatif sederhana. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis Google Form kepada siswa dan wawancara tertulis berbasis Google Form kepada guru IPA, guru PAI, dan wali kelas. Data angket dianalisis menggunakan skor rata-rata dan kategori kecenderungan, sedangkan data wawancara tertulis dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap integrasi ilmu agama dan sains berada pada kategori sangat baik. Siswa merasakan bahwa pembelajaran tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghubungkannya dengan nilai Islam, kebesaran Allah, dan kehidupan sehari-hari. Pandangan guru menunjukkan bahwa integrasi dipahami sebagai upaya menghubungkan materi pelajaran dengan ayat Al-Qur’an, hadis, nilai keislaman, kesadaran terhadap ciptaan Allah, dan pembentukan karakter siswa. Kendala utama dalam pelaksanaan integrasi meliputi keterbatasan waktu, referensi, pemahaman guru, dan masih adanya pemisahan antara pelajaran agama dan pelajaran umum. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ilmu agama dan sains berpotensi memperkuat makna pembelajaran, kesadaran spiritual, dan karakter siswa.
KOMPETENSI DIGITAL GURU PADA PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH AL-KHAIRAAT BIROMARU Rahmatia Silal; Arifuddin M. Arif; Jafar Sidik; Hildawati Hildawati; A. Ardiansyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12028

Abstract

The rapid development of digital technology requires teachers to possess adequate digital competencies to support effective, innovative, and 21st-century-oriented learning processes. However, the implementation of digital technology in primary education still faces several challenges, including limited facilities, internet access, and varying levels of teachers’ technological proficiency. This study aims to describe teachers’ digital competencies in utilizing digital technology for learning and to identify the challenges encountered by teachers at Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairaat Biromaru. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving teachers and school administrators as the primary sources of information. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers’ digital competencies at MI Al-Khairaat Biromaru have developed through the use of various digital learning media and platforms, including instructional videos, interactive presentations, Canva, Google Classroom, and WhatsApp Groups. The school has also begun implementing coding instruction for fifth- and sixth-grade students and utilizing computers and projectors in learning assessments. Nevertheless, the integration of digital technology has not yet been fully optimized due to limitations in infrastructure, internet connectivity, power outages, and differences in teachers’ digital skills. Support from the principal, professional development programs, and Teacher Working Group (KKG) activities play a significant role in enhancing teachers’ digital competencies. The study implies that continuous capacity building and adequate digital infrastructure are essential to support sustainable technology-based learning transformation in madrasahs. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut guru memiliki kompetensi digital yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan abad ke-21. Namun, implementasi teknologi digital di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan fasilitas, akses internet, serta perbedaan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi digital guru dalam pemanfaatan teknologi digital pada pembelajaran serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru di Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairaat Biromaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru serta pihak sekolah sebagai sumber data utama. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital guru di MI Al-Khairaat Biromaru telah berkembang melalui pemanfaatan berbagai media dan platform digital, seperti video pembelajaran, presentasi interaktif, Canva, Google Classroom, dan WhatsApp Group. Sekolah juga mulai mengintegrasikan pembelajaran coding pada siswa kelas V dan VI serta memanfaatkan komputer dan proyektor dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Meskipun demikian, pemanfaatan teknologi digital belum berlangsung secara optimal karena masih terkendala keterbatasan sarana dan prasarana, kualitas jaringan internet, pemadaman listrik, serta variasi kemampuan digital antar guru. Dukungan kepala sekolah, pelaksanaan pelatihan, dan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) menjadi faktor penting dalam meningkatkan kompetensi digital guru. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan kapasitas guru dan penyediaan infrastruktur digital yang memadai perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di madrasah.
PERAN DIGITAL PARENTING DALAM MENANAMKAN KARAKTER KEDISIPLINAN PADA ANAK DI SDIT BINA ANAK BANGSA PALU Enjoy Galuh Auliya; A. Ardiansyah; Ufiyah Ramlah; Anisa Anisa
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12045

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology has transformed children's interactions with learning and social environments, requiring parents to adopt adaptive parenting strategies in managing technology use. This study aims to explore the implementation of digital parenting and the role of parents in fostering disciplinary character among students at SDIT Bina Anak Bangsa. The study employed a qualitative descriptive approach. The participants consisted of seven parents selected purposively. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion verification techniques. Data validity was ensured through source triangulation. The findings revealed that parents have a strong awareness of the importance of supervising children's gadget use. Digital parenting practices were implemented through establishing rules that allow gadget use only after children complete responsibilities such as worship and studying, limiting screen time, monitoring digital activities, and guiding children toward educational and character-building content. These practices positively contributed to the development of children's disciplinary character, as reflected in their compliance with rules, time-management skills, and responsible use of digital technology. Therefore, digital parenting plays a significant role in optimizing children's technology use while strengthening disciplinary character development among elementary school students. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi anak dengan lingkungan belajar dan sosialnya, sehingga menuntut orang tua untuk menerapkan pengasuhan yang adaptif terhadap penggunaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan digital parenting serta peran orang tua dalam menanamkan karakter disiplin pada anak di SDIT Bina Anak Bangsa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian terdiri atas tujuh orang tua siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya pengawasan penggunaan gadget pada anak. Praktik digital parenting dilakukan melalui pemberian aturan penggunaan gadget setelah anak menyelesaikan kewajiban seperti beribadah dan belajar, pembatasan durasi penggunaan, pemantauan aktivitas digital, serta pendampingan dalam mengakses konten yang edukatif dan bernilai positif. Penerapan strategi tersebut terbukti mendukung pembentukan karakter disiplin anak yang ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap aturan, kemampuan mengelola waktu, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital. Dengan demikian, digital parenting berperan penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sekaligus memperkuat pembentukan karakter disiplin pada anak usia sekolah dasar.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK PADA KELAS V SEKOLAH DASAR Iswi Pasangio; Irawan Hadi Patanggu; Rabaniyah Istiqamah; Zuhra Zuhra
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12046

Abstract

Emotional intelligence is an important aspect that needs to be developed among elementary school students because it contributes to emotional regulation, empathy, and positive social relationships. This study aimed to describe teachers' strategies in fostering students’ emotional intelligence and to identify the factors influencing its implementation. The research employed a qualitative descriptive approach. The participants consisted of a fifth-grade teacher and students of SD Negeri 1 Tatura Palu. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using an interactive analysis model involving data condensation, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation. The findings revealed that teachers fostered students’ emotional intelligence through personal approaches, understanding students’ characteristics, self-reflection activities, collaborative learning, and the reinforcement of spiritual values. The success of emotional intelligence development was supported by close emotional relationships between teachers and students as well as a conducive school environment, while family conditions, social environment, and limited school facilities acted as inhibiting factors. The study concludes that fostering students’ emotional intelligence requires holistic strategies through collaboration among teachers, families, and schools. ABSTRAK Kecerdasan emosional merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan pada peserta didik sekolah dasar karena berperan dalam kemampuan mengelola emosi, membangun empati, dan menjalin hubungan sosial yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam membina kecerdasan emosional peserta didik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan peserta didik kelas V SD Negeri 1 Tatura Palu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membina kecerdasan emosional peserta didik melalui pendekatan personal, pengenalan karakter peserta didik, kegiatan refleksi diri, pembelajaran kolaboratif, serta penguatan nilai-nilai spiritual. Selain itu, keberhasilan pembinaan kecerdasan emosional dipengaruhi oleh faktor pendukung berupa kedekatan emosional guru dengan peserta didik dan lingkungan sekolah yang kondusif, serta faktor penghambat yang berasal dari lingkungan keluarga, kondisi sosial, dan keterbatasan sarana sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan kecerdasan emosional memerlukan strategi yang holistik melalui sinergi antara guru, keluarga, dan sekolah.
PERAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM MEMAHAMI DAN MEMBENTUK KARAKTER QUR’ANI PESERTA DIDIK Nuryani H Mala; Ubadah Ubadah; Nursyam Nursyam; Hildawati Hildawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12067

Abstract

This study is motivated by the importance of the school environment in helping students understand and develop character based on the teachings of the Qur'an. The issues studied include the role of the school environment in developing stu-dents' Qur'anic character and the factors that support and hinder this process. This study aims to explain the contribution of the school environment in strengthening the understanding and development of character based on Qur'anic values, as well as identifying supporting and inhibiting factors. The method used is qualitative with a descriptive approach through observation, interviews, and documentation techniques. The results show that the school environment plays an important role in developing students' Qur'anic character through habituation of religious activi-ties, teacher role models, and Islamic school culture. Students show progress in de-veloping character such as discipline, honesty, and responsibility, and are able to apply Islamic values in daily life, such as performing congregational prayers, read-ing the Qur'an together, and being polite and behaving well towards others. Sup-porting factors include teacher commitment, structured religious programs, and a conducive school environment, while inhibiting factors include limited learning time and differences in students' family backgrounds. Thus, a school environment that consistently applies the values of the Quran has proven effective in shaping students' character and Quranic morals. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran lingkungan sekolah dalam membantu peserta didik memahami dan membentuk karakter sesuai ajaran Al-Qur’an. Permasalahan yang dikaji meliputi bagaimana peran lingkungan sekolah dalam membentuk karakter Qur’ani peserta didik serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kontribusi lingkungan sekolah dalam memperkuat pemahaman dan pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter Qur’ani peserta didik melalui pembiasaan kegiatan religius, keteladanan guru, serta budaya sekolah yang Islami. Peserta didik menunjukkan kemajuan dalam mengembangkan karakter seperti disiplin, jujur, dan tanggung jawab, serta mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, seperti melaksanakan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an bersama, dan bersikap sopan serta berperilaku baik terhadap sesama. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, program keagamaan yang terstruktur, serta lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan faktor penghambat antara lain keterbatasan waktu pembelajaran dan perbedaan latar belakang keluarga peserta didik. Dengan demikian, lingkungan sekolah yang konsisten dalam menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an terbukti efektif dalam pemahaman dan pembentukan karak-ter peserta didik yang berakhlak Qur’ani.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN POLA CELANA WANITA SISTEM SOEKARNO KELAS XI DESAIN DAN PRODUKSI BUSANA SMKN 1 TEBO Selvia Rezqi; Weni Nelmira; Adriani -; Vina Oktaviani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12181

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the difficulties experienced by grade XI students majoring in Fashion Design and Production at SMKN 1 Tebo in understanding how to create patterns for women’s pants in the Vocational Competency course, particularly due to the limited availability of learning materials that would allow students to learn independently. This study aims to develop valid and practical instructional media in the form of a video tutorial on creating women’s pants patterns using the Soekarno system. The research method used is Research and Development (R&D) with the 4-D development model, which includes the Define, Design, Develop, and Disseminate stages; however, this study is limited to the Develop stage. Data collection techniques included observation, interviews, and assessment sheets. Validity testing was conducted by five validators—comprising three subject matter experts and two media experts—while practicality testing was carried out by one subject teacher and grade XI students through small-group testing involving 9 students and large-group testing involving 28 students. The results showed a content validity rate of 96.44% and a media validity rate of 95%, with an average validity of 95.72% in the highly valid category. The results of the practicality test conducted by teachers showed that 96.44% of the videos were rated as highly practical, while the student test yielded 87.65% in the small group and 91.07% in the large group, with an average of 91.72% rated as highly practical. Thus, the tutorial videos developed were deemed suitable for use as a learning medium. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa kelas XI jurusan Desain dan Produksi Busana di SMKN 1 Tebo dalam memahami pembuatan pola celana wanita pada mata pelajaran Kompetensi Kejuruan, khususnya karena keterbatasan media pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video tutorial pembuatan pola celana wanita sistem Soekarno yang valid dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate, namun penelitian ini dibatasi hanya sampai tahap Develop. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan lembar penilaian. Uji validitas dilakukan oleh lima validator yang terdiri dari 3 ahli materi dan 2 ahli media, sedangkan uji praktikalitas dilakukan oleh 1 orang guru mata pelajaran serta siswa kelas XI melalui uji kelompok kecil oleh 9 orang siswa dan kelompok besar oleh 28 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat validitas materi sebesar 96,44% dan validitas media sebesar 95%, dengan rata-rata validitas 95,72% kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas oleh guru mencapai 96,44% kategori sangat praktis, sedangkan uji siswa memperoleh 87,65% pada kelompok kecil dan 91,07% pada kelompok besar dengan rata-rata 91,72% kategori sangat praktis. Dengan demikian, video tutorial yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran.