cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 404 Documents
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN WORK-LIFE BALANCE KARYAWAN BANK PT X Lubaiby Tafuzi; Meita Santi Budiani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12205

Abstract

ABSTRACT Work-life balance is an important aspect that contributes to employee well-being and productivity, particularly in the banking sector, which is characterized by high job demands, strict performance targets, and continuous service pressure. In such conditions, social support is considered one of the factors that can help employees manage work demands while maintaining balance between their professional and personal lives. This study aimed to examine the relationship between social support and work-life balance among employees of PT. X Bank in Surabaya. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample consisted of 100 back-office employees selected using a total sampling technique. Data were collected using a Social Support Scale and a Work-Life Balance Scale and were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test with SPSS version 27.0. The findings revealed that most respondents reported moderate levels of social support and work-life balance. The correlation analysis indicated a positive and significant relationship between social support and work-life balance (r = 0.210; p = 0.036). These results suggest that higher levels of social support are associated with a greater ability to maintain balance between work responsibilities and personal life. Although the strength of the relationship was relatively weak, social support remains an important factor in fostering work-life balance among employees in the banking sector. ABSTRAK Work-life balance merupakan aspek penting yang berkontribusi terhadap kesejahteraan dan produktivitas karyawan, terutama pada sektor perbankan yang memiliki tuntutan kerja tinggi, target yang ketat, serta tekanan pelayanan yang berkelanjutan. Dalam kondisi tersebut, dukungan sosial dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat membantu karyawan mengelola tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan work-life balance pada staf Bank PT. X di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 100 karyawan back office yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan sosial dan skala work-life balance, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment menggunakan SPSS 27.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat dukungan sosial dan work-life balance pada kategori sedang. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan work-life balance (r = 0,210; p = 0,036). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima karyawan, semakin baik kemampuan mereka dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Meskipun kekuatan hubungan tergolong rendah, dukungan sosial tetap menjadi faktor yang berperan dalam mendukung terciptanya work-life balance pada karyawan sektor perbankan.
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR, EFIKASI DIRI DAN KESADARAN METAKOGNISI TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS XI KURIKULUM MERDEKA SMAN 8 MAKASSAR Indira Magfirah; Muhammad Anwar; Halimah Husain
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12222

Abstract

This study aimed to examine the contribution of self-regulated learning, self-efficacy, and metacognitive awareness to chemistry learning outcomes among eleventh-grade Merdeka students at SMAN 8 Makassar. A correlational ex post facto design with a quantitative approach guided the research process. The sample was determined using saturated sampling, involving the entire population of 188 students from six classes. Data were collected through two instruments: a Likert-scale questionnaire to measure the three predictor variables and a 15-item chemistry achievement test on thermochemistry. Both instruments underwent validity testing using product moment correlation and reliability testing using Cronbach's Alpha, both confirming valid and reliable results. Data were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression processed through SPSS version 27. Findings revealed that the three variables simultaneously had a significant effect on students' chemistry learning outcomes (F = 66.368; p < 0.001). Partially, metacognitive awareness emerged as the strongest predictor (β = 0.393; p < 0.001), followed by self-regulated learning (β = 0.212; p = 0.005) and self-efficacy (β = 0.190; p = 0.024). The R² value of 0.520 indicated that the three variables jointly explained 52% of the variance in chemistry learning outcomes. This study was limited to eleventh-grade students at a single school, so generalization should be made cautiously. These findings affirm the importance of instructional design that fosters self-regulated learning, strengthens self-efficacy through constructive feedback, and embeds metacognitive strategy training to support sustainable improvement in chemistry learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi kemandirian belajar, efikasi diri, dan kesadaran metakognisi terhadap hasil belajar kimia peserta didik kelas XI Merdeka di SMAN 8 Makassar. Desain ex post facto korelasional dengan pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Sampel ditetapkan melalui teknik sampling jenuh, melibatkan seluruh populasi sebanyak 188 peserta didik dari enam rombongan belajar. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Likert untuk mengukur ketiga variabel prediktor dan tes hasil belajar kimia pada materi termokimia sebanyak 15 butir, yang telah diuji validitas (korelasi product moment) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha) dengan hasil valid dan reliabel. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda melalui SPSS versi 27. Hasil menunjukkan ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kimia (F = 66,368; p < 0,001). Secara parsial, kesadaran metakognisi menjadi prediktor terkuat (β = 0,393; p < 0,001), diikuti kemandirian belajar (β = 0,212; p = 0,005) dan efikasi diri (β = 0,190; p = 0,024). Nilai R² = 0,520 menunjukkan ketiga variabel menjelaskan 52% variasi hasil belajar kimia. Penelitian terbatas pada peserta didik kelas XI satu sekolah sehingga generalisasi perlu dilakukan secara hati-hati. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran yang menumbuhkan kemandirian belajar, memperkuat efikasi diri melalui umpan balik konstruktif, dan melatih strategi metakognisi untuk meningkatkan hasil belajar kimia berkelanjutan.
PEMBELAJARAN DIGITAL MULTIMODAL UNTUK MEMBACA PEMAHAMAN INFORMASI SISWA SEKOLAH DASAR: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW DAN BIBLIOMETRIC ANALYSIS Layinatus Sifa; Elianawati Elianawati; Bambang Subali; Panca Dewi Purwati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12280

Abstract

ABSTRACT Reading comprehension is an essential literacy skill that elementary school students need to understand, interpret, and process information from various reading sources. However, students’ low reading comprehension abilities and the suboptimal use of digital learning media remain significant challenges in literacy instruction. This study aims to analyze research trends on multimodal digital learning for improving elementary students’ informational reading comprehension through a Systematic Literature Review (SLR) and bibliometric analysis. The study employed the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) method, supported by Publish or Perish, Zotero, and VOSviewer applications. Data were collected from Google Scholar publications published between 2022 and 2026. Through identification, screening, and selection processes based on inclusion and exclusion criteria, 95 articles were selected for analysis. The findings indicate that publications on multimodal digital learning showed fluctuating growth, with the highest number of publications recorded in 2023.Bibliometric analysis revealed several dominant themes, including reading comprehension, digital learning media, media effectiveness, reading comprehension strategies, and innovative technology-based learning models. The review further demonstrates that multimodal digital media and innovative learning models can enhance student engagement, enrich learning experiences, and effectively improve informational reading comprehension skills. Therefore, multimodal digital learning has strong potential as a relevant instructional strategy to support literacy development among elementary school students in the digital era. ABSTRAK Kemampuan membaca pemahaman informasi merupakan salah satu kompetensi literasi yang penting dimiliki siswa sekolah dasar untuk memahami, menginterpretasikan, dan mengolah informasi dari berbagai sumber bacaan. Namun, rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa serta belum optimalnya pemanfaatan media digital dalam pembelajaran masih menjadi tantangan yang perlu diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian mengenai pembelajaran digital multimodal dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman informasi siswa sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik. Penelitian menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) dengan bantuan aplikasi Publish or Perish, Zotero, dan VOSviewer. Data diperoleh dari Google Scholar pada rentang publikasi tahun 2022–2026. Melalui proses identifikasi, penyaringan, dan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 95 artikel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren publikasi terkait pembelajaran digital multimodal mengalami perkembangan yang fluktuatif dengan jumlah publikasi tertinggi pada tahun 2023. Analisis bibliometrik mengidentifikasi beberapa tema dominan, yaitu kemampuan membaca pemahaman, media pembelajaran digital, efektivitas media pembelajaran, strategi membaca pemahaman, dan model pembelajaran inovatif berbasis teknologi. Temuan kajian menunjukkan bahwa penggunaan media digital multimodal dan model pembelajaran inovatif mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya pengalaman belajar, serta mendukung peningkatan kemampuan membaca pemahaman informasi secara lebih efektif. Dengan demikian, pembelajaran digital multimodal berpotensi menjadi alternatif strategi pembelajaran yang relevan untuk mendukung pengembangan literasi siswa sekolah dasar pada era digital.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGURANGI PERILAKU BULLYING PADA PESERTA DIDIK Dwi Aulia Latifa Lakara; A. Ardiansyah; Wiwin Mistiani; Mirnawati Mirnawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12439

Abstract

ABSTRACT Bullying is one of the problems that can hinder students’ social, emotional, and academic development, making preventive efforts through character education strengthening essential within school culture and learning activities. This study aimed to analyze the implementation of character education strengthening in preventing and reducing bullying behavior among students at MI Muhammadiyah Nunu. The research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that bullying behavior was predominantly verbal and nonverbal, with varying levels of intensity across grade levels. Character education strengthening was implemented through religious habituation activities, the 5S culture (smile, greeting, salutation, politeness, and courtesy), teacher role modeling, collaborative activities, school regulations, and cooperation with parents. These programs successfully instilled religious values, discipline, responsibility, tolerance, empathy, and mutual respect, which contributed to increasing students’ awareness of the negative impacts of bullying and fostering more positive social interactions. Although several cases of verbal and nonverbal bullying were still identified, their intensity tended to decrease as the programs were implemented consistently. It can be concluded that strengthening character education is an effective strategy for preventing and reducing bullying behavior while supporting the creation of a safe, comfortable, and conducive school environment for students’ development. ABSTRAK Bullying merupakan salah satu permasalahan yang dapat menghambat perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui penguatan pendidikan karakter yang terintegrasi dalam budaya sekolah dan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi penguatan pendidikan karakter dalam pencegahan dan pengurangan perilaku bullying pada peserta didik di MI Muhammadiyah Nunu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying yang ditemukan didominasi oleh bullying verbal dan nonverbal dengan intensitas yang bervariasi pada setiap jenjang kelas. Penguatan pendidikan karakter dilaksanakan melalui pembiasaan keagamaan, budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), keteladanan guru, kegiatan kolaboratif, penerapan tata tertib, serta kerja sama dengan orang tua. Program tersebut berhasil menanamkan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, toleransi, empati, dan sikap saling menghormati yang berdampak pada meningkatnya kesadaran peserta didik terhadap dampak bullying serta terciptanya interaksi sosial yang lebih positif. Meskipun masih ditemukan beberapa kasus bullying verbal dan nonverbal, intensitasnya cenderung menurun seiring pelaksanaan program secara berkelanjutan. Disimpulkan bahwa penguatan pendidikan karakter merupakan strategi yang efektif dalam mencegah dan mengurangi perilaku bullying serta mendukung terciptanya lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS GAME INTERAKTIF WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN PENGALAMAN BELAJAR SISWA Hilda Fauziyah; A. Ardiansyah; Firdiansyah Alhabsyi; Sri Dewi Lisnawaty
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12475

Abstract

ABSTRACT Learning experience is an essential aspect of educational quality, requiring innovative instructional media that can enhance student engagement. One of the interactive learning media widely used is Wordwall. This study aimed to determine the effect of Wordwall-based interactive game learning on students' learning experiences in Social Studies at MI Muhammadiyah Nunu. This research employed a quantitative approach using a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 25 students who participated in both the pretest and posttest. Data were collected using a learning experience questionnaire administered before and after the implementation of Wordwall. The data were analyzed through validity, reliability, and normality tests, followed by a paired sample t-test and N-gain analysis to measure the improvement in students' learning experiences. The findings indicated that the significance value of the paired sample t-test was greater than 0.05, indicating no statistically significant difference between the pretest and posttest scores. Furthermore, the N-gain result was categorized as low, suggesting that the improvement in students' learning experiences after the implementation of Wordwall was not optimal. Therefore, it can be concluded that the use of the Wordwall interactive game in this study did not have a significant effect on improving students' learning experiences in Social Studies at MI Muhammadiyah Nunu. ABSTRAK Pengalaman belajar merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kualitas proses pembelajaran sehingga diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa. Salah satu media yang banyak digunakan adalah game interaktif Wordwall. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis game interaktif Wordwall terhadap pengalaman belajar siswa pada mata pelajaran IPS di MI Muhammadiyah Nunu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 25 siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian angket pengalaman belajar sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penerapan Wordwall. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji hipotesis dengan paired sample t-test, serta perhitungan N-gain untuk mengetahui tingkat peningkatan pengalaman belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi uji paired sample t-test lebih besar dari 0,05 sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Hasil perhitungan N-gain juga berada pada kategori rendah, yang menunjukkan bahwa peningkatan pengalaman belajar siswa setelah penerapan Wordwall belum optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan game interaktif Wordwall pada penelitian ini belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengalaman belajar siswa pada mata pelajaran IPS di MI Muhammadiyah Nunu.
STRATEGI PEMBENTUKAN ADAB PESERTA DIDIK BERBASIS PENDIDIKAN ISLAM Afifa Ramadhani; Moh Arfan Hakim; Agustan Agustan; Erniati Erniati; A. Ardiansyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12482

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the strategies for developing Islamic manners (adab) among students at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Nunu, Palu City, through the stages of planning, implementation, and evaluation. The study was motivated by the phenomenon of moral degradation among young generations, reflected in declining politeness in communication, reduced respect for teachers, and weak application of Islamic values in daily life. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The collected data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the development of Islamic manners was carried out through the planning of religious habituation programs integrated into school activities, teacher role modeling, worship habituation, strengthening communication between school and family, and controlling students’ use of digital devices. Evaluation was conducted continuously through behavioral observation and collaboration with parents. The results indicate that the success of Islamic character development is influenced by the synergy among the school environment, family involvement, and the digital ecosystem that supports the internalization of Islamic values. Therefore, integrated and sustainable strategies can serve as an effective model for strengthening Islamic character education at the elementary Islamic school level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembentukan adab Islami peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Nunu Kota Palu melalui tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral pada generasi muda yang ditandai dengan menurunnya kesantunan dalam bertutur, sikap hormat kepada guru, serta lemahnya pengamalan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembentukan adab Islami dilakukan melalui perencanaan program pembiasaan keagamaan yang terintegrasi dalam kegiatan sekolah, implementasi keteladanan guru, pembiasaan ibadah, penguatan komunikasi antara sekolah dan keluarga, serta pengendalian penggunaan gawai oleh peserta didik. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui pengamatan perilaku peserta didik dan kerja sama dengan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan adab Islami dipengaruhi oleh sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan ekologi digital yang mendukung internalisasi nilai-nilai karakter Islami. Dengan demikian, strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan dapat menjadi model penguatan pendidikan karakter Islami di tingkat madrasah ibtidaiyah.
PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK Kardina Baondong; Erniati Erniati; Wiwin Mistiani; Hidawati Hidawati; A. Ardiansyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12483

Abstract

ABSTRACT The use of the internet as a learning resource has become an effective alternative for improving the quality of classroom instruction and enhancing students' learning motivation in elementary schools. This study aimed to describe the use of the internet as a learning resource in improving the learning motivation of third-grade students at MIS Al-Khairaat Pombewe. This research employed a qualitative approach using a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation. The findings revealed that teachers utilized the internet as a learning resource through instructional videos, educational images, and supplementary learning materials relevant to the subject matter, making the learning process more engaging, interactive, and easier for students to understand. The use of the internet positively influenced students' learning motivation, as reflected in increased attention, interest, participation, enthusiasm, and active involvement during classroom activities. Although several challenges were identified, including limited internet connectivity, inadequate learning devices, and limited instructional time, the internet remained an effective learning resource. Therefore, the use of the internet contributes positively to improving students' learning motivation and supports the implementation of more effective and meaningful learning processes in elementary schools. ABSTRAK Pemanfaatan internet sebagai sumber belajar menjadi salah satu alternatif yang dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus mendorong motivasi belajar peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan internet sebagai sumber belajar dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas III MIS Al-Khairaat Pombewe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan internet sebagai sumber belajar melalui video pembelajaran, gambar edukatif, serta materi tambahan yang sesuai dengan materi pelajaran sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami peserta didik. Pemanfaatan internet memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar yang ditunjukkan oleh meningkatnya perhatian, minat, keaktifan, antusiasme, dan partisipasi peserta didik selama mengikuti pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan jaringan internet, perangkat pembelajaran, dan waktu pembelajaran, penggunaan internet tetap mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif. Dengan demikian, internet sebagai sumber belajar memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik serta mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih berkualitas di sekolah dasar.
COLLABORATIVE ORGANIZATIONAL DEVELOPMENT MODEL FOR EFFECTIVE SMK–INDUSTRY LINK AND MATCH: SYSTEMATIC REVIEW Abdul Marta Nurdin; Sholeh Hidayat; Lukman Nulhakim
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12510

Abstract

ABSTRACT The gap between vocational education graduates’ competencies and industry needs remains a major challenge in achieving effective link and match between schools and the workplace. This study aims to develop a collaboration-based organizational development model to strengthen partnerships between vocational high schools and industry within the context of Technical and Vocational Education and Training (TVET). The study employed a Systematic Literature Review (SLR) following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Data were collected from the Scopus and Publish or Perish (PoP) databases using keywords related to TVET organizational development, school–industry partnerships, and work-based learning. The selection process involved identification, screening, eligibility, and inclusion stages. Of the 81 articles initially identified, 20 articles met the inclusion criteria and were analyzed. The findings indicate that effective school–industry alignment is influenced by clear organizational structures, collaborative leadership, open organizational culture, the capacity of teachers and industry mentors, curriculum integration, collaborative assessment practices, and sustainable monitoring and evaluation systems. The study concludes that collaboration-based organizational development is an effective strategy for improving vocational education quality, strengthening school–industry partnerships, and enhancing graduates’ employability. The proposed model provides a conceptual contribution to reinforcing the implementation of link and match within Technical and Vocational Education and Training (TVET). ABSTRAK Kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri masih menjadi tantangan dalam mewujudkan efektivitas hubungan dan kesesuaian (link and match) antara sekolah dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pengembangan organisasi berbasis kolaborasi yang dapat memperkuat kemitraan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan industri dalam konteks Technical and Vocational Education and Training (TVET). Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data diperoleh dari basis data Scopus dan Publish or Perish (PoP) menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan pengembangan organisasi TVET, kemitraan sekolah–industri, dan pembelajaran berbasis kerja. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Dari 81 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan hubungan dan kesesuaian antara sekolah dan industri dipengaruhi oleh struktur organisasi yang jelas, kepemimpinan kolaboratif, budaya organisasi yang terbuka, peningkatan kapasitas guru dan mentor industri, integrasi kurikulum, praktik penilaian kolaboratif, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan organisasi berbasis kolaborasi merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat kemitraan sekolah–industri, dan meningkatkan kesiapan kerja lulusan. Model yang dihasilkan memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan implementasi link and match dalam pendidikan dan pelatihan kejuruan.
CURRENT PERSPECTIVES ON DIAGNOSIS AND PAIN MANAGEMENT OF TEMPOROMANDIBULAR DISORDERS: A LITERATURE REVIEW Susanna Halim; Thalia Angela; Restu Hayati Sandroto
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.12767

Abstract

Temporomandibular Disorder (TMD) is one of the most common chronic orofacial pain conditions involving the temporomandibular joint (TMJ), masticatory muscles, and surrounding structures. TMD has a multifactorial etiology and may negatively affect quality of life by causing pain, limited mandibular movement, joint sounds, and functional impairment. This literature review aimed to evaluate recent evidence regarding the effectiveness of various pain management approaches for TMD. This study methods reviewed scientific articles published within the last five years from journals including the Journal of Clinical Medicine, Journal of Oral Rehabilitation, BMC Oral Health, and other related publications from various national and international scientific databases with keywords related to TMJ disorders and pain management. Selected articles include randomized controlled trials (RCTs), double-blind trials, controlled clinical trials, crossover trials, pilot studies, prospective studies, narrative reviews, and systematic reviews. Results and Discussions demonstrated that conservative and multidisciplinary approaches remain the most effective management strategies for TMD. Manual therapy combined with therapeutic exercise consistently improved pain reduction, jaw mobility, and mandibular function. Physical modalities such as low-level laser therapy (LLLT), pulsed electromagnetic field therapy (PEMF), and ultrasound therapy also showed beneficial outcomes. Pharmacological therapy and botulinum toxin type A injections may provide additional benefits in selected cases. Conclusion: combination therapy involving physical rehabilitation, patient education, and supportive pharmacological management appears to provide the greatest clinical benefit for patients with TMD. ABSTRAK Temporomandibular Disorder (TMD) merupakan salah satu kondisi nyeri orofasial kronis yang paling umum, yang melibatkan sendi temporomandibular (TMJ), otot-otot mastikasi, dan struktur di sekitarnya. TMD memiliki etiologi multifaktorial dan dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup dengan menyebabkan nyeri, keterbatasan gerakan mandibula, bunyi sendi, serta gangguan fungsi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi bukti terkini mengenai efektivitas berbagai pendekatan manajemen nyeri untuk TMD. Metode penelitian ini meninjau artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir dari jurnal seperti Journal of Clinical Medicine, Journal of Oral Rehabilitation, BMC Oral Health, serta publikasi terkait lainnya dari berbagai basis data ilmiah nasional dan internasional dengan kata kunci yang berkaitan dengan gangguan TMJ dan manajemen nyeri. Artikel yang dipilih meliputi randomized controlled trials (RCTs), double-blind trials, controlled clinical trials, crossover trials, pilot studies, prospective studies, narrative reviews, dan systematic reviews. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan konservatif dan multidisiplin tetap menjadi strategi penatalaksanaan yang paling efektif untuk TMD. Terapi manual yang dikombinasikan dengan latihan terapeutik secara konsisten meningkatkan penurunan nyeri, mobilitas rahang, dan fungsi mandibula. Modalitas fisik seperti low-level laser therapy (LLLT), pulsed electromagnetic field therapy (PEMF), dan terapi ultrasound juga menunjukkan hasil yang bermanfaat. Terapi farmakologis dan injeksi botulinum toxin tipe A dapat memberikan manfaat tambahan pada kasus tertentu. Kesimpulan: terapi kombinasi yang melibatkan rehabilitasi fisik, edukasi pasien, dan dukungan manajemen farmakologis tampaknya memberikan manfaat klinis terbesar bagi pasien dengan TMD.  
IMPLEMENTASI MEDIA BHINNECARD MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMPN 1 REMBANG Salsabila Kurnia; Siti Awaliyah; Nur Wahyu Rochmadi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12775

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of students in Pancasila Education at SMPN 1 Rembang, which were caused by teacher-centered learning practices and the limited use of innovative and interactive instructional media. The study aimed to improve students’ learning outcomes through the implementation of BhinneCard media integrated with the Teams Games Tournament (TGT) learning model. This research employed a quantitative approach using Classroom Action Research (CAR), which was conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 32 students of class VIII A at SMPN 1 Rembang in the 2025/2026 academic year. Data were collected through observation, tests, documentation, and student response questionnaires. The findings revealed that the implementation of BhinneCard media combined with the Teams Games Tournament (TGT) model significantly improved students’ learning outcomes in Pancasila Education. In the first cycle, the average student score reached 74.06 with a learning mastery percentage of 71.87%. After improvements were made in the second cycle, the average score increased to 86.56 with a mastery percentage of 90.62%. In addition to improving learning outcomes, the use of BhinneCard media also enhanced students’ participation, group collaboration, and self-confidence during the learning process. Therefore, the implementation of BhinneCard media with the Teams Games Tournament (TGT) model was proven effective in creating an active, collaborative, interactive, and enjoyable learning environment in Pancasila Education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar murid pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMPN 1 Rembang akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid melalui implementasi media BhinneCard dengan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 32 murid kelas VIII A SMPN 1 Rembang tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dokumentasi, dan angket respon murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media BhinneCard model Teams Games Tournament (TGT) mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila secara signifikan. Pada siklus I, nilai rata-rata hasil belajar murid mencapai 74,06 dengan persentase ketuntasan sebesar 71,87%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 86,56 dengan persentase ketuntasan mencapai 90,62%. Selain meningkatkan hasil belajar, media BhinneCard juga mampu meningkatkan keaktifan, kerja sama kelompok, serta kepercayaan diri murid selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, implementasi media BhinneCard model Teams Games Tournament (TGT) dinyatakan efektif dalam menciptakan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang aktif, kolaboratif, interaktif, dan menyenangkan.