cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 404 Documents
PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP OPTIMALISASI RETENSI MEMORI SISWA PADA MATERI PEMBELAJARAN DI KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Madina Madina; Makmun Makmun; Tri Wahyuningsih; Taufik Hidayat
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11813

Abstract

Memory retention is an important factor influencing the learning success of upper elementary school students, as it relates to their ability to store and recall information that has been learned. In classroom practice, teachers often apply uniform instructional approaches that do not fully accommodate the diversity of students’ learning styles. This condition may hinder the effective transfer of information into long-term memory. This study aims to identify the characteristics of learning styles among upper elementary school students, examine the mechanisms of memory retention, analyze the influence of learning styles on memory retention, and identify effective instructional strategies for optimizing students’ memory retention. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA protocol. Literature searches were conducted across eight academic databases covering publications from 2021 to 2025. Of the 487 articles initially identified, 62 met the inclusion criteria and were analyzed using content analysis and thematic synthesis techniques. The findings indicate that the most widely used learning style models are VAK/VARK and Kolb’s Experiential Learning Model, with multimodal learning preferences being the most dominant among students. Memory retention is influenced by the processes of encoding, storage, and retrieval, while instructional effectiveness is affected by the alignment between teaching strategies and students’ learning characteristics. Retrieval practice, spaced practice, multimodal learning, and differentiated instruction were found to be the most effective strategies for enhancing memory retention. The study concludes that optimizing memory retention depends not only on students’ learning styles but also on teachers’ ability to design adaptive, varied, and student-centered learning experiences. ABSTRAK Retensi memori merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan belajar siswa kelas tinggi sekolah dasar karena berkaitan dengan kemampuan menyimpan dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Dalam praktik pembelajaran, guru masih sering menggunakan pendekatan yang seragam sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi keragaman gaya belajar siswa. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan informasi tidak tersimpan secara optimal dalam memori jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik gaya belajar siswa kelas tinggi sekolah dasar, mengkaji mekanisme retensi memori, menganalisis pengaruh gaya belajar terhadap retensi memori, serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif untuk mengoptimalkan retensi memori siswa. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada delapan basis data akademik dengan rentang publikasi tahun 2021–2025. Dari 487 artikel yang ditemukan, sebanyak 62 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik content analysis dan thematic synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa model gaya belajar yang paling banyak digunakan adalah VAK/VARK dan Experiential Learning Kolb, dengan kecenderungan dominasi gaya belajar multimodal. Retensi memori dipengaruhi oleh proses encoding, storage, dan retrieval, sedangkan efektivitas pembelajaran dipengaruhi oleh kesesuaian strategi pembelajaran dengan karakteristik belajar siswa. Strategi retrieval practice, spaced practice, pembelajaran multimodal, dan pembelajaran berdiferensiasi terbukti efektif dalam meningkatkan retensi memori. Temuan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi retensi memori tidak hanya ditentukan oleh gaya belajar siswa, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif, variatif, dan berpusat pada kebutuhan belajar siswa.    
INTEGRATION OF TEACHER PRENEURSHIP, RELIGIOSITY, AND ENTERPRENEURIAL CULTURE INCREASING STUDENTS INTEREST ENTERPRENEURSHIP IN DIGITAL ERA Mohamad Johan Saril; Edy Dwi Kurniati; Uswatun Chasanah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11873

Abstract

ABSTRACT The rapid development of the digital era has created new opportunities and challenges in entrepreneurship education, requiring educational institutions to prepare students who are innovative, adaptive, and possess strong entrepreneurial values. In this context, teacherpreneurship, religiosity, and entrepreneurial culture are considered important factors in fostering students’ entrepreneurial interest. Therefore, this study aims to systematically examine the integration of teacherpreneurship, religiosity, and entrepreneurial culture in enhancing students’ entrepreneurial interest in the digital era. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) method using the PRISMA protocol. The research stages included identification, screening, eligibility assessment, and inclusion of relevant studies. A total of 187 articles were retrieved from Google Scholar, Scopus, and DOAJ databases published between 2020 and 2025. After applying inclusion and exclusion criteria, 28 articles were selected and analyzed. The findings indicate that: (1) teacherpreneurship significantly enhances students’ motivation, creativity, and entrepreneurial competence; (2) religiosity, particularly Islamic values such as amanah (trustworthiness), ihsan (excellence), and diligence, positively shapes entrepreneurial character and intention; (3) entrepreneurial culture in schools creates a supportive ecosystem for entrepreneurial learning; and (4) the digital era strengthens these dimensions through digital literacy and technology-based entrepreneurial activities. In conclusion, the integration of teacherpreneurship, religiosity, and entrepreneurial culture plays a strategic role in increasing students’ entrepreneurial interest. These findings highlight the need for an entrepreneurship education model that combines teacherpreneur roles, religious values, and digital-based school culture to produce innovative, ethical, and competitive graduates. ABSTRAK Perkembangan pesat era digital telah menciptakan peluang dan tantangan baru dalam pendidikan kewirausahaan, sehingga lembaga pendidikan dituntut untuk mempersiapkan peserta didik yang inovatif, adaptif, dan memiliki nilai-nilai kewirausahaan yang kuat. Dalam konteks ini, teacherpreneurship, religiositas, dan budaya kewirausahaan dipandang sebagai faktor penting dalam menumbuhkan minat berwirausaha peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis integrasi teacherpreneurship, religiositas, dan budaya kewirausahaan dalam meningkatkan minat berwirausaha peserta didik di era digital. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Tahapan penelitian meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi studi yang relevan. Sebanyak 187 artikel diperoleh dari basis data Google Scholar, Scopus, dan DOAJ yang diterbitkan pada tahun 2020–2025. Setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 28 artikel dipilih dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) teacherpreneurship secara signifikan meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kompetensi kewirausahaan peserta didik; (2) religiositas, khususnya nilai-nilai Islam seperti amanah, ihsan, dan kerja keras, berpengaruh positif dalam membentuk karakter dan niat berwirausaha; (3) budaya kewirausahaan di sekolah menciptakan ekosistem yang mendukung pembelajaran kewirausahaan; dan (4) era digital memperkuat ketiga dimensi tersebut melalui literasi digital dan aktivitas kewirausahaan berbasis teknologi. Simpulannya, integrasi teacherpreneurship, religiositas, dan budaya kewirausahaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan minat berwirausaha peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan model pendidikan kewirausahaan yang mengintegrasikan peran teacherpreneur, nilai-nilai religius, dan budaya sekolah berbasis digital untuk menghasilkan lulusan yang inovatif, beretika, dan berdaya saing.
MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Ida Zahara Adibah; Mohamad Johan Saril; Uswatun Chasanah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11875

Abstract

ABSTRACT This article aims to examine the conceptual foundations and multicultural values relevant to Islamic Religious Education (PAI) curriculum development, and to formulate a multicultural-based PAI curriculum development model applicable to Islamic boarding schools (pesantren), schools, and madrasahs. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA protocol, involving 28 selected articles from 381 initial articles sourced from Scopus, Google Scholar, and SINTA databases for the period 2020–2025. The findings indicate that: (1) the conceptual foundations of multicultural PAI curriculum derive from universal Islamic values such as tasamuh, ukhuwah, ta'aruf, ta'awun, and rahmatan lil 'alamin, integrated with Banks' multicultural theory and Tyler's curriculum development framework; (2) the formulated model encompasses five core components: (a) Islamic multicultural value orientation, (b) inclusive curriculum objectives, (c) integrative content based on local wisdom, (d) dialogical-participatory learning strategies, and (e) authentic character-based assessment. This model is adaptive and can be implemented across Islamic educational institutions with contextual adjustments. The findings are expected to serve as a reference for curriculum developers, educators, and policymakers in strengthening inclusive, moderate, and multiculturally-oriented Islamic education. ABSTRAK Artikel ini bertujuan mengkaji landasan konseptual dan nilai-nilai multikultural yang relevan dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), serta merumuskan model pengembangan kurikulum PAI berbasis multikultural yang dapat diaplikasikan pada pesantren, sekolah, dan madrasah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), melibatkan 28 artikel terpilih dari 381 artikel awal yang bersumber dari database Scopus, Google Scholar, dan SINTA periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) landasan konseptual kurikulum PAI multikultural bersumber dari nilai-nilai Islam universal seperti tasamuh, ukhuwah, ta'aruf, ta'awun, dan rahmatan lil 'alamin, yang diintegrasikan dengan teori multikultural Banks dan kerangka pengembangan kurikulum Tyler; (2) model yang dirumuskan mencakup lima komponen inti: (a) orientasi nilai Islam multikultural, (b) tujuan kurikulum inklusif, (c) konten integratif berbasis kearifan lokal, (d) strategi pembelajaran dialogis-partisipatif, dan (e) evaluasi autentik berbasis karakter. Model ini bersifat adaptif dan dapat diterapkan lintas lembaga pendidikan Islam dengan penyesuaian kontekstual. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembang kurikulum, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam memperkuat pendidikan Islam yang inklusif, moderat, dan berwawasan multikultural.
INTEGRASI KONSEPTUAL KURIKULUM BAHASA ARAB: ANALISIS DIMENSI KURIKULUM, HIDDEN CURRICULUM DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN Vivi Dwi Clarisa; M. Khairil Ammar; Agus Pahrudin; Erlina Erlina
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11928

Abstract

The Arabic language curriculum holds a strategic role in Islamic education; however, studies comprehensively integrating curriculum dimensions, the hidden curriculum, and the gap between ideal and actual curriculum remain limited. This study aims to analyze the definition, roles and functions, curriculum dimensions, hidden curriculum, and the ideal-actual curriculum gap in Arabic language learning at madrasah. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) approach guided by the PRISMA 2020 protocol, searching Google Scholar, SINTA, and Portal Garuda databases. From 200 initial records, 165 unique articles remained after duplicate removal, 70 passed the screening stage, and 25 final articles met the eligibility criteria for qualitative synthesis. The findings indicate that the Arabic language curriculum is a dynamic educational system encompassing objectives, materials, methods, and evaluation to develop students' four language skills. The curriculum operates across four primary dimensions: idea, document, process, and learning outcomes. The hidden curriculum shapes students' religious character, discipline, and manners, while the actual curriculum still faces implementation challenges such as limited facilities, teacher readiness, and a lack of contextual teaching modules. This study concludes that the development of the Arabic language curriculum must be carried out adaptively and integratively to meet students' needs and the demands of 21st-century education. ABSTRAK Kurikulum bahasa Arab memegang peran strategis dalam pendidikan Islam, namun kajian yang mengintegrasikan dimensi kurikulum, hidden curriculum, serta kesenjangan antara kurikulum ideal dan aktual secara komprehensif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengertian, peran dan fungsi, dimensi kurikulum, hidden curriculum, serta kesenjangan kurikulum ideal-aktual dalam pembelajaran bahasa Arab di madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA 2020, dengan penelusuran pada Google Scholar, SINTA, dan Portal Garuda. Dari 200 rekaman awal, diperoleh 165 artikel unik setelah penghapusan duplikat, 70 artikel lolos screening, dan 25 artikel akhir memenuhi kriteria kelayakan untuk disintesis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum bahasa Arab merupakan sistem pendidikan dinamis yang mencakup tujuan, materi, metode, dan evaluasi untuk mengembangkan empat keterampilan berbahasa peserta didik. Kurikulum beroperasi dalam empat dimensi utama, yaitu ide, dokumen, proses, dan hasil pembelajaran. Hidden curriculum berperan membentuk karakter religius, kedisiplinan, dan adab peserta didik, sementara kurikulum aktual masih menghadapi tantangan implementasi berupa keterbatasan sarana, kesiapan guru, dan minimnya modul ajar kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum bahasa Arab perlu dilakukan secara adaptif dan integratif sesuai kebutuhan peserta didik dan tuntutan pendidikan abad ke-21.
MANAJEMEN MEDIA DIGITAL BERBASIS PDCA UNTUK PENGUATAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SMP Ai Citra Susanti; Eva Dianaawati Wasliman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11986

Abstract

Strengthening literacy and numeracy requires digital media management that goes beyond technical use through systematic planning, evaluation, and continuous follow-up. This study aims to analyze digital media management in strengthening students’ literacy and numeracy at SMP Negeri 2 Ibun and SMP Negeri 3 Ibun in Bandung Regency. This research employed a qualitative approach with a multiple case study method. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and document analysis involving vice principals for curriculum affairs, subject teachers, students, and learning documents. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing by using the Plan, Do, Check, and Act cycle as the analytical framework. The findings show that both schools have used digital media in literacy and numeracy learning, but their managerial maturity differs. SMP Negeri 2 Ibun remains adaptive because planning has not been consistently documented, implementation is uneven, evaluation is reflective and informal, and follow-up actions depend on individual teacher initiatives. SMP Negeri 3 Ibun shows a more systematic pattern because digital media has been integrated into teaching modules, learning tools, data-based evaluation, and improvement-oriented follow-up. This study concludes that digital media supports student engagement and concept visualization when managed consistently through PDCA. ABSTRAK Penguatan literasi dan numerasi membutuhkan pengelolaan media digital yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga terencana, dievaluasi, dan ditindaklanjuti secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen media digital dalam penguatan literasi dan numerasi siswa di SMP Negeri 2 Ibun dan SMP Negeri 3 Ibun Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus jamak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru mata pelajaran, siswa, serta dokumen pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan siklus Plan, Do, Check, dan Act sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah telah menggunakan media digital dalam pembelajaran literasi dan numerasi, tetapi tingkat kematangannya berbeda. SMP Negeri 2 Ibun masih berada pada tahap adaptasi karena perencanaan belum terdokumentasi secara konsisten, pelaksanaan belum merata, evaluasi masih bersifat reflektif-informal, dan tindak lanjut bergantung pada inisiatif guru. SMP Negeri 3 Ibun menunjukkan pengelolaan yang lebih sistematis karena media digital telah terintegrasi dalam modul ajar, perangkat pembelajaran, evaluasi berbasis data, dan tindak lanjut perbaikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital dapat mendukung keterlibatan siswa dan membantu visualisasi konsep literasi serta numerasi apabila dikelola melalui siklus PDCA secara konsisten.  
AI-BASED ENTREPRENEURSHIP LEARNING, DIGITAL LITERACY, AND PROJECT-BASED LEARNING IN FORMING ENTREPRENEURIAL INTENTION: EVIDENCE FROM HIGH SCHOOL STUDENTS Yuni Amalia Prihatin; Muh. Fahrurrozi; Huzain Jailani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12153

Abstract

The high unemployment rate among high school graduates in Indonesia demands the strengthening of digital technology-based entrepreneurship education. This explanatory quantitative research aims to analyze the effect of Artificial Intelligence (AI)-based entrepreneurship learning, digital literacy, and Project-Based Learning (PBL) on students’ entrepreneurial intentions, with digital creativity as a mediating variable and self-efficacy as a moderating variable. Quantitative data were collected through a survey questionnaire instrument on 218 students of SMAN 1 Masbagik with a purposive sampling technique, then analyzed using a Structural Equation Modeling approach based on Partial Least Squares (SEM-PLS) through SmartPLS 4 software. The results showed that digital creativity (β= 0.218 ; p= 0.016) and self-efficacy (β = 0.426 ; p = 0.000) had a significant positive effect on entrepreneurial intention. Al learning had a direct positive effect on digital creativity (β = 0.140; p = 0.006 ) and entrepreneurial intention (β = 0.129 p = 0.045 ). Digital literacy and PBL did not have a direct impact, but had a significant indirect effect through digital creativity as a full mediator. Digital creativity did not mediate Al learning, and self-efficacy did not moderate all paths. The structural model had an R² = 0.415 and Q² = 0.325. The main conclusion of  this study demonstrates that students’ entrepreneurial intentions can be optimally enhanced through the integration of Al learning synergized with the development of digital creativity and strengthening students’ self-efficacy beliefs in facing the dynamics of the workplace and business opportunities in today’s rapidly evolving era of digital transformation ABSTRAK Tingginya tingkat pengangguran lulusan sekolah menengah di Indonesia menuntut adanya penguatan pendidikan kewirausahaan berbasis teknologi digital. Penelitian kuantitatif eksplanatori ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran kewirausahaan berbasis Artificial Intelligence (AI), literasi digital, dan Project-Based Learning (PBL) terhadap intensi berwirausaha siswa, dengan kreativitas digital sebagai variabel mediasi serta self-efficacy sebagai variabel moderasi. Data kuantitatif dikumpulkan melalui instrumen kuesioner survei terhadap 218 siswa SMAN 1 Masbagik dengan teknik purposive sampling, lalu dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas digital (β=0,218; p=0,016) dan self-efficacy (β=0,426; p=0,000) berpengaruh positif signifikan terhadap intensi berwirausaha. Pembelajaran AI berpengaruh positif langsung terhadap kreativitas digital (β=0,140; p=0,006) maupun intensi berwirausaha (β=0,129; p=0,045). Literasi digital dan PBL tidak berdampak langsung, namun berpengaruh tidak langsung secara signifikan melalui kreativitas digital sebagai full mediator. Kreativitas digital tidak memediasi pembelajaran AI, serta self-efficacy tidak memoderasi seluruh jalur. Model struktural memiliki R²=0,415 dan Q²=0,325. Simpulan utama penelitian ini membuktikan bahwa intensi berwirausaha siswa dapat ditingkatkan secara optimal melalui integrasi pembelajaran AI yang disinergikan dengan pengembangan kreativitas digital serta penguatan keyakinan efikasi diri siswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja dan peluang bisnis di era transformasi digital yang terus berkembang pesat kini    
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DIGITAL, AKSES PEMBIAYAAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN TERHADAP KINERJA DAN KEBERLANJUTAN UMKM DI LOMBOK TIMUR Siti Zohrah; Baiq Yuliana Rizkiwati; Muh. Fahrurrozi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12187

Abstract

The limitation of digital financial technology understanding, uneven financing access, and the lack of daily financial management motivate this research activity. These field operational problems trigger low business competitiveness, cash flow recording inefficiency, and operational failure vulnerability for UMKM actors in Lombok Timur. The main focus of this scientific study aims to analyze the magnitude of the effect of digital financial literacy, financing access, and financial management on business performance and sustainability. The steps of this causal associative quantitative research were operated through the distribution of questionnaires to a sample of 225 UMKM actors via a purposive sampling technique. The numerical data processing procedure was executed using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS) assisted by SmartPLS 4. The quantitative data empirically reveals a significant positive effect of digital financial literacy (path coefficient 0.421; t 8.013; p 0.000) and financing access (path coefficient 0.409; t 7.535; p 0.000) on UMKM performance. Business sustainability is significantly affected by financing access (path coefficient 0.393; t 8.570; p 0.000) and financial management (path coefficient 0.524; t 11.764; p 0.000), with an R2 value of 0.326 for performance and 0.397 for sustainability. The main conclusion asserts that business sustainability relies on structured cash governance and capital availability. ABSTRAK Keterbatasan pemahaman teknologi keuangan digital, akses pembiayaan yang belum merata, serta minimnya pengelolaan keuangan harian melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional lapangan tersebut memicu rendahnya daya saing bisnis, inefisiensi pencatatan arus kas, serta kerentanan kegagalan operasional bagi para pelaku UMKM di Lombok Timur. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis besaran pengaruh literasi keuangan digital, akses pembiayaan, dan pengelolaan keuangan terhadap kinerja serta keberlanjutan usaha. Langkah-langkah penelitian kuantitatif asosiatif kausal ini dioperasikan melalui penyebaran kuesioner angket pada sampel 225 pelaku UMKM via teknik purposive sampling. Prosedur pengolahan data numerik dieksekusi memakai permodelan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) berbantuan SmartPLS 4. Data kuantitatif secara empiris menyingkap pengaruh positif signifikan literasi keuangan digital (koefisien jalur 0,421; t 8,013; p 0,000) dan akses pembiayaan (koefisien jalur 0,409; t 7,535; p 0,000) terhadap kinerja UMKM. Keberlanjutan usaha dipengaruhi secara signifikan oleh akses pembiayaan (koefisien jalur 0,393; t 8,570; p 0,000) serta pengelolaan keuangan (koefisien jalur 0,524; t 11,764; p 0,000), dengan nilai R2 sebesar 0,326 untuk kinerja dan 0,397 untuk keberlanjutan. Simpulan utama menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis bertumpu pada tata kelola kas terstruktur dan ketersediaan modal.  
PENGEMBANGAN SMART SOUND ANALYZER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK Rizki Muhamad Sidik; Sri Latifah; Vandan Wiliyanti
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12457

Abstract

Students’ critical thinking skills in physics have not yet developed optimally, particularly when it comes to the topic of sound waves, which requires experimental activities and data analysis. This study aims to develop the Smart Sound Analyzer as a physics teaching aid to enhance students’ critical thinking skills. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which comprises the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The developed product integrates sound sensors, a microcontroller, real-time data monitoring, and worksheets based on critical thinking activities. The results of the study show that the media received a content expert validation score of 99.41%, a media expert score of 87.50%, and an instrument score of 94.37%, all of which fall into the “highly acceptable” category. The response rates for students and educators were 94% and 95.33%, respectively, both falling into the "very good" category. The average critical thinking skills score increased from 50.05 to 79.48 with an N-gain value of 0.61 in the moderate category. Thus, the Smart Sound Analyzer is suitable for use as an experiment-based physics learning medium and has the potential to support the improvement of critical thinking skills through direct analysis of sound data. The novelty of this study lies in the integration of the Internet of Things (IoT) and critical thinking worksheets to facilitate real-time analysis of sound frequency and amplitude. ABSTRAK Keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran fisika belum berkembang secara optimal, khususnya pada materi gelombang bunyi yang memerlukan kegiatan eksperimen dan analisis data. Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat peraga Smart Sound Analyzer sebagai media pembelajaran fisika untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Produk yang dikembangkan mengintegrasikan sensor suara, mikrokontroler, pemantauan data real-time, dan LKPD berbasis aktivitas berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh skor validasi ahli materi sebesar 99,41%, ahli media sebesar 87,50%, dan instrumen sebesar 94,37%, seluruhnya dalam kategori sangat layak. Respons peserta didik dan pendidik masing-masing mencapai 94% dan 95,33% dengan kategori sangat baik. Skor rata-rata keterampilan berpikir kritis meningkat dari 50,05 menjadi 79,48 dengan nilai N-gain sebesar 0,61 pada kategori sedang. Dengan demikian, Smart Sound Analyzer layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika berbasis eksperimen dan berpotensi mendukung peningkatan keterampilan berpikir kritis melalui analisis data bunyi secara langsung. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi Internet of Things (IoT) dan LKPD berpikir kritis untuk memfasilitasi analisis frekuensi serta amplitudo bunyi secara real-time.    
PERAN MEDIASI QUALITY OF WORK LIFE DALAM HUBUNGAN ANTARA KOMPENSASI FINANSIAL, DIGITAL FATIGUE, DAN TURNOVER INTENTION Restika Putri Fajar Sari; Tri Kartika Pertiwi; G. Oka Warmana
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12473

Abstract

ABSTRACT The increasing rate of turnover intention in the digital transformation era encourages organizations to better understand the factors influencing employees' intention to leave, particularly those related to financial compensation, digital fatigue, and quality of work life. This study aims to examine the effects of financial compensation and digital fatigue on turnover intention with quality of work life serving as a mediating variable. A quantitative approach was employed using a survey of 88 employees. The data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) through measurement model and structural model assessments to evaluate both direct and indirect relationships among variables. The findings indicate that financial compensation and digital fatigue do not have a significant direct effect on turnover intention; however, both variables significantly influence quality of work life. Furthermore, quality of work life has a significant effect on turnover intention and mediates the relationships between financial compensation, digital fatigue, and turnover intention. These findings suggest that turnover intention is shaped by more complex mechanisms than the direct effects of compensation and digital fatigue alone. Therefore, organizations should implement integrated strategies by improving compensation systems, reducing digital workload, and enhancing employees' quality of work life to strengthen employee retention and sustain organizational performance. ABSTRAK Tingginya tingkat turnover intention pada era transformasi digital mendorong organisasi untuk memahami berbagai faktor yang memengaruhi keinginan karyawan meninggalkan perusahaan, khususnya yang berkaitan dengan kompensasi finansial, digital fatigue, dan quality of work life. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompensasi finansial dan digital fatigue terhadap turnover intention dengan quality of work life sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 88 karyawan. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui tahapan pengujian model pengukuran dan model struktural untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi finansial dan digital fatigue tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap turnover intention, tetapi keduanya berpengaruh signifikan terhadap quality of work life. Quality of work life juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap turnover intention sekaligus memediasi hubungan antara kompensasi finansial dan digital fatigue dengan turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa turnover intention dipengaruhi oleh mekanisme yang lebih kompleks dibandingkan pengaruh langsung faktor kompensasi maupun kelelahan digital. Oleh karena itu, organisasi perlu mengembangkan strategi yang terintegrasi melalui pengelolaan sistem kompensasi, pengurangan beban kerja digital, dan peningkatan quality of work life untuk memperkuat retensi karyawan serta menjaga keberlanjutan kinerja organisasi.
PERENCANAAN KURIKULUM BERBASIS KEBERAGAMAN BUDAYA DI SMP ISLAM AL-FURQON Rochmat Cahyo Wibowo; Muh Hanif
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12552

Abstract

This qualitative study explores culturally responsive curriculum planning at Al-Furqon Islamic Junior High School, Banyumas, Indonesia. Conducted over five months (January–May 2026) using a single embedded case study, data were gathered through participatory observation, in-depth interviews with 5 teachers, 12 students, the principal, and 3 parents, as well as analysis of curriculum documents and teaching materials. Findings highlight three mechanisms. First, multicultural values are integrated not only in curriculum documents but also enacted through equity pedagogy, ensuring equal learning opportunities for students from diverse ethnic, religious, and socioeconomic backgrounds. Second, the curriculum incorporates local content reflecting community culture while fostering recognition and appreciation of external traditions. Third, participatory planning—engaging teachers, students, the school committee, and community leaders—produces a contextual and inclusive curriculum accepted by stakeholders. The study concludes that effective culturally responsive curriculum planning requires shifting from curriculum as a static product to a continuously negotiated process, demanding active teacher involvement and diverse learning resources. Policy implications emphasize decentralized governance, empowering schools to design contextual curricula responsive to local diversity, and continuous professional development for teachers. ABSTRAK Penelitian kualitatif ini mengeksplorasi perencanaan kurikulum yang responsif terhadap budaya di SMP Islam Al-Furqon, Banyumas, Indonesia. Dilaksanakan selama lima bulan dengan menggunakan metode studi kasus tertanam tunggal (single embedded case study), data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 5 guru, 12 siswa, kepala sekolah, dan 3 orang tua, serta analisis dokumen kurikulum dan bahan ajar. Temuan penelitian ini menyoroti tiga mekanisme utama: Pertama, nilai-nilai multikultural tidak hanya diintegrasikan ke dalam dokumen kurikulum, tetapi juga diwujudkan melalui pedagogi kesetaraan (equity pedagogy), guna memastikan kesempatan belajar yang setara bagi siswa dari berbagai latar belakang etnis, agama, dan sosial ekonomi. Kedua, kurikulum tersebut mengintegrasikan muatan lokal yang mencerminkan budaya masyarakat setempat, sekaligus menumbuhkan pengakuan dan apresiasi terhadap tradisi luar. Ketiga, perencanaan partisipatif—yang melibatkan guru, siswa, komite sekolah, dan tokoh masyarakat—menghasilkan kurikulum yang kontekstual, inklusif, dan dapat diterima oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan kurikulum yang responsif terhadap budaya secara efektif memerlukan pergeseran paradigma, dari melihat kurikulum sebagai produk statis menjadi sebuah proses yang terus dinegosiasikan secara dinamis. Hal ini menuntut keterlibatan aktif dari guru serta pemanfaatan sumber belajar yang beragam. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan pentingnya tata kelola yang terdesentralisasi, pemberdayaan sekolah untuk merancang kurikulum kontekstual yang responsif terhadap keberagaman lokal, serta pengembangan profesional yang berkelanjutan bagi para guru..