cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 404 Documents
ANALISIS UNSUR MATEMATIKA PADA ETNOMATEMATIKA KERAJINAN ANYAMAN DARI SAMPAH DAUR ULANG PLASTIK SEBAGAI SUMBER BELAJAR Kartikasari Kartikasari; Sugiantoro Sugiantoro; Eva Efrida; Annisa Noviarani; Ade Suhendar; Arisna Maulina; Aristo Shena; Andri Suryana
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12821

Abstract

Mathematical learning is often perceived as abstract and disconnected from students' real lives, thereby impacting low conceptual understanding. Ethnomathematics represents a methodological choice that can be employed to bridge mathematical comprehension with the richness of local culture. This research focuses on identifying the mathematical elements embedded within woven crafts made from recycled plastic waste in the Bekasi region, while simultaneously examining their potential as mathematical learning media in SMP Halqoh El Istighotsah. Employing a qualitative paradigm, this study was conducted using an ethnographic method. The research concentrated on craftspeople, teachers, and students as subjects, utilizing data collection methods such as interviews, observations, and documentary data gathering. The research findings indicate that woven crafts contain various mathematical concepts, including symmetry, patterns, geometry, measurement, and simple calculations. Students can achieve understanding and identification of these concepts through direct practice, making their learning more connected to real-world contexts and highly meaningful. The utilization of woven crafts as learning media also enhances students' learning interest and environmental awareness. The implications of this research suggest that the application of ethnomathematics in the mathematical learning process can serve as an effective strategy for improving conceptual understanding while simultaneously instilling cultural values and environmental consciousness. ABSTRAK Pembelajaran matematika seringkali dipandang abstrak dan kurang terkait dengan kehidupan nyata siswa, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman konsep. Etnomatematika mewakili sebuah pilihan metodologis yang dapat digunakan untuk menghubungkan pemahaman matematika dengan kekayaan budaya setempat. Penelitian ini berfokus pada identifikasi elemen-elemen matematis yang terkandung dalam kerajinan anyaman yang dibuat dari limbah plastik daur ulang di wilayah Bekasi, sekaligus mengkaji potensinya sebagai media pembelajaran matematika di SMP Halqoh El Istighotsah. Melalui paradigma kualitatif, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode etnografi. Penelitian difokuskan pada subjek pengrajin anyaman, guru, serta siswa, dengan memanfaatkan metode pengumpulan informasi berupa wawancara, observasi, dan penjaringan data dokumenter. Penelitian menunjukkan hasil bahwa kerajinan anyaman mengandung berbagai konsep-konsep matematika, seperti simetri, pola, geometri, pengukuran, dan perhitungan sederhana. Pemahaman dan identifikasi konsep-konsep tersebut dapat dicapai oleh siswa melalui praktik langsung, menjadikan pembelajaran mereka lebih terhubung dengan konteks nyata dan memiliki arti penting. Pemanfaatan anyaman sebagai media pembelajaran juga meningkatkan minat belajar serta kesadaran lingkungan siswa. Implikasi penelitian ini mengindikasikan penerapan etnomatematika dalam proses belajar matematika dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep sekaligus menanamkan nilai budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.    
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI DIGITAL MATERI KOMITMEN MENJAGA KEUTUHAN WILAYAH NKRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA KELAS IX SMPN 1 KARANGPLOSO Lailatul Fitriah Nuraidah; A. Rosyid Al Atok; Sri Untari; Siti Awaliyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12822

Abstract

The low level of students’ collaboration skills in Pancasila Education learning remains a significant challenge, particularly in group activities that tend to be dominated by high-achieving students. Moreover, the use of conventional learning media often limits student engagement and participation. This study aimed to develop a Digital Monopoly learning media on the topic of Komitmen Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI and to evaluate its validity, practicality, and effectiveness in improving students’ collaboration skills. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of the phases of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The participants included expert validators and 23 ninth grade students of SMPN 1 Karangploso. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires and analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The findings indicate that the developed media achieved a media validity score of 96,42%, a material validity score of 92,80%, and a practicality instrument validity score of 94,23%, all categorized as highly valid. The small-group trial yielded a student response score of 92,91%, indicating a very high level of practicality. Furthermore, students’ collaboration skills improved from 59,8% in the preliminary study to 89,2% after the implementation of the Digital Monopoly learning media. The N-gain score of 0.73 demonstrates a high level of effectiveness. The results suggest that the Digital Monopoly learning media is highly valid, practical, and effective in enhancing collaboration skills in Pancasila Education learning. Therefore, it can serve as an innovative instructional medium to promote active and collaborative learning among junior secondary school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan kolaborasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada aktivitas kerja kelompok yang masih didominasi oleh siswa dengan kemampuan akademik tinggi. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang masih konvensional menyebabkan siswa kurang aktif dan kurang tertarik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran monopoli digital materi komitmen menjaga keutuhan wilayah NKRI yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa kelas IX SMPN 1 Karangploso. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli dan 23 siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media monopoli digital memperoleh hasil validasi media sebesar 96,42%, validasi materi sebesar 92,80%, dan validasi praktisi sebesar 94,23% dengan kategori sangat valid. Hasil angket respon siswa pada uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 92,91% dengan kategori sangat praktis. Selain itu, hasil rata-rata angket nilai kolaborasi siswa pada saat studi pendahuluan 59,8% meningkat menjadi 89,2% setelah memperoleh tindakan menggunkan media pembelajaran monopoli digital dengan nilai N-Gain sebesar 0,73 dalam kategori Tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, media monopoli digital materi komitmen menjaga keutuhan wilayah NKRI dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa.    
PENDEKATAN G2R TETRAPRENEUR PADA DESTINASI WISATA GEO-HERITAGE TEBING BREKSI Donna Ekawaty; P.L. Rika Fatimah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12823

Abstract

The Breksi Cliffs, formed from ancient volcanic ash deposits, or tuff, are approximately 30 million years old and represent a geological legacy from the eruption of Mount Sumilir. Most of the local community works as miners. In 2014, Breksi received a decree to stop mining. This unsettled the miners. They could not accept that the rocky area could become a tourist destination. Pros and cons arose from fear of losing their future. This fear fueled their desire to sustainably live within the area. The research focused on the quality of G2R entrepreneurship and operational management. The research methodology used was a qualitative approach using a global mutual cooperation (G2R) approach. Data were obtained through direct observation and in-depth interviews. In-depth interviews included the Head of the Breksi Cliffs Management Team, the wife of a former rock miner, and the local community. Data processing and analysis used the tetrapreneurship model and operational management. Data are presented in the form of digital posters on area transformation, documentation images, graphs, tables, and diagrams. The results indicate that the Breksi Cliffs have achieved 95% success in providing sustainable and environmentally friendly livelihoods for Sambirejo Village residents, including former miners. This original research presents a novelty in the tourism business, where the management of Tebing Breksi implements an operational management system as part of tetrapreneurship. ABSTRAK Tebing Breksi yang terbentuk dari endapan abu vulkanik purba atau tuff yang berusia sekitar 30 juta tahun sebagai warisan geologi berasal dari letusan Gunung Api Sumilir. Masyarakat sebagian besar bekerja sebagai penambang. Tahun 2014 Breksi  menerima SK penghentian penambangan. Hal ini membuat para penambang gelisah. Mereka tidak dapat menerima bahwa kawasan bebatuan dapat menjadi tempat wisata. Pro dan kontra terjadi akibat rasa takut kehilangan masa depan.  Rasa ketakutan menjadi pembangkit mereka untuk dapat hidup berkelanjutan dari kawasan yang ada. Fokus penelitian terkait kualitas wirausaha G2R dan kualitas operasional manajemen. Metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan global gotong royong (G2R). Data diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara mendalam. Wawancara mendalam terhadap Ketua Pengelola Tebing Breksi, Istri mantan penambang batu, dan masyarakat lokal. Pengolahan data dan analisis data menggunakan model tetrapreneurship dan operasional manajemen. Data disajikan dalam bentuk poster digital transformasi kawasan, gambar dokumentasi,  grafik, tabel, dan diagram. Hasil menunjukkan bahwa keberhasilan Tebing Breksi mencapai 95% dalam warga Desa Sambirejo, termasuk para mantan penambang untuk memperoleh mata pencaharian berkelanjutan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Original penelitian ini sebagai kebaharuan dalam bisnis pariwisata, dimana pengelola Tebing Breksi menerapkan sistem operasional manajemen sebagai implementasi sebagian tetrapreneurship.  
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJRAN INTERACTIVE FLAT PANEL (IFP) PADA PEMBELAJARAN PAI: STUDI MULTISITUS PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR Dani Muhammad Jalil; Helmawati Helmawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12824

Abstract

This study was motivated by the importance of utilizing educational technology to improve learning quality and student motivation, particularly in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) at elementary schools, where conventional teaching methods still frequently dominate classroom practices. The presence of the Interactive Flat Panel (IFP) has emerged as a digital innovation with the potential to create more interactive, engaging, and participatory learning environments. This study aimed to analyze the implementation of IFP as a learning medium in enhancing students’ learning motivation in PAI subjects at SDN 227 Margahayu Utara and SDN 202 Suryalaya, Bandung City. The study employed a qualitative approach using a multisite case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving principals, PAI teachers, and students, then analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that IFP implementation positively affected students’ attention, participation, enthusiasm, and engagement in PAI learning. Its effectiveness was determined by lesson planning quality, teachers’ ability to utilize interactive features, and school managerial support. The main obstacles included limited teacher competence, technical problems, and insufficient digital learning materials. This study concludes that IFP does not automatically increase learning motivation, but works through improving the quality of interaction among teachers, students, and learning materials. Therefore, teacher capacity building and institutional support are essential prerequisites for successful implementation of educational technology in schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan teknologi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses belajar dan motivasi siswa, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar yang masih sering didominasi metode konvensional. Kehadiran Interactive Flat Panel (IFP) menjadi salah satu inovasi digital yang berpotensi menciptakan pembelajaran lebih interaktif, menarik, dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi media pembelajaran IFP dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SDN 227 Margahayu Utara dan SDN 202 Suryalaya Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru PAI, serta siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi IFP memberikan dampak positif terhadap peningkatan perhatian, partisipasi, antusiasme, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAI. Efektivitas penggunaan IFP ditentukan oleh kualitas perencanaan pembelajaran, kemampuan guru memanfaatkan fitur interaktif, serta dukungan manajerial sekolah. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan kompetensi guru, gangguan teknis perangkat, dan belum optimalnya bahan ajar digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa IFP tidak secara otomatis meningkatkan motivasi belajar, tetapi bekerja melalui peningkatan kualitas interaksi pembelajaran antara guru, siswa, dan materi. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dan dukungan kelembagaan menjadi syarat utama keberhasilan implementasi teknologi pembelajaran di sekolah.    
KEMITRAAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PADA SMAN 1 KARANG INTAN Esthi Ayuningtyas; Aslamiah Aslamiah; Novitawati Novitawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12832

Abstract

This study aims to analyze the principal's management strategies in building school-community partnerships and the communication patterns used to optimize these partnerships within the Banjarese socio-cultural context. A qualitative case study was conducted at SMAN 1 Karang Intan, Banjar Regency, South Kalimantan. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation of partnership activities involving the principal, guidance counselor, homeroom teacher, parents, village officials (pembakal), and the Banjar Regency Social Service. The results indicate that the principal's management strategies include: (1) digital mapping-based planning of student conditions and community needs; (2) organizing through the formation of a cross-sector partnership team; (3) collaborative implementation in the form of home visits, coordination with the village and social service, and assistance with population administration; (4) participatory evaluation involving all stakeholders. The communication pattern implemented is a two-way, dialogic one, accommodating Banjarese cultural values ​​such as deliberation, mutual cooperation, and respect for authority figures, while still encouraging openness and constructive criticism. This study concludes that the school-community partnership at SMAN 1 Karang Intan is situationally constructed through negotiation of meaning and relational dynamics influenced by the local context. The theoretical implications enrich the literature on educational partnerships with a social construction perspective, while the practical implications provide an adaptive partnership model for schools in areas with similar socio-cultural characteristics. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen kepala sekolah dalam membangun kemitraan sekolah dengan masyarakat serta pola komunikasi yang digunakan untuk mengoptimalkan kemitraan tersebut dalam konteks sosial-budaya Banjar. Studi kasus kualitatif dilakukan di SMAN 1 Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi kegiatan kemitraan yang melibatkan kepala sekolah, guru BK, wali kelas, orang tua, perangkat kelurahan (pembakal), dan Dinas Sosial Kabupaten Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kepala sekolah mencakup: (1) perencanaan berbasis pemetaan digital kondisi siswa dan kebutuhan masyarakat; (2) pengorganisasian melalui pembentukan tim kemitraan lintas sektor; (3) pelaksanaan kolaboratif berupa kunjungan rumah, koordinasi dengan kelurahan dan dinas sosial, serta pendampingan administrasi kependudukan; (4) evaluasi partisipatif yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Pola komunikasi yang diterapkan adalah komunikasi dua arah yang bersifat dialogis, dengan mengakomodasi nilai-nilai budaya Banjar seperti musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap figur otoritas, namun tetap mendorong keterbukaan dan kritik membangun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemitraan sekolah-masyarakat di SMAN 1 Karang Intan dikonstruksi secara situasional melalui negosiasi makna dan dinamika relasional yang dipengaruhi oleh konteks lokal. Implikasi teoritis memperkaya literatur kemitraan pendidikan dengan perspektif konstruksi sosial, sementara implikasi praktis memberikan model kemitraan yang adaptif bagi sekolah di daerah dengan karakteristik sosial-budaya serupa.    
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK MI/SD DI ERA DIGITAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI DALAM KURIKULUM MERDEKA Akhmad Dalil Rohman; Uki Adi Prasetiya; Tri Unggul Sari Asih; Mochamad Iskarim; Nanang Hasan Susanto
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12833

Abstract

The development of MI/SD students in the digital era requires the adjustment of learning strategies that align with students’ cognitive, affective, and psychomotor characteristics. However, the implementation of the Merdeka Curriculum still faces challenges in accommodating the diversity of these characteristics, particularly in Islamic Religious Education (PAI) learning. This study is based on the argument that the alignment between learning strategies and students’ developmental stages influences the effectiveness of PAI learning. This research employs a qualitative approach using a library research method. Data were obtained from various relevant literature sources and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that MI/SD students are in the concrete operational stage, characterized by being active, social, and requiring direct learning experiences. Consequently, PAI learning should be designed to be concrete, interactive, collaborative, and value- and experience-based. Furthermore, the flexibility of the Merdeka Curriculum enables the implementation of differentiated learning that is adaptive to students’ needs. Therefore, integrating an understanding of student development with appropriate learning strategies is key to improving the quality of PAI learning. ABSTRAK Perkembangan peserta didik MI/SD di era digital menuntut penyesuaian strategi pembelajaran yang selaras dengan karakteristik kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi kendala dalam mengakomodasi keberagaman karakteristik tersebut, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini didasarkan pada argumentasi bahwa kesesuaian antara strategi pembelajaran dan tahap perkembangan peserta didik berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur relevan dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik MI/SD berada pada tahap operasional konkret dengan karakteristik aktif, sosial, dan membutuhkan pengalaman belajar langsung. Implikasinya, pembelajaran PAI perlu dirancang secara konkret, interaktif, kolaboratif, serta berbasis nilai dan pengalaman. Selain itu, fleksibilitas dalam Kurikulum Merdeka memungkinkan penerapan pembelajaran diferensiatif yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, integrasi pemahaman perkembangan peserta didik dengan strategi pembelajaran yang tepat menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.    
ANALISIS PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM MENDUKUNG EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR: PERSPEKTIF GURU KELAS Ari Rahmadani; Dwi Sulisworo; Dian Hidayati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12834

Abstract

This research is motivated by the use of digital media in elementary schools, which often merely replaces conventional media without any in-depth transformation of learning strategies for the characteristics of Generation Alpha students. The focus of this research is directed at analyzing the use of digital media in supporting learning effectiveness through the perspective of classroom teachers based on a comprehensive Technological Pedagogical Content Knowledge framework. Using a descriptive qualitative approach, the key stages of this research were conducted in a structured manner at SD Negeri 007 South Balikpapan. This involved collecting real-world data from four classroom teachers through participatory observation, in-depth interviews, and reviewing teaching module documentation. The collected data was then processed iteratively, referring to the Miles and Huberman interactive model with the aid of Atlas.ti version 9 analysis software. The research findings indicate that teachers successfully integrated technology by contextualizing abstract subject matter using the Canva, Wordwall, and Wayground platforms, combined with adaptive cooperative, discovery, and game-based learning strategies. The main technical obstacle, internet connection disruptions, was promptly anticipated by providing backup printed materials. The main conclusion confirms that digital media integration based on the TPACK approach has been proven effective in increasing active engagement, learning motivation, and accelerating the achievement of instructional objectives by providing optimal direct feedback to all students in the class. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan media digital di sekolah dasar yang sering kali sekadar menggantikan media konvensional tanpa adanya transformasi strategi pembelajaran yang mendalam bagi karakteristik murid generasi Alfa. Fokus masalah dalam riset ini diarahkan pada analisis pemanfaatan media digital dalam mendukung efektivitas pembelajaran melalui perspektif guru kelas berbasis kerangka kerja Technological Pedagogical Content Knowledge secara komprehensif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, tahapan penting penelitian ini dilaksanakan secara terstruktur di SD Negeri 007 Balikpapan Selatan dengan mengumpulkan data riil dari empat orang guru kelas melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta penelaahan dokumentasi modul ajar. Data yang dihimpun kemudian diolah secara iteratif mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman dengan bantuan perangkat lunak analisis Atlas.ti versi sembilan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil mengintegrasikan teknologi secara efektif dengan mengontekstualisasikan materi pelajaran yang bersifat abstrak menggunakan platform Canva, Wordwall, dan Wayground, yang dikombinasikan bersama strategi cooperative, discovery, serta game-based learning yang adaptif. Kendala teknis utama berupa gangguan koneksi internet diantisipasi secara sigap melalui penyediaan materi cadangan berbentuk cetak. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi media digital berbasis pendekatan TPACK terbukti ampuh meningkatkan keterlibatan aktif, motivasi belajar, serta mempercepat pencapaian tujuan instruksional melalui pemberian umpan balik langsung kepada seluruh murid di kelas secara optimal.  
STRATEGI PENILAIAN AFEKTIF PADA PEMBELAJARAN PAI ERA DIGITAL SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Yulida Fauziyah; B. Siti Mardliyah; Mohammad Erihadiana; Eva Lathifah Fauzia
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12837

Abstract

Learning evaluation plays a significant role in ensuring the achievement of educational goals, particularly in Islamic Religious Education (PAI), which emphasizes the formation of Islamic character. However, in the digital era, affective assessment is often neglected due to the dominance of cognitive assessments, coupled with new challenges such as limited physical interaction and the potential for dishonesty in students' independent instrument completion. This article aims to map digital affective assessment strategies in PAI learning using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Through a literature screening based on the Google Scholar database, 12 relevant scientific articles were selected for in-depth analysis. The study results formulated three main strategies: (1) implementing digital self-assessment and app-based peer-assessment to independently measure attitudes, (2) utilizing a Learning Management System (LMS) to monitor students' digital footprint, and (3) integrating gamification-based affective assessment instruments that offer interactive feedback but still face the challenge of objectivity in the form of honesty bias. This study concludes that blended assessment and digital role models from PAI teachers are important in maintaining the validity of attitude evaluation in cyberspace. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran memiliki peran signifikan dalam menjamin ketercapaian tujuan pendidikan, terutama dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menekankan pembentukan karakter Islami. Namun, di era digital, penilaian ranah afektif sering kali terabaikan akibat dominasi penilaian kognitif serta munculnya tantangan baru berupa terbatasnya interaksi fisik dan potensi ketidakjujuran pengisian instrumen oleh siswa secara mandiri. Artikel ini bertujuan untuk memetakan strategi penilaian afektif digital pada pembelajaran PAI melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Melalui penyaringan literatur berbasis database Google Scholar, dipilih 12 artikel ilmiah yang relevan untuk dianalisis lebih mendalam. Hasil kajian merumuskan tiga strategi utama: (1) penerapan digital self-assessment dan peer-assessment berbasis aplikasi untuk mengukur sikap secara mandiri, (2) pemanfaatan Learning Management System (LMS) guna memantau rekam jejak perilaku digital (digital footprint) siswa, serta (3) integrasi instrumen penilaian afektif berbasis gamifikasi yang menawarkan umpan balik interaktif namun tetap menghadapi hambatan objektivitas berupa bias kejujuran. Studi ini menyimpulkan pentingnya blended assessment serta keteladanan digital dari guru PAI untuk menjaga validitas evaluasi sikap di ruang maya.    
MANAJEMEN KELAS BERBASIS TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS INKLUSIF DI SMA NEGERI Intan Puji Utami; Maman Suherman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12840

Abstract

This study addresses the need for English classroom management in senior high schools that can respond to diverse access, abilities, and learning support needs in inclusive contexts. The focus of this study is the implementation of Technology-Based Classroom Management (TBCM) as a managerial instrument for planning, organizing, implementing, and evaluating inclusive English learning. This research used a qualitative approach with a multiple-case study design at SMAN 6 Bandung and SMAN 6 Cimahi. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, document studies, and analysis of digital learning documents. Informants included English teachers, special education support teachers, vice principals, IT/LMS operators, regular students, and students with specific learning support needs. Data were analyzed through data reduction, coding, categorization, intra-case analysis, and cross-case analysis. The findings show that SMAN 6 Bandung applied a systematic-analytical pattern based on a Learning Management System and learning activity data to manage materials, assignments, interaction, and student monitoring. SMAN 6 Cimahi applied a humanistic-adaptive pattern through technological flexibility, multimodal content, digital portfolios, response options, and gamification in the classroom. The study concludes that TBCM can strengthen inclusive English learning when supported by digital infrastructure, teacher collaboration, data literacy, pedagogical empathy, and ethical individual monitoring. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengelolaan kelas Bahasa Inggris di SMA yang mampu merespons keberagaman akses, kemampuan, dan kebutuhan dukungan belajar siswa dalam konteks inklusif. Fokus penelitian ini adalah implementasi Manajemen Kelas Berbasis Teknologi (MKBT) sebagai instrumen manajerial untuk mengatur perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran Bahasa Inggris inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ganda di SMAN 6 Bandung dan SMAN 6 Cimahi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, studi dokumentasi, dan analisis dokumen digital pembelajaran. Informan terdiri atas guru Bahasa Inggris, Guru Pembimbing Khusus, wakil kepala sekolah, operator IT/LMS, siswa reguler, dan siswa berkebutuhan dukungan belajar tertentu. Data dianalisis melalui reduksi data, coding, kategorisasi, analisis intra-kasus, dan analisis lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAN 6 Bandung menerapkan pola sistematis-analitik berbasis Learning Management System dan data aktivitas belajar untuk mengelola materi, tugas, interaksi, serta monitoring siswa secara lebih terstruktur. SMAN 6 Cimahi menerapkan pola humanis-adaptif melalui fleksibilitas teknologi, konten multimodal, portofolio digital, pilihan respons, dan gamifikasi di kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MKBT dapat memperkuat pembelajaran Bahasa Inggris inklusif apabila ditopang oleh infrastruktur digital, kolaborasi guru, literasi data, empati pedagogis, dan monitoring individual yang etis.    
NARASI KETELADANAN NABI DALAM SEJARAH ISLAM SEBAGAI PEDAGOGI MORAL DALAM PENGUATAN REGULASI DIRI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH DI ERA DIGITAL Fadilatul Janah; Septi Gumiandari
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12841

Abstract

This research is motivated by the rise of gadget addiction, impulsive behavior, and the moral crisis in children due to the massive technological transformation. The focus of this research problem is directed at examining the effectiveness of the Prophet's exemplary narrative as a moral pedagogy in strengthening student self-regulation in Islamic elementary schools. Using a descriptive qualitative approach supported by quantitative data, the research's key stages were systematically carried out through participant observation, structured interviews with teachers and parents, a Likert-scale questionnaire, and analysis of lesson plan documentation. Quantitative data were collected from 20 student respondents and analyzed descriptively using percentages. The research findings demonstrate that the integration of interactive storytelling methods, animated videos of the Prophet's story, and contextual reflective discussions significantly stimulate the development of student self-control. Quantitatively, students' understanding of the value of honesty reached 89 percent, responsibility reached 85 percent, and discipline reached 83 percent. Furthermore, achievement in digital self-regulation indicators was high, with 84 percent recognizing the urgency of limiting device use time and 81 percent being more selective in choosing content. The main conclusion confirms that internalizing prophetic stories successfully acts as an effective external moral filter, forming a stronghold of self-regulation resilience in students in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kecanduan gawai, perilaku impulsif, dan krisis moralitas anak akibat arus transformasi teknologi yang masif. Fokus masalah riset ini diarahkan untuk mengkaji efektivitas narasi keteladanan Nabi sebagai pedagogi moral dalam memperkuat regulasi diri siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung data kuantitatif, tahapan penting penelitian dijalankan secara sistematis melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur bersama guru serta orang tua, pengisian kuesioner skala Likert, dan analisis dokumentasi RPP. Data kuantitatif dihimpun dari 20 responden siswa yang diolah secara deskriptif persentase. Temuan penelitian membuktikan bahwa pengintegrasian metode storytelling interaktif, pemutaran video animasi kisah Nabi, serta diskusi reflektif kontekstual mampu menstimulasi pembentukan kontrol diri siswa secara nyata. Secara kuantitatif, tingkat pemahaman nilai kejujuran siswa menyentuh angka 89 persen, tanggung jawab 85 persen, dan disiplin 83 persen. Selain itu, capaian indikator regulasi diri digital tergolong tinggi, di mana 84 persen siswa menyadari urgensi pembatasan durasi gawai dan 81 persen siswa lebih selektif memilih konten. Simpulan utama menegaskan bahwa internalisasi kisah kenabian sukses bertindak sebagai filter moral eksternal yang efektif membentuk benteng ketahanan regulasi diri siswa di era digital.