cover
Contact Name
Abu Hamid
Contact Email
abu@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6285769226006
Journal Mail Official
jurnalgigi@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Sukabangun I No.1159, Suka Bangun, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
ISSN : 26572486     EISSN : 27461769     DOI : https://doi.org/10.36086/jkgm.v3i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) (ISSN: 2746-1769, eISSN: 2657-2486) is an Indonesian language open journal, which publishes research articles, which are original, innovative, up-to-date, and applicable in all areas of dental and oral health. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is published by Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang twice a year,every June and December Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is Journal Published Original research papers focused on : Dental Nursing, Preventive Dentistry, Restorative Dentistry, Dental and Oral Health Promotion, Dental Health Management, Dental Disease Prevention
Articles 208 Documents
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN CANGKANG KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS DAN PORPHYROMONAS GINGIVALIS Mellani Cindera Negara; Sulistiawati .; Shafa Al-Afifah Silparensi; Muhammad Rizki Ramadhan; Trisnawaty Trisnawaty; Listia Eka Merdekawati
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3836

Abstract

Streptococcus mutans and Porphyromonas gingivalis are major pathogenic bacteria involved in dental and periodontal diseases, such as caries and periodontitis. Chitosan derived from mangrove crab shells (Scylla serrata) is a natural biopolymer with potential antibacterial activity. This study aimed to evaluate the antibacterial effect of chitosan against Streptococcus mutans and Porphyromonas gingivalis based on inhibition zone diameters at concentrations of 0.25%, 0.5%, and 1%. An in vitro disk diffusion method was applied using 0.2% chlorhexidine as a positive control and distilled water as a negative control. The results showed that chitosan produced inhibition zones against both bacteria, with diameters increasing along with the concentration. The largest inhibition zone was observed at 1%, while smaller zones were formed at 0.25% and 0.5%. In conclusion, chitosan from mangrove crab shells exhibits antibacterial activity against Streptococcus mutans and Porphyromonas gingivalis, although its inhibitory effect remains lower than the positive control.
Peran Orang Tua dalam Perawatan Kesehatan Gigi pada Anak Down Syndrome Usia 4 - 6 Tahun Isnaini fatwa yanti; Reni Pawestuti Ambari Sumanto
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3850

Abstract

Background: Children with Down Syndrome have limitations in motor and cognitive abilities, requiring parental involvement in dental health care. Objective: This study aims to determine the role of parents in dental health care for children with Down Syndrome aged 4–6 years. Methods: This study used a qualitative method with a case study approach to explore the role of parents in dental health care for children with Down Syndrome aged 4–6 years. Data collection was conducted through interviews and observations. Results: The results of this study indicate that dental health care for children aged 4–6 years is significantly influenced by the role of parents, parenting styles, family functions, and the Health Belief Model. Conclusion: The conclusion of this study is that dental health care for children with Down Syndrome is inseparable from the role of parents, parenting styles such as democratic and permissive, family functions such as religious, sociocultural, love, socialization, and education, and the Health Belief Model, including perceived susceptibility and perceived barriers.
PERSEPSI LANSIA TENTANG GIGI TIRUAN DENGAN MINAT PENGGUNAANNYA Moh. Rojil Ghufron; Agus Marjianto; Silvia rasetyowati
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3854

Abstract

Latar Belakang: Persepsi dan minat lansia memiliki peran penting dalam menentukan keputusan penggunaan gigi tiruan. Rehabilitasi kehilangan gigi dapat dilakukan dengan pembuatan gigi tiruan, namun angka penggunaannya pada lansia di Indonesia masih rendah yaitu sebanyak 19% masyarakat Indonesia mengalami kehilangan gigi, tetapi yang menggunakan gigi tiruan hanya sebanyak 1,4%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan persepsi lansia tentang gigi tiruan dan minat penggunaannya Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain cross- sectional. Teknik pengambilan sampel 54 responden dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dan menggunakan rumus Slovin . Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kusioner persepsi dan minat dengan skala likert. Teknik analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ρ value (0,000) dan nilai α (0,05), di mana nilai ρ value (0,000) < α (0,05). Nilai rata-rata (mean) persepsi adalah 1,31 ± SD 0,469, sedangkan rata-rata minat adalah 1,70 ± SD 0,743. Standar deviasi ini menunjukkan tingkat penyebaran data dari rata-rata, dimana nilai SD yang lebih kecil menandakan data lebih seragam, sedangkan nilai SD yang lebih besar menunjukkan data lebih bervariasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara persepsi lansia tentang gigi tiruan dengan minat penggunaannya di RT.02 RW.06 Gayungan Surabaya.
EFEKTIVITAS MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PENDERITA DIABETES MELLITUS Hera Nurnaningsih; Neneng Nurjanah; Tri Widyastuti; Tita Kartika Dewi; Anita Roslinawati; Muhammad Althof Att-Thorf
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3879

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah serius, data Global menunjukkan jumlah penderita DM mencapai 366 juta orang pada tahun 2011 dan diperkirakan meningkat menjadi 552 juta orang pada tahun 2030. Salah satu komplikasi DM di bidang kedokteran gigi adalah Oral Diabetic meliputi mulut kering, gusi mudah berdarah, kalkulus, resorbsi tulang alveolar, dan periodontitis. Media Booklet adalah buku dalam bentuk yang lebih tipis, isi booklet ringkas dan langsung berisi pokok bahasan. Booklet ini berisi tentang pengertian Diabetes Mellitus, pencegahan dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut bagi orang penderita DM, sehingga penderita mampu menolong dirinya sendiri ataupun mengurangi keluhan yang ada di rongga mulutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian booklet dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap pada penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Cimahi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiman dengan rancangan pre and post grup. Besar sampel pada penelitian ini sebesar 72 dengan masing-masing kelompok terdiri dari 36 responden. Uji statistik menggunakan uji Saphiro Wilk, uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney U. Hasil: Hasil statistik menunjukan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap yang signifikan dengan nilai p=0,000 (p<0,05) pemberian booklet pada kelompok intervensi dan pemberian leaflet pada kelompok kontrol. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan pemberian booklet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahun dan sikap tentang kebersihan gigi dan mulut pada penderita Diabetes Mellitus.
Optimalisasi UKGS melalui Dental Chair Portable terhadap Kenyamanan Pasien Anak Rahmaisynta Putri Rindharso; Listrianah .; Edy Kusasi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3883

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah dasar. Pelaksanaan UKGS di lapangan masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, terutama ketersediaan kursi pemeriksaan yang memadai. Penggunaan kursi sekolah konvensional selama pemeriksaan gigi sering menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien anak maupun operator. Inovasi dental chair portable dikembangkan sebagai solusi untuk meningkatkan kenyamanan pasien selama pelayanan UKGS. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan eksperimen sederhana melalui perbandingan penggunaan kursi sekolah konvensional dan dental chair portable pada kegiatan UKGS. Sampel penelitian adalah siswa sekolah dasar yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut di Kota Banjarbaru. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kenyamanan pasien anak. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney. Hasil: Uji normalitas menunjukkan nilai p-value 0,000 sehingga data berdistribusi tidak normal. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai p-value 0,000 (<0,05). Rerata kenyamanan pasien pada kursi sekolah konvensional sebesar 10,33±0,547, sedangkan pada dental chair portable sebesar 19,97±0,183 dengan delta 9,64. Seluruh responden anak menyatakan dental chair portable lebih nyaman dibandingkan kursi sekolah konvensional. Kesimpulan: Dental chair portable terbukti lebih efektif meningkatkan kenyamanan pasien anak dibandingkan kursi sekolah konvensional pada pelayanan UKGS. Kata kunci: Dental chair portable, UKGS, kenyamanan pasien, anak sekolah
DAMPAK FUNGSIONAL PENYAKIT PULPA TERHADAP AKTIVITAS HARIAN DAN KUALITAS HIDUP TERKAIT KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA REMAJA ASRAMA Fadil Abdillah Arifin; Sarahin Aslan; Risnayanti Anas; Yongki Hadinata Wijaya
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3903

Abstract

Latar Belakang: Penyakit pulpa dapat memengaruhi kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut (oral health-related quality of life/OHRQoL), terutama melalui gangguan fungsi harian. Namun, dampak fungsional penyakit pulpa pada remaja asrama masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fungsional penyakit pulpa terhadap aktivitas harian pada remaja asrama berdasarkan domain gangguan makan, gangguan istirahat dan tidur, serta gangguan bicara. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 112 siswa asrama di SMA Negeri 5 Gowa. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok pulpitis ireversibel (n=50) dan nekrosis pulpa (n=62). Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan tes vitalitas pulpa menggunakan tes termal dingin sesuai panduan American Association of Endodontists. Penilaian dampak fungsional dilakukan menggunakan domain terpilih dari Oral Health-related Endodontic Patient’s Quality of Life Scale (OHQE). Analisis statistik menggunakan uji Mann–Whitney dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Seluruh domain menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok pulpitis ireversibel dan nekrosis pulpa. Kelompok pulpitis ireversibel memiliki skor lebih tinggi pada gangguan makan (7,82±2,76 vs 4,63±1,45; p<0,001), gangguan istirahat dan tidur (6,66±2,62 vs 3,92±1,03; p<0,001), serta gangguan bicara (4,58±2,10 vs 2,71±0,91; p<0,001). Reliabilitas instrumen menunjukkan nilai Cronbach’s alpha yang baik hingga sangat baik (0,809–0,898). Kesimpulan: Pulpitis ireversibel memberikan dampak fungsional harian yang lebih besar dibandingkan dengan nekrosis pulpa pada remaja asrama. Temuan ini mendukung konsep silent endodontic burden pada penyakit endodontik.
KORELASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI ANAK TUNANETRA PASCA EDUKASI MENGGUNAKAN ADA'S TOOTHBRUSH Evi Adawiyyah; Muslimin A; A. Agum Aripratama Arsunan
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3909

Abstract

Latar Belakang: Anak tunanetra memiliki keterbatasan dalam memperoleh informasi kesehatan gigi dan mulut melalui media visual sehingga memerlukan metode edukasi yang sesuai dengan karakteristik mereka. Penelitian ini menggunakan Ada's Toothbrush sebagai media edukasi yang dikembangkan untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada anak tunanetra, bertujuan untuk menganalisis korelasi antara perubahan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi anak tunanetra pasca pendidikan. Metode: Merancang rancangan pra-eksperimental one group pretest-posttest , penelitian ini melibatkan 30 anak tunanetra yang dipilih melalui teknik total sampling . Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut menggunakan media Ada's Toothbrush , sedangkan pengukuran pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Data selanjutnya dianalisis menggunakan uji Spearman pada tingkat signifikansi 5%. Hasil: Berdasarkan hasil uji Spearman's rho diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,282 dengan nilai p sebesar 0,131 (p>0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah antara perubahan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi. Namun, hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan tidak dapat diinterpretasikan sebagai faktor yang berhubungan secara bermakna dengan peningkatan keterampilan menyikat gigi. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif dengan kekuatan lemah antara perubahan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi anak tunanetra pasca pendidikan menggunakan Sikat Gigi Ada, namun hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Kata kunci: Pengetahuan, keterampilan menyikat gigi, anak tunanetra, edukasi kesehatan gigi, Sikat Gigi Ada.
PENGEMBANGAN WEBSITE EDUKASI PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT UNTUK ORANG TUA/PENGASUH ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL DI SLB-C KARYA IBU Dhandi Wijaya; Popyta Wulandari; Sri Wahyuni; Abu Hamid
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3910

Abstract

Latar belakang: Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak disabilitas intelektual memerlukan perhatian khusus dari orang tua atau pengasuh karena keterbatasan kemampuan anak dalam menjaga kebersihan gigi secara mandiri. Kurangnya media edukasi yang sesuai menyebabkan pemahaman orang tua/pengasuh masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang mudah diakses, menarik, dan sesuai dengan karakteristik sasaran. Tujuan: Mengembangkan website edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut untuk orang tua/pengasuh anak disabilitas intelektual di SLB-C. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 7 validator (ahli materi dan ahli media) serta 42 responden orang tua/pengasuh. Data diperoleh melalui lembar validasi dan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif dan uji statistik paired sample t-test. Hasil: Hasil validasi menunjukkan bahwa media website berada pada kategori sangat valid, dengan nilai ahli media sebesar 95%, ahli materi kesehatan gigi dan mulut sebesar 88,7%, dan ahli materi disabilitas intelektual sebesar 87%. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan pengetahuan, dimana nilai rata-rata pre-test sebesar 50,95 meningkat menjadi 87,62 pada post-test dengan selisih sebesar 36,67. Kesimpulan: Website edukasi yang dikembangkan layak digunakan sebagai media edukasi bagi orang tua atau pengasuh anak disabilitas intelektual dan berpotensi meningkatkan pengetahuan dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.