cover
Contact Name
Supandi
Contact Email
dr.supandi@uim.ac.id
Phone
+62818572332
Journal Mail Official
jahsanamedia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ahsana Media : Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian ke-Islaman
ISSN : 23549424     EISSN : 25497642     DOI : https://doi.org/10.31102/am.v7i02.2021
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman dengan nomer Print-ISSN: 2355-0104 and Online-ISSN: 2549-7642, this journal is published by Islamic Religious Fakulty Universitas Islam Madura Pamekasan. Journal published twice a year, every February and Juli. This journal contains conceptual articles and research result report about education and research. To access the articles published in this journal
Articles 126 Documents
EFEKTIFITAS PENERAPAN METODE IQRO’ DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SANTRI DALAM MEMBACA AL-QUR’AN DI TPA BUSTANUDDIN DESA GALIS KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Mustho Fahrurrosi; Abd. Halik
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 8 No 1 (2022): Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman pendidikan al-Qur’an Bustanuddin memang telah menggunakan metode iqro’ sejak lama, dalam pelaksanaannya kegiatan mengaji dan mengajar di TPA Bustanuddin ada dua permasalahan yang menjadi pokok penelitian yaitu (1) Bagaimana efektifitas penerapan metode iqro’ dalam meningkatkan kemampuan santri dalam membaca al-Qur’an di TPA Bustanuddin desa Galis kecamatan Galis kabupaten Pamekasan. (2) Lalu apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode Iqro’ di TPA Bustanuddin Desa Galis Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. penggunaan metode ini dilakukan oleh pengurus untuk mengembangkan kemampuan membaca al-Qur’an dari segi melafalkan khuruf hijaiyah dan sekaligus menghafal bentuk-bentuk huruf yang mudah sampai pada yang lumayan sulit. Dari hasil penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui efektifitas penerapan metode iqro’ dalam meningkatkan kemampuan santri dalam membaca al-Qur’an di TPA Bustanuddin desa Galis kecamatan Galis kabupaten Pamekasan (2) Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh Asatidz ketika meningkatkan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an di TPA Bustanuddin desa Galis kecamatan Galis Pamekasan. Dan diharapkan dapat memberikan masukan dan sumbangsih pemikiran dalam pengembangan ilmu pengetahuan mengenai pembelajaran al-Qur’an dengan menggunkan metode iqro’, khususnya dalam hal kompetensi Asatidz di lingkungan TPA Bustanuddin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif, yang mana pengambilan data ini dilakukan dengan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara memberikan makna terhadap data yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pembelajaran membaca al-Qur’an di TPA Bustanuddin Galis Pamekasan di temukan bahwa (1) Efektifitas Penerapan metode Iqro’ dalam meningkatkan kemampuan santri dalam membaca al-Qur’an di laksanakan setelah sholat magrib berjamaah hingga waktu sholat isyak, hal ini dapat dikatakan efektif terlihat dari bagaimana santri dapat membaca dengan baik dan sesuai dengan qaidah hingga naik pada jlid 6 (akhir), (2) Dan juga dilihat dari adanya faktor pendukung dan penghambat dari penerapan metode iqro’ di TPA Bustanuddin dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an seperti adanya fasilitas penyediaan buku panduan iqro’ dan fasilitas lainya seperti papan tulis hingga al-Qur’an. Kegiatan inti dalam penerapan dengan menggunakan metode iqro’ menggunakan sistem CBSA (Cara Belajar Santri Aktif), selain itu juga bersifat individual, santri langsung berhadapan dengan ustadz/ustadzah dengan membawa buku panduan iqro’ sesuai jilidnya dan langsung membacanya. Selain itu santri juga dibekali dengan hafalan do’a-do’a pendek untuk keperluan sehari-hari, serta membentuk etika dan moral dari diri santri.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF KH. AHMAD DAHLAN DAN RELEVANSINYA DENGAN ERA GLOBAL PENDIDIKAN DI INDONESIA Roybah Roybah; Abdul Munib
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 8 No 1 (2022): Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Konsep Pendidikan Islam Perspektif KH. Ahmad Dahlan dan Relevansinya dengan era global Pendidikan di Indonesia. Penelitian ini dilatar belakangi oleh cara berfikir masyarakat modern saat ini yang masih mementingkan kecerdasan dalam bidang pendidikan umum dan menyingkirkan peran pendidikan Islam. Penelitian ini menganalisa pemikiran KH. Ahmad Dahlan yang telah mendesain konsep pendidikan Islam secara utuh dan sempurna tanpa memisahkan pendidikan umum dengan pendidikan Islam. Pembaharuan pendidikan Islam itu muncul karena respon terhadap pendidikan yang dikotomistik, tidak cukup dari itu juga banyak sebagian masyarakat yang menganggap pendidikan agama tidak mempunyai orientasi kepada kehidupan dunia yang bersifat materil. Sehingga pendidikan Islam terlihat paradoks. Untuk itu umat Islam harus sadar akan pentingnya melakukan pembaharuan pendidikan Islam dan berani memperbaharui sistem pendidikan Islam secara integral. Adapun rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) Bagaimanakah konsep pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan? (2) Bagaimanakah relevansinya konsep pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan dengan era global pendidikan di Indonesia? Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Dengan teknik pengumpulan data dokumenter yaitu penggalian bahan-bahan pustaka yang koheren dengan objek pembahasan yang dimaksud. Sedangkan analisa data yang dipakai dengan analisa ini (content analysis). Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan Konsep pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan adalah pendidikan yang mampu menggabungkan pendidikan agama dan pendidikan umum secara bersamaan tanpa memisahkan salah satu diantaranya. Bagi KH. Ahmad Dahlan akal adalah pondasi utama untuk memasuki dunia ilmu pengetahuan, sehingga peserta didik harus dibiasakan untuk berfikir agar terbentuk karakter kritis dan peka terhadap keadaan sosial sekitarnya. Selain itu, KH. Ahmad Dahlan melalui konsep pendidikan Islam yang telah di desainnya, ingin menjadikan masyarakat muslim modern yang bertakwa kepada Allah, mengamalkan ajaran agama serta berwawasan luas dalam bidang ilmu umum. Dengan begitu akan terbentuk manusia yang berakhlak karimah sekaligus juga berilmu Relevansinya Konsep pendidikan Islam perspekif KH. Ahmad Dahlan dengan era global pendidikan di Indonesia senada dengan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU Sistem pendidikan nasional yakni tercantum dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 yang berbunyi: pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suatu belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
RADIKALISME DARI TERMINOLOGI KE FENOMENA Ibnu Ali; Mujiburrahman Mujiburrahman
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 8 No 1 (2022): Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme telah jadi objek yang ramai dibahas dalam kajian, terutama pasca peristiwa 11 september 2001 di Amerika serikat. Sebuah fenomena baru yang mengarah pada dunia Islam muncul yang disebut dengan terorisme dan fenomena-fenomena yang melatar belakanginya disebut radikalisme. Antara definisi istilah ini dengan apa saja fenomenanya masih abstrak. Sehingga banyak publik terjebak dalam opini yang keliru dalam memahami radikalisme. Selain karena term yang ambigu, radikalisme dipakai untuk menunjuk fenomena tanpa melihat bagamana konsep yang sebanarnya. Bahkan bergeser dari suatu fenomena ke fenomena lain yang dihasilkan dari pandangan secara subjektif. Disini pemahaman banyak orang menjadi simpang siur. Tulisan ini menggunakan metode library research, untuk menelusuri akar istilah dan sejarah penggunaannya dengan menelusuri sumber terkait, baik sumber primer maupun sekunder. Sumber primernya berupa buku yang secara langsung membahas terminologi radikalisme, dan data sekunder berupa sumber pendukung seperti jurnal yang relevan dan fenomena-fenomenanya. Dengan menggunakan pendekatan historis, data kemudian diolah dan dianalisis sehingga menghasilkan kesimpulan. Hasilnya, terdapat makna dasar dan konsep penggunaannya dalam sejarah yang terus mengalami perkembangan dan pergeseran. Pada akhirnya radikalisme dapat dilihat konsep terminologisnya dalam fenomena keagamaan yang bisa berbeda dengan fenomena negara, khususnya Indonesia. Sehingga radikal dalam fenomena keagamaan belum tentu radikal dalam fenomena kenegaraan, dan sebaliknya. Namun bisa saja keduanya bersamaan.
ISTIGHFAR SEBAGAI PEMECAH SEGALA PERMASALAHAN (Penafsiran Ayat Al-Qur’an Tentang Istighfar) Abd. Halik; Mujib Rohman Rohman; Ibnu Ali; Jamiliya Susantin
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 8 No 2 (2022): Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang hamba yang di dalamnya memiliki dimensi Malakuut dan dimensi Iblis tidak akan luput dari kesalahan. Oleh karena itu dia dianjurkan bertaubat dengan memperbanyak baca istighfar dan harus mempunyai tekat untuk tidak kembali lagi melakukan kesalahan tersebut. Istighfar adalah salah satu sarana seorang hamba dalam memohon ampun kepada Allah (Tuhan semesta alam) dari segala perbuatan jelek yang ia kerjakan. Selain itu, membaca istighfar juga berarti memohon pertolongan untuk dijauhi dari perbuatan jelek dimasa yang akan datang. istighfar adalah suatu perkara yang sangat istimewa yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya, supaya mereka termotivasi melakukan kebaikan dan kembali ke jalan yang benar. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis mencoba meneliti dan mengumpulkan ayat-ayat yang menjelaskan tentang istighfar, mulai dari pengertiannya, syarat-syaratnya, macam-macamnya, dan hikmah memperbanyak membacanya.
KEPEMIMPINAN KHARISMATIK Shidqiyah Shidqiyah; Zahratun Naemah; Dedi Eko Riyadi HS
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ahsana Media: Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/ahsanamedia.6.2.2020.81-89

Abstract

Leadership is the existence of a process in leadership to exert social influence on other people, so that other people carry out a process as desired by the leader. The most important point in this case is that leaders can influence their subordinates to do what their leaders lead with full awareness. One of the interesting things that the charisma taik leadership has is that it has an ideological goal to realize a generally agreed vision and mission for the common good. He is also someone who is able to foster motivation that is aligned with the mission of the group. The presence of this charismatic leadership really gives new energy to anyone who is approached or sees it, if he speaks then the words that come out of his mouth will be a living solution for anyone who hears them, will make the listeners' emotions provoked to be persistent and enthusiastic in carrying out the leader's orders. This type of research is a type of qualitative research with a type of literature study or commonly referred to as library research. A literature study is a study that seeks the main source of information or main data from the literature or from books, journals that are relevant to the research to be carried out.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KULTURAL Shidqiyah Shidqiyah; Dedi Eko Riyadi HS; Zahratun Naemah
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 7 No 02 (2021): AHSANA MEDIA: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leadership is the existence of a process in leadership to exert social influence on others, so that the other person carries out a process as desired by the leader. Whatever is the impetus to increase the motivation of both leaders and subordinates is always done. The motivation and spirit are imprinted to always make changes for the better. Changes continue to be made by following the development of various times. Various opportunities are taken seriously for more maximal change. An important awareness is instilled that each individual has potential. This type of research is a type of qualitative research with a type of literature study or commonly referred to as library research. A literature study is a study that seeks the main source of information or main data from the literature or from books, journals that are relevant to the research to be carried out.
PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA: TRADISI NGUNJENG TANDHE’ DAN NILAI MODERASI BERAGAMA (Studi di Kabupaten Sumenep Madura) Zaitur Rahem
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 9 No 2 (2023): Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of religious moderation in a number of scientific studies has so far been elaborated on, including love between people, harmony, balance, justice, and other moderating potentials. Religious harmony in Sumenep district has been established for a long time. Good relations between followers of one religion and another are close and strong. Even this closeness has an effect on the awareness of the Madurese people to be flexible in marrying culture and religious practice. One of them is integrating local culture in miniature practices that are full of Islamic religious teachings. As is the custom of nunjeng tanhe' on the wedding day. The focus of this research is: first, since when did tandhe' customs become an integral part of the practice of religious teachings. Second, what is the background of the people, Ngunjeng Tandhe' as entertainment in Walimatu al-Ursy? Third, what is the form of anti-radicalism education teachings in the ngunjeng tandhe culture and the link between Islam and the local culture? Fourth, what is the positive impact of the struggle between religion and local culture on the religious life of the community in the context of the local community? This research uses a qualitative approach with a type of field research. The object under study is the ngunjeng tandhe' tradition which is carried out by a number of residents in the Sumenep Madura district. The author collects data through documentation studies, interviews and observations. The data collected by the author analyzes well and systematically.
GERAKAN REVOLUSI HIJAU PESANTREN UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN EKOLOGI Ribut Baidi; Ahmad Ahmad; Moh. Soheh
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 9 No 2 (2023): Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/ahsanamedia.9.2.2023.51-61

Abstract

Ecological damage is a fundamental and widespread problem in Indonesia. This is due to environmental business activities carried out by individual and corporate investors. On the other hand, ecological damage is also caused by agricultural activities that are not environmentally friendly, such as the excessive use of fertilizers or chemicals to increase the productivity of agricultural products, as well as the use of springs through irrigation programs which actually kill the water sources themselves. Ecological damage will have an impact on the destruction of agricultural land and will lead to a potentially crucial food crisis in various regions, this is the reason for researchers to conduct this research. The research method in this research is qualitative with data collection techniques are interviews, observaation and documentation data analysis. The results showed that the problem of ecological damage directly opened Islamic boarding schools throughout contributed to initiating the green revolution as an environmentally friendly agricultural movement in order to prevent and anticipate environmental pollution and damage, as well as prevent the emergence of food crises due to damaged agricultural land. Islamic boarding schools, in this case, are required to apply Islamic religious concepts and teachings which not only lead to the strengthening of religious spirituality, social and human relations, but also play a role in protecting the environment as a relation of life. mankind. The research implications show that Islamic boarding schools should have more concern for ecology and green areas in Islamic boarding schools.
GERAKAN KAUM PADRI DI SUMATERA BARAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBAHARUAN PEMIKIRAN ISLAM Ibnu Ali; Mujiburrahman Mujiburrahman
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 9 No 2 (2023): Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 19th century AD was the beginning of the rise of the modern Islamic movement in Indonesia. One of them is the movement of the Padri in West Sumatra which has had a lot of influence on Islamic renewal in Indonesia, especially in West Sumatra. The research method in this study used a literature review or library research approach and the sources of research were several libraries that the researcher considered had a relationship with the research theme which was then reduced so that they became a feasible research source. The findings of this study are that Islamic teachings in Indonesia brought by Islamic propagators have taken the form of doctrines that are exclusive to one school of thought, and most of them adhere to the Shafi'i school of fiqh, and Asy'ariyah in theology. On the other hand, traditions passed down from previous ancestors who were born from Hindu-Buddhist teachings still dominate strongly in people's lives. So this paper analyzes the Padri starting from their movements and reforming ideas in the midst of this social context. The implications of the research show that people come to understand that the Padri movement has made a positive contribution to the renewal of Islamic thought in Indonesia, more specifically in West Sumatra.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ICT (Information, Communication and Technology) terhadap Peningkatan Profesionalisme Guru Al-Qur’an Hadits di MTs Nasyiatus Syubban Tobungan Galis Pamekasan Syaiful Anam; Mohammad Fahrur Rozi; Idon Joni
AHSANA MEDIA:  Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman Vol 9 No 2 (2023): Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/ahsanamedia.9.2.2023.25-33

Abstract

This study aims to determine the impact of the application of the ICT Learning Model as well as to determine the supporting and inhibiting factors as well as the benefits of the Application of the ICT Learning Model on the professionalism of the Teachers of the Al-Qur'an Hadith subject at MTs Nasyaiatus Syubban Tobungan Galis Pamekasan. The approach used in this study is a descriptive qualitative approach. Data sources were obtained through interviews, observations, documentation and questionnaires. while the informants to obtain research data were Al-Qur'an Hadith teachers and MTs Nasyiatus Syubban students. The results of the study show that the application of the ICT learning model has a significant and quite effective impact on the professionalism of Al-Qur'an Hadith Teachers at MTs Nasyaiatus Syubban, as evidenced by the supporting factors the learning atmosphere is more lively, students' learning motivation increases, students feel comfortable and happy, because the teacher applies the media in the learning process. While the inhibiting factor is the lack of variations in learning methods and strategies applied by Al-Qur'an Hadith teachers. The benefits of the professionalism of Al-Qur'an Hadith Teachers in learning activities can increase student motivation and enthusiasm for learning, and are able to provide patterns and colors for religious life in schools.

Page 8 of 13 | Total Record : 126