cover
Contact Name
Walliyana Kusumaningati
Contact Email
walliyana.kusumaningati@umj.ac.id
Phone
+6281113803109
Journal Mail Official
mjnffkk@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat Tangerang Selatan 15419 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
ISSN : -     EISSN : 27222942     DOI : 10.24853
Core Subject : Health, Science,
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food science (MJNF) adalah jurnal ilmiah dalam bidang ilmu gizi dan pangan yang terbit secara berkala, setiap dua kali dalam setahun (Mei dan November), yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. MJNF mempublikasikan informasi mengenai hasil penelitian serta review dalam bidang ilmu gizi dan pangan. Fokus dan ruang lingkup jurnal ini meliputi antara lain gizi klinis, gizi masyarakat, gizi institusi, pangan fungsional, ilmu pangan, dan teknologi pangan. Tujuan utama dari MJNF adalah untuk membentuk forum publikasi, edukasi, pertukaran pendapat, dan untuk mempromosikan kegiatan penelitian dan publikasi secara global.
Articles 58 Documents
Hubungan antara Status Gizi, Asupan Protein dan Zat Besi Terhadap Siklus Menstruasi Remaja Putri di SMAN 1 Jatiroto Purnasari, Galih; Illiyya, Luluk
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.4.1.56-64

Abstract

Latar Belakang: Siklus menstruasi yang tidak normal dapat menyebabkan gangguan kesuburan yang dapat berdampak pada masa depan untuk memiliki keturunan. Gangguan siklus menstruasi dialami oleh 27,3% siswi SMAN 1 Jatiroto. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi, asupan protein, dan zat besi pada siklus menstruasi. Metode: Jenis penelitian observasi analitik dengan Rancangan Penelitian Cross-Sectional dan pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 52 siswi SMAN 1 Jatiroto yang berjumlah 52 orang. Status gizi siswa diukur dengan indikator Z-Score BMI/U. Asupan protein dan zat besi diperoleh dengan melakukan recall 2 x 24 jam pada hari libur dan hari aktif. Siklus menstruasi diperoleh dari kuesioner siklus menstruasi melalui google form. Analisis data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil: Hasil uji statistik tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara status gizi, asupan protein, dan asupan zat besi, terhadap siklus menstruasi (p-value berturut-turut 0,244; 0,072; 0,247 (p0,05)). Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi, asupan protein, dan zat besi dengan siklus menstruasi remaja putri di SMAN 1 Jatiroto. Meskipun demikian, mahasiswi dengan status gizi kurang serta kurang asupan protein dan zat besi cenderung mengalami siklus menstruasi yang tidak normal. 
Daya Terima dan Kandungan Gizi Mie Basah Berbasis Tepung Hati Ayam dan Tepung Talas Bogor Rohmalia, Desi; Dainy, Nunung Cipta
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.4.1.1-13

Abstract

Latar Belakang: Kegemaran masyarakat untuk mengkonsumsi mie semakin meningkat. Peningkatan konsumsi mie instan sekitar 25% per tahun, pada awal tahun 2000 an angka tersebut diperkirakan terus meningkat sekitar 15% per tahun. Hal ini dapat menjadi peluang pengembangan usaha, sehingga perlu dilakukan peningkatan cita rasa dan kualitas. Bahan baku pembuatan mie adalah tepung terigu sehingga menambah jumlah impor tepung terigu, untuk mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu dalam pembuatan mie diperlukan alternatif substitusi tepung dari pangan lokal salah satunya tepung hati ayam dan tepung talas Bogor dimana hati ayam mengandung tinggi zat besi (Fe). Tujuan: Menganalisis daya terima dan kandungan gizi meliputi protein, lemak, karbohidrat, energi dan zat besi (Fe) mie basah berbasis tepung hati ayam dan tepung talas Bogor. Metode: Penelitian ini adalah eksperimental Rancangan Acak Lengkap. Uji organoleptik dan uji daya terima mie menggunakan metode kuesioner. Analisis data menggunakan kruskal wallis dan uji lanjut mann-whitney. Hasil: Terdapat perbedaan antara F0, F1, F2 dan F3 terhadap mutu warna, aroma dan tekstur, sedangkan mutu rasa tidak menunjukkan perbedaan. Pada uji hedonik didapatkan formulasi terpilih adalah F1 dengan nilai 4,23 (suka). Kandungan gizi mie formula F1 yaitu protein 12,67%, kadar lemak total 2,71%, karbohidrat 49,825%, energi 274,37 kkal dan zat besi (Fe) 5,03 mg. Simpulan: Formula terpilih pada penelitian ini adalah mie formula F1 yang mengandung zat besi (Fe) 5,03 mg. Penelitian selanjutnya disarankan dilakukan analisis lama penyimpanan dan juga pengontrolan lama perebusan mie basah.
Hubungan Kualitas Tidur, Tingkat Stres, dan Konsumsi Junk Food dengan Gizi Lebih pada Remaja As-Syafi’iyah 02 Jatiwaringin Simpatik, Rasya Hanifah; Purwaningtyas, Desiani Rizki; Dhanny, Devieka Rhama
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.4.1.46-55

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan beban penyakit di Indonesia disebabkan oleh adanya kejadian peningkatan indeks massa tubuh atau IMT yang diimplementasikan sebagai masalah gizi lebih. Remaja merupakan golongan yang rentan mengalami gizi lebih. Masalah gizi lebih pada remaja yang berlanjut ke usia dewasa dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes melitus, penyakit kardiovaskuler, dan hipertensi. Tujuan: Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur, tingkat stres, dan konsumsi junk food pada remaja di SMAI As-Syafi’iyah 02 Jatiwaringin. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 210 siswa dan sampel sebanyak 93 siswa dengan teknik penarikan sampel menggunakan stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengukuran dan wawancara. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hampir separuh responden mengalami gizi lebih, yakni 34,4% overweight dan 14% obesitas. Sebagian besar responden (83,9%) memiliki kualitas tidur buruk. Sebanyak 63,4% mengalami stress tingkat sedang. Responden yang sering mengonsumsi junk food 87,1%. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa kualitas tidur, frekuensi konsumsi junk food, serta persen kontribusi asupan energi dan lemak dari konsumsi junk food berhubungan dengan gizi lebih pada remaja SMAI As-Syafi’iyah 02 Jatiwaringin dengan p value ≤0,005. Simpulan: Remaja yang memiliki kualitas tidur yang buruk, sering mengonsumsi junk food, serta memiliki persen kontribusi asupan energi dan lemak dari konsumsi junk food yang tinggi berisiko mengalami gizi lebih.
Formulasi Cookies dari Tepung Hati Ayam dan Tepung Kedelai Sebagai Makanan Sumber Zat Besi Pencegah Anemia Pada Remaja Putri Annisa, Sinta Nur; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.4.1.14-27

Abstract

Latar Belakang: Salah satu masalah gizi yang membutuhkan perhatian khusus yaitu anemia. Prevalensi anemia di Indonesia terbilang cukup tinggi, berdasarkan data Riskesdas 2018 proporsi anemia pada perempuan yaitu sebesar 27,2%. Prevalensi remaja putri tahun 2018 yang mengalami anemia yaitu sebesar 48.9%. Untuk mencegah anemia menggunakan tepung hati ayam dan tepung kedelai dengan menghasilkan formula cookies diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan dan perbaikan gizi anemia pada remaja putri. Tujuan: Tujuan penelitian yaitu untuk pengembangan produk melalui formulasi cookies dengan penambahan tepung hati ayam dan tepung kacang kedelai sebagai makanan yang berpotensi dalam pemenuhan zat besi bagi remaja putri untuk mencegah anemia. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental dengan desain penelitian Rancang Acak Lengkap (RAL) 1 kontrol dan 3 perlakuan serta pengolahan data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS). Formula terpilih adalah formula 3 (F3) dengan nilai 4,30 (suka). Hasil: Hasil analisis dengan uji Kruskal Wallis terdapat perbedaan mutu hedonik secara signifikan (p 0,05) pada parameter tekstur, aroma, rasa, dan kesukaan secara keseluruhan. Simpulan: Tidak terdapat perbedaan yang nyata pada parameter warna (p 0,05). Penambahan tepung hati ayam dan tepung kedelai memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter tekstur, aroma, rasa, dan kesukaan secara keseluruhan.
Analisis Determinan Kejadian Stunting di Wilayah Pesisir Danau Limboto Amalia, Mutia Reski; Nuryani, Nuryani; Talibo, Sofyawati D.; Setiawan, Denny Indra; Alimuddin, Alimuddin
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.4.1.65-73

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronik yang ditandai dengan tinggi badan dibawah standar menurut usia dengan indikator z score TB/U –2SD. Stunting dapat disebabkan oleh faktor langsung (pemberian makan dan infeksi) dan faktor tidak langsung (lingkungan dan sosial ekonomi). Tujuan: Untuk mengetahui faktor determinan kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir Kota Gorontalo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan sampel secara accidental sampling hingga diperoleh 225 balita. Determinan kejadian stunting berupa karakteristik sosial ekonomi, sanitasi lingkungan, riwayat status kesehatan dan pemberian makan pada balita. Analisis data menggunakan uji chi square dengan nilai α = 0,05. Hasil: Studi menemukan sebanyak 49,8% balita mengalami status gizi stunting. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan (p value 0,05) antara penghasilan kepala keluarga, penerimaan bantuan sosial, penggunaan jamban, kualitas air, riwayat pemberian kolostrum, ASI eksklusif  dan imunisasi dasar  dengan kejadian stunting pada balita. Sementara berat lahir, panjang lahir, riwayat pengukuran status gizi dalam waktu 3 bulan terakhir yang diamati dari KMS balita, riwayat menderita sakit dalam 12 bulan terakhir berhubungan dengan kejadian stunting pada balita (p value 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan berat dan panjang lahir, riwayat sakit dan pemantauan status gizi dengan kejadian stunting.
Konsumsi Makanan Cepat Saji berhubungan dengan Dismenore Primer pada Remaja di Wilayah Urban Thania, Windy Fira; Arumsari, Imas; Aini, Rahmatika Nur
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.4.1.37-45

Abstract

Latar Belakang: Remaja yang mengalami dismenore dapat mengganggu kegiatan hariannya yang kemudian menyebabkan remaja putri tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolahnya. Dampak jangka panjang dismenore juga dapat menyebabkan terjadinya sindrom ovarium polikistik jika tidak segera diatasi dengan baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas sarapan, konsumsi makanan cepat saji, dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada remaja usia 12 – 15 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan melibatkan 100 siswi SMP Budi Mulia Ciledug dan dilakukan di bulan Agustus tahun 2022, serta menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas sarapan (p-value 0,001), konsumsi makanan cepat saji (p-value 0,000), dan aktivitas fisik (p-value 0,002) terhadap kejadian dismenore primer di SMP Budi Mulia Ciledug. Simpulan: Simpulan yang didapatkan dari penelitian yaitu masih tingginya kejadian dismenore primer di SMP Budi Mulia Ciledug sebesar 81%, intensitas sarapan remaja jarang, konsumsi makanan cepat saji remaja tinggi, dan aktivitas fisik remaja rendah.
Scoping Review: Pengaruh Garden-Based Intervention Terhadap Konsumsi Sayur Siswa Sekolah Dasar Siregar, Mukhlidah Hanun
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.4.1.28-36

Abstract

Sayuran merupakan salah satu komponen bahan pangan yang dianjurkan dalam pedoman gizi. Konsumsi sayuran tidak hanya untuk memenuhi serat, tetapi juga memenuhi zat gizi seperti vitamin, mineral, dan fitokimia. Berbagai data menunjukkan bahwa konsumsi sayur pada anak sekolah lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi buah. Kampanye konsumsi sayur pada anak sekolah telah lama dilakukan di berbagai negara dan menunjukkan hasil yang dapat meningkatkan konsumsi sayur anak sekolah. Telaah ini dilakukan terhadap 5 artikel penelitian yang bersumber dari website sciencedirect.com dengan tujuan untuk mendalami mekanisme pelaksanaan garden-based intervention di sekolah. Kelima penelitian melaksanakan intervensi dengan metode eksperimental dengan waktu intervensi berkisar antara 12 minggu sampai 9 bulan dengan kelompok intervensi dan kontrol berasal dari sekolah yang sama atau berbeda. Usia anak sekolah yang dilibatkan dalam intervensi adalah 8-11 tahun. Kegiatan intervensi meliputi pendidikan gizi di kelas dan aktivitas di luar kelas. Hasil akhir semua penelitian menunjukkan kenaikan konsumsi sayur dibandingkan dengan sebelum kegiatan intervensi. Kegiatan intervensi ini dapat dilakukan di sekolah dengan memasukkan materi intervensi dalam materi pelajaran sekolah dan bagian dari kegiatan anak di luar kelas.
Hubungan Asupan Protein, Asam Folat dan Zat Besi dengan Kadar Hemoglobin Post-Hemodialisis pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis Hendardi, Farah Al Mahdiyyah; Kosnayani, Ai Sri; Listyawardhani, Yana
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 1 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.1.65-73

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) menurunkan fungsi ginjal, menyebabkan anemia. Hemodialisis (HD) dapat menggantikan fungsi ginjal, tetapi memiliki efek samping terhadap asupan protein, zat besi, asam folat, serta mengganggu eritropoiesis. Tujuan:  Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara asupan protein, asam folat dan zat besi dengan kadar Hb pada pasien PGK dengan HD. Metode: Penelitian dilakukan dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 81 pasien PGK yang telah menjalani HD ≥ 6 bulan dengan frekuensi dua kali/minggu dan pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Hasil: Hasil uji analisis univariat menunjukkan nilai rata-rata kadar Hb, asupan protein, asam folat dan zat besi masing-masing 8,6 g/dL; 56 g/hari; 94,5 μg/hari; dan 8,3 mg/hari. Hasil uji menggunakan Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan asupan protein, asam folat dan zat besi dengan kadar Hb (p-value masing-masing yaitu 0,000; 0,036; 0,000). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein, asam folat dan zat besi (p-value masing-masing yaitu 0,000; 0,036; 0,000 (p 0,05)) pada pasien PGK yang menjalani terapi HD di unit hemodialisis UPTDK RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya pada tahun 2023.
Risiko Obesitas pada Anak Akibat Konsumsi Fast Food dan Junk Food: Literature Review Qurrotul 'Aini, Navisyah Dwi; Maharani, Andi Annisa; Maharani, Talitha Dwi; Nurannisa, Nabilah Shafa; Herbawani, Chahya Kharin
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 4, No 2 (2023): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.4.2.110-119

Abstract

Masa anak-anak merupakan periode emas dikarenakan pada usia tersebut proses tumbuh kembang anak sedang berlangsung dengan pesat. Pola makan yang baik dapat menjaga anak tetap sehat dan mencegah timbulnya penyakit malnutrisi seperti obesitas. Penyebab obesitas pada anak salah satunya yaitu kebiasaan mengkonsumsi makanan siap saji (fast food) dan makanan rendah gizi (junk food). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran mengenai seberapa besar risiko obesitas yang ditimbulkan dari pola makan fast food dan junk food pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan metode tinjauan literatur (literature review) dengan mengikuti pedoman PRISMA flowchart yang disesuaikan dengan tujuan penelitian serta menggunakan format PICO. Pencarian artikel dilakukan melalui database elektronik meliputi PubMed, Google Scholar, dan Garuda menggunakan kata  kunci: “risiko obesitas”, “anak usia sekolah dasar”, “fast food”, dan “junk food”.  Pencarian secara online ditemukan 961 artikel. Kemudian diterapkan kriteria eksklusi dan inklusi, sehingga diperoleh 11 artikel yang akan direview. Berdasarkan 11 artikel yang dianalisis, 10 artikel menunjukkan bahwa pola makan yang buruk, seperti konsumsi fast food dan junk food dengan frekuensi berlebih memiliki hubungan yang signifikan dalam menyebabkan obesitas pada anak usia sekolah dasar. Besar risiko mengalami obesitas pada anak yang sering mengkonsumsi fast food dan junk food paling tinggi sebesar 30,7 kali daripada anak-anak yang jarang mengkonsumsi dua jenis makanan tersebut.
Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Konsumsi Fast Food dengan Status Gizi Siswa di SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan Fitria, Fitria; Khoirunnisa, Siti; Furqon, Mohammad
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 1 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.1.22-28

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas fisik yang rendah dan sering mengonsumsi fast food menyebabkan peningkatan risiko gizi lebih. Hingga saat ini masih banyak remaja yang memiliki masalah gizi lebih. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis kaitan antara aktivitas fisik dan konsumsi fast food dengan status gizi siswa di SMK Al-Hidayah Jakarta Selatan tahun 2022. Metode: Studi ini menggunakan desain studi potong lintang pada 60 siswa kelas X dan XI di SMK Al-Hidayah yang diambil secara proportional random sampling. Pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) digunakan untuk pengambilan data variabel status gizi dengan indeks IMT/U. Food Frequency Questionnaire (FFQ) digunakan untuk pengambilan data variabel pola konsumsi fast food, sedangkan Physical Activity Level (PAL) digunakan untuk pengambilan data variabel aktivitas fisik. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil studi menunjukkan responden dengan status gizi normal sebanyak 50%, aktivitas fisik berat sebanyak 45%, dan jarang konsumsi fast food sebanyak 61,7%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada kaitan antara aktivitas fisik (p value 0,009) dan konsumsi fast food (p value 0,003) dengan status gizi siswa. Simpulan: Ada kaitan antara aktivitas fisik dan konsumsi fast food dengan status gizi siswa di SMK Al-Hidayah.