cover
Contact Name
Walliyana Kusumaningati
Contact Email
walliyana.kusumaningati@umj.ac.id
Phone
+6281113803109
Journal Mail Official
mjnffkk@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat Tangerang Selatan 15419 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
ISSN : -     EISSN : 27222942     DOI : 10.24853
Core Subject : Health, Science,
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food science (MJNF) adalah jurnal ilmiah dalam bidang ilmu gizi dan pangan yang terbit secara berkala, setiap dua kali dalam setahun (Mei dan November), yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. MJNF mempublikasikan informasi mengenai hasil penelitian serta review dalam bidang ilmu gizi dan pangan. Fokus dan ruang lingkup jurnal ini meliputi antara lain gizi klinis, gizi masyarakat, gizi institusi, pangan fungsional, ilmu pangan, dan teknologi pangan. Tujuan utama dari MJNF adalah untuk membentuk forum publikasi, edukasi, pertukaran pendapat, dan untuk mempromosikan kegiatan penelitian dan publikasi secara global.
Articles 58 Documents
Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dan Screen Time dengan Kebiasaan Jajan pada Balita Zogara, Asweros Umbu; Pantaleon, Maria Goreti; Nur, Astuti; Nita, Maria Helena Dua; Sine, Juni Gressilda L.; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 1 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.1.13-21

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi jajanan dilakukan oleh semua individu, termasuk balita. Konsumsi jajanan secara berlebihan akan berdampak pada kesehatan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi jajanan pada balita adalah pengetahuan gizi ibu dan screen time. Ibu berpengetahuan gizi baik cenderung memberikan makanan yang sehat dan bergizi kepada anaknya. Penggunaan screen time yang lama akan meningkatkan konsumsi jajanan. Tujuan: menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu dan screen time dengan kebiasaan jajan pada balita. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Kota Kupang pada bulan Maret sampai Juni 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah balita berumur 24-59 bulan berjumlah 366 orang. Data penelitian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Pengetahuan gizi ibu masih kurang (56,6%) dan screen time pada balita cukup tinggi, yaitu ≥2 jam per hari (77,9%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dan screen time dengan kebiasaan jajan pada balita (p value = 0,000). Simpulan: Ada hubungan signifikan antara pengetahuan gizi ibu dan screen time dengan kebiasaan jajan pada balita.
Sebuah Ulasan: Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) di Bidang Obat dan Makanan Yunitasari, Norainny; Na’imah, Jannatun
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 2 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.2.92-102

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) adalah tanaman yang dikenal sebagai sumber pewarna alami. Tanaman ini memiliki banyak aktivitas biologi, yaitu diantaranya sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Aktivitas biologi yang dimiliki oleh bunga telang tidaklah lain karena adanya beberapa senyawa aktif yaitu senyawa alkaloid, tanin, glikosida, steroid, saponin, flavonoid, fenol, dan resin. Banyaknya senyawa aktif yang terkandung dalam bunga telang mendorong dilakukannya penelitian literature review untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan yang sudah dilakukan pada ekstrak bunga telang di bidang obat dan makanan. Literature review yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode PRISMA. Database yang digunakan adalah google scholar dengan menggunakan kata kunci yaitu “cara AND pemanfaatan AND bunga AND telang”. Literature review dengan metode PRISMA ini memiliki beberapa kriteria inklusi, yaitu 1) termasuk artikel original, 2) inti artikel adalah membahas tentang cara pemanfaatan bunga telang dan 3) artikel memiliki identitas lengkap. Identitas artikel meliputi nama jurnal, volum, nomor, dan halaman. Hasil kajian dapat disimpulkan bahwa ekstrak bunga telang sudah dimanfaatkan di bidang obat dan makanan. Di bidang obat, ekstrak bunga telang digunakan sebagai gel antiseptik tangan, salep, tablet hisap, dan nutrasetikal. Pada bidang makanan digunakan sebagai deteksi formalin, deteksi boraks, dan pewarna alami. Dari hasil literatur review ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk dilakukan lebih lanjut penelitian yang membahas tentang apakah ekstrak bunga telang masih tetap memiliki khasiat yang sama setelah berubah menjadi berbagai macam sediaan ini. 
Hubungan Konsumsi Junk Food, Aktivitas Fisik, Durasi Gadget, dan Uang Saku Dengan Status Gizi Remaja SMK Poncol Jakarta Pusat Aprilia, Bela; Permatasari, Tria Astika Endah
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 2 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.2.103-113

Abstract

Latar Belakang: Status gizi adalah ukuran kondisi seseorang yang dapat diamati dari pola makan yang mereka konsumsi. Salah satu kategori status gizi adalah kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan pada remaja sangat penting untuk diawasi karena remaja yang sudah mengalami obesitas memiliki potensi untuk tetap kelebihan berat badan saat dewasa. Hal ini sangat penting karena remaja masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang dapat menyebabkan perubahan cepat yang mempengaruhi perkembangan tubuh dan berat badan mereka. Tujuan: Mengetahui hubungan antara konsumsi junk food, aktivitas fisik, durasi penggunaan gadget, dan uang saku dengan status gizi siswa. Metode: Studi cross-sectional dengan jumlah sampel 80 siswa dipilih secara proporsional dari kelas XI A, B, dan C, menggunakan simple random sampling. Pengukuran yang digunakan adalah IMT/U (Indeks Massa Tubuh) dan menggunakan kuesioner untuk Physical Activity Level (PAL). Analisis data menggunakan uji Fisher's exact. Hasil: Status gizi siswa sebesar 70.0%  tidak kelebihan berat badan, sebagian besar siswa sering konsumsi junk food, memiliki aktivitas fisik yang rendah, durasi penggunaan gadget yang tinggi, dan jumlah uang saku yang tinggi. Ada hubungan signifikan antara durasi penggunaan gadget dengan status gizi siswa (p=0,037). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara konsumsi junk food, aktivitas fisik, dan uang saku dengan status gizi siswa. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget dan status gizi siswa. Durasi penggunaan gadget yang lebih lama cenderung dikaitkan dengan status gizi yang kurang baik, yang dapat disebabkan oleh penurunan aktivitas fisik serta kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat selama penggunaan gadget. 
Analisis Hubungan Konsumsi Makanan Siap Saji, Jajan dan Kebiasaan Sarapan dengan Gizi Lebih Anak Usia Sekolah Dasar Rizqiya, Fauza; Kusumaningati, Walliyana; Dainy, Nunung Cipta
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 2 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.2.114-120

Abstract

Latar Belakang: Gizi lebih yang terjadi pada masa anak – anak akan berdampak pada risiko terjadinya penyakit degeneratif ketika mereka dewasa, diantaranya yaitu jantung koroner, diabetes mellitus, dan bahkan kematian. Di Indonesia, prevalensi obesitas pada anak sekolah cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Terjadinya obesitas dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu kebiasaan konsumsi makanan siap saji, jajan, dan juga sarapan. Pada beberapa penelitian terdahulu menyatakan bahwa sebagian besar anak yang memiliki status gizi lebih sering mengonsumsi makanan siap saji dan tidak melakukan sarapan pagi dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain telepon seluler. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi makanan siap saji, jajan, dan sarapan dengan gizi lebih anak usia Sekolah Dasar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross-Sectional yang dilakukan pada bulan Desember 2022 di SDIT Annuriyah Jakarta. Jumlah sampel penelitian ada sebanyak 75 orang yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data primer, diantaranya yaitu data gizi lebih, kebiasaan konsumsi makanan siap saji, jajan dan sarapan yang didapat dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan yaitu univariat dan bivariat (chi square). Hasil: Hasil uji statistik tidak menemukan hubungan bermakna antara kebiasaan konsumsi makanan siap saji, jajan, dan sarapan dengan gizi lebih (P-value berturut – turut 1,000; 0,054; dan 0,974 (p0,05)). Simpulan:  Tidak terdapat hubungan bermakna antara penelitian kebiasaan konsumsi makanan siap saji, jajan, dan sarapan dengan gizi lebih anak usia Sekolah Dasar di SDIT Annuriyah Jakarta. Meskipun demikian, terdapat kecenderungan anak yang sering jajan mengalami gizi lebih.
Asuhan Gizi pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Infeksi Luka Operasi (ILO) Post-Cranioplasty Prameswari, Fajria Saliha Puspita; Marliyati, Sri Anna; Esmiati, Catur Endri
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 2 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.2.121-133

Abstract

Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan asuhan gizi pada pasien diabetes mellitus dengan infeksi luka operasi post-cranioplasty. Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun dengan hiperglikemia, ILO post-cranioplasty berisiko tinggi malnutrisi dan hasil asesmen SGA menunjukan malnutrisi sedang. Pasien memiliki status gizi kurang dan riwayat gizi asupan protein kurang. Penilaian biokimia menunjukan pasien mengalami hiperglikemia, gangguan ginjal akut, anemia, infeksi, dan ketidakseimbangan elektrolit. Pasien mengalami takikardia dengan kesadaran baik, tanpa disertai mual, muntah, dan sesak napas. Intervensi gizi pasien diberikan kombinasi diet DM 1800 kkal makanan biasa dan 2x200 mL formula komersil khusus diabetes. Hasil monitoring menunjukan perbaikan pada asupan protein, kadar glukosa darah sewaktu (GDS), dan frekuensi nadi pasien. Terapi gizi yang konsisten dan mengandung protein tinggi bagi pasien diabetes mellitus dengan komplikasi infeksi luka operasi berperan penting dalam perbaikan kondisi pasien.
Formulasi Mie Kering Substitusi Tepung Kacang Hijau dan Tepung Daun Kelor sebagai Makanan Tinggi Zat Besi dan Kalsium untuk Remaja Ahmawati, Yeni Atika; Ma'rifah, Bahriyatul; Muhlishoh, Arwin
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 1 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.1.74-91

Abstract

Latar Belakang: remaja gizi kurang merupakan masalah gizi yang terjadi di Indonesia, yang penyebabnya karena pola makan yang kurang bervariasi, dengan jumlah yang sedikit dan yang dikonsumsi tidak lengkap kandungan zat gizi mikronya. Pemanfaatan tepung kacang hijau dan daun kelor yang mengandung zat gizi yang kompleks dapat mengatasi masalah gizi kurang. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kacang hijau dan tepung daun kelor terhadap sifat organoleptik, kadar kalsium, dan zat besi pada produk mie kering. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan perbandingan tepung kacang hijau dan tepung daun kelor yaitu F1 (20 g : 15 g), F2 (25 g : 15 g), dan F3 (30 g : 15 g). Uji organoleptik menggunakan 30 panelis, analisis kandungan kalsium menggunakan metode titrasi permanganometri, dan zat besi menggunakan metode Spektrofotometer. Data uji organoleptik diolah menggunakan uji Kruskal Wallis. Data uji kandungan zat besi dan kalsium dianalisis menggunakan uji ANOVA, dan terdapat pengaruh nyata (p0,05), maka dianalisis uji Duncan. Hasil: dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata pada uji organoleptik dari semua formulasi (p0,05). Hasil analisis kandungan zat besi dan kalsium terdapat perbedaan yang nyata setiap formulasi (p0,05). Formulasi terpilih (F1) memiliki kandungan zat besi 18,30 mg/100 g, dan kalsium 247,6 mg/100 g. Simpulan: Kandungan zat besi dan kalsium per takaran saji (70 g) mie kering sudah memenuhi %AKG remaja usia 16-18 tahun. Produk mie kering dapat diklaim sebagai makanan tinggi zat besi dan sumber kalsium menurut kategori ALG umum.
Pengaruh Berbagai Metode Ekstraksi dan Jenis Pelarutnya pada Kandungan Fitokimia dalam Minyak Jagung : Literature Review Sofiana, Nurani; Permadi, Adi; Jamilatun, Siti; Mufrodi, Zahrul
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol. 5 No. 2 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu minyak nabati yang paling terkenal di Indonesia dan banyak negara lainnya adalah minyak jagung. Minyak jagung telah lama dianggap sebagai pilihan utama di antara minyak nabati karena rasanya yang netral, stabilitasnya yang baik, dan manfaat kesehatannya. Dalam hal produksi tahunan, minyak jagung berada di urutan kesepuluh di antara semua minyak nabati dan menyumbang sekitar 2% dari total minyak nabati yang diproduksi di seluruh dunia. Minyak jagung didapatkan melalui proses ekstraksi bubuk biji jagung menggunakan teknik refluks dan sokhletasi dengan berbagai pelarut, termasuk n-heksana, etanol, dan etil asetat, untuk menghasilkan minyak jagung. Selanjutnya, dilakukan analisis kandungan fenolik dan karotenoid dalam minyak jagung. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstraksi dengan metode sokhletasi menggunakan pelarut etil asetat menghasilkan kandungan fenolik dan karotenoid tertinggi, yaitu mg/kg dan  mg/g. Sementara itu, metode sokhletasi dengan pelarut N-heksana menghasilkan kandungan fenolik terendah dan metode maserasi dengan pelarut etanol menghasilkan kadar karotenoid terendah. Sehingga, metode sokhletasi dapat digunakan dalam industri produksi minyak jagung untuk menghasilkan minyak jagung dengan kadar fitokimia lebih tinggi.
Substitusi Tepung Ampas Kelapa (Cocos Nucifera Lin) Pada Bolu Kukus: Studi Kasus Pemanfaatan Limbah Pangan di RST Bhakti Wira Tamtama Semarang Nadia, Fika Shafiana; Alviaturrohmah, Alviaturrohmah; Zulfa, Aliefya Firda
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol. 6 No. 1 (2025): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.6.1.1-11

Abstract

Latar belakang: Limbah organik yang berasal dari aktivitas pengolahan makanan untuk pasien di Instalasi Gizi Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama setiap harinya hanya dibuang dan belum ada pemanfaatan lebih lanjut. Ampas kelapa juga mengandung berbagai zat gizi, seperti protein, karbohidrat, serta senyawa galaktomanan, selulosa, dan manosa, yang dapat diubah menjadi produk dengan nilai tambah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima panelis dalam pemanfaatan limbah ampas kelapa sebagai tepung untuk substitusi pembuatan bolu kukus. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan F0 (0g ampas kelapa), F1 (20g ampas kelapa) dan F3 (50g ampas kelapa). Analisis sensoris bolu kukus ampas kelapa menggunakan uji organoleptik dengan 5 skala hedonik untuk memprediksi tingkat kesukaan panelis meliputi aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil: Bolu kukus dengan penambahan tepung ampas kelapa yang memiliki tingkat daya terima paling tinggi adalah Formula F1 dari segi warna dan rasa, namun untuk segi aroma dan tekstur Formula F0 lebih unggul. Sementara itu untuk segi nilai gizi Formula F2 memiliki kandungan gizi paling tinggi diantara semua formulasi yaitu energi 111,3 kkal, protein 2,92 gram, lemak 6,17 gram, karbohidrat 11,3 gram dan serat 0,58 gram. Harga per porsi untuk bolu kukus tepung ampas kelapa adalah Rp 869. Setelah dilakukan uji one way anova didapatkan warna memiliki perbedaan yang signifikan sedangkan untuk segi tekstrur, aroma dan rasa tidak ada perbedaan yang signifikan. Simpulan: Limbah ampas kelapa masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi bolu kukus tepung ampas kelapa sehingga dapat mengurangi limbah dan memberikan produk inovasi pangan yang lebih bermanfaat, memiliki nilai guna, dan nilai ekonomis.