cover
Contact Name
Intan Maulina
Contact Email
intanmaulina1509@gmail.com
Phone
+628177776163
Journal Mail Official
intanmaulina1509@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sugeng. Komp. Griya Makmur 7. No D29. Deli Serdang.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 2798365X     DOI : 10.47709/educendikia
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan multi-disiplin ilmu, baik pembelajaran dalam jaringan juga luar jaringan, merdeka belajar, pengembangan metode belajar pembelajaran terkini yang merujuk pada semua tingkat usia dan yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan, sistem sekolah juga strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti mandiri.
Articles 760 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Teknik Role Play History Siswa Kelas IX.2 SMP Negeri 1 Barru Hasminindar, Hasminindar
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 01 (2023): Artikel Riset Edisi April 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i01.2547

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan (Clasroom Research) yang bertujuan Meningkatkan kualitas hasil pembelajaran IPS. Melalui pendekatan teknik Role Play History siswa kelas IX.2 SMP Negeri 1 Barru dengan alur kerja refleksi diri yang berulang yaitu: pencanaan, tindakan, pengamatan, observasi, refleksi, evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dari hasil tes akhir siklus I terdapat 15,62% siswa mendapat nilai tuntas belajar dengan perolehan nilai 75 sampai 100 dengan rataan 65,83 dan hasil tes akhir siklus II meningkat mencapai 78,12% dan siswa mendapat nilai tuntas belajar dengan nilai 75 sampai 100. Dengan nilai rataan 87,3.
Peran Program Kampus Mengajar Angkatan 5 dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Endang Lutfhi Utami; Mulyadiprana, Ahmad; Saputra, Erwin Rahayu
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.2550

Abstract

Pendidikan merupakan upaya untuk mempengaruhi, melindungi, dan membekali peserta didik dengan keterampilan yang diperlukan. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Kebijakan serta Inovasi Pendidikan yang disebut dengan Kampus Mengajar. Program Kampus Mengajar merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan meningkatkan kemampuan Literasi dan Numerasi di Sekolah Dasar. Kampus Mengajar untuk memberikan pengalaman nyata mahapeserta didik guna memberikan perubahan dan mampu mengatasi kekurangan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengekspolrasi dan menganalisis Peran Program Kampus Mengajar angkatan 5 terhadap peningkatan mutu pmbelajaran yang inovatif di tingkat Sekolah Dasar. Studi Kasus dilakukan di SD Negeri 3 Cibunigeulis dengan melibatkan mahapeserta didik yang terdaftar dalam angkatan 5 pada program Kampus Mengajar. Penelitian ini mengadopsi metode Pendekatan Kualitatif dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, seperti Observasi, Wawancara dengan para guru, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian bahwa Program Kampus Mengajar angkatan 5 memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kualitas Pembelajaran inovatif serta dapat dijadikan landasan untuk perbaikan dan pengembangan program ini, memberikan kontribusi yang positif di Sekolah Dasar dan tidak terjadi miss komunikasi antara Pemerintah dan Pihak Sekolah.  Oleh karena itu, Program Kampus Mengajar angkatan 5 dapat dijadikan sebagai salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas Pendidikan sekolah dasar di Indonesia.
Analisis Literasi Sains pada Buku Siswa Tema 3 Kelas 6 di Sekolah Dasar Roberto, Heri Susanto; Setyowati, Dessy; Nurcahyo, Muhammad Aqmal
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.2558

Abstract

Penelitian berjudul “Analisis Literasi Sains pada Buku Siswa Tema 3 Kelas VI Di Sekolah Dasar”. Buku kelas VI Tema 3 dipilih sebagai objek penelitian karena pada umumnya peserta didik kelas VI dapat dikategorikan sebagai peserta didik yang telah mampu berpikir menggunakan pemikiran dengan baik, sehingga dengan penelitian ini dapat diketahui komponen yang ada pada buku siswa apakah sudah menunjukan tingkat literasi yang baik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian bertujuan mengetahui informasi mengenai tingkat literasi sains pada buku siswa tema 3 kelas VI, data yang diperoleh dijaring dengan menggunakan lembar instrumen pedoman aspek literasi sains yang berisikan indikator-indikator kemudian setiap indikator kemunculan akan di persentase untuk memperoleh jumlah kemunculan setiap aspek literasi sains pada objek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa sains sebagai jalan untuk menyelidiki memiliki persentase kemunculan terbanyak yakni 35,95%, kemudian aspek Interaksi sains teknologi dan masyarakat yakni 24,77%, aspek Sains sebagai batang tubuh ilmu pengetahuan yakni 21,14%, aspek sains sebagai cara untuk berfikir 18,12%. Kesimpulan dari penelitian dapat diketahui bahwa seluruh aspek literasi memiliki tingkat literasi sains yang berbeda-beda, namun secara keseluruh buku siswa tema 3 kelas VI di sekolah dasar sudah dibuat dengan baik terlihat dari perbedaan persentase kemunculan yang tidak jauh berbeda.
Kemampuan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar dalam Penguatan Pendidikan Karakter pada Peserta Didik Kelas IV UPTD SD 122380 Sihombing, Melany; Tarigan, Elya Novita; Damayanti, Sri; Sitohang, Angelo; Sitompul, Hamela Sari
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.2567

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UPTD SD 122380 Jln. Kain Suji yang memiliki tujuan utuk mengetahui Kemampuan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik Kelas IV UPTD SD 122380. Pembahasannya dilakukan secara diskriptif. Data yang dikumpulkan didapatkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapang. Pengumpulan data ini dilakukan secara seksama dan berkelanjutan sehingga diperoleh data deskripsi yang mengarah pada sebuah kesimpulan. Dalam pelaksanaan program pendidikan karakter di SD Negeri 122380 Jln. Kain suji, peran guru sebagai pendidik sangat utama. Karena proses pelaksanaan pendidikan karakter ini diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar pada setiap mata pelajaran. Kemudian diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan untuk dijadikan sebagai pembiasaan. Dalam hal ini tidak lepas dari peran penting guru, yang tidak hanya mengajar dan mengejar target kurikulum saja tetapi lebih penting juga dalam memberikan contoh dan teladan bagi siswa-siswanya, serta memberikan arahan dan bimbingan, dan akhirnya menjadi suatu budaya tersendiri bagi sekolah. Guru mengarahkan peserta didik agar dapat memetik nilai-nilai yang terdapat dalam mata pelajaran yang diterimanya, kemudian guru dan siswa merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak SD Negeri Pasirjeungjing Irmawan, Dodi; Mulyadiprana, Ahmad; Muharram, Muhammad Rijal Wahid
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.2592

Abstract

Dalam rangka mendukung suksesnya Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) maka Kemendikbudristek meluncurkan Program Sekolah Penggerak yang bertujuan sebagai pilot project dalam IKM. Namun dalam penerapannya masih terdapat beberapa kekurangan.  Oleh karena itu diperlukan strategi yang tepat dalam IKM. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu guna mendeskripsikan strategi IKM di Sekolah Penggerak SD Negeri Pasirjeungjing. Hasil penelitian diperoleh bahwa strategi IKM di Sekolah Penggerak SD Negeri Pasirjeungjing terdiri dari 4 komponen utama yaitu 1) memahami kerangka dasar dan regulasi Kurikulum Merdeka, 2) pembelajaran dan asesmen, 3) pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), dan 4) pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala yang ditemukan diantaranya 1) kurangnya sarana dan prasarana, 2) SDM yang masih kurang, 3) minimnya pengalaman, 4) kesulitan dalam membangun budaya sekolah. Adapun upaya yang dilakukan Komite Pembelajaran diantaranya 1) guru dituntut lebih kreatif dalam memanfaatkan fasilitas sekolah, 2) mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka, 2) guru berkoordinasi dengan guru penggerak, 4) guru mengikuti pelatihan membangun budaya sekolah dalam IKM. Strategi IKM di SD Negeri Pasirjeungjing selaras dengan alur memahami Kurikulum Merdeka yang dirancang oleh Kemendikbudristek.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis IT di Sekolah Dasar Br Sebayang, Gabriela Anjelika; Simamora, Monang Tua; Br Ginting, Sari Jusnita
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.2618

Abstract

Dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan media pembelajaran berbasis IT membuat siswa tidak bosan  sehingga diharapkan dapat memotivasi siswa untuk belajar. Hasil kajian teoretik menunjukkan bahwa mengembangkan media pembelajaran berbasis IT  dalam kegiatan belajar mengajar di SD membantu guru dan siswa lebih mudah menyampaikan dan memahami materi pembelajaran di dalam kelas. Dengan menggunakan Media pembelajaran berbasis IT yaitu media pembelajaran dimana semua komponen elektronik yang terdiri dari perangkat keras maupun perangkat lunak serta segala kegiatan yang berhubungan dengan pengolahan data baik manipulasi, pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi/data dengan menggunakan komputer dan telekomunikasi. Media pembelajaran berbasis IT dapat dikategorikan sebagai teknologi komputer, multimedia, telekomunikasi dan teknologi jaringan komputer. Adapun fungsi IT dalam media pembelajaran adalah sebagai alat bantu dalam media pembelajaran, sarana/tempat belajar, sebagai sumber belajar, dan sebagai sarana peningkatan profesionalisme.Terdapat banyak model pengembangan media berbasis IT yang dapat dipilih sesuai dengan materi. Diperlukan keseriusan guru agar dapat mengembangkan media pembelajaran ini dengan maksimal.
Memprioritaskan Pendidikan Lingkungan dalam Membangun Kepedulian: Sebuah Studi Relasi Manusia dan Lingkungan Fienda, Tiara Elgi
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.2713

Abstract

Pentingnya suatu pendidikan moral lingkungan kepada pelajar dan mahasiswa bertujuan menumbuhkan timbal balik tanggung jawab atas jasa juang angkatan yang lalu maupun kepada angkatan berikutnya yang akan mewarisi peradaban tanah air. Pertarungan antara kepentingan bisnis, masyarakat, dan alam, acapkali terjadi dimana alam pun seringkali dikalahkan untuk mengutamakan kepentingan ekonomi. Tujuan dari studi ini adalah untuk melihat relasi manusia dan lingkungan dalam konteks Pendidikan dan pembangunan. Bagaimana Pendidikan lingkungan hidup yang cukup akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yang lebih ramah kepada kondisi lingkungan. Studi ini menggunakan metode penelitian studi literatur dengan mengumpulkan sumber literatur dari buku, artikel jurnal, dan sumber pustaka lain yang relevan dan mendukung untuk membangun diskusi Pendidikan dalam ranah pengetahuan lingkungan. Mengutip pendapat Paul Robbins tentang pentingnya pengambil kebijakan adalah untuk memahami konteks dan urgensi pentingnya menjaga kestabilan kondisi lingkungan, mampu memberikan argumentasi yang cukup kuat bahwa Pendidikan lingkungan hidup tidak terbatas untuk siapapun dan membutuhkan waktu yang cukup. Tidak ada yang bisa menjamin, sampai kapan SDA yang tersedia akan mampu memenuhi kebutuhan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dinamika relasi manusia dengan alam, dan bagaimana aspek-aspek sosial dan ekonomi memiliki peranan penting dalam menstimulus konektivitas manusia dengan alam yang menurut beberapa ahli tidak hanya inseparable (tidak terpisahkan) tetapi merupakan satu kesatuan utuh.
Kemapuan Berpikir Kritis Matematis: Pemecahan Masalah Pisa Budiarti, Marlinda Indah Eka
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.2731

Abstract

Berawal dari rendahnya level PISA matematika dirasa sangat memprihatinkan. Padahal salah satu aspek yang diukur oleh PISA adalah kemampuan berpikir kritis, yang dianggap sebagai indikator penting dalam menilai kesiapan siswa menghadapi tuntutan masyarakat modern. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama. Subyek dalam penelitian ini ialah 3 orang peserta didik kelas VIII. Hasil penelitian: Kemapuan berpikir kritis dengan kategori tinggi dapat melewati empat tahapan polya dengan baik dikarenakan subjek telah terlatih mengerjakan soal pemechan masalah; Peserta didik dapat melewati tahapan memahami masalah, menyusun rencana pemecahan masalah serta melaksanakan rencana pemecahan masalah tetapi pada tahapan melaksanakan dan mengecek Kembali,peserta didik kurang  dapat melewati tahapan ini dikarenakan kurangnya Latihan dan cara belajar yang berbeda naun yang lebih mnonjol adalah cara berpikir dalam mengingat Pelajaran yang telah di pelajari serta  kurangnya  kemapuan  dalam menghubungkan ilmu-ilmu yang dipelajari. Subjek dengan kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi memiliki kemampuan dalam mengkoneksikan ilmu yang telah dipelajari degan baik,serta didukung pula dengan seringnya dilatih menggunakan Latihan soal, sedangkan subjek dengan kemapuan berpikir kritis dengan kategori sedang tidak memiliki kemampuan koneksi matematis, serta  subjek dengan kemampuan berpikir kritis dengan kategori rendah sudah terjebak pada tahap awal proses pemodelan dan tidak dapat sampai pada tahap melaksanakan prosedur matematika ketika menyelesaikan tugas berbasis konteks.
Kemampuan Hight Order Thingking Skills Siswa Kelas XI pada Pembelajaran Biologi di SMAN 2 Pekanbaru Wahyuni, Fadma; Hidayati, Nurkhairo
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.2769

Abstract

Higher Order Thingking Skill (HOTS) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan keterampilan berpikir secara mendalam terkait dengan mengolah informasi  atau membuat  keputusan  atau  menyelesaikan  masalah yang  dihadapi secara  kritis  dan  kreatif  melalui  kegiatan  analisis dan sintesis serta dapat menginterpretasikannya. Metode Penelitian yang digunakan adalah Deskriptif kuantitatif. Instrument yang digunakan adalah soal Higher Order Thingking Skills (HOTS), wawancara dan dokumentasi. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3, dan XI MIPA 4 di SMAN 2 Pekanbaru sebanyak 72 siswa. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada kelas XI MIPA 3, dan XI MIPA 4 SMAN 2 Pekanbaru dalam kategori baik dengan persentase 61%. Dari keterampilan berpikir tingkat tinggi pada indikator menganalisis (C4) didapati rata-rata persentase 71% dengan kategori baik, pada indikator mengevaluasi (C5) didapati rata-rata 65% dengan kategori baik, dan pada indikator mencipta (C6) didapati kategori baik dengan rata-rata 61% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan bahwa kemampuan Higher Order Thingking Skills (HOTS) siswa SMAN 2 Pekanbaru tahun ajaran 2022/2023 dalam kategori baik dengan persentase 65%.
Strategi Pengelolaan Stress Mahasiswa dalam Peranannya sebagai Mahasiswa Baru Tahun Angkatan 2023 Milasari , Eunike; Listyaningrum, Listyaningrum
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.2875

Abstract

Latar belakang mahasiswa yang berbeda-beda, mulai dari perbedaan budaya, lingkungan, bahasa, karakter, sikap, sifat, agama, ras, etnis tidak jarang membuat mahasiswa baru memiliki tantangan dan permasalahannya masing-masing. Permasalahan yang ada apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan stres sehingga menganggu proses akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan stres mahasiswa dalam peranannya sebagai mahasiswa baru tahun angkatan 2023. Apa yang menjadi penyebab stres mahasiswa baru ini, serta bagaimana mahasiswa mengelola stres. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa baru angkatan tahun 2023 program studi PG-PAUD FKIP UKSW. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan proses pengambilan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah mahasiswa mampu menguraikan permasalahan yang membuat mereka stres sebagai mahasiswa baru antara lain perbedaan sistem, pola belajar, pola berpikir, lingkungan budaya, lingkungan masyarakat, lingkungan keluarga, jaringan serta perangkat, dan double kegiatan antara belajar dan bekerja paruh waktu serta strategi mengelola stres melalui kegiatan refleksi diri, kegiatan pribadi, serta berdiskusi bersama supaya hal tersebut tidak menganggu proses pembelajaran sebagai akademisi.