cover
Contact Name
Intan Maulina
Contact Email
intanmaulina1509@gmail.com
Phone
+628177776163
Journal Mail Official
intanmaulina1509@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sugeng. Komp. Griya Makmur 7. No D29. Deli Serdang.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 2798365X     DOI : 10.47709/educendikia
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan multi-disiplin ilmu, baik pembelajaran dalam jaringan juga luar jaringan, merdeka belajar, pengembangan metode belajar pembelajaran terkini yang merujuk pada semua tingkat usia dan yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan, sistem sekolah juga strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti mandiri.
Articles 760 Documents
Penggunaan Model Pembelajaran Question Student Have (QSH) terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Saragih, Ersyliana; Gultom, Binsar Tison; Sirait, Paulina H.N
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.3140

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar pada materi dinamika penduduk benua benua di dunia menggunakan model pembelajaran question student have dan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tapian Dolok. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tapian Dolok dengan jumlah 206 siswa. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas yaitu kelas IX-1 dan kelas IX-2 dengan jumlah siswa sebanyak 56 siswa. Teknik analisis data dilakukan dalam  beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa pada kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran question stuent have yaitu 62,86. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran question stuent have yaitu 82,14. Hasil statistik inferensial dengan menggunakan SPSS versi 25 diperoleh nilai sig (2 tailed) < ? atau (0,000 < 0,05) dan nilai thiitung > ttabel (6,947 > 1,674). Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas yang menggunakan model pembelajaran question student have dan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada materi dinamika penduduk benua-benua di dunia kelas IX di SMP Negeri 2 Tapian Dolok.
Pengaruh Model Pembelajaran Ricosre Berbantuan Video Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Siswa Siahaan, Elsa Sulastri; Situmorang, Masni Veronika; Silaban, Winarto
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.3145

Abstract

Salah satu permasalahan pendidikan yang menjadi prioritas untuk segera dicari permasalahannya adalah masalah kualitas pendidikan, khususnya kualitas pembelajaran. Masalah yang menjadi kendala dalam pembelajaran yakni rendahnya hasil belajar siswa yaitu karena rendahnya daya dukung yang digunakan dalam proses pembelajaran, rendahnya kemampuan siswa dalam pembelajaran, serta banyak materi yang abstrak sehingga sulitnya siswa dalam memahami pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X PMIA pada materi virus, pengaruh model pembelajaran ricosre berbantuan video pembelajaran terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X PMIA pada materi virus, pemahaman siswa pada materi virus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan alat ukur (instrumen) penelitian yang bersifat statistik. Hasil analisis data setelah melakukan perhitungan uji t dimana thitung > ttabel yaitu 8,707> 1,666 dengan taraf signifikasi 0,000 jika nilai signifikan (2-tailed) <0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, dengan demikian Terdapat pengaruh dari model pembelajaran Ricosre berbantuan video pembelajaran terhadap hasil Hasil Belajar Siswa Kelas X PMIA Pada Materi Virus Di SMA Negeri 5 Pematang Siantar
Pengaruh Kemandirian Belajar dan Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Sinaga, Grace Labora; Sihombing, Sotarduga; Siantar, Anggun Tiur Ida
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Edisi Agustus 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i02.3193

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar ekonomi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan Kemandirian Belajar dan Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar pada Pembelajaran Ekonomi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data uji regresi linear berganda diperoleh persamaan regresi yaitu Y= 73,53 + -0,002 + 0,045+e Persamaan ini menggambarkan bahwa pengaruh Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar dihitung berdasarkan koefisiensi regresi yang diperoleh yaitu -0,002 artinya jika status kemandirian belajar meningkat sebesar satu satuan maka kemandirian belajar SMA Negeri 2 Pematang Siantar akan bertambah sebesar -0,002. Dari hasil penelitian dan pengelolaan data uji t diketahui bahwa Kemandirian Belajar (X1) diperoleh nilai thitung sebesar -0,095 dan nilai sig sebesar 0,924 pada taraf signifikansi 95% atau ?=5% dan dengan dk n-2 = 49, diperoleh ttabel 2,008. Sehingga dapat dilihat bahwa thitung< ttabel (-0,095<2,008) dan nilai sig (0,924>0,05). Dengan demikian hal ini menjelaskan bahwa hal ini berarti H1 ditolak, dimana variabel Kemandirian Belajar (X1) tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi Belajar (Y) di SMA Negeri 2 Pematang Siantar.
Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Berbasis Budaya Islam pada Dimensi Bernalar Kritis untuk Usia 5-6 Tahun di TK Islam Hidayatullah Semarang Wulansari, Suci
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 03 (2023): Artikel Riset Edisi Desember 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i03.3304

Abstract

Pembelajaran projek berbasis budaya Islam untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila dimensi “Bernalar Kritis” belum pernah dilakukan yang akan dikembangkan, nantinya akan menjadi stimulus peserta didik dalam pembelajaran pada anak Usia Dini. Projek penguatan ini juga dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya. Profil Pelajar Pancasila adalah karakter dan kemampuan yang dilangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui budaya satuan pendidikan, pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, maupun ekstrakurikuler. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian Ini adalah pendekatan penelitian dan pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yang dimaksudkan agar menghasilkan bahan ajar digital menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Dengan adanya kegiatan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila diharapkan terbentuk kepribadian pelajar Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai pada pancasila, salah satu nilai yang terdapat pada Profil Pelajar Pancasila adalah sikap mandiri. Inovasi pembelajaran di TK Hidayatullah Semarang dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan destinasi imajinasi secara sederhana dapat memfasilitasi belajar peserta didik dengan memanfaatkan alat dan bahan yang terdapat disekitar lingkungan tempat tinggal peserta didik. Pengembangan Projek Penguatan Profil Pancasila berbasis budaya islam dimensi bernalar kritis untuk usia 5-6 tahun dalam kegiatan belajar mengajar anak usia dini akan lebih menyenangkan dan anak meingkat kemampuan bernalar kritisnya. Konsep pembelajaran berbasis proyek menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat mendukung konsep “merdeka belajar” pada peserta didik yang dapat menstimulasi bagaimana cara peserta didik berpikir kritis, mandiri, kolaboratif, hingga pada kemampuan memecahkan masalah, sehingga peserta didik akan lebih siap menghadapi tantangan di zamannya dan kehidupan nyata di masyarakat.
Pengaruh Kegiatan Market Day terhadap Kemampuan Bahasa Ekspresif dan Berhitung Permulaan Anak Usia Dini Kelompok B di Tk Negeri Pembina Kecamatan Subah Asmara, Franita Dian
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 03 (2023): Artikel Riset Edisi Desember 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i03.3309

Abstract

Pada anak kelompok B usia 5-6 tahun  di TK negeri Pembina Subah masih banyak dijumpai anak ketika diberi kesempatan oleh guru untuk bercerita di depan kelas anak belum mampu bercerita, anak cenderung menunduk dan menempel dengan guru. Desain dalam penelitian ini adalah desain kausalitas yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan bukti hubungan sebab akibat antara satu variable dengan variable lainnya sehingga dapat diketahui variable yang mempengaruhi dan variable yang dipengaruhi. Penelitian ini bersifat ex-post facto, yaitu jenis penelitian yang variabel independennya merupakan peristiwa yang sudah terjadi. Hasil penelitian, yaitu; 1). Kegiatan Market Day sangat efektif dalam mendukung pembelajaran anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif adan kemampuan berhitung permulaan peneliti berharap anak dibiasakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan semangat dan kreativitas siswa dalam belajar seperti kegiatan Market Day. 2). Guru lebih mengembangkan lagi kegiatan-kegiatan seperti Market Day untuk meningkatkan semangat dan kreatifitas siswa dalam belajar, sehingga pembelajaran tidak lagi menjadi hal yang membosankan karena sistem pengajaran guru yang monoton. 3). Diharapkan pihak sekolah selalu memberikan dukungan untuk guru dalam membuat kegiatan-kegiatan seperti Market Day serta memberi peluang untuk orang tua berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan siswa. Kegiatan market day sangat berpengaruh terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak. Kegiatan market daya berpengaruh terhadap kemampuan berhitung permulaan, karena melalui permainan tersebut anak-anak dapat belajar matematika secara realistik. Kemampuan berhitung permulaan pada anak akan lebih maksimal jika dilakukan dengan sistem pembelajaran yang terpusat. Anak terlibat dalam langsung dalam proses tidak hanya sekedar mendengarkan apa yang disampaikan guru.
Hakekat Pendidikan dalam Kehidupan Manusia: Studi Analisis Empiris Perilaku Masyarakat Suryani, Mulia
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 03 (2023): Artikel Riset Edisi Desember 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i03.3397

Abstract

Pendidikan itu tidak dapat dipisahkan dengan hakikat manusia, karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang dapat dididik dan harus mendapatkan pendidikan. Fungsi pendidikan adalah mempersiapkan anggota masyarakat untuk bisa mandiri dan mampu mencari nafkah sendiri, dan memberikan sumber inovasi sosial dalam masyarakat. Namun, pemahaman dan konsep pendidikan belum banyak dimengerti dan diterapkan dalam kehidupan manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Data dan bahan yang dimaksud dapat diperoleh dari kepustakaan seperti buku, jurnal, dokumen, majalah, ensiklopedia, dan sumber lainnya. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data penulisan artikel ini adalah library reseach, yaitu suatu riset kepustakaan atau penelitian murni. Pendidikan bermaksud membantu peserta didik untuk menumbuh kembangkan potensi-potensi kemanusiaannya. Potensi kemanusiaan merupakan benih kemungkinan untuk menjadi manusia. Tugas mendidik hanya mungkin dilakukan dengan benar dan tepat tujuan, jika pendidik memiliki gambaran yang jelas tentang siapa manusia itu sebenarnya.  Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari sistem sosial, karena ia merupakan produk yang lahir dan tumbuh dalam masyarakat pembangunnya. Pendidikan merupakan gambaran kemajuan dari suatu masyarakat. Pendidikan membantu individu membuat keputusan yang baik dan meningkatkan peluang mereka untuk berhasil dalam hidup. Faktor-faktor pendidikan adalah tujuan, alat, pendidik, peserta didik, dan lingkungan.
Titik Temu Pendidikan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Berdaya Saing Syamsurijal, Syamsurijal
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 03 (2023): Artikel Riset Edisi Desember 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i03.3398

Abstract

Strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkualitas; tidak mudah putus asa, rajin, kreatif dan inovatif, kemampuan manajemen waktu, kerja sama tim, fleksibel, dan mampu bernegosiasi dan kemampuan komunikasi efektif. Namun, masih banyak dijumpai lulusan kurang sesuai dengan permintaan dunia industri dan dunia usaha, yang mengakibatkan banyak lulusan tidak terserap pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Data dan bahan yang dimaksud dapat diperoleh dari kepustakaan seperti buku, jurnal, dokumen, majalah, ensiklopedia, dan sumber lainnya. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data penulisan artikel ini adalah library reseach, yaitu suatu riset kepustakaan atau penelitian murni. Upaya pendidikan dalam mengantisipasi masa depan; peningkatan pendidikan usia dini untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam mengikuti pendidikan. peningkatan perluasan & pemerataan pendidikan dasar berkualitas. SDM unggul adalah masyarakat yang memiliki ciri globalisasi, kemajuan Ipteks dan kesempatan menerima arus informasi yang padat dan cepat. Titik temu pendidikan dan pembangunan adalah pendidikan merupakan usaha ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan usaha keluar dari diri. Pendidikan menghasilkan sumber daya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pendidikan. Kebutuhan pendidikan masa depan: menghasilkan SDM memiliki 3 ciri utama: menguasai Ipteks, memiliki kreativitas, dan solidaritas sosial.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Mubin, Minahul; Aryanto, Sherif Juniar
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 03 (2023): Artikel Riset Edisi Desember 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i03.3429

Abstract

Hakikatnya, pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah ditujukan untuk menumbuhkan kepedulian pesera didik, guru, tata usaha, dan kepala sekolah terhadap keberadaan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan sebagai alat pemersatu bangsa ini. Dalam artikel ini membahas tujuan dan fungsi dari pembelajaran bahasa Indonesia yang diperoleh dari berbagai sumber yang didapat dari internet, buku, ataupun jurnal. Dengan mengetahui tujuan dan fungsi dari pembelajaran bahasa Indonesia guru maupun peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari terutama di lingkungan sekolah dasar. Artikel ini juga membahas beberapa strategi yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa pada empat keterampilan berbahasa. Strategistrategi yang dikemukakan dalam tulisan ini merupakan strategi yang digali dari berbagai sumber literatur. Salah satu aspek yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran ialah penggunaan strategi pembelajaran. Oleh sebab itu, guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi-strategi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Terdapat beberapa strategi yang dapat dipilih dan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar pesrta didik pada empat keterampilan berbahasa. Guru disarankan untuk menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang memberikan beragam pengalaman belajar bagi peserta didik. Bervariasinya strategi pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berbahasa peserta didik.
Kesehatan Mental Remaja dan Tren Bunuh Diri: Peran Masyarakat Mengatasi Kasus Bullying di Indonesia Karisma, Nurul; Rofiah, Aida; Afifah, Siti Nur; Manik, Yuni Mariani
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 03 (2023): Artikel Riset Edisi Desember 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i03.3439

Abstract

Kasus bullying pada remaja meningkat signifikan di Indonesia, Remajanya mengakhiri hidup menjadi penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia. Kekerasan terhadap anak dapat menjadi faktor yang memicu anak mengakhiri hidupnya Tren bunuh diri juga terjadi disepanjang tahun 2023, Indonesia dikejutkan dengan banyaknya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa berdampak pada kesehatan mental dan tren bunuh diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak bullying terhadap kesehatan mental remaja, mengidentifikasi peran masyarakat dalam pencegahan bullying, dan memberikan rekomendasi melibatkan peran masyarakat melindungi kesehatan mental remaja serta mencegah peningkatan tren bunuh diri. Dampak bullying mencakup gangguan mental dan fisik. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan signifikan kasus bullying pada remaja di Indonesia. Data menunjukkan peningkatan kasus dari 119 kasus (2020) menjadi 241 kasus (2023) serta di tingkatan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 50 % sampai 13,5 % tingkat SMA dan SMK. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan mengkaji jurnal, dokumen, dan media online terkait topik permasalahan bullying yang menyebabkan masalah kesehatan mental bahkan tren bunuh diri untuk dikaji lebih lanjut. Diperlukan peran masyarakat untuk pencegahan melalui edukasi dan dukungan kesehatan mental remaja. Keterlibatan masyarakat secara aktif dan kolaboratif adalah kunci menciptakan perubahan positif terkait isu bullying dan kesehatan mental remaja yang merupakan tanggung jawab bersama.
Pengaruh Moderenisasi terhadap Perkembangan Pendidikan Moralitas Remaja Afkarina, Fiki Izzatul; Rohmah, Ni’matur; Ariyanti, Winda; Manik, Yuni Mariani
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 03 (2023): Artikel Riset Edisi Desember 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i03.3456

Abstract

Era modern merupakan masa yang banyak perkembangannya. Baik itu perkembangan kebudayaan, perkembangan pendidikan, maupun teknologi. Saat ini diyakini banyak orang yang lebih nyaman menggunakan teknologi. Perkembangan tersebut tentunya membawa kemudahan dan tentunya memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa era globalisasi ini telah mengubah kehidupan masyarakat secara keseluruhan, baik berdampak pada seluruh aspek kehidupan, seperti adat istiadat, budaya, hingga sistem sosial politik. Modernisasi membawa perubahan nilai, teknologi, dan cara berpikir yang dapat berdampak pada cara kita memberikan pendidikan moral kepada remaja. Dalam konteks ini, Kurikulum Merdeka dirancang lebih kontekstual dan integratif agar dapat menilai bagaimana nilai-nilai moral diperkenalkan dan diajarkan kepada remaja di dunia modern yang selalu berubah. Dengan menggunakan metode pengumpulan data menghasilkan beberapa kasus yang diterima yang dialami oleh remaja masa kini. Hal ini agar kita dapat mengkaji bagaimana modernisasi mempengaruhi metode pendidikan, penanaman nilai-nilai, dan implementasi kurikulum pendidikan moral sebagai jawaban terhadap tantangan zaman yang terus berkembang. Itu semua tidak lain karena kurangnya pantauan dan didikan orang tua terhadap anaknya serta mereka dengan mudah terkena dampak negatif modernisasi yang memicu mereka melakukan hal tanpa adanya pemikiran dan akibat yang terjadi atas perbuatannya. Dan pada akhirnya modernisasi memiliki pengaruh tersendiri bagi remaja baik pengaruh positif maupun negatif. Oleh karena itu, menurut Dimas Pria Andika (2012) seorang pendidik maupun orang tua sebaiknya lebih memberikan pembelajaran etika dalam bertekhnologi informasi dan komunikasi agar tidak menghilangkan moral itu sendiri.