cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Seser Komplek Citra Mulia Residence Blok D. 14 Medan – 20229
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
ALACRITY : Journal Of Education
ISSN : -     EISSN : 27754138     DOI : https://doi.org/10.52121/alacrity.v1i3
Core Subject : Education,
ALACRITY : Journal Of Education is an interdisciplinary publication of original research and writings on education that publishes articles in journal form to an international audience of educational researchers. This journal aims to provide a forum for scientific understanding of the fields of education, social and management and play an important role in promoting the accumulation of knowledge, values, and skills that are transmitted from one generation to another; and to make the methods and content of evaluation and research in education available to teachers, administrators, students, faculty and research workers. This journal covers a wide range of topics,Learning, including, social, curriculum, management science, educational philosophy and educational approaches.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Volume 5 Nomor 2 Juni 2025" : 51 Documents clear
Pengembangan Modul Elektronik Interaktif Dengan Web Sway pada Materi Larutan Penyangga untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMA Irmawati, Dian; Naswir, M.; Yusnidar, Yusnidar
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.745

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat pada saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Tenaga pendidik maupun peserta didik dituntut cakap dalam memanfaatkan teknologi dan efektif dalam penggunaannya, jika kecakapan tersebut tidak dimiliki maka akan berdampak kepada ketidakmaksimalan proses pembelajaran yang berlangsung. Dengan adanya pengembangan bahan ajar, siswa dapat lebih mudah memahami materi yang diajarkan dan guru menjadi lebih inovatif dalam mengajar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan secara konseptual dan prosedural, serta efektivitas e-modul interaktif dengan web sway pada materi larutan penyangga untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA. Prosedur pengembangan mengikuti langkah dari model pengembangan Lee & Owens yang terdiri dari lima tahap yaitu: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian yaitu dari validasi ahli materi sangat layak dengan skor 4,27 dan hasil validasi ahli media sangat layak dengan skor 4,53. Hasil penilaian guru sangat layak dengan skor 4,67. Hasil respon siswa sangat layak dengan persentase 95,24%, 89,14% dan 85,14%. Hasil motivasi belajar meningkat menjadi 73,67% yang artinya siswa termotivasi. Dan hasil belajar meningkat dengan rata-rata N-Gain 0,87. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa e-modul interaktif dengan web sway layak secara konseptual dan prosedural serta dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Analisis Kemenarikan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Android pada Mata Kuliah Rias Pengantin Barat Lusiana, Mitra; Thaitami, Siti Hajar; Silvia, Febri
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.748

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong inovasi dalam pendidikan, termasuk pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemenarikan media pembelajaran AR berbasis Android pada mata kuliah Rias Pengantin Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 20 mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan yang telah menempuh mata kuliah tersebut. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan indikator: daya tarik visual, interaktivitas, kejelasan informasi, kemudahan penggunaan, dan relevansi materi. Hasil menunjukkan bahwa media AR dinilai sangat menarik dengan persentase skor antara 86% hingga 90% di semua indikator. Visualisasi 3D yang realistis, interaktivitas tinggi, serta kemudahan penggunaan membuat media ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar mahasiswa. Kesimpulannya, media AR berbasis Android memiliki potensi besar sebagai alat bantu pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan mendukung pembelajaran mandiri dalam pendidikan keterampilan seperti tata rias.
Boosting Speaking Proficiency Through Make-a-Match: an Experimental Study on Tenth Graders Taslim, Taslim; Ratnawati, Ratnawati; Muhdar, Fahriadi; Waris, Ahmad Mustamir
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.750

Abstract

This study investigates the pedagogical effectiveness of the Make-a-Match cooperative learning technique in enhancing English speaking proficiency among tenth-grade students at SMK Negeri 7 Watampone, Indonesia. The research addresses persistent instructional challenges in EFL classrooms, such as speaking anxiety, limited vocabulary, and low student confidence. Employing a one-group pretest-posttest pre-experimental design, the study measures improvements in accuracy, fluency, and comprehensibility using CEFR-aligned performance-based assessments. Findings reveal statistically significant gains in all speaking components, with the greatest improvement in comprehensibility. These outcomes validate Make-a-Match as a student-centered, interactive pedagogical approach that fosters active engagement, peer collaboration, and contextual language use. Moreover, the study underscores the alignment of this technique with Kurikulum Merdeka and 21st-century educational goals, reinforcing its value in vocational education where communicative competence is vital for employability. It also contributes to the broader discourse on innovative learning strategies by highlighting Make-a-Match as a sustainable instructional model that enhances not only language proficiency but also students' psychological readiness and social interaction skills. The findings offer practical insights for educators, curriculum designers, and policy stakeholders aiming to improve the quality and inclusivity of language education.
Peran dan Tantangan Pendidikan Agama Islam Terhadap Era Globalisasi AS, Weli Tridayatna; Sinaga, Indah Permata; Siregar, Pani Akhiruddin
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.751

Abstract

Pendidikan Agama Islam memainkan peran strategis dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan integritas moral peserta didik di tengah dinamika era globalisasi. Penelitian ini mengkaji peran Pendidikan Agama Islam sebagai benteng moral dalam menghadapi tantangan global, termasuk arus sekularisasi, radikalisme, dan perkembangan teknologi informasi. Pendidikan Agama Islam tidak hanya menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat moderasi beragama, membangun kompetensi global, dan menjaga identitas budaya bangsa. Namun demikian, Pendidikan Agama Islam juga menghadapi tantangan serius, seperti pemisahan antara pendidikan umum dan agama, penyebaran ideologi radikal melalui media digital, ketimpangan kualitas guru, serta kurangnya integrasi kurikulum dengan pelajaran lain. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini menawarkan berbagai strategi pembaharuan Pendidikan Agama Islam. Strategi tersebut meliputi reformasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan pendidikan karakter moderat untuk menangkal ekstremisme, pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang adaptif, serta pengembangan kolaborasi multikultural dalam rangka memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan. Dengan pendekatan ini, diharapkan Pendidikan Agama Islam dapat menjadi instrumen pendidikan yang tidak hanya relevan secara spiritual, tetapi juga adaptif terhadap tuntutan zaman. Pembaharuan ini penting agar Pendidikan Agama Islam mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, berpikir kritis, melek teknologi, serta siap menghadapi tantangan kehidupan global secara bijaksana dan konstruktif.
Pengaruh Budaya Sekolah Terhadap Sikap Toleransi Peserta Didik di SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang Sakinah, Lulu; Legiani, Wika Hardika; Bahrudin, Febrian Alwan
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.760

Abstract

Penelitian ini berdasarkan pada kondisi keberagaman yang terjadi di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang, dalam hal ini sikap toleransi peserta didik merupakan suatu hal yang penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan damai. Salah satu cara untuk membentuk sikap toleransi peserta didik adalah dengan menciptakan budaya sekolah yang mengandung nilai-nilai toleransi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang melibatkan 82 peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan hasil uji normalitas menunjukkan nilai 0,155 lebih besar dari 0,05 yang berarti data berdistribusi normal. Uji linearitas menghasilkan nilai 0,220 yang juga lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan linier yang signifikan antara budaya sekolah dengan sikap toleransi. Uji signifikansi lebih lanjut menunjukkan nilai 0,000 untuk variabel budaya sekolah kurang dari 0,05 menunjukkan bahwa budaya sekolah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sikap toleransi peserta didik. Uji t menunjukkan thitung sebesar 5,072 lebih besar dari ttabel sebesar 1,667, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini memperkuat temuan bahwa budaya sekolah yang mendukung dapat berperan penting dalam membentuk sikap toleransi peserta didik,  yang mendasari terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman budaya, suku, agama, dan bahasa.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Masalah (PBL) Pada Materi Teorema Pythagoras Di MTs Swasta Citra Amanah Tahun Pengajaran 2021-2022 Saragih, Liza Purnama Sari; Zahari, Cut Latifah
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.761

Abstract

Penelitian pengembangan lembar kerja siswa berbasis masalah bertujuan (1) untuk mengetahui kevalidan dan kelayakan sebagai lembar kerja siswa berbasis masalah pada materi teorema Pythagoras, (2) untuk mengetahuin respon siswa mengenai pembelajaran yang menggunakan lembar kerja siswa berbasis masalah. Jenis penelitian ini yaitu pengembangan yang mengacu pada model pengembangan Borg and Gall. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Swasta Citra Amanah sebanyak 2 pertemuan. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket lembar validasi ahli untuk mengetahui bagaimana kevalidan dan kelayakan lembar kerja siswa berbasis masalah, lembar angket respon siswa digunakan untuk mengetahui seberapa besar respon siswa terhadap lembar kerja siswa terhadap lembar kerja siswa yang dikembangkan. Hasil analisis data yaitu (1) hasil validasi dan kelayakan lembar kerja siswa berbasis masalah dari 3 validator yang diperoleh rata-rata 91,25 % dengan katagori valid dan layak digunakan, (2) hasil lembar angket respon siswa dengan skor rata-rata 83,27% dengan katagori sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa lembar kerja siswa berbasis masalah yang dikembangkan dalam penelitian ini berkualitas baik dan layak digunakan.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Bentuk HOTS Menggunakan Model Problem Based Learning Di Kelas VIII MTs Swasta Citra Amanah Ayunda, Dhea; Firmansyah, Firmansyah
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal matematika bentuk HOTS menggunakan model Problem Based Learning di kelas VIII MTs Swasta Citra Amanah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MTs Swasta Citra Amanah. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, tes kemampuan pemecahan masalah dan wawancara. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan model Problem Based Learning pada materi pola bilangan terlaksana dengan baik. Kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII-1 sebanyak 2 siswa termasuk kriteria baik sekali, 9 siswa kriteria baik, 5 siswa kriteria cukup dan 5 siswa kriteria kurang dan 1 siswa kriteria kurang sekali.
Improving English Vocabulary Mastery Through Flashcards Method for Students at SMK Telkom 2 Medan Simarmata, Maria; Tarigan, Natalia W.P.; M.R, Elvira Rosyida
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.770

Abstract

The purpose of this study is to investigate how well eleventh-grade students at SMK Telkom 2 Medan can master English vocabulary with the use of flashcards. The kids' limited vocabulary, especially in vocational schools where English instruction is frequently limited by time and less engaging techniques, is what spurred the research. Two groups participated in a quantitative study utilizing a quasi-experimental design: the experimental group was taught vocabulary using flashcards, while the control group was instructed using traditional techniques. Multiple-choice vocabulary questions were used in pre-tests and post-tests to gauge students' development. The results showed that whereas the control group's average score only increased from 49.6 to 62.0, the experimental group's improved significantly from 51.6 to 79.2. The flashcard strategy greatly improved students' vocabulary acquisition, according to statistical studies, including paired sample and independent sample t-tests (t-value = 7.24; p < 0.001). Furthermore, the results of the questionnaire showed that the majority of students thought flashcards helped them comprehend word meanings, memorize vocabulary more rapidly, and enjoy studying. To sum up, using flashcards to teach English vocabulary turned out to be a successful and entertaining visual aid. This strategy is appropriate for vocational school settings because it not only improved retention but also raised students' motivation and active participation.
Studi Komparatif: Menilik Perbedaan dan Persamaan Pendidikan di Indonesia dan Jepang Gusriani, Amelia; Ash-Shiddiqy, Ahmad Rifqy; Dahniar, Dahniar; Hastuti, Dini Dwi; Agustina, Elly; Ester, Ester; Nur, Fauziah
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Indonesia dan Jepang guna mengidentifikasi keunggulan, tantangan, serta potensi adopsi praktik baik dari masing-masing negara. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-komparatif, yang mengkaji berbagai sumber ilmiah, kebijakan pendidikan nasional, serta dokumen kurikulum resmi yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum Jepang memiliki struktur yang lebih terstandarisasi, dengan penekanan kuat pada pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai moral, dan pengembangan kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital. Kurikulum Jepang juga dirancang secara terintegrasi antara pusat dan daerah dengan dukungan kebijakan yang konsisten serta pelatihan guru yang berkelanjutan. Sementara itu, kurikulum di Indonesia, seperti Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, menawarkan fleksibilitas dalam penerapan di tingkat satuan pendidikan, memungkinkan penyesuaian dengan konteks lokal. Namun, implementasinya seringkali dihadapkan pada tantangan seperti kesenjangan kualitas antar wilayah, keterbatasan sumber daya, serta kurangnya pelatihan dan pendampingan bagi pendidik. Studi ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum di Indonesia perlu diarahkan pada peningkatan konsistensi pelaksanaan, penguatan peran guru sebagai fasilitator, serta peningkatan kualitas evaluasi pendidikan. Dengan mengadopsi beberapa pendekatan dari sistem Jepang yang sudah teruji, Indonesia berpotensi membangun kurikulum yang tidak hanya adaptif dan relevan secara global, tetapi juga berkeadilan dan kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi perumusan kebijakan pendidikan yang lebih progresif dan berkelanjutan di masa depan.
Peran Orang Tua dan Terbatasnya Alat Peraga dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Mawar 4 Amalia, Dini; Norrahmah, Farisha; Fitriah, Fitriah; Shopia, Zahra; Aslamiah, Aslamiah; Pratiwi , Diani Ayu
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.781

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan program dari Kementerian Pendidikan yang memberi keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dan keterbatasan alat peraga memengaruhi implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Mawar 4. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah di SDN Mawar 4 dan dianalisis secara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa orang tua masih belum sepenuhnya memahami tujuan dari Kurikulum Merdeka, terutama bahwa keberhasilan peserta didik tidak hanya dilihat dari nilai, tetapi juga dari sikap, karakter, dan keterampilan peserta didik. Peran serta orang tua yang kurang aktif menjadi tantangan tersendiri dalam mendukung proses pembelajaran. Selain itu, keterbatasan alat peraga juga menjadi hambatan dalam kegiatan belajar mengajar, meskipun guru telah berupaya mengatasinya dengan menggunakan media digital seperti video pembelajaran dan sumber daya yang tersedia. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, guru dan sekolah tetap berusaha menjalankan Kurikulum Merdeka dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan yang ada, serta terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran secara bertahap.