cover
Contact Name
Tri Sunarsih
Contact Email
jice.unjaya@gmail.com
Phone
+6282123521525
Journal Mail Official
jice.unjaya@gmail.com
Editorial Address
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA Kampus 1: Jl. Siliwangi, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55293 Telp. (0274) 552489, Email. jice.unjaya@gmail.com
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
ISSN : 27163490     EISSN : 27163504     DOI : https://doi.org/10.30989/jice.v3i2
Core Subject : Health, Social,
Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Jurnal JICE merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang membahas praktik dan proses pelibatan masyarakat. Jurnal JICE menyediakan forum bagi para akademisi, praktisi dan perwakilan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan merefleksikan praktik-praktik yang berkaitan dengan berbagai kegiatan yang dilibatkan. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE) adalah Jurnal Ilmu Pengetahuan Terapan. Jurnal ilmu terapan didasarkan pada penelitian asli yang terkait dengan program pelibatan masyarakat. Jenis penelitian tergantung pada bidang Anda atau topik pelibatan masyarakat (program yang telah dilakukan, percobaan, dampak program, survei, wawancara, kuesioner, dll.). Jurnal penelitian akan didasarkan pada analisis dan interpretasi antara teori dan program pelibatan masyarakat dan Anda perlu menjelaskan masalah yang dihadapi oleh masyarakat setempat di mana program ini dilakukan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 201 Documents
Edukasi Pemanfaatan dan Pengolahan Tanaman Jahe Untuk Kesehatan Leswara, Dianita Febrina; Larasati, Niken
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 6 No 2 (2024): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v6i2.1398

Abstract

Bangsa Indonesia secara turun temurun menggunakan tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menanggulangi masalah kesehatan. Pada umumnya penggunaan obat tradisional dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan obat modern. Akan tetapi tetap diperlukan ketepatan penggunaan obat tradisional untuk meminimalisir efek sampingnya. Pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan dan pengolahan tanaman jahe untuk kesehatan salah satunya dapat digunakan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan dan kesehatan keluarga. Untuk itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: meningkatkan pengetahuan tentang khasiat tanaman jahe secara ilmiah, meningkatkan pengetahuan tentang tata cara menanam tanaman jahe, dan meningkatkan keterampilan untuk mengolah tanaman jahe menjadi minuman yang bermanfaat bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Metode ceramah untuk menjelaskan tentang khasiat tanaman jahe dan mempraktekkan pengolahan jahe menjadi bahan minuman yang berkhasiat bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan berjalan dengan baik dan berhasil, dilihat dari keberhasilan target jumlah peserta pelatihan, ketercapaian tujuan pelatihan, ketercapaian target materi yang telah direncanakan, dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi memenuhi target yang telah ditetapkan. Program pengabdian masyarakat tentang Edukasi untuk Peningkatan Pengetahuan tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) terhadap Pemanfaatan tanaman Jahe.
Penyuluhan Hipertensi dan DAGUSIBU Obat Antihipertensi Puji Lestari, Mardiana; Rusydan, Azka Muhammad
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 6 No 2 (2024): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v6i2.1400

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg atau tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg pada pemeriksaan berulang. Penyakit ini termasuk penyakit degeneratif yang dapat mengakibatkan kerusakan organ vital tubuh seiring berjalannya waktu. Penderita hipertensi diperkirakan sebesar 22% dari total populasi di dunia. Hipertensi termasuk masalah kesehatan global yang cukup berbahaya, dan menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner dan penyakit ginjal. Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga dikenal sebagai silent killer karena pada kebanyakan kasus pasien tidak mengetahui kapan mengalami tekanan darah tinggi dikarenakan pada pemeriksaan fisik seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda sampai terjadi komplikasi. Pencegahan dan penanganan yang tepat akan mengurangi dampak atau risiko terhadap terjadinya komplikasi yang tidak di inginkan. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Dukuh Beji tentang penyakit hipertensi dan DAGUSIBU obat antihipertensi sebagai upaya promotif dan preventif. Metode kegiatan penyuluhan diawali dengan pemeriksaan kesehatan yaitu pengukuran tekanan darah, selanjutnya dilakukan pretest yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi kemudian diakhiri dengan posttest. Hasil kegiatan penyuluhan dari 26 peserta diperoleh karakteristik peserta mayoritas berusia >61 sebanyak 50%, dengan jenis kelamin perempuan 69,2%, dan tekanan darah berada pada rentang tidak normal 69,2%. Pada evaluasi tingkat pengetahuan terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang dilihat dari hasil pretest sebelum dilakukan penyuluhan masih ada masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 15,4%, setelah diberikan penyuluhan dan diberikan postest diperoleh tingkat pengetahuan seluruh peserta 100% dalam kategori “Baik”.
Peningkatan Rasionalitas Swamedikasi Melalui Sosialiasi Gerakan Sadar Obat Bebas DAGUSIBU Lutfi Hidiyaningtyas; Larasati , Dwi
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 6 No 2 (2024): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v6i2.1406

Abstract

. Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 melaporkan persentase masyarakat yang melakukan swamedikasi di Provinsi DI. Yogyakarta sebesar 82,74%. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan persentase tahun 2021 yaitu sebesar 80,68%. Tingginya tingkat swamedikasi dan adanya banyak faktor yang mendasari seseorang melakukan swamedikasi harus menjadi perhatian bagi seorang apoteker. Kesalahan dalam pengobatan (medication error) merupakan permasalahan yang banyak terjadi di kalangan masyarakat pada swamedikasi. Salah satu hal yang mendukung terjadinya peristiwa tersebut karena kurangnya edukasi yang memadai kepada masyarakat terkait informasi mengenai cara mendapatkan obat dengan benar, menggunakan obat dengan benar, menyimpan obat dengan benar dan membuang obat dengan benar. Masyarakat Dukuh Medelan, Kelurahan Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul merupakan salah satu masyarakat yang sering melakukan swamedikasi pada kondisi-kondisi yang ringan seperti demam, batuk, dan diare dengan membeli obat di warung atau apotek terdekat. Dari hasil observasi diketahui bahwa tingkat pengetahuan tentang penggunaan dan pengelolaan obat masyarakat Dukuh Medelan masih rendah, sehingga perlu adanya pemberian edukasi kepada masyarakat Dukuh Medelan tentang pentingnya menggunakan obat dengan benar, meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih dan menggunakan obat secara benar, dan akhirnya akan meningkatkan penggunaan obat secara rasional dalam swamedikasi.
Pemberdayaan Ibu PKK Untuk Mewujudkan Keluarga Sehat dan Berkualitas di Panggungharjo Sewon, Bantul, Yogyakarta Hindriyawati, Wiwin; Revika, Era; Cahya Ningsih, Rihul Aula; Haba, Valentesa Dwiyanti; Ariani, Thania
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 6 No 2 (2024): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v6i2.1415

Abstract

Clean and healthy living behavior is a form of daily behavior that is very important to carry out because it supports the creation of a better quality of life. Balanced Nutrition is a reference for someone to consume nutrients according to the body's needs so that they can prevent various nutritional problems. Objectives: Increase the knowledge of PKK mothers about the importance of clean and healthy living behavior, can change their lifestyle to be cleaner and healthier, Learn the importance of fulfilling balanced nutrition. Method: The method used in this community service is counseling and movie learning to 29 female PKK in Panggangharjo District. Results: In this service, the results obtained were that the knowledge of female PKK increased as seen from the pretest and posttest scores. It is known that the percentage of pre-test results who lack knowledge about clean and healthy living behavior and balanced nutrition is 31%. At the time of counseling, the post test results were 0%. Then for the pretest results with sufficient knowledge, the results were 52%, dropping to 31%. Meanwhile, the pretest results of participants from 17% experienced an increase in knowledge which was visible from the posttest results to 69% with the results of participants' knowledge becoming better.
a Sosialisasi Cara Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak di Dukuh Beji, Sumberagung, Jetis, Bantul, D.I. Yogyakarta Puji Lestari, Mardiana; Anggraini, Amelia Putri; Najmi, Khairi
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 1 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i1.1429

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang muncul dalam waktu relatif singkat yang sangat berbahaya dan mematikan. Penyakit DBD disebabkan oleh infeksi virus dengue ke manusia. Vektor penyebar virus dengue yaitu Aedes aegypty. Beberapa upaya telah dilakukan untuk menanggulangi vektor penyebaran penyakit DBD, salah satunya yaitu dengan penggunaan lilin aromaterapi. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan menciptakan keterampilan baru dalam memanfaatkan alat dan bahan yang sederhana sehingga dapat menjadi inovasi baru bagi warga Dukuh Beji dalam menanggulangi vektor nyamuk Aedes aegepty. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode praktik langsung untuk membuat produk lilin aromaterapi. Secara keseluruhan, respon dari program kerja ini sangat baik dilihat dari segi diskusi serta tanya jawab. Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai pembuatan lilin aromaterapi dengan zat aktif dari bahan alami mampu memberikan pengetahuan bagi ibu-ibu PKK Dukuh Beji. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah ibu – ibu PKK di Dukuh Beji diharapkan mampu membuat secara mandiri yang kemudian dapat dijadikan sebagai peluang usaha
Edukasi penggunaan antibiotik untuk mencegah resistensi Kurniawati, Endah; Sari, Kurnia Rahayu Purnomo; Tenabolo, Vilkanova Asenath Inna
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 1 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i1.1435

Abstract

Resistensi antimikroba khususnya antibiotik merupakan masalah kesehatan yang terjadi secara global. Keberadaan resistensi ini dapat menyebabkan ketidakefektifan dari antibiotik yang diberikan. Jika individu tidak menghabiskan antibiotik yang diberikan maka bakteri tersebut akan berkembang dan membangun resistensi terhadap antibiotik tersebut. Resistensi sendiri merupakan suatu proses yang alami terjadi seiring dengan perubahan genetik yang terjadi pada patogen/mikroba. bakteri tersebut akan berkembang dan membangun resistensi terhadap antibiotik tersebut Namun penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan dapat mempercepat tingkat kejadian resistensi tersebut. Kegiatan pengabdian ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi agar masyarakat lebih bijak menggunakan antibiotik. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 19 peserta dari Padukuhan Barongan, Sumberagung, Jetis, Yogyakarta. Berdasarkan hasil evaluasi pretest dan posttest, peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penggunaan antibiotik dari 93% menjadi 100%. Peserta memiliki pemahaman awal yang baik. Adanya peningkatan pemahaman antara pretest dan posttest tersebut menjadi petunjuk bahwa kegiatan ini bermanfaat meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan antibiotik yang rasional. Kegiatan ini berjalan lancar dengan antusiasme yang luar biasa dari para peserta selama kegiatan
Education and Socialization of DAGUSIBU Programs for Chronic Diseases in Titang, Sumberagung, Bantul Syahyeri, Afrizal; Titami, Arina; Novela, Silvia Nadia; Widane, Made
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 1 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i1.1437

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu kasus penyakit kronis dengan prevalensi terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Obat-obatan dan alat kesehatan sering digunakan oleh penderita DM maupun penyakit kronis lainnya. Tenaga kefarmasian berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengelolaan obat dengan program Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang (DAGUSIBU). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Padukuhan Titang, Sumberagung, Bantul tentang pengelolaan obat melalui edukasi dan sosialisasi program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat yang baik dan benar serta meningkatkan status kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan gratis yaitu glukosa darah dan pengukuran tekanan darah.  Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan secara langsung sesuai dengan roadmap pengabdian dosen pada tahun 2024. Sasaran masyarakat pengabdian ini ditujukan pada masyarakat lanjut usia dan pralansia. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan sosialisasi edukasi DAGUSIBU dengan media leaflet dan powerpoint. Evaluasi pengabdian dilaksanakan berupa pretest dan posttest untuk mengukur pengetahuan masyarakat terkait materi DAGUSIBU yang sampaikan. Berdasarkan hasil analisis pemberian edukasi dan sosialisasi dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dari 40% menjadi 76% tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang (DAGUSIBU)
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYA KOMPLIKASI DIABETES MELITUS PADA IBU PKK Andriani, Yuni; Tsalasani, Nanda
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 1 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i1.1440

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat berlangsung dalam jangka panjang serta dapat mengakibatkan kematian. Kematian pada penderita DM tidak secara Iangsung terjadi akibat hiperglikemi, tetapi dapat berhubungan dengan komplikasi yang terjadi. Penderita DM memiliki potensi 5 kali Iebih besar untuk timbul gangren, 17 kali Iebih besar untuk menderita kelainan ginjal dan 25 kali Iebih besar untuk terjadinya kebutaan dibanding dengan populasi normal. Selain itu, penderita DM juga memiliki resiko kardiosebrovaskuler seperti hipertensi, stroke, hingga serangan jantung. Prevalensi penderita DM di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan dalam 3 tahun terakhir yakni pada tahun 2020 terdapat 10.653 kasus kemudian meningkat pada tahun 2021 yakni sebanyak 13.327 kasus dan pada tahun 2022 sebanyak 13.676 kasus. Peningkatan prevalensi DM harus disertai dengan peningkatan pengetahuan tentang penyakit tersebut di kalangan masyarakat agar dapat membantu dalam pencegahan, manajemen, dan pengendalian penyakit DM sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan penyuluhan dalam bentuk promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang bahaya komplikasi DM, edukasi senam kaki dan deteksi dini The Ipswich Touch Test (IpTT). Pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada ibu PKK Padukuhan Pangkah sejumlah 30 orang. Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu pre test dan post test, ceramah, dan diskusi. Hasil dari nilai pre test peserta yakni sebanyak 16 (53,33%) peserta yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan 10 (33,34%) peserta dan 4 peserta (13,33%) masing- masing memiliki pengetahuan hipertensi yang cukup dan kurang. Hasil post test menunjukkan bahwa sebanyak 23 peserta (76,67%) memiliki pengetahuan yang baik, 7 peserta (23,33%) memiliki pengetahuan yang cukup dan tidak ada peserta yang memiliki pengetahuan yang kurang. Adanya peningkatan nilai pre test ke nilai post test ini menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan yang diberikan terhadap pemahaman peserta
JICE-Implementasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Gunung Berapi di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan.docx Nirmalasari, Novita; Sari, Ike Wuri Winahyu; Yuliasari, Hesty
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 1 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i1.1494

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta juga rawan dengan letusan gunung api dengan adanya gunung api aktif yaitu Gunung Merapi. Kabupaten Sleman menjadi salah satu kawasan rawan bencana (KRB) gunung Merapi. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak yang cukup besar dari peristiwa meletusnya Gunung Merapi. Wilayah kerja Puskesmas Kalasan yang merupakan bagian dari Kabupaten Sleman masih banyak masyarakat yang kurang memahami mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Metode yang dilakukan adalah edukasi dan pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana gunung berapi. Tujuan dari kegiatan tersebut sebagai upaya peningkatan pengetahuan untuk mencegah dampak bencana. Peserta kegiatan adalah remaja yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kalasan yang berjumlah 44 remaja. Hasil kegiatan yaitu pada aspek pengetahuan dan mobilisasi sumber daya memiliki rata rata penilaian cukup tinggi. Sedangkan pada aspek rencana tanggap darurat dan sistem peringatan bencana memilki rata rata penilaian cukup rendah. Implementasi kegiatan memberikan dampak yang baik dibuktikan adanya peningkatan sebelum dan sesudah PkM, yaitu pada aspek pengetahuan, aspek rencana tanggap darurat, aspek sistem peringatan bencana, dan aspek mobilisasi sumber daya. Hal ini berarti terdapat peningkatan keberdayaan masyarakat dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana gunung berapi. Kesimpulan dari kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan yang dilihat dari aspek pengetahuan, rencana tangap darurat, sistem perigatan bencana dan mobilisasi sumber daya.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) Terutama yang Disebabkan Oleh Seks Bebas Remaja di Dukuh Manggung, Sumberagung Junita, Fina; Ardianto, Lisman Septa; Putri, Anggraeni Widya; Azzahra, Cindy; Husna, Lailatul; Sabilah, Nakkyah Sal; Azizah, Nuriyatul; Wulandari, Sephia; Novitasari, Trilia; Khusna, Zella Nufusul; Purnomosari, Kurnia Rahayu; Ulvia, Rengganis
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 1 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i1.1436

Abstract

Seksualitas merupakan aspek yang berkaitan dengan reproduksi serta mencakup dimensi fisik, biologis, psikologis, dan sosial. Remaja perlu memiliki kesadaran positif terhadap seksualitas agar dapat membentuk perilaku yang sehat dan menjadi individu yang matang secara jasmani maupun rohani. Kesalahpahaman tentang seksualitas umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, misalnya anggapan bahwa alat kelamin merupakan bagian tubuh yang kotor dan tidak boleh disentuh. Globalisasi dan kebebasan informasi telah memicu perubahan perilaku seksual yang tidak sehat, yang berdampak pada berbagai masalah kesehatan reproduksi, seperti pernikahan dini, kehamilan di usia remaja, kehamilan tidak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual, HIV/AIDS, infertilitas, dan kanker organ reproduksi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja Dukuh Manggung mengenai Penyakit Menular Seksual (PMS). Materi yang disampaikan meliputi pengenalan PMS, khususnya yang berkaitan dengan perilaku seks bebas, agar remaja memahami cara menjaga kesehatan reproduksi, mengenali gejala, serta melakukan tindakan pencegahan. Pemahaman peserta diukur melalui hasil pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 10 soal pilihan ganda. Hasil pretest menunjukkan bahwa 16 peserta (55,17%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai PMS, terutama yang disebabkan oleh seks bebas. Setelah pemberian materi oleh pemateri, terjadi peningkatan pengetahuan, yang terlihat dari hasil posttest, di mana sebanyak 18 peserta (62,1%) menunjukkan pemahaman yang baik terhadap PMS.