cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 5 (2025)" : 35 Documents clear
Insersi Moderasi Beragama dalam Bingkai Pendidikan Karakter Disiplin dan Patriotisme pada Sekolah Dasar Handayani, Riski; Nursikin, Mukh.
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.529

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang implementasi nilai wasathiyah (moderasi) Islam Istiqamah (disiplin) dan Hubb al – Watan (sikap patriotisme) di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga melalui kegiatan Hizbul Wathan. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan nilai wasathiyah Islam tersebut, juga untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta menemukan solusi untuk mengatasi masalah yang ada. Data dikumpulan melalui teknik triangulasi sumber data berupa observasi lokasi, dokumentasi, dan wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, Pembina Hizbul Wathan, dan Peserta didik. Kemudian data dianalisis melalui teknik penyajian data, seleksi data, dan analisis data. Sebagai temuannya adalah bahwa implementasi nilai wasathiyah (moderasi) Islam Istiqamah (disiplin) dan Hubb al – Watan (sikap patriotisme) di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga adalah melalui berbagai macam metode diantaranya adalah metode ceramah, keteladanan, pembiasaan, nasihat, serta metode reward dan punishment. Melalui kegiatan pembiasaan senyum sapa, dan salam, kegiatan apel pagi, berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, pembiasaan murajaah juz 30, pembacaan al-asma al-husna setiap pagi, kegiatan salat duha, salat zuhur berjamaah, kajian Jumat, pembiasaan penggunaan produk dalam negeri, pembiasaan berbaris dengan rapi sebelum kegiatan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, melafalkan Pancasila, serta melalui kegiatan Hizbul Wathan yang dilakukan setiap hari Jumat. Adapun faktor pendukung dari keberhasilan implementasi nilai wasathiyyah Islam Istiqamah (disiplin) dan Hubb al-Wathan (sikap patriotisme) adalah fasilitas sekolah yang memadahi, kerjasama yang baik antara guru, orang tua,  masyarakat, dan peserta didik dalam mewujudkan sikap persatuan dan kesatuan, serta dukungan penuh dari sekolah dalam mendukung kegiatan Hizbul Wathan sebagai wadah pembentukan karakter disiplin dan cinta tanah air (patriotisme) pada peserta didik sehingga tertanamlah karakter yang luhur tersebut pada setiap diri peserta didik.
Efektivitas Penggunaan LKPD Terintegrasi STEM-PjBL pada Materi Indikator Asam dan Basa Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Firdaus, Salsabila; Parbuntari, Hesty
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.590

Abstract

Telah tersedia LKPD terintegrasi STEM-PjBL pada materi indikator asam basa yang telah diuji validitas dan praktikalitas namun belum dilakukan uji efektivitas terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terintegrasi STEM-PjBL terhadap hasil belajar siswa pada materi indikator asam basa kelas XI Fase F SMAN 1 Kecamatan Guguak. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang dikembangkan oleh Syuhaibaitul Islamiah. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda berjumlah 15 soal, populasi penelitian adalah kelas XI Fase F SMAN 1 Kecamatan Guguak. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yang ditentukan oleh guru. Sebagai sampel penelitian terpilih kelas XI.F-2 sebanyak 28 orang dan XI.F-3 sebanyak 32 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata N-gain kelas eksperimen sebesar 0,78 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol sebesar 0,64 (kategori sedang). Selanjutnya, uji-t independen menghasilkan nilai signifikansi (2- tailed) sebesar 0,003 0,05, artinya terdapat perbedaan antara hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan penggunaan LKPD terintegrasi STEM-PjBL pada materi indikator asam basa efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
Implementasi Habituasi Ritual Agama dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di SMP N 1 Mertoyudan dan SMP N 3 Satu Atap Kaliangkrik Kabupaten Magelang Lestari, Atik Dwi; Biantoro, Oktio Frenki
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi habituasi ritual agama dalam menanggulangi kenakalan remaja di SMP N 1 Mertoyudan dan SMP N 3 Satu Atap Kaliangkrik. Fokus utamanya meliputi bentuk habituasi yang dijalankan, perbedaan pendekatan antar sekolah, serta faktor penghambat dan pendukungnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dikumpulkan dari 12 informan utama, terdiri atas kepala sekolah, guru PAI, wali kelas, dan siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam kegiatan keagamaan. Analisis dilakukan dengan pendekatan triangulasi dan teori-teori pendidikan karakter serta kontrol sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan kasus kenakalan, dari rata-rata 7 kasus per semester menjadi 2 kasus setelah program berjalan. Habituasi seperti salat dhuha, pembacaan Asmaul Husna, infaq harian, dan kajian pagi menjadi kunci keberhasilan. Faktor pendukung utama adalah kolaborasi sekolah dengan orang tua serta keteladanan guru, sedangkan kendala utama berasal dari kurangnya motivasi intrinsik siswa dan tantangan geografis. Temuan dikuatkan oleh kutipan langsung siswa dan guru. Studi ini menyimpulkan bahwa habituasi ritual agama efektif sebagai strategi preventif kenakalan remaja dan merekomendasikan penguatan sinergi sekolah-orang tua serta pelatihan rutin bagi guru.
Konsep Pendidikan Nilai Dalam Filsafat Pendidikan Menurut Al-Ghazali dan Ki Hadjar Dewantara Nurdiana, Asri; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.542

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis konsep pendidikan nilai dalam perspektif dua tokoh besar, yaitu Al-Ghazali dan Ki Hadjar Dewantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menelaah karya-karya dan pemikiran kedua tokoh yang berpengaruh dalam sejarah pendidikan Islam dan pendidikan nasional Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menekankan pendidikan sebagai proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menempatkan akhlak sebagai inti dari pendidikan. Di sisi lain, Ki Hadjar Dewantara memandang pendidikan sebagai upaya pembudayaan nilai-nilai luhur bangsa untuk membentuk manusia merdeka, berkarakter, dan berjiwa sosial. Meskipun berasal dari latar belakang dan tradisi yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan dalam menempatkan pendidikan nilai sebagai fondasi utama pembentukan manusia seutuhnya. Artikel ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai dari pemikiran keduanya sebagai kontribusi nyata dalam merancang sistem pendidikan yang holistik dan kontekstual di Indonesia
Model Blended Learning pada Pendidikan Non Formal di Era Digital: Studi Literatur Cahyani, Vio Lisna Putri; Arbarini, Mintarsih
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.604

Abstract

Pandemi covid-19 memaksa diterapkannya kebijakan social distancing yang berdampak pada peralihan sistem pembelajaran dari tatap muka menjadi online di semua jenjang pendidikan. Pembelajaran online dilakukan melalui berbagai platform digital seperti Google Classroom, Zoom, dan WhatsApp. Namun implementasi pembelajaran online menghadapi berbagai kendala seperti infrastruktur kurang memadai, rendahnya literasi digital, serta terbatasnya interaksi antara pendidik dan peserta didik. Pendidikan non formal juga mengalami kendala serupa ditambah dengan keterbatasan waktu belajar akibat tuntutan kerja. Sebagai solusi, model blended learning merupakan model pembelajaran yang tepat karena mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan online. Mengingat era digital dimana teknologi ikut andil dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Model blended learning juga tidak lepas dari integrasi berbagai teknologi. Blended learning dapat meningkatkan minat belajar dan kemandirian belajar peserta didik serta mendukung fleksibilitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, hambatan, tantangan, dan solusi blended learning di pendidikan non formal. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, data yang dikumpulkan berupa data sekunder melalui jurnal terindeks sinta dan jurnal internasional, kemudian data dianalisis dengan teknik analisis data berupa metode analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa blended learning dapat diadaptasi di pendidikan non formal dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik. Meskipun tantangan seperti ketersediaan infrastruktur dan kesiapan pendidik maish perlu diatasi. Solusi yang dapat dilakukan meliputi penyediaan bahan ajar cetak dan pelatihan pengembangan media interaktif. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi model pembelajaran yang lebih efektif khususnya pada pendidikan non formal. 
Epistimologi Pendidikan Nilai dan Hubungan Kemanusiaan dalam Pendidikan Diyati, Turrus; Nursikin, Mukh.
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep epistemologi pendidikan nilai serta menjelaskan pentingnya hubungan kemanusiaan dalam proses pendidikan. Epistemologi pendidikan nilai merupakan pendekatan filosofis yang menelaah hakikat, asal-usul, dan metode pengetahuan dalam pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual. Pendidikan nilai tidak hanya berfungsi sebagai media transmisi pengetahuan normatif, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan penguatan integritas peserta didik. Dalam konteks ini, hubungan kemanusiaan menjadi elemen penting karena melibatkan interaksi empatik, penghargaan terhadap keberagaman, serta upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis filosofis. Data diperoleh dari literatur primer dan sekunder, seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi pendidikan nilai berperan penting dalam merancang pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kognisi, tetapi juga pada pembentukan manusia yang berkarakter. Sementara itu, hubungan kemanusiaan dalam pendidikan terbukti mampu memperkuat nilai-nilai sosial, membangun keterampilan emosional, serta menciptakan iklim pendidikan yang menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, integrasi antara epistemologi pendidikan nilai dan pendekatan kemanusiaan dalam pembelajaran menjadi kunci untuk menciptakan sistem pendidikan yang utuh dan transformatif. Implikasinya, pendidik perlu memperhatikan dimensi nilai dan kemanusiaan dalam setiap proses pembelajaran agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan peduli terhadap sesama
Konsep Dasar Pendekatan dan Strategi Pendidikan Nilai Faiyah, Isti; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.538

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan Konsep dasar pendekatan dan strategi pendidikan nilai. Agar tujuan tersebut tercapai penulis menggunakan metode penelitian kajian pustaka (library research) dengan menggunakan bahan tertulis yang telah dipublikasikan dalam bentuk buku-buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan nilai merupakan esensi utama dalam dunia pendidikan atau dapat dikatakan sebagai jiwa yang menghidupkan pendidikan. Tujuan dari pendidikan nilai yaitu membentuk peserta didik agar menyadari, memahami, dan mampu mengintegrasikan secara menyeluruh dalam kehidupan mereka. Inti pendidikan nilai terletak pada lima aspek utama dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu kedamaian, kebenaran, kebajikan, tanpa kekerasan, kasih sayang. Jika nilai-nilai diterapkan sistematis dalam proses pembelajaran di kelas agar mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan untuk menganalisia secara komprehensif setiap nilai-nilai kehidupan. Strategi dalam pendidikan nilai yaitu strategi bebas, strategi tradisional, strategi transinternal strategi reflektif. Penelitian ini mengidentifikasi pendekatan dalam pendididkan nilai meliputi Pendekatan perkembangan moral kognitif , yang menekankan pada tahapan pemikiran moral individu; Pendekatan analisis nilai, yang memfokuskan pada pemahaman dan evaluasi nilai-nilai; Pendekatan klasifikasi nilai, yang bertujuan untuk membantu individu mengidentifikasi dan mengurutkan nilai-nilai pribadinya; serta Pendekatan pembelajaran berbuat yang menegaskan pada pengalaman dan refleksi melalui tindakan nyata.
Penerapan Program Matrikulasi pada Siswa Kelas I di SDIT Arafah Sampit Afina, Rafifah; Rizal, Setria Utama; Syabrina, Muhammad
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan program matrikulasi pada calon siswa kelas 1 di SDIT Arafah Sampit dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Program matrikulasi di SDIT Arafah Sampit telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dengan tujuan membantu siswa yang belum menguasai keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung), serta pengenalan huruf hijaiyah yang penting untuk pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru koordinator program matrikulasi, serta siswa yang mengikuti program ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program matrikulasi dilakukan setelah jam pelajaran pagi berakhir, dengan materi yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua siswa, yang turut berperan dalam keberhasilan program. Faktor pendukung utama termasuk adanya dukungan dari kepala sekolah, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta kesabaran dan pengalaman para guru koordinator. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi termasuk keterbatasan sumber daya pembelajaran visual dan adaptasi materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini memberikan gambaran penting mengenai manfaat program matrikulasi sebagai sarana untuk mempersiapkan siswa sebelum mengikuti pembelajaran di kelas reguler, dan menunjukkan perlunya kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal.
Analisis Karakter Jiwa Entrepreneurship Melalui Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Based Learning pada Peserta Didik Kelas XI F3 SMAN 1 Guguak Hasanah, Uswatun; Fitri, Rahmadhani
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan karakter jiwa entrepreneurship peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Inquiry-Based Learning (IBL) pada kelas XI F3 SMAN 1 Guguak. Karakter jiwa entrepreneurship mencakup aspek seperti kepercayaan diri, tanggung jawab, inisiatif, kreativitas, serta keberanian mengambil risiko yang sangat penting dalam membentuk generasi adaptif dan inovatif. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Instrumen utama berupa angket berdasarkan 18 indikator entrepreneurship dari Amiri Marimaei (2021), serta lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif menggunakan rumus N-Gain untuk mengukur peningkatan karakter peserta didik antar siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dengan rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,4 yang termasuk kategori sedang. Peningkatan signifikan terjadi pada indikator Responsibility, Creativity, Time Competence, Ability to Learn from Mistakes, Commitment, dan Cooperativeness. Model IBL terbukti mendorong peserta didik untuk lebih aktif, reflektif, dan kolaboratif dalam proses pembelajaran yang kontekstual dan menantang. Dengan demikian, penerapan model IBL efektif dalam membentuk karakter kewirausahaan peserta didik secara menyeluruh. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri dapat menjadi strategi yang relevan dalam penguatan karakter peserta didik dan sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka untuk menumbuhkan pelajar yang mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan global abad ke-21.
Gerakan Feminisme Islam (Komparasi Pemikiran Fatima Mernissi Dan Amina Wadud) Fitriyah, Ida; Nursikin, Mukh.
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran dua tokoh feminis Islam kontemporer, Fatima Mernissi dan Amina Wadud, dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender dalam Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), melalui analisis mendalam terhadap karya-karya kedua tokoh serta berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki latar belakang yang berbeda, keduanya sama-sama menolak penafsiran agama yang bias gender dan patriarkal. Fatima Mernissi fokus pada kritik terhadap hadis-hadis yang dianggap misoginis dengan pendekatan sosiologis, historis, serta kritik sanad dan matan. Sementara itu, Amina Wadud lebih menitikberatkan pada penafsiran ulang terhadap ayat-ayat Al-Quran menggunakan metode hermeneutika yang mempertimbangkan konteks historis, struktur bahasa, dan keseluruhan pesan Al-Quran. Keduanya menyuarakan bahwa nilai-nilai Islam sejatinya mendukung keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap perempuan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kontekstual dalam memahami teks-teks keagamaan guna mengembalikan semangat Islam yang humanis dan egaliter. 

Page 1 of 4 | Total Record : 35