cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Evaluation of the project for strengthening the Profil Pelajar Pancasila Mutiara Eka Betari; R. Rusman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71960

Abstract

Basic education plays a crucial role in forming students' character and competencies. The Merdeka Curriculum in Elementary Schools carries out the Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) to instill Pancasila values and develop students into lifelong learners with character. Evaluation of the achievement of P5 is essential to ensure its effectiveness and identify areas for improvement. This research aims to evaluate the achievement of P5 in Elementary Schools using the CIPP Model. This research uses a descriptive evaluation method with data collected through interviews, observation, document study and questionnaires. The results of the context evaluation show that the curriculum at SDPN 252 Setiabudi, Bandung City follows the principles of Kurikulum Merdeka, providing freedom in adapting learning and integrating Pancasila values. Input evaluation shows that facilities are adequate, but several deficiencies need to be corrected. Teachers need additional training to understand the development of project modules. Process evaluation shows that the implementation of P5 is going well, but there are obstacles related to the lack of timeliness and coordination of the Expo-Project, requiring better planning. Product evaluation shows that P5 has succeeded in developing positive student behavior and awareness of Pancasila values. AbstrakPendidikan dasar berperan krusial dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik. Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar mengusung Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan mengembangkan peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter. Evaluasi ketercapaian P5 menjadi esensial untuk memastikan efektivitasnya dan mengidentifikasi area perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi ketercapaian P5 di Sekolah Dasar menggunakan Model CIPP. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumen, dan angket. Hasil evaluasi konteks menunjukkan kurikulum di SDPN 252 Setiabudi Kota Bandung sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, memberikan kebebasan dalam adaptasi pembelajaran dan integrasi nilai-nilai Pancasila. Evaluasi input menunjukkan fasilitas memadai, namun beberapa kekurangan perlu diperbaiki. Guru membutuhkan pelatihan tambahan untuk memahami pengembangan modul proyek. Evaluasi proses menunjukkan pelaksanaan P5 berjalan baik, tetapi ada hambatan terkait ketidaktepatan waktu dan koordinasi Expo-Project, memerlukan perencanaan yang lebih baik. Evaluasi produk menunjukkan P5 berhasil mengembangkan perilaku positif peserta didik dan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila.Kata Kunci: CIPP; evaluasi proyek pembelajaran; P5; sekolah dasar
Project-based learning (PjBL) strategies with gamification Putri Fadilla Azzahra Fazarini; Yerry Soepriyanto; Henry Praherdhiono
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.65253

Abstract

This research aims to develop and test the effectiveness of the Project-Based Learning (PjBL) learning model integrated with gamification (G-PJBL) to increase student engagement and learning outcomes in Graphic and Visual Media courses. The background to this research is the low graduation rate of students in this course due to the diverse backgrounds and abilities of students. PjBL research with Gamification activities uses the ASSURE development model, which contains six stages. Construction is carried out sequentially according to the plans that have been made. Research data was obtained from validation by learning design experts, observations during learning, and student learning outcomes. The development of PjBL with gamification activities has had a positive impact on increasing student engagement and motivation. The research results show that the well-structured G-PJBL syntax follows student needs. Validation by learning design experts shows that the learning design is feasible. In addition, the research results show that G-PJBL can increase student engagement and learning motivation and improve their learning achievement. This model can be applied to other courses that require student involvement and creativity. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan gamifikasi (G-PJBL) untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Media Grafis dan Visual. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat kelulusan mahasiswa pada mata kuliah tersebut karena beragamnya latar belakang dan kemampuan mahasiswa. Penelitian PjBL dengan kegiatan Gamification menggunakan model pengembangan ASSURE yang berisi 6 tahapan yang digunakan. Pembangunan dilakukan secara berurutan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Data penelitian diperoleh dari validasi ahli desain pembelajaran, observasi selama pembelajaran, dan hasil belajar mahasiswa. Pengembangan PjBL dengan kegiatan gamification memberikan dampak positif terhadap peningkatan engagement dan motivasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintaks G-PJBL yang dikembangkan telah sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan terstruktur dengan baik. Validasi ahli desain pembelajaran menunjukkan bahwa desain pembelajaran layak untuk diterapkan. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa G-PJBL mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar mahasiswa, serta meningkatkan prestasi belajar mereka. Model ini dapat diterapkan pada mata kuliah lain yang membutuhkan keterlibatan dan kreativitas mahasiswa.Kata Kunci: berbasis proyek; gamifikasi; PjBL; strategi pembelajaran; teknologi pendidikan
Efforts to foster student creativity in elementary schools through environmental education Dwi Handayani; M. Minsih
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68873

Abstract

The implementation of environmental education at SD N 2 Klambu is motivated by the weak creative character of students. Environmental education can be the right solution to the problem. Environmental education covers various topics about improving individuals' awareness, knowledge, attitudes, and skills in understanding and acting on environmental issues. The study aimed to describe efforts to improve the creative character of elementary school students through environmental education. This type of research uses qualitative research with a phenomenological design. Data collection techniques using observation, documentation, and interviews. Validity using triangulation of sources and methods. Interactive data analysis of data reduction steps, data presentation, and conclusion making. The results showed that SDN 2 Klambu Purwodadi has tried to foster students' creativity by conducting environmental education in their schools. This can be seen from ecological education activities at SDN 2 Klambu Purwodadi, such as clean Friday activities, class pickets, using used goods, and watering plants in the schoolyard.  These activities give students a high sense of curiosity, have a spirit of cooperation to carry out highly creative ideas, and are willing to try new dal and express themselves creatively. AbstrakPelaksanaan pendidikan lingkungan hidup di SD N 2 Klambu dilatarbelakangi oleh karakter kreatif peserta didik yang masih lemah. Pendidikan lingkungan hidup dapat menjadi solusi yang tepat atas masalah tersebut. Pendidikan lingkungan hidup mencakup beragam topik yang berhubungan dengan cara-cara untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, sikap, dan keterampilan individu dalam memahami dan bertindak terhadap isu-isu lingkungan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan upaya peningkatan karakter kreatif peserta didik sekolah dasar melalui pendidikan lingkungan hidup. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologis. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Validitas menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data interaktif langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN 2 Klambu Purwodadi telah berupaya menumbuhkan kreativitas peserta didik dengan melakukan pendidikan lingkungan hidup di sekolahnya. Hal tersebut bisa dilihat dari kegiatan pendidikan lingkungan hidup di SDN 2 Klambu Purwodadi seperti kegiatan Jumat Bersih, piket kelas, pemanfaatan barang bekas, dan penyiraman tanaman di halaman sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadikan peserta didik memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, memiliki jiwa kerja sama untuk melakukan ide kreatif yang tinggi, serta berani mencoba hal baru dan mengekspresikan diri secara kreatif.Kata Kunci: kreatif; lingkungan hidup; pendidikan karakter; sekolah dasar
Curriculum and instructional designs on SDGs STEM learning Ence Surahman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69620

Abstract

Few studies have investigated the latest findings about curriculum design for STEM learning. This study collected the latest evidence related to the curriculum design used in STEM learning. The Systematic Literature Review method with PRISMA Guidelines on empirical SSCI research articles based on the WOS database was employed to guide the review process and avoid bias in data analysis. After quality assessment, 27 articles were selected for analysis using the thematic analysis technique. The results showed three categories of curriculum designs, including mono, inter, and transdisciplinary subjects. Most studies focus on SDGs agenda No. 4, quality of education; apart from that, some explore weather and climate change, energy availability, clean water, sanitation, and peaceful societies. The most reported learning methods are research-based, program-based, problem and project-based, inquiry-based, and using tools and platforms to support the STEM learning process. Moreover, the types of assessments employed in the SDGs STEM learning are questionnaires, surveys, standardized tests, written tests, comprehension tests, and mixed tests. Future research could emphasize the development of empirically based research designs on other related SDGs topic issues, not only in the natural science domain but also in the socio-economic dimension. AbstrakHanya sedikit penelitian yang menyelidiki temuan terbaru tentang desain kurikulum untuk pembelajaran STEM. Penelitian ini fokus pada pengumpulan bukti-bukti terkini terkait desain kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran STEM. Metode Tinjauan Pustaka Sistematis dengan Pedoman PRISMA pada artikel penelitian empiris SSCI berbasis database WOS digunakan untuk memandu proses peninjauan dan menghindari bias dalam analisis data. Setelah dilakukan penilaian kualitas, dipilih 27 artikel untuk dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori desain kurikulum yang meliputi mata pelajaran mono, interdisipliner, dan transdisipliner. Sebagian besar penelitian berfokus pada agenda SDGs No. 4, kualitas pendidikan, selain itu ada juga yang mengeksplorasi cuaca dan perubahan iklim, ketersediaan energi, air bersih dan sanitasi, termasuk masyarakat yang damai. Metode pembelajaran yang paling banyak dilaporkan adalah pembelajaran berbasis penelitian, pembelajaran berbasis program, pembelajaran berbasis masalah dan proyek, pembelajaran berbasis inkuiri, serta penggunaan alat dan platform untuk mendukung proses pembelajaran STEM. Selain itu, jenis penilaian yang paling banyak digunakan dalam pembelajaran STEM SDGs adalah angket, survei, tes terstandar, tes tertulis, tes pemahaman, dan tes campuran. Penelitian di masa depan dapat menekankan pengembangan desain penelitian berbasis empiris pada isu-isu topik SDGs terkait lainnya, tidak hanya pada domain ilmu pengetahuan alam, tetapi juga pada dimensi sosial-ekonomi.Kata Kunci: desain kurikulum; desain pembelajaran; pendidikan berbasis SDGs; pembelajaran STEM
Implementation of Islamic-based curriculum in cultivating religious character at Al-Ikram Islamic School Medan Hotmasarih Harahap; Ali Imran Sinaga; Solihah Titin Sumanti
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.70743

Abstract

Character education is an educational effort that aims to improve the quality of educational processes and outcomes that lead to the formation of students' character and noble morals as a whole, integrated and balanced following graduation competency standards in each educational unit. Based on the decree of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 719/P/2020 concerning Guidelines for implementing curriculum in educational units in special conditions, it provides flexibility for schools to choose a curriculum that suits students' learning needs. In this way, Al-Ikram Islamic School Medan, apart from using the independent curriculum as the national curriculum, also uses the Islamic-based curriculum as a companion curriculum according to the needs of students. This research was conducted to analyze the background of the Islamic Based Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan; To analyze the role of the Islamic Based Curriculum in cultivating religious character at Al-Ikram Islamic School Medan; To analyze the implementation of the Islamic Based Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan; To analyze the evaluation of the Islamic Based Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan. The research method used in this research is a qualitative method with a descriptive/analytic type. The results of this research show that the implementation of the Islamic Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan is effective in instilling religious character, developing academic potential, and forming students with noble character and strong faith.AbstrakPendidikan karakter adalah upaya pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu dan seimbang sesuai dengan standar kompetensi kelulusan pada setiap satuan pendidikan. Berdasarkan keputusan menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Dengan begitu Al-Ikram Islamic School Medan di samping menggunakan kurikulum merdeka sebagai kurikulum nasional juga menggunakan Islamic Based Curriculum sebagai kurikulum pendamping sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan unuk menganalisis latar belakang Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan; Untuk menganalisis peranan Islamic Based Curriculum dalam penanaman karakter religius di Al-Ikram Islamic School Medan; Untuk menganalisis penerapan Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan; Untuk menganalisis evaluasi Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif/analitik. Hasil penelitian ini adalah penerapan Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan efektif dalam menanamkan karakter religius, mengembangkan potensi akademik dan membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan beriman kuat.Kata Kunci: karakter; kurikulum berbasis Islam; religius
Evaluation of comprehensive guidance and counseling program using the CIPP model Afentis Nehe; Sophia Tri Satyawati; Yari Dwikurnaningsih
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.69941

Abstract

As an integral part of education that impacts the success of student character building, Guidance and Counseling need to be evaluated regularly to produce a good program. This study will evaluate the comprehensive guidance and counseling program at SMK Swasta Pembda Nias using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The research method used is a descriptive qualitative with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results showed that from the context aspect, the guidance and counseling program at SMK Swasta PEMBDA Nias is highly relevant to student's needs and the school's vision and mission. From the input aspect, the human resources and materials used are adequate, but they still require improvement in counselors' training and professional development. The process aspect shows that the program's implementation has gone according to plan. From the product aspect, the program has positively impacted students' academic and non-academic development. There is a need for continuous evaluation to ensure the sustainability of the positive impact that has existed. AbstrakBimbingan dan Konseling sebagai bagian integral dari pendidikan yang berdampak pada keberhasilan pembentukan karakter peserta didik perlu dievaluasi secara rutin untuk menghasilkan program yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program bimbingan dan konseling komprehensif di SMK Swasta PEMBDA Nias dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek konteks, program bimbingan dan konseling di SMK Swasta Pembda Nias memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan peserta didik dan visi-misi sekolah. Dari aspek input, sumber daya manusia dan materi yang digunakan sudah memadai, namun masih memerlukan peningkatan dalam hal pelatihan dan pengembangan profesional konselor. Aspek proses menunjukkan bahwa pelaksanaan program sudah berjalan sesuai dengan rencana. Sedangkan dari aspek produk, program ini telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik dan non-akademik peserta didik, meskipun perlu adanya evaluasi berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan dampak positif yang telah ada.Kata Kunci: CIPP; bimbingan dan konseling komprehensif; evaluasi program
Psychological factors and customized learning pathways in curriculum design Habibat Bolanle Abdulkareem; Kamoru Abidoye Tiamiyu; Aldulkareem Olalekan Abubakar; Rukayat Adetoun Abdulkareem; Fadilat Oluwakemi Adegbenro
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.69694

Abstract

This study explores the prevalence of mental health and learning pathways among undergraduate students in Kwara State, Nigeria. It examines the relationship between personality traits, learning pathways, and mental health behavior. Analyzing data from 1,502 respondents, the study categorizes mental health behavior into low, moderate, and high levels. Results indicate that most students (55.9 percent) exhibit low mental well-being, while 32.7 percent show moderate and 11.5 percent demonstrate high mental well-being. Regression analysis reveals that personality traits, including agreeableness, conscientiousness, neuroticism, openness to experience, and extraversion, collectively account for 51.2 percent of the variance in mental health scores. Among these traits, only conscientiousness significantly contributes, while other traits like neuroticism and agreeableness do not significantly impact mental health. These findings contrast with previous studies that reported higher levels of psychological distress and varying influences of personality traits on mental health. Recommendations include incorporating comprehensive mental health assessments into curricula, providing tailored mental health support, and integrating mental health resources within the educational framework. The study underscores the need for targeted interventions and support to address the high prevalence of low mental well-being among university undergraduates in the region. AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi prevalensi kesehatan mental dan jalur belajar di kalangan mahasiswa sarjana di Negara Bagian Kwara, Nigeria, dan meneliti hubungan antara sifat-sifat kepribadian, jalur belajar, dan perilaku kesehatan mental. Menganalisis data dari 1.502 responden, penelitian ini mengkategorikan perilaku kesehatan mental ke dalam tingkat rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (55,9 persen) menunjukkan kesehatan mental yang rendah, sementara 32,7 persen menunjukkan kesehatan mental yang sedang, dan 11,5 persen menunjukkan kesehatan mental yang tinggi. Analisis regresi mengungkapkan bahwa sifat-sifat kepribadian, termasuk kesetujuan, ketelitian, neurotisme, keterbukaan terhadap pengalaman, dan ekstraversi, secara kolektif menyumbang 51,2 persen dari varians dalam skor kesehatan mental. Di antara sifat-sifat ini, hanya conscientiousness yang menunjukkan kontribusi yang signifikan, sementara sifat-sifat lain seperti neuroticism dan agreeableness tidak secara signifikan mempengaruhi kesehatan mental. Temuan ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang melaporkan tingkat tekanan psikologis yang lebih tinggi dan berbagai pengaruh dari sifat-sifat kepribadian terhadap kesehatan mental. Rekomendasi yang diberikan termasuk memasukkan penilaian kesehatan mental yang komprehensif ke dalam kurikulum, menyediakan dukungan kesehatan mental yang disesuaikan, dan mengintegrasikan sumber daya kesehatan mental dalam kerangka kerja pendidikan. Studi ini menggarisbawahi perlunya intervensi dan dukungan yang ditargetkan untuk mengatasi tingginya prevalensi kesejahteraan mental yang rendah di kalangan mahasiswa di wilayah ini.Kata Kunci: desain kurikulum; kesehatan mental; penyesuaian pembelajaran; mahasiswa
Problems of special education services for believers in Malang City Lestari Eko Wahyudi; Bambang Supriyono; Suhartono Winoto
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68831

Abstract

Over seven years, policy implementation faced challenges, including suboptimal synergy among involved parties, administrative confusion in education, and discrimination against non-religious groups by regional authorities. These challenges perpetuate negative stereotypes and hinder inclusive education access for believers. This research is then directed to analyze the collaborative governance model as a solution to unravel problems that occur in implementing educational services in faith groups. The collaborative governance model aims to elaborate and map the involvement and role of each actor to support the smooth implementation of policies. The principles carried out in it are deliberative, holistic, constructive, and formal, applicable as the basis for implementing inclusive policies. The Soft Systems Methodology (SSM) analysis reveals issues in fulfilling special education services (trust) at the Malang City Education and Culture Office. Problems include partial services, a conservative service acquisition model, and insufficient human resource competence. These findings underscore the need for systemic interventions to ensure inclusive and efficient service delivery. AbstrakSelama tujuh tahun, implementasi kebijakan menghadapi berbagai tantangan termasuk sinergi yang kurang optimal di antara para pihak yang terlibat, kerancuan administrasi pendidikan, dan diskriminasi terhadap kelompok non-religius oleh pemerintah daerah. Tantangan-tantangan ini melanggengkan stereotip negatif dan menghambat akses pendidikan inklusif. Penelitian ini kemudian diarahkan untuk menganalisis model tata kelola kolaboratif sebagai solusi yang ditawarkan untuk mengurai permasalahan yang terjadi dalam proses penyelenggaraan layanan pendidikan pada kelompok. Model collaborative governance bertujuan untuk mengelaborasi dan memetakan keterlibatan dan peran masing-masing aktor untuk mendukung kelancaran implementasi kebijakan. Prinsip-prinsip yang diusung di dalamnya adalah deliberatif, holistik, konstruktif, dan formal yang berguna sebagai dasar dalam mengimplementasikan kebijakan yang inklusif. Analisis Soft Systems Methodology (SSM) mengungkap permasalahan dalam pemenuhan layanan pendidikan khusus (trust) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Permasalahan tersebut antara lain layanan yang bersifat parsial, model akuisisi layanan yang konservatif, dan kompetensi sumber daya manusia yang kurang memadai. Temuan ini menggarisbawahi perlunya intervensi sistemik untuk memastikan layanan yang inklusif dan efisien.Kata Kunci: penghayat kepercayaan; tata kelola kolaboratif; pendidikan inklusif; permendikbud nomor 27 tahun 2016
HOTS-Based e-evaluation Quizwhizzer in science learning in elementary schools Farida Nur Kumala; Intan Safitri; T. Triwahyudianto; Arnelia Dwi Yasa; Moh Salimi
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71147

Abstract

Teachers have’nt implemented HOTS-based questions for learning evaluation, resulting in students' low thinking abilities. This research aims to develop HOTS-based E-evaluation using the Quizwhizzer application. This research uses the ADDIE model with various stages, namely (1) the analysis stage, curriculum analysis, student character, and learning evaluation are carried out; (2) the design stage, learning materials are determined, HOTS questions and research instruments are prepared; (3) the development stage, validation of the suitability of the material, language and media is carried out; (4) the implementation stage, a validation test of the practicality and effectiveness of the application is carried out; (5) the final, evaluation stage was carried out to find out deficiencies in the application. The research subjects were 28 class IV students at SDN Mulyorejo 3. The instruments used are tests and questionnaire sheets. The research results showed that the E-Evaluation of the feasibility test was 90 percent from material experts, 96 percent from language experts, and 92 percent from media experts. The results of teacher practicality were 95 percent, students were 92 percent and effectiveness showed that there was an increase in students' HOTS abilities." HOTS-based e-evaluation using the quizwhizzer application can increase students' HOTS in science learning. AbstrakGuru belum menerapkan soal-soal berbasis HOTS untuk evaluasi pembelajaran sehingga berakibat kemampuan berpikir peserta didik yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan E-evaluation berbasis HOTS menggunakan aplikasi Quizwhizzer. Penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan berbagai tahapan yaitu (1) tahap analyis dilakukan analisis kurikulum, karakter peserta didik, dan evaluasi pembelajaran; (2) tahap design dilakukan penentuan materi pembelajan, menyusun soal HOTS dan instrument penelitian; (3) tahap development dilakukan validasi kelayakan materi, bahasa, dan media; (4) tahap implementation dilakukan uji validasi kepraktisan dan keefektifan aplikasi; (5) terakhir, tahap evaluation dilakukan untuk mengetahui kekurangan pada aplikasi. Subyek penelitian ialah peserta didik kelas IV SDN Mulyorejo 3 sejumlah 28 peserta didik. Instrumen yang digunakan yakni test dan lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan E-Evaluation dari uji kelayakan sebesar 90 persen dari ahli materi, 96 persen dari ahli bahasa, dan 92 persen dari ahli media. Hasil kepraktisan guru 95 persen, peserta didik 92 persen dan keefektifan yang menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan HOTS peserta didik. E-evaluation berbasis HOTS menggunakan aplikasi Quizwhizzer dapat meningkatkan HOTS peserta didik pada pembelajaran IPA.Kata Kunci: e-evaluation; kemampuan berpikir tingkat tinggi; Quizwhizzer
Development of a pocketbook for the prevention of bullying in school Sarah Kartini Izach; Nur Wahyu Rochmadi; Edi Suhartono
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71504

Abstract

The phenomenon of bullying in schools is often overlooked despite its significant negative impacts on victims, such as low self-esteem and risk of depression. This study aims to develop a pocketbook as a bullying prevention medium at SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Using the ADDIE model, the study involves five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The school's need for bullying prevention materials was identified in the analysis stage. The pocketbook design was developed using Canva, encompassing relevant and engaging content. The pocketbook was then implemented through socialization in the school. Evaluation was conducted through expert validation and feedback from teachers and students. Validation results indicated that the pocketbook is highly rated and suitable for use. Feedback from teachers and students showed very high scores, indicating that the pocketbook effectively enhances understanding of the importance of preventing bullying behavior. The pocketbook uses colored images and structured content to enhance student engagement and comprehension. With this pocketbook, a safe and comfortable learning environment is hoped to be created, fostering a culture of mutual respect in schools. The pocketbook can serve as a tool in socialization and strengthening material on bullying prevention in schools. AbstrakPerundungan adalah fenomena yang marak terjadi di lingkungan sekolah dan memberikan dampak negatif yang signifikan bagi korban, seperti ketidakpercayaan diri, rendahnya harga diri, dan bahkan risiko kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah buku saku yang efektif untuk mencegah perilaku perundungan di sekolah. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, kebutuhan sekolah akan materi pencegahan perundungan diidentifikasi. Pada tahap desain, materi buku saku dirancang dengan mempertimbangkan aspek visual dan konten yang relevan. Tahap pengembangan melibatkan pembuatan buku saku menggunakan aplikasi Canva, sementara tahap implementasi dilakukan melalui sosialisasi kepada guru dan siswa. Tahap evaluasi melibatkan validasi oleh ahli dan pengumpulan tanggapan dari guru serta siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa buku saku ini dinilai sangat baik dan layak digunakan. Tanggapan guru dan siswa juga menunjukkan nilai yang sangat tinggi, menandakan bahwa buku saku ini efektif dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya mencegah perilaku perundungan. Penggunaan gambar berwarna dan konten yang terstruktur dalam buku saku membantu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Dengan adanya buku saku ini, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman serta mendorong budaya saling menghargai di sekolah. Buku saku ini dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam sosialisasi dan penguatan materi tentang pencegahan perundungan di sekolah.Kata Kunci: perundungan; pencegehan perundungan; buku saku