cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Integrating PjBL and service-learning to improve 21st-century skills in tourism education R. Rosita; Armandha Redo Pratama; Erry Sukriah; Rudi Susilana; R. Rusman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.69249

Abstract

Students must master 21st-century skills in preparation for success in a digital society. The development of these skills is closely related to deep learning, such as analytical reasoning, problem-solving, and teamwork. Learning models such as PjBL and service-learning are two constructivist learning models that have the potential to improve student learning outcomes in all cognitive, affective, and psychomotor aspects. This research aimed to assess tourism students’ learning outcomes in these three aspects in one of the courses that integrate PjBL and service-learning. The assessment results showed optimal learning outcomes in all three aspects of competency. These findings support the results of previous studies regarding the effectiveness of using PjBL and service-learning. Achieving optimal learning outcomes using these two learning models requires teachers who are ready to be open to changes in teaching practices, and flexible in planning students' learning experiences. However, there are still several significant obstacles in the implementation process that need further research.  AbstrakKeterampilan abad 21 harus dikuasai siswa sebagai persiapan untuk sukses dalam masyarakat digital yang berubah cepat. Pengembangan keterampilan ini terkait erat dengan pembelajaran mendalam, seperti penalaran analitik, pemecahan masalah, dan kerja tim. Model pembelajaran seperti PjBL dan service-learning merupakan dua model pembelajaran konstruktivis yang memiliki potensi meningkatkan capaian pembelajaran siswa di semua aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang mendukung keterampilan abad 21. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi capaian pembelajaran mahasiswa di ketiga aspek tersebut pada mata kuliah yang menerapkan penggabungan PjBL dan service-learning di Program Studi Manajemen Resort Leisure, Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil evaluasi menunjukkan capaian pembelajaran yang optimal di ketiga aspek kompetensi. Mahasiswa mampu mencapai tingkat teratas capaian pembelajaran baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hal ini berarti pencapaian yang diperlukan pada tingkat yang lebih rendah pun telah berhasil dicapai. Meskipun demikian, pencapaian learning outcome yang optimal menggunakan kedua model pembelajaran ini membutuhkan pengajar yang siap bersikap terbuka terhadap perubahan dalam praktik pengajaran, dan fleksibel dalam merencanakan pengalaman belajar siswa.Kata Kunci: capaian pembelajaran; pendidikan pariwisata; project-based learning; PjBL; service-learning
Development of Digital Fiqh Books to Improve Learning Outcomes SMP IT As-Sunnah Makassar Sulfah Muhtar; P. Pattaufi; Farida Febriati; Nurhikmah H
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71427

Abstract

Rapid advances greatly influence the world of education in technology, information, and communication. Teachers must be able to use technology to create innovative and effective learning. This research aims to identify the need for digital books, design the development of digital books, and measure the validity, practicality, and effectiveness of digital books. This research uses research and development methods focused on developing digital books. The development model refers to the ADDIE development model with five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research was conducted at SMP IT As-Sunnah Makassar with 30 research students, 1 Fiqh subject teacher, and two validators. The digital book developed was declared very valid by media content/design experts and valid by material experts. The level of practicality was measured from questionnaire responses by teachers and students. Both assessments stated that it was convenient. The level of effectiveness of digital books is measured by pretest and posttest, which shows an increase in learning outcomes and that they are declared very effective. Based on the analysis results, it can be concluded that the development of digital fiqh books can be used in the learning process. AbstrakDunia pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemajuan pesat dalam teknologi, informasi dan komunikasi. Guru harus mampu menggunakan teknologi untuk membuat pembelajaran inovatif dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan buku digital, mendesain pengembangan buku digital dan mengukur tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan buku digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development) yang difokuskan untuk mengembangkan buku digital. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE dengan lima tahapan; analysis, design, development, implement, dan evaluate. Penelitian dilaksanakan di SMP IT As-Sunnah Makassar dengan penelitian 30 siswa, 1 orang guru mata pelajaran Fiqih, dan 2 orang validator. Buku digital yang dikembangkan dinyatakan sangat valid oleh ahli isi media/desain dan valid oleh ahli materi. Tingkat kepraktisannya diukur dari angket respon oleh guru dan siswa, dari kedua penilaian dinyatakan sangat praktis. Tingkat keefektifan buku digital diukur dengan pretest dan posttest yang menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar sehingga dinyatakan sangat efektif. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pengembangan buku digital fiqih dapat digunakan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: buku digital; fiqih; hasil belajar
Andragogy-based learning model for intergenerational salted egg businesses in Tangerang Regency Mustofa Kamil; Sri Yanti; Dadang Yunus; P. Purnomo
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74367

Abstract

This study examines the andragogical learning model in the context of intergenerational businesses, specifically within the salted egg artisans community in Tangerang Regency. Intergenerational businesses face significant challenges in transferring knowledge and values between generations, often experiencing shifts due to differences in perspectives and priorities. The andragogical approach emphasizes the importance of learning relevant to adults' needs and life experiences. This approach involves collaboration between older and younger generations in family businesses to address shared challenges. This research employs a case study method to identify effective learning models for managing knowledge transfer and values within the salted egg artisans community. The results indicate that an andragogy-based collaborative learning model, which involves both generations in the learning process through practical experience and joint discussions, effectively enhances business sustainability. This approach not only improves technical skills and knowledge but also strengthens the understanding of traditional values and modern innovations, which are crucial for the sustainability and success of intergenerational businesses. The study suggests the need for flexibility and adaptability in learning models to ensure the successful transfer of knowledge and values between generations in family businesses. AbstrakPenelitian ini mengkaji model pembelajaran berbasis andragogi dalam bisnis intergenerasi, khususnya pada komunitas pengrajin telur asin di Kabupaten Tangerang. Bisnis intergenerasi menghadapi tantangan besar dalam transfer pengetahuan dan nilai antar generasi, yang sering kali mengalami pergeseran seiring dengan perbedaan cara pandang dan prioritas. Pendekatan andragogi menekankan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dan pengalaman hidup orang dewasa, dan dalam bisnis keluarga, pendekatan ini melibatkan kolaborasi antara generasi tua dan muda untuk mengatasi tantangan bersama. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus untuk mengidentifikasi model pembelajaran yang efektif dalam mengelola transfer pengetahuan dan nilai dalam komunitas pengrajin telur asin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran collaborative learning berbasis andragogi, yang melibatkan kedua generasi dalam proses belajar melalui praktik nyata dan diskusi bersama, efektif dalam memperkuat keberlanjutan usaha. Model collaborative learning meningkatkan keterampilan teknis dan pengetahuan, juga memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai tradisional dan inovasi modern, yang keduanya penting untuk keberlanjutan dan kesuksesan bisnis intergenerasi. Penelitian ini menyarankan perlunya fleksibilitas dan adaptabilitas dalam model pembelajaran untuk memastikan keberhasilan transfer pengetahuan dan nilai antar generasi dalam bisnis keluarga.Kata Kunci: andragogi; bisnis intergenerasi; pembelajaran kolaboratif; transfer nilai; transfer pengetahuan
Development of science LKPD based on inquiry training on HOTS-science literacy skills Dini Rozali; Retno Dwi Suyanti; Rosmala Dewi
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68936

Abstract

LKPD circulating in schools mostly does not contain experiments, demonstrations or discussions. This research aims to produce worksheets for students as teaching materials used in the science learning process, thereby creating maximal learning activities that provide space for students to be active in thinking through inquiry-based learning activities, thus improving students' HOTS-Science Literacy. This study is development research using the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation, and evaluation), with the research subjects being fifth-grade students of SDN 060874 Medan. The research instruments used were validation questionnaires for expert validators and student response questionnaires regarding the practicality of the resulting product. The results obtained from the research show that the Inquiry Training-Based Science Worksheet is in the highly valid category, with percentages for three consecutive worksheets being 96 percent, 98 percent, and 97 percent based on the assessment from expert validators. The practicality test was analyzed based on student responses, with an average score of 78.7 percent, which falls into the practical category. Based on the results of the data analysis, it was concluded that the Science LKPD based on Inquiry Training was valid and practical to be used as alternative teaching material for teachers to improve the ability of HOTS-science literacy of grade V elementary school students. AbstrakLKPD yang beredar di sekolah kebanyakan tidak memuat kegiatan eksperimen, demonstrasi maupun diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja untuk peserta didik sebagai bahan ajar yang digunakan di dalam proses pembelajaran IPA sehingga terciptanya aktivitas belajar yang maksimal dalam memberi ruang kepada peserta didik untuk aktif dalam berpikir melalui kegiatan pembelajaran berbasis inquiry training sehingga meningkatkan kemampuan HOTS-Literasi Sains peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dengan subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas V SDN 060874 Medan. Instrumen penelitian menggunakan lembar angket validasi untuk ahli validator dan angket respons peserta didik terhadap kepraktisan produk yang dihasilkan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan LKPD IPA Berbasis Inquiry Training berada pada kategori sangat valid dengan persentase kepada tiga LKPD berturut-turut 96 persen, 98 persen, dan 97 persen berdasarkan penilaian dari ahli validator. Uji kepraktisan dianalisis berdasarkan respons peserta didik dengan perolehan rata-rata skor sebesar 78,7 persen yang berada pada kategori praktis. Berdasarkan hasil analisis data tersebut disimpulkan bahwa LKPD IPA berbasis Inquiry Training telah valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar alternatif bagi guru dalam upaya meningkatkan kemampuan HOTS-literasi sains peserta didik kelas V SD.Kata Kunci: HOTS-literasi sains; inquiry training; IPA; LKPD
Implementation of kurikulum merdeka for Muhammadiyah pandes primary students Special Region of Yogyakarta Muhammad Dzulqarnain Izzuddien Abdul Ahad; Hendro Widodo
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.66959

Abstract

Enhancing Indonesian education standards is the goal of Kurikulum Merdeka. This research was motivated by the Independent Class Strategy of the Indonesian Ministry of Education and Culture. This study aims to give a summary of Muhammadiyah Pandes Elementary School in Yogyakarta's Special Region's implementation of the Independent Curriculum. In order to ascertain the general condition of the exploration item, this investigation employs qualitative descriptive approaches. Academic stars were the main exploration subjects for the research, and validation, interviews, and observation collected data. The Kurikulum Merdeka component of SD Muhammadiyah Pandes Elementary School's research encompasses student characteristics, infrastructure and facilities, socio-cultural elements, partnerships established by the school, and the features of the educational unit made up of masters and supporting staff. The school has a four-year plan outlining its vision, aims, and objectives. First, diagnose and assess, then make necessary revisions to the plan, execute assessments and the primary learning activities, and lastly, assess and evaluate the entire learning process. Two parts comprise the operational analysis process of the curriculum in the learning unit: recording learning objectives and outcomes, processing assessment findings, providing support for professional development and evaluation activities, and encouraging self- and peer-reflection. AbstrakMeningkatkan standar pendidikan Indonesia adalah tujuan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini dimotivasi oleh Strategi Kelas Mandiri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan ringkasan implementasi Kurikulum Merdeka di SD Muhammadiyah Pandes Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk mengetahui kondisi umum barang eksplorasi, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Bintang akademis menjadi subjek eksplorasi utama penelitian ini, dan data dikumpulkan melalui validasi, wawancara, dan observasi. Komponen Kurikulum Mandiri SD Muhammadiyah Pandes yang diteliti meliputi karakteristik peserta didik, prasarana dan sarana, unsur sosial budaya, kemitraan yang terjalin oleh sekolah, dan ciri satuan pendidikan yang terdiri dari magister dan tenaga penunjang. Sekolah memiliki rencana empat tahun yang menguraikan visi, sasaran, dan sasarannya. Pertama, mendiagnosis dan menilai, kemudian melakukan revisi yang diperlukan terhadap rencana, melaksanakan penilaian dan kegiatan pembelajaran utama, dan terakhir, menilai dan mengevaluasi seluruh proses pembelajaran. Ada dua bagian yang membentuk proses analisis operasional kurikulum di unit pembelajaran: mencatat tujuan dan hasil pembelajaran, memproses temuan penilaian, memberikan dukungan untuk pengembangan profesional dan kegiatan evaluasi, dan mendorong refleksi diri dan rekan sejawat.Kata Kunci: sekolah dasar; implementasi; kurikulum merdeka
Interrelation between report book and teacher performance Witzir Sumadisastro Subran; Dinn Wahyudin; Lia Susanti; Dudun Najmudin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.65584

Abstract

Teacher report cards are a means of communication and evaluation between the principal and teachers that can improve teacher performance and impact student learning achievement. SDIT Nurul 'Ilmi Jambi has implemented teacher report cards for over ten years, which are given at the beginning of each month along with the receipt of monthly teacher rights. This study aims to determine the relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers. This study uses a mixed method, where data collection is carried out by distributing questionnaires. Then, to analyze the data, SPSS tools are used with validity tests, reliability tests, and Spearman rank correlation tests. In the qualitative method, interviews were conducted with teachers to determine the factors that contribute to teacher performance. The study's results indicate that there is a relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers, and there is a powerful positive influence. Other things that influence teacher performance based on the interview results are awareness, concern, and spiritual values such as sincerity and charity for the teacher himself. AbstrakRapor guru merupakan sarana komunikasi dan evaluasi antara kepala sekolah dan guru yang dapat meningkatkan kinerja guru serta akan berdampak kepada prestasi belajar siswa. SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi telah melaksanakan penerapan rapor guru selama lebih dari 10 tahun yang diberikan pada tiap awal bulan bersamaan dengan penerimaan hak bulanan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods), di mana pengumpulan data dilakukan menyebarkan kuesioner, kemudian untuk menganalisis data digunakan alat bantu berupa SPSS dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji korelasi rank spearman. Sedangkan metode kualitatif, dilakukan wawancara dengan guru untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi dan adanya pengaruh positif sangat kuat. Hal lain yang memengaruhi kinerja guru dari hasil wawancara adalah kesadaran, kepedulian, dan nilai-nilai spiritualitas seperti keikhlasan dan amal jariyah bagi guru itu sendiri.Kata Kunci: guru sekolah dasar; rapor guru; sekolah dasar
Strengthening psychological disaster literacy for elementary school students through visual storytelling activities Triana Lestari; Widya Wulandari; Neng Ani; Chichi Elsa Nurhayati; Selvia Widi Triannisa; Maya Purnama Sari; Winti Ananthia
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.73197

Abstract

Psychological disaster literacy is the central pillar of disaster risk reduction, which provides mental strengthening of knowledge, attitudes, and actions for disaster risk reduction to avoid the widespread impact of disasters. As one of the areas that has the potential for a high-risk disaster, Pangandaran has implemented disaster risk reduction efforts in education units through disaster mitigation education activities from an early age in elementary schools, but the survey results show that 67.6% of them have never carried out disaster mitigation learning with students' psychological resilience. This study aims to strengthen psychological disaster literacy for elementary school students in Pangandaran through storytelling and visual expression activities. The method used is development research with the ADDIE model. The validation results show feasibility in the range of 0.85 - 0.93 for aspects of contextual assessment, material, and presentation feasibility. These results follow the local wisdom of disaster mitigation in Pangandaran. The development of psychological disaster literacy learning was considered relevant to the needs of elementary school teachers in Pangandaran, who received an assessment in the very good range and in the good range. AbstrakLiterasi psikologi bencana merupakan pilar utama pengurangan resiko bencana yang memberikan penguatan mental dari aspek pengetahuan, sikap dan tindakan pengurangan resiko bencana agar terhindar dari dampak bencana yang meluas. Sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana dengan resiko tinggi, kabupaten Pangandaran telah mewujudkan upaya pengurangan resiko bencana di satuan pendidikan melalui kegiatan edukasi mitigasi bencana sejak dini di sekolah dasar namun hasil survey menunjukan 67.6% diantaranya belum pernah melaksanakan pembelajaran mitigasi bencana bermuatan ketahanan psikologis siswa. Penelitian ini bertujuan melakukan penguatan literasi psikologi bencana bagi siswa sekolah dasar di kabupaten Pangandaran melalui kegiatan ekspresi visual storytelling. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Hasil validasi menunjukan kelayakan pada rentang 0,85 - 0,93 untuk aspek penilaian kontekstual, materi dan kelayakan penyajian. Hasil tersebut dipandang sesuai dengan kearifan lokal mitigasi bencana di kabupaten Pangandaran. Pengembangan pembelajaran psikologi bencana ini dinilai relevan dengan kebutuhan guru sekolah dasar di kabupaten Pangandaran dan mendapatkan penilaian pada rentang sangat baik dan baik.Kata Kunci: Pembelajaran; literasi psikologi bencana; storytelling; ekspresi visual
Development of learning videos through the problem-based learning model to improve learning outcomes and creativity of Grade V students Fajar Solidman Larosa; A. Asmin; Wildansyah Lubis
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68590

Abstract

This study assessed the feasibility and effectiveness of developing Problem-Based Learning (PBL) learning videos related to fractional lesson content for fifth-grade students at SDN 101764 Bandar Klippa. This research is related to implementing the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) in the research and development of learning videos. This study involved twenty-five students in Class V of SDN 101764 Bandar Klippa. The instruments used by researchers for data acquisition include observation, interviews, validation questionnaires, and tests. The developed Problem-Based Learning model is validated by expert validators based on the findings of learning research videos. From the results of the validity test by validators, the percentage of material expert eligibility of 95.2 percent of the criteria is very valid, the design expert's feasibility percentage of 96.19 percent is considered very valid, the media expert produces a validity level of 90 percent of the very valid criteria. The small group trial resulted in an efficient criteria percentage of 89.89 percent. The percentage of practicality of field test results of 91.48 percent is an efficient criterion. Effectiveness was achieved at the field trial stage, with 22 students (approximately 88 percent) passing the post-test. A gain score of 0.615 meets the criteria of moderate effectiveness. Based on empirical observations that show an increase in learning outcomes by 84 percent and an increase in student creativity by 100 percent, it is determined that Problem-Based Learning learning videos can effectively perfect the mathematics curriculum of grade V students of SDN 101764 Bandar Klippa. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menilai kelayakan dan efektivitas pengembangan video pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) yang berkaitan dengan isi pelajaran pecahan untuk peserta didik kelas lima di SDN 101764 Bandar Klippa. Penelitian ini berkaitan dengan implementasi model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dalam konteks penelitian dan pengembangan video pembelajaran. Penelitian ini melibatkan dua puluh lima peserta didik yang terdaftar di Kelas V SDN 101764 Bandar Klippa. Instrumen yang digunakan peneliti untuk perolehan data meliputi observasi, wawancara, angket validasi, dan tes. Model Problem Based Learning yang dikembangkan divalidasi oleh validator ahli berdasarkan temuan video penelitian pembelajaran. Dari hasil uji validitas oleh validator persentase kelayakan ahli materi sebesar 95,2 persen kriteria sangat valid, ahli desain persentase kelayakan sebesar 96,19 persen dinilai sangat valid, ahli media menghasilkan tingkat validitas 90 persen kriteria sangat valid. Hasil uji coba kelompok kecil menghasilkan persentase kriteria sangat praktis sebesar 89,89 persen. Persentase kepraktisan hasil uji lapangan sebesar 91,48 persen merupakan kriteria sangat praktis. Efektivitas dicapai pada tahap uji coba lapangan dengan 22 peserta didik (sekitar 88 persen) yang lulus post-test; skor gain sebesar 0,615 memenuhi kriteria efektivitas sedang. Berdasarkan observasi empiris yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sebesar 84 persen dan peningkatan kreativitas peserta didik sebesar 100 persen, ditetapkan bahwa video pembelajaran Problem Based Learning dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyempurnakan kurikulum matematika peserta didik kelas V SDN 101764 Bandar Klippa.Kata Kunci: hasil belajar; kreativitas; pembelajaran berbasis masalah; video pembelajaran
Micro-curriculum design of educational technology product-oriented in entrepreneurship courses Mario Emilzoli; Ai Pemi Priandani
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69225

Abstract

Most universities in Indonesia have organized entrepreneurship courses through study programs according to their respective characteristics. However, many entrepreneurial product outputs from these courses remain irrelevant to the field of expertise in the study program, including the Educational Technology study program. A course's output or achievement can be conditioned through the curriculum or the context of the course, known as the micro curriculum. Based on this, this study aims to produce a micro curriculum design for entrepreneurship courses oriented towards educational technology products. The method used is Design-Based Research (DBR), which involves needs analysis, curriculum design, construction, evaluation, and reflection. The results showed that the curriculum design developed met the needs of entrepreneurial competencies relevant to the educational technology industry. In addition, this study also provides recommendations related to learning content, learning strategies, and assessment models that can be used to support the effectiveness of the designed curriculum. Hopefully, this curriculum can help students understand entrepreneurial theory and apply it to make innovative educational technology products. AbstrakMayorititas perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada dasarnya telah menyelenggarakan mata kuliah kewirausahaan melalui program studi sesuai dengan ciri khas masing-masing. Namun, masih banyak ditemui luaran produk kewirausahaan dari mata kuliah tersebut tidak relevan dengan bidang keahlian yang terdapat pada program studi, tidak terkecuali pada program studi Teknologi Pendidikan. Luaran atau capaian dari sebuah mata kuliah pada dasarnya dapat dikondisikan melalui kurikulum atau dalam konteks mata kuliah dikenal dengan kurikulum mikro. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain kurikulum mikro mata kuliah kewirausahaan yang berorientasi pada produk teknologi pendidikan. Metode yang digunakan adalah Design Based Research (DBR), yang melibatkan analisis kebutuhan, desain dan konstruksi kurikulum, serta evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kurikulum yang dikembangkan mampu memenuhi kebutuhan kompetensi kewirausahaan yang relevan dengan industri teknologi pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi terkait konten pembelajaran, strategi pembelajaran, dan model penilaian yang dapat digunakan untuk mendukung efektivitas kurikulum yang dirancang. Diharapkan, kurikulum ini dapat membantu mahasiswa tidak hanya memahami teori kewirausahaan, tetapi juga menerapkannya dalam pembuatan produk teknologi pendidikan yang inovatif.Kata Kunci: kewirausahaan; mikro kurikulum; teknologi pendidikan
Design of the KIMIMIX Learning Management System as a future practicum innovation Muhamad Firmansya Junus; Asna Istikmalatul Muktamaroh; Henry Praherdhiono; Yerry Soepriyanto
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.65597

Abstract

Innovation in chemistry laboratories can be integrated with the help of a Learning Management System (LMS). This innovation allows educators to provide video content, modules, and auxiliary tools to enhance students' performance in conducting experiments in the laboratory. This research aims to develop a Moodle-based KIMIMIX Learning Management System Design that adapts the Outcome Based Education (OBE) theory, developed by the skills needed by chemistry students who will be oriented toward future practical innovation. This research and development method adapts the ADDIE model at the Analysis and Design stage. The research sample comprised 24 students taking the first semester of the Chemistry study program at Gorontalo State University. The research process is a preliminary study, needs analysis, material analysis, media analysis, and media innovation analysis with data collection techniques using an open-ended questionnaire given to 114 students. The results of the design stage include media specifications (media formats, text fronts, grammar, themes, supporting software), flowcharts, and design implementation. The KIMIMIX LMS research design as a future practicum innovation is declared ready to implement the design at the product development stage. The detailed design is hoped to produce a sophisticated LMS product for chemical practicums. AbstrakInovasi dalam praktikum kimia dapat diintegrasikan dengan bantuan Learning Management System (LMS), inovasi ini memungkinkan pendidik menyediakan konten video, modul dan tools pembantu untuk meningkatkan performa praktikan dalam melakukan eksperimen di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Desain Learning Management System KIMIMIX berbasis Moodle yang mengadaptasi teori Outcome-Based Education (OBE) yang dikembangkan sesuai dengan keterampilan/skill yang dibutuhkan mahasiswa kimia yang akan berorientasi pada inovasi praktikum masa depan. Metode penelitian dan pengembangan ini mengadaptasikan model ADDIE pada tahap Analisis dan Desain. Sampel penelitian ini yaitu 24 mahasiswa Program studi Kimia Universitas Negeri Gorontalo yang sedang menempuh semester satu. Tahapan penelitian ini yaitu studi pendahuluan, analisis kebutuhan, analisis materi, analisis media, dan analisis inovasi media dengan teknik pengumpulan data menggunakan jenis angket terbuka yang diberikan kepada 114 mahasiswa. Hasil tahapan design meliputi spesifikasi media (format media, font teks, tata bahasa, tema, software pendukung), flowchart, dan implementasi desain. Desain penelitian LMS Kimimix sebagai inovasi praktikum masa depan dinyatakan telah siap untuk mengimplementasikan desain pada tahap pengembangan produk. Desain yang telah terancang dengan detail diharapkan dapat menghasilkan sebuah produk LMS yang mutakhir untuk pelaksanaan praktikum kimia.Kata Kunci: inovasi praktikum; KIMIMIX; learning management system; moodle; outcome based education