cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Interdisciplinary collaboration: addressing global challenges through innovative learning strategies Restu Adi Nugraha; Dasim Budimansyah; Yadi Ruyadi; Encep Syarif Nurdin; Mufid Hidayat
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.66630

Abstract

In this era of globalization, students in Indonesia face increasingly complex challenges in understanding, addressing, and contributing to global issues. However, the existing curriculum often fails to provide adequate perspectives and skills to tackle these global problems. Therefore, this research aims to provide students with a holistic, practical, and relevant learning experience to address global challenges through a Team-Based Project strategy that integrates compulsory courses in higher education with a global citizenship education approach. Cross-curricular collaboration helps students see the interconnectedness of various disciplines, which is essential in addressing complex global issues. Survey results indicate a variation of views among student groups regarding their understanding of global issues. This innovative learning strategy utilizes principles of behaviorist theory, such as stimulus-response, positive reinforcement, and social interaction, to create an engaging, relevant, and responsive learning environment tailored to students' needs. Through involvement in joint projects focused on global issues, students are stimulated to contribute and take concrete actions in seeking solutions and bringing about positive change on a larger scale. Thus, this learning strategy is expected to enhance students' understanding, skills, and commitment to addressing global challenges in the contemporary era.
Family educational patterns in strengthening teenager's character generation z: a literature review Fransiskus Markus Pereto Keraf; Marsianus Falo; Ody Wolfrit Matoneng; Fredik Lambertus Kollo; N. Nurlailah
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68978

Abstract

Generation Z teenagers were born in the internet and technological automation era. The negative impact of technological developments causes violations of applicable norms. Teenagers who are involved in juvenile delinquency are caused by a lack of assistance and family control. This study aims to identify appropriate educational patterns for integrating positive moral habits and norms in the family. The writing method uses a literature review. The data collection process through a literature review is supported by a comprehensive analysis of publications from academic journals in the last 5 (five) years, focusing on educational patterns in the family to strengthen the character of Generation Z teenagers. The study results show that there are 3 (three) patterns of education in the family to develop the character of Generation Z teenagers. The three education patterns are family education patterns based on example, monitoring, and understanding psychology. Parents must integrate these three educational patterns in the family to create a golden generation with positive, quality characters. Character development formed through family educational patterns can be collaborated with other character education models, such as in the school or community environment. AbstrakRemaja generasi Z lahir di era internet serta otomatisasi teknologi. Dampak negatif perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya pelangaran norma yang berlaku. Remaja yang terlibat kenakalan remaja disebabkan kurangnya pendampingan serta kontrol keluarga. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi pola pendidikan yang tepat dalam mengintegrasikan pembiasaan moral dan norma yang positif dalam keluarga. Adapun metode penulisan menggunakan kajian pustaka. Proses pengumpulan data melalui tinjauan literatur ini didukung oleh analisis publikasi yang komprehensif dari jurnal akademik pada 5 (lima) tahun terakhir, berfokus pada pola pendidikan dalam keluarga untuk menguatkan karakter remaja generasi z. Hasil kajian menunjukan bahwa terdapat 3 (tiga) pola pendidikan dalam keluarga untuk mengembangkan karakter remaja generasi z. Ketiga pola pendidikan tersebut yakni pola pendidikan keluarga melalui keteladanan, pemantauan dan pemahaman psikologi. Orangtua harus mampu mengintegrasikan ketiga pola pendidikan dalam keluarga tersebut untuk mewujudkan generasi emas yang memiliki karakter positif berkualitas. Pengembangan karakter yang dibentuk melalui pola pendidikan dalam keluarga dapat dikolaborasikan dengan model pendidikan karakter lainnya, seperti di lingkungan sekolah maupun masyarakat.Kata Kunci: generasi z; karakter remaja; pendidikan keluarga
Analysis of e-learning implementation in adult learning (andragogy) Indah Namira Sari; Dinn Wahyudin; R. Rusman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66034

Abstract

E-learning has relevance to be applied to adult learning as independent learners. This research aims to analyze the effectiveness of e-learning in adult learning (andragogy). In the context of adult learning based on continuous e-learning, there are significant changes in the objectives and content of teaching, social roles, forms, and nature of communication between teachers and students, based on e-learning. The research method uses a literature study of 77 articles found and analyzed based on the steps used. The research results showed that articles regarding e-learning in adult learning were found on the topics "learning outcomes" in higher education, "implementation according to plan" in job training institutions, "application in work practice" in job training institutions, satisfaction, and efficiency. Based on these results, it can also be seen that measuring the effectiveness of e-learning in adult learning mostly uses quantitative and qualitative methods. Meanwhile, although the mixed method exists, it is not as big as the other two methods. Then, the factors supporting the effectiveness of e-learning in adult learning were found in the number of selected articles, namely those related to the quality of teachers/students/lecturers, infrastructure, quality of teaching materials, and quality of learning strategies. AbstrakE-learning memiliki relevansi untuk diterapkan pada pembelajaran orang dewasa sebagai pebelajar mandiri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa (andragogi). Dalam konteks pembelajaran orang dewasa pembelajaran berbasis e-learning secara berkelanjutan, maka terdapat perubahan signifikan dalam tujuan dan isi pengajaran, peran sosial, bentuk dan sifat komunikasi antara guru dan peserta didik, berbasis e-learning. Metode penelitian menggunakan studi literature terhadap 77 artikel yang ditemukan dan dilah berdasarkan langkah-langkah yang digunakan sebagai metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel yang mengenai e-learning dalam pembelajaran orang dewasa ditemukan pada topik “hasil pembelajaran” pada pendidikan tinggi, “pelaksanaan sesuai dengan rencana” pada lembaga pelatihan kerja, “aplikasi dalam praktik kerja” pada lembaga pelatihan kerja, kepuasan, dan efisiensi. Berdasarkan hasil tersebut juga dapat dilihat bahwa pengukuran efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa sebagian besar menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Sementara untuk metode campuran meskipun ada tetapi tidak sebesar kedua metode lainnya. Kemudian ditemukan faktor-faktor pendukung efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa dari jumlah artikel yang terseleksi yakni berkaitan dengan kualitas guru/pegajar/dosen, sarana prasarana, kualitas bahan ajar, dan kualitas strategi pembelajaran.Kata Kunci: andragogi; efektivitas e-learning; e-learning; studi literatur
Needs analysis on digital learning objects for university students Nadia Hanoum; Ahmad Fajar Fadlillah; Dadang Sukirman; Cepi Riyana
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.62688

Abstract

Using Digital Learning Objects as learning resources is essential in blended learning. However, the availability is still limited, so there is a need to design and develop digital learning objects to help students meet learning objectives. This study identifies and analyzes students’ needs for Digital Learning Objects relevant to the course's characteristics. This study employs the descriptive survey method to provide a quantitative description of students’ preferences for different Digital Learning Objects. The data for this study was collected using a questionnaire distributed to 54 students as the sample. The results revealed that the Digital Learning Objects needed for the Audio Media course consisted of digital module (87 percent), video (79,6 percent), and animation (74,1 percent). As for the learning method, practicum (98 percent) and team-based project (81 percent) were preferable to discussion or presentation. It was also found that the digital module was more compatible with the majority of the materials covered in the course. Thus, developing Digital Learning Objects will include digital modules, instructional videos, and animation, which are expected to support students in a blended learning environment effectively. AbstrakPemanfaatan Objek Pembelajaran Digital sebagai sumber belajar merupakan hal yang penting dalam blended learning, namun ketersediaannya masih terbatas oleh karena itu perlu dirancang dan dikembangkan Objek Pembelajaran Digital yang dapat memudahkan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan mahasiswa terhadap Objek Pembelajaran Digital yang relevan dengan karakteristik mata kuliah yang diambilnya. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif karena perlu memberikan gambaran kuantitatif tentang preferensi mahasiswa terhadap berbagai jenis Objek Pembelajaran Digital. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 54 mahasiswa sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Objek Pembelajaran Digital yang dibutuhkan pada mata kuliah Media Audio terdiri dari modul digital (87 persen), video (79,6 persen), dan animasi (74,1 persen). Sedangkan untuk metode pembelajaran, praktikum (98 persen) dan proyek berbasis tim (81 persen) lebih diutamakan dibandingkan diskusi atau presentasi. Ditemukan juga bahwa modul digital lebih kompatibel dengan sebagian besar materi yang dibahas dalam kursus. Oleh karena itu, pengembangan Objek Pembelajaran Digital akan mencakup modul digital, video instruksional, dan animasi, yang diharapkan dapat secara efektif mendukung mahasiswa dalam lingkungan pembelajaran terpadu.Kata Kunci: blended learning; kursus media audio; objek pembelajaran digital
Analysis of the implementation and aspirations of national education politics in Muhammadiyah circles Yeny Nasril; Muhammad Sirozi; Sholihah Titin Sumanti
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71453

Abstract

Muhammadiyah is one of Indonesia's largest religious organizations and significantly influences people's lives. Muhammadiyah has several AUMs (Muhammadiyah Charity Efforts) to achieve various goals, visions, and missions of Muhammadiyah itself, one of which is Muhammadiyah's educational charity. Muhammadiyah runs its education system following its goals, visions, and missions. Therefore, this study aims to analyze the implementation of national education policies in the Muhammadiyah environment and identify national education political aspirations in the Muhammadiyah environment. This study uses a qualitative approach to explore the position, strategy, and impact of Muhammadiyah in shaping education policies and to provide a critical review. The study results show that Muhammadiyah significantly influences the direction of education policy through advocacy, curriculum development, and providing education services. In addition, this study also evaluates national education politics in the Muhammadiyah circle and Muhammadiyah's political aspirations, which emphasize inclusivity, quality, and relevance of education. A critical review of Muhammadiyah's political ambitions in Indonesian national education emphasizes the importance of education that is inclusive, tolerant, and relevant to the needs of society. AbstrakMuhammadiyah merupakan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang memiliki pengaruh signifikan dalam kehidupan masyarakat. Muhammadiyah memiliki beberapa AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) untuk mencapai berbagai tujuan, visi dan misi Muhammadiyah itu sendiri, salah satunya adalah amal usaha pendidikan Muhammadiyah. Muhammadiyah menjalankan sistem pendidikannya sesuai dengan tujuan, visi dan misinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan pendidikan nasional di lingkungan Muhammadiyah, serta mengidentifikasi aspirasi politik pendidikan nasional di lingkungan Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis posisi, strategi, dan dampak Muhammadiyah dalam membentuk kebijakan pendidikan, serta memberikan tinjauan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan pendidikan melalui advokasi, pengembangan kurikulum, dan penyediaan layanan pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi politik pendidikan nasional dalam lingkaran Muhammadiyah dan aspirasi politik Muhammadiyah yang menekankan pada inklusivitas, kualitas, dan relevansi pendidikan. Tinjauan kritis terhadap aspirasi politik Muhammadiyah dalam pendidikan nasional Indonesia menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, toleran, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.Kata Kunci: kelompok kepentingan; Muhammadiyah; nilai-nilai pendidikan Islam; politik pendidikan
Patterns of planning and implementation of PJOK curriculum in elementary schools in the post-COVID-19 pandemic period Mohammad Faruk; Mohammad Ali; Rudi Susilana; Laksmi Dewi; Norlidah Alias; I Made Sriundy M; Imam Syafi’i
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.63395

Abstract

Learning planning must be adjusted to students’ conditions to achieve educational goals. The COVID-19 pandemic brought significant changes requiring high adaptability, especially in education. This study aims to identify planning and implementation patterns of the Physical Education and Health (PJOK) curriculum in elementary schools during the post-COVID-19 pandemic. Using a descriptive survey method, the research explored how PJOK teachers plan and implement home-based learning during this period. Data was collected via a Google Forms questionnaire from 33 PJOK teachers who participated in a Focus Group Discussion on post-pandemic curriculum planning. The study’s findings reveal that most teachers adjusted their planning based on the available facilities and infrastructure in students' homes. The curriculum was simplified to emphasize life skills relevant to the post-pandemic context. Implementing the PJOK curriculum requires collaboration with parents to monitor and support student learning at home. Teachers predominantly use WhatsApp to deliver instructional materials and rely on YouTube as a learning resource. This research highlights the need for adaptive curriculum strategies that accommodate challenges in post-pandemic education while ensuring effective learning despite limited resources. AbstrakPerencanaan pembelajaran harus menyesuaikan dengan kondisi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan lingkungan yang memerlukan adaptasi tinggi, terutama dalam pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola perencanaan dan implementasi kurikulum Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di sekolah dasar pada masa pasca pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah metode survei deskriptif untuk menggambarkan pola perencanaan yang dilakukan oleh guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan serta implementasi dalam pembelajaran di rumah pada masa pasca pandemi COVID-19. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diterapkan menggunakan google form kepada 33 guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang mengikuti Focus Group Discussion perencanaan kurikulum Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di masa pasca pandemi COVID-19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan melakukan penyesuaian perencanaan berdasarkan kondisi sarana dan prasarana pendukung yang dimiliki orangtua. Penyederhanaan kurikulum yang berfokus pada kecakapan hidup peserta didik dalam situasi dan kondisi pasca pandemi COVID-19. Implementasi kurikulum PJOK di masa pasca pandemi COVID-19 membutuhkan kolaborasi dengan orang tua dalam proses penyampaian dan pemantauan kegiatan belajar siswa selama di rumah. Guru banyak menggunakan media aplikasi WhatsApp dalam menyampaikan informasi bahan ajar dan menggunakan YouTube sebagai sumber belajar.Kata Kunci: COVID-19; implementasi kurikulum; pendidikan jasmani dan kesehatan
Development of Digital Research-Based Learning (D-RBL) strategy in instructional media course Dian Olifia Talaksoru; Dedi Kuswandi; Saida Ulfa
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69059

Abstract

Proper selection and utilization of learning media facilitate information delivery to improve the learning experience. This research develops a Digital Research Based Learning (D-RBL) learning strategy to improve the quality of learning in learning media courses. D-RBL integrates flipped classrooms with research-based learning in a learning syntax consisting of three phases: pre-class, in-class, and post-class. The method used in this research is the research and development (RD) method of the Dick and Carey model, which consists of 10 systematic stages. The validation results showed positive results where the D-RBL strategy was feasible. The results showed that D-RBL effectively improved student learning outcomes and developed interaction, collaboration, and procedural skills. This strategy encourages students to learn and actively take responsibility for their learning, allowing them to apply their knowledge in a real context. D-RBL is considered an innovative step in improving the quality of learning in learning media courses. AbstrakPemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran secara tepat memfasilitasi penyampaian informasi sehingga dapat meningkatkan pengalaman belajar. Penelitian ini mengembangkan strategi pembelajaran Digital Research Based Learning (D-RBL) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di mata kuliah media pembelajaran. D-RBL mengintegrasikan flipped classroom dengan pembelajaran berbasis penelitian dalam sebuah sintaks pembelajaran yang terdiri dari tiga fase: pra-kelas, di kelas, dan pasca-kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (RD) model Dick and Carey yang terdiri dari 10 tahapan sistematis. Hasil validasi menunjukkan hasil yang positif dimana strategi D-RBL layak untuk diimplementasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa D-RBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa dan mengembangkan interaksi serta keterampilan kolaborasi, dan prosedural. Strategi ini mendorong mahasiswa didik untuk aktif belajar dan bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri, serta memungkinkan mereka menerapkan pengetahuannya dalam konteks yang nyata. D-RBL dianggap sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di mata kuliah media pembelajaran.Kata Kunci: digital research-based learning; pembelajaran terbalik; research-based learning; strategi pembelajaran
Analysis of performance assessment on Kurikulum Merdeka and Kurikulum 2013 Santi Deva; Firli Nurpatihah S; Amara Dwi Ayuni; Wulan Sundari Apriana; N. Nahadi
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69673

Abstract

Research on performance assessment in education is crucial to ensuring the quality and effectiveness of the learning process. This study aims to examine the implementation of performance assessments in the Kurikulum Merdeka and Kurikulum 2013 and identify the challenges and opportunities educators face. The method used is a literature review, which involves collecting, analyzing, and interpreting previous research on performance assessment and curricula. The results show that in Kurikulum 2013, performance assessment is focused on final student outcomes and serves as a tool for providing guidance and encouragement, helping students reach their maximum potential. In Kurikulum Merdeka, performance assessment encompasses 21st-century skills such as critical thinking, creativity, communication, and collaboration, connecting learning to real-life situations. Despite challenges like educator readiness and resource limitations, valid and reliable instruments provide a strong foundation for improving the quality of performance assessments. To enhance the implementation of performance assessments, it is recommended that advanced training for educators, adequate resources, and advanced instruments be provided, and collaboration among educators and integration of project-based assessments be encouraged. These steps are expected to offer more significant benefits for student development and the achievement of educational goals. AbstrakPenelitian tentang penilaian kinerja dalam pendidikan sangat penting untuk memastikan kualitas dan efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi penilaian kinerja dalam Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pendidik. Metode yang digunakan adalah literature review, yang melibatkan pengumpulan, analisis, dan interpretasi penelitian sebelumnya terkait penilaian kinerja dan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Kurikulum 2013, penilaian kinerja tidak hanya difokuskan pada hasil akhir belajar peserta didik tetapi juga sebagai alat untuk memberikan bimbingan dan dorongan, membantu peserta didik mencapai potensi maksimal mereka. Dalam Kurikulum Merdeka, penilaian kinerja mencakup keterampilan abad ke-21 seperti pemikiran kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, serta menghubungkan pembelajaran dengan situasi kehidupan nyata. Meskipun terdapat tantangan seperti kesiapan pendidik dan keterbatasan sumber daya, instrumen yang valid dan reliabel memberikan dasar yang kuat untuk peningkatan kualitas penilaian kinerja. Untuk meningkatkan implementasi penilaian kinerja, disarankan pelatihan lanjutan bagi pendidik, penyediaan sumber daya yang memadai, pengembangan instrumen lanjutan, serta mendorong kolaborasi antar pendidik dan integrasi penilaian berbasis proyek. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perkembangan peserta didik dan pencapaian tujuan pendidikan.Kata Kunci: asesmen kinerja; kurikulum merdeka; kurikulum 2013
Digital promotion innovation of Ronggeng Ketuk Dance at Asem Gede Losarang Studio Widi Eka Yulita; Tati Narawati; Fitri Kurniati
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.68418

Abstract

The advancement of digital technology has significantly impacted the promotion and presentation of Tari Ronggeng Ketuk. This study aims to describe how Sanggar Asem Gede Losarang utilizes digital technology to promote this dance. The main subject of the research is the owner of the sanggar, Dede Jaelani, while the object of the research is Tari Ronggeng Ketuk. This study is based on the grand theory of Cultural Studies, employing a qualitative paradigm with a multidisciplinary approach encompassing digital marketing and non-formal education (sanggar) and a descriptive analysis method. Data was collected using triangulation techniques, including interviews, observations, and document studies. The data analysis process in this research includes data reduction, presentation, and systematic verification to ensure data validity. The results indicate changes in the presentation of Tari Ronggeng Ketuk regarding the number of dancers, accompanying music, and performance duration due to the digital era. Promotion strategies include using the sanggar's blog, collaborating with influencers on social media platforms, partnering with photography communities, and participating in cultural activities such as Napak Jagat Pasundan. This research is expected to support the preservation of traditional dance and promote cultural heritage for the future. AbstrakPerkembangan teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap promosi dan penyajian Tari Ronggeng Ketuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Sanggar Asem Gede Losarang memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan tari ini. Subjek utama penelitian ini adalah Dede Jaelani, pemilik sanggar, sementara objek penelitiannya adalah Tari Ronggeng Ketuk. Penelitian ini berlandaskan pada grand theory Cultural Studies menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan multidisiplin (pemasaran digital dan pendidikan non formal). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi dengan proses analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data secara sistematis untuk memastikan keabsahan data. Strategi promosi dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga langkah: (1) perubahan konten yang disesuaikan untuk penampilan digital, (2) kerja sama dengan komunitas seni Napak Jagat Pasundan, dan (3) pemanfaatan media sosial seperti blog, Facebook, Instagram, dan YouTube sebagai sarana promosi. Strategi tersebut telah meningkatkan jumlah viewers tayangan Tari Ronggeng Ketuk sehingga leih dikenal oleh masyarakat luas. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pelestarian tari tradisional dan mempromosikan warisan budaya untuk masa depan.Kata Kunci: digital; promosi; studi budaya; tari ronggeng ketuk
Increasing children's naturalist intelligence through the application of the project method in the Al Khoiriyah Play Group Badru Zaman; Iis Halimatusadiyah; Ade Siti Saharah
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.72524

Abstract

This research was motivated by the underdevelopment of children's naturalistic intelligence, especially regarding their sense of belonging and affection and liking to care for animals and plants in the Al Khoiriyah Play Group, West Bandung Regency. One of the reasons for this is that the application of learning methods is not appropriate. This research aims to increase children's naturalist intelligence by applying the project method. The research method used is Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which consists of the planning (plan), implementation (act), observation (observe), and reflection (reflect) stages. The research was carried out over 2 cycles, with the research subjects being group B children in the Al Khoiriyah Playgroup, West Bandung Regency, totaling 12 children, 7 girls and 5 boys. Data collection techniques use interviews, observation, and documentary studies, while data analysis techniques use descriptive quantitative and qualitative. The research results show that the teacher has implemented the project method well from the preparation, implementation, and assessment stages. As for the development of children's naturalist intelligence, applying the project method can optimally improve children's naturalist intelligence. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi belum berkembangnya kecerdasan naturalis anak khususnya terkait rasa memiliki dan kasih sayang serta suka memelihara binatang dan tumbuhan di Kelompok Bermain Al Khoiriyah Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut salah satunya disebabkan penerapan metode pembelajaran yang belum tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan naturalis anak melalui penerapan metode proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari tahap perencanaan (plan), pelaksanaan tindakan (act), observasi (observe) dan refleksi (reflect). Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus dengan subjek penelitian anak kelompok B di Kelompok Bermain Al Khoiriyah Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 12 anak yakni 7 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan studi dokumenter, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan metode proyek dengan baik dari mulai tahap persiapan, tahap pelaksanaan, sampai pada tahap penilaian. Adapun dalam hal perkembangan kecerdasan naturalis anak, penerapan metode proyek dapat meningkatkan kecerdasan naturalis anak secara optimal.Kata Kunci: anak usia dini; kecerdasan naturalis; metode proyek