cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Improving teachers’ understanding of reproductive health and sexuality education in special schools Tati Hernawati; Imas Diana Aprilia; Agus Irawan Sensus; Euis Heryati; Prinanda Gustarin Ridwan; Zulfa Rahmah Effendi; Arif Prawira; Wina Tri Saptari; Tarishah Aulia; Fitri Mulyani
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75622

Abstract

The inability to achieve complete independence in students with special needs has the potential to make this group vulnerable to problems, including reproductive health and sexuality problems. These problems are suspected to be due to the lack of understanding and perception of teachers in the concept and implementation of reproductive health and sexuality education in Special Schools (SLB). This study was conducted to see teachers' understanding of reproductive health and sexuality education for students with special needs. Using a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design, this study involved 15 teachers from six SLBs in Bandung City who were selected using the purposive sampling method. The data obtained were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results of the study showed a significant increase in the average score, indicating that the efforts made could improve teachers' understanding of reproductive health and sexuality education. Teachers felt more prepared to deal with the problems of students with special needs regarding reproductive health and sexuality after participating in competency refresher courses by participating in training or discussions. Training and discussions that are planned systematically, sustainably, and comprehensively can improve teacher competence and, more broadly, can improve the quality of reproductive health and sexuality education in SLB. AbstrakKetidakmampuan pencapaian kemandirian secara utuh pada peserta didik berkebutuhan khusus berpotensi membuat kelompok ini rentan terhadap masalah, termasuk masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas. Permasalahan tersebut disinyalir karena adanya kekurangpahaman dan persepsi guru dalam tataran konsep dan implementasi pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas di Sekolah Luar Biasa (SLB). Penelitian ini dilakukan untuk melihat pemahaman guru terhadap pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas untuk peserta didik berkebutuhan khusus. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan one group pretest -posttest design, penelitian ini melibatkan 15 guru dari enam SLB di Kota Bandung yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukan peningkatan rata-rata skor secara signifikan yang menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman guru terhadap pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas. Guru merasa lebih siap untuk menghadapi permasalahan peserta didik berkebutuhan khusus mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas setelah mengikuti penyegaran kompetensi dengan mengikuti pelatihan atau diskusi. Pelatihan dan diskusi yang direncanakan dengan sistematis, berkelanjutan, dan komprehensif dapat meningkatkan kompetensi guru dan secara lebih luas dapat meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas di SLB.Kata Kunci: guru sekolah luar biasa; pemahaman guru; pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas.
The UI/UX development of the 'Koin' application to create interactive Korean language learning Alfira Faza Aprilia; Didin Samsudin; Arif Husein Lubis
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75884

Abstract

With the rapid development of technology, there is an excellent opportunity to utilize it in creating interactive, application-based Korean language learning media. This study aims to design the 'Koin' application, primarily focusing on its UI and UX aspects, to enhance effectiveness and user engagement in Korean language learning. This research employs the design thinking method, which consists of five stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. Data for this study were collected through qualitative and quantitative methods, including structured interviews and usability testing with beginner-level Korean language learners as participants. Two media experts and two subject matter experts in the Korean language were engaged to provide feedback and suggestions to ensure the validity of the developed application. The qualitative results demonstrate that the design thinking method has identified the user’s needs in-depth and captured the user’s good experience navigating the interface with relevant features. The quantitative results show that the UI/UX design of the Korean language learning application for beginners, developed using the design thinking method, resulted in a well-designed application with a final score of 80 points. This finding indicates that design thinking effectively designs learning applications that meet target users' needs and preferences. AbstrakDengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, terdapat peluang besar untuk memanfaatkannya dalam menciptakan media pembelajaran bahasa Korea berbasis aplikasi yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi 'Koin', dengan fokus utama pada UI dan UX untuk meningkatkan efektivitas dan keterlibatan pengguna dalam pembelajaran bahasa Korea. Penelitian ini menggunakan metode design thinking, yang terdiri dari lima tahap: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, termasuk wawancara terstruktur dan uji kegunaan dengan pemelajar bahasa Korea tingkat pemula sebagai partisipan. Selain itu, dua ahli media dan dua ahli materi pelajaran bahasa Korea juga dimintai pendapat untuk memberikan masukan serta saran untuk memastikan validitas aplikasi yang dikembangkan. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa metode design thinking telah mengidentifikasi secara mendalam dan menggambarkan pengalaman positif pengguna pada navigasi antarmuka dengan fitur-fitur yang relevan. Hasil kuantitatif mengindikasikan bahwa desain UI/UX aplikasi pembelajaran bahasa Korea untuk pemula yang dikembangkan dengan metode design thinking menghasilkan aplikasi yang dirancang dengan baik dan mendapatkan skor akhir 80 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan design thinking efektif dalam merancang aplikasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi target pengguna.Kata Kunci: antarmuka pengguna; aplikasi pembelajaran bahasa Korea; design thinking; pengalaman pengguna
Direct method in learning speaking skills in extracurricular activities: AFL student's perspectives Alfi Nur Tazkiyah; Asep Sopian; Hikmah Maulani
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75638

Abstract

Developing Arabic speaking skills is essential in foreign language education, especially in effectively supporting students' communication abilities. However, teaching Arabic in educational institutions often challenges practicing active conversation. One of the methods considered effective in overcoming this obstacle is the direct method, which emphasizes the intensive use of the target language without translation. This study aims to explore students' perceptions of the application of direct methods in learning Arabic speaking skills in the extracurricular activities of MA Persis Tarogong. The research method is qualitative with a case study approach, involving 26 students actively participating in extracurricular activities for one semester. Data are collected through a Likert scale questionnaire and in-depth interviews. The results show that most students feel comfortable and confident with the method and report increased vocabulary. However, the main challenges students face are the application of grammar in conversation and the lack of confidence in speaking outside the classroom. The implications of this study suggest the need for further support through grammar exercises and strategies to increase student’s confidence in using Arabic spontaneously. AbstrakPengembangan keterampilan berbicara bahasa Arab menjadi fokus penting dalam pendidikan bahasa asing, terutama dalam mendukung kemampuan komunikasi siswa secara efektif. Akan tetapi, pengajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan sering menghadapi kendala dalam praktik percakapan aktif. Salah satu metode yang dianggap efektif untuk mengatasi kendala ini adalah metode langsung, yang mengutamakan penggunaan bahasa target secara intensif tanpa penerjemahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa terhadap penerapan metode langsung dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab pada kegiatan ekstrakurikuler di MA Persis Tarogong. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 26 siswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler selama satu semester. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa nyaman dan percaya diri dengan metode tersebut, serta melaporkan adanya peningkatan kosakata. Namun, tantangan utama yang dihadapi siswa adalah penerapan tata bahasa dalam percakapan dan kurangnya rasa percaya diri untuk berbicara di luar kelas. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya dukungan lebih lanjut melalui latihan tata bahasa dan strategi untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Arab secara spontan.Kata Kunci: bahasa Arab; ekstrakurikuler; keterampilan berbicara; metode langsung; persepsi siswa
Enhancing teacher competence in identifying student needs through NIMID at inclusive schools Dudi Gunawan; Yoga Budhi Santoso; Prinanda Gustarina Ridwan; Hendriano Meggy; J. Juhanaini; Nandi Warnandi; Nazwa Laila Putri; Wanda Dwi Rahayu; Elvina Sabriyati
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74563

Abstract

Inclusive education prepares students to become global citizens who understand cultural, linguistic, and perspective diversity. This is in line with the principle of human rights, which affirms every individual's right to receive a decent education without discrimination. Inclusive education ensures that no student is neglected in the learning process. Competent teachers can create a compelling and quality learning environment. Need Identification Method Inclusive Design (NIMID) training is one way to improve understanding of inclusive education and teacher skills in designing inclusive learning programs. This study aims to measure the effectiveness of Needs Identification Method Inclusion Design (NIMID) training in improving teacher understanding. The experimental design method with a one-group pretest-posttest design was chosen to measure teacher understanding and skills. Non-parametric statistical tests with the Wilcoxon Signed-Rank Test were conducted to analyze the pretest-posttest results. The results showed that NIMID training improved teacher skills in the concept of inclusive education, identification, and assessment, and it was able to develop learning programs tailored to student's needs so that learning was optimal.  AbstrakPendidikan inklusif mempersiapkan peserta didik menjadi warga dunia yang memahami keberagaman budaya, bahasa, dan perspektif. Hal ini sejalan dengan prinsip hak asasi manusia yang menegaskan hak setiap individu untuk mendapatkan pendidikan yang layak tanpa diskriminasi. Pendidikan inklusif memastikan tidak ada siswa yang diabaikan dalam proses pembelajaran. Guru yang kompeten mampu menciptakan lingkungan belajar efektif dan berkualitas. Pelatihan Need Identification Methode Inclusive Design (NIMID) salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman pendidikan inklusif dan keterampilan guru dalam mendesain program pembelajaran inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keefektifan pelatihan Needs Identification Method Inclusion Design (NIMID) untuk meningkatkan pemahaman guru. Metode desain eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest dipilih untuk mengukur pemahaman dan keterampilan guru. Uji non-parametric statistical dengan Wilcoxon Signed-Rank Test dilakukan untuk menganalisis hasil pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan NIMID berdampak pada peningkatan kemampuan guru dalam konsep pendidikan inklusif, identifikasi dan asesmen, serta mampu menyusun program pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik sehingga pembelajaran menjadi optimal.Kata Kunci: kompetensi guru; kebutuhan belajar peserta didik; pelatihan Need Identification Methode Inclusive Design (NIMID)
Empowering speaking skills through problem-based learning in Indonesian blended classrooms Jenny Ngo
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.76037

Abstract

The COVID-19 pandemic accelerated the shift towards remote and blended learning, prompting educators to seek innovative pedagogical approaches. In response, the Indonesian government introduced the Merdeka curriculum, emphasizing student-centered learning, critical thinking, and independent knowledge-building. Problem-based learning (PBL) aligns well with these objectives, engaging students in real-world problem-solving and promoting critical thinking, collaboration, and communication skills. This study examines the effectiveness of PBL in enhancing English-speaking skills within a blended learning environment at a private university in Surabaya. Using a quantitative research approach, data were collected through classroom observations and surveys and analyzed with SPSS. The findings revealed that PBL effectively promoted self-directed learning, peer collaboration, and speaking skill development. These suggest that PBL is an effective strategy for enhancing language proficiency and fostering student engagement that aligns with Indonesia’s educational reforms. However, to further optimize PBL's effectiveness, it is recommended to consider adjustments such as flexibility for attendance, scaffolding for highly diverse students, and culturally relevant activities. These modifications can create a more inclusive and supportive learning environment for English Language Learners (ELLs) in Indonesia. AbstrakPandemi COVID-19 mempercepat peralihan ke pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran campuran, sehingga mendorong para pendidik untuk mencari pendekatan pedagogi yang inovatif. Sebagai tanggapannya, pemerintah Indonesia memperkenalkan kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, berpikir kritis, dan membangun pengetahuan secara mandiri. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) selaras dengan tujuan-tujuan ini, karena pembelajaran ini melibatkan siswa dalam pemecahan masalah di dunia nyata dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi. Penelitian ini menguji efektivitas PBL dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris dalam lingkungan pembelajaran campuran di sebuah universitas swasta di Surabaya. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas dan survei dan dianalisis dengan SPSS. Temuannya mengungkapkan bahwa PBL secara efektif mendorong pembelajaran mandiri, kolaborasi teman sebaya, dan pengembangan keterampilan berbicara. Hal ini menunjukkan bahwa PBL merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kemahiran bahasa dan mendorong keterlibatan siswa sejalan dengan reformasi pendidikan di Indonesia. Namun, untuk lebih mengoptimalkan efektivitas PBL, disarankan untuk mempertimbangkan penyesuaian seperti fleksibilitas kehadiran, scaffolding untuk siswa yang sangat beragam, dan kegiatan yang relevan dengan budaya. Modifikasi ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung bagi Pembelajar Bahasa Inggris (ELLs) di Indonesia.Kata Kunci: pembelajaran campuran; pembelajaran berbasis masalah; peningkatan keterampilan berbicara
The influence of animation video media on the interests and learning outcomes of elementary school students Sintya Hayaturrohmah; Suwito Eko Pramono; Arief Yulianto
Inovasi Kurikulum Vol 22, No 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75524

Abstract

This study aims to determine the effect of using animated video content on the learning outcomes and interests of SD Negeri Parebon 03 fourth-grade students. The research methodology used is a quantitative approach. In this study, student involvement and learning outcomes are the dependent variables, while animated video content is the independent variable. The sample used in this study was 28 fourth-grade students. The data collection method used was a multiple-choice learning outcome questionnaire that had been validated for validity, an interest questionnaire, and observation. Using basic linear regression tests, descriptive and inferential analysis techniques were used to analyze the data. The average score before therapy was 52. After treatment, the average score increased to 84 for descriptive statistical analysis. Examining inferential statistics of animated video content on test-based learning interest tests showed increased learning interest. At the same time, animated video content showed increased learning outcomes. In conclusion, the interest and learning outcomes of SD Negeri Palebon 03 fourth-grade students on plant breeding material were significantly influenced by animated video content. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan konten video animasi terhadap hasil dan minat belajar siswa kelas IV SD Negeri Parebon 03. Metodologi peneltiian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini keterlibatan siswa dan hasil belajar menjadi variabel terikat, sedangkan konten video animasi menjadi variabel bebas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 28 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket hasil belajar pilihan ganda yang telah tervalidasi validitas, angket minat, dan observasi. Dengan menggunakan uji regresi linier dasar, teknik analisis deskriptif dan inferensial digunakan untuk menganalisis data. Skor rata-rata sebelum terapi adalah 52, dan setelah perlakuan, skor rata-rata meningkat menjadi 84 untuk analisis statistik deskriptif. Pemeriksaan statistik inferensial konten video animasi pada tes minat belajar berbasis tes menunjukkan peningkatan terhadap minat belajar. Sedangkan konten video animasi menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar. Kesimpulannya, minat dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Palebon 03 terhadap materi pemuliaan tanaman dipengaruhi secara signifikan oleh konten video animasi.Kata Kunci: hasil belajar; minat belajar; video animasi
Development of Indonesian comic-based teaching materials to improve students’ creativity Three Mutiara Sipa; Sahkholid Nasution
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.73082

Abstract

This research is motivated by the decline in student creativity in participating in learning and, therefore, the need for appropriate media for students. After being given comic-based teaching materials, the activities aimed to increase students' creativity in grade IV. The research method used is research and development (Research and Development) using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementations, Evaluation). This comic-based teaching material has undergone validation tests by experts. The percentage of results from experts on this comic-based teaching material is very valid and practical, based on criteria from media experts and material experts. In addition, the student and teacher response questionnaires also show very valid and practical criteria. From the N-gain results, a score is obtained in the high category. Therefore, this study shows the influence of using comic teaching materials to increase creativity in learning fictional story texts. It can be proven that the results show an increase from the ineffective category to the effective category. The conclusion is that this comic-based teaching material is very suitable, practical, and effective for use in learning Indonesian in fictional story texts to improve the creativity of elementary school students. AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penurunan kreativitas peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, maka dari itu perlunya media yang tepat untuk peserta didik. Adapun kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta didik di kelas IV setelah diberi bahan ajar berbasis komik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analisys, Design, Develovment, Implementations, Evaluation). Bahan ajar berbasis komik ini telah melakukan uji validasi oleh ahli. Persentase hasil dari para ahli terhadap bahan ajar berbasis komik ini mendapatkan kriteria sangat valid dan sangat praktis dari ahli media dan ahli materi. Selain itu angket respons peserta didik dan angket respons guru juga menunjukkan kriteria sangat valid dan sangat praktis. Dari hasil N-gain diperoleh skor pada kategori tinggi, oleh karena itu penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan bahan ajar komik untuk meningkatkan kreativitas pada pembelajaran teks cerita fiksi. Hal ini dapat dibuktikan bahwa hasil menunjukkan peningkatan dari kategori tidak efektif menjadi efektif. Adapun kesimpulannya bahwa bahan ajar berbasis komik ini sangat layak, praktis, dan efektif untuk di gunakan di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi Teks cerita fiksi untuk meningkatkan kreativitas peserta didik sekolah dasar.Kata Kunci: bahan ajar; bahasa Indonesia; komik; kreativitas peserta didik; media pembelajaran
Academic policy for establishing new junior high schools in South Tangerang City Mustofa Kamil; Neneng Nurjanah; Muhammad Yus Firadus; Bambang Mardi Sentosa; P. Purnomo; Cucu Sukmana
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74566

Abstract

This study explores the academic policy regarding establishing new Junior High Schools (SMP) in South Tangerang City in response to the rising number of Elementary School (SD) graduates and the limited availability of secondary education facilities. Using a theoretical and quantitative approach, the research applies the "Social Demand Approach" planning model to identify the need for new schools. Findings reveal a significant imbalance between the number of SD and SMP, particularly in Setu, North Serpong, Pondok Aren, and Ciputat sub-districts, highlighting an urgent need for new school units (USB) and classrooms (RKB) to ensure equitable access to quality education. The analysis is supported by geographic and demographic data, considering essential variables such as student group sizes (rombel). Therefore, the policy for establishing new schools in South Tangerang City must be implemented promptly to address primary and secondary education challenges, ensuring adequate facilities for the growing student population. The research emphasizes the importance of addressing educational infrastructure needs to support student's educational progress and highlights the critical role of geographic information systems (GIS) in mapping school locations and planning future school development. AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi kebijakan akademik terkait pendirian Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru di Kota Tangerang Selatan sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) dan terbatasnya ketersediaan fasilitas pendidikan menengah. Dengan menggunakan pendekatan teoritis dan kuantitatif, penelitian ini menerapkan model perencanaan "Social Demand Approach" untuk mengidentifikasi kebutuhan akan sekolah baru. Temuan menunjukkan ketidakseimbangan yang signifikan antara jumlah SD dan SMP, khususnya di kecamatan Setu, Serpong Utara, Pondok Aren, dan Ciputat, menyoroti kebutuhan mendesak akan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas (RKB) untuk memastikan akses yang merata terhadap pendidikan berkualitas. Analisis didukung oleh data geografis dan demografis, mempertimbangkan variabel penting seperti ukuran kelompok peserta didik (rombel). Oleh karena itu, kebijakan pendirian sekolah baru di Kota Tangerang Selatan harus dilaksanakan segera untuk mengatasi tantangan dalam pendidikan dasar dan menengah, serta memastikan fasilitas yang memadai bagi populasi peserta didik yang berkembang. Penelitian ini menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan infrastruktur pendidikan untuk mendukung kemajuan peserta didik. Sistem informasi geografis (GIS) memainkan peran penting dalam pemetaan lokasi sekolah dan perencanaan pengembangan pendidikan di masa depan.Kata Kunci: kebijakan pendidikan; kelompok belajar pendirian SMP; social demand approach
Social-emotional learning implementation and its impact on student achievement Risa Ginting; Asep Herry Hernawan
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.66374

Abstract

This article investigates social-emotional learning implementation in various educational institutions and its relation to student's academic and non-academic achievements. Social-emotional skills are essential as they have long-term impacts that can be felt in multiple aspects of life. The method used is a systematic literature review conducted by collecting, evaluating, and synthesizing various literature related to the research topic. The variables studied include methods for developing social-emotional competencies, implementing social-emotional learning, and its relation to students' academic and non-academic achievements. Data were obtained from literature searches on findings related to social-emotional competencies conducted over the past five years. The research findings indicate that social-emotional learning is applied using various methods and approaches across different levels of educational institutions. It was also found that social-emotional learning positively influences students' academic and non-academic achievements. Students with good social-emotional skills generally have better academic scores compared to their peers who do not possess such skills. They also feel happier, have better mental health, have higher attendance rates in class, and are rarely involved in problems with their peers. AbstrakPenulisan artikel ini bertujuan untuk menyelidiki implementasi pembelajaran sosial emosional di berbagai institusi pendidikan dan kaitannya dengan pencapaian akademik dan non-akademik peserta didik. Keterampilan sosial emosional merupakan hal yang penting untuk dimiliki karena memiliki dampak jangka panjang yang dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai literatur yang terkait dengan topik penelitian. Variabel-variabel yang diteliti meliputi metode pengembangan kompetensi sosial emosional, penerapan pembelajaran sosial emosional, dan kaitannya dengan pencapaian peserta didik baik akademik maupun non-akademik. Data-data diperoleh dari pencarian literatur mengenai temuan-temuan terkait kompetensi sosial emosional yang dilakukan selama 5 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran sosial emosional dilakukan melalui berbagai metode dan pendekatan di berbagai jenjang institusi pendidikan. Selain itu juga ditemukan bahwa pembelajaran sosial emosional memiliki pengaruh yang positif terhadap pencapaian akademik maupun non akademik peserta didik. Peserta didik dengan keterampilan sosial emosional yang baik pada umumnya memiliki skor akademik yang lebih baik ketimbang rekannya yang tidak memiliki keterampilan tersebut. Mereka juga merasa lebih bahagia dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik, memiliki tingkat kehadiran yang tinggi di kelas dan jarang terlibat masalah dengan temannya.Kata Kunci: pembelajaran sosial emosional; pencapaian akademik; pencapaian non-akademik
Development of a science e-module based on contextual teaching and learning for primary school students Tiasari Siregar; Saronom Silaban; Anita Yus
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75397

Abstract

The limited learning resources and the lack of attractiveness of the available learning resources are why students do not have a high enough interest in learning. The development of E-Modules to increase learning interest is carried out to overcome the problem of limited learning resources for students with illustrations and images that can attract their attention and be accessed anytime and anywhere. This study aims to produce a product in the form of an E-module of Science based on Contextual Teaching and Learning (CTL) for grade V Elementary School students that is feasible, practical and effective. The research method used is the Research on the Development of E-Modules of Science. The ADDIE development model comprises five stages: Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation (ADDIE). The feasibility test, practicality test and effectiveness test were carried out at Elementary School 105289 Kolam, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province, with research subjects of grade V.A and V.B students of Elementary School 105289 Kolam, with data collection techniques in the form of observation, questionnaires and tests. The results of the study indicate that 1) the developed E-module of Science is declared feasible to be applied in the learning process; 2) The developed IPAS e-module is stated as practical by teachers with a very practical category and by students with a very practical category; and 3) The developed IPAS e-module is stated as effective. So, it is concluded that the developed IPAS e-module is feasible, practical and effective in improving learning outcomes. AbstrakKeterbatasan sumber belajar dan kurangnya menariknya sumber belajar yang tersedia menjadi alasan peserta didik tidak memiliki minat belajar yang cukup tinggi. Pengembangan E-Modul untuk meningkatkan minat belajar dilakukan untuk mengatasi masalah terbatasnya sumber belajar bagi peserta didik dengan ilustrasi dan gambar yang dapat menarik perhatian mereka serta dapat diakses kapan dan di mana saja. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa E-modul IPAS berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk peserta didik kelas V Sekolah Dasar yang layak, praktis dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Pengembangan E-Modul IPAS dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan dimulai dari Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation (ADDIE). Uji kelayakan, uji kepraktisan dan keefektifan dilakukan di Sekolah Dasar 105289 Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara dengan subjek penelitian peserta didik kelas V.A dan V.B Sekolah Dasar 105289 Kolam dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) E-modul IPAS yang dikembangkan dinyatakan layak untuk diterapkan dalam proses pembelajaran; 2) E-modul IPAS yang dikembangkan dinyatakan praktis oleh guru dengan kategori sangat praktis dan oleh peserta didik dengan kategori sangat praktis; dan 3) E-modul IPAS yang dikembangkan dinyatakan efektif. Sehingga disimpulkan E-Modul IPAS yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar.Kata Kunci: contextual teaching and learning; CTL; e-modul; hasil belajar