cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Evaluation of the implementation of the Kurikulum Merdeka at SMAN 14 Bandung F. Furqanisah; Zainal Arifin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74814

Abstract

SMAN 14 Bandung is one of the schools implementing the Kurikulum Merdeka through active and collaborative learning. This research aims to evaluate the extent to which the objectives of implementing the Kurikulum Merdeka have been achieved at SMAN 14 Bandung. The assessment method used is descriptive qualitative. Data was collected through questionnaires and observations, then analyzed statistically using the mean and presented in graphs to facilitate understanding of the patterns. The study's results found that the evaluation of the Kurikulum Merdeka at SMAN 14 Bandung includes three main aspects: planning, implementation, and learning assessment. In the aspect of learning planning, teaching modules are developed according to the Learning Outcomes (CP) without modification, and the lesson planning is developed using innovative methods such as Problem-Based Learning (PBL) and Project-Based Learning (PjBL). The curriculum implementation utilizes school reference books, a deductive approach, and differentiated learning, with the PjBL method being quite popular among students. The assessment aspect of learning employs formative tests, summative assessments, portfolios, and projects to evaluate cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes, along with diagnostic assessments conducted before the lessons. AbstrakSMAN 14 Bandung merupakan salah satu sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran aktif dan kolaboratif. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas tujuan penerapan Kurikulum Merdeka telah di capai dalam perepannya di SMAN 14 Bandung. Metode penilaian menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, lalu dianalisis secara statistik menggunakan rata-rata (mean) dan disajikan dalam grafik untuk memudahkan pemahaman pola. Hasil penelitian ditemukan Evaluasi penerapan Kurikulum Merdeka di SMAN 14 Bandung mencakup tiga aspek utama: perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Aspek perencanaan pembelajaran, modul ajar dikembangkan sesuai Capaian Pembelajaran (CP) tanpa modifikasi, perencanaan pembelajaran dikembangkan menggunakan metode inovatif seperti PBL dan PjBL. Pelaksanaan kurikulum memanfaatkan buku pegangan sekolah, pendekatan deduktif, dan pembelajaran diferensiasi, dengan metode PjBL yang cukup diminati siswa. Aspek penilaian pembelajaran menggunakan tes formatif, sumatif, portofolio, dan proyek untuk menilai capaian pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta dilakukan penilaian diagnostik sebelum pembelajaran.Kata Kunci: asesmen; evaluasi kurikulum merdeka; implementasi; perencanaan pembelajaran
Implications of ChatGPT implementation on students' understanding level in Pancasila Education subjects Ismi Adnin; S. Sapriya; R. Rahmat; Abhi Rachma Ramadhan; Karlin Geriun Antonius Manik; Daffa Fakhri Maulana; Aland Aryaguna; Kireida Rona Islam; Muhammad Fajri Mubarok; Tebi Lesmana
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75634

Abstract

Learning requires supporting media to achieve the desired goals. The modern era makes technology an inseparable part of human life, including in the learning process in educational units. The technology that is currently developing rapidly is artificial intelligence (Artificial Intelligence), one of which is implemented in the form of the ChatGPT program. Currently, many students use ChatGPT to help them understand the subject matter, supported by the various conveniences offered by this technology. This study aims to provide an argumentative overview of the importance of utilizing technology, especially the ChatGPT program, in improving student understanding. The approach used in this study is qualitative with a descriptive method, which includes data and document analysis through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. In this study, the resource persons involved were 36 students in grade XI-4 at SMA Negeri 1 Tanjung Raja. The results of the study showed that the use of ChatGPT significantly helped improve students' understanding in the Pancasila Education subject, as well as supporting the achievement of educational goals such as critical thinking skills, creativity, and independent problem-solving skills. AbstrakPembelajaran membutuhkan media pendukung untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Era modern menjadikan teknologi sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, termasuk dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan. Teknologi yang saat ini berkembang pesat adalah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang salah satunya diimplementasikan dalam bentuk program ChatGPT. Saat ini, banyak pelajar menggunakan ChatGPT untuk membantu mereka memahami materi pelajaran, didukung oleh berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi ini. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran argumentatif tentang pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya program ChatGPT, dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif, yang melibatkan analisis data dan dokumen melalui proses reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini, narasumber yang dilibatkan adalah peserta didik kelas XI-4, sebanyak 36 orang di SMA Negeri 1 Tanjung Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ChatGPT secara signifikan membantu meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila, serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan seperti kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan keterampilan menyelesaikan masalah secara mandiri.Kata Kunci: ChatGPT; pemahaman peserta didik; pendidikan Pancasila
Development of Arabic learning in 21st-century skills at MAN 4 Jakarta Dasep Bayu Ahyar
Inovasi Kurikulum Vol 22, No 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75973

Abstract

Arabic language learning in the 21st century must integrate critical thinking, communication, collaboration, and creativity. However, the lack of contextual teaching materials and limited digital technology integration hinders students from actively engaging with the language. This study will analyze how Arabic language learning at MAN 4 Jakarta incorporates 21st-century skills and identify factors that support or hinder its success. Using a descriptive qualitative approach with a case study, data were collected through interviews, observations, and documentation supported by 21st-century Arabic language learning literature. The findings show that Arabic learning at MAN 4 Jakarta is technology-based, aligned with the Merdeka Curriculum, and developed in collaboration with the Kementerian Agama and Erlangga. The primary method used is Nadzariyatul Wihdah, complemented by media such as laptops, PowerPoint, projectors, audiovisuals, and digital learning platforms. Despite innovations, challenges remain, including limited human resources, methods, media, time, teacher training, and student motivation. AbstrakPembelajaran bahasa Arab di abad 21 perlu dirancang untuk mengakomodasi keterampilan seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Namun, kurangnya materi ajar yang kontekstual dan minimnya integrasi teknologi digital membuat pembelajaran kurang menarik dan menghambat siswa dalam mengaplikasikan bahasa Arab secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan sejauh mana pembelajaran bahasa Arab di MAN 4 Jakarta telah mengintegrasikan keterampilan abad 21 serta mengidentifikasi berbagai aspek yang mendukung dan menghambat keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta didukung analisis literatur terkait pembelajaran bahasa Arab abad 21. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di MAN 4 Jakarta telah berbasis teknologi dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian ditemukan substansi bahan ajar bahasa Arab di MAN 4 Jakarta telah sesuai dengan Kurikulum Merdeka, dikembangkan melalui kolaborasi buku Kementerian Agama dan Erlangga. Metode utama yang digunakan adalah Nadzariyatul Wihdah, dengan dukungan media seperti laptop, PowerPoint, proyektor, audio visual, dan platform pembelajaran digital. Meski inovasi berkembang, pembelajaran Bahasa Arab MAN 4 Jakarta masih menghadapi kendala seperti keterbatasan SDM, metode, media, waktu, pelatihan guru, dan motivasi siswa.Kata Kunci: keterampilan abad 21; bahasa arab; pengembangan materi; kompetensi guru
Effectiveness of technology in midwifery education for enhancing knowledge and clinical skills Yohana Filiberta Lumu Ladjar; Ari Indra Susanti
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74762

Abstract

Multimedia has positively impacted knowledge transfer, emphasizing the importance of collaborative learning and interactive tools in improving educational outcomes. E-learning contributes significantly to knowledge transfer and skill enhancement among nurses and midwives. This study aims to determine the effectiveness of technology in midwifery education. This literature review uses a descriptive analysis approach. Article searches used keywords across three databases that met the inclusion criteria. As a result, 17 articles were selected as references for this study. The article specifically discusses the use of technology in education from three themes: knowledge enhancement, skill improvement, and clinical readiness of midwifery students. From the collected articles, six concluded that technology influences knowledge enhancement, ten agreed that technology can improve students' skills, and four believed that technology can increase students' clinical readiness. The study concludes that technology plays a vital role in equipping midwifery students with enhanced knowledge and skills and fostering their clinical practice readiness in maternal and child health care. AbstrakPemanfaatan multimedia menunjukkan dampak yang positif dalam transfer pengetahuan yang menekankan pentingnya pembelajaran kolaboratif dan alat interaktif dalam meningkatkan hasil pendidikan. E-learning memberikan kontribusi yang significan terhadap transfer pengetahuan dan peningkatan keterampilan diantara perawat dan bidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan teknologi Pendidikan kebidanan. Literature review ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Pencarian artikel dengan kata kunci pada 3 database yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan 17 artikel sebagai sumber rujukan dalam penelitian ini. Artikel ini membahas khusus tentang penggunaan teknologi dalam Pendidikan yang dilihat dari 3 tema yaitu peningkatan pengetahuan, peningkatan keterampilan dan kesiapan klinis mahasiswa kebidanan. Dari artikel yang dikumpulkan terdapat 6 artikel yang berkesimpulan bahwa teknologi mempengaruhi peningkatan pengetahuan, 10 artikel menyetujui bahwa teknologi dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dan terdapat empat artikel yang meyakini bahwa teknologi dapat meningkatkan kesiapan klinis peserta didik. Simpulan penelitian ini teknologi berperan penting dalam mempersiapkan mahasiswa kebidanan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta kesiapan praktik klinis dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.Kata Kunci: kemampuan; pengetahuan; pendidikan kebidanan; teknologi
Utilization of wall magazines in improving fifth-grade students' writing skills Natasya Navira Elberni; Febrina Dafit
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75951

Abstract

Writing skills are something that students cannot ignore. Therefore, using wall magazine media can significantly improve students' writing skills in elementary schools. This research aims to determine the plan, implementation, and evaluation of the use of wall magazines in improving the writing skills of VA students at SDN 19 Mandau, Bengkalis Regency. This research uses qualitative methods with the type of classroom action research (PTK). The research subjects in this study were 26 VA class students at SDN 19 Mandau. Data collection techniques in this research used observation and tests. Meanwhile, the instruments used are observation sheets and test sheets. The data analysis technique in this research was carried out using qualitative descriptive analysis. Based on the research results, it can be seen that the use of wall magazines can improve the writing skills of class VA students at SDN 19 Mandau. Student learning outcomes using wall magazines increased, where in cycle I, the average obtained was 74 with sufficient classical completeness. In contrast, in cycle II, there was an increase with an average of 80 and very good classical completeness. AbstrakKeterampilan menulis merupakan hal yang tidak bisa diabaikan bagi peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan media majalah dinding dapat signifikan dalam meningkatkan kemampuan menulis peserta didik di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rencana, pelaksanaan serta evaluasi penggunaan majalah dinding dalam meningkatkan kemampuan menulis peserta didik VA di SDN 19 Mandau Kabupaten Bengkalis. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VA di SDN 19 Mandau berjumlah 26 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar tes. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa penggunaan majalah dinding dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik kelas VA di SDN 19 Mandau. Hasil belajar peserta didik dengan menggunakan majalah dinding mengalami peningkatan dimana pada siklus I rata-rata yang didapatkan yaitu 74 dengan ketuntasan klasikal cukup, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dengan rata-rata 80 dan ketuntasan klasikal sangat baik.Kata Kunci: kemampuan menulis; majalah dinding; sekolah dasar
SDGs-based adaptive curriculum model to improve education quality in the digital age Eva Puspitasari
Inovasi Kurikulum Vol 22, No 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.75791

Abstract

The rapid advancement of technology and global sustainability issues demand innovations in educational curricula aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically SDG 4 on quality education. This article examines the development of an adaptive curriculum model based on SDGs designed to enhance education quality in the digital era. Emphasizing 21st-century skills, such as critical thinking, creativity, collaboration, and digital literacy, this model prepares students to respond more to global challenges. The research employs a descriptive qualitative approach through a literature review, analyzing sources related to SDG implementation in education. Findings indicate that integrating technology into the curriculum enables more inclusive and interactive learning, reaching students in remote areas. The Project-Based Learning (PjBL) and Problem-Based Learning (PBL) approaches adopted in this curriculum have proven effective in enhancing students' skills in solving real-world problems. In conclusion, this SDG-based adaptive curriculum model has the potential to create a generation that is not only academically competent but also socially aware and sustainability-oriented, providing essential skills for navigating dynamic global changes. AbstrakPerkembangan teknologi yang pesat dan isu keberlanjutan global menuntut adanya inovasi dalam kurikulum pendidikan, yang relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Artikel ini mengkaji pengembangan model kurikulum adaptif berbasis SDGs yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era digital. Dengan menekankan pada keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital, model ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar lebih responsif terhadap tantangan global. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, yang menganalisis sumber literatur terkait penerapan SDGs dalam pendidikan. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam kurikulum memungkinkan pembelajaran yang lebih inklusif dan interaktif, serta menjangkau peserta didik di daerah terpencil. Pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL) yang diadopsi dalam kurikulum ini terbukti efektif dalam mengasah keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah nyata. Kesimpulannya, kurikulum adaptif berbasis SDGs ini berpotensi menciptakan generasi yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga berkesadaran sosial dan berorientasi pada keberlanjutan, yang menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan global yang dinamis.Kata Kunci: era digital; kurikulum adaptif; Sustainable Development Goals (SDGs)
Teachers' efforts to develop the religious character of students at SDN 004 Teluk Dalam Pelalawan Regency T. Zekri Asril; Febrina Dafit
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75225

Abstract

This study explores teachers' efforts in developing students' religious character at SDN 004 Teluk Dalam, Pelalawan Regency. Initial observations revealed issues such as students lacking proper manners, minimal engagement in religious activities, and behavioral gaps such as avoiding congregational prayers and missing class sessions. This research aims to identify teachers' actions to nurture religious character and highlight its significance in the educational environment. This qualitative descriptive research employed primary data through interviews, observations, and documentation supported by secondary data from relevant literature and media sources. Findings indicate that teachers have implemented strategies including habituation, exemplary behavior, and consistent supervision to instill religious values. These methods ensure that students develop a strong religious character, which is deeply embedded in their daily conduct. The study concludes that these sustained teacher efforts effectively shape students' religious attitudes and promote respectful and ethical behavior within the school community. AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi upaya pendidik dalam mengembangkan karakter religius peserta didik di SDN 004 Teluk Dalam, Kabupaten Pelalawan. Observasi awal menunjukkan permasalahan seperti kurangnya tata krama peserta didik, minimnya keterlibatan dalam aktivitas keagamaan, serta kesenjangan perilaku seperti menghindari salat berjamaah dan bolos kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tindakan spesifik yang dilakukan oleh pendidik dalam membina karakter religius peserta didik dan menyoroti pentingnya hal ini dalam lingkungan pendidikan. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta didukung data sekunder dari literatur dan sumber media yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidik telah menerapkan berbagai strategi, termasuk pembiasaan, keteladanan, dan pengawasan yang konsisten untuk menanamkan nilai-nilai religius. Metode-metode ini memastikan bahwa peserta didik mengembangkan karakter religius yang kuat dan tertanam dalam perilaku sehari-hari mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya berkelanjutan pendidik secara efektif berkontribusi dalam membentuk sikap religius peserta didik, sehingga mendorong perilaku yang hormat dan beretika di lingkungan sekolah.Kata Kunci: karakter religius; pembinaan; upaya pendidik
Enhancing teacher competencies in ESD: A framework for professional development Lia Susanti; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi; Dudun Najmudin; Rohim Abdurohim
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75831

Abstract

Education for Sustainable Development (ESD) equips students with the knowledge and skills to address global sustainability challenges. However, the effectiveness of ESD largely depends on the competencies of teachers. This article aims to develop a comprehensive framework for improving teachers' competencies in ESD. This research uses a qualitative approach, literature review, qualitative content analysis, secondary case study, and conceptual design methods. The framework identifies essential competencies, including critical thinking, problem-solving, and ethical decision-making, that educators must possess to integrate sustainability principles into their teaching practices effectively. Additionally, the paper explores professional development strategies that can support teachers in acquiring these competencies, such as continuous training, collaborative learning, and experiential education. The findings suggest that a holistic approach to professional development is necessary to empower teachers and enable them to foster a sustainability-oriented mindset in their students. By implementing this framework, educational institutions can contribute to preparing future generations to engage actively in sustainability efforts. This study highlights the importance of teacher competencies in ESD and provides actionable recommendations for policymakers and educational leaders to enhance teacher training programs and promote sustainability education in schools. AbstrakPendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) memainkan peran penting dalam membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan keberlanjutan global. Namun, efektivitas ESD sangat bergantung pada kompetensi guru. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja komprehensif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam ESD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur, metode analisis konten kualitatif, studi kasus sekunder, dan metode desain konseptual. Kerangka kerja ini mengidentifikasi kompetensi penting, termasuk berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan etis, yang harus dimiliki pendidik untuk secara efektif mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam praktik pengajaran mereka. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi strategi pengembangan profesional yang dapat mendukung guru dalam memperoleh kompetensi tersebut, seperti pelatihan berkelanjutan, pembelajaran kolaboratif, dan pendidikan berbasis pengalaman. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan holistik terhadap pengembangan profesional sangat diperlukan untuk memberdayakan guru dan memungkinkan mereka untuk membina pola pikir yang berorientasi pada keberlanjutan di antara siswa mereka. Dengan menerapkan kerangka ini, lembaga pendidikan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan generasi mendatang untuk secara aktif terlibat dalam upaya keberlanjutan. Studi ini tidak hanya menyoroti pentingnya kompetensi guru dalam ESD tetapi juga memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan bagi pembuat kebijakan dan pemimpin pendidikan untuk meningkatkan program pelatihan guru dan mempromosikan pendidikan keberlanjutan di sekolah.Kata Kunci: kompetensi guru; pengembangan profesional; pendidikan berkelanjutan; pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan
Development of problem-solving-based digital books to improve students' high-level thinking skills Sartika Eka Fitri Lubis; Daulat Saragi; Sri Yunita
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.69320

Abstract

High-level thinking skills are essential skills that students need to have in elementary school. This ability helps to conceptualize and deal with problems faced in everyday life. This research is motivated by the need for teachers to access digital textbooks to help implement the learning process. This study aimed to assess digital textbooks' effect on improving fifth-grade students' critical thinking skills. The research location was at SD Negeri 104230 in Tanjung Sari Village, Batang Kuis District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Thirty fifth-grade students registered in the 2023-2024 academic year became the research sample. This study applies a research and development methodology with the ADDIE model. The study results showed that validation from media, material, and language experts had met the criteria and was feasible. Using digital textbook media has improved students' critical thinking skills towards digital media. In addition, the study results showed that digital textbook media problem solving is effective for learning Pancasila education, especially related to cultural diversity as the nation's cultural identity. AbstrakKemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi kemampuan penting yang perlu dimiliki oleh peserta didik di sekolah dasar. Kemampuan ini membantu untuk mengonsep dan mengani masalah yang dihadapi pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru terhadap akses buku teks digital untuk membantu pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh buku teks digital dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas lima. Lokasi penelitian di SD Negeri 104230 di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Tiga puluh siswa kelas lima yang terdaftar pada tahun ajaran 2023-2024 menjadi sampel penelitian secara keseluruhan. Penelitian ini menerapkan metodologi penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi dari ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa telah memenuhi kriteria dan layak untuk digunakan. Penggunaan media buku teks digital telah terbukti meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis terhadap media digital. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa media buku teks digital pemecahan masalah efektif untuk pembelajaran pendidikan Pancasila, khususnya berkaitan dengan keragaman budaya sebagai identitas budaya bangsa.Kata Kunci: digital book; keterampilan berpikir tingkat tinggi; pemecahan masalah
Analysis of problem-solving ability: Pólya's strategy and positive attitude Wenny Fitria; Rudi Susilana; Nanang Priatna
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74803

Abstract

Problem-solving is essential for individuals to face various challenges in the 21st century. Therefore, problem-solving has become a primary goal in mathematics curricula worldwide. However, despite its importance, problem-solving remains one of the most challenging aspects to grasp in mathematics education. Several studies have shown that appropriate strategies and a positive attitude toward problem-solving can help improve students' problem-solving abilities. In this study, the author will examine the implementation of Pólya's mathematical problem-solving strategy. Additionally, the study will explore students' attitudes toward problem-solving and how these attitudes influence their performance. Finally, the research will assess the combined impact of Pólya's strategy and students' attitudes on their problem-solving abilities. This study employs a qualitative approach using content analysis methods. The results show that the top ten students from one of the best schools in Siak Regency still struggle to solve simple problems. This failure is attributed to inappropriate strategies and a lack of a positive attitude toward problem-solving. The study concludes that mastering problem-solving strategies and fostering a positive attitude are crucial for students to become effective problem solvers. AbstrakPemecahan masalah adalah keterampilan penting yang dibutuhkan individu untuk menghadapi berbagai tantangan di abad ke-21, sehingga menjadi tujuan utama dalam kurikulum matematika di banyak negara. Meskipun penting, aspek ini tetap menjadi bagian yang paling sulit dipahami dalam pendidikan matematika. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa secara terpisah, strategi yang tepat serta sikap positif terhadap pemecahan masalah, dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi Pólya dalam pemecahan masalah matematika. Selain itu, penelitian ini juga akan mengeksplorasi sikap siswa terhadap pemecahan masalah dan bagaimana sikap tersebut mempengaruhi kinerja mereka. Akhirnya, penelitian ini akan menilai dampak gabungan dari strategi Pólya dan sikap siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Hasilnya menunjukkan bahwa sepuluh siswa terbaik di salah satu sekolah terkemuka di Kabupaten Siak masih kesulitan menyelesaikan masalah sederhana. Kesulitan ini disebabkan oleh penggunaan strategi yang kurang tepat dan sikap positif yang rendah terhadap pemecahan masalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguasaan strategi pemecahan masalah dan pengembangan sikap positif secara bersamaan sangat penting agar siswa dapat menjadi pemecah masalah yang lebih efektif.Kata Kunci: heuristic pólya; pemecahan masalah matematika; sikap positif.